Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Agroforestry Berbasis On Farm Riset dalam Mengantispasi Perubahan Iklim di Desa Pudaria Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan: Agroforestry On Farm Research in Anticipating Climate Change at Pudaria Jaya Village, Moramo District, South Konawe Regency Arafah, Nur; fitriani, Vivi; Indriyani, Lies; Bana, Sahindomi; Pujirahayu, Niken; Basrudin; Uslinawaty, Zakiah; Hasani, Umar Ode; Hadjar, Nur Hayati; Ahmaliun, La De
AKSILAR: Akselerasi Luaran Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 1 Issue 1 September 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/aksilar.v1i1.459

Abstract

Agroforestry emerged as a result of land conversion problems caused by population growth. Conversion of forest land into agricultural land will result in climate change. In anticipating climate change, it is necessary to provide outreach activities to the community regarding the integration of agroforestry systems in land use. Integration between forestry crops and agricultural crops is seen as an appropriate method for reducing food scarcity while also providing environmental benefits. Agroforestry is primarily expected to help optimize the results of a form of sustainable land use in order to guarantee and improve people's living needs, and can increase the carrying capacity of human ecology, especially in rural areas. The implementation of an on-farm research-based agroforestry system is carried out on community land. The aim of the community service program is to resolve problems faced by partners by conducting outreach and training regarding the implementation of agroforestry systems to anticipate climate change. The expected impact of this program is that the community will have understanding and expertise in mitigating climate change through the integration of agroforestry systems. The method of implementing the service program is socialization, discussion and training with the community. The expected target of community service is increasing understanding of climate change mitigation through the implementation of agroforestry systems.
Kangkilo Oral Tradition: Basic Multicultural Local Wisdom from Butonese to Create the Peace of The Nation Arafah, Nur; Udu, Hamiruddin; Hidrawati, Hidrawati
International Journal of Multidisciplinary Sciences Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ijms.v3i2.3909

Abstract

Some traditions have values to glue the community live together in peace. However, many people especially young generations forgot it. This study aims to describe the basic multicultural local wisdom of the Buton people. The design of the research is a descriptive study by using qualitative descriptive method analysis. The results of the study showed that some local wisdoms in oral tradition of kangkilo were the basis for the creation of multicultural attitudes and understanding in Butonese. The values teach the community to protect themselves from chastity, both religious holiness and social holiness. Thus, people who understand this tradition will be obedient in following the teachings of their religion, and socially they will avoid attitudes and words that hurt other people's hearts, prevent heinous and unjust, treacherous, destructive acts, otherwise the values in tradition invite people to do good.
Penguatan Kapasitas Kelompok Tani Harapan Rakyat di Wilayah KPH Laiwoi Tenggara Sulawesi Tenggara Arniawati, Arniawati; Arafah, Nur; Ahmaliun, La De; Bana, Sahindomi; Putri, Sarwinda Intan; Zulkarnain, Zulkarnain; Sakti, Abdul; Muhsimin, Muhsimin
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i6.805

Abstract

Social forestry is one of the strategies for empowering communities around forests that aims to reduce deforestation and poverty by fostering community internalization in state forest management. The increasing number of permits poses a challenge for the government in assessing the institutional readiness of farmer groups after the permit. This fact serves as the background for the need to carry out community service by KTH Harapan Rakyat in Kongga Mea Village, focusing on institutional strengthening. The purpose of this service activity is to encourage greater knowledge and understanding of the roles of institutions and group governance, as well as their relation to forest conservation and economic improvement opportunities through the use of HKm areas. The service method uses a participatory approach through the delivery of materials, interactive discussions, questions and answers sessions, and reflection, involving 12 participants representing groups (administrators and members), forestry extension workers, and the village government. From the activities carried out, the participants showed an increase in the knowledge and understanding of the importance of a clear organizational structure, a transparent division of management duties, and the need to formulate a productive business development plan, both in the short and long term. Increasing participants' understanding of responsible and fair collective activities. This service activity is an important means of strengthening KTH's institutional capacity. Follow-up technical assistance is recommended to strengthen the farmer groups' capacity for sustainable forest management.
Analisis Kreativitas Guru Di UPT SMP Negeri 4 Takalar Dalam Mendesain Media Pembelajaran Melalui Pelatihan Canva Arafah, Nur; Putri, Melani; Nasir
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/bf095q21

