Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kepatuhan Kontrol pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cemapaka Banjarmasin Mida Ridayanti; Syamsul Arifin; Lena Rosida
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.667 KB)

Abstract

Abstract: According to the World Health Organization, adherence behavior is influenced by self-efficacy, complexity of treatment, and long suffering. The purpose of the study is to analyze the factors related to adherence behavior of control in patients with type 2 diabetes mellitus in Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Observational analytic research method with cross sectional approach. A sample of 50 people was obtained by systematic random sampling technique. The research instrument used was a questionnaire and analyzed with chi-square test (α<0,05). The results of the study showed respondents high self-efficacy (82%) had obedient control behavior (ρ = 0.027, PR = 2.91). Respondents who received monotherapy (81%) and combinations (58) had obedient control behavior (ρ = 0.155). Respondents who had the frequency of taking drug frequently (72%) had obedient control behavior (ρ = 0.211). Respondents who had a short long suffering (82%) had obedient control behavior (ρ = 0.027, PR = 2.91). The conclusion of this study is there is a relationship between self-efficacy and long suffering with adherence behavior of control, but there is no relationship between the complexity of drug type and the complexity of taking drug frequency with adherence behavior of control in patients with type 2 diabetes mellitus in Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Keywords: self-efficacy, complexity of treatment, long suffering, adherence behavior of control. Abstrak: Menurut World Health Organization, perilaku kepatuhan dipengaruhi oleh efikasi diri, kompleksitas pengobatan, dan lama menderita. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan kontrol pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin.  Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 orang diperoleh dengan teknik systematic random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square (α<0,05). Hasil penelitian menunjukkan responden efikasi diri tinggi (82%) memiliki perilaku patuh kontrol (ρ=0,027, PR=2,91). Responden yang mendapatkan pengobatan monoterapi (81%) dan kombinasi (58) memiliki perilaku patuh kontrol (ρ=0,155). Responden yang memiliki frekuensi minum obat sering (72%) memiliki perilaku patuh kontrol (ρ=0,211). Responden yang memiliki lama menderita pendek (82%) memiliki perilaku patuh kontrol (ρ=0,027, PR=2,91). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan efikasi diri dan lama menderita dengan perilaku kepatuhan kontrol, namun tidak terdapat hubungan kompleksitas jenis obat dan kompleksitas frekuensi minum obat dengan perilaku kepatuhan kontrol pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Kata-kata kunci:         efikasi diri, kompleksitas pengobatan, lama menderita, perilaku kepatuhan kontrol
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kepatuhan Minum Obat Anti Diabetes pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Cici Chairunisa; Syamsul Arifin; Lena Rosida
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.287 KB)

Abstract

Abstract: The adherence behavior of taking anti-diabetes drugs has an important role to patients with type 2 diabetes mellitus (type 2 DM) because it is long-term treatment. Perceived threats, perceived benefits, and perceived barriers influence the adherence behavior based on health belief model theory. This research aimed to analyze the factors that related to the adherence behavior of taking anti-diabetes drugs in patients with type 2 DM. This is analytic observational research with a cross sectional design. The samples are 50 people chosen by systematic random sampling technique. Instrument is questionnaire. Data were analyzed by chi square test with a significant level of α <0.05. The result is 84% respondents with positive perceived threats have high adherence behavior of taking anti-diabetes drugs (ρ=0.006, PR=3.26), 83% respondents with positive perceived benefits have high adherence behavior of taking anti-diabetes drugs (ρ=0.006, PR=3.5), 82% respondents with negative perceived barriers have high adherence behavior of taking anti-diabetes drugs (ρ=0.009, PR=3.18). In conclusion, there is a correlation between perceived threats, perceived benefits, and perceived barriers to the adherence behavior of taking anti-diabetes drugs in patients with type 2 DM at Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Keywords: type 2 diabetes mellitus, perceived threats, perceived benefits, perceived barriers, the adherence behavior of taking drugs. Abstrak: Perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes (OAD) mempunyai peran penting bagi penderita diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) karena memerlukan pengobatan jangka lama. Persepsi ancaman, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan mempengaruhi perilaku kepatuhan berdasarkan teori health belief model. Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan minum OAD pada penderita DM tipe 2. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 orang diperoleh dengan teknik systematic random sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Data dianalisis dengan uji chi square tingkat signifikansi α 0,05. Hasil penelitian 84% responden dengan persepsi ancaman positif memiliki perilaku kepatuhan minum OAD tinggi (ρ=0,016, PR=3,26), 83% responden dengan persepsi manfaat positif memiliki perilaku kepatuhan minum OAD tinggi (ρ=0,006, PR=3,5), 82% responden dengan persepsi hambatan negatif memiliki perilaku kepatuhan minum OAD tinggi (ρ=0,009, PR=3,18). Kesimpulan penelitian terdapat hubungan antara persepsi ancaman, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan dengan perilaku kepatuhan minum OAD pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Kata-kata kunci:         diabetes melitus tipe 2, persepsi ancaman, persepsi manfaat, persepsi   hambatan, perilaku kepatuhan minum obat.
Hubungan Usia dan Personal Hygiene dengan Kejadian Pedikulosis Kapitis Patimah Patimah; Syamsul Arifin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.147 KB)

