Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES TERHADAP KESADARAN METAKOGNISI DAN HASIL BELAJAR IPA BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMPN 11 MATARAM Siti Syifa’un Nufus; Jamaluddin Jamaluddin; Imam Bachtiar
Jurnal Pijar Mipa Vol. 12 No. 1 (2017): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.645 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v12i1.338

Abstract

Abstrak. Pembelajaran berbasis multiple intelligences merupakan pembelajaran yang dapat mengakomodasi tumbuh dan berkembangnya kecerdasan jamak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis multiple intelligences terhadap kesadaran metakognisi dan hasil belajar IPA Biologi siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasy experiment). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 11 Mataram tahun ajaran 2015/2016, dan penentuan sampel dilakukan dengan teknik non random sampling sehingga didapatkan kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIF sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pembelajaran berbasis multiple intelligences adalah lembar observasi keterlaksanaan RPP, kesadaran metakognisi diukur dengan rubrik MAI (Metacognitive Awareness Inventory) dan penilaian hasil belajar IPA Biologi menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis multiple intelligences memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap kesadaran metakognisi dan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 11 Mataram dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Kata-kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences, Kesadaran Metakognisi, Hasil Belajar IPA Biologi Abstract. Multiple-Intelligences-Based (MIB) instruction is an instruction applied to encourage students’ growth and development of multiple intelligence. This study aims to investigate the effect of MIB instruction theory on metacognition awareness and learning outcome in Biology instruction of students. A quasi experimental design was used. Non random sampling was applied based on the research population that covered the student of SMPN 11 Mataram, which resulted VIIIA as the experimental class and VIIIF as the controlled class. In order to determine the effect of MI-based instruction compared with traditional instruction, observation sheets were utilized to assess lesson plan accomplishment. In order to assess the metacognition awareness of the learners in Biology subject, the Metacognitive Awareness Inventory (MAI) was employed and to assess the Biology learning outcome that consisted of multiple-choice test. A t-test for independent sample was used to compare experimental and control groups post-test results. The results of the study indicated that MIB instruction had a significant effect on metacognition awareness and Biology learning outcome of VIII grade students of SMPN 11 Mataram compared with conventional instruction.Keywords: Multiple-Intelligences-Based instruction, metacognition awareness, Biology learning outcome.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) BERBANTUAN MULTIMEDIA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 2 MATARAM DITINJAU DARI KEMAMPUAN AKADEMIK Susilawati Susilawati; Jamaluddin Jamaluddin; Imam Bachtiar
Jurnal Pijar Mipa Vol. 12 No. 2 (2017): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.6 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v12i2.343

Abstract

Abstrak. Pembelajaran berbasis masalah berbantuan multimedia merupakan model pembelajaran dan media pembelajaran yang dirancang secara terintegrasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui  pengaruh model pembelajaran berbasis masalah (PBM) berbantuan multimedia terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dan kemampuan akademik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasy experiment) dengan desain penelitain non Equivalent pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Mataram Tahun Pelajaran 2017/2018, dan penentuan sampel dilakukan dengan  Haphazard Sampling, sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII sebanyak 4 (empat) kelas. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis adalah lembar observasi keterlaksanaan RPP dan tes uraian. Data  dianalisis menggunakan uji Anova dua jalur (Two Way Anava). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model pembelajaran berbasis masalah berbantuan multimedia secara signifikan berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik; (2) Kemampuan akademik berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik; (3) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran berbasis masalah berbantuan multimedia dengan kemampuan akademik terhadap kemampuan berpikir kritis. Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), Multimedia, Kemampuan Berpikir Kritis
Pengembangan Instrumen Keterampilan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran IPA di SMP Jamaluddin Jamaluddin; A. Wahab Jufri; Muhlis Muhlis; Imam Bachtiar
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.586 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v15i1.1296

