Articles
Keterampilan Sosial Pengrajin Tatah Sungging Cilik Kepuhsari
Octavian Dwi Tanto;
Hapidin Hapidin;
Asep Supena
Proceedings of The ICECRS Vol 2 No 1 (2019): Literacy based Character and Professionalism Enhancement for Educators in Facing
Publisher : International Consortium of Education and Culture Research Studies
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (694.014 KB)
|
DOI: 10.21070/picecrs.v2i1.2405
This study aims to describe the findings social skills about The little craftsman of tatah sungging in Kepuhsari, Wonogiri. Those things observed; 1) description founds mony forms social skills about The little craftsman of tatah sungging in Kepuhsari, 2) description founds on the process of the forms social skills about The little craftsman of tatah sungging in Kepuhsari, and 3) description of supporting factors for the form about social skills of The little craftsman of tatah sungging in Kepuhsari. The subjects of this study were early childhood in the Kepuhsari region who were skilled in making tatah sungging works. This research is a qualitative research with an ethnographic approach. The results of this study indicate that the involvement of the litte craftsman on making tatah sungging works reflects their social skills such as the ability to work together, empathize, and communicate that is formed through exemplary and encouragement to produce precise work. It was also found that there were supporting factors such as philosophical values and perceptions of the Kepuhsari community towards tatah sungging art which stimulated the formation of social skills of the litte craftsman on the region.
STRATEGI GURU DALAM PENGENALAN LITERASI AWAL DI MASA PANDEMI COVID-19
Nila Fitria Nila;
Fasli Jalal;
Asep Supena
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 7 No 2 (2022): JULI
Publisher : UNIB Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jip.7.2.145-153
Pengenalan literasi awal pada anak usia dini di masa pandemic COVID 19 menjadi sebuah tantangan bagi guru PAUD. Literasi awal merupakan keterampilan, sikap dan pengetahuan tentang membaca dan menulis, sebelum belajar membaca dan menulis yang sebenarnya atau konvensional. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi guru dalam menerapkan literasi awal pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode survey. Data dianalisis dan disajikan secara deskriptif kualitatif. Strategi yang dilakukan guru dalam pengenalan literasi awal dilakukan melalui project basic learning, menggunakan media pembelajaran dan diskusi dengan teman sebaya, membuat anak merasa nyaman dan senang dalam belajar, bermain, kegiatan praktek, kunjungan ke rumah, bebas memilih waktu, dan menggunakan benda yang ada di rumah sesuai dengan indikator dan aspek perkembangan anak. Pembelajaran literasi awal sebanyak 58,1% dilakukan dengan menggunakan moda luring dengan melakukan pertemuan tatap muka terbatas (PTMT). Pembelajaran literasi sebanyak 45,2% dilakukan dengan mengerjakan lembar kegiatan yang dibuat guru. Media yang digunakan sebanyak 29% melalui video pembelajran dan bercerita di depan kelas. Lama waktu belajar selama PTMT sebanyak 61.3% dilakukan selama 1 jam. Selama pandemic covid19, guru kesulitan dalam mengajarkan literasi awal kepada anak TK sehingga guru mampu mengembangkan beragam strategi pembelajaran dengan mengikuti pelatihan dan seminar untuk meningkatkan keterampilan mengajar literasi awal. Salah satu strategi yang dilakukan yaitu menggunakan media yang menarik dari bahan yang mudah ditemukan oleh anak dari lingkungan sekitarnya
Penerapan Model Bengkel Sastra dalam Membentuk Emosi Positif pada Pembelajaran Menulis Puisi Siswa Sekolah Dasar
Liza Murniviyanti;
Nora Surmilasari;
Asep Supena;
Yufiarti Yufiarti
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2772
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari penerapan model bengkel sastra dalam membentuk emosi positif pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Penanggoan Duren. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yaitu tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model bengkel sastra memiliki dampak pada penumbuhan emosi positif siswa. Dalam tahap perencanaan yang perlu dilakukan guru dalam penerapan model bengkel sastra untuk membentuk emosi positif siswa pada pembelajaran menulis puisi kelas IV di sekolah dasar adalah dengan menyiapkan bahan pelajaran seperti buku paket, media untuk penulisan puisi, RPP, serta alat dan bahan-bahan yang diperlukan dalam latihan dan pemecahan masalah menulis puisi. Penerapan pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan permasalahan kepada siswa yaitu siswa melengkapi puisi yang kurang lengkap, menyelesaikan tugas yang diberikan, menyusun baris-baris puisi. Menulis puisi dapat meningkatkan kerja otak. Otak dapat bekerja sesuai dengan fungsinya salah satunya dapat dilatih dengan kegiatan menulis.