Abstract

Abstract: Pediculosis capitis is a health problem throughout the world, especially in school children who live in dorm. Personal hygiene is an important aspect in determining health status and age is one of the factors that influence health behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between age and personal hygiene with the incidence of pediculosis capitis in Darul Hijrah Islamic Boarding School. The research method is observational analytic with cross sectional approach. The sample size of 50 respondents was using the stratified proportional random sampling technique. The results of the statistical test for age is p=0.003; PR=1,67 and personal hygiene is p=0.001; PR=0,64, so it can be concluded that there is a relationship between age and personal hygiene with the incidence of pediculosis capitis in Darul Hijrah Islamic Boarding School Martapura. Keywords:  pediculosis capitis, age, personal hygiene. Abstrak: Pedikulosis kapitis menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia terutama pada anak sekolah yang tinggal di asrama. Personal hygiene merupakan aspek penting dalam menentukan status kesehatan dan usia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan usia dan personal hygiene dengan kejadian pedikulosis kapitis di Pesantren Darul Hijrah Puteri Martapura. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 50 responden dengan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan uji statistik chi-square. Hasil uji statistik untuk usia didapatkan nilai p=0,003; PR=1,67 dan personal hygiene didapatkan nilai p= 0,001; PR=0,64, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara usia dan personal hygiene dengan kejadian pedikulosis kapitis di Pesantren Darul Hijrah Puteri Martapura. Kata-kata kunci: pedikulosis kapitis, usia, personal hygiene.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kepatuhan Minum Obat Anti Diabetes pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin Naila Almira; Syamsul Arifin; Lena Rosida
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.812 KB)

Abstract

Abstract: The adherence behavior of taking anti diabetes drugs is influenced by age, gender, knowledge, and motivation. This research aims to analyze the factors that are related to the adherence behavior of taking anti diabetes drugs in patients with type 2 Diabetes Mellitus (DM) at Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin. The research method is observational analytic with cross sectional approach. The sample is amounted to 50 respondents obtained by systematic random sampling technique. The data are analyzed by chi-square test with α<0,05. The results of this research are respondents who are not elderly (86,1%) have high adherence behavior of taking anti diabetes drugs (p=0,004, PR=0,243), male (70%) and female (76,7%) respondents have high adherence behavior of taking anti diabetes drugs (p=0,843), respondents with good knowledge (90,6%) have high adherence behavior of taking anti diabetes drugs (p=0,001, PR=5,926), and respondents with good motivation (83,8%) have high adherence behavior of taking anti diabetes drugs (p=0,023, PR=3,320). In conclusion, there is a correlation between age, knowledge, and motivation to the adherence behavior of taking anti diabetes drugs, and there is no correlation between gender to the adherence behavior of taking anti diabetes drugs in patients with type 2 DM at Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin. Keywords: type 2 diabetes mellitus, age, gender, knowledge, motivation, adherence behavior of taking drugs. Abstrak: Perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pengetahuan, dan motivasi. Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes pada penderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden diperoleh dengan teknik systematic random sampling. Data dianalisis dengan uji chi-square dengan α<0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden belum lansia (86,1%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes tinggi (p=0,004, PR=0,243), responden laki-laki (70%) dan perempuan (76,7%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes tinggi (p=0,843), responden dengan pengetahuan baik (90,6%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes tinggi (p=0,001, PR=5,926), dan responden dengan motivasi baik (83,8%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes tinggi (p=0,023, PR=3,320). Kesimpulan penelitian terdapat hubungan usia, pengetahuan, dan motivasi dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes, dan tidak terdapat hubungan jenis kelamin dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin. Kata-kata kunci: diabetes melitus tipe 2, usia, jenis kelamin, pengetahuan, motivasi, perilaku kepatuhan minum obat.
Hubungan Persepsi Benefit dengan Tingkatan Niat Ibu Balita dalam Rangka Kunjungan Penimbangan Balita di Posyandu Dwi Risky Arini; Syamsul Arifin; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.718 KB)

