Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Populasi Gulma Rumput Belulang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Manis (Zea mays Saccharatasrurt) Muaz Munauwar, Muhammad; Adnan, Adnan; Baidhawi, Baidhawi; Hasnita, Nur
Agrium Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i2.5330

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh tekanan yang diberikan oleh gulma rumput belulang terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Pelaksanaan penelitian ini pada bulai Mei hingga Juli 2019, dilakukan didesa Paloh Mee Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireun. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama pada penelitian ini adalah varietas jagung Bonanza F1, Golden boy dan Royal 76, sedangkan faktor kedua ialah populasi gulma yang terdiri dari  tanpa gulma polybag-1, 3 gulma polybag-1 dan 5 gulma  polybag-1. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada 3, 5 dan 7 MST jumlah terbanyak daun jagung varietas Bonanza F1, Golden boy, dan Royal 76 didapati pada populasi 0 gulma polybag-1, sedangkan jumlah daun terendah didapati pada populasi 3 dan 5 gulma polybag-1. Varietas jagung manis dan populasi gulma tidak berpengaruh nyata terhadap diameter tongkol. Jumlah anakan gulma tertinggi adalah Golden Boy dengan populasi awal 3 dan 5 gulma, Bonanza F1 populasi awal 5 gulma, serta Royal 76 dengan populasi awal 5 gulma, sedangkan jumlah anakan gulma terendah ialah populasi awal tanpa gulma pada varietas Bonanza F1, Golden Boy, dan Royal 76. Penelitian ini menyimpulkan bahwa produksi jagung manis tidak dipengaruhi oleh tiga varietas tersebut dan jumlah populasi gulma. Direkomendasikan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan jenis varietas lain dan jumlah populasi awal gulma yang lebih besar dari lima gulma polybag-1.
Inventarisasi dan Analisis Risiko Gulma Asing Invasif Pada Lahan Pertanian di Sawang Aceh Utara Firmansyah, Nanda; Baidhawi, Baidhawi; Khusrizal, Khusrizal; Handayani, Rd Selvy
Agrium Vol 16 No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i2.5866

Abstract

Kehadiran gulma asing invasif (GAI) memberikan peluang terjadinya peristiwa yang tidak dikehendaki sebagai akibat dari tindakan pengelolaan tanaman introduksi yang menguasai dan menyebar pada lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan menganalisis resiko spesies GAI pada lahan pertanian di Sawang Aceh Utara. Titik lokasi pengambilan sampel dilakukan pada beberapa tipe penggunaan lahan (TPL) yaitu kebun/tegalan, huma/ladang, sawah non-irigasi, sawah irigasi, perkebunan, padang rumput, hutan rakyat, dan kolam/tambak. Jenis GAI dikoleksi secara langsung dari lapangan dengan metode jelajah, dan dianalisis menggunakan sistem scoring mengacu pada pedoman analisis risiko GAI dari KLHK (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan FORIS (Forests in Southeast Asia) Indonesia. Hasil kajian memperlihatkan terdapat 659 individu GAI yang berasal dari 36 spesies dan 14 famili. Famili yang memiliki spesies GAI terbanyak adalah famili Poaceae. Jenis gulma terbanyak berasal dari jenis gulma berdaun lebar sebanyak 20 spesies, sedangkan jumlah spesies GAI terbanyak yaitu spesies Rhynchospora colorata (L.) dengan jumlah 66 individu. Kategori risiko sangat tinggi disebabkan oleh spesies Axonopus compressus, Chromolaena odorata dan Paspalum conjugatum pada lahan tegalan/kebun, spesies Cyperus distans dan Rhynchospora colorata pada lahan ladang/huma, spesies Dactyloctenium aegyptium pada lahan padang rumput dan spesies gulma Panicum maximum pada lahan sawah irigasi.Kategori risiko sedang terdapat spesies gulma Ageratina adenophora pada lahan perkebunan dan spesies gulma Ageratum conyzoides pada lahan sawah non irigasi.Kategori risiko rendah  terdapat spesies gulma Digitaria fuscescens pada lahan hutan rakyat dan Heliotropium indicum pada lahan perkebunan.
The Effectiveness of Mixing Herbicides and Manual Weed Control on Corn (Zea mays L) Baidhawi, Baidhawi
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.12509

