Claim Missing Document
Check
Articles

Persiapan dan Kendala Implementasi Pendidikan Inklusi di SD Negeri Cisalak 1: Analisis Tantangan dan Solusi Hening Windria; Asep Supena; Edwita Edwita; Dorotul Yatimah
Journal on Education Vol 7 No 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari 2
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.7839

Abstract

Inclusive education provides equal learning opportunities for all students, including children with special needs (ABK), in the same school environment. This study analyzes the preparation and challenges faced by SD Negeri Cisalak 1, Depok, as a model inclusive school, using a descriptive qualitative method with data collected through interviews with the principal. The results indicate that SD Negeri Cisalak 1 has taken strategic steps, such as conducting initial assessments to understand the needs of ABK, involving Special Education Support Teachers (GPK), providing facilities like the Learning Support Center (LSC), and implementing parenting programs to engage parents. However, challenges such as limited facilities, uneven teacher competence, social stigma, and resistance from some parents remain obstacles. These issues highlight the need for stronger collaboration between schools, parents, and the government to optimize the implementation of inclusive education.
Model Pembelajaran Dalam Menstimulasi Kemampuan Berkolaborasi Pada Anak Usia Dini Mahyumi Rantina; Endry Boeriswati; Asep Supena
Jurnal Pelita PAUD Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v8i1.3594

Abstract

Pembelajaran yang ideal yaitu pembelajaran yang mencapai tujuan pembelajaran secara efektif sehingga menstimulasi perkembangan potensi anak. salah satu yang dibutuhkan guru dalam pembelajaran berupa model pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan anak. Namun kenyataannya masih banyak guru-guru Taman Kanak-kanak yang belum mampu menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dalam proses pembelajaran dan masih menggunakan model pembelajaran klasikal yang bersifat indivual dalam setiap aktivitasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang model pembelajaran untuk menstimulasi kolaborasi anak usia dini yang digunakan di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa penerapan model pembelajaran yang dilakukan di satuan PAUD belum bervariasi, ditemukan hanya 1 partisipan yang telah menggunakan model pembelajaran bervariatif yaitu dengan menggunakan projectbased learning dan model pembelajaran STEAM, namun keterampilan kolaborasi hanya dilakukan pada kegiatan tertentu. Hal tersebut disebabkan karena keterbatasan kemampuan guru, waktu dan setting kelas. Oleh karena itu sangat dibutuhkan inovasi dalam merancang, menentukan dan mengimplentasikan model pembelajaran terutama dalam menstimulasi keterampilan kolaborasi anak.
Meningkatkan Regulasi Diri Anak Usia Dini melalui Montessori Silence Game Mei Naswinarsih; Nurbiana Dhieni; Asep Supena
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3480

Abstract

Regulasi diri merupakan keterampilan penting yang harus dikuasai anak usia dini karena dapat mempengaruhi performa belajar dan sosial. Dalam kerangka pikir Zimmerman, regulasi diri dipahami sebagai kemampuan individu untuk mengatur pikiran, perasaan, dan tindakan secara terencana melalui tahapan forethought, performance, dan self-reflection. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan regulasi diri anak usia dini melalui penerapan Montessori silennce game. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan total 15 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah anak usia 4–5 tahun di TK reguler Kota Tangerang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan indikator regulasi diri yang merujuk pada aspek pengendalian perilaku, perhatian, dan refleksi diri sesuai kerangka Zimmerman. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan regulasi diri anak pada setiap siklus setelah diterapkannya Montessori silence game. Anak menunjukkan peningkatan kemampuan menahan diri, mengikuti aturan, menjaga fokus selama aktivitas, serta merefleksikan perilaku secara sederhana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Montessori silence game efektif dalam mendukung pengembangan regulasi diri anak usia dini. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis Montessori dapat menjadi strategi pedagogis yang relevan untuk menumbuhkan keterampilan regulasi diri sejak usia dini.
A Children's Music Therapy to Enhance the Self-Esteem of Children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) in Elementary School Abdul Sholeh; Asep Supena
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 8 No. 1 (2021): June 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i1.7459

Abstract

AbstractElementary school students with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) possessed   low self-eesteem that impacted on their academic failure. This study aims to describe the use of a children’s music therapy to enhance the self-esteem of ADHD students. Using a qualitative case study to garner the data from ADHD students, this study included pre-field stages, activities during the field, and post empirical stages. Data were analyzed using observations and interviews. The results of the research show that the children’s music therapy can be used as an alternative in developing the self-esteem of ADHD children in an elementary school. It can be seen from their  development of several aspects including ability (competence), meaning (significance), goodness (virtue), and strength (power). Therefore, elementary school teachers are advised to use the music therapy to enhance the self-esteem of ADHD children. As a medium of healing and to overcome anxiety, such therapy could allow students to gain self-acceptance, get acceptance by others, be able to complete tasks, be able to make decisions, be able to control themselves, and have better self-awareness.Keywords: a children's music therapy, self-esteem, attention deficit hyperactivity disorder.AbstrakSiswa sekolah dasar dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) memiliki harga diri yang rendah yang berdampak pada kegagalan akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan terapi musik anak untuk meningkatkan harga diri siswa ADHD. Menggunakan studi kasus kualitatif untuk mengumpulkan data dari siswa ADHD, penelitian ini meliputi tahap pra-lapangan, kegiatan selama lapangan, dan tahap pasca empiris. Teknik analisis data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi musik anak dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam mengembangkan harga diri anak ADHD di sekolah dasar. Hal ini dapat dilihat dari perkembangannya dari beberapa aspek antara lain kemampuan (competence), makna (significance), kebaikan (virtue), dan kekuatan (power). Oleh karena itu, guru sekolah dasar disarankan untuk menggunakan terapi musik untuk meningkatkan harga diri anak ADHD. Sebagai media penyembuhan dan mengatasi kecemasan, terapi tersebut dapat memungkinkan siswa untuk memperoleh penerimaan diri, mendapatkan penerimaan oleh orang lain, mampu menyelesaikan tugas, mampu mengambil keputusan, mampu mengendalikan diri, dan memiliki kesadaran diri yang lebih baik.Kata kunci: terapi musik anak, harga diri, attention deficit hyperactivity disorder.
The Behaviorally Based Intervention Approach to Improve Self-Efficacy of Students' with Attention Deficit Hyperactive Disorder in Elementary School Abdul Sholeh; Asep Supena; Ahmad Arifuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 8 No. 2 (2021): October 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i2.8606

