Claim Missing Document
Check
Articles

Validitas Modul Elektronik Berbasis Socio-Scientific Issues (SSI) Materi Zat Aditif dan Zat Adiktif Untuk Meningkatkan Kemampuan Argumentasi Ilmiah Dan Pemahaman Konsep IPA Ayudya Lestari; Agus Ramdani; Imam Bachtiar
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i1.2870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul elektronik materi zat aditif dan zat adiktif berbasis socio-scientific issues (SSI) yang layak digunakan pada mata pelajaran IPA untuk meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah dan pemahaman konsep IPA. Pengembangan modul elektronik mengadopsi model pengembangan ADDIE (Analyse, Design, Develop, Implementation, And Evaluation) yang dibatasi sampai tahap develop.Uji validitas melibatkan validator ahli materi dan media, validator ahli bahasa, dan validator praktisi. Modul elektronik dikembangkan menggunakan aplikasi Flip PDF Corporate Edition. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar angket validasi. Teknik analisis data menggunakan persamaan persentase. Data hasil analisis diinterpretasikan berdasarkan kriteria validasi. Hasil validasi modul elektronik memperoleh rata-rata persentase sebesar 87,14% pada aspek materi dan 86,00% pada aspek media dengan kriteria sangat layak. Aspek bahasa memperoleh rata-rata persentase sebesar 93,33% dengan kriteria sangat layak. Hasil validasi guru menunjukkan bahwa modul elektronik yang dikembangkan memperoleh rata-rata persentase sebesar 85,71% pada aspek materi dan 86,00% pada aspek media dengan kriteria sangat layak. Dengan demikian, modul elektronik materi zat aditif dan zat adiktif berbasis SSI sangat layak digunakan dalam pembelajaran IPA di kelas
PENYULUHAN TENTANG KEBERSIHAN DIRI UNTUK MENUNJANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SMPN 2 GUNUNGSARI Kusmiyati Kusmiyati; Muhlis Muhlis; Imam Bachtiar
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.851 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i1.992

Abstract

Kebersihan diri harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak. SMPN 2 Gunungsari Lombok Barat dipilih menjadi sasaran pengabdian ini karena sekolah merupakan institusi yang telah terorganisir dengan baik. Selain itu SMP 2 Gunungsari berlokasi di pinggiran kota dan siswanya berasal dari lingkungan sekolah tersebut, yang tentunya masih perlu dilakukan pembiasaan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi metode ceramah dan tanya jawab. Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan antusias peserta cukup tinggi, hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta terkait dengan materi yang disampaikan tim pelaksana pada saat diskusi. Kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat bagi remaja setingkat siswa SMP, sebagai informasi yang terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga mereka dapat langsung menerapkan materi pengabdian, baik di rumah maupun di sekolah tempat mereka belajar. Pengabdian ini perlu disampaikan pada siswa SMP yang lain agar kebersihan diri serta perilaku hidup bersih dan sehat dapat tercapai dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
PELATIHAN TENTANG TEKNIK PENELITIAN EKOLOGI PADA SISWA DAN GURU BIOLOGI MAN 2 KOTA MATARAM NUSA TENGGARA BARAT Syachruddin AR; Imam Bachtiar; Wayan Merta; Kusmiyati Kusmiyati
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2019): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.951 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i2.1219

Abstract

Problem ekosistem semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya eksploitasi oleh manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian tentang problem ekositem secara ilmiah perlu dilakukan dengan terencana dan sistimatis agar permasalahan yang terjadi pada ekosistem dapat diatasi. Informasi yang tepat terhadap kondisi ekosistem yang diperoleh melalui hasil penelitian yang bersifat ilmiah lebih akurat permasalahan lingkungan yang bersifat ekologis dapat diatasi secara cepat dan tepat. Tim pengabdian pada msyarakat dari Program Studi Pendidikan Biologi PMIPA FKIP Unram melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat. Kegiatan Pengabdian ditujukkan untuk siswa dan guru Biologi pada MAN 2 Mataram.  Guru dan siswa ini merupakan bagian dari generasi muda yang akan mengelola ekosistem pada masa mendatang. Oleh sebab itu, melalui kegiatan pengabdian ini akan dilakukan pelatihan tentang teknik melakukan penelitian tentang ekologi terhadap siswa dan guru biologi di MAN 2 Mataram. Pemahaman terhadap kerusakan ekosistem belum dilakukan secara optimal karena keterbatasan kemampuan yang dimiliki oleh generasi muda belum memadai dan kurangnya perhatian dari semua pihak terhadap kerusakan ekosistem. Melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan siswa dan guru Biologi pada MAN 2 dapat merencanakan dan melakukan penelitian ekologi dengan baik. Penerapan teknik penetian ekosistem yang benar akan membantu mengungkapkan permasalah yang terjadi dalam suatu ekosistem sehingga permasalahan itu dapat ditanggulangi secara cepat dan tepat.
PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN PLASTIK DI UPS (UNIT PENGOLAHAN SAMPAH) DI KELURAHAN AMPENAN SELATAN KOTA MATARAM PROVINSI NTB Syachruddin AR; Mukhlis Mukhlis; Imam Bachtiar
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2019): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.313 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i2.1221