Abstract

Abstrak: Pengembangan Instrumen Keterampilan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran IPA di  SMP. Berpikir kritis adalah salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang perlu dilatih untuk peserta didik sehingga mereka memiliki kompetensi yang cukup dalam menghadapi masalah kehidupan yang semakin kompleks di era informasi dan globalisasi sekarang dan di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen keterampilan berpikir kritis yang dapat digunakan oleh pendidik untuk mengukur dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui pembelajaran IPA SMP. Instrumen keterampilan berpikir kritis ini dikembangkan dengan mengacu pada model pengembangan Borg & Gall. Instrumen ini telah divalidasi oleh seorang ahli pembelajaran dari FKIP Unram, dan pendidik di sekolah menengah. Pengembangan produk dalam bentuk instrumen tes keterampilan berpikir kritis melalui pembelajaran IPA  Sekolah Menengah Pertama dengan karakteristik: 1) pertanyaan pilihan ganda dengan satu jawaban yang benar dari empat pilihan jawaban alternatif; 2) jumlah item adalah 30 item; 3) Tingkat kesulitan pada level sedang; 4) validitas pertanyaan adalah 0,74 (tinggi) pada p = 0,05; dan 5) releiabelitas soal adalah 0,85 (sangat reliabel).Kata Kunci: Instrumen, Berpikir kritis, & Pembelajaran IPA.
Kajian Pelaksanaan Praktikum Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah Menengah Pertama Di Kota Mataram Aliefman Hakim; A Wahab Jufri; Kosim Kosim; Imam Bachtiar; Syamsul Bahri
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 2 (2020): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.637 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v15i2.1458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan terhadap aktivitas praktikum IPA di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Mataram diantaranya adalah identifikasi tingkat motivasi guru-guru IPA SMP Negeri di Kota Mataram dalam melakukan kegiatan praktikum IPA, data pelaksanaan praktikum yang telah berlangsung dengan mengobservasi kendala yang ada termasuk kondisi sarana prasarana penunjang praktikum IPA di SMP di Kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan metode fishbone diagram (diagram tulang ikan). Pengumpulan data pada survey dijaring menggunakan angket/kuisioner dan wawancara. Jenis kuisioner pada penelitian ini adalah kuisioer tertutup dengan rating scale. populasi penelitian ini berjumlah 24 sekolah negeri. Penentuan sampel dilakukan secara random sehingga diperoleh sampel guru IPA sebanyak 15 sampel. Sampel diberikan tiga jenis angket yaitu angket motivasi praktikum, angket pelaksanaan praktikum, dan angket sarana prasarana penunjang praktikum. Motivasi guru IPA dalam melakukan kegitan praktikum termasuk kategori sedang dengan rata-rata sebesar 64 yang terbagi dalam 13.3% motivasi tinggi dan 86.7% motivasi sedang. Pelaksanaan praktikum IPA tergolong baik yaitu sebesar 80.3%. Adapun ketersediaan saran prasarana penunjang praktikum tergolong sangat baik yaitu sebesar 94.2% tersedia. Akan tetapi, berdasarkan hasil hasil uji regresi linear dengan nilai signifikansi 0.355 lebih besar dari 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi praktium, pelaksanaan praktikum, dan ketersediaan sarana prasarana tidak saling berhubungan.
INDUKSI KALUS TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum morifolium) DENGAN PEMBERIAN BENZIL AMINO PURIN (BAP) DAN DICHLOROFENOKSI ACETIL ACID (2,4 D) Maspan Hariyati; Imam Bachtiar; Prapti Sedijani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 2 No. 1 (2016): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v2i1.37

Abstract

Production of chrysant flowers (Chrysanthemum morifolium) is halted due to seedling supplay, that it is necessary to produce seedling on tissue culture. This study aims to determine the effect of BAP and 2.4 D for callus formation of chrysanthemum. The research using completely randomized design (CRD). The treatment was consistsed of two factors. BAP (0,0 mg/l, 1,0 mg/l, 1.5 mg/l and 2,0 mg/l) and concentration of 2,4 D (0,0 mg/l, 2,0 mg/l, 3,0 mg/l, 4,0 mg/l). Dependent variables measured were days of callus occurrence, callus colour and texture of callus. Result showed that growth regulators BAP and 2.4 D influenced the timing of the callus formation. Most rapid callus formation appeared at concentration of 2,0 mg/ l 2,4 D and longest callus formation appeared at concentrations of 0,0 mg/l 2,4 D. Callus did not appear on treatment of 0,0 mg/l BAP. The combination of BAP and 2.4 D did not influence on colour and texture of callus. Highest callus score was obtained in the treatment combination of D0B1, D0B0,5 and D0B2. The lowest callus score obtained in the treatment D4B0.Keyword: BAP, 2,4 D, Chrysanthemum morifolium, explants, Callus.
STRUKTUR KOMUNITAS KARANG KERAS (SCLERACTINIA) DI ZONA INTERTIDAL PANTAI MANDALIKA LOMBOK TENGAH Siti Nurhaliza; Muhlis Muhlis; Imam Bachtiar; Didik Santoso
Jurnal Biologi Tropis Vol. 19 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v19i2.1390

