Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Ecoenzym Dari Limbah Organik Pada Kelompok Tani Buluh Serumpun Kristiandi, Kiki; Sangkala, Sangkala; Mulyati, Sri; Mahyudi, Indra; Jordi, Jordi; Audina, Mia
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.774

Abstract

Kelompok tani buluh serumpun merupakan kelompok pertanian yang aktif dalam bidang pertanian diantaranya adalah jeruk, nanas, pisang dan jenis pertanian lainnya. Kendala yang dihadapi oleh kelompok ini adalah adanya limbah organik yang tidak terolah dengan baik dan menimbulkan ketidaknyamanan akibat hasil pembusukan yang tidak terkelola dengan baik. sehingga menimbulkan ketidaknyamanan akibat proses pembusukan yang tidak terkelola secara optimal. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pelatihan dalam pembuatan ecoenzym yang berasal dari limbah organik. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah participatory rural appraisal (par) dan penyebaran kuesioner dalam bentuk data diri peserta. Hasil dari kegiatan ini didapatkan bahwa jumlah peserta yang terlibat dalam PKM yaitu sebanyak 22 peserta dengan jumlah laki-laki sebanyak 7 orang dan 15 orang perempuan. Dan untuk latar belakang pendidikan yaitu 12 orang Sekolah Dasar, 6 orang Sekolah Menengah Pertama dan 3 orang Sekolah Menengah Atas. Sedangkan untuk pekerjaan petani sebanyak 17 orang, 1 orang sebagai siswa dan 4 orang sebagai ibu rumah tangga. Dari kegiatan ini peserta mendapatkan pengalaman baru dalam melakukan pengolahan limbah, dimana sebelumnya kegiatan di kelompok tani buluh serumpun belum pernah ada kegiatan dalam pengolahan dan memiliki antusias yang tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan.
Bridging Policy and Practice: Local Governance Capacity in Extreme Poverty Alleviation in Jeneponto, Indonesia Widyawati, Widyawati; Sangkala, Sangkala; Rusdi, Muhammad
Jurnal Ad'ministrare: Jurnal Pemikirian Ilmiah dan Pendidikan Administrasi Perkantoran Volume 12, Issue 2, 2025
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71309/administrare.v12i2.10278

Abstract

Extreme poverty challenges sustainable development and demands adaptive, inclusive, and evidence-based governance. This study aims to analyze the institutional capacity of local governments in addressing extreme poverty, focusing on the alignment of national and regional policies, the effectiveness of cross-sectoral coordination, and data governance as a basis for decision-making. The study employed a qualitative method with a case study design in Jeneponto Regency, which has been designated as a priority area for eradicating extreme poverty. Data were obtained through in-depth interviews with 19 key informants, field observations, and official document reviews, and were analyzed thematically using NVivo 12 software. The results indicate a gap in implementation between national policies and regional planning, institutional coordination that is mainly informal and based on personal relationships, and data fragmentation between regional government agencies that hinders the accuracy of program targeting and evaluation. These conditions demonstrate administrative bias and sectoral fragmentation that are as serious as economic bias in hampering the effectiveness of poverty eradication programs. As a conceptual contribution, this study proposes the CARE Framework (Collaboration, Alignment, Responsiveness, Evidence) as an alternative adaptive governance model that places the extreme poor at the center of intervention. This research confirms that successful eradication of extreme poverty requires not only programmatic interventions, but also structural reforms of regional governance that are sustainable, inclusive, and evidence-based.
PEMETAAN SEBARAN TINGKAT KESEHATAN TANAMAN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN SAMBAS MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN CITRA SATELIT Sunardi Sunardi; Sudirman Masara’T; Heriyansah Heriyansah; Sangkala Sangkala; Dian Sari
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 25 No. 1 (2026): Jurnal Agrotropika Vol 25 No 1, Mei 2026
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v25i1.12391

Abstract

The demand for palm oil commodities from Indonesia increases every year, making it very influential on the international market.  Despite its very significant contribution to the national economy, oil palm plantations face complex challenges, such as issues of land degradation, destruction of biodiversity, deforestation, and several other environmental issues. Inaccurate oil palm maintenance data which still relies on traditional methods based on historical data and field observations often requires a lot of time and costs, especially due to changes in climate conditions and pest and disease attacks. This research aims to produce a map of palm oil health conditions that can be used for more efficient production management by optimizing quality and quantity. This research was carried out in May-December 2025 in Sambas district spread across 10 sub-districts (Sambas, Sejangkung, Sebawi, Semparuk, Selakau, Subah, Tebas, Sajad, Galing, and Sajingan) using field observation methods and analyzing satellite image data and geographic information systems integrated with soil laboratory analysis data (content of essential nutrients in the soil). The satellite image data used is image data recorded by Landsat 8 OLI in 2025 which was processed using Quantum GIS software, the Indonesian Earth Map (RBI), and the land use map of Sambas district. The research results showed that there were variations in soil nutrient content concentrations and NDVI values ​​which correlated with the health level of oil palm plants with an average range of 0.0202 – 0.4351 (high health level).
Penerapan Teknologi Pengering Kulit Jeruk dalam Upaya Diversifikasi Produk pada Kelompok Tani Buluh Serumpun Sangkala Sangkala; Pande Putu Agus Santoso; Kiki Kristiandi; Sri Mulyani; Rona Safrina; Aliwasa Aliwasa; Uswatun Khasanah; Rizky Fratama; Rini Rini
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 3 Juli - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i3.6645

