Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Implementasi Paradigma Wahdatul Ulum di Prodi Magister Pendidikan Agama Islam UIN Sumatera Utara Aldi Wijaya Dalimunthe; Salminawati; Tansri Riziq Hilman Afif; Susi Susanti
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i4.1218

Abstract

Paradigma wahdatul ulum merupakan sebuah slogan dalam konsep intergasi ilmu di UIN Sumatera Utara, konsep integrasi yang memadukan antara ilmu agama dan ilmu umum serta tujuan dalam pengimplementasiannya adalah menyatukan kembali paradigma bahwa ilmu itu adalah satu kesatuan yang lahir dari Allah Swt dan berguna untuk kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia dan kususnya di prodi magister Pendidikan agama Islam UIN Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana penerapan paradigma wahdatul ulum di program magister Pendidikan agama Islam serta menjelaskan bagaimana hambatan yang terjadi dalam penerapan konsep wahdatul ulum tersebut. Penelitian ini ialah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan metode penelitian observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini didapatkan bahwa penerapan wahdatul ulum di prodi magister Pendidikan agama Islam ini sudah diterapkan dalam berbagai bidangnya yaitu bidang kurikulum dan pembelajaran, bidang penelitian dan bidang pengabdian Masyarakat. Dan hambatan yang didapatkan yaitu kurangnya sosialisasi paradigma wahdatul ulum dan kurangnya keseriusan dalam menjalankan konsep ini.
Sejarah Perkembangan Filsafat Pada Masa Dinasti Abbasyiah Siti Aisyah Br.Rambe; Salminawati; Farhan Hidayat; M. Hafiz
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i4.1224

Abstract

Disnati Abbasyiah merupakan kekhalifahan islam ketiga yang berkuasa antara 750-1258. Dalam periode kekuasaan Dinasti Abbasyiah mengalami perkembangan peradaban dari berbagai bidang, baik dari bidang politik, ekonomi dan bahkan perkembangan ilmu pengetahuan seperti ilmu tafsir, fikih, hadist dan filsafat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengupas dan memberikan informasi bagaimana perkembangan filsafat pada masa Dinasti Abbasyiah. Berhubung penelitian ini mengenai sejarah maka penulis mengambil jenis penelitian ini library research (studi pustaka) yaitu dengan mengambil sumber-sumber dari berbagai literatur mengenai perkembangan sejarah keilmuan pada masa Dinasti Abbasiah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan mengungkapkan hasil kejadian-kejadian pada masa kejayaan Abbasyiah. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perkembangan pada masa Abbasyiah dengan dominan pada perkembangan ilmu pengetahuan baik ilmu pengetahuan islam maupun sains yang didukung kuat dari seluruh penjuru dunia dan menemukan kematengannya hasil-hasil dari pemikiran para tokoh yang terus berkembang hingga saat ini.
Islamisasi sains: Sebuah Kajian Analisis Paradigma Transdisipliner di Prodi Magister PAI UIN Sumatera Utara Muhamad Hamdan; Mizar Aulia; Alwanda Putra; Salminawati
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i4.1234

