Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Preferensi Penggunaan Media Digital Oleh Pasangan Generasi Z Dalam Pendidikan Islam Bagi Anak: Perspektif Teori 7 Habits Of Highly Effective People Baiti Al Ami; Agus Sutiyono; Nasikhin
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v5i1.26513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi pasangan generasi Z dalam memanfaatkan media digital sebagai alat pendidikan anak di Desa Sangubanyu, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.  Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdesain studi kasus, penelitian ini dilaksanakan pada Januari-April 2025. Temuan menunjukkan bahwa platform seperti YouTube dan Instagram menjadi pilihan utama, digunakan selama 30-45 menit per sesi sebanyak tiga kali sehari. Konten edukatif seperti video dari channel "Nusa dan Rara," CoComelon Bahasa Indonesia, serta animasi pendek di Instagram banyak dipilih karena sifatnya yang interaktif, atraktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak. Para orang tua mengakui bahwa penggunaan media ini dapat meningkatkan kemampuan berbicara, mengenal huruf hijaiyah, serta memahami nilai-nilai moral melalui kisah para nabi. Namun, penggunaan media digital membawa tantangan, seperti risiko kecanduan gadget yang dapat mengganggu aktivitas fisik, kesehatan mata, dan interaksi sosial anak. Pengeluaran bulanan untuk paket data internet juga menjadi beban tambahan bagi keluarga pedesaan. Dengan mengacu pada teori 7 Habits of Highly Effective People , temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pasangan generasi Z mulai menerapkan habit seperti be proactive dalam memilih konten edukatif, begin with the end in mind dalam menentukan tujuan pendidikan anak, serta put first things first dalam mengatur waktu penggunaan gadget. Meskipun demikian, masih diperlukan pembinaan lebih lanjut agar kebiasaan efektif lainnya seperti think win-win dan synergize dapat terbentuk dalam pola asuh berbasis digital. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemahaman mendalam tentang pola penggunaan media digital oleh generasi Z di pedesaan, serta rekomendasi praktis bagi pendidikan anak untuk merencanakan penggunaan konten digital secara bijak. Rekomendasi ini meliputi pembatasan waktu akses, pemilihan konten berkualitas, dan pencarian alternatif pendidikan yang tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi sehingga manfaatnya dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan kesejahteraan anak.
Implementation of Humanistic Education in Shaping to a Moderate Attitude in Elementary Schools Musthofa, Musthofa; Nasikhin; Ahmad Zahiruddin Mohd Zabidi
Edukasia Islamika : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2023): Edukasia Islamika - Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v8i1.363

Abstract

This study analyzes the implementation of humanistic education in shaping a moderate attitude  among elementary school students within the broader context of promoting religious  moderation and critical citizenship. The research aims to explore how humanistic education  contributes to fostering critical thinking, collaboration, innovation, and democratic values at the elementary level. Employing a qualitative method, data were collected through in-depth  interviews, observations, documentation studies, and surveys involving 54 students, four  teachers, and three parents from two elementary schools in the Batang Regency. Thematic  analysis was utilized to identify patterns across the collected data. The findings demonstrate  that humanistic education strengthens students' intellectual capacities through 4C-based  learning (Creativity and Innovation, Collaboration, Communication, Critical Thinking, and  Problem-Solving) and enhances humanitarian and democratic narratives embedded within  character education programs. Survey results revealed high percentages of nationalist attitudes  (93.3%), tolerance (90.6%), non-violent tendencies (93.3%), and cultural adaptability  (89.75%) among students. The study concludes that integrating humanistic education with  religious moderation efforts significantly shapes moderate attitudes in young learners. These  findings imply that educational institutions should systematically adopt humanistic approaches  to cultivate moderate, tolerant, and critically engaged citizens from an early stage.
PROJECT-BASED LEARNING AND UNITY OF SCIENCE: ENHANCING THE CRITICAL THINKING OF STATE ISLAMIC UNIVERSITY STUDENTS Fitriani, Amalia Dwi; Nasikhin
INTIHA: Islamic Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Islamic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam STAI Darul Falah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58988/intiha.v2i3.348

Abstract

This research aims to explore the implementation of Project Based Learning (PjBL) as a teaching method to foster students' critical thinking abilities at State Islamic University. The research method involved interviews with students and educators engaged in project-based learning. The findings indicated that Project Based Learning effectively cultivates students' critical thinking by providing practical experiences, team collaboration, and accountability for their education. The implications of this research highlight the importance of integrating Project Learning into the curriculum at State Islamic University to enhance students' critical thinking skills. It underscores educators' need for training and support to implement this teaching method effectively. Project Based Learning is academically relevant and significantly impacts students' social and professional advancement. Continuous development and adaptation of this approach prepare students to face real-world challenges with high levels of critical thinking and creativity. Implementing Project Learning also has the potential to enhance problem-solving skills, communication abilities, and high adaptability, all of which are highly required in today's job market. This study recommended that other educational institutions adopt the project-based learning method as part of their teaching strategies to produce globally competitive graduates.
Perkembangan Peradaban Islam Indonesia Pada Masa Reformasi Muhammad Auliya Elhakim; Agung Hidayatul Irsyad; Nasikhin; Fihris
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jpai.v1i1.420