Abstract

Field trials were conducted in Januay 2021 cropping seasons to evaluate some herbicide mixtures and manual weed control method in the maize production. The experiment consisted of 10 treatments as follows: Metolachlor + atrazine (1.0 + 2.0 kg a.i./ha), metolachlor + atrazine (2.0 + 2.5 kg a.i./ha), metolachlor + atrazine (3.0 + 3.0 kg a.i./ha), pendimethlin + atrazine ( 1.0 + 2.0 kg a.i./ha), pendimethlin + atrazine (2.0 + 2.5 kg a.i./ha), pendimethlin + atrazine (3.0 + 3.0 kg a.i./ha), metolachlor + atrazine (1.0 + 2.0 kg a.i./ha) plus one supplementary hoe weeding (SHW) at 6 weeks after sowing (WAS) and pendimethlin + atrazine (1.0 + 2.0 kg a.i./ha) plus one SHW at 6 WAS, hand weeding at 3 and 6 WAS and a weedy check. These treatments used in randomized complete block design with three replicates. The rsults showed that metolachlor + atrazine and pendimethalin + atrazine at 1.0 + 2.0 kg a.i./ha plus one SHW at 6 WAS significantly reduced weed infestation and gave higher maize grain yield and economic returns. These methods are therefore recommended to farmers as alternative to two hand weeding at 3 and 6 WAS.
Sebaran Spasial Tipe Iklim Schmidt-Ferguson Dan Proyeksinya Berdasarkan SSP2-4.5 Di Kabupaten Aceh Utara Imam Muatho, Muhammad; Jamidi, Jamidi; Nasruddin, Nasruddin; Ismadi, Ismadi; Baidhawi, Baidhawi
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16458

Abstract

Salah satu dampak perubahan iklim adalah dapat mengakibatkan pergeseran dan perubahan pola curah hujan yang juga memengaruhi perubahan tipe iklim Schmidt-Ferguson di Kabupaten Aceh Utara. Informasi mengenai tipe iklim Schmidt-Ferguson saat ini dan proyeksi masa depan sangat penting sebagai upaya adaptasi bagi masyarakat pertanian khususnya tanaman perkebunan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami sebaran tipe iklim Schmidt-Ferguson pada masa kini serta proyeksinya dalam 20 tahun mendatang. Penelitian ini menggunakan data curah hujan 2014-2023 sebagai baseline dari 17 titik pengamatan dan data model MIROC6 dari skenario SSP2-4.5 di Kabupaten Aceh Utara. Teknik interpolasi yang digunakan adalah Inverse distance weighted  dan hasilnya dikelompokkan ke dalam klasifikasi tipe iklim Schmidt-Ferguson menggunakan metode reclassify pada aplikasi ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan selama periode baseline, tipe iklim C (agak basah) cukup mendominasi dengan persentase 70,57% kemudian disusul tipe iklim D (sedang) sebesar 21,40% dan diikuti tipe iklim E (agak kering) serta tipe iklim B (basah) masing-masing sebesar 6,43% dan 1,60%. Periode proyeksi I (2026-2035) didominasi oleh tipe iklim B sebesar 64,20% kemudian disusul tipe iklim C dan D dengan persentase 30,53% dan 5,27%. Pada periode proyeksi II (2036-2045), tipe iklim C kembali mendominasi wilayah Kabupaten Aceh Utara dengan persentase 64,88% kemudian disusul tipe iklim B, D, dan E masing-masing sebesar 26,98%, 7,63%, 0,51%.
Peran Vermicompos Dan Eco-Enzyme Terhadap Penanaman Kailan (Brassica oleracea var. Alboglabra) Pada Inseptisol A.G, Rosnina; Baidhawi, Baidhawi; Febrianti, F.; Wirda, Zurrahmi; Darmayani, Satya
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.18207

