Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Teknologi Shredding Machine sebagai Solusi Pengolahan Limbah Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Organik di Desa Bangoan, Kabupaten Tulungagung Yoto Yoto; Tuwoso Tuwoso; Marsono Marsono; Agus Suyetno; Muhammad Idris Effendi
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8616

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan limbah kotoran kambing yang menumpuk di lingkungan peternak Desa Bangoan, Kabupaten Tulungagung. Melimpahnya limbah hingga ±17 kg/hari tidak dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim pengabdian merancang dan menerapkan Shredding Machine sebagai teknologi tepat guna untuk mempercepat proses pencacahan limbah menjadi bahan baku pupuk organik. Metode pelaksanaan meliputi pembuatan dan uji kinerja mesin, sosialisasi, pelatihan operasional, pelatihan pembuatan pupuk organik, serta pendampingan pengemasan dan pemasaran. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa mesin memiliki kapasitas hingga 1.756 kg/jam pada putaran tinggi dan mampu menggiling 5 kg limbah dalam 10–22 detik. Pelatihan meningkatkan keterampilan peternak dalam mengoperasikan mesin, mengolah pupuk, serta mengemas dan memasarkan produk. Program ini berdampak signifikan dalam meningkatkan kebersihan lingkungan, kapasitas produksi pupuk organik, serta membuka peluang rintisan usaha bagi peternak. Dengan demikian, inovasi teknologi ini efektif dalam mendukung ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat desa.
Membangun Problem-solving Skill di Tempat Kerja melalui Pembentukan Keterampilan Literasi Sains: Sebuah Tinjauan Literatur Fahru Riza; Yoto Yoto; Didik Nurhadi
Jurnal Taman Vokasi Vol 13 No 1 (2025): Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jtvok.v13i1.19275

Abstract

Science literacy plays an important role in shaping Problem-solving Skills in the workplace, especially in the face of increasingly complex industry challenges. This study uses the Narrative Literature Review (NLR) approach to explore the relationship between science literacy and problem-solving skills and identify effective approaches in improving these competencies. Problem-Based Learning (PBL) (PBL) and Root Cause Analysis (RCA) are proven methods to improve critical thinking, analytical, and data-driven decision-making skills in the work environment. The results of the study showed that workers with better science literacy have higher abilities to analyze problems, develop innovative solutions, and optimize the production process. In addition, strategies to increase science literacy through problem-based training, team collaboration, and employee empowerment have proven to be effective in supporting the strengthening  of Problem-solving Skills. Evaluation of training programs is necessary to ensure their effectiveness in meeting industry needs. Thus, the integration of science literacy in vocational education and industrial training programs is a strategic step in preparing an adaptive, innovative, and competitive workforce. This study provides recommendations for the world of education and industry in developing a science literacy-based curriculum to increase the competitiveness of the workforce in the digital era.
PROGRAM MBKM-ASISTENSI MENGAJAR DALAM MENGUKUR KEMAMPUAN TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) MAHASISWA VOKASI Kintan Desinta; Marji Marji; Yoto Yoto
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v11i1.8752

Abstract

Kemajuan teknologi informasi yang pesat di era revolusi industri 4.0 memberikan tantangan dan peluang baru dalam dunia pendidikan. Pro-gram Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, ber-tujuan untuk meningkatkan kualitas dan karakter sumber daya manu-sia, terutama melalui program Asistensi Mengajar. Program ini di-harapkan dapat mempersiapkan mahasiswa sebagai calon guru yang tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki ket-erampilan pedagogik dan administrasi yang mumpuni. Konsep Techno-logical Pedagogical Content Knowledge (TPACK) menjadi relevan dalam konteks ini, di mana calon guru diharapkan mampu menginte-grasikan teknologi dalam proses pembelajaran secara efektif. Dalam konteks Pendidikan Teknik Otomotif, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi pendidik yang profesional yang tidak hanya menguasai ket-erampilan teknis, tetapi juga dapat menciptakan lingkungan pembelaja-ran yang inovatif. Program ini memberikan kesempatan bagi maha-siswa untuk mengembangkan TPACK mereka melalui pengalaman praktis dalam mengajar dan adaptasi teknologi dalam pengajaran. Di-harapkan, dengan pembekalan ini, mereka akan siap menghadapi tan-tangan di dunia pendidikan dan dapat berkontribusi secara signifikan dalam memajukan pendidikan nasional, sesuai dengan tuntutan kompe-tensi guru yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Pengaruh Demonstrasi Terbimbing Berbasis Learning Worksheet terhadap Keterampilan Alat Ukur Presisi Siswa SMK Teknik Pemesinan Ahmad Wildan; Yoto Yoto; Boby Hartawan
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh demonstrasi terbimbing berbasis Learning Worksheet terhadap peningkatan keterampilan penggunaan dua alat ukur presisi, yaitu jangka sorong dan mikrometer sekrup, pada siswa kelas X Teknik Pemesinan (TPM) di SMKN 6 Malang. Metode yang digunakan adalah quasi-experiment dengan desain pretest-posttest control group, melibatkan 66 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (X TPM 1, n=33) dan kelompok kontrol (X TPM 2, n=33). Instrumen berupa rubrik unjuk kerja dengan reliabilitas inter-rater r=0,87. Data dianalisis menggunakan skor N-Gain ternormalisasi dan Welch's independent t-test (α=0,05). Hasil menunjukkan kedua alat ukur mengalami peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol (jangka sorong: N-Gain 0,58 vs. 0,30, p<0,001, Cohen's d=5,46; mikrometer sekrup: N-Gain 0,56 vs. 0,29, p<0,001, Cohen's d=6,90; keduanya efek sangat besar). Temuan paling menonjol terjadi pada mikrometer sekrup: tidak ada satu pun siswa eksperimen (0%) yang mencapai KKM pada pre-test, namun seluruhnya (100%) tuntas setelah perlakuan, dibandingkan kelompok kontrol yang hanya mencapai 57,6% ketuntasan. Disimpulkan bahwa demonstrasi terbimbing berbasis Learning Worksheet secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan penggunaan kedua alat ukur presisi dibandingkan metode konvensional, dengan dampak yang secara khusus besar pada kompetensi yang paling lemah pada kondisi awal.
Pemanfaatan TTG Menirtech Machine dalam Proses Pengolahan Jagung Menjadi Menir untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Hasil Pertanian Desa Wonokerso Yoto Yoto; Didik Nurhadi; Muhammad Idris Effendi; Marsono Marsono; Puteri Ardista Nursisda Mawangi; Agus Suyetno
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 3 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v6i3.11119

