Claim Missing Document
Check
Articles

Religiusitas sebagai mediator antara dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis Novrizha, Tengku Silva; Aisyah, Siti; Surbakti, Amanah
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 11, No 1 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202525505

Abstract

Kesejahteraan psikologis siswa saat ini menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Namun, hasil penelitian menunjukkan pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis siswa berbeda-beda sehingga peneliti berasusmsi ada variabel lain yang turut berkonstribusi dalam penelitian ini, yaitu religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mediasi religiusitas dalam pengaruh dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif menggunakan 200 siswa diambil menggunakan teknik convenience sampling di SMP IT Daarul Istiqlal Marindal-I. Data dianalisis menggunakan structural equestion modelling (SEM) berbantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis siswa dengan koefisien sebesar 34,230 dengan p = 0,000 < 0,005; (2) terdapat pengaruh religiusitas terhadap kesejahteraan psikologis siswa dengan koefisien sebesar 45,651 dengan p = 0,000 < 0,005; (3) terdapat pengaruh dukungan sosial terhadap religiusitas siswa dengan koefisien sebesar 10,188 dengan p = 0,000 < 0,005; (4) Adanya peran mediasi religiusitas dalam pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis pada siswa dengan koefisien sebesar 10,656 dengan p = 0,000 < 0,005. Penelitian ini berimplikasi pada faktor-faktor penentu kesejahteraan psikologis siswa dan intervensinya.
Pengaruh Kecemasan Sosial Terhadap Fear of Missing Out di Mediasi Oleh Komunikasi Orang Tua Anak Azzakamal, Atika; Surbakti, Amanah; Hasanuddin, Hasanuddin
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol 10, No 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086040011

Abstract

Kecemasan sosial yang dialami anak dan remaja dapat memicu munculnya Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan cemas berlebihan karena takut tertinggal atau tidak terlibat dalam aktivitas sosial yang dilakukan oleh orang lain, terutama yang ditampilkan di media sosial. Dalam kondisi ini, komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak memegang peran penting sebagai faktor mediasi yang dapat mengurangi dampak negatif dari kecemasan sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis Pengaruh Kecemasan Sosial terhadap FoMO (Fear of Missing Out) dengan Komunikasi orang tua-anak sebagai mediasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel siswa kelas X dan XI jurusan TKJ yang berjumlah 211 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala kecemasan sosial, skala FoMO (fear of missing out), dan skala komunikasi orang tua-anak. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian adalah Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tidak ada pengaruh kecemasan sosial terhadap FoMO siswa SMA dengan komunikasi orang tua-anak sebagai mediasi. Hasil tersebut didapatkan melalui pengujian dengan teknis Sobel Test, dimana berdasarkan nilai probability (two-tailed) sebesar 0,198 > 0,05, dan atau dengan nilai Sobel test statisctik sebesar -1.286 < 1,96. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa upaya mengurangi FoMO pada remaja tidak cukup hanya melalui komunikasi orang tua-anak, sehingga perlu pendekatan tambahan yang lebih komprehensif dalam menangani kecemasan sosial.
Pengaruh Smartphone Addiction Terhadap Student Engagement dengan Peer Group Sebagai Variabel Mediasi Rabayani, Rizska; Surbakti, Amanah; Hasanuddin, Hasanuddin
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol 10, No 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086050011

Abstract

Di era digital saat ini, penggunaan smartphone yang berlebihan telah menjadi fenomena umum di kalangan remaja, yang tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga mengancam keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh smartphone addiction terhadap student engagement dengan peer group sebagai variabel mediasi pada siswa SMAN 1 Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh smartphone addictive terhadap keterlibatan siswa dengan peer group sebagai mediasi. Sampel yang digunakan adalah 250 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu teknik simple sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala smartphone addiction, skala student engagement, dan skala peer group. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian adalah Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada pengaruh smartphone addiction terhadap student engagement siswa SMAN 1 Medan, dengan peer group sebagai mediasi. Temuan ini mengimplikasikan bahwa intervensi pendidikan untuk meningkatkan keterlibatan siswa perlu mempertimbangkan faktor sosial seperti peer group, yang dapat dimanfaatkan sebagai agen perubahan positif dalam mengurangi dampak negatif kecanduan smartphone serta membangun kembali semangat belajar dan keterikatan siswa terhadap sekolah.
Pengaruh Kecemasan Sosial Terhadap Fear of Missing Out di Mediasi Oleh Komunikasi Orang Tua Anak Azzakamal, Atika; Surbakti, Amanah; Hasanuddin, Hasanuddin
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086040011