The Role of Parents in Training Deaf Children
Rossi Iskandar;
Asep Supena
Indonesian Journal of Disability Studies Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : The Center for Disability Studies and Services Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (185.038 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.ijds.2021.008.02.03
The purpose of this study is to find out how parents play in training the speech of deaf children. The research method used is qualitative with library research, namely a series of studies related to library data collection methods, or research objects whose research objects are excavated through various library information (books, encyclopedias, scientific journals, newspapers, magazines, and documents). The results showed that parents have tried to train their children by getting used to talking continuously during learning from home using props and motivating the child to learn. Parents and teachers work together and consult on how to practice speech. The development of sound and rhythm perception communication is a program that is carried out to train the ability of deaf children. But at the time of the covid-19 pandemic parents became special companions as well as teachers while at home to train their children to speak the language daily in addition to being helped through listening aids guided by their teachers.
TREND RISET NEUROPEDAGOGI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN
Neneng Maryam Jamaliah Nurul Janah;
Asep Supena
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 13, No 1: January 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v13i1.22858
This article aims to review the development of neuropedagogy research and its implementation in education. The method of writing this article is to use literature study (literature review). In this study twenty articles were chosen between the years 2016-2019 taken from google scholars' sources on the topic of neuropedagogy in education. Research on neuropedagogy has experienced significant developments, various scientific fields have sought to integrate neuropedagogy as an approach, technique and learning method to optimize student performance in learning. Various levels of education starting at the level of early childhood education until students have become the target of a neuropedagogical approach, but research on the implementation of neuropedagogy at the elementary school level has not been much researched. This is what underlies the authors to conduct a review of neuropedagogical research trends, so that it becomes a recommendation for further follow-up research, especially in the field of basic education.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSI DI SEKOLAH DASAR
Alberth Supriyanto Manurung;
Yufiarti Yufiarti;
Asep Supena
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 12, No 4 (2022): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/esjpgsd.v12i4.40456
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pendidikan inklusi di sekolah tersebut. Subjek penelitian ini adalah semua siswa ABK dari kelas I sampai kelas VI yang berjumlah 30 orang yang terdiri 18 anak terlambat menulis dan sisanya siswa yang hiperaktif dan cacat bawaan, penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskriftif. Dari hasil penelitian, maka nilai-nilai Pendidikan inklusi sudah terlaksana dengan baik. Tidak ada diskriminasi bagi siswa Anak berkebutuhan khusus (ABK) dan anak normal yang belajar dan menuntut ilmu pada sekolah ini. Pendidikan inklusi pun juga sudah dilaksanakan dengan sebaik mungkin.
Implementasi Pendidikan Inklusi Di SDN K1 Kabupaten Karawang
Jayadi Jayadi;
Asep Supena
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 9, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/aksara.9.1.725-736.2023
The concept of inclusive education appears intended to provide a solution to discriminatory treatment in education services, especially for children with disabilities or children with special needs. Not many schools understand how to implement it by involving several communities in order to achieve adequate inclusive education. The purpose of this research is to provide a description of the implementation and problems in inclusive education programs. This research is a qualitative descriptive study using data collection in the form of interviews, observation and documentation. The results of this study are that the implementation model for the implementation of the inclusive education program is going well by making learning tools, implementing inclusion and also evaluating it. While the problem that arises is the lack of understanding from the community and parents about inclusive education so that its implementation needs to be optimized. Human resources owned by schools are still lacking so that they are not optimal in carrying out inclusive education activities and providing services to children with special needs.
