Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Keluarga dan Komunitas Dalam Pendidikan Agama Bagi Generasi Z Ella Khusnia Putri; Nasikhin; Mustopa
AlMaheer: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 01 (2025): Almaheer: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Azami Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63018/jpi.v3i01.181

Abstract

Generasi z tumbuh dalam era digital yang penuh tantangan dalam penguatan nilai-nilai agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran keluarga dan komunitas dalam mendukung pendidikan agama bagi generasi z. metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif berbasis deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memegang peran utama dalam penanaman nilai-nilai agama melalui keteladanan, komunikasi positif, dan integrasi nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Komunitas juga berkontibusi dengan menciptakan lingkungan sosial yang mendukung, memperkuat literasi keagamaan, dan menyediakan wadah pembelajaran agama yang adaptif dan menarik, seperti majelis taklim online dan komunitas one day one juz. Kolaborasi antara keluarga dan komunitas menjadi kunci dalam membangun karakter religius generasi z agar mampu mengahadapi tantangan era digital tanpa kehilangan identitas keagamaannya. Penelitian ini merekomendasikan inovasi dalam metode pendidikan agama yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan generasi z.
Pendidikan Keluarga di Era Hedonistik: Tinjauan Kritis Filsafat Pendidikan Karakter Danu Hendryawan Saputra; Nasikhin; Mustopa
AlMaheer: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 01 (2025): Almaheer: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Azami Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63018/jpi.v3i01.184

Abstract

Artikel ini membahas peran pendidikan keluarga dalam era hedonistik melalui sudut pandang filsafat pendidikan karakter. Hedonistik yang mengutamakan kesenangan sesaat menjadi tantangan bagi keluarga dalam menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kritis untuk menganalisis bagaimana keluarg dapat tetap efektif dalam membentuk karakter anak ditengah gaya hidup yang cenderung materialistic. Filsafat Pendidikan karakter dijadikan landasan untuk merumuskan strategi yang relevan dengan konteks masa kini. Hasil analisis menunjukan bahwa Pendidikan keluarga harus lebih menekankan pada pembiasaan nilai-nilai sederhana namun mendalam seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Artikel ini juga menyoroti pentingnya keteladanan orang tua sebagai fondasi utama dalam menangkal pengaruh negative hedonistic terhadap perkembangan karakter anak.
Integrasi Nilai Tawakal dan Rabbani dalam Pendidikan Agama Pada Remaja: Studi Q.S Al-Kahfi:10 Shonia Ismawati; Nasikhin; Mustopa
AlMaheer: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 01 (2025): Almaheer: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Azami Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63018/jpi.v3i01.191