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk yang terus meningkat seiring dengan peluang usaha yang semakin ketat dan modal usaha yang sulit di dapatkan menyebabkan pertambahan konsumsi energi pada semua sektor kehidupan seperti transportasi, listrik, dan industri yang meningkat. Permasalahan tersebut secara langsung akan meningkatkan jumlah sampah di kota baik sampah organik maupun sampah anorganik yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga (domestik) maupun pasar-pasar tradisional. Di pasar ACC maupun pasar Kebun Roek Ampenan banyak kita jumpai sampah organik dan daun-daun dari sisa sayur-mayur, buah-buahan, dan plastik.Sampah-sampah semacam itu merupakan sampah organik yang dibuang dan dibiarkan begitu saja di tempat pembuangan sampah tanpa ada pemisahan sehingga dijadikan sebagai tempat sampah yang tidak terurus dan menjadi sarang dari berbagai hewan dan menimbulkan bau yang tidak sedap, tentu akan mengganggu kenyamanan hidup bagi masyarakat disekitarnya. Permasalahantersebut dapat ditanggulangi dengan program pengelolaan dan pengolahan sampah organik untuk dijadikan bahan pupuk pupuk organik yang bermanfaat untuk pupuk untuk diolah menjadi berbagai macam kebutuhan lainnya. Progam pengelolaan dan pengolahan sampah untuk dijadikan pupuk kemudian dapat jual untuk meningkatkan pendapatan tambahan dari masyarakat.
PENINGKATAN PENGETAHUAN GURU IPA SMP/MTS TENTANG BIOLOGI CACING NYALE DI KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Imam Bachtiar; Lalu Japa; Didik Santoso; Syamsul Bahri; Syachruddin AR
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2019): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.745 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i4.1496

Abstract

Dalam tiga dasawarsa terakhir tradisi Bau Nyale telah menjadi atraksi pariwisata andalan di Kabupaten Lombok Tengah. Acara tradisional telah berkembang menjadi acara yang bertaraf nasional dan dihadiri oleh banyak wisatawan mancanegara. Pengajaran tentang cacing nyale di sekolah masih terbatas pada legenda dan budaya. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang aspek Biologi cacing nyale dikhawatirkan membawa dampak negatif terhadap kelestarian cacing nyale. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan guru IPA dan guru Biologi di SMP/MTs Kecamatan Pujut dan sekitarnya. Kegiatan pengabdiaan dihadiri oleh 20 guru dari SMP dan SMA di sekitar Kecamatan Pujut. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan metode tanya-jawab, ceramah, diskusi serta demonstrasi. Kegiatan ini berlangsung selama sehari penuh. Hasil evaluasi dengan kuesioner menunjukkan bahwa  peserta menyatakan mengalami peningkatan pengetahuan sebanyak 3,5 sampai 8 skala (dari 10 skala) pada 10 topik dari Biologi cacing nyale. Sebelum kegiatan pengabdian median pengetahuan peserta hanya pada skala 2 dan 3. Setelah kegiatan pengabdian, para peserta menyatakan pengetahuannya meningkat, sehingga median pengetahuan menjadi skala 8. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian sudah berjalan dengan sangat baik dan membawa dampak yang besar pada peningkatan pengetahuan guru tentang Biologi cacing nyale.
PELATIHAN PENULISAN PADA JURNAL INTERNASIONAL BAGI DOSEN DAN MAHASISWA MAGISTER PENDIDIKAN IPA UNRAM Gunawan Gunawan; A. Wahab Jufri; Prapti Sedijani; Gito Hadiprayitno; Imam Bachtiar
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2019): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.246 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i4.1526

