Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Terhadap Langkah-Langkah dan Teknik yang Efektif dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Analysis of Effective Steps and Techniques in Learning Islamic Religious Education Satya Nur Pamungkas, Satya; Hadziq Ubaidilbarr, M.; Sulistiani, Mia; Nasikhin
ISEDU : Islamic Education Journal Vol. 1 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/isedu.v1i1.509

Abstract

This study aims to analyze effective steps and techniques in Islamic Religious Education (PAI) learning to ensure the achievement of educational goals. It is crucial for PAI teachers to design lessons, set objectives, develop learning evaluations, and use strategies that can improve and shape students' character. Integrated curriculum development and holistic learning approaches are also necessary. This research employs a library research method by gathering data from books, journals, and documents. The study focuses on: 1) The essence of PAI learning, 2) Analysis of steps in PAI learning, and 3) Effective techniques used in PAI learning. This analysis helps identify effective teaching strategies to enhance students' understanding of religious values, facilitate the internalization of Islamic teachings, and shape students' character. Additionally, it supports the development of innovative approaches, ensuring that PAI learning becomes a more impactful and meaningful experience for students.
Pattern of Children's Education In Surah Luqman (Quran 31:13-19) Through The Lens of Islamic Education Philosophy Maulana Diaz; Nasikhin; Ratna muthia
Reforma: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 15 No. 1 (2025): Reforma: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/reforma.v15i1.1221

Abstract

Education is the basis for acquiring knowledge, including religious and moral values. The knowledge that humans get from education starts from humans in the womb with the first educator being their parents. To educate children, both parents have a strategy called an educational pattern. Education patterns are very diverse, especially education and childcare patterns. In Islam, there are many figures who can be examples in educating children, one of which is Luqman. Luqman became a role model for parents in educating their children, even Luqman's example in educating his children contained in the Qur'an Surah Luqman. In Surah Luqman verses 13-19 describe the pattern of education to children by giving advice, exemplifying commendable behavior and upholding the teachings of Islam in life. The verse emphasizes a balanced approach to education that ensures that children's lives remain in harmony with Islamic teachings and values. The study of educational patterns based on surah Al-Qur'an Luqman verses 13-19 can be a reference for parents in providing education to children in accordance with the Qur'an, so as to form children's character with good knowledge, morals and beliefs.
FORMATION OF LEADERSHIP CHARACTER THROUGH THE EDUCATIONAL PHILOSOPHY OF KI HADJAR DEWANTARA IN THE CONTEXT OF ANTI-CORRUPTION Faizah, Ummi; Nasikhin; Fihris; Muthia, Ratna
Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni: Ahsani Taqwim
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/ahsanitaqwim.v2i2.340

Abstract

This research aims to explore and analyze the role of Ki Hadjar Dewantara's educational philosophy as a foundation in shaping the character of anti-corruption leadership among the younger generation. The main focus of the research is to explore moral values such as honesty, responsibility, exemplary, and mutual cooperation contained in Ki Hadjar Dewantara's teachings, and how these values can be applied in formal and non-formal education environments to foster leadership attitudes with integrity. The research method uses a qualitative approach with a literature review design, where data is obtained through documentation studies and synthesis of literature from various sources such as books, journals, and official documents. Data analysis techniques refer to the Miles and Huberman model, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with data validity strengthened through source triangulation and member checking. The most important finding in this study is the relevance of Ki Hadjar Dewantara's principles, such as "tut wuri handayani," "ing ngarso sung tuladha," and "among," in creating young leaders who are transparent, responsible, and dedicated to society. These principles can be implemented through exemplary learning methods, character education programs, and non-formal activities such as fundraising or leadership training. The contribution of this research lies in the development of a theoretical framework and the development of theoretical frameworks.
Teori Andragogi dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam: Rekonstruksi Pendekatan Pembelajaran Agama Untuk Generasi Milenial Latifah Fitriani; Fihris; Nasikhin
AlMaheer: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 01 (2025): Almaheer: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Azami Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63018/jpi.v3i01.176