Abstract

Abstract: Malnutrition is responsible for one-third of all childhood dead causes worldwide. Government steps to early detect nutritional status is by weigh visitation program in posyanduThe purpose of this study is to analyze the correlation between benefit perception to the children under-five years mother level of intention in order to weigh their child in Children and Health Maternal Service of Pekapuran Raya Public Health Center working area. Research method is analytical observational with cross-sectional approach. The number of sample is 50 respondents used purposive sampling technique. Data were analyzed by using somers'd test with 95% confidence level. The results showed benefit perception of low are 2%, moderate are 24% and high are 74%.  Mother's intention level with criteria of low are 2%, moderate are 56% and strong are 42%. The result of the somers'd test showed the value of p = 0,000 and the value of r = 0.533. In conclusion, there is  positivet relationship with the moderate correlation between the benefit perception with children under five years mother intention level to weigh their children in posyandu. Keywords:   benefit perception, intention, children under five years weigh, maternal and child health service Abstrak: Kurang gizi menjadi penyebab sepertiga dari seluruh penyebab kematian anak di seluruh dunia. Langkah pemerintah untuk deteksi dini status gizi melalui program kunjungan penimbangan di posyandu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan persepsi benefit dengan tingkatan niat ibu balita dalam  kunjungan penimbangan balita di posyandu  wilayah kerja Puskesmas Pekapuran Raya. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel 50 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis  menggunakan uji Somers’d dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan persepsi benefit kriteria rendah 2%, sedang 24% dan tinggi 74%.  Tingkatan niat ibu balita kriteria lemah  2%, sedang 56% dan kuat 42%. Hasil uji Somers’d menunjukan nilai p=0,000 dan nilai r=0,533. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan positif dengan korelasi cukup antara persepsi benefit dan tingkatan niat ibu balita menimbang balita. Kata-kata kunci:  persepsi benefit,  niat, penimbangan balita, posyandu
Hubungan Dukungan Tenaga Kesehatan dan Akses Ke Puskesmas terhadap Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Nani Mi’rajiah; Meitria Syahadatina Noor; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.88 KB)

Abstract

Abstract: Indonesia is a country with the fourth highest population in the world. The Indonesian government states to reduce the percentage of pregnancies effectively by using LACMs, the number of LACMs users in Indonesia is low, namely 7,920,260 people (21.81%). Some of the factors that influence the use of LACMs are health workers support and access to public health center. The purpose of the study was to find out the relationship of health workers support and access to public health center on use of LACMs. This study used an observational analytic design with a case control approach involving 30 non LACMs and 30 LACMs. Data analysis using chi-square test with a confidence level of 95% + odds ratio. The results of the study there are relationship of health workers support (p = 0.003, OR = 5.231) and access to public health center (p = 0.018, OR = 3.596) on the use of LACMs . Keywords: LACMs, Health workers support, Access to public health center Abstrak: Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk tertinggi keempat dunia. Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa untuk menurunkan persentase kehamilan secara efektif yaitu dengan pemakaian MKJP, namun angka pengguna MKJP di Indonesia tergolong rendah yaitu 7.920.260 orang (21,81%). Beberapa faktor yang mempengaruhi pemakaian MKJP adalah dukungan tenaga kesehatan dan akses ke puskesmas. Tujuan penelitian adalah  mengetahui adanya hubungan dukungan tenaga kesehatan dan akses ke puskesmas dengan pemakaian MKJP di Puskesmas Pemurus Dalam, Puskesmas Cempaka Putih, dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol yang melibatkan 30 kelompok kasus (non MKJP) dan 30 kelompok kontrol (MKJP).Hasil penelitian ini menunjukan 61,67% responden mendapatkan dukungan tenaga kesehatan dengan baik dan 58,33% responden mempunyai akses ke puskesmas dengan mudah. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara dukungan tenaga kesehatan(p=0,003, OR=5,231) dan akses ke puskesmas (p=0,018, OR=3,596) dengan pemakaian MKJP pada akseptor KB yang terdaftar di Puskesmas Pemurus Dalam, Puskesmas Cempaka Putih, dan Puskesmas 9 Nopember Kota Banjarmasin. Kata-kata kunci: MKJP, Dukungan tenaga kesehatan, Akses ke puskesmas.
Hubungan Lama Paparan Bau Karet dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Pelambuan Banjarmasin Lisda Mardhatillah; Djallaluddin Djallaluddin; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.162 KB)

