Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Manajemen Administrasi dan Keuangan: Memanajemen Lembaga Madrasah dan Pesantren Ali Muhksin; Baidi
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v2i2.479

Abstract

Atikel ini ingin menjelaskan bagaimana manajemen administrasi dan keuangan sangat mempengaruhi pola perkembangan pendidikan terutama di sekolah dan pesantren yang menjadi lembaga pendidikan formal yang ada di Indonesia. Manajemen ini menentukan arah gerak lembaga pendidikan untuk menuju perkembangan baik dan menjadi unggul. Manajemen keuangan ini memang dibutuhkan orang-orang terampil dalam mengelola administrasi dan keuangan yang di dalam lembaga pendidikan. Maka harus bisa bekerjasama dalam mengelola ini semua demi terwujudnya pendidikan yang lebih baik. Dengan menggunakan metode library research dengan penelitian kualitatif penelitian ini melihat bagaimana manajemen administrasi dan keuangan menjadi titik lembah bagi lembaga pendidikan dalam pengembangakan lembaganya. Sebab tidak semua orang bisa memanajemen lembaganya dengan baik maka harus dilakukan upaya penyelarasan dan kesadaran di semua lapisan yang ada di lembaga tersebut guna melakukan revitalisasi lembaga menuju ke arah yang lebih baik. Manajemen keuangan dan administrasi menjadi hal yang paling urgen di sebuah lembaga pendidikan seperti madrasah dan pesantren, keuangan yang sehat dan administrasi yang baik akan membawa lembaga menjadi lembaga yang sehat dan baik. Sebab dengan manajemen keuangan yang sehat akan melahirkan apa yang dinamakan transparansi dan akuntabilitas.
Pemikiran Prof. Amin Abdullah dalam Integrasi Ilmu-Ilmu Keislaman Qorimah, Qorimah; Baidi, Baidi
Comit: Communication, Information and Technology Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Comit: Communication and Information Journal
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/comit.v3i2.8826

Abstract

Prof. Amin Abdullah has a scientific integration mindset based on theory in accordance with understanding modern dynamics. Furthermore, Prof. Amin Abdullah has a mindset related to solving complex world problems today that cannot only be solved through the approach of one field or one discipline. The purpose of writing is to explain Prof. Amin Abdullah's thoughts in the integration of Islamic sciences. The method used is a qualitative research type through a literature review approach. The findings are that the Spider Web theory is a model integrated by Prof. Amin Abdullah. This aims to complete the science of needed connections between human reason, the universe, and the Qur'an. Based on the implementation of this theory, it can have an impact on answering the challenges of modernity and building epistemological foundations contextually, dynamically, and inclusively.
PENERAPAN KECERDASAN BUATAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM DALAM MASYARAKAT KONTEMPORER 5.0: PROSPEK, KENDALA, DAN PENDEKATAN ADAPTIF Akbar Yusgiantara; Naufal Labib; Baidi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2439

Abstract

Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) telah memicu perubahan signifikan dalam sistem pendidikan global, termasuk pendidikan Islam yang berakar pada wahyu dan prinsip-prinsip maqasid al-shari'ah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peluang, batasan, dan solusi adaptasi untuk integrasi AI dalam pendidikan Islam dalam konteks Society 5.0. Teknik yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan metodologi penelitian literatur, termasuk penilaian kritis terhadap literatur primer dan sekunder yang bersumber dari basis data global dan dokumen kebijakan resmi selama dekade terakhir. Temuan studi menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar dalam memfasilitasi pembelajaran personalisasi, memastikan akses pendidikan yang adil di daerah terpencil, memfasilitasi otomatisasi berbasis data, dan mendorong pembuatan materi interaktif yang selaras dengan kemajuan teknologi. Namun, penerapan AI menghadapi banyak hambatan, termasuk infrastruktur teknis yang tidak memadai, literasi digital yang rendah di kalangan pendidik, bias algoritmik yang mungkin terjadi, kurangnya aturan keamanan data yang kuat, dan penolakan budaya terhadap modernisasi. Implikasi dari temuan ini menyoroti kebutuhan akan strategi adaptif yang komprehensif dan berorientasi nilai, mencakup peningkatan infrastruktur digital, penyusunan kurikulum terintegrasi, penyelenggaraan pelatihan profesional, pembentukan ekosistem pembelajaran Islam yang kredibel, dan promosi literasi digital dengan fokus pada kesadaran etis. Studi ini bertujuan untuk memberikan kontribusi konseptual dalam penyusunan kebijakan pendidikan Islam kreatif yang selaras dengan prinsip-prinsip spiritual dan tuntutan abad ke-21.
Pengaruh Pengelolaan Diri, Kecerdasan Emosional, Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kemampuan Menghafal Santri Arroihanah, Mu’awanah Jamilah; Baidi, H.
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 1 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pengelolaan diri, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritualterhadap kemampuan menghafal Al Qur’an pada santri MTs di Pondok Pesantren Al Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten tahun 2010. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif untuk menguji hipotesis. Jumlah sampel sebanyak 206 santri yang diambil dengan teknik proporsional stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan: angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menyimpulkan: (1) Terdapat pengaruh pengelolaan diri terhadap kemampuan menghafal, dengan hasil t-hitung sebesar 11,513 dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05; (2) Terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan menghafal, dengan hasil t-hitung 14,496 dengan nilai signifikasi 0,000< 0,05; (3) Terdapat pengaruh kecerdasan spiritual terhadap kemampuan menghafal, dengan hasil t-hitung sebesar 15,412 dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05; (4) Terdapat pengaruh pengelolaan diri dan kecerdasan emosional terhadap kemampuan menghafal, dengan hasil F-hitung sebesar 119,345 dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05; (5) Terdapat pengaruh pengelolaan diri dan kecerdasan spiritual terhadap kemampuan menghafal, dengan hasil F-hitung sebesar 140,896 dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05; (6) Terdapat pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap kemampuan menghafal, dengan hasil F-hitung sebesar 156,480 dengan nilai signifikasi 0,000< 0,05; (7) Terdapat pengaruh pengelolaan diri,kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap kemampuan menghafal, dengan hasil F-hitung sebesar 108,458 dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05. Kata kunci: Pengelolaan diri; kecedasan emosional; kecerdasan spiritual; kemampuan menghafal Al Qur’an.
The Ulul Albab Model by Prof. Imam Suprayogo: Merging Science, Faith, and Character in Islamic Education Basiroh, Siti; Yusgiantara, Akbar; Baidi, Baidi
ALSYS Vol 5 No 4 (2025): JULI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v5i4.6323

