Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JKMM

PENGARUH FAKTOR ORGANISASI TERHADAP MATURITAS BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT A.M PARIKESIT TENGGARONG TAHUN 2017 Mauritz Silalahi; Fridawaty Rivai; Ridwan Amiruddin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 1: Januari 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v1i1.8692

Abstract

Keselamatan pasien di rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan, komunikasi dan kerja tim terhadap maturitas budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit A.M Parikesit Tenggarong. Desain penelitian ini menggunakan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit A.M Parikesit Tenggarong. Sampel penelitian ini sebanyak 175 responden yang merupakan staf di rumah sakit. Analisis data menggunakan uji regresi linear untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kepemimpinan terhadap maturitas budaya keselamatan pasien (p=0.000). Ada pengaruh komunikasi terhadap maturitas budaya keselamatan pasien (p=0.000). Ada pengaruh kerja tim terhadap maturitas budaya keselamatan pasien (p=0.000). Tingkat maturitas budaya keselamatan pasien berada pada kategori proaktif.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA TIM DALAM PENERAPAN PATIENT SAFETY Lukman Bima; Indahwaty Sidin; Ridwan Amiruddin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 2: Maret 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v1i2.8719

Abstract

Budaya organisasi merupakan interaksi yang kompleks atas kinerja sejumlah individu dalam sebuah organisasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja tim dalam penerapankeselamatan pasien di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatifdengan menggunakan desain cross sectional study. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakankuesioner. Sampel penelitian adalah semua perawat di Instalasi Rawat Inap RS.Ibnu Sina sebanyak 107 orang.Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan uji regresi linear berganda untuk melihat pengaruh variabelindependen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel innovation & risk takingberpengaruh signifikan terhadap kinerja tim (p 0.009 < 0.05) dan besar nilai koefisien regresi adalah 0.089(positif). variabel attention to detail tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja tim (p 0.204 > 0.05) dan nilaikoefisien regresi (&beta;) adalah -0.045 (negatif). Variabel outcome orientation berpengaruh signifikan terhadapkinerja tim (p 0.00 < 0.05) dan besar nilai koefisien regresi (&beta;) adalah 0.293 (positif). Variabel peopleorientation berpengaruh signifikan terhadap kinerja tim (p 0.00 < 0.05) dan nilai koefisien regresi (&beta;) adalah0.210 (positif). Variabel team orientation tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja tim (p 0.564 > 0.05) danbesar nilai koefisien regresi (&beta;) adalah 0.031 (positif). Variabel aggressiveness tidak berpengaruh signifikanterhadap kinerja tim (p 0.564 > 0.05) dan besar nilai koefisien regresi (&beta;) adalah 0.031 (positif). Variabelstability berpengaruh signifikan terhadap kinerja tim (p 0.000 < 0.05) dan besar nilai koefisien regresi (&beta;) adalah0.281 (positif).
PENGARUH MOTIVATIONAL INTERVIEWING DAN SENAM TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA DM TIPE 2 DI PUSKESMAS PATTINGALOANG Uliadi Barrung Limbong; Ridwan Amiruddin; Ridwan M. Thaha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 3: Agustus 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v1i3.8827

Abstract

DM tipe 2 merupakan suatu penyakit kronik yang tidak bisa disembuhkan secara total sehingga menyebabkanprevalensinya justru meningkat setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh motivationalinterviewing dan senam terhadap kualitas hidup domain Hubungan Sosial dan Kondisi Lingkungan penderita DMtipe 2. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu eksperimen semu dengan rancangan Non Randomized Control GroupPretest Posttest Design. Populasi adalah semua penderita diabetes melitus tipe 2 yang tercatat pada rekam medisdi Puskesmas. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik exhaustive sampling dengan besar sampelsebanyak 60 orang. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji beda dua mean dependen.Analisis statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh intervensi yang diberikan terhadap kualitas hidup penderitaDM tipe 2, pada domain hubungan sosial terjadi peningkatan skor mean kelompok intervensi dari 9,4 menjadi11,27 (p = 0,000); domain kondisi lingkungan nilai rata &ndash; rata (mean) kelompok intervensi saat pretest sebesar26,6 meningkat saat posttest menjadi 31,23 (p = 0,000). Intervensi melalui motivational interviewing dan senamefektif dalam meningkatkan kualitas hidup domain hubungan sosial dan kondisi lingkungan penderita DM tipe 2.
ESTIMASI MODEL DINAMIS NUTRISI YANG TIDAK BAIK DAN MALNUTRISI DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Andi Nur Utami; Ridwan Amiruddin; Andi Hardianti; Tahir Abdullah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 3 No. 1: Maret 2020
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v3i1.10002