Analisis Kemampuan Kognitif dan Perilaku Sosial pada Anak ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder)
Fitriyani Fitriyani;
Anna Maria Oktaviani;
Asep Supena
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4331
Salah satu gangguan di dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu Attention-deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Anak dengan gangguan ADHD menunjukan sikap dan perilaku sosial yang kurang memadai dan disertai dengan gangguan sosial serta masalah di dalam hubungan timbal balik dengan lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji kemampuan kognitif akademik dan perilaku interaksi social anak A yang mengalami gangguan ADHD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku social dan kemampuan kognitif akademik pada anak yang mengalami Attention-deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan akademik yang dialami siswa A baik dan mampu menerima pembelajaran dikelas, (2) interaksi social kurang bisa bersosialisasi dengan lingkungan disekitarnya. Permasalahan yang ada lebih pada ke perilaku yang dialami oleh anak A, yang mengalami kesulitan untuk bersosialisasi dengan rekan-rekan yang ada di sekolah. Untuk itu diharapkan adanya Kerjasama yang baik orang tua dan guru sebagai pendidik di sekolah, agar mampu membimbing dan juga mengarahkan anak dengan gangguan ADHD mampu untuk meningkatkan kemampuan kognitif nya melalui prestasi akademik dan juga mampu mengontrol perilaku sosialnya.
Identifikasi dan Penanganan Emotional-Social Disorder (ESD) Anak di Sekolah Dasar
Perawati Bte Abustang;
Hana Triana;
Asep Supena
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4339
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi anak dengan hambatan emosional sosial disorder serta penanganan anak disekolah dasar. Jenis penelitian pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subyek penelitian ini adalah dua orang anak dari kelas 3 dan kelas 5 yang mengalami hambatan emosinal sosial disorder Lokasi penelitian di SDIT Amalia Pakansari Kec. Cibinong Kab. Bogor dan SD Sekolah Citra Ciganjur Kec. Jagakarsa Kota Jakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, mengumpulkan data dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian 1) guru di sekolah dasar perlu menguasai dan memahami teknik untuk mengindentifikasi anak dengan hambatan emosional sosial disorder serta langkah-langkah dalam mengindentifikasi; 2) Identifikasi sangat penting bagi guru untuk membedakan anak dengan hambatan emosional sosial disorder dengan anak nakal, bermasalah tingkah laku, serta karakteristik anak khususnya pada komunitas di sekolah dasar; 3) Mengetahui keberadaan anak dengan emosional sosial disorder di sekolah dasar sangat penting untuk memberikan pendidikan khusus sesuai karakter mereka; 4) Proses identifikasi merupakan usaha penanganan untuk mengetahui apakah anak mengalami hambatan dalam tumbuh kembangannya dibandingkan dengan anak sebayanya.
Analisis Kemampuan Kognitif dan Perilaku Sosial pada Anak ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder)
Fitriyani Fitriyani;
Anna Maria Oktaviani;
Asep Supena
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4331
Salah satu gangguan di dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu Attention-deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Anak dengan gangguan ADHD menunjukan sikap dan perilaku sosial yang kurang memadai dan disertai dengan gangguan sosial serta masalah di dalam hubungan timbal balik dengan lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji kemampuan kognitif akademik dan perilaku interaksi social anak A yang mengalami gangguan ADHD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku social dan kemampuan kognitif akademik pada anak yang mengalami Attention-deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan akademik yang dialami siswa A baik dan mampu menerima pembelajaran dikelas, (2) interaksi social kurang bisa bersosialisasi dengan lingkungan disekitarnya. Permasalahan yang ada lebih pada ke perilaku yang dialami oleh anak A, yang mengalami kesulitan untuk bersosialisasi dengan rekan-rekan yang ada di sekolah. Untuk itu diharapkan adanya Kerjasama yang baik orang tua dan guru sebagai pendidik di sekolah, agar mampu membimbing dan juga mengarahkan anak dengan gangguan ADHD mampu untuk meningkatkan kemampuan kognitif nya melalui prestasi akademik dan juga mampu mengontrol perilaku sosialnya.