Abstract

This study provides a rigorous analysis of the epistemology and educational framework of Ulul Albab, a model developed by Prof. Imam Suprayogo that integrates dhikr (remembrance), fikir (critical thinking), and amal (social action) as the foundational pillars of holistic Islamic education. Positioned as a response to the persistent dichotomy between religious and secular knowledge in Islamic educational institutions, the Ulul Albab paradigm aims to foster a balanced development of intellectual, emotional, and spiritual capacities. Employing a qualitative library research design, this study critically examines Suprayogo’s original writings and compares them with other prominent Islamic scientific integration models, particularly those proposed by M. Amin Abdullah and Syed Naquib al-Attas. Findings demonstrate that the Ulul Albab model effectively embeds character education into the curriculum and equips students to navigate challenges posed by the digital age and Society 5.0 by promoting resilience, critical digital literacy, and social responsibility. However, the research also identifies implementation gaps, especially the absence of standardized methods for assessing the integration of dhikr, fikir, and amal. Conceptually, this study contributes an evaluative synthesis of Suprayogo’s approach, while practically offering recommendations for enhancing assessment tools and curriculum development in Islamic education. Future research should focus on refining evaluation frameworks and expanding the model’s application across diverse educational contexts to amplify its relevance and impact on global Islamic education.
Reformasi Pendidikan Islam melalui Integrasi Epistemologi: Studi Kasus Kurikulum STEAM Pondok Pesantren Athaya As Syakur, Albert Taqy; Yusgiantara, Akbar; Khasanah, Mita Nur; Baidi, Baidi
ANWARUL Vol 5 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v5i3.6411

Abstract

Modern Islamic education faces a critical challenge in the form of an epistemic conflict between religious and secular knowledge, which threatens the integrity of the Islamic education system. This study aims to examine the application of Amin Abdullah’s integration-interconnection paradigm in the educational practices of Pondok Pesantren Athaya Solo and its significance for the reform of Islamic education in Indonesia. Employing a qualitative method with an instrumental case study approach, data were collected through comprehensive interviews, participatory observation, and curriculum document analysis. The data were analyzed through interactive stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Pondok Pesantren Athaya has successfully integrated three curricular pillars, Civic Education (Kebangsaan), Religious Studies (Dinniyah), and STEAM into a single educational framework grounded in Islamic values and knowledge. Project-based learning, the reinforcement of spiritual values, and a trilingual approach serve as key elements in bridging religious and scientific knowledge. Character development through contextual activities demonstrates the effectiveness of this integrative approach in enhancing students’ academic, ethical, and spiritual competencies. The study concludes that the integration-interconnection paradigm can be effectively implemented within the context of Islamic-based secondary education. The Athaya model offers a strategic reference for national Islamic education reform aimed at overcoming the dichotomy between modern science and religious belief.
Strategi Pembinaan Akhlak Santri di Pondok Pesantren Darussholihat Andong Boyolali Al Qony Puspasary; Baidi Baidi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i1.7390

Abstract

This study aims to describe the moral values instilled by Ustadzah and the strategies used in shaping the students' character at Darussholihat Islamic Boarding School in Andong Boyolali, as well as to evaluate the results of implementing these strategies. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study indicate that the moral values instilled include honesty, discipline, piety (wara’), responsibility, love for Allah SWT, and acceptance of His decrees. The strategies applied by Ustadzah utilize behavioristic and social constructivist approaches. The behavioristic approach emphasizes reward and punishment, habituation of worship, shaping techniques, and self-reflection. Meanwhile, the social constructivist approach is manifested through peer mentoring, collaborative learning, and discussions on moral values. This strategy has proven effective in shaping students' character to be disciplined, self-aware, and in fostering a learning environment that supports moral development. The intensive role of the Ustadzah as a 24-hour mentor is key to the success of this strategy.
Work Life Balance dalam Manajemen Sumber Daya Manusia Modern: Perspektif Lembaga Pendidikan Islam dan Pesantren Avifahtur Nur Rohma; Baidi Baidi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i1.7391

Abstract

This study discusses the importance of Work Life Balance (WLB) for teachers and educational staff in Islamic boarding schools (pesantren). The boarding system requires educators to be active around the clock, which often leads to stress, emotional exhaustion, and decreased teaching motivation. Findings indicate that implementing welfare-based management—such as work schedule rotation, proportional workload distribution, and social support from leaders—has a positive impact on teachers’ motivation and psychological well-being. Spiritual values such as sincerity (ikhlas) and reliance on God (tawakal) also strengthen their psychological resilience. Therefore, the application of WLB in pesantren should be grounded in humane policies and Islamic values to achieve harmony between work productivity, worship, and personal life. Pesantren can thus serve as a model of holistic human resource management that integrates both worldly and spiritual well-being.