p-Index From 2021 - 2026
5.042
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

CASE STUDY OF FATHERLESS: THE ROLE OF FATHERS IN EARLY CHILDHOOD CARE Novita Eka Nurjanah; Fasli Jalal; Asep Supena
Kumara Cendekia Vol 11, No 3 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i3.77789

Abstract

Pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak bukanlah topik yang baru dalan penelitian di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Kondisi yang ada di Indonesia, peran ayah dalam pengasuhan belum optimal hal ini dikarenakan masih adanya budaya patriarki bahwa peran pengasuhan menjadi tanggung jawab ibu; adanya pernikahan dini; dan adanya anak yang tidak tinggal bersama orang tua.  Hasil observasi awal ditemukan bahwa salah satu kecamatan di Boyolali menunjukkan bahwa tidak adanya kehadiran ayah atau fatherless dalam pengasuhan anak berdampak pada perkembangan anak usia dini. Di daerah ini masih menganut budaya patriarki yang kuat yaitu pengasuhan sepenuhnya merupakan peran ibu dan ayah berperan untuk mencari nafkah. Berdasarkan fenomena tersebut, penting dilakukan penelitian untuk mengkaji ketidakhadiran ayah atau fatherless dalam pengasuhan anak usia dini. Partisipan dalam penelitian ini adalah satu anak dari orang tua yang menikah dini di salah satu kecamatan Kota Boyolali. Anak ini berada dalam pengasuhan yang masih menganut budaya patriarki dan orang tua belum matang dalam memberikan pengasuhan kepada anak. Pendekatan strategi studi kasus tunggal digunakan untuk mendeskripsikan secara mendalam fatherless yang ada. Analisis tematik dari hasil wawancara mendalam terhadap orang tua digunakan dalam analisis data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayah tidak memiliki peran dalam mengasuh anak, waktu bersama anak sangat minim, dan adanya paham budaya patriarki bahwa pengasuhan anak dilakukan sepenuhnya oleh ibu. Hal ini berdampak pada tidak adanya kelekatan antara anak dengan ayah, tidak optimalnya kemandirian anak, dan adanya gangguan kontrol perilaku anak.
The Effect Of Picture Stories On The Recall Memory Ability Of Elementary School Students Fitriyani Fitriyani; Asep Supena
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol19.no2.a7456

Abstract

This study aimed to determine the effect of picture stories on the recall memory ability of elementary school students. This study's population and sample were all SD X's fourth-grade students, totaling 36 students. This quasi-experimental research compares two groups of research targets, one treatment group (experimental) and one control group. The research design used in this study was a "non-equivalent control group design," which is a research design with two groups selected non-randomly (random), namely the treatment group (experimental) and the control group. Both obtained pretest and post-test. Statistical analysis was carried out using the Paired Sample T-Test formula to analyze data on recall memory ability. Based on the results of the analysis, it is known that the average value of the experimental class is 71.44, and the average value of the control class is 62.47. There is an average difference between the post-test of the experimental class and the control class of 8.97. And the sig value. (2-tailed) of 0.000 <0.05. It is concluded that there is an effect of picture stories on students' recall memory ability.
Meningkatkan attensi belajar siswa kelas awal melalui media visual Husnul Khotimah; Asep Supena; Nandang Hidayat
Jurnal Pendidikan Anak Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v8i1.22657

Abstract

Penelitian literatur ini bertujuan untuk mencari solusi terkait dengan upaya meningkatan perhatian siswa khususnya ditingkat awal yaitu kelas 1, 2 dan 3 terhadap tugas belajarnya selama proses pembelajaran berlangsung menggunakan media pembelajaran visual. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur integratif. Metode ini menggabungkan berbagai artikel berbasis empiris dan penelitian, buku, dan literatur lain yang dipublikasikan tentang penggunaan media visual dalam meningkatkan perhatian belajar siswa kelas awal tersebut. Penelitian literatur ini menyimpulkan: (1) Perhatian adalah proses pemilihan informasi yang dikontrol secara sukarela oleh subjek (sadar), atau dapat karena pengaruh beberapa peristiwa eksternal yang ditangkap indera (tidak sadar); (2) Proses perhatian terjadi melalui seleksi, kesadaran, dan control; (3) Model media visual yang digunakan sebaiknya bervariasi baik media pembelajaran yang dibuat oleh guru maupun media dari internet. Media visual dalam bentuk infografis merupakan model media visual yang paling disarankan; (4) Implikasi dari fungsi media visual terhadap memori penginderaan antara lain: (a) memori pengindera hanya dapat mengolah informasi dalam jumlah terbatas, sehingga media visual yang digunakan untuk menyajikan materi pembelajaran perlu didesain sedemikian sehingga informasi-informasi kunci dapat diterima oleh siswa dengan baik; (b) memori penginderaan yang memiliki daya serap paling tinggi adalah indera penglihatan, sehingga mengkombinasikan sajian informasi visual dapat meningkatkan jumlah informasi yang mampu diterima oleh memori pengindera. AbstractThis literature research aims to find solutions related to efforts to increase the attention of students, especially at the initial level, grades 1, 2 and 3 of their learning tasks during the learning process takes place using visual learning media. This study uses the method of review of integrative literature. This method combines various empirical and research-based articles, books, and other published literature on the use of visual media in increasing the attention of students learning in the early grades. This literature research concludes: (1) Attention is the process of selecting information that is voluntarily controlled by the subject (conscious), or it can be due to the influence of some external events that are sensed (unconscious); (2) The process of attention occurs through selection, awareness, and control; (3) The visual media model used should vary both the learning media made by the teacher and the media from the internet. Visual media in the form of infographics is the most recommended visual media model; (4) The implications of the function of visual media on sensing memory include: (a) memory sensors can only process information in a limited amount, so that the visual media used to present learning material needs to be designed so that key information can be received properly by students; (b) sensing memory that has the highest absorption power is the sense of sight, so combining visual information offerings can increase the amount of information that the sensory memory can receive.
Brain and Critical Thinking in Education: A Bibliometric Review and Wordcloud Analysis Afridha Sesrita; Asep Supena; Mohamad Syarif Sumatri; Gumgum Gumelar; Firmanul Catur Wibowo
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i1.40506