Abstract

Kecemasan sosial yang dialami anak dan remaja dapat memicu munculnya Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan cemas berlebihan karena takut tertinggal atau tidak terlibat dalam aktivitas sosial yang dilakukan oleh orang lain, terutama yang ditampilkan di media sosial. Dalam kondisi ini, komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak memegang peran penting sebagai faktor mediasi yang dapat mengurangi dampak negatif dari kecemasan sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis Pengaruh Kecemasan Sosial terhadap FoMO (Fear of Missing Out) dengan Komunikasi orang tua-anak sebagai mediasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel siswa kelas X dan XI jurusan TKJ yang berjumlah 211 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala kecemasan sosial, skala FoMO (fear of missing out), dan skala komunikasi orang tua-anak. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian adalah Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tidak ada pengaruh kecemasan sosial terhadap FoMO siswa SMA dengan komunikasi orang tua-anak sebagai mediasi. Hasil tersebut didapatkan melalui pengujian dengan teknis Sobel Test, dimana berdasarkan nilai probability (two-tailed) sebesar 0,198 > 0,05, dan atau dengan nilai Sobel test statisctik sebesar -1.286 < 1,96. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa upaya mengurangi FoMO pada remaja tidak cukup hanya melalui komunikasi orang tua-anak, sehingga perlu pendekatan tambahan yang lebih komprehensif dalam menangani kecemasan sosial.
Pengaruh Smartphone Addiction Terhadap Student Engagement dengan Peer Group Sebagai Variabel Mediasi Rabayani, Rizska; Surbakti, Amanah; Hasanuddin, Hasanuddin
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086050011

Abstract

Di era digital saat ini, penggunaan smartphone yang berlebihan telah menjadi fenomena umum di kalangan remaja, yang tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga mengancam keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh smartphone addiction terhadap student engagement dengan peer group sebagai variabel mediasi pada siswa SMAN 1 Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh smartphone addictive terhadap keterlibatan siswa dengan peer group sebagai mediasi. Sampel yang digunakan adalah 250 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu teknik simple sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala smartphone addiction, skala student engagement, dan skala peer group. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian adalah Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada pengaruh smartphone addiction terhadap student engagement siswa SMAN 1 Medan, dengan peer group sebagai mediasi. Temuan ini mengimplikasikan bahwa intervensi pendidikan untuk meningkatkan keterlibatan siswa perlu mempertimbangkan faktor sosial seperti peer group, yang dapat dimanfaatkan sebagai agen perubahan positif dalam mengurangi dampak negatif kecanduan smartphone serta membangun kembali semangat belajar dan keterikatan siswa terhadap sekolah.
Religiusitas sebagai mediator antara dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis Novrizha, Tengku Silva; Aisyah, Siti; Surbakti, Amanah
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202525505

Abstract

Kesejahteraan psikologis siswa saat ini menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Namun, hasil penelitian menunjukkan pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis siswa berbeda-beda sehingga peneliti berasusmsi ada variabel lain yang turut berkonstribusi dalam penelitian ini, yaitu religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mediasi religiusitas dalam pengaruh dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif menggunakan 200 siswa diambil menggunakan teknik convenience sampling di SMP IT Daarul Istiqlal Marindal-I. Data dianalisis menggunakan structural equestion modelling (SEM) berbantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis siswa dengan koefisien sebesar 34,230 dengan p = 0,000 < 0,005; (2) terdapat pengaruh religiusitas terhadap kesejahteraan psikologis siswa dengan koefisien sebesar 45,651 dengan p = 0,000 < 0,005; (3) terdapat pengaruh dukungan sosial terhadap religiusitas siswa dengan koefisien sebesar 10,188 dengan p = 0,000 < 0,005; (4) Adanya peran mediasi religiusitas dalam pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis pada siswa dengan koefisien sebesar 10,656 dengan p = 0,000 < 0,005. Penelitian ini berimplikasi pada faktor-faktor penentu kesejahteraan psikologis siswa dan intervensinya.
RELATIONSHIP BETWEEN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING AND SOCIAL SUPPORT WITH THE PERFORMANCE OF PAUD TEACHERS IN KARO DISTRICT Diana Stevani Br Tarigan; Nefi Darmayanti; Amanah Surbakti
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 2 No. 10 (2023): SEPTEMBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v2i10.245