Abstract

Publikasi ilmiah merupakan kewajiban peneliti atau ilmuwan untuk mengumumkan hasil, temuan, simpulan, serta implikasi dari hasil penelitian atau telaah pada publik secara luas, bukan sekedar penghuni rak-rak perpustakaan tanpa dibaca luas oleh publik. Kesulitan dosen maupun mahasiswa dalam publikasi ilmiah, khususnya pada jurnal internasional ditunjukkan dari rendahnya rasio jumlah publikasi dibandingkan jumlah dosen dan mahasiswa. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dosen dan mahasiswa dalam publikasi pada jurnal internasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu 1) Koordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk Kaprodi Magister Pendidikan IPA dan pimpinan Pascasarjana Universitas Mataram; 2) Pelatihan tentang penulisan pada jurnal internasional; 3) Pendampingan dalam penulisan dan pengiriman artikel secara online; 4) Focus group discussion pada beberapa masalah yang terjadi, solusi dan rencana tindak lanjutnya. Pada tahap ini juga dilakukan evaluasi kegiatan secara menyeluruh. Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan dapat membuat pertimbangan dalam memilih jurnal tujuan, membuat draft artikel sesuai panduan jurnal yang dituju, memanfaatkan tools dan program untuk mendukung rencana dan kemudahan penulisan dan terjemahan bahasa, membuat cover letter ke jurnal tujuan, serta mengirimkan artikel secara online.
PENINGKATAN PENGETAHUAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI TENTANG BIOLOGI CACING NYALE DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Imam Bachtiar; Lalu Japa; Syamsul Bahri
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2020): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.655 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v3i4.2295

Abstract

Tradisi bau nyale tidak hanya penting bagi masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah, tetapi juga sangat penting bagi masyarakat pesisir Kabupaten Lombok Timur, terutama di Kecamatan Jerowaru. Acara menangkap epitoki cacing laut di Pantai Kaliantan ini telah lama menjadi budaya tahunan, yang ingin ditingkatkan menjadi atraksi wisata budaya oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Keluarnya nyale adalah peristiwa biologis, tetapi pengajaran tentang nyale di sekolah hanya terbatas pada tradisi dan legenda saja. Guru-guru Biologi tidak mempunyai akses terhadap informasi ilmiah tentang Biologi cacing nyale. Tidak sedikit guru Biologi yang belum memahami tentang reproduksi cacing nyale. Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk menjawab kebutuhan guru akan informasi ilmiah tentang Biologi cacing nyale. Pengabdian pada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan secara daring dan pemberian bahan bacaan elektronik tentang Biologi cacing nyale. Peserta kegiatan penyuluhan adalah 32 guru Biologi dari 17 SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur. Sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan, para guru Biologi diberikan pre-test dan post-test untuk mengetahui perubahan yang terjadi. Bahan bacaan diberikan setelah guru menjawab pre-test, sebelum kegiatan penyuluhan. Hasil penilaian guru sendiri menunjukkan bahwa mereka mengalami peningkatan pengetahuan tentang cacing nyale sebanyak 4,33 hingga 5,17 skala pada semua sembilan topik yang dibahas. Perbandingan rata-rata pengetahuan guru pada pre-test dan post-test menunjukkan adanya kenaikan enam kali lipat (631%). Peningkatan pengetahuan yang sangat besar ini dapat dijelaskan dari perubahan pada ketersediaan sumber informasi tentang cacing nyale. Dengan menyediakan bahan bacaan tentang Biologi cacing nyale, para guru Biologi menjadi lebih faham tentang aspek Biologi dari cacing nyale, dan diharapkan mereka akan lebih bersemangat untuk mengajarkan Biologi cacing nyale kepada siswa SMA. Jika kegiatan ini dilaksanakan pada semua guru di seluruh Pulau Lombok, dari SD/MI hingga SMA/MA, maka dalam waktu 10 tahun, sebagian besar penduduk Pulau Lombok akan memahami pentingnya konservasi atau pengelolaan cacing nyale. 
Species Compotition of Foraminifera Benthos in The Intertidal Coastal Water Of Klui Beach North Lombok Laila Nurul Safitri; Imam Bachtiar; Lalu Japa; Muchlis
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 1 (2023): January - March
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i1.4858