Abstract

Transdisipliner merupakan sebuah pendekatan dalam pemecahan sebuah masalah dengan melakukan peninjauan ilmu yang relatif dikuasai dan relevan dengan permasalahan yang akan dipecahkan meskipun berada di luar kemampuan dan keahlian sebagai hasil pendidikan formal lewat orang yang memecah masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah Untuk memahami Islamisasi Sains Berbasis Transdisipliner dalam sudut pandang keilmuan di Prodi Magister PAI UIN Sumatera Utara. kemudian Strategi pengembangan paradigma keilmuan berbasis transdisipliner di Prodi Magister PAI UIN Sumatera Utara. selanjutnya hambatan dalam pengambangan paradigma keilmuan berbasis transdisipliner di Prodi Magister PAI UIN Sumatera Utara. Metode penelitian ini ialah penelitian Kualitatif dimana menjelaskan secara jelas terkait hal-hal yang terjadi di lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah Hasil dari penelitian ini adalah bahwa islamisasi sains adalah sebuah hal yang di jadikan sebagai paradigma baru Pendidikan islam. Perwujudan itu dituangkan di UIN Sumatera Utara dengan paradigma integrasi ilmu wahdatul ulum dengan pendekatan transdisipliner. Dalam proses pembelajaran di Prodi Magister PAI UIN Sumatera Utara dilakukan dengan mengedepankan pembelajaran berbasis pendekatan Transdisipliner. Strategi yang dikembangkan adalah dengan pengambangan kelembagaan, kurikulum dan peningkatan kompetensi guru. Hambatannya ialah terkait sosialisasi, pandangan paradigma dosen dan optimalisasi implementasi
Menyingkap Arti Kebenaran (Al-Haq) dalam Alquran Shufiatul Ihda; Liza Wardani; Fauzi Ahmad Syarif; Salminawati
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i4.1236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan arti kebanran dalam Alquran yang fokus kajiannya dalam surah Al-Baqarah ayat 146-147 dan dalam surah Yunus ayat 32. Untuk mendeskripsikan arti kebenaran dalam kedua surah tersebut, digunakan kitab tafsir, yaitu tafsir Ibnu Katsir dan tafsir Al-Azhar. Dalam peneltian ini kami menggunakan metode penelitian yang bersifat literatur, pada jenis penelitian pustaka atau disebut juga (Library Research). Yang dimana peneliti menggunakan buku-buku dalam mengumpulkan data-data. Oleh sebab itu dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 2 kitab tafsir, yaitu Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Azhar. Hasil penelitian ini adalah bahwa kata Al-Haq dalam surah Al-Baqarah ayat 147 yang merupakan arti kebenaran yang maknanya kebenaran datangnya dari Allah Swt. Dan dalam surah Yunus ayat 32 juga terdapat kata Al-Haq yang berarti kebenaran juga yang bermakna bahwa kebenaran juga hanya milik Allah Swt dan juga datang dari Allah Swt. Maka kesimpulannya kedua surah tersebut memiliki arti kebenaran Haq yang bermakna bahwa kebenaran itu adalah Tuhan, dan tiada Tuhan selain Allah Swt.
PENGARUH SURVEY, QUESTION, READ, RECITE DAN REVIEW (SQ3R) TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK USIA SEKOLAH DASAR Suhaila Putri Siregar; Salminawati; Andina Halimsyah Rambe
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bagaimana kemampuan pemahaman bacaan siswa sekolah dasar dipengaruhi oleh teknik Survey, Question, Read, Recite, and Review (SQ3R). Desain quasi-eksperimen digunakan dalam teknik penelitian. Tiga puluh siswa masing-masing dari kelas kontrol dan eksperimen membentuk populasi penelitian, yang berjumlah 90 siswa. Pengujian pra-tes dan pasca-tes, observasi, dan dokumentasi semuanya merupakan bagian dari alat pengumpulan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 1) analisis yang dilakukan dengan menggunakan Independent Sample T-Test di kelas kontrol menunjukkan bahwa skor rata-rata pasca-tes adalah 59,30, yang menunjukkan bahwa keterampilan pemahaman bacaan tanpa penggunaan SQ3R memiliki tingkat yang cukup tetapi tidak optimal, 2) hasil Independent Sample T-Test yang dilakukan di kelas eksperimen menunjukkan peningkatan keterampilan pemahaman bacaan, dengan skor rata-rata pasca-tes sebesar 67,37. 3) Hasil uji T-Test Equality Of Means menunjukkan bahwa pendekatan SQ3R memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kemampuan pemahaman bacaan, dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,045 pada kelas eksperimen dan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,045 < 0,05. Dengan demikian, hipotesis alternatif (H1) diterima, yang menunjukkan bahwa pendekatan SQ3R memiliki pengaruh yang besar terhadap kemampuan pemahaman bacaan siswa. Kata Kunci: metode SQ3R, membaca pemahaman, sekolah dasar
Internalization Arabic Language Skills In Improving Understanding Islamic Religious Studies Students of Islamic Religious Education STAI As-Sunnah Deli Serdang Saifundi; Salminawati; Zaini Dahlan
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.2.p.1021-1033

Abstract

This study discusses the internalization of Arabic language skills to enhance the understanding of Islamic religious knowledge among students of the Islamic Religious Education Study Program at STAI As-Sunnah Deli Serdang. Arabic plays a crucial role in understanding key Islamic sources, such as the Qur'an and Hadith. The research adopts a qualitative approach using techniques such as observation, interviews, and documentation. The results reveal that students' Arabic language skills vary, but the majority are capable of understanding Arabic texts. The integrative learning strategies employed have proven effective in linking linguistic abilities with a deeper understanding of Islam. Supportive factors include a competent academic environment and skilled lecturers, while challenges include a lack of variation in teaching methods and limited opportunities for language practice. Therefore, more effective strategies are needed, such as a bilingual curriculum, intensive training, and interactive learning media, to further enhance students' understanding of Islamic religious knowledge in a more profound way.
Filsafat Pendidikan Islam di Era Digital: Membangun Karakter Religius di Tengah Arus Teknologi: Penelitian Burhanuddin; Bintang Arif Samudra; Mat Amin; Salminawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1434