Abstract

Kailan (Brassica oleracea var. Alboglabra) tergolong ke dalam tanaman hortikultura yang kini banyak digemari. Permintaan kailan mengalami tren yang terus meningkat, untuk memenuhi kebutuhan sayur ini dapat dilakukan dengan pemanfaatan lahan suboptimal dengan pemberian bahan organik berupa vermikopos dan eco-enzyme yang dapat meningkatkan karakteristik tanah agar dalam  pengembangan sayur-sayuran. Penanaman Kailan pada Inceptisol sebagai tanah yang belum berkembang (immatured soil) yang berkorelasi dengan tingkat kesuburan dan produktivitas yang rendah, diperlukan tindakan ameliorasi.  Pemberian bahan amelioran berupa vermikompos dan eco-enzyme bertujuan untuk mengetahui pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil Kailan pada Inseptisol.  Aplikasi Vermicompos (V0=0 g/polibag, V1=10 g/polibag, V2=13 g/polibag, V3=16 g/polybag), dan eco-enzyme (E0=0 ml/l, E1=30 ml/l, E2=45 ml/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi tunggal dan interaksi antara vermikompos dan eco-enzyme  memberi pengaruh terhadap hampir pada semua variabel tanaman yaitu panjang akar, dan  klorofil daun. Tidak terdapat  pengaruh yang nyata pada bobot segar, namun demikian terdapat penambahan  bobot lebih tinggi pada tanaman Kailan yang mendapat perlakuan dibandingkan dengan tanaman kontrol
Dampak Kepadatan Populasi Sitophilus oryzae L. terhadap Kerusakan dan Kerentanan Varietas Sorgum Wahida Rizki Alnovi; Hendrival Hendrival; Baidhawi Baidhawi; Tengku Dhean
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.10524

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor L.) merupakan tanaman serealia potensial yang digunakan sebagai pangan, pakan, dan bahan baku bioenergi. Namun, penyimpanannya rentan terhadap serangan hama pascapanen, terutama Sitophilus oryzae L. yang dapat menyebabkan kerusakan fisik dan kehilangan bobot biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kepadatan populasi S. oryzae terhadap tingkat kerentanan dan kerusakan pada tujuh varietas sorgum selama penyimpanan. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap menggunakan perlakuan tujuh varietas sorgum yakni Kawali, Numbu, Suri 3, Suri 4, Soper 6, Super 1, Super 2. Parameter yang diamati meliputi jumlah keturunan F₁, median waktu perkembangan, persentase susut berat, dan indeks kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kepadatan populasi S. oryzae menyebabkan peningkatan jumlah F₁ dan susut berat pada semua varietas. Varietas Super 1, Super 2, dan Soper 6 tergolong rentan, dengan nilai indeks kerentanan tertinggi dan susut berat paling besar. Sebaliknya, Varietas Kawali menunjukkan ketahanan lebih tinggi dengan indeks kerentanan terendah dan tingkat kerusakan yang lebih kecil. Analisis korelasi menunjukkan bahwa indeks kerentanan berkorelasi positif dengan jumlah F₁ dan susut berat, serta berkorelasi negatif dengan median waktu perkembangan. Temuan ini menegaskan bahwa kepadatan populasi 10 imago (10♀ + 10♂), dan 15 imago (15♀ + 15♂) berdampak pada kerentanan dan kerusakan tujuh varietas sorgum selama penyimpanan.
Physiological and Morphological Characteristics of Several Rice Varieties (Oryza sativa L.) In the System of Rice Intensification (SRI) Cultivation using Different Numbers of Seeds Desi Ariani; Laila Nazirah; Baidhawi; Hafifah; Nilahayati
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Mei (2025): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v7i2.4381

Abstract

Rice (Oryza sativa L.) is a vital food crop that serves as the staple food for over half of the world's population due to its rich nutritional value. This study aims to determine the physiological and morphological characteristics of several rice varieties cultivated using the System of Rice Intensification (SRI) with varying seed densities. The research will be conducted in Geulumpang Payong Village, Jeumpa District, Bireuen Regency, situated at an altitude of approximately 0-969 meters above sea level (masl), from August to December 2024. The study will employ a Randomized Block Design (RBD) methodology. Two factors will be tested: rice varieties (Ciherang, Inpari 49, and Mustajab) and the number of seedlings per planting hole (4, 3, 2, and 1 seedling). A total of 12 treatments were conducted, with each treatment replicated three times, resulting in 36 experimental units. Each experimental plot measured 2 m x 2 m, with a planting distance of 25 cm x 25 cm, accommodating 81 plants per plot. Four sample plants were selected from each plot for analysis. The data obtained from the research were statistically analyzed using the F-test with SAS V9.12 software. If the analysis of variance indicated significant differences at the 5% level, a subsequent Duncan's Multiple Range Test (DMRT) was performed. The results suggested that the variety, number of seedlings, and their interaction did not show significant differences across all parameters. However, the Inpari 49 and Mustajab varieties, along with the treatment of four seedlings per planting hole, demonstrated relatively favorable outcomes.
Performance Evaluation of Augmented Reality-Based Smart Farming for Rice and Corn Pest Detection Ananda Faridhatul Ulva; Desvina Yulisda; Baidhawi Baidhawi; Nurhasanah Nurhasanah
JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING Vol. 9 No. 2 (2026): Issues January 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jite.v9i2.16996