Abstract

This qualitative library research explores the role of Islamic civilization in Indonesia during the reformation era. It delves into Indonesia's historical narrative, emphasizing nationalism post-independence. Islam's roots trace back to the 7th century, flourishing in the 13th century. Despite rapid growth since independence, Islam hasn't been declared the nation's official ideology, favoring Pancasila for its pluralistic ethos. Post-reform, Islam's influence is significant, yet diverse Islamic movements emerged, some advocating for Islamic law. These dynamics create sensitivity around Islam, challenging its development amidst issues like representation, blasphemy, and the intersection of religion and politics. Consolidation and alignment of Islamic interests are essential for navigating this complex landscape.
Perkembangan Peradaban Islam Indonesia Pada Masa Penjajahan Jepang Na’imatul Hasanah; Muhammad Yusuf Tsaqif As’ad; Nasikhin; Fihris
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jpai.v1i2.432

Abstract

Pemerintahan kolonial Jepang di Indonesia berlangsung dari tahun 1942 hingga 17 Agustus 1945. Perubahan yang lebih luas dibawa oleh masuknya Jepang ke Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan. Pendidikan Islam digunakan untuk memperkuat posisi pemerintah Jepang melawan ancaman dari sekutu selama penjajahan Jepang. Pengembangan peradaban Islam di Indonesia selama pendudukan Jepang dibahas dalam artikel ini. Studi ini menunjukkan tiga hal menggunakan metode literatur: 1) dinamika kondisi sosial-budaya saat Jepang berada di Indonesia, 2) fungsi sistem pemerintahan, dan 3) strategi peradaban Islam di Indonesia. Sistem politik yang terbentuk, pendekatan yang diambil untuk memberi dakwah kepada umat Islam di bawah pemerintahan kolonial Jepang, dan empat faktor lainnya. 4) Kesulitan yang dihadapi, 5) Pemain kunci dalam peristiwa itu. Kurangnya tema dalam periode peradaban Islam selama pendudukan Jepang membuat studi ini merupakan tambahan penting untuk studi tentang pengajaran Islam di Indonesia.
ZONA PERKEMBANGAN PROKSIMAL LEV VYGOTSKY BAGAIMANA TEORI INI BERPERAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM BAGI ANAK USIA DINI Musthaffiroh, Hanan; Nasikhin; Shanie , Arsan Shanie
Al-Thifl: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 1 (2025): Al-Thiefl : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : STAI Nusantara Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Zona Perkembangan Proksimal Lev Vygotsky Bagaimana Teori Ini Berperan Dalam Pendidikan Islam Bagi Anak Usia Dini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa konsep penting yang diperkenalkan oleh Lev Vygotsky dalam teori pembelajaran sosial-kulturalnya, yang sangat relevan dalam pendidikan anak usia dini. ZPD mengacu pada rentang tugas atau aktivitas yang terlalu sulit bagi anak untuk diselesaikan secara mandiri, tetapi dapat dicapai dengan bantuan atau panduan dari orang dewasa, seperti guru atau orang tua, atau melalui kolaborasi dengan teman sebaya yang lebih kompeten. Konsep ini menekankan bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi secara individu, tetapi juga melalui interaksi sosial yang penuh makna. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, ZPD menjadi alat yang efektif untuk merancang pengalaman belajar yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Misalnya, ketika seorang anak kesulitan memahami konsep angka, guru dapat memberikan scaffolding yaitu dukungan yang berupa penjelasan sederhana, demonstrasi praktis, atau penggunaan alat peraga visual sehingga anak mampu menguasai konsep tersebut secara mandiri. Melalui pendekatan ini, anak tidak hanya belajar dan memperoleh pengetahuan saja tetapi juga keterampilan baru, dan juga mengembangkan kemampuan berpikir logis dan kritis. Oleh karenanya, ZPD menunjukkan pentingnya lingkungan belajar yang mendukung, di mana anak merasa aman untuk mencoba hal-hal baru tanpa takut gagal. Dengan demikian, teori Vygotsky menawarkan kerangka kerja holistik yang mengintegrasikan aspek sosial, emosional, dan kognitif dalam proses belajar anak usia dini, sehingga perkembangan mereka dapat dioptimalkan secara maksimal.
Konsep Fenomenologi Edmund Husserl dan Relevansinya dalam Konsep Pendidikan Islam Nugraheni, Shofi; Marchela, Dwi Putri; Al Ghozali, Syifa Kamila; Ahya', Muhammad Khoirul; Nasikhin; Junaedi, Mahfud; Martina Roesner
Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2023): Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jak.v2i2.140