Abstract

AbstractThis article uses data from the Scopus database for bibliometric review and wordcloud analysis visualization of publications related to Brain and Critical Thinking in Education (BCTE). The study highlights the importance of the brain in the learning process and critical thinking, as well as identifying research trends, key topics, and geographic distribution of authors over the decade 2013-2023. With a focus on English-language publications, the study reveals that "critical thinking" is the most frequently cited topic, with the United States as the most significant contributor. This analysis also suggests the need for further research that integrates brain-based learning with critical thinking to improve students' critical thinking and 21st-century skills in education. Understanding how the brain works will enable educators to design a comprehensive learning plan, including teaching materials, implementation, media, models, strategies, approaches, and appropriate methods, to achieve learning goals.AbstrakArtikel ini menggunakan data dari database Scopus untuk review bibliometrik dan visualisasi analisis wordcloud dari publikasi terkait Brain and Critical Thinking in Education (BCTE). Studi tersebut menyoroti pentingnya otak dalam proses pembelajaran dan berpikir kritis, serta mengidentifikasi tren penelitian, topik utama, dan distribusi geografis penulis selama dekade 2013-2023. Dengan fokus pada publikasi berbahasa Inggris, penelitian ini mengungkapkan bahwa “berpikir kritis” adalah topik yang paling sering dikutip, dengan Amerika Serikat sebagai kontributor paling signifikan. Analisis ini juga menyarankan perlunya penelitian lebih lanjut yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis otak dengan berpikir kritis untuk meningkatkan pemikiran kritis siswa dan keterampilan abad 21 dalam bidang pendidikan. Memahami cara kerja otak akan memungkinkan pendidik merancang rencana pembelajaran yang komprehensif, meliputi bahan ajar, pelaksanaan, media, model, strategi, pendekatan, dan metode yang tepat, untuk mencapai tujuan pembelajaran.  How to Cite: Sesrita, A., Supena, A., Sumantri, M. S., Gumelar, G., & Wibowo, F. C. (2024). Brain and Critical Thinking in Education: A Bibliometric Review and Wordcloud Analysis. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(1), 65-80. doi:10.15408/tjems.v11i1.40506.
Pengaruh brain-based learning berbantuan PhET interactive simulations terhadap kemampuan pemahaman konseptual matematika siswa sekolah dasar Tri Suryaningsih; Asep Supena
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i2.86871

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh dan efektivitas brain-based learning berbantuan PhET Interactive Simulations terhadap pemahaman konseptual matematika siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 28 siswa kelas IV di sebuah sekolah dasar di Jakarta Selatan yang dipilih secara acak. Penelitian dilaksanakan pada 4-29 Maret 2024. Siswa diberikan tes pemahaman konseptual matematika sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) penerapan brain-based learning berbantuan PhET. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test untuk mengukur pengaruh dan Uji N-Gain untuk efektivitas. Hasil analisis paired sample t-test menunjukkan nilai sig sebesar 0,00 < 0,05, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan brain-based learning berbantuan PhET terhadap pemahaman konseptual matematika siswa. Uji N-Gain menunjukkan rata-rata presentasi sebesar 59,94%, yang berarti brain-based learning berbantuan PhET cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi BBL dan PhET Interactive Simulations efektif meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar. The effect of brain-based learning assisted by PhET interactive simulations on elementary school students' mathematical conceptual understanding ability Abstract: This study aims to examine the impact and effectiveness of brain-based learning supported by PhET Interactive Simulations on elementary students' conceptual understanding of mathematics. The research method employed is a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 28 fourth-grade students from an elementary school in South Jakarta, selected randomly. The study was conducted from March 4 to March 29, 2024. Students were given a conceptual understanding test in mathematics both before (pretest) and after (posttest) the implementation of brain-based learning supported by PhET. Data were analyzed using a paired sample t-test to measure the impact and the N-Gain test to assess effectiveness. The paired sample t-test analysis showed a significance value of 0.00 < 0.05, indicating a significant impact of brain-based learning supported by PhET on students' conceptual understanding of mathematics. The N-Gain test revealed an average score of 59.94%, suggesting that brain-based learning supported by PhET is fairly effective in enhancing students' conceptual understanding. These findings indicate that the integration of brain-based learning and PhET Interactive Simulations effectively improves the quality of mathematics education in elementary schools. 
Teacher Strategies In Handling Children With Disorders Communication (Case Study at SLB Pulau Punjung Dharmasraya) Sonia Yulia Friska; Asep Supena; Totok Bintoro
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 1 (2024): March 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i1.1857