Abstract

Foraminifera can be utilized as a sign of ecological changes, so it is vital in the administration of coral reefs. The purpose of this study was to determine: the species composition of benthos foraminifera, substrate cover of habitat and diversity index, uniformity index, and dominance index species of benthos foraminifera. The method used in this research was systematic sampling, where the sample was systematically taken by making three pairs of squares on each transect so that 18 points were obtained, or 2700 samples. The four identified species of foraminifera namely: Sphaerogypsina globulus, Schlumbergerella neotetraedra, Schlumbergerella floresiana, and Baculogypsina sphaerulata with a comparative abundance of 1611, 775, 275, and 39 respectively. The highest species composition (59.5%) was S. globulus, followed by S. neotetraedra at 28.5%, S. floresiana at 10.1%, and the lowest was B. sphaerulata at 1.5%. At Klui Beach, the species diversity index of foraminifera was 0.960; the evenness index was 0.003; and the species dominance index was 0.448. The most substrate cover was limestone, among the six types of substrate cover. Large algae and live coral substrates were the only substrate covers that showed a significant correlation with the abundance of S. floresiana.
Komunitas Echinodermata di kawasan intertidal Pantai Mandalika Pulau Lombok, Indonesia Imam Bachtiar; I Wayan Merta; Kusmiyati Kusmiyati; AR Syachruddin
Depik Vol 9, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.148 KB) | DOI: 10.13170/depik.9.2.13582

Abstract

Echinoderm community was studied at the Mandalika Beach which is the main habitat of nyale worms in the southern coast of Lombok Island, from July to September 2017. The aim of study was to describe community structure of Echinoderm fauna and population structure of predominant species. Data on species richness and its abundance were collected using transect-quadrate methods. Five transects were laid haphazardly seaward that may represent the whole reef flat with about 200 m length and 100 m wide.  On every 10 meter along the transect length a 5x1 m2 quadrate was made, that overall there were 44 quadrates. The results showed that only eight species of Echinoderms found in the quadrate samples, i.e. sea urchin Echinometra mathaei (Echinoidea), and brittle stars, Ophiocoma scolopendrina, O. echinata, O. erinaceus, Ophiomastix annulosa and Ophioderma sp. (Ophiuroidea). Two other Echinoidea were also found outside the quadrates, i.e. Echinothrix calamaris and Diadema setosum. Simpson diversity index (D) was 1,243, eveness index (E) was 4,023, Shanon-Winner diversity index (H) was 0,430 and equatibility index (J) was 0,267. Sea urchin E. mathaei was the most predominant population (89,38% of total composition) with average abundance 11,87±22,37 individual m2. Brittle star O. scolopendrina come the second predominant population (7,31%) with average abundance 0,86±2,43 individual m2. The other four brittle stars had very low proportion (2%) and low abundance ( 0,20  individual m2). Population stucture showed that these two populations mostly consisted of reproductive members. Ecological interactions of these two predominant Echinoderms should be studied in more detail on interactions among of the Echinoderms and nyale worms. Keywords: Ophiocoma, Echinometra, Nyale, Lombok Tengah, population structure ABSTRAKPenelitian komunitas Echinodermata dilakukan di Pantai Mandalika yang menjadi habitat utama cacing nyale, pada bulan Juli-September 2017. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur komunitas Echinodermata dan struktur populasi spesies yang dominan. Data kekayaan spesies dan kelimpahan diambil dengan metode transek kuadrat. Lima transek diletakkan tersebar ke arah laut pada pantai yang panjangnya sekitar 200 m dan lebar 100 m tersebut. Setiap titik 10 meter pada transek dibuat kuadrat ukuran 5 m2, dengan jumlah kuadrat sampel seluruhnya 44 kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Echinodermata mempunyai kekayaan spesies yang rendah di Pantai Mandalika. Organisme Echinodermata yang dijumpai hanya 8 (delapan) spesies, yaitu landak laut Echinometra mathaei (Echinoidea), serta lima jenis bintang mengular, Ophiocoma scolopendrina, O. echinata, O. erinaceus, Ophiomastix annulosa dan Ophioderma sp. (Ophiuroidea). Di luar kuadrat tercatat dua jenis landak laut lainnya, yaitu Echinothrix calamaris dan Diadema setosum, dengan kelimpahan yang sangat rendah. Indeks-indeks komunitas pada umumnya rendah. Indeks diversitas Simpson (D) 1,243, indeks keseragaman (E) 4,023, indeks keanekaragaman spesies Shanon-Winner (H) 0,430 dan indeks kesetaraan (J) 0,267. Landak laut E. mathaei sangat dominan (89,38%) dengan kelimpahan rata-rata 11,87±22,37 individu m-2 di dalam komposisi komunitas Echinodermata. Bintang mengular O. scolopendrina menempati urutan dominansi kedua (7,31%) dengan kelimpahan rata-rata 0,86±2,43 individu m-2, sedangkan empat bintang mengular lainnya mempunyai proporsi kurang dari 2% dan kelimpahan rata-rata kurang dari 0,20  individu m-2. Struktur populasi E. mathaei dan O. scolopendrina menunjukkan bahwa sebagian besar anggota populasi mempunyai ukuran reproduktif. Kehadiran hewan Echinodermata tersebut di habitat cacing nyale (Eunicidae, Polychaeta) menuntut penelitian lanjutan tentang peran ekologis dari masing-masing hewan Echinodermata dan interaksinya dengan cacing nyale.Kata kunci: Ophiocoma, Echinometra, Nyale, Lombok Tengah, Struktur populasi
Komunitas Echinodermata di kawasan intertidal Pantai Mandalika Pulau Lombok, Indonesia Imam Bachtiar; I Wayan Merta; Kusmiyati Kusmiyati; AR Syachruddin
Depik Vol 9, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.2.13582