Abstract

Jeruk siam merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Sambas dengan produksi mencapai 90.040 ton pada tahun 2024. Namun, tingginya tingkat kerusakan pascapanen yang mencapai 20–40% menyebabkan sebagian produk tidak memenuhi standar pasar dan berakhir sebagai limbah, terutama pada bagian kulit. Padahal, kulit jeruk siam memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, vitamin C, dan minyak atsiri yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Salah satu kendala utama dalam pemanfaatannya adalah kadar air yang tinggi sehingga mudah rusak. Oleh karena itu, diperlukan teknologi pengolahan yang tepat, salah satunya melalui proses pengeringan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menerapkan teknologi pengeringan kulit jeruk siam guna meningkatkan nilai tambah limbah pada Kelompok Tani Buluh Serumpun. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan aplikatif dengan tahapan meliputi persiapan, instalasi alat, pelatihan dan pendampingan, uji coba produksi, monitoring dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan alat pengering mampu meningkatkan efisiensi proses pengeringan dengan waktu sekitar 4 jam serta menghasilkan produk kulit jeruk kering dengan kualitas yang lebih stabil. Peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan limbah menjadi produk diversifikasi seperti teh kulit jeruk dan sabun batang. Selain itu, program ini juga meningkatkan motivasi dan kemandirian kelompok tani dalam mengembangkan usaha berbasis limbah. Dengan demikian, penerapan teknologi pengeringan kulit jeruk siam efektif dalam mengurangi limbah, meningkatkan nilai ekonomi, serta berpotensi dikembangkan sebagai model agroindustri berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Penguatan Keterampilan Penetapan Harga Produk Olahan Jeruk Siam bagi Kelompok Tani Buluh Serumpun di Desa Gapura Sri Mulyati; Kiki Kristiandi; Sangkala Sangkala; Ita Hardianti; Rona Safrina; Aliwasa Aliwasa; Uswatun Khasanah; Rizky Fratama; Rini Rini
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 3 Juli - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i3.6646

Abstract

Olahan jeruk siam merupakan diversifikasi terhadap buah jeruk dengan memberikan nilai tambah pada hasil pertanian. Olahan jeruk siam akan menghasilkan produk dan peluang pasar baru. Agar tidak terjadinya kerugian dalam produk baru maka perlu adanya penguatan dalam penetapan harga. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan penguatan terhadap keterampilan dalam penentuan harga pada produk olahan jeruk siam yang baru di kelompok tani buluh serumpun. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah secara Participatory Action Research. Dengan jumlah peserta yang terlibat sebanyak 23 orang dan merupakan kelompok tani buluh serumpun. Olahan yang dibuat dalam PKM ini adalah sebanyak 4 produk. Teknik pengumpulan data meliputi identifikasi permasalahan, penyusunan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini mendapatkan tanggapan yang positif dari peserta dengan rata-rata penilaian terbesar adalah sebesar 12,8 % menyatakan sangat puas, sedangkan untuk hasil perhitungan harga pada produk ecoenzym yang memiliki harga paling murah (Rp. 1,966) dan untuk produk yang mahal berada pada produk sabun cair (Rp. 39,840). bahwa dengan adanya pelatihan ini kelompok tani buluh serumpun dapat menentukan harga dan dapat menghindari kerugian yang lebih besar. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menghitung harga pokok produksi serta menetapkan harga jual yang tepat. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam membantu kelompok tani menghindari potensi kerugian serta mendorong pengembangan usaha olahan jeruk siam yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.
Pelatihan Pembuatan Teh Herbal Kulit Jeruk Siam di Desa Gapura Kabupaten Sambas Kiki Kristiandi; Sangkala Sangkala; Sri Mulyani; Dewi Merdekawati; Nurul Fatimah Yunita; Rona Safrina; Ita Hardianti; Aliwasa Aliwasa; Uswatun Khasanah; Rizky Fratama; Rini Rini
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 3 Juli - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i3.6644