Abstract

Abstrak: Zona intertidal merupakan daerah pantai yang terletak antara pasang tertinggi dan surut terendah. Salah satu ekosistem yang terdapat di kawasan intertidal adalah ekosistem terumbu karang. Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan bagi berbagai biota laut sehingga keberadaannya sangat penting, baik dari segi ekologis maupun ekonomis. Pantai Mandalika memiliki ekosistem terumbu karang dengan zona intertidal yang cukup luas. Pesatnya perkembangan wisata di Pantai Mandalika secara tidak langsung akan mempengaruhi kehidupan terumbu karang. Penelitian ini dilakukan untuk menyediakan data dan informasi terkini mengenai kondisi keanekaragaman karang keras di zona intertidal Pantai Mandalika yang mencakup komposisi spesies, famili dan bentuk pertumbuhan, serta indeks ekologi (indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi spesies). Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni 2019 selama periode surut terendah di kawasan intertidal. Metode yang digunakan yaitu metode Underwater Photo Transect (UPT). Hasil penelitian ini menemukan 30 spesies karang keras yang termasuk dalam 8 famili di zona intertidal Pantai Mandalika. Favites paraflexuosa adalah spesies yang paling banyak ditemukan di daerah tersebut dengan persentase 22%. Famili Faviidae (79%) memiliki persentase terbesar di semua transek. Ada 5 jenis bentuk pertumbuhan karang keras di daerah yang 87% di antaranya adalah bentuk karang masif. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener adalah 2,5 dengan indeks keseragaman 0,8, dan indeks dominansi 0,1.Kata kunci: komunitas, terumbu karang, zona intertidal, keanekaragaman, Pantai Mandalika.Abstract: The intertidal zone is a coastal area located between the highest and lowest tides. One of the ecosystems in the intertidal area is the coral reef ecosystem. The coral reef is one of the marine ecosystems which is a source of life for various marine biota so that its existence is very important, both in ecological and economic terms. Mandalika Beach has a coral reef ecosystem with a fairly extensive intertidal zone. The rapid development of tourism in Mandalika Beach will indirectly affect the life of coral reefs. This research to provide data for the existing condition of hard corals diversity in the area for better understanding of future research. This research covers the species, family and life form composition, and ecologycal indices (diversity, species equitability, and dominance indices). The research was conducted on June 2019 during the lowest tide period and carried out with a Underwater Photo Transect (UPT) method. The results revealed that Mandalika’s Intertidal Zone had 30 species of hard corals that belongs to 8 families. Favites paraflexuosa was the most abundant coral in the area with 22% of community composition. The Faviidae family (79%) had the largest percentage in all transects. There were 5 type life forms of hard corals in the area which 92% of them were coral massive type. The Shannon-Wiener diversity index score was 2.5 with equitability index 0.8, and dominance index is 0.1. Keywords: community coral reef, intertidal zone, diversity, Mandalika Beach.
The Community of Chlorophyta as Bioindicator of Water Pollution in Pandanduri Dam District of Terara East Lombok Zikriah Zikriah; Imam Bachtiar; Lalu Japa
Jurnal Biologi Tropis Vol. 20 No. 3 (2020): September - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v20i3.2344

Abstract

The Pandanduri Dam has a function as a support for agricultural irrigation water and also supports community activities so that it will affect the quality of its waters. The quality of the water needs to be analyzed because it can affect the aquatic ecosystem. This study aims to determine the level of water pollution in the Pandanduri Dam based on the phytoplankton community from the Chlorophyta Division. This type of research is descriptive exploratory. Sampling was carried out at 5 stations that were haphazardly selected with ecological representativeness consideration. Phytoplankton data were analyzed using the abundance formula, Shannon-Wiener diversity index, PIELOU uniformity index, and Simpson dominance index. The phytoplankton from the Chlorophyta Division found in the Pandanduri Dam were 14 species that are Pediastrum duplex var. Gracillimum, Gonium sp. 1, Gonium sp. 2, Coelastrum reticulatum, Scenedesmus acuminatus, Cosmarium sp., Chlamydomonas nasuta, Chlamydomonas sp., Selenastrum capricornutum, Monoraphidium dybowskii, Monoraphidium contortum, Monoraphidium irregular, Westella botryoides, and Kirchneriella lunaris consisting of 4 orders (Sphaeropleales, Chlorococcales, Chlamydomonadales and Desmidiales) and 10 genera (Pediastrum, Coelastrum, Scenedesmus, Gonium, Cosmarium, Chlamydomonas, Selenastrum, Monoraphidium, Westella, and Kirchneriella). The species diversity index of 2.21 is classified as moderate diversity, the species uniformity index is 0.83 which indicates even species growth, and the species dominance index indicates that no species dominates with a value of 0.12. The level of water pollution in the Pandanduri Dam was found in the moderate pollution category (oligotrophic).
Pembelajaran Biologi Cacing Nyale Melalui Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Fenysia Alfiana; Imam Bachtiar; Baiq Sri Handayani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.579

Abstract

Kemampuan berpikir kritis menjadi tuntutan pembelajaran Abad 21. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik terhadap kemampuan berpikir kritis tentang materi biologi cacing nyale pada siswa kelas X di sebuah SMA Negeri di Kota Mataram. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain quasi eksperimen jenis nonequivalent control group design. Kelas eksperimen diberikan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik model pembelajaran berbasis masalah (PBM), sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional (ceramah-diskusi). Kemampuan berpikir kritis siswa diukur dengan nilai N-gain yang di uji dengan anova dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan saintifik model PBM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Dilihat dari perbedaan jenis kelamin, pendekatan saintifik model PBM ternyata berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa perempuan tetapi tidak berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis siswa laki-laki. Perbedaan perubahan kemampuan berpikir kritis antara siswa perempuan dan laki-laki diduga terjadi karena gaya belajar dan tingkat kecerdasan yang berbeda.
Perangkat Pembelajaran IPA Model 5E : Kajian Kritis Hasil Workshop Guru-Guru Anggota MGMP IPA Kota Mataram Dwi Soelistya Dyah Jekti; Imam Bachtiar; Prapti Sedijani; Lalu Zulkifli; Dadi Setiadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.233 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.205

Abstract

Abstrak: Kurikulum Mata Pelajaran IPA SMP tahun 2017 di Kota Mataram  menuntut para guru IPA untuk bisa meningkatkan keterampilan dalam mengembangkan perencanaan  dan mengimplementasikannya secara baik. Salah satunya adalah guru IPA SMP bisa mengembangkan perangkat pembelajaran. Untuk dapat mengembangkan perangkat pembelajaran IPA sesuai dengan standar,  para guru IPA harus memiliki keterampilan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran, Para guru masih terpaku dengan meodel yang disarankan kemnetrian terkait, sementara  banyak model pembelajaran berbasisi siswa aktif salah satunya model 5E (Engage, Explore, Explain, Extend dan Evaluate).  Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan untuk mengmbangkan keterampilan  bapak/ibu guru IPA anggota MGMP IPA dalam perangkat pembelajaran model 5E. Desain yang digunakan adalah post tes no control group design. Populasi adalah semua guru IPA anggota MGMP Kota Mataram, sampel yang digunakan sebanyak 40 guru. Pengumpulan data dilakukan dengan mengevaluasi produk berupa perangkat pembelajaran hasil kegiatan workshop. Data dianalisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukan bahwa perangkat pembelajaran yang disusun oleh guru peserta (90%) sudah baik dalam merencanakan langkah-langkah 5E. Tetapi dalam kaitannya dengan tagihan dan pengetahuan sebagian besar perangkat pembelajaran kurang mencakup keluasan dan kedalaman materi yang ditagih oleh kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan. Dengan demikian walaupun langkah-langkah pembelajaran berbasis siswa aktif dan memenuhi tagihan kurikulum tetapi tingkat asesmen belum memenuhi tagihan. Berdasarkan hasil penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa  90% bapak ibu guru IPA dapat menyusun perangkat pembelajaran cukup baik khususnya terkait sintaks  5E. Kata Kunci : pembelajaran IPA, model 5E, kajian kritis
Peningkatan Kompetensi Guru IPA Kota Mataram dalam Memfasilitasi Penguasaan Keterampilan Abad Ke 21 Siswa SMP A Wahab Jufri; Agus Ramdani; Gunawan Gunawan; Imam Bachtiar; Wildan Wildan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.44 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.207

Abstract

Abstrak: Kebanyakan guru IPA di jenjang SMP belum mampu mengintegrasikan unsur-unsur keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran IPA di kelas. Pengalaman dalam berinteraksi dengan guru IPA dan mahasiswa calon guru IPA di pulau Lombok, mengindikasikan bahwa mereka belum memiliki kemampuan yang optimal dalam merancang perangkat pembelajaran maupun instrumen penilaian yang berorientasi pada perkembangan keterampilan abad ke-21 yang seharusnya dikuasai oleh  peserta didik tingkat SMP.  Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dilakukan upaya untuk mem­berdayakan kemampuan guru dalam mengasses hasil belajar IPA siswa terutama yang terkait dengan penguasaan unsur-unsur keterampilan abad ke-21 terutama keterampilan berpikir dan literasi sains. Pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: 1) memfasilitasi peningkatan kompetensi guru IPA dalam mengasses hasil belajar peserta didik, dan 2) melatih guru mengembangkan instrumen yang berorientasi pada keterampilan abad ke-21 secara terintegrasi dengan materi pelajaran IPA SMP.  Materi pengabdian pada masyarakat ini diharapkan memberi manfaat dalam membantu meningkatkan kompetensi guru dalam merancang instrumen pembelajaran IPA yang memuat unsur-unsur keterampilan abad ke-21 pada dirinya sendiri dan pada peserta didiknya. Permasalahan yang menjadi fokus pengabdian masyarakat ini adalah terbatasnya kemampuan guru IPA dalam merancang instrumen untuk mengasses penguasaan unsur-usur keterampilan abad ke-21 seperti literasi sains, berpikir kritis, dan kreativitas siswa. Strategi yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini antara lain ialah: (1) melaksanakan  penyuluhan kepada guru-guru IPA SMP di kota Mataram, (2) melaksanakan pelatihan terstruktur untuk merancang instrumen penilaian hasil belajar IPA yang berorientasi pada keterampilan abad ke-21. Luaran yang telah dihasilkan melalui pengabdian pada masyarakat ini adalah: 1) terlaksananya sosialisasi dan pengembangan pemahaman tentang keterampilan abad ke 21 dan instrumen penialainnya bagi para guru IPA SMP di kota Mataram, 2) terlaksananya pelatihan merancang instrumen hasil belajar IPA yang efektif untuk mengasses penguasaan keterampilan abad ke-21 siswa SMP, 3) tersusunnya artikel hasil pengabdian pada masyarakat yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Kata Kunci: instrumen, hasil belajar, keterampilan abad ke-21
Co-Authors A Wahab Jufri A Wahab Jufri A Wahab Jufri A. Wahab Jufri A. Wahab Jufri A. Wahab Jufri Adawiyah, Marosa Robi’atul Adinda Putriningtyas Agil Al Idrus Agus Abhi Purwoko Agus Budiyanto Agus Budiyanto Agus Ramdani Agus Ramdani Agus Ramdani Ahmad Raksun Ainiyawati, Yeni Al-Khulaifi, Fazza Firjatullah Aliefman Hakim Anak Agung Gede Sugianthara Ani Mariani Anwari, Kasulasil AR Syachruddin Ario Damar Ayudya Lestari Baiq Sri Handayani Budiawan Budiawan Dadi Setiadi Dewa Ayu Citra Rasmi Dewi Oktarini Dewi Oktarini Didik Santoso DIDIK SANTOSO Dwi Soelistya D J Dwi Soelistya Dyah Jekti Febriyani, Lisa Fenysia Alfiana Fitriati, Putri Devi G. Gunawan, G. Gde Cahyadi Wirajagat Gito Hadiprayitno Gunawan Gunawan Hendriani, Hendriani Hidayat, Sugih Akbar I Gde Mertha I Wayan Merta I Wayan Merta Ilhamdi, M. Liwa Ismonah - Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Karnan Karnan Khairuddin - Kosim . Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Laila Nurul Safitri Lalu Japa Lalu Japa Lalu Japa Lalu Japa Lalu Japa, Lalu Lalu Zulkifli Lianto Linda Lestari Lulu Febrianti Mariani, Ani Marwatun, Fatmi Maspan Hariyati Mawaddah, Usratul Muchlis Mugi Hartoyo Muhammad Abrar Muhammad Abrar Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Mukhlis Mukhlis Muliani, Lilik Muntari Muntari NEVIATY PUTRI ZAMANI Ni Luh Putu Pebri Artayani . Nuraisyah Pahrurrozi Prapti Sedijani Prapti Sedijani Ramadhani Sucilestari Restu, Adam Safariyanti Manisa Safitri, Arni Sakaroni, Rubiyatna Shingo Odani Siti Nurhaliza Siti Syifa’un Nufus Sopiyani, Nuzula Sri Aprilia Nur Larasati Suharsono . Sukarso, Aa Sukma, Izza Melati Susilawati Susilawati SUYANTRI, ENI Syachruddin AR Syachruddin AR Syamsul Bahri Syamsul Bahri Taufik Arianto Tri Ayu Lestari Wayan Merta Wildan Wildan Windy Prayoga Yumna Juita Haris Zikriah Zikriah