Abstract

Hampir setengah dari kematian balita di dunia berkaitan dengan masalah gizi kurang dan gizi buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi prevalensi gizi kurang dan gizi buruk selama 18 tahun (2007 – 2025) dan strategi penanggulangan yang paling sesuai dalam menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk dengan pendekatan model dinamik di Sulawesi Selatan. Penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari data Riskesdas dan Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel penelitian berupa data gizi kurang, gizi buruk, pemberian ASI eksklusif, pemberian kapsul vitamin A dan imunisasi dasar lengkap. Data dianalisis melalui sistem dinamis dengan menggunakan  program powersim. Validasi model menggunakan uji t 2 sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi gizi kurang dan gizi buruk pada tahun 2025 menurun menjadi 18.06% dengan laju penurunan rata-rata sebesar 0.014% per tahun. Berbagai program penanggulangan gizi kurang dan gizi buruk dapat menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk, penimbangan balita di posyandu 0.073% per tahun, pemberian ASI eksklusif  0.037% per tahun, dan imunisasi dasar lengkap 0.122% per tahun. Penelitian menyimpulkan bahwa jika cakupan penimbangan balita di posyandu, pemberian ASI eksklusif dan imunisasi dasar lengkap dapat ditingkatkan maka dapat membantu percepatan penurunan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk
HUBUNGAN MEDIA SOSIAL DENGAN AWARENESS (KESADARAN) BAHAYA ROKOK PADA SISWA SMA DI KOTA MAKASSAR Nurardhi Putra Kusuma; Ridwan Amiruddin; Lalu M Saleh
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 3 No. 1: Maret 2020
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v3i1.10283

Abstract

ABSTRAKPeriklanan televisi anti rokok merupakan bagian terpenting dalam kampanye. Sementara media sosial saat ini sukses menciptakan lingkungan media baru, namun masih sedikit yang diketahui tentang hubungan antara media sosial dan kampanye anti rokok. Media sosial tidak hanya dilakukan untuk promosi rokok, kampanye anti rokok juga terlihat ramai melalui media sosial, sehingga menjadikan media sosial sebagai medan perang baru dalam perang antara pro tembakau dan anti-tembakau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan media sosial terhadap awareness (kesadaran) remaja akan bahaya rokok bagi kesehatan. Jenis penelitan yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah seluruh siswa kelas X dan XI yang berasal dari 10 sekolah  sebanyak 5368 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Systematic Random Sampling dengan besar sampel 359 orang. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square, multivariat dengan menggunakan (Path Analysis) Analisis Jalur. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan konten yang diakses melalui media sosial (p = 0,001, dan tidak ada hubungan frekuensi mengakses media sosial (ρ=0,785), durasi mengakses media sosial (p = 0,781), jumlah media sosial yang aktif digunakan (p = 0.502) dengan awareness (kesadaran) remaja akan bahaya rokok bagi kesehatan. Berdasarkan hasil analisis jalur variabel konten signifikan (p = 0.013) terhadap awareness (kesadaran) dengan nilai koefisien 0.101. Perlunya peran pemerintah dalam hal ini pengembang/provider  memperkuat konten/isi tentang informasi bahaya rokok pada media sosial.
PENGARUH MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG HIV & AIDS DI KOTA PAREPARE Sitti Aisyah; Muhammad Syafar; Ridwan Amiruddin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 3 No. 1: Maret 2020
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v3i1.10299

Abstract

Pertambahan jumlah kasus baru HIV & AIDS masih menjadi  hal yang mengkhawatirkan terutama dikalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi melalui media sosial oleh peer educator terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV &  AIDS. Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan randomized pretest posttest control group. Jumlah sampel sebanyak 100 orang yang berasal dari siswa-siswi SMAN 4 Parepare sebagai kelompok intervensi dan SMAN 2 Parepare sebagai kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Analisis skor pengetahuan dan sikap responden antara pretest dan postest menggunakan uji non parametrik two related sample( wilcoxon) dan uji t sampel berpasangan. Untuk membandingkan pengetahuan dan sikap responden kelompok intervensi dan kontrol menggunakan uji non parametrik two independent sample  (Mann- Whitney) dan uji t sampel tidak berpasangan. Batas kemaknaan (nilai alpha) ditetapkan 5% (0,05).  Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh intervensi melalui media sosial oleh peer educator dalam meningkatkan pengetahuan p = 0,000 (p<0,05) dan sikap positif p = 0,000 (p<0,05) responden mengenai HIV & AIDS. Ada perbedaan pengetahuan dan sikap responden mengenai HIV & AIDS setelah diintervensi melalui media sosial dibandingkan yang tidak diintervensi p = 0,000  (p<0,05 ). Kesimpulan dari penelitian ini adalah intervensi melalui media sosial oleh peer educator berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV & AIDS. Kelompok yang diintervensi oleh Peer Educator melalui media sosial memiliki skor pengetahuan dan sikap lebih baik daripada kelompok yang tidak diintervensi.