Abstract

AbstractThis research is motivated by the low self-efficacy of elementary school students with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) that impact on their academic failure. This study aims to describe the behaviorally based intervention approach in improving the self-efficacy of ADHD students in elementary school. This case study involved five students of an elementary school in Cirebon city. The data were gathered via observations, interviews, and documentation and then analyzed using the descriptive qualitative technique.  The results showed that the use of a behavior-based intervention approach could enhance the students' self-efficacy in the aspects of academic achievement, adjustment, social relations, and self-assessment. Therefore, the behavior-based intervention approach can be used as an alternative in increasing the self-efficacy of students with ADHD.Keywords: behaviorally based intervention approach, self-efficacy, attention deficit hyperactivity disorder. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya efikasi diri siswa sekolah dasar dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yang berdampak pada kegagalan akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan intervensi berbasis perilaku dalam meningkatkan efikasi diri siswa ADHD di sekolah dasar. Studi kasus ini melibatkan 5 siswa sekolah dasar di kota Cirebon. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dan kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan intervensi berbasis perilaku dapat meningkatkan efikasi diri siswa, baik pada aspek prestasi akademik, aspek penyesuaian diri, aspek hubungan sosial, maupun aspek penilaian diri. Untuk itu, pendekatan intervensi berbasis perilaku dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan efikasi diri siswa ADHD.Kata kunci: pendekatan intervensi berbasis perilaku, efikasi diri, attention deficit hyperactivity disorder.
ENHANCING PRE-SERVICE SPECIAL EDUCATION TEACHERS’ PEDAGOGICAL COMPETENCE IN TEACHING READING COMPREHENSION TO HEARING-IMPAIRED ELEMENTARY STUDENTS THROUGH FOTONOVELA MEDIA Rohmah Ageng Mursita; Murni Winarsih; Totok Bintoro; Asep Supena; Septiyani Endang Yunitasari; Sri Rizqi Widasari
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 2 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/f40e8d48

Abstract

Reading comprehension is a fundamental literacy skill that is essential for deaf or hard-of-hearing students to access academic information and participate in social life. However, limited auditory input and language development challenges often create barriers to understanding written texts. This study aimed to enhance the pedagogical competence of pre-service special education teachers in teaching reading comprehension to hearing-impaired students through the use of fotonovela media. The study employed a quasi-experimental design using a pretest–posttest non-equivalent control group approach and was conducted at SLB Pangudi Luhur and SLB Santi Rama as authentic learning contexts. The participants were pre-service special education teachers divided into experimental and control groups. The intervention involved training and teaching practice using fotonovela media integrating visual supports, the Indonesian Sign System (SIBI), and principles of the Maternal Reflective Method (MMR). Pretest results indicated that the initial competence levels of both groups were relatively equivalent, while posttest results showed a significant improvement in the experimental group. The use of fotonovela media significantly improved the pedagogical competence of pre-service teachers, particularly in instructional planning, visual strategies, language and communication support, adaptive teaching practices, and student engagement. The improvement in teacher competence contributed to the development of students’ reading comprehension skills, including vocabulary understanding, identifying main ideas, sequencing events, recognizing story elements, answering questions, making simple inferences, and summarizing texts. These findings indicate that fotonovela media is an innovative and sustainable approach to strengthening teachers’ pedagogical competence while supporting literacy development among deaf students.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS OTAK QUANTUM LEARNING DENGAN STRUKTUR TANDUR PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS IV SD Novanita Arini; Asep Supena
Renjana Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat Sekolah Dasar masih dihadapkan pada berbagai permasalahan, antara lain rendahnya partisipasi peserta didik, kurangnya kepercayaan diri dalam berkomunikasi secara lisan, serta keterbatasan penguasaan kosakata. Permasalahan tersebut umumnya disebabkan oleh strategi pembelajaran yang cenderung berfokus pada kegiatan menghafal dan pengerjaan soal tertulis. Artikel ini bertujuan untuk menelaah implementasi Model Quantum Learning berbasis kerja otak dengan tahapan TANDUR dalam pembelajaran Bahasa Inggris bertema Daily Activities pada siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan siswa kelas IV sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi pengamatan selama proses pembelajaran, penilaian kemampuan berbicara, serta dokumentasi aktivitas belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi hasil belajar pada ranah kognitif, afektif, dan keterampilan berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Quantum Learning dengan struktur TANDUR mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih kondusif, interaktif, dan sesuai dengan mekanisme kerja otak. Peserta didik tampak lebih aktif, memiliki sikap yang lebih positif terhadap pembelajaran Bahasa Inggris, serta menunjukkan peningkatan keberanian dan kelancaran dalam berbicara. Temuan ini menegaskan bahwa model pembelajaran berbasis otak merupakan alternatif yang efektif dan relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar.