Claim Missing Document
Check
Articles

Motivasi Berprestasi, Minat Berorganisasi, dan Indeks Prestasi Mahasiswa Bidikmisi di Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram Yumna Juita Haris; A. Wahab Jufri; Imam Bachtiar
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1575

Abstract

Beasiswa Bidikmisi adalah program yang memfasilitasi calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik yang baik namun kurang dalam bidang ekonomi untuk mengenyam pendidikan yang bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat motivasi berprestasi, minat berorganisasi, menganalisis perbedaan tingkat motivasi berprestasi, minat berorganisasi dan hubungan motivasi berprestasi dan minat berorganisasi dengan indeks prestasi mahasiswa. Subjek penelitian ini ialah mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi/ Kartu Indonesia Pintar Kuliah angkatan 2019, 2020 dan 2021 di Program Studi Pendidikan Biologi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa angket motivasi berprestasi dan minat berorganisasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 155 mahasiswa. Sampel yang dipilih pada penelitian ini adalah seluruh bagian dari populasi yang berjumlah 85 responden yang bersedia mengisi kuesioner penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi berprestasi mahasiswa secara keseluruhan tergolong dalam kategori tinggi (100%). Minat berorganisasi mahasiswa tergolong dalam kategori tinggi (99,89%). Tidak terdapat perbedaan motivasi berprestasi antar ketiga angkatan. Terdapat perbedaan minat berorganisasi antara angkatan 2020 dengan 2021, tidak terdapat perbedaan minat berorganisasi antara angkatan 2019 dengan 2020 dan angkatan 2019 dengan 2021. Ada korelasi positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dan minat berorganisasi dengan indeks prestasi. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan Ada hubungan positif antara motivasi berprestasi dan minat berorganisasi dengan indeks prestasi.
Population Structure of Turbo setosus and Strombus labiatus Collected By Rads in The Intertidal Area of Serinting Beach Special Economic Zone (SEZ) Mandalika Linda Lestari; Karnan; Imam Bachtiar
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 1 (2023): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i1.5920

Abstract

Harvesting gastropods and other intertidal biota during lowest tides called Madak, is a traditional activity of coastal community on the Lombok Island. The Madak tradition has the potential to be used as a biology learning resource in schools. Variations in the size of Gastropods can be used as a source of studying population ecology. The present study aimed to describe quantitatively Gastropoda populations harvested during the madak. This study was carried out by collecting snail Turbo setosus and Strombus labiatus shells harvested in the intertidal area of ​​Serinting Beach. Convenience sampling was applied to collect data from 5 people in 5 days. There were 120 individuals of T. setosus and 240 individuals of S. labiatus collected from 25 rads with varying shell sizes. The shell size of T. setosus ranges from 3.32 to 7.19 cm, which is then divided into 8 classes. The average size of the harvested shells was 5.08 cm with a standard deviation of 1.96 cm, which means that the distribution of the data obtained was less varied. The size of S. labiatus shells ranges from 2.40-4.78 cm which is then divided into 9 classes. The average size of harvested shells was 3.48cm with a standard deviation of 0.92 cm, which means that the distribution of the data obtained is less varied. The population structures of T. setosus and S. labiatus harvested were less diverse, so further research is needed to determine the population structure of T. setosus and S. labiatus found in nature.
Diversity of Gastropods and Bivalvia Caught By Pemadak in The Intertidal Zone of Serinting Beach, Special Economic Zone Mandalika Lulu Febrianti; Imam Bachtiar; Karnan
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 1 (2023): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i4b.5921

Abstract

The intertidal area is utilized by coastal communities to collect intertidal biota during low tides, which is called “madak. Madak culture is also practiced by the people of Sumbawa. One of the groups of animals taken during madak are Gastropods and Bivalves from the Phylum Mollusca. Gastropods and Bivalves have many benefits for coastal communities. One of the direct benefits of Gastropods and Bivalves for society is consumption. This research focuses on the diversity that leads to the taxonomy of Gastropods and Bivalves caught by fishmen in the intertidal zone of Serinting Beach.The present study aims to analyze the diversity of Gastropods and Bivalves harvested during madak, to develop identification keys for harvested Gastropods and Bivalves, and to identify the amount of exploitation of Gastropods and Bivalves in madak. This study used a descriptive method of quantitative approach by purchasing Gastropods and Bivalves harvested by 5 madak-women in 5 days convenience (convenience sampling) The results found 5 orders, 11 families, and 28 species from 715 individuals of Gastropoda, while 2 orders, 3 families, and 4 species from 69 individuals of Bivalvia. Madak Gastropods and bivalves were used to develop identification keys. It was estimated that the number of Gastropods exploited was 3.348,4 individuals and bivalves were 351,6 individuals 1 per month.
Komunitas Echinodermata di kawasan intertidal Pantai Mandalika Pulau Lombok, Indonesia Imam Bachtiar; I Wayan Merta; Kusmiyati Kusmiyati; AR Syachruddin
Depik Vol 9, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.2.13582