Abstract

Teori andragogi sebagai pendekatan pembelajaran orang dewasa menjadi relevan dalam konteks pendidikan agama Islam, terutama bagi generasi milenial yang memiliki karakteristik unik dalam proses belajar. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis teori andragogi melalui lensa filsafat pendidikan Islam dan merekonstruksi pendekatan pembelajaran agama yang sesuai dengan kebutuhan generasi milenial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis filosofis dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip andragogi seperti otonomi belajar, pengalaman sebagai sumber pembelajaran, dan orientasi praktis sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang menekankan kemandirian (istiqamah), kebijaksanaan (hikmah), dan aplikasi ilmu dalam kehidupan (amal shalih). Namun, pendekatan ini perlu diintegrasikan dengan konsep tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib untuk menciptakan keseimbangan antara kebutuhan kognitif, afektif, dan spiritual. Rekonstruksi pendekatan pembelajaran agama untuk generasi milenial harus mempertimbangkan penggunaan teknologi, dialog interaktif, dan kontekstualisasi nilai-nilai Islam dalam realitas kekinian. Artikel ini memberikan kontribusi berupa sintesis antara andragogi dan filsafat pendidikan Islam dapat menghasilkan model pembelajaran yang lebih efektif, partisipatif, dan relevan dengan dinamika zaman.
Peran Keluarga dan Komunitas Dalam Pendidikan Agama Bagi Generasi Z Ella Khusnia Putri; Nasikhin; Mustopa
AlMaheer: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 01 (2025): Almaheer: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Azami Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63018/jpi.v3i01.181

Abstract

Generasi z tumbuh dalam era digital yang penuh tantangan dalam penguatan nilai-nilai agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran keluarga dan komunitas dalam mendukung pendidikan agama bagi generasi z. metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif berbasis deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memegang peran utama dalam penanaman nilai-nilai agama melalui keteladanan, komunikasi positif, dan integrasi nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Komunitas juga berkontibusi dengan menciptakan lingkungan sosial yang mendukung, memperkuat literasi keagamaan, dan menyediakan wadah pembelajaran agama yang adaptif dan menarik, seperti majelis taklim online dan komunitas one day one juz. Kolaborasi antara keluarga dan komunitas menjadi kunci dalam membangun karakter religius generasi z agar mampu mengahadapi tantangan era digital tanpa kehilangan identitas keagamaannya. Penelitian ini merekomendasikan inovasi dalam metode pendidikan agama yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan generasi z.
Pendidikan Keluarga di Era Hedonistik: Tinjauan Kritis Filsafat Pendidikan Karakter Danu Hendryawan Saputra; Nasikhin; Mustopa
AlMaheer: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 01 (2025): Almaheer: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Azami Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63018/jpi.v3i01.184

Abstract

Artikel ini membahas peran pendidikan keluarga dalam era hedonistik melalui sudut pandang filsafat pendidikan karakter. Hedonistik yang mengutamakan kesenangan sesaat menjadi tantangan bagi keluarga dalam menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kritis untuk menganalisis bagaimana keluarg dapat tetap efektif dalam membentuk karakter anak ditengah gaya hidup yang cenderung materialistic. Filsafat Pendidikan karakter dijadikan landasan untuk merumuskan strategi yang relevan dengan konteks masa kini. Hasil analisis menunjukan bahwa Pendidikan keluarga harus lebih menekankan pada pembiasaan nilai-nilai sederhana namun mendalam seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Artikel ini juga menyoroti pentingnya keteladanan orang tua sebagai fondasi utama dalam menangkal pengaruh negative hedonistic terhadap perkembangan karakter anak.
Integrasi Nilai Tawakal dan Rabbani dalam Pendidikan Agama Pada Remaja: Studi Q.S Al-Kahfi:10 Shonia Ismawati; Nasikhin; Mustopa
AlMaheer: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 01 (2025): Almaheer: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Azami Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63018/jpi.v3i01.191