Abstract

The performance of early childhood teachers currently has many problems in implementing learning services. The performance of early childhood teachers is certainly influenced by many factors. This study aims to analyze and determine the relationship between psychological well-being and social support with the performance of PAUD teachers. This research is included in the quantitative associative causal research. The sample for this study was 153 PAUD teachers spread across 16 sub-districts in Karo District. Research data was collected using a research scale that was declared valid and reliable. Technical data analysis using multiple linear regression analysis. The results of the study show that (1) there is a relationship between psychological well-being and teacher performance. From the results of statistical analysis, it was found that the correlation coefficient rx1y was 0. 262 with p <0.05, this means that the level of psychological well-being possessed by the teacher will be able to increase or decrease his performance. (2) there is a relationship between social support and teacher performance. From the results of statistical analysis it was found that the correlation coefficient rx2y was 0.572 with p <0.05, thus it can be concluded that the amount of social support received by teachers will be able to increase or decrease their performance. (3) there is a relationship between psychological well-being and social support with teacher performance. From the results of statistical analysis it was found that the coefficient F reg = 28.539 with p < 0.05, and the correlation coefficient R = 0.593 with p < 0.05 and R2 = 0.352. Thus it can be concluded that psychological well-being and social support together have an effect on teacher performance,
THE EFFECT OF FAMILY SUPPORT ON STUDENTS' EMOTIONAL INTELLIGENCE THROUGH SELF-COMPASSION MEDIATION AT SMP NEGERI 34 MEDAN Tarigan, Rimelda; Dewi, Salamiah Sari; Surbakti, Amanah
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 3 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i3.6047

Abstract

The purpose of this study was to determine and test empirically To determine whether the role of Self-compassion mediation in the influence of family support on emotional intelligence in students This study uses a quantitative method, with a population of 389 and a sample of 389. The sampling technique used is the total sampling technique. The data analysis technique used is structural equation modeling (SEM). After testing the hypothesis, the results obtained Family support has an effect on Emotional Intelligence, with a path coefficient value of 0.623, and significant, with a p value <0.001. Furthermore, family support has an effect on Self-compassion, with a path coefficient value of 1.133, and significant, with a p value <0.001. then, self-compassion has an effect on Emotional Intelligence, with a path coefficient value of 0.358, and is significant, with a p value <0.001. The indirect effect of family support on Emotional Intelligence, through self-compassion is 0.462. It is known that self-compassion significantly mediates the effect between family support and Emotional Intelligence.
Pengaruh Efikasi Diri terhadap Kesejahteraan Subjektif yang Dimediasi oleh Resiliensi pada Siswa SMA Erni, Yuli; Dewi, Salamiah Sari; Surbakti, Amanah
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i3.13876

Abstract

Adolescence is a stage that is vulnerable to psychological pressure, making it crucial to identify internal factors that can enhance subjective well-being. This study aims to examine the influence of self-efficacy on subjective well-being, mediated by resilience in senior high school students. A quantitative approach was employed. Participants consisted of 449 students selected through cluster random sampling. The instruments used included the General Self-Efficacy Scale (GSES-12), the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), and the Brief Adolescent Subjective Well-Being in School Scale (BASWBSS). Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS) via SmartPLS software. The results revealed that self-efficacy had a positive and significant effect on both resilience and subjective well-being. Resilience also positively influenced subjective well-being and significantly mediated the relationship between self-efficacy and subjective well-being. These findings highlight that enhancing students’ self-efficacy can strengthen their resilience, which ultimately contributes to improved subjective well-being. The implications of this study underscore the importance of fostering self-efficacy and resilience as key components in efforts to promote psychological well-being among high school students.
THE INFLUENCE OF SCHOOL WELL BEING ON STUDENT ENGAGEMENT: DOES SELF-REGULATED LEARNING MEDIATE? Rahma, Siti; Lubis, Rahmi; Surbakti, Amanah
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 Number 3 (July 2025)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v6i3.5647

Abstract

Student engagement in learning is important to improve so that students can achieve success in their studies. The purpose of the study was to examine the effect of school well being on student engagement, the effect of school well being on self-regulated learning, the effect of self-regulated learning on student engagement, and the effect of school well being on student engagement on self-regulated learning as a mediating variable. This research uses quantitative methods, data was collected from 219 samples. In this study, the sampling technique used was cluster random sampling. The results of this study indicate that there is an effect of school well being on student engagement, with a coefficient value of 0.161, t-statistic=2.868, and p-value=0.004. There is an effect of school well being on self-regulated learning with a coefficient of 0.183, t-statistic=2.198, and p-value = 0.028. There is an effect of self-regulated learning on student engagement with a coefficient of 0.423, t-statistic=7.295, and p-value=0.000. There is an effect of school well being on student engagement with self-regulated learning as mediation, with a mediation coefficient of 0.077 with a t-statistic of 1.961 and a p-value of 0.050 indicating that this mediation effect is significant at the 5% significance limit.