Abstract

Echinoderm community was studied at the Mandalika Beach which is the main habitat of nyale worms in the southern coast of Lombok Island, from July to September 2017. The aim of study was to describe community structure of Echinoderm fauna and population structure of predominant species. Data on species richness and its abundance were collected using transect-quadrate methods. Five transects were laid haphazardly seaward that may represent the whole reef flat with about 200 m length and 100 m wide.  On every 10 meter along the transect length a 5x1 m2 quadrate was made, that overall there were 44 quadrates. The results showed that only eight species of Echinoderms found in the quadrate samples, i.e. sea urchin Echinometra mathaei (Echinoidea), and brittle stars, Ophiocoma scolopendrina, O. echinata, O. erinaceus, Ophiomastix annulosa and Ophioderma sp. (Ophiuroidea). Two other Echinoidea were also found outside the quadrates, i.e. Echinothrix calamaris and Diadema setosum. Simpson diversity index (D) was 1,243, eveness index (E) was 4,023, Shanon-Winner diversity index (H) was 0,430 and equatibility index (J) was 0,267. Sea urchin E. mathaei was the most predominant population (89,38% of total composition) with average abundance 11,87±22,37 individual m2. Brittle star O. scolopendrina come the second predominant population (7,31%) with average abundance 0,86±2,43 individual m2. The other four brittle stars had very low proportion (2%) and low abundance ( 0,20  individual m2). Population stucture showed that these two populations mostly consisted of reproductive members. Ecological interactions of these two predominant Echinoderms should be studied in more detail on interactions among of the Echinoderms and nyale worms. Keywords: Ophiocoma, Echinometra, Nyale, Lombok Tengah, population structure ABSTRAKPenelitian komunitas Echinodermata dilakukan di Pantai Mandalika yang menjadi habitat utama cacing nyale, pada bulan Juli-September 2017. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur komunitas Echinodermata dan struktur populasi spesies yang dominan. Data kekayaan spesies dan kelimpahan diambil dengan metode transek kuadrat. Lima transek diletakkan tersebar ke arah laut pada pantai yang panjangnya sekitar 200 m dan lebar 100 m tersebut. Setiap titik 10 meter pada transek dibuat kuadrat ukuran 5 m2, dengan jumlah kuadrat sampel seluruhnya 44 kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Echinodermata mempunyai kekayaan spesies yang rendah di Pantai Mandalika. Organisme Echinodermata yang dijumpai hanya 8 (delapan) spesies, yaitu landak laut Echinometra mathaei (Echinoidea), serta lima jenis bintang mengular, Ophiocoma scolopendrina, O. echinata, O. erinaceus, Ophiomastix annulosa dan Ophioderma sp. (Ophiuroidea). Di luar kuadrat tercatat dua jenis landak laut lainnya, yaitu Echinothrix calamaris dan Diadema setosum, dengan kelimpahan yang sangat rendah. Indeks-indeks komunitas pada umumnya rendah. Indeks diversitas Simpson (D) 1,243, indeks keseragaman (E) 4,023, indeks keanekaragaman spesies Shanon-Winner (H) 0,430 dan indeks kesetaraan (J) 0,267. Landak laut E. mathaei sangat dominan (89,38%) dengan kelimpahan rata-rata 11,87±22,37 individu m-2 di dalam komposisi komunitas Echinodermata. Bintang mengular O. scolopendrina menempati urutan dominansi kedua (7,31%) dengan kelimpahan rata-rata 0,86±2,43 individu m-2, sedangkan empat bintang mengular lainnya mempunyai proporsi kurang dari 2% dan kelimpahan rata-rata kurang dari 0,20  individu m-2. Struktur populasi E. mathaei dan O. scolopendrina menunjukkan bahwa sebagian besar anggota populasi mempunyai ukuran reproduktif. Kehadiran hewan Echinodermata tersebut di habitat cacing nyale (Eunicidae, Polychaeta) menuntut penelitian lanjutan tentang peran ekologis dari masing-masing hewan Echinodermata dan interaksinya dengan cacing nyale.Kata kunci: Ophiocoma, Echinometra, Nyale, Lombok Tengah, Struktur populasi
Profil Literasi Sains dan Kecenderungan Berpikir Kritis Peserta Didik SMPN di Kota Mataram Muliani, Lilik; Jamaluddin, Jamaluddin; Bachtiar, Imam; Sukarso, AA
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2023): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i4.1076