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk mampu merancang media pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Namun, banyak guru masih menghadapi keterbatasan literasi digital dan kurangnya pengalaman dalam desain media pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kreativitas guru di UPT SMP Negeri 4 Takalar dalam mendesain media pembelajaran melalui pelatihan Canva. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru peserta workshop, dan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi hasil karya, serta catatan lapangan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, dokumentasi hasil karya guru, dan catatan lapangan selama kegiatan berlangsung. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menggambarkan tingkat kreativitas guru serta faktor yang mendukung maupun menghambat proses pengembangan media pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan keterampilan teknis, kreativitas, dan kepercayaan diri guru dalam membuat media pembelajaran digital, seperti poster, infografis, dan presentasi yang estetis dan relevan dengan materi ajar. Selain itu, pelatihan mendorong kolaborasi antarguru, memperkuat literasi digital, serta memberikan dampak positif terhadap minat dan partisipasi siswa. Temuan ini menegaskan bahwa workshop Canva efektif dalam mendukung pengembangan media pembelajaran inovatif serta meningkatkan kompetensi guru di era pembelajaran abad ke-21.
Model Bisnis Berkelanjutan dalam Perhutanan Sosial: Studi Kasus Pemanfaatan Getah Pinus di Desa Kongga Mea Kabupaten Konawe Ahmaliun, La De; Putri, Sarwinda Intan; Bana, Sahindomi; Sakti, Abdul; Arafah, Nur; Arniawati, Arniawati; Pandin, Marsyalin Maharanu
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.24489

Abstract

Studi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan getah pinus dalam skema kehutanan sosial di Indonesia memiliki potensi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat pedesaan, namun masih dibatasi oleh kelemahan struktural dalam institusi lokal, teknologi produksi, dan akses pasar. Analisis model bisnis yang ada mengungkapkan bahwa teknologi pemanenan yang terbatas, ketergantungan pada satu saluran pemasaran, kapasitas organisasi yang lemah, dan kurangnya diversifikasi produk membatasi daya tawar dan mengurangi nilai tambah ekonomi bagi para penyadap getah. Integrasi Business Model Canvas dan SWOT menempatkan bisnis tersebut dalam kuadran kelemahan-peluang, menunjukkan perlunya analisis perubahan strategi untuk mengatasi keterbatasan internal sambil memanfaatkan peluang pasar yang muncul. Model bisnis berkelanjutan yang menjamin tekanan penguatan institusi masyarakat, peningkatan praktik pemanenan, formalisasi kemitraan, diversifikasi pasar dan proposisi nilai, serta investasi pada produk-produk baru dengan nilai tambah yang lebih tinggi untuk meningkatkan stabilitas pendapatan dan ketahanan bisnis jangka panjang. Temuan ini berkontribusi pada pengetahuan yang berkembang tentang model bisnis berkelanjutan untuk produk hutan non-kayu dalam konteks kehutanan sosial, yang menggambarkan bagaimana strategi integrasi desain model bisnis dan penguatan kelembagaan dapat mendukung hasil triple-bottom-line. Studi ini menggarisbawahi peran diversifikasi pasar, peningkatan kapasitas, dan kolaborasi kelembagaan sebagai pendorong utama untuk meningkatkan daya saing usaha resin berbasis komunitas.
Analisis Kreativitas Guru Di UPT SMP Negeri 4 Takalar Dalam Mendesain Media Pembelajaran Melalui Pelatihan Canva Arafah, Nur; Putri, Melani; Nasir
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/bf095q21

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk mampu merancang media pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Namun, banyak guru masih menghadapi keterbatasan literasi digital dan kurangnya pengalaman dalam desain media pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kreativitas guru di UPT SMP Negeri 4 Takalar dalam mendesain media pembelajaran melalui pelatihan Canva. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru peserta workshop, dan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi hasil karya, serta catatan lapangan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, dokumentasi hasil karya guru, dan catatan lapangan selama kegiatan berlangsung. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menggambarkan tingkat kreativitas guru serta faktor yang mendukung maupun menghambat proses pengembangan media pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan keterampilan teknis, kreativitas, dan kepercayaan diri guru dalam membuat media pembelajaran digital, seperti poster, infografis, dan presentasi yang estetis dan relevan dengan materi ajar. Selain itu, pelatihan mendorong kolaborasi antarguru, memperkuat literasi digital, serta memberikan dampak positif terhadap minat dan partisipasi siswa. Temuan ini menegaskan bahwa workshop Canva efektif dalam mendukung pengembangan media pembelajaran inovatif serta meningkatkan kompetensi guru di era pembelajaran abad ke-21.