Abstract

Echinoderm community was studied at the Mandalika Beach which is the main habitat of nyale worms in the southern coast of Lombok Island, from July to September 2017. The aim of study was to describe community structure of Echinoderm fauna and population structure of predominant species. Data on species richness and its abundance were collected using transect-quadrate methods. Five transects were laid haphazardly seaward that may represent the whole reef flat with about 200 m length and 100 m wide.  On every 10 meter along the transect length a 5x1 m2 quadrate was made, that overall there were 44 quadrates. The results showed that only eight species of Echinoderms found in the quadrate samples, i.e. sea urchin Echinometra mathaei (Echinoidea), and brittle stars, Ophiocoma scolopendrina, O. echinata, O. erinaceus, Ophiomastix annulosa and Ophioderma sp. (Ophiuroidea). Two other Echinoidea were also found outside the quadrates, i.e. Echinothrix calamaris and Diadema setosum. Simpson diversity index (D) was 1,243, eveness index (E) was 4,023, Shanon-Winner diversity index (H) was 0,430 and equatibility index (J) was 0,267. Sea urchin E. mathaei was the most predominant population (89,38% of total composition) with average abundance 11,87±22,37 individual m2. Brittle star O. scolopendrina come the second predominant population (7,31%) with average abundance 0,86±2,43 individual m2. The other four brittle stars had very low proportion (2%) and low abundance ( 0,20  individual m2). Population stucture showed that these two populations mostly consisted of reproductive members. Ecological interactions of these two predominant Echinoderms should be studied in more detail on interactions among of the Echinoderms and nyale worms. Keywords: Ophiocoma, Echinometra, Nyale, Lombok Tengah, population structure ABSTRAKPenelitian komunitas Echinodermata dilakukan di Pantai Mandalika yang menjadi habitat utama cacing nyale, pada bulan Juli-September 2017. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur komunitas Echinodermata dan struktur populasi spesies yang dominan. Data kekayaan spesies dan kelimpahan diambil dengan metode transek kuadrat. Lima transek diletakkan tersebar ke arah laut pada pantai yang panjangnya sekitar 200 m dan lebar 100 m tersebut. Setiap titik 10 meter pada transek dibuat kuadrat ukuran 5 m2, dengan jumlah kuadrat sampel seluruhnya 44 kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Echinodermata mempunyai kekayaan spesies yang rendah di Pantai Mandalika. Organisme Echinodermata yang dijumpai hanya 8 (delapan) spesies, yaitu landak laut Echinometra mathaei (Echinoidea), serta lima jenis bintang mengular, Ophiocoma scolopendrina, O. echinata, O. erinaceus, Ophiomastix annulosa dan Ophioderma sp. (Ophiuroidea). Di luar kuadrat tercatat dua jenis landak laut lainnya, yaitu Echinothrix calamaris dan Diadema