Abstract

This study aims to examine the role of Islamic educational philosophy in shaping the religious character of students in the digital era that is full of information technology flows. The main focus of this study is how the basic values ​​of Islamic education, such as monotheism, morality, and spirituality, can be implemented effectively in a modern learning environment dominated by technology. The method used is a qualitative method with a literature study approach, through analysis of classical and contemporary Islamic educational philosophy literature, as well as a study of digital-based education phenomena. The results of the study show that Islamic educational philosophy has a strong foundation in shaping a complete and religious personality, even amidst the challenges of the digital era. The integration of Islamic ethical principles and the use of educational technology is the key to creating a generation that is intellectually intelligent and spiritually strong. However, the main challenge lies in the dominance of secular digital content and the weak control of parents and educators in guiding the use of technology wisely. This study is expected to provide a new direction in the formulation of Islamic curriculum and learning methods that are adaptive to the development of the times without losing the spirit of Islam
Islamic Education in the Perspective of the International World Muslim Conference on Education Ontological, Epistemological, axiological examination Amsal Qori Dalimunthe; Salminawati; Usiono; Neng Nurcahyati Sinulingga
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v6i1.286

Abstract

At a time when the Western world was progressing, the Islamic world no longer dominated science and was even left behind with the arrival of Western secularism that dominated science with its modern style, so there was concern for Muslim thinkers. On this basis, a world conference on Islamic education was held. This paper aims to explain the study of ontology, epistemology, and axiology of Islamic education in the perspective of the World Islamic Education Conference. The method used in this writing is library research. The results of this study show that this international Islamic education seminar does not have a specific time, but can be held at any time according to the agreement. Second, the Islamic education curriculum is universal and covers a wide range of topics. Third, there is no scientific barrier that separates general science and religious science. Fourth, scientific integration is necessary. Fifth, curriculum integration for Islamic educational institutions today is certainly very important, especially in advancing Islamic education in today's digital era. Keywords: Islamic Education , Science, International Confrence
Nationalism and Muslim identity: An Examination of the Axiology of Islamic Education Edi Sundowo; Salminawati; Usiono; Amsal Qori Dalimunthe; Neng Nurcahyati Sinulingga
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 5 No 3 (2023)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v5i3.299

Abstract

Nationalism and Islamic identity are two concepts that are interrelated and important for Islamic education. Nationalism is an attitude of love for the homeland and nation that does not conflict with Islamic teachings as long as it does not contain fanaticism, chauvinism or superiority. The identity of a Muslim is a servant of God who surrenders to Him wholeheartedly, follows the teachings of Islam revealed by the Prophet Muhammad SAW, and strives to be a witness to truth and goodness in the world. Islamic education is a comprehensive process of developing human potential in accordance with Islamic values. Axiology of Islamic education is topics related to the purpose, objectives and values of Islamic education. The purpose of this research is to analyze the relationship and influence of nationalism and Islamic identity in the study of the axiology of Islamic education. This research uses library research, and the final results are analyzed interactively by presenting descriptive research discussions. The results of this study show that nationalism and Muslim identity can be strengthened and realized through Islamic education that is oriented towards values such as tawhid, worship, morals, knowledge, charity and da'wah. Islamic education can also make a positive contribution to nation and state building as well as global cooperation and peace by respecting diversity and universal values in accordance with Islamic law. Keywords: Nationalism, identity, Axiology, Islamic Education
Metode Pembinaan Karakter Islami (Akhlak) dalam Pemikiran Ibnu Miskawaih dan Imam Al-Ghazali Paisal Ipanda Ritonga; Salminawati; Siti Rodhiyah; Siti Nurzana
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 5 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i5.1503

Abstract

This writing is motivated by philosophical thought that has developed from pre-Ancient Greek times (6th century) to contemporary times (20th century and beyond). The development of philosophical thought is divided into several periodizations, including: periods of western philosophy starting from ancient times, the Middle Ages, modern times and the present. With the Renaissance, the philosophy of freedom, independence and independence was reborn. The discoveries of modern science began to be pioneered during the Renaissance, because it was known as the era of rebirth of human freedom to think. The science that advanced during the Renaissance was astronomy. Some famous figures of this era include: Nicholas Copernicus, Johannes Keppler, and Galileo Galilei. In the development of philosophy and science during the modern renaissance era, many discoveries and scientific developments occurred. Starting from Issac Newton (1643-1727) and Leibniz (1646-1716) and continued by Joseph Black (1728-1799), Henry Cavendish (1731-1810) to John Dalton (1766-1844). This research uses a library study (Library Research). This research collects information and data using various kinds of materials in libraries such as documents, books, papers, articles and journals. With information obtained from various sources in the library, we can conclude how philosophy and science developed during the modern renaissance era