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kajian tafsir Al-Qur’an dan analisis pendidikan untuk mengkaji penerapan nilai tawakal (berserah diri) dan rabbani (ketuhanan) dalam Q.S Al-Kahfi:10 untuk pendidikan agama pada remaja. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kisah Ashabul Kahfi memberikan contoh nyata tentang pentingnya bersandar kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin (tawakal) sekaligus menjaga kesadaran akan pengawasan-Nya (rabbani). Kedua nilai ini sangat relevan bagi remaja masa kini karena dapat membantu mereka menghadapi tekanan hidup dengan lebih tangguh. Tawakal mengajarkan remaja untuk berusaha keras kemudian percaya kepada ketetapan Allah, bukan sekedar pasrah tanpa tindakan. Sementara nilai rabbani membentuk kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi mereka, sehingga mendorong perilaku bertanggung jawab. Untuk menerapkannya dalam pembelajaran, penelitian ini menawarkan metode kreatif seperti kisah Qur’ani, diskusi kelompok, dan praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya, remaja dapat mengembangkan ketahanan mental, mengurangi stres, dan memiliki landasan spiritual yang kuat di tengah tantangan globalisasi.
Filsafat Pendidikan Humanis dan Relevansinya Dengan Pencegahan Korupsi Siti Rokhanah; Nasikhin; Mustopa
AlMaheer: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 01 (2025): Almaheer: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Azami Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63018/jpi.v3i01.192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi filsafat pendidikan humanis dalam pencegahan korupsi dengan menekankan pada pembentukan karakter yang berbasis nilai-nilai moral dan etika dalam sistem pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, yang mengkaji teori-teori filsafat pendidikan, prinsip pendidikan humanis, serta implikasinya terhadap pembentukan integritas peserta didik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan humanis dapat membentuk kesadaran kritis, empati, dan rasa tanggung jawab sosial yang esensial dalam mencegah praktik korupsi, melalui integrasi nilai-nilai etis dalam kurikulum dan praktik pembelajaran yang dialogis. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan wawasan baru tentang pentingnya pendekatan humanis dalam pendidikan sebagai strategi preventif dalam pemberantasan korupsi, sekaligus menyarankan reformasi kurikulum dan penguatan kapasitas moral para pendidik untuk menciptakan generasi yang berintegritas dan bertanggung jawab.
Preferensi Penggunaan Media Digital Oleh Pasangan Generasi Z Dalam Pendidikan Islam Bagi Anak: Perspektif Teori 7 Habits Of Highly Effective People Baiti Al Ami; Agus Sutiyono; Nasikhin
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v5i1.26513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi pasangan generasi Z dalam memanfaatkan media digital sebagai alat pendidikan anak di Desa Sangubanyu, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.  Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdesain studi kasus, penelitian ini dilaksanakan pada Januari-April 2025. Temuan menunjukkan bahwa platform seperti YouTube dan Instagram menjadi pilihan utama, digunakan selama 30-45 menit per sesi sebanyak tiga kali sehari. Konten edukatif seperti video dari channel "Nusa dan Rara," CoComelon Bahasa Indonesia, serta animasi pendek di Instagram banyak dipilih karena sifatnya yang interaktif, atraktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak. Para orang tua mengakui bahwa penggunaan media ini dapat meningkatkan kemampuan berbicara, mengenal huruf hijaiyah, serta memahami nilai-nilai moral melalui kisah para nabi. Namun, penggunaan media digital membawa tantangan, seperti risiko kecanduan gadget yang dapat mengganggu aktivitas fisik, kesehatan mata, dan interaksi sosial anak. Pengeluaran bulanan untuk paket data internet juga menjadi beban tambahan bagi keluarga pedesaan. Dengan mengacu pada teori 7 Habits of Highly Effective People , temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pasangan generasi Z mulai menerapkan habit seperti be proactive dalam memilih konten edukatif, begin with the end in mind dalam menentukan tujuan pendidikan anak, serta put first things first dalam mengatur waktu penggunaan gadget. Meskipun demikian, masih diperlukan pembinaan lebih lanjut agar kebiasaan efektif lainnya seperti think win-win dan synergize dapat terbentuk dalam pola asuh berbasis digital. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemahaman mendalam tentang pola penggunaan media digital oleh generasi Z di pedesaan, serta rekomendasi praktis bagi pendidikan anak untuk merencanakan penggunaan konten digital secara bijak. Rekomendasi ini meliputi pembatasan waktu akses, pemilihan konten berkualitas, dan pencarian alternatif pendidikan yang tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi sehingga manfaatnya dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan kesejahteraan anak.
Implementation of Humanistic Education in Shaping to a Moderate Attitude in Elementary Schools Musthofa, Musthofa; Nasikhin; Ahmad Zahiruddin Mohd Zabidi
Edukasia Islamika : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2023): Edukasia Islamika - Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v8i1.363

Abstract

This study analyzes the implementation of humanistic education in shaping a moderate attitude  among elementary school students within the broader context of promoting religious  moderation and critical citizenship. The research aims to explore how humanistic education  contributes to fostering critical thinking, collaboration, innovation, and democratic values at the elementary level. Employing a qualitative method, data were collected through in-depth  interviews, observations, documentation studies, and surveys involving 54 students, four  teachers, and three parents from two elementary schools in the Batang Regency. Thematic  analysis was utilized to identify patterns across the collected data. The findings demonstrate  that humanistic education strengthens students' intellectual capacities through 4C-based  learning (Creativity and Innovation, Collaboration, Communication, Critical Thinking, and  Problem-Solving) and enhances humanitarian and democratic narratives embedded within  character education programs. Survey results revealed high percentages of nationalist attitudes  (93.3%), tolerance (90.6%), non-violent tendencies (93.3%), and cultural adaptability  (89.75%) among students. The study concludes that integrating humanistic education with  religious moderation efforts significantly shapes moderate attitudes in young learners. These  findings imply that educational institutions should systematically adopt humanistic approaches  to cultivate moderate, tolerant, and critically engaged citizens from an early stage.
Comparative Study: Millennials' and Gen Z's Perceptions of Using DeepL for Arabic Learning Neli Dian Rahmawati; Naifah; Ahmad Maghfurin; Ahmad Muthohar; Nasikhin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 (2025): Vol. 14 No. 3 Agustus 2025
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2235