Abstract

Desa Wonokerso memiliki potensi produksi jagung yang dapat mendukung sektor pertanian dan peternakan unggas, namun sebagian hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk jagung pipilan dengan nilai tambah yang relatif terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG) Menirtech Machine untuk meningkatkan efisiensi pengolahan jagung pipilan menjadi jagung menir, kemampuan operasional, serta keterampilan perawatan mesin bagi mitra. Metode meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan dan manufaktur mesin, implementasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan kapasitas mesin sebesar 357,85 kg/jam pada putaran rendah, 456,27 kg/jam pada putaran sedang, dan 641,71 kg/jam pada putaran tinggi, dengan hasil jagung menir relatif seragam. Peserta mampu mengoperasikan mesin dan melakukan perawatan dasar secara mandiri. Teknologi ini juga membuka peluang usaha pengolahan dan jasa penggilingan jagung berbasis kelompok. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan TTG yang disertai pelatihan dan pendampingan dapat mendukung pemanfaatan hasil pertanian secara lebih produktif dan memperkuat kemandirian kelompok masyarakat.
The Heutagogy Model of Learning Innovation in Increasing The Skill Needs of The Digital Era of Vocational Students Yoto Yoto; Nurul Rahma Ulfatin; Azizatuz Zahro; Andika Bagus Putra; Mahfudi Sahly Subandi; Rochmawati Rochmawati; Aman Santoso
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 28 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v28i22022p98-104

Abstract

The digital technology-based heutagogy learning model characterizes the progress of implementing vocational education in a nation. This study aims to develop a heutagogy learning model for vocational students through mapping its components. The method in this study uses descriptive qualitative. Research subjects include university lecturers, vocational high school teachers, and industrial employees. The research location is focused on East Java. The research instrument consisted of a questionnaire and documentation. The heutagogy component for vocational students includes critical thinking, collaboration skills, communication skills, and creativity. Mapping the four components supporting the application of the heutagogy learning model needs to be done to improve the quality of vocational students in the digital era.
Co-Authors Abdul Qolik Achmad Romadin Afifudin Afifudin Agus Suyetno Ahmad Munawwirul Furqonul Khulidi Ahmad Wildan Alfanny Kuswanda Alma, Lucky Radita Aman Santoso Andika Bagus Nur Rahma Putra, Andika Bagus Nur Rahma Andika Bagus Putra Arini Dina Yasmin Aris Defiana Asryan Ani Ayu Permata Sari Azizatuz Zahro Basuki Basuki Bayu Aji Seto Nugroho Boby Hartawan Chufadatul Chusna Dai Weifen Dani Kristian Defris Hanindya Defris Hanindya Edwiyan Pradana Dian Julianto Wahyudi Didik Nuhadi Didik Nurhadi Didin Zakariya Lubis Djoko Kustono Effendi, Muhammad Idris Elisa Setyawati Erika Marety Megasari Ernis Hidayati Erwin Komara Mindarta Fadliyanti Firdausia Fahru Riza Gunawan, Fikri I'zas Heru Wahyu Herwanto Jihan Jannata Abdullah Kalim Mustofa Ken Aulia Azizi M Kintan Desinta Krisnita Dwi Jayanti Marji Marji Marsono Marsono Mawangi, Puteri Ardista Nursisda Mega Pramudya Wardani Moh. Khoerul Anwar Muhammad Aris Ichwanto Muhammad Idris Effendi Muhammad Idris Effendi Muhammad Idris Effendi Muladi Mustiko Wiyono Widodo Novita Dwi Anggraeni Nunung Nurjanah Nurnaningsih Herya Ulfah, Nurnaningsih Herya Nurul Hidayati Nurul Rahma Ulfatin Paryono Paryono Purnomo, Purnomo Putri Ardista Nursisda Mawangi Putri Ardista Nursisda Mawangi Putrinda Inayatul Maula Rama Adi Setiawan Redyarsa Dharma Bintara Riana Nurmalasari Riana Nurmalasasi Rochmawati Rochmawati Setyanto Putro Silmy Marintan Sinta Dewi Novitasari Solichin Solichin Sri Sumiati Subandi Subandi Tantri Kusuma Dewi Taufik Ikhsan Slamet Thoifatu Sholihah Tuwoso Tuwoso Umi Kholifah Wahyu Sakti Gunawan Irianto Widiyanti Wihardana Jannati Windra Irdianto Wulandari, Gita Yanik Agus Setyaningsih Zustina Zustina