Abstract

Teh herbal merupakan minuman yang dibuat dari bahan selain daun teh (Camellia sinensis) seperti daun, bunga, buah, biji, akar, maupun kulit tanaman yang dikeringkan dan diseduh dengan air panas. Teh herbal dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain sebagai antioksidan, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu relaksasi, serta mendukung kesehatan pencernaan. Salah satu teh herbal yang berpotensi dikembangkan adalah teh herbal kulit jeruk siam, yang memanfaatkan limbah kulit buah menjadi produk bernilai tambah. Kabupaten Sambas sebagai sentra produksi jeruk siam memiliki ketersediaan bahan baku yang melimpah, namun pemanfaatan kulit jeruk masih belum optimal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kulit jeruk siam menjadi teh herbal. Kegiatan dilaksanakan di Desa Gapura pada bulan Agustus 2025 dengan melibatkan 23 peserta menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, penyuluhan, demonstrasi dan praktik, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam proses pengolahan teh herbal kulit jeruk siam. Peserta mampu memahami teknik pengolahan yang meliputi pencucian, pemotongan, pengeringan, hingga pengemasan. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik warna cokelat kekuningan, aroma khas jeruk, serta rasa yang menyegarkan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peserta terhadap potensi ekonomi dari pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai produk usaha rumah tangga. Secara keseluruhan, pelatihan pembuatan teh herbal kulit jeruk siam memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Keberlanjutan program melalui pendampingan dan inovasi produk diperlukan untuk mendukung pengembangan produk secara berkelanjutan.
Peningkatan Nilai Tambah Jeruk Siam Pasca Panen Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Pada Kelompok Tani Buluh Serumpun Kiki Kristiandi; Sri Mulyati; Sangkala; Dea Apriani; Novita; Heri Budianto
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3133

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah membantu Kelompok Tani Buluh Serumpun sebagai mitra untuk mengurangi limbah jeruk siam pascapanen dengan mengembangkan produk turunan yang tidak terserap oleh pasar. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan PKM ini yaitu dengan participatory approach. Metode ini menekankan bahwa mitra terlibat aktif dari tahapan perencanaan hingga evaluasi. Uraian dalam tahapan PKM yang dilakukan mencakup identifikasi masalah dan kebutuhan mitra, sosialisasi program, pelatihan dan peningkatan kapasitas, penerapan teknologi tepat guna, uji coba produksi, pendampingan produksi dan pengembangan pasar dan evaluasi dan keberlanjutan program. Jumlah peserta yang terlibat adalah 25 orang (7 orang laki-laki dan 18 perempuan), Sedangkan untuk mengukur tingkat pengetahuan mitra yaitu dengan melakukan pre-post test. Hasil dari kegiatan PKM ini adanya peningkatan pengetahuan pre test dengan rata-rata nilai 54,08 dan post test sebesar 74,78. Hal ini menunjukan adanya daya terima positif dari masyarakat selaku mitra  terhadap pelatihan yang diberikan dengan peningkatan nilai yang didapat sebesar 38,27%. Dan secara wawancara langsung bahwa kegiatan ini membantu masyarakat dalam mengolah jeruk siam yang tidak diterima oleh pasar dan mitra mendapatkan pengalaman baru dalam pengolahan jeruk siam dari pelatihan yang telah dilakukan
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP) Melalui Edukasi Partisipatif pada Produk Sirup Jeruk Siam Indria Mahgfirah; Kiki Kristiandi; Sri Mulyati; Sangkala; Evelin Agusti; Beryaldi Agam
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3142

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjadi sebuah sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai Bahan Tambahan Pangan (BTP) melalui pendekatan edukasi partisipatif pada pembuatan produk sirup jeruk siam. Bahan Tambahan Pangan (BTP) merupakan komponen penting dalam proses pengolahan pangan yang berfungsi memperbaiki mutu, cita rasa dan daya simpan produk. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang belum memahami jenis, fungsi serta batas aman penggunaannya sehingga menjadi permasalahan yang serius. Metode yang diguankan pada pengabdian masyarakat ini ialah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, tahap perizinan, tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian dan tahap evaluasi dengan memberikan post test setelah melaksanakan kegiatan. Penyajian dari pengabdian ini meliputi kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif untuk mendeskripsikan kegiatan, sedangkan kuantitatif menjelaskan secara numerik. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah terjadi peningkatan signifikan pada nilai pre test dan post test, yaitu dengan nilai masing-masing 71,82% dan 91,36%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa dari kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak peningkatan pengetahuan terkait Bahan Tambahan Pangan (BTP) setelah dilakukan sosialisasi.
Pengembangan Edukasi Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Siam Sebagai Lulur Tradisional Evelin Agusti Tjasmana; Kiki Krisitiandi; Sangkala; Sri Mulyati; Indria Mahgfirah; Angga Tritisari
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3163

