Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Meningkatkan Self-Management dan Emotional Intelligent untuk Adaptability Career Siswa SMK Teknik Pemesinan Fadliyanti Firdausia; Yoto Yoto; Marsono Marsono
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2296

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan strategi pembelajaran berdiferensiasi dengan peningkatan self-management dan emotional intelligence dalam mendukung career adaptability siswa SMK Teknik Pemesinan, yang penting untuk menghadapi tuntutan industri 4.0. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan model PICOT, berdasarkan 1.050 artikel teridentifikasi (2015–2020), 150 artikel terpilih, dan 25 artikel relevan dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi efektif meningkatkan keterampilan manajemen diri (perencanaan, pengaturan waktu, pengambilan keputusan) dan kecerdasan emosional (regulasi emosi, empati, kolaborasi). Penelitian ini menegaskan perlunya pelatihan guru untuk mengoptimalkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam pendidikan vokasi.
The Role of Internship Experience, Soft Skills, and Self-Efficacy in Enhancing Vocational Readiness: A Systematic Literature Review Erika Marety Megasari; Yoto Yoto; Widiyanti Widiyanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3032

Abstract

This study presents a Systematic Literature Review (SLR) examining the combined influence of internship experiences, soft skills, and self-efficacy on vocational readiness in vocational education and training (TVET) contexts. Drawing upon 25 peer-reviewed articles published between 2019 and 2025, the review highlights the interconnected nature of these three factors in shaping students’ preparedness for the labor market. The findings reveal that internships play a crucial role in bridging the gap between school-based learning and industry requirements, equipping students with practical competencies and professional exposure. Soft skills, including communication, teamwork, problem-solving, and adaptability, are identified as essential for employability and workplace integration. Self-efficacy emerges as a psychological foundation that fosters motivation, resilience, and confidence, enabling students to succeed in both academic and professional settings. Importantly, the review underscores the synergistic relationship between these three dimensions, suggesting that integrative approaches are most effective in promoting holistic vocational readiness. Practical implications include the need for curriculum design that embeds structured internships, systematic soft skills training, and targeted interventions to enhance self-efficacy. The study also identifies limitations in research scope and proposes future studies that employ cross-cultural perspectives and longitudinal designs.
Teaching Factory As A Model For Maintenance and Repair Learning In Vocational Motorcycle Engineering: A Systematic Review Jihan Jannata Abdullah; Yoto Yoto; Didik Nurhadi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3034

Abstract

This study systematically reviews the implementation of the Teaching Factory (TeFa) model in vocational motorcycle engineering education, with a specific focus on maintenance and repair learning. The background of the research lies in the persistent gap between theoretical instruction and practical application in vocational schools, which often leaves graduates underprepared for the demands of the labor market. The objective of this review is to synthesize empirical evidence on how TeFa supports the development of technical and soft skills, while also identifying enabling and inhibiting factors that influence its effectiveness. A Systematic Literature Review (SLR) approach was employed using the PRISMA protocol, analyzing 16 selected articles published between 2018 and 2025 from international and national journals. Data were extracted and analyzed thematically to identify recurring patterns and critical insights. The findings reveal that TeFa enhances students’ diagnostic, servicing, and repair skills, while fostering teamwork, communication, and problem-solving abilities. Supporting factors include adequate facilities, curriculum alignment, and industry partnerships, whereas challenges involve limited equipment, insufficient practice time, and teacher readiness. The study concludes that TeFa not only advances theories of work-based learning and competency-based training but also provides significant implications for policymakers, educators, and industry stakeholders.
Keefektifan Puzzle Accounting Game dalam Meningkatkan Higher Order Thinking Siswa SMK pada Mata Pelajaran Akuntansi Yanik Agus Setyaningsih; Yoto Yoto; Didik Nurhadi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3181

Abstract

Tantangan pengembangan Higher Order Thinking (HOT) siswa SMK pada era Society 5.0 masih tinggi, ditandai dengan 85% guru yang mengalami kesulitan dalam menciptakan media pembelajaran akuntansi yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis keefektifan puzzle accounting game sebagai media inovatif untuk meningkatkan HOT pada pembelajaran akuntansi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif ex post facto dengan sampel 140 siswa AKL SMK Negeri 1 Nglegok yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner Likert 1–4 yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha 0,702 untuk media dan 0,758 untuk HOT). Analisis regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Y = 12,872 + 0,575X, dengan nilai R² = 0,182 yang menunjukkan bahwa puzzle accounting game menjelaskan 18,2% varians peningkatan HOT. Koefisien beta terstandarisasi 0,427 menegaskan kontribusi pengaruh yang kuat dan signifikan terhadap kemampuan analisis (C4) dan evaluasi (C5) siswa. Hasil ini membuktikan bahwa puzzle accounting game efektif digunakan sebagai media pembelajaran yang mampu mengembangkan HOT dan menciptakan pengalaman belajar yang menarik bagi siswa vokasi. Temuan penelitian memberikan implikasi penting bagi pengembangan media berbasis game based learning sebagai strategi untuk menjawab tuntutan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan keterampilan abad ke-21.
Peran Bursa Kerja Khusus SMK dalam Meningkatkan Keterserapan Lulusan di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 Sri Sumiati; Yoto Yoto; Nunung Nurjanah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran Bursa Kerja Khusus (BKK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam meningkatkan keterserapan lulusan di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Melalui metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini mengumpulkan dan menelaah berbagai hasil studi yang relevan dari jurnal nasional dan internasional yang terbit antara tahun 2015 hingga 2025. Analisis dilakukan dengan meninjau kontribusi BKK terhadap peningkatan kompetensi siswa, kerja sama dengan dunia industri, serta inovasi dalam layanan penempatan kerja berbasis digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa BKK berperan strategis sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, terutama dalam membangun sinergi dengan industri untuk menyediakan pelatihan berbasis kebutuhan pasar. Namun, efektivitas BKK masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan akses informasi, kurangnya adaptasi terhadap teknologi digital, serta rendahnya integrasi program BKK dengan sistem pendidikan berbasis kompetensi abad ke-21. Dalam konteks Society 5.0, peran BKK perlu diperluas menjadi pusat pengembangan karier yang adaptif terhadap transformasi digital, dengan menekankan pentingnya literasi teknologi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis bagi lulusan SMK. Dengan demikian, optimalisasi fungsi BKK menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing lulusan SMK agar mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.