Abstract

Abstract: Hypertension is the number one cause of death in the world. As many as 1.13 billion people in the world suffer from hypertension. Common factors affecting hypertension are age, sex, education level, physical activity, genetic factors (heredity), food intake, smoking, and stress. Stress can be caused by exposure to the smell of rubber to the sense of smell that continues. This study aims to analyze the relationship between exposure to rubber odor aand the sex with the incidence of hypertension at the Pelambuan Health Center in the PT. Wilson Lautan Karet Pelabuan Subdistrict, West Banjarmasin Subdistrict, Banjarmasin City. This study is an analytic observational study, with a case control design, which compares cases and control groups. The analytica data used is the Chi-Square. Taking the research subject using purposive sampling technique. The sample size (research subjects) in this study were 60 people consisting of 30 patients with hypertension and 30 patients with normotension. The results showed that there was no relationship between the duration of exposure to the smell of rubber with the incidence of adult hypertension at Banjarmasin City Pelambuan Health Center, there was a relationship between sex with the incidence of hypertension in adults at the Banjarmasin City Pelambuan Health Center. Keywords: Long exposure to rubber odor, gender, hypertension Abstrak: Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Sebanyak 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Faktor-faktor yang umum mempengaruhi hipertensi adalah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, aktivitas fisik, faktor genetik (keturunan), asupan makanan, merokok, dan stres. Stres dapat terjadi oleh paparan bau karet terhadap indra penciuman yang terterus menerus. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lama paparan bau karet dan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi pada pasien Puskesmas Pelambuan di lingkungan Pabrik Pengolahan Karet Remah PT. Wilson Lautan Karet Kelurahan Pelabuan Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain case control. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square. Subjek penelitian diambil secara purposive sampling. Besar subjek penelitian dalam penelitian ini sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 orang pasien hipertensi dan 30 orang pasien tidak hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara lama paparan bau karet dengan kejadian hipertensi pada pasien di Puskesmas Pelambuan Kota Banjarmasin, terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian hipertensi pada pasien di Puskesmas Pelambuan Kota Banjarmasin. Kata-kata Kunci:  Lama paparan bau karet, jenis kelamin, hipertensi
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kepatuhan Minum Obat Anti Diabetes pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Atrik Pristica Diani; Syamsul Arifin; Lena Rosida
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.852 KB)