Abstract

An Augmented Reality application for detecting pests and diseases in rice and corn has been developed to overcome the limitations of visual identification in the field, which still relies on subjective interpretation by users. This system utilises image processing and AR overlay based on smart farming to classify symptoms in real time, improving the precision of diagnosis and consistency in control decision-making. This study aims to design, implement, and evaluate the performance of an augmented reality (AR)-based smart farming system for the visual and interactive detection of pests and diseases in rice and corn crops. The research method uses an evaluative approach by assessing the performance of the Augmented Reality system in the field based on detection accuracy, operational reliability, and the suitability of the results to the predetermined performance indicators. Testing was conducted in Gampong Releut Barat, Dewantara District, North Aceh. The results showed that pest and disease detection accuracy increased from 42.4% to 66.7%, with a system response time of <2 seconds, accompanied by an 18% reduction in crop damage and a 24% increase in productivity, confirming the reliability of the system for field diagnosis. This achievement is significant because it meets the operational performance threshold for smart farming and demonstrates the system's readiness for adoption as an Augmented Reality-based decision support tool at the farmer level. The research conclusion indicates that Augmented Reality-based smart farming has the potential to improve detection accuracy, control efficiency, and crop productivity as a support for precision agriculture and sustainable village food security.
Peningkatan Konsentrasi Belajar Santri Balai Pengajian Sirajul Qalbi Gampong Reuleut Timu Nasruddin Nasruddin; M. Nazaruddin; Khusrizal Khusrizal; Yusra Yusra; Baidhawi Baidhawi; Muhammad Afzalul Zikri; Muhammad Chairuddin
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama pendidikan agama Islam adalah membentuk individu muslim yang beriman, bertakwa, dan mampu mengamalkan ajaran agama islam dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak perlu diajak untuk mencintai Al-Quran dan menjadi sumber petunjuk dan panduan hidup. Pengajian yang diikuti oleh anak-anak seyogyanya menyenangkan dengan konsentrasi yang baik, yaitu dengan menciptakan suasana yang ramah dan nyaman. Untuk mendapatkan hal tersebut, kondisi balai pengajian diharapkan memiliki kelayakan dan kecukupan sarana yang baik, sehingga akan menciptakan suasana belajar tenang dan anak-anak penuh konsentrasi. Adanya ruang yang memadai dan terpisah proses belajar mengajar dari berbagai kelompok umur pengajian lainnya adalah hal ideal yang diharapkan anak-anak. Satu ruang belajar yang dipergunakan untuk semua kelompok umur menciptakan ketidaknyamanan bagi santri dan guru. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu melanjutkan pembangunan ruang belajar sehingga meningkatkan konsentrasi santri di Balai Pengajian Sirajul Qalbi Gampong Reuleut Timu. Pelaksanaan pengabdian dimulai dengan sosialisai kegiatan, perencanaan dan pelaksanaan pengabdian yaitu membantu melanjutkan pembangunan ruang belajar yang telah digagas oleh masyarakat sebelumnya. Hasil capaian yang diperoleh adanya kelanjutan dan peningkatan penyelesaian pembangunan ruang kelas. Pada tahap pengabdian ini ruang yang dibantu pembangunannnya belum bisa dipergunakan oleh santri dan diperlukan kelanjutan pembangunan tahap selanjutnya dengan bantuan dana dari para donatur/masyarakat hingga pembangunannya selesai, dan pada akhirnya akan meningkatkan konsentrasi para santri dalam belajar.