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kajian tafsir Al-Qur’an dan analisis pendidikan untuk mengkaji penerapan nilai tawakal (berserah diri) dan rabbani (ketuhanan) dalam Q.S Al-Kahfi:10 untuk pendidikan agama pada remaja. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kisah Ashabul Kahfi memberikan contoh nyata tentang pentingnya bersandar kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin (tawakal) sekaligus menjaga kesadaran akan pengawasan-Nya (rabbani). Kedua nilai ini sangat relevan bagi remaja masa kini karena dapat membantu mereka menghadapi tekanan hidup dengan lebih tangguh. Tawakal mengajarkan remaja untuk berusaha keras kemudian percaya kepada ketetapan Allah, bukan sekedar pasrah tanpa tindakan. Sementara nilai rabbani membentuk kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi mereka, sehingga mendorong perilaku bertanggung jawab. Untuk menerapkannya dalam pembelajaran, penelitian ini menawarkan metode kreatif seperti kisah Qur’ani, diskusi kelompok, dan praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya, remaja dapat mengembangkan ketahanan mental, mengurangi stres, dan memiliki landasan spiritual yang kuat di tengah tantangan globalisasi.
Filsafat Pendidikan Humanis dan Relevansinya Dengan Pencegahan Korupsi Siti Rokhanah; Nasikhin; Mustopa
AlMaheer: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 01 (2025): Almaheer: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Azami Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63018/jpi.v3i01.192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi filsafat pendidikan humanis dalam pencegahan korupsi dengan menekankan pada pembentukan karakter yang berbasis nilai-nilai moral dan etika dalam sistem pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, yang mengkaji teori-teori filsafat pendidikan, prinsip pendidikan humanis, serta implikasinya terhadap pembentukan integritas peserta didik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan humanis dapat membentuk kesadaran kritis, empati, dan rasa tanggung jawab sosial yang esensial dalam mencegah praktik korupsi, melalui integrasi nilai-nilai etis dalam kurikulum dan praktik pembelajaran yang dialogis. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan wawasan baru tentang pentingnya pendekatan humanis dalam pendidikan sebagai strategi preventif dalam pemberantasan korupsi, sekaligus menyarankan reformasi kurikulum dan penguatan kapasitas moral para pendidik untuk menciptakan generasi yang berintegritas dan bertanggung jawab.
Preferensi Penggunaan Media Digital Oleh Pasangan Generasi Z Dalam Pendidikan Islam Bagi Anak: Perspektif Teori 7 Habits Of Highly Effective People Baiti Al Ami; Agus Sutiyono; Nasikhin
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v5i1.26513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi pasangan generasi Z dalam memanfaatkan media digital sebagai alat pendidikan anak di Desa Sangubanyu, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.  Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdesain studi kasus, penelitian ini dilaksanakan pada Januari-April 2025. Temuan menunjukkan bahwa platform seperti YouTube dan Instagram menjadi pilihan utama, digunakan selama 30-45 menit per sesi sebanyak tiga kali sehari. Konten edukatif seperti video dari channel "Nusa dan Rara," CoComelon Bahasa Indonesia, serta animasi pendek di Instagram banyak dipilih karena sifatnya yang interaktif, atraktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak. Para orang tua mengakui bahwa penggunaan media ini dapat meningkatkan kemampuan berbicara, mengenal huruf hijaiyah, serta memahami nilai-nilai moral melalui kisah para nabi. Namun, penggunaan media digital membawa tantangan, seperti risiko kecanduan gadget yang dapat mengganggu aktivitas fisik, kesehatan mata, dan interaksi sosial anak. Pengeluaran bulanan untuk paket data internet juga menjadi beban tambahan bagi keluarga pedesaan. Dengan mengacu pada teori 7 Habits of Highly Effective People , temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pasangan generasi Z mulai menerapkan habit seperti be proactive dalam memilih konten edukatif, begin with the end in mind dalam menentukan tujuan pendidikan anak, serta put first things first dalam mengatur waktu penggunaan gadget. Meskipun demikian, masih diperlukan pembinaan lebih lanjut agar kebiasaan efektif lainnya seperti think win-win dan synergize dapat terbentuk dalam pola asuh berbasis digital. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemahaman mendalam tentang pola penggunaan media digital oleh generasi Z di pedesaan, serta rekomendasi praktis bagi pendidikan anak untuk merencanakan penggunaan konten digital secara bijak. Rekomendasi ini meliputi pembatasan waktu akses, pemilihan konten berkualitas, dan pencarian alternatif pendidikan yang tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi sehingga manfaatnya dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan kesejahteraan anak.
Implementation of Humanistic Education in Shaping to a Moderate Attitude in Elementary Schools Musthofa, Musthofa; Nasikhin; Ahmad Zahiruddin Mohd Zabidi
Edukasia Islamika : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2023): Edukasia Islamika - Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v8i1.363

Abstract

This study analyzes the implementation of humanistic education in shaping a moderate attitude  among elementary school students within the broader context of promoting religious  moderation and critical citizenship. The research aims to explore how humanistic education  contributes to fostering critical thinking, collaboration, innovation, and democratic values at the elementary level. Employing a qualitative method, data were collected through in-depth  interviews, observations, documentation studies, and surveys involving 54 students, four  teachers, and three parents from two elementary schools in the Batang Regency. Thematic  analysis was utilized to identify patterns across the collected data. The findings demonstrate  that humanistic education strengthens students' intellectual capacities through 4C-based  learning (Creativity and Innovation, Collaboration, Communication, Critical Thinking, and  Problem-Solving) and enhances humanitarian and democratic narratives embedded within  character education programs. Survey results revealed high percentages of nationalist attitudes  (93.3%), tolerance (90.6%), non-violent tendencies (93.3%), and cultural adaptability  (89.75%) among students. The study concludes that integrating humanistic education with  religious moderation efforts significantly shapes moderate attitudes in young learners. These  findings imply that educational institutions should systematically adopt humanistic approaches  to cultivate moderate, tolerant, and critically engaged citizens from an early stage.