Abstract

Edmund Husserl popularized the concept of phenomenology. According to what we know about philosophy, Husserl was a philosopher who had strong opinions about phenomena. When discussing psychology, Husserl's biography is written about Husserl's life story, his writings, and the resources available for higher education. From Husserl's Phenomenological Theory, the evaluation method used is Library Research, which is a term for the type of analysis carried out by collecting data from all available sources. Refers to the books designated as data sources. Phenomenology is a distinct discipline.In the years (1857-1938). Phenomology is a single branch of science that is often called radical, because it is based on assumptions that threaten the integrity of the human body's innate mental processes. Undersucgsuhugen Logik, Iden Zuenier Rainen's "phanomenologie und phanomenologischen" philosophy, and Cartesian Meditations are among the key works that Husserl left behind. Thought and Epoche-Related Writings, Husserl's views on naturalistic psychology, phenomena, and phenomenology as an academic discipline. One of the principles of education, according to Edmund Husserl, is interpersonal communication. Other principles include critical thinking and engaging in activities that cause a person to feel uncomfortable.
Filsafat Pendidikan Al-Ghazali: (Memahami Hakikat Manusia sebagai Pencari Ilmu) Ferri Firmansyah; Nasikhin; Mustopa
Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2025): Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filsafat pendidikan Al-Ghazali dengan fokus pada hakikat manusia sebagai pencari ilmu, serta relevansinya dalam konteks pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui analisis literatur terhadap karya-karya Al-Ghazali dan sumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menekankan integrasi ilmu, moralitas, dan spiritualitas dalam pendidikan, di mana pencarian ilmu tidak hanya bersifat intelektual tetapi juga spiritual dan moral. Konsep ini relevan dengan pendidikan modern yang membutuhkan pendekatan holistik untuk membentuk karakter siswa. Dengan demikian, pemikiran Al-Ghazali dapat menjadi landasan dalam pengembangan sistem pendidikan yang seimbang antara aspek akademik dan nilai-nilai moral-spiritual. Kontribusi penelitian ini terletak pada penegasan pentingnya pendekatan pendidikan holistik berbasis nilai-nilai spiritual dan etis dalam kurikulum modern, serta memberikan perspektif filosofis yang dapat memperkaya wacana pendidikan Islam dan praktik pendidikan kontemporer.
Analisis Ideologi Auguste Comte Mengenai Paham Positivisme dan Implementasi Pendidikan Islam Muzaki, Yaskur Agil; Shofa; Masyitoh; Amelia, Dwi Rizqi; Nasikhin; Junaedi, Mahfud
AN-NIBRAAS Vol 2 No 02 (2023): Jurnal An-Nibraas
Publisher : STAI AL AKBAR SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap pemikiran Auguste Comte tentang positivisme dan mencari pemahaman tentang bagaimana pemikiran ini dapat diaplikasikan dalam konteks Islam. Metode penelitian yang kami terapkan adalah metode kepustakaan, yang mengharuskan peneliti untuk secara cermat meneliti dan mengevaluasi sumber-sumber yang relevan dalam literatur yang ada. Hasil analisis dari studi ini mengungkapkan beberapa aspek penting. 1) Menggali biografi Auguste Comte untuk memahami latar belakang dan perkembangan pemikirannya. 2) Mengeksplorasi pemikiran filsafat positivisme yang digagas oleh Comte, yang menekankan pentingnya metode ilmiah dan pengamatan empiris dalam memahami dunia. 3) Membahas kontribusi pemikiran positivisme Auguste Comte dan mencoba menerapkannya dalam konteks Islam, mencari titik-titik persamaan dan perbedaan yang mungkin muncul. Dengan demikian, studi ini berusaha menghubungkan antara pemikiran Comte yang bersifat sekuler dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip dalam Islam, untuk merangsang diskusi dan pemikiran lebih lanjut tentang potensi penerapan positivisme dalam konteks agama. Kata Kunci: Ideologi Auguste Comte, Positivisme, Implementasi.
Pendidikan Agama Untuk Lansia di Era Digital: Refleksi An -Nahl 70 dan Pemikiran Paulo Freire Sadiyah, Kholif; Nasikhin; Fihris
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i2.1080

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara manusia berinteraksi dengan ilmu pengetahuan, termasuk dalam kategori pendidikan agama. Lansia, sebagai generasi yang sering terpinggirkan dalam arus digitalisasi, memerlukan pendidikan khusus agar tetap terlibat dalam proses pembelajaran spiritual. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan pendekatan pendidikan yang membebaskan. Dengan menggunakan metode kajian pustaka, studi ini menelaah literatur tafsir Al-Qur’an dan pemikiran pedagogis kritis Paulo Freire. Hasil kajian menunjukan bahwa QS. An-Nahl: 70 mengandung pesan mendalam tentang kondisi lansia yang mengalami kemunduran fisik dan mental sebagai bagian sunnatullah, namun tetap memiliki potensi spiritual yang dapat dikembangkan. Oleh karena itu, pendidikan agama bagi lansia di era digital perlu dirancang dengan pendekatan interaktif, empatik, dan berbasis teknologi yang mudah diakses. Kajian ini menegaskan pentingnya merancang model pendidikan agama yang memadukan nilai-nilai Qur’ani dengan prinsip emansipatoris.