Abstract

Profil literasi sains dan kecenderungan berpikir kritis diteliti di sejumlah SMPN di Kota Mataram, yang melibatkan 281 siswa kelas VIII. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda sejumlah 30 soal berbasis literasi sains PISA 2018 dan angket kecenderungan berpikir kritis The California Critical Thinking Disposition Inventori (CCTDI) yang dikembangkan oleh Facione juga sejumlah 30 pernyataan. Angket kecenderungan berpikir kritis tersebut diadaptasi dari penelitian Saputra dkk. (2019). Penelitian ini menunjukkan bahwa literasi sains siswa SMPN di Kota Mataram tergolong kategori sangat rendah, dengan rata-rata skor capaian literasi sains 41,71% (±13,51). Capaian literasi sains siswa laki-laki dan perempuan tidak banyak berbeda yakni secara berurutan 40,75 (±14,05) dan 42,62 (±12,97). Persentase literasi sains tergolong kategori rendah dan sangat rendah mencapai 90,75%. Capaian kecenderungan berpikir kritis siswa SMPN di Kota Mataram secara keseluruhan sebesar 73,27 (±5,97) tergolong kategori tinggi. Capaian kecenderungan berpikir kritis siswa laki-laki cenderung sedikit lebih rendah dibanding perempuan yaitu 72,39 (±5,68) < 74,10 (±6,14). Sebagian besar (96,8%) peserta didik menunjukkan kecenderungan berpikir kritis dalam kategori tinggi dan sangat tinggi.
Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Kesadaran Metakognitif dan Penguasaan Konsep Biologi Siswa Kelas XI di MAN 1 Mataram Fitriati, Putri Devi; Jamaluddin, Jamaluddin; Bachtiar, Imam
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2023): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i4.1737

Abstract

Kemampuan siswa dalam berpikir kritis kurang berkembang sebagai akibat dari proses pembelajaran yang membosankan, menjadikan siswa tidak aktif dalam belajar menemukan jawabannya sendiri yang membuat hasil belajar tidak kekal dalam ingatan siswa. Model discovery learning dipilih sebagai alternatif pemecahan masalah karena pentingnya pembelajaran yang mengharuskan siswa untuk mengamati, menemukan, memecahkan, dan menyimpulkan sendiri apa yang mereka amati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning terhadap kesadaran metakognitif dan penguasaan konsep biologi siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari masing-masing dua kelas antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih secara acak dengan menggunakan pendekatan cluster random sampling. Pretest-posttest control group design digunakan untuk penelitian ini. Kuesioner Metacognitive Awareness Inventory (MAI) dan bentuk pertanyaan pilihan ganda adalah instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada kelas eksperimen memiliki tingkat kesadaran metakognitif dan penguasaan konsep biologi yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan pada dua kelas kontrol. Penerapan model discovery learning berpengaruh terhadap kesadaran metakognitif dan penguasaan konsep biologi siswa.
Pengaruh Pembelajaran Project Based Learning Berbasis Biopreneurship Terhadap Sikap Ilmiah Dan Minat Wirausaha Pada Siswa Safitri, Arni; Jufri, A. Wahab; Bachtiar, Imam
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i3.7854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pembelajaran project based learning berbasis biopreneurship terhadap sikap ilmiah dan minat wirausaha pada siswa kelas X di Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri NW Narmada. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA Putri Pondok Pesantren MA NW Narmada berjumlah 185 siswa yang tersebar dalam 8 kelas yaitu kelas IPA A sampai IPA H. Sampel pada penelitian ini ada dua kelas dengan jumlah 41 orang,  kelas IPA G sebagai kelas kontrol dengan 19 siswa dan kelas IPA F dengan kelas eksperimen ada 22 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan angket sikap ilmiah dan minat wirausaha. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pembelajaran project based learning berbasis biopreneurship terhadap sikap ilmiah, dan memiliki nilai N-gain di kelas eksperimen 0,07>0,05 pada kelas kontrol. Sedangkan minat wirausaha, dengan nilai N-gain di kelas eksperimen 0,15>0,11 pada kelas kontrol pada siswa dalam pembelajaran biologi kelas X IPA MA Nurul Haramain NW.
Printed-Book Reading Habits of Pre-Service Science-Teacher Students Bachtiar, Imam
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v7i2.16888