Abstract

There aren't many studies that address ABK's speech delay, but research reports on similar topics can be found easily. Therefore, the author concentrates on explaining the teacher's way of dealing with children's speech delays. This study aims to find out how teachers and parents deal with children with speech delay disorders. This research was conducted using qualitative case study method. The results showed that some of the children's characteristics were unable to understand and respond to peers, parents, or adults around them; they were less likely to talk (quiet), unable to form simple sentences when asked something; they often used vague, rigid, or stammered language because they lacked vocabulary; and they usually used confused language when speaking. To encourage delays in children's speech, strategy treatment is carried out: 1) training children to speak correctly, slowly, and repeatedly; and 2) always pay attention to grammar when speaking.
Persiapan dan Kendala Implementasi Pendidikan Inklusi di SD Negeri Cisalak 1: Analisis Tantangan dan Solusi Hening Windria; Asep Supena; Edwita Edwita; Dorotul Yatimah
Journal on Education Vol 7 No 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari 2
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.7839

Abstract

Inclusive education provides equal learning opportunities for all students, including children with special needs (ABK), in the same school environment. This study analyzes the preparation and challenges faced by SD Negeri Cisalak 1, Depok, as a model inclusive school, using a descriptive qualitative method with data collected through interviews with the principal. The results indicate that SD Negeri Cisalak 1 has taken strategic steps, such as conducting initial assessments to understand the needs of ABK, involving Special Education Support Teachers (GPK), providing facilities like the Learning Support Center (LSC), and implementing parenting programs to engage parents. However, challenges such as limited facilities, uneven teacher competence, social stigma, and resistance from some parents remain obstacles. These issues highlight the need for stronger collaboration between schools, parents, and the government to optimize the implementation of inclusive education.
Model Pembelajaran Dalam Menstimulasi Kemampuan Berkolaborasi Pada Anak Usia Dini Mahyumi Rantina; Endry Boeriswati; Asep Supena
Jurnal Pelita PAUD Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v8i1.3594

Abstract

Pembelajaran yang ideal yaitu pembelajaran yang mencapai tujuan pembelajaran secara efektif sehingga menstimulasi perkembangan potensi anak. salah satu yang dibutuhkan guru dalam pembelajaran berupa model pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan anak. Namun kenyataannya masih banyak guru-guru Taman Kanak-kanak yang belum mampu menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dalam proses pembelajaran dan masih menggunakan model pembelajaran klasikal yang bersifat indivual dalam setiap aktivitasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang model pembelajaran untuk menstimulasi kolaborasi anak usia dini yang digunakan di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa penerapan model pembelajaran yang dilakukan di satuan PAUD belum bervariasi, ditemukan hanya 1 partisipan yang telah menggunakan model pembelajaran bervariatif yaitu dengan menggunakan projectbased learning dan model pembelajaran STEAM, namun keterampilan kolaborasi hanya dilakukan pada kegiatan tertentu. Hal tersebut disebabkan karena keterbatasan kemampuan guru, waktu dan setting kelas. Oleh karena itu sangat dibutuhkan inovasi dalam merancang, menentukan dan mengimplentasikan model pembelajaran terutama dalam menstimulasi keterampilan kolaborasi anak.
Meningkatkan Regulasi Diri Anak Usia Dini melalui Montessori Silence Game Mei Naswinarsih; Nurbiana Dhieni; Asep Supena
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3480

Abstract

Regulasi diri merupakan keterampilan penting yang harus dikuasai anak usia dini karena dapat mempengaruhi performa belajar dan sosial. Dalam kerangka pikir Zimmerman, regulasi diri dipahami sebagai kemampuan individu untuk mengatur pikiran, perasaan, dan tindakan secara terencana melalui tahapan forethought, performance, dan self-reflection. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan regulasi diri anak usia dini melalui penerapan Montessori silennce game. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan total 15 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah anak usia 4–5 tahun di TK reguler Kota Tangerang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan indikator regulasi diri yang merujuk pada aspek pengendalian perilaku, perhatian, dan refleksi diri sesuai kerangka Zimmerman. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan regulasi diri anak pada setiap siklus setelah diterapkannya Montessori silence game. Anak menunjukkan peningkatan kemampuan menahan diri, mengikuti aturan, menjaga fokus selama aktivitas, serta merefleksikan perilaku secara sederhana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Montessori silence game efektif dalam mendukung pengembangan regulasi diri anak usia dini. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis Montessori dapat menjadi strategi pedagogis yang relevan untuk menumbuhkan keterampilan regulasi diri sejak usia dini.