Efektivitas Waktu Penyiangan dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Gulma dan Produksi Tanaman Terung Ungu Varietas Antaboga (Solanum melongena L.) Halimatussakdiah Halimatussakdiah; Baidhawi Baidhawi; Muhammad Muaz Munauwar; Hendrival Hendrival; Latifah Latifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil tanaman terung (Solanum melongena L.) salah satunya disebabkan oleh gulma. Salah satu cara mengatasi populasi gulma yaitu dengan cara waktu penyiangan dan penggunaan jarak tanam yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh waktu penyiangan dan pengaturan jarak tanam terhadap pertumbuhan gulma dan produksi tanaman terung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Alue Bili, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, dari Desember hingga Maret 2025. Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama, yaitu waktu penyiangan, terdiri dari (H0) bersih total, (H1) 14, 28, dan 42 HST, dan (H2) 28 dan 42 HST. Faktor kedua yaitu jarak tanam (J1) 30 x 30 cm dan (J2) 40 x 30 cm. Parameter yang diamati berupa persentase penutupan gulma, berat kering gulma, tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah buah dan berat buah. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan waktu penyiangan secara tunggal berpengaruh sangat nyata terhadap berat kering gulma umur 28 HST, persentase penutupan gulma pada semua umur pengamatan dan jumlah daun pada umur 35 HST, dan berpengaruh nyata pada peubah berat kering tanaman umur 42 HST dan tinggi tanaman pada umur 28 dan 35 HST. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan penyiangan 14, 28, dan 42 HST. Perlakuan jarak tanam tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada semua peubah yang diamati. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan waktu penyiangan dan jarak tanam pada semua peubah yang diamati.
Co-Authors -, Baidhawi - A.G, Rosnina Abdullah Adnan Adnan Agustina Akbar, Khairul Akram, Nuzul Alfi Syahrin, Muhammad Ali Rahmat Ami Safriyanur Ananda Faridhatul Ulva AR, Marzuki Arief Rahman Arnawan Hasibuan Azmi, Farhan Batubara, Fazriani Cindenia Puspasari Darmayani, Satya Deassy Siska Desi Ariani Dewi Safitri, Triana Dwi Asti Purnama Dwi Nanda Aulia Situmorang Ernawati Ernawati Fadhilati, Nyak Intan Fadli Fadli Fakhrurrazi Farahdiba, Dewi Farizi, Reza Al Febrianti, F. Firmansyah, Nanda Hafifah Hafifah Hafifah, Hafifah Halimatussakdiah Halimatussakdiah Handayani, Rd Selvy Handayani, Rd Selvy Hasibuan, Muhammad Rafif Fadlurrahman Hasnita, Nur Haykal, Muhammad Hendrival Hendrival Hendrival Hendrival Hendrival Hendrival Hendrival Hendrival Herman Fithra Hilmi Hilmi Imam Muatho, Muhammad Ismadi Ismadi Jamidi, Jamidi Jufri Jufri Julfikar Julfikar Kembaren, Emmia Tambarta Khaidir Khaidir Khairani, Annisa Khusrizal Khusrizal Laila Nazirah Laina Fadhillah Latifa Salwa Latifah Latifah Latifah Latifah Latifah Latifah M Sayuti Maisura Maisura Mariyudi Mariyudi Maulana Ikhsan Mawardati Mawardati Melati, Putri Millenia Dzikra Az Zahra Milna, Milna Mirzawati, Mirzawati Muhamad Yusuf, SE., M.Si. Muhammad Afzalul Zikri Muhammad Chairuddin Muhammad Muaz Munauwar Muhammad Nazaruddin Muliana, Muliana Murdani Murdani, Murdani Nanda Savira Ersa Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasution, Paisah Nilahayati Novita Pramahsari Putri Novita Pramahsari Putri Nurmasyitah Nurmasyitah Nuzul Akram Pramahsari Putri, Novita Putri, Novita Prahmasari Putri, Novita Pramahsari Razif, Razif Rico Nainggolan, Tito Rizka Dwi Harianti1 Rosnina nina A.G Rosnina Rosnina, Rosnina Ruhani, Ruhani Sabar, Muhammad SAFITRI, Sekar Safrina Safrina Safrina Safrina, Safrina Sayuti, Muhammad Siregar, Widyana Verawaty Siswahyudianto Suheri, Dedi Sulistianto, Sulistianto Suryadi Suryadi Sutiharni Sutiharni Syahrani Khairani Marpaung Taufiqurrahman Taufiqurrahman Tengku Dhean Teuku Ilhami Surya Akbar Usnawiyah Wahida Rizki Alnovi Yulisda, Desvina Yunus, Saifuddin Yuskarina, Yuskarina Yusra Yusra Yusra, Yusra Zufina, Rezki Zuriani, Zuriani Zurrahmi Wirda Zurrahmi Wirda