Abstract

AbstractMany studies reported that reading can improve academic achievements, critical thinking skills, confidence, social behavior, and all characters required by students to get a better job and better life. In the Disruption Era, however, many students are potentially disrupted by social media interactions that affected their reading habits. The present study was aimed to explore the reading habits of students in the printed textbook. The study was carried out in 2019, involving 469 students from three study programs of the Department of Mathematics and Science Education, i.e. Biology Education, Chemistry Education, and Physics Education. Data were collected using questionnaires in a convenience sampling method with a sample of about 70% of the population. Results show that 81% of students read printed textbooks two hours or less per day, and 53% spend less than one hour. There are a few students, however, who read textbooks more than four hours per day. Students' visit to the library is mostly (35%) 3-4 times per year and >5 times per year (33%). Reading for leisure is not very popular among the students. Multiple regression models showed that students' science textbooks, students' interest in information technology books, the number of literature read, and the number of bought-books significantly determine the duration of students' reading time. Potential methods to improve students' reading habits are discussed.AbstrakBanyak penelitian sudah melaporkan bahwa membaca dapat meningkatkan kemampuan akademis, ketrampilan berfikir kritis, perilaku sosial, dan semua karakter yang diperlukan mehasiswa untuk memperoleh pekerjaan yang bagus dan kehidupan yang lebih baik. Pada Era Disrupsi sekarang ini, banyak mahasiswa yang berpotensi terganggu oleh media interaksi sosial yang dapat mengganggu kebiasaan membaca mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebiasaan membaca buku teks cetakan pada mahasiswa. Penelitian dilakukan pada tahun 2019, yang melibatkan 469 mahasiswa sebagai sampel dari tiga program studi di Jurusan Pendidikan Matematika dan IPA, yaitu Pendidikan Biologi, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan Fisika. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan metode convinience sampling, dengan jumlah sampel sekitar 70% dari populasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 81% mahasiswa membaca buku cetakan dua jam atau kurang per hari, dan 53% membaca kurang dari satu jam per hari. Sebagian kecil mahasiswa mengaku membaca buku cetakan lebih dari empat jam per hari. Kunjungan mahasiswa ke perpustakaan umumnya 3-4 kali per semester (35%) dan >5 kali per semester (33%). Kegiatan membaca untuk hiburan tidak populer pada mahasiswa. Model regresi berganda menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap buku sains, minat mahasiswa terhadap buku teknologi informasi, jumlah buku sastra yang dibaca, dan jumlah buku yang dibeli mahasiswa, merupakan empat variabel yang dapat memprediksi lama waktu membaca mahasiswa. Cara-cara yang potensial untuk meningkatkan kebiasaan membaca mahasiswa didiskusikan.
PENGGUNAAN VIDEO DAN MODUL PEMBELAJARAN DALAM PENYULUHAN TENTANG BIOLOGI CACING NYALE PADA SISWA SMAN 1 MATARAM Bachtiar, Imam; Bahri, Syamsul; Handayani, Baiq Sri; Marwatun, Fatmi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2022): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.17 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i4.4280

Abstract

Tradisi penangkapan nyale (bau nyale) merupakan maskot pariwisata budaya paling besar di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengetahuan masyarakat tentang nyale dan cacing yang menghasilkan nyale sangat kurang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu seri upaya untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dosen Universitas Mataram tentang biologi cacing nyale kepada masyarakat. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 dipilih karena merupakan sekolah paling favorit di tingkat provinsi. Kegiatan pengabdian ini menggunakan media video dan modul pembelajaran yang dihasilkan oleh peneliti Universitas Mataram. Hasil pengabdian masyarakat, yaitu peningkatan pengetahuan siswa, diukur menggunakan kuesioner. Hasil pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang biologi cacing nyale meningkat antara 120-230% dari pengetahuan sebelum kegiatan. Peningkatan pengetahuan tersebut terjadi pada komponen morfologi cacing (140%), klasifikasi cacing (170%), keanekaragaman cacing (220%), cara reproduksi cacing (200%), faktor penyelaras reproduksi cacing (230%), dan keuntungan yang diperoleh cacing dari pemijahan masal (160%). Disamping hasil yang positif tersebut, hasil observasi dan wawancara mengungkapkan bahwa modul pembelajaran yang dibagikan kepada siswa tidak dibaca, dan video pembelajaran yang diunggah ke YouTube juga tidak pernah mereka akses. Kurangnya informasi dan motivasi diduga menjadi salah satu penjelasan dari belum digunakannya kedua media pembelajaran cacing nyale tersebut di sekolah.
Mikroteknik Pembuatan Preparat Kromosom Politen Drosophila sp. Pada Guru-Guru Biologi di Lombok Tengah Mertha, I Gde; Merta, I Wayan; Bahri, Syamsul; Ilhamdi, M. Liwa; Bachtiar, Imam
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.10098