Abstract

This study aims to comparatively analyze the perceptions of Millennials and Generation Z regarding the use of DeepL as a tool for learning Arabic at Islamic universities. Employing a qualitative approach with a phenomenological design, data were collected through in-depth interviews, with validity ensured using source, technique, and time triangulation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model to identify patterns of differences and similarities in DeepL utilization. The findings indicate that Millennials rely more on conventional learning methods, using DeepL primarily as a supplementary tool for translation and vocabulary comprehension. They prefer guidance from lecturers, classical books, or recordings of native speakers to enhance their phonology, morphology, and syntax skills. In contrast, Generation Z is more technologically adaptive, integrating DeepL with additional applications such as the Arabic Morphology Analyzer and online forums to deepen their understanding. They tend to be more skeptical of AI accuracy and are more proactive in exploring various digital resources. This study contributes theoretically by reinforcing Marc Prensky’s (2001) digital native theory, Piaget’s (1972) constructivism theory, and Bandura’s (1986) social learning theory in the context of AI-based Arabic language learning. However, this study is limited in scope, as it was conducted only at UIN Walisongo Semarang. Therefore, further research should be conducted at various other Islamic universities to obtain a broader understanding of AI usage patterns in Arabic language learning.
PROJECT-BASED LEARNING AND UNITY OF SCIENCE: ENHANCING THE CRITICAL THINKING OF STATE ISLAMIC UNIVERSITY STUDENTS Fitriani, Amalia Dwi; Nasikhin
INTIHA: Islamic Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Islamic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam STAI Darul Falah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58988/intiha.v2i3.348

Abstract

This research aims to explore the implementation of Project Based Learning (PjBL) as a teaching method to foster students' critical thinking abilities at State Islamic University. The research method involved interviews with students and educators engaged in project-based learning. The findings indicated that Project Based Learning effectively cultivates students' critical thinking by providing practical experiences, team collaboration, and accountability for their education. The implications of this research highlight the importance of integrating Project Learning into the curriculum at State Islamic University to enhance students' critical thinking skills. It underscores educators' need for training and support to implement this teaching method effectively. Project Based Learning is academically relevant and significantly impacts students' social and professional advancement. Continuous development and adaptation of this approach prepare students to face real-world challenges with high levels of critical thinking and creativity. Implementing Project Learning also has the potential to enhance problem-solving skills, communication abilities, and high adaptability, all of which are highly required in today's job market. This study recommended that other educational institutions adopt the project-based learning method as part of their teaching strategies to produce globally competitive graduates.
Perkembangan Peradaban Islam Indonesia Pada Masa Reformasi Muhammad Auliya Elhakim; Agung Hidayatul Irsyad; Nasikhin; Fihris
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jpai.v1i1.420

Abstract

This qualitative library research explores the role of Islamic civilization in Indonesia during the reformation era. It delves into Indonesia's historical narrative, emphasizing nationalism post-independence. Islam's roots trace back to the 7th century, flourishing in the 13th century. Despite rapid growth since independence, Islam hasn't been declared the nation's official ideology, favoring Pancasila for its pluralistic ethos. Post-reform, Islam's influence is significant, yet diverse Islamic movements emerged, some advocating for Islamic law. These dynamics create sensitivity around Islam, challenging its development amidst issues like representation, blasphemy, and the intersection of religion and politics. Consolidation and alignment of Islamic interests are essential for navigating this complex landscape.
Perkembangan Peradaban Islam Indonesia Pada Masa Penjajahan Jepang Na’imatul Hasanah; Muhammad Yusuf Tsaqif As’ad; Nasikhin; Fihris
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jpai.v1i2.432