Abstract

Abstract: The adherence behavior of taking anti-diabetes drugs is influenced by age, gender, family support, and health workers support. The aim of the study was to analyze the factors related to the behavior of adherence to taking anti-diabetes medication in patients with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) at Puskesmas Banjarmasin. Observational analytic research method with cross sectional approach. A sample of 50 people was obtained by systematic random sampling technique. Chi-square test with α <0.05. The results showed that the respondents were not elderly (64%) and the elderly (75%) had high adherence to taking anti-diabetes medication (ρ = 0.576). Male respondents (63%) and women (74%) had high adherence to taking anti-diabetes medication (ρ = 0.611). Respondents who have good family support (90%) had high adherence behavior to taking anti-diabetes drugs (ρ = 0.001, PR = 6.00). Respondents who good health workers support (88%) had high adherence behavior for taking anti-diabetes drugs (ρ = 0.001, PR = 4.88). The conclusion of this study is that there is a relationship between family support and health workers support with adherence behavior to taking anti-diabetes drugs but there is no relationship between age and sex with adherence behavior to taking anti-diabetic drugs in T2DM patients at Puskesmas Cempaka Banjarmasin.         Keywords: family support, health worker support, the adherence of taking drugs. Abstrak: Perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dukungan keluarga, dan dukungan petugas kesehatan. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 orang diperoleh dengan teknik systematic random sampling. Analisis data menggunakan Uji chi-square dengan α<0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden belum lansia (64%) dan lansia (75%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes yang tinggi (ρ=0,576). Responden laki-laki (63%) dan perempuan (74%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes yang tinggi (ρ=0,611). Responden yang memiliki dukungan keluarga yang baik (90%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti dabetes yang tinggi (ρ=0,001, PR=6,00). Responden yang memiliki dukungan petugas kesehatan yang baik (88%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes yang tinggi (ρ=0,001, PR=4,88). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes dan tidak terdapat hubungan usia dan jenis kelamin dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes pada penderita DMT2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Kata-kata kunci: dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, perilaku kepatuhan minum obat.
ubungan Dukungan Suami dan Pola Komunikasi Suami Istri dengan Pengunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Noor Khalisha Puteri; Meitria Syahadatina Noor; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.384 KB)

Abstract

Abstract: Long acting contraceptive methods (LACMs) are contraceptive methods that can be used for a long period and effective to prevent pregnancy. Factors that can influence contraceptive use are husband’s support and husband-wife communication pattern. The aim of this research was to determine the relationship of husband’s support and husband-wife communication pattern to the use of LACMs on family planning acceptors who were registered in Pemurus Dalam, Cempaka Putih, and 9 November Public Health Center. The method of this research was case control which consisted of 60 respondents, they were divided into 30 non LACMs group and 30 LACMs group. Data analysis used chi-square test with 95% of confident level+odds ratio. The result showed that husband’s support was mostly categorized as good by 53,3% and husband-wife communication pattern was mostly categorized as good by 58,3%. The conclusions of this research are there was a relationship of husband’s support  (p=0,000, OR=16,429) and husband-wife communication pattern to the use of LACMs (p=0,001, OR=6,909). Keywords: LACMs, Husband’s support, Husband-wife communication pattern Abstrak: Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan metode kontrasepsi yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan efektif untuk menjarangkan kehamilan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan kontrasepsi di antaranya dukungan suami dan pola komunikasi suami-istri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan dukungan suami dan pola komunikasi suami-istri dengan penggunaan MKJP pada akseptor KB yang terdaftar di Puskesmas Pemurus Dalam, Puskesmas Cempaka Putih, dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Metode penelitian ini adalah kasus control, subjek penelitian terdiri dari 60 responden yang dibagi menjadi 30 kelompok non MKJP dan 30 kelompok MKJP. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% + odds ratio. Hasil penelitian didapatkan dukungan suami terbanyak berkategori baik yaitu sebesar 53,3% dan pola komunikasi suami-istri terbanyak berkategori baik yaitu sebesar 58,3%. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan dukungan suami (p=0,000, OR=16,429) dan pola komunikasi suami-istri dengan penggunaan MKJP (p=0,001, OR=6,909). Kata-kata kunci: MKJP, dukungan suami, pola komunikasi suami-istri
Hubungan Pekerjaan, Paritas, dan Keterampilan Perawatan Payudara dengan Perilaku Pemberian ASI Eksklusif Luh Putu Sukma Pratiwi Sutama; Syamsul Arifin; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.296 KB)