Abstract

Kromosom merupakan pembawa bahan keturunan yang berkaitan erat dengan genetika. Ketebatasan guru biologi dalam preparasi bahan keturunan tersebut menjadi kelemahan dalam pembelajaran genetika karena materi yang diajarkan belum ditunjang praktikum kromosom. Oleh sebab itu untuk dapat mengajarkan genetika dengan baik, guru biologi perlu dibekali keterampilan mikroteknik pembuatan preparat kromosom. Pengabdian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan teknik pembuatan preparat kromosom politen. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah praktikum yang dikombinasikan dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan praktikum yang dilakukan, yaitu (1) Isolasi kelenjar saliva lalat buah (Drosophila sp.) dan (2) Preparasi kelenjar saliva untuk pembuatan preparat kromosom politen. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini guru-guru biologi di Kabupaten Lombok Tengah memiliki keterampilan laboratorium yang baik dalam teknik isolasi kelenjar saliva dan preparasinya menjadi preparat kromosom politen.
Co-Authors A Wahab Jufri A Wahab Jufri A Wahab Jufri A. Wahab Jufri A. Wahab Jufri A. Wahab Jufri Adawiyah, Marosa Robi’atul Adinda Putriningtyas Agil Al Idrus Agus Abhi Purwoko Agus Budiyanto Agus Budiyanto Agus Ramdani Agus Ramdani Agus Ramdani Ahmad Raksun Ainiyawati, Yeni Al-Khulaifi, Fazza Firjatullah Aliefman Hakim Anak Agung Gede Sugianthara Ani Mariani Anwari, Kasulasil AR Syachruddin Ario Damar Ayudya Lestari Baiq Sri Handayani Budiawan Budiawan Dadi Setiadi Dewa Ayu Citra Rasmi Dewi Oktarini Dewi Oktarini Didik Santoso DIDIK SANTOSO Dwi Soelistya D J Dwi Soelistya Dyah Jekti Fenysia Alfiana Fitriati, Putri Devi G. Gunawan, G. Gde Cahyadi Wirajagat Gito Hadiprayitno Gunawan Gunawan Hendriani, Hendriani Hidayat, Sugih Akbar I Gde Mertha I Wayan Merta I Wayan Merta Ilhamdi, M. Liwa Ismonah - Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Karnan Karnan Khairuddin - Kosim . Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Laila Nurul Safitri Lalu Japa Lalu Japa Lalu Japa Lalu Japa Lalu Japa, Lalu Lalu Zulkifli Lianto Linda Lestari Lulu Febrianti Mariani, Ani Marwatun, Fatmi Maspan Hariyati Mawaddah, Usratul Muchlis Mugi Hartoyo Muhammad Abrar Muhammad Abrar Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Mukhlis Mukhlis Muliani, Lilik Muntari Muntari NEVIATY PUTRI ZAMANI Ni Luh Putu Pebri Artayani . Nuraisyah Pahrurrozi Prapti Sedijani Prapti Sedijani Ramadhani Sucilestari Restu, Adam Safariyanti Manisa Safitri, Arni Sakaroni, Rubiyatna Shingo Odani Siti Nurhaliza Siti Syifa’un Nufus Sopiyani, Nuzula Sri Aprilia Nur Larasati Suharsono . Sukarso, Aa Sukma, Izza Melati Susilawati Susilawati SUYANTRI, ENI Syachruddin AR Syachruddin AR Syamsul Bahri Syamsul Bahri Taufik Arianto Tri Ayu Lestari Wayan Merta Wildan Wildan Windy Prayoga Yumna Juita Haris Zikriah Zikriah