setosum, dengan kelimpahan yang sangat rendah. Indeks-indeks komunitas pada umumnya rendah. Indeks diversitas Simpson (D) 1,243, indeks keseragaman (E) 4,023, indeks keanekaragaman spesies Shanon-Winner (H) 0,430 dan indeks kesetaraan (J) 0,267. Landak laut E. mathaei sangat dominan (89,38%) dengan kelimpahan rata-rata 11,87±22,37 individu m-2 di dalam komposisi komunitas Echinodermata. Bintang mengular O. scolopendrina menempati urutan dominansi kedua (7,31%) dengan kelimpahan rata-rata 0,86±2,43 individu m-2, sedangkan empat bintang mengular lainnya mempunyai proporsi kurang dari 2% dan kelimpahan rata-rata kurang dari 0,20  individu m-2. Struktur populasi E. mathaei dan O. scolopendrina menunjukkan bahwa sebagian besar anggota populasi mempunyai ukuran reproduktif. Kehadiran hewan Echinodermata tersebut di habitat cacing nyale (Eunicidae, Polychaeta) menuntut penelitian lanjutan tentang peran ekologis dari masing-masing hewan Echinodermata dan interaksinya dengan cacing nyale.Kata kunci: Ophiocoma, Echinometra, Nyale, Lombok Tengah, Struktur populasi
Co-Authors A Wahab Jufri A Wahab Jufri A Wahab Jufri A. Wahab Jufri A. Wahab Jufri A. Wahab Jufri Adawiyah, Marosa Robi’atul Adinda Putriningtyas Agil Al Idrus Agus Abhi Purwoko Agus Budiyanto Agus Budiyanto Agus Ramdani Agus Ramdani Agus Ramdani Ahmad Raksun Ainiyawati, Yeni Al-Khulaifi, Fazza Firjatullah Aliefman Hakim Anak Agung Gede Sugianthara Ani Mariani Anwari, Kasulasil AR Syachruddin Ario Damar Ayudya Lestari Baiq Sri Handayani Budiawan Budiawan Dadi Setiadi Dewa Ayu Citra Rasmi Dewi Oktarini Dewi Oktarini Didik Santoso DIDIK SANTOSO Dwi Soelistya D J Dwi Soelistya Dyah Jekti Fenysia Alfiana Fitriati, Putri Devi G. Gunawan, G. Gde Cahyadi Wirajagat Gito Hadiprayitno Gunawan Gunawan Hendriani, Hendriani Hidayat, Sugih Akbar I Gde Mertha I Wayan Merta I Wayan Merta Ilhamdi, M. Liwa Ismonah - Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Karnan Karnan Khairuddin - Kosim . Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Laila Nurul Safitri Lalu Japa Lalu Japa Lalu Japa Lalu Japa Lalu Japa, Lalu Lalu Zulkifli Lianto Linda Lestari Lulu Febrianti Mariani, Ani Marwatun, Fatmi Maspan Hariyati Mawaddah, Usratul Muchlis Mugi Hartoyo Muhammad Abrar Muhammad Abrar Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Mukhlis Mukhlis Muliani, Lilik Muntari Muntari NEVIATY PUTRI ZAMANI Ni Luh Putu Pebri Artayani . Nuraisyah Pahrurrozi Prapti Sedijani Prapti Sedijani Ramadhani Sucilestari Restu, Adam Safariyanti Manisa Safitri, Arni Sakaroni, Rubiyatna Shingo Odani Siti Nurhaliza Siti Syifa’un Nufus Sopiyani, Nuzula Sri Aprilia Nur Larasati Suharsono . Sukarso, Aa Sukma, Izza Melati Susilawati Susilawati SUYANTRI, ENI Syachruddin AR Syachruddin AR Syamsul Bahri Syamsul Bahri Taufik Arianto Tri Ayu Lestari Wayan Merta Wildan Wildan Windy Prayoga Yumna Juita Haris Zikriah Zikriah