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi terkait manfaat dalam kulit jeruk yang berkhasiat untuk kesehatan dan perawatan kulit serta pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai bahan lulur tradisional. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tahapan meliputi pre-test, sosialisasi, penyampaian materi, evaluasi dengan post-test, dan analisis hasil. Hasil kegiatan sosialisasi menunjukkan bahwa peserta antusias dan memahami manfaat limbah kulit jeruk sebagai bahan lulur tradisional. Dengan demikian, sosialisasi yang dilakukan efektif meningkatkan pengetahuan peserta terkait pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai lulur tradisional.
Integrating Agronomic, Food Technology, and Mechanical Engineering Aspects in the Development of Job’s Tears (Coix lacryma-jobi L.) as a Functional Food Commodity: A Systematic Literature Review Kiki Kristiandi; Ita Hardianti; Sangkala Sangkala; Sri Mulyati; Indri Magfirah
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 4 No. 2 (2026): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v4i2.1086

Abstract

The current trend in food consumption is shifting toward healthy and functional foods, driving global efforts to identify local food sources with high nutritional value and strong economic potential. One promising cereal crop in terms of development and growth is Job’s tears (Coix lacryma-jobi L.). This plant contains protein, starch, and various bioactive compounds such as coixenolide, coixol, and phenolics, which exhibit antioxidant, anticancer, and antidiabetic activities. The objective of this study was to identify and analyze relevant studies using a Systematic Literature Review (SLR) approach based on publications indexed in the Sinta Science and Technology Index (rank 1–6). From a total of 132 articles collected between 2011 and 2024, 32 were selected and analyzed thematically and descriptively following the PRISMA guidelines. The results from these 32 studies show that research on Job’s tears has significantly increased during 2018–2023, with a focus distribution of 40.6% on food technology, 34.4% on agronomy, and 25% on mechanical engineering. Integration among these fields indicates that agronomic aspects support the selection of superior stress-tolerant varieties, food technology contributes to the development of value-added gluten-free products such as snack bars, noodles, and sponge cakes, while mechanical engineering enhances post-harvest efficiency with yields of up to 70%. Eight integrative studies highlight the importance of synergy among the three disciplines to achieve sustainable Job’s tears development from upstream to downstream. In conclusion, a multidisciplinary approach is key to strengthening the added value, production efficiency, and sustainability of Job’s tears as a potential functional food commodity in Indonesia.
Co-Authors Agam, Beryaldi Agusti, Evelin Ainunnisa, Nur Aliwasa Aliwasa Ambri Bakhtiar Andrayani, Ketti Angga Tritisari Annisa Putri Asrin Asrin Asrul Asrul Bayu Nugroho Claartje, Masrikat Maya Diana Danil Danil Dea Apriani Deya Agusriani Dian Sari Djuanda Djuanda, Djuanda Djunaedi Djunaedi Elkawakib Syam’un Era Sagita Ervandi, Ervandi Evelin Agusti Evelin Agusti Tjasmana Farmiansyah, Eko Febri Febri Fiona Fiona Hafizin, Hafizin Hanavi, Muhammad Ilham Haq, Izhar Amirul Hasan, Safrudin Heri Budianto Heriyansah Heriyansah Heriyansah HERIYANSAH, HERIYANSAH Hidayat , Rahmat Indra Mahyudi Indri Magfirah Indria Mahgfirah Indria Mahgfirah Ita Hardianti Jian Rifa Aldina Joni Joni Jordi, Jordi Kamila, Kamila Kiki Krisitiandi Kiki Kristiandi Kristiandi, Kiki Kusumawardani, Sagita La Ifa Ludiyansyah Ludiyansyah Lugeri, Leo Mahgfirah, Indria Mahyudi, Indra Mappa, Djafar Marjulita Marjulita Maryono Maryono Masara'T, Sudirman Masara’T, Sudirman Masnita Masnita Maulana, Tan Dede Maurin Aulia Merdekawati, Dewi Mia Audina Muhammad Faris Nurkholis Muhammad Rusdi Muhammad Zakiyul Fikri Nadika , Robby Mulya Nawangwulan, Kurniawati Neny Neny Novita Nurnainah, Nurnainah Nurul Fatimah Yunita Pandika, Edo Parinding, Ryco Julianboy Ramadhan, Fadzri Ramadhan, Muh. Firmansyah Ridho Ahyana Rini Rini Rizky Fratama Rona Safrina Rosada , Fadia Santoso, Pande Putu Agus Sapta Samudera, Regina Saputri, Dwi Sigiro, Oktavia Nurmawaty Sjahruddin, Herman Sri Mulyani Sri Mulyati Sri Mulyati Sudirman Masara'T Sudirman Masara’T Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Suprapti, Isma Surajuddin, Ahmad T. Tikson, Deddy Takdir Syarif Urabi, Debby Uswatun Khasanah Widia Widia Widyawati Widyawati Yayan, Krisentia Yeni Yeni Zafera Adam, Jeanne d’Arc