Abstract

Abstract: Exclusive breastfeeding to infants is one of WHO’s target that has not been achieved. Work, parity and skills are predisposing factors that influence human healthy behavior. The aim of this study was to determine the correlation of employment, parity and breast care skills with exclusive breastfeeding behaviour in the work area of the Pekapuran Raya Banjarmasin Health Center. This research used observational analytic methods with cross sectional approach. The sample size of 50 respondents selected by cluster proportional random sampling technique. The research’s instrument used was a questionnaire with a chi-square statistical test. Statistical test results for employment is p value = 0.005, parity with p value = 0.005, and breast care skills with p value = 0.012, so that it can be concluded that there is a correlation of employment, parity and breast care skills with exclusive breastfeeding behaviour in work area of Pekapuran Raya Banjarmasin Health Center.    Keyword: employment, parity, breast care skills, exclusive breastfeeding. Abstrak: Pemberian ASI eksklusif pada bayi merupakan salah satu target dari WHO yang masih belum tercapai. Pekerjaan, paritas dan keterampilan merupakan faktor predisposisi yang mempengaruhi perilaku kesehatan manusia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pekerjaan, paritas dan keterampilan perawatan payudara dengan perilaku pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pekapuran Raya Banjarmasin. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel 50 responden dengan teknik cluster proportional random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan uji statistik chi-square. Hasil uji statistik untuk pekerjaan nilai p=0,005, paritas nilai p=0,005, dan keterampilan perawatan payudara p=0,012, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pekerjaan, paritas dan keterampilan perawatan payudara dengan perilaku pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pekapuran Raya Banjarmasin. Kata-kata kunci:    pekerjaan, paritas, keterampilan perawatan payudara, ASI eksklusif.
Co-Authors Abdur Rahman Achmad Rofi'i Achyar Nawi Husein Adi Nugroho Adi Nugroho Agung Biworo Agung Waskito Ahmad Alim Bachri Al Furqonnata Mubarta Alfi Yasmina Ammara Ulfa Azizah Andini Octaviana Putri Anggun Wulandari Annisa Annisa Annisa Aulia Rakhim Anugrah Nur Rahmat Ari Yunanto Arief Budiman Armuni Armuni Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asyifa Norhana, Asyifa Atrik Pristica Diani Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bambang Setia Budi Budi Setiawan Cici Chairunisa Desy Ratna Sari Devita Wijayanti, Devita Dhian Ririn Lestari Diadjeng Setya Wardani Dian Intan Permatasari Dian Purnama Sari Dian Rizeki Finarti Djallaluddin Djallaluddin Dwi Rahmawati Dwi Rezki Safitri Dwi Risky Arini Dwika Fresty Dian Mustika Sari Edi Hartoyo Eka Santi Eko Suhartono Eko Suhartono Endang Pertiwiwati Enny Khalisa Evy Alvionita Yurna Fahrini Yulidasari Fairuz Nur Fawaz Faradila Farisa Shauma Fachir Fauzie Rahman Fie Khaeriyah Firyal Afifah Juanda Gaida Akmila Hadianor, Hadianor Harapan Parlindungan Ringoringo Hartina Fajar Damayanti Herawati Herawati Herwinda Husnawati Hotma Marintan Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husnawati, Herwinda Ida Yuliana Ida Yuliana Ida Yuliana Ira Mingchilina Iwan Aflanie Jeikawati Jeikawati Kharis Faridan Krisma Aulia Laily Khairiyati Lasinrang Lasinrang Lena Rosida Lenie Marlinae Lenie Marlinae Lisda Hayatie, Lisda Lisda Mardhatillah Luh Putu Sukma Pratiwi Sutama Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Mida Ridayanti Mohammad Bakhriansyah Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Gilmani Muhammad Syaqib Arsalan Naila Almira Nani Mi’rajiah Nia Kania Noor Fithriyah Noor Khalisha Puteri Noor Laila Afifah Noor Samirah Herviana Norhalida Rahmi Novita Dewi Iswandari Nur Syaima Dhiya Savitry Okta Dede Alvionita Panghiyangani, Roselina Patimah Patimah Persadha, Galih Rabbina Rahmah Rahmita Rahmita Raudatul Jinan Raudhatul Jannah Renate Pah Kiting Resvia Arwinda Reynaldo Gazali Rima Permata Sari Risna Irviani Rosela Elmita Rosihan Adhani Rosihan Adhani, Rosihan Rudi Fakhriadi Ruslan Muhyi, Ruslan Rusmiyati Rusmiyati Salsalina Violetha Br Ginting Savitry, Nur Syaima Dhiya Sherly Limantara Sherly Theana Shifa, Mutiara Silvia Kristanti Tri Febriana Silvia Kristanti Tri Febriana Siti Fitriah Siti Nurhayani Suprihatini Suprihatini Syarifah Kholishotunnisa Syarifuddin Syarifuddin Tati Rahayu Taufik Taufik Tenri Ashari Wanahari Triawanti Triawanti Winda Saukina Syarifatul Jannah Yudha Khusnia Rohmatin Zhafira Khoirunnisa Suwanto