Abstract

Pemerintahan kolonial Jepang di Indonesia berlangsung dari tahun 1942 hingga 17 Agustus 1945. Perubahan yang lebih luas dibawa oleh masuknya Jepang ke Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan. Pendidikan Islam digunakan untuk memperkuat posisi pemerintah Jepang melawan ancaman dari sekutu selama penjajahan Jepang. Pengembangan peradaban Islam di Indonesia selama pendudukan Jepang dibahas dalam artikel ini. Studi ini menunjukkan tiga hal menggunakan metode literatur: 1) dinamika kondisi sosial-budaya saat Jepang berada di Indonesia, 2) fungsi sistem pemerintahan, dan 3) strategi peradaban Islam di Indonesia. Sistem politik yang terbentuk, pendekatan yang diambil untuk memberi dakwah kepada umat Islam di bawah pemerintahan kolonial Jepang, dan empat faktor lainnya. 4) Kesulitan yang dihadapi, 5) Pemain kunci dalam peristiwa itu. Kurangnya tema dalam periode peradaban Islam selama pendudukan Jepang membuat studi ini merupakan tambahan penting untuk studi tentang pengajaran Islam di Indonesia.
Co-Authors Aang Kunaepi Aarde, Timothy Van Aeni Sofa, Nurul Agung Hidayatul Irsyad Agus Sutiyono Ahmad Maghfurin Ahmad Muthohar Ahmad Zahiruddin Mohd Zabidi Ahya', Muhammad Khoirul Aisya Hanum Al Ghozali, Syifa Kamila Ali Imron Alvi, Anissa Amelia, Dwi Rizqi Aulia, Eva Nur Azzahra, Hilyatul Karimah Baiti Al Ami Danu Hendryawan Saputra Diah Fasha, Shalsabila Eka Wati, Erlina Ella Khusnia Putri Euisya, Dyna Shofi Faizah, Ummi Fatkurroji Ferri Firmansyah Fihris Fihriz Filasofa, Lilif Muallifatul Khorida Fitriani, Amalia Dwi Fitriyah, Rosyidah Nurul Hadziq Ubaidilbarr, M. Hasna Ambarwati Iin Wahyu Mahmuda Ikhsan, Muhammad Azka Waradana Indriana Silva, Melinda Juniardi, Alya Diva Kasan Bisri, Kasan Kunaepi , Aang Latifah Fitriani M Rusydi Khairil Anwar Ma'rifatun Nikmah Maftukha, Hani Mahfud Junaedi Marchela, Dwi Putri Martina Roesner Masyitoh Maulana Diaz Muchamad Ifan Maulana Muhammad Auliya Elhakim Muhammad Hilmi Hifdzil Haq Muhammad Ihsan Muhammad Yusuf Tsaqif As’ad Mulya, Berlian Dwi Puji Musthaffiroh, Hanan Musthofa Musthofa Mustopa Muthia, Ratna Muzaki, Yaskur Agil Nabila, Annisa Fara Naifah Na’imatul Hasanah Neli Dian Rahmawati Nugraheni, Shofi Nurul Inayah Nusqiyah Firdaus Zacrie Panaemalae, Abdulraya pengelola, pengelola Putri, Berliana Cahyani Rachmanto, Arif Fajar Ramadhani, Rifki Fajar Ratna Muthia Robi'atul Adawiyyah, Vina Sadiyah, Kholif Satya Nur Pamungkas, Satya Setiawan, Akhmad Yusuf Isnan Shanie , Arsan Shanie Shofa Shonia Ismawati Silfya, Fauqotus Siti Nudia Amburika Siti Rokhanah Sofa Muthohar Sulistiani, Mia Tria Firda Aulia Tsabita Rizqi Nabilatun Nisa’ Ulfi Nabila Ulliyah, Anggun Khafidhotul Unwakoly, Samuel Verina Arti Kurnia Sari WAHYUDI Yonri, Fatih Ilham