Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI, STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT Dian Rizeki Finarti; Ahmad Alim Bachri; Syamsul Arifin
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 1, No 2 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.095 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v1i2.3150

Abstract

Sumber daya manusia terbanyak yang berinteraksi secara langsung dengan pasien adalah perawat, sehingga kualitas pelayanan yang dilaksanakan oleh perawat dapat dinilai sebagai salah satu indikator baik atau buruknya kualitas pelayanan di rumah sakit. Studi pendahuluan awal yang dilakukan pada bulan April peneliti melakukan wawancara dengan 9 perawat di ruang rawat inap RSUD Ratu Zalecha Martapura tentang stres kerja perawat dan diperoleh data yang mengatakan bahwa perawat ruang rawat inap memiliki tingkat kejenuhan dan rasa tertekan yang dialami selama melakukan pekerjaannya, dan hal ini merupakan salah satu faktor pemicu munculnya stres dalam bekerja yang diperkuat dengan pernyataan 5 pasien bahwa pasien kurang merasa puas dengan pelayanan yang diberikan perawat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik korelasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai RSUD Brig. Jend. H. Hasan Basry. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah  simple random sampling. Variabel penelitian adalah gaya kepemimpinan, motivasi, stres kerja dan kinerja perawat RSUD Ratu Zalecha Martapura sebagai variabel terikat.. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner.Hasil analisa regresi logistik  memperoleh hasil  variabel gaya kepemimpinan dari analisa regresi logistik ternyata nilai taraf signifikansi pada variabel motivasi nilainya berubah yang semula 0,001 menjadi 0,000. Perubahan  tersebut merupakan fenomena bahwa gaya kepemimpinan memiliki hubungan secara tidak langsung terhadap kinerja perawat walaupun sangat rendah. Ada hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan, motivasi, stres kerja dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Ratu Zalecha Martapura yaitu hubungan yang positif dengan hasil regresi sebesar 4.328.
EFEKTIVITAS METODE PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENTANG PENCEGAHAN KEPUTIHAN PATALOGIS Roselina Panghiyangani; Syamsul Arifin; Rudi Fakhriadi; Syarifah Kholishotunnisa; Annisa Annisa; Siti Nurhayani; Noor Samirah Herviana
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.422 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v4i1.5655

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan hampir seluruh wanita dan remaja putri pernah mengalami keputihan 60% pada remaja putri dan 40% pada wanita usia subur (WUS). Berdasarkan prevalensi kanker serviks di Indonesia sebesar 0,8%, prediksi tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan  yaitu Kabupaten Banjar sebanyak 286 orang, yang dihitung dari jumlah wanita subur usia 15-39 tahun sebanyak 115.297 orang, usia 15-49 tahun sebanyak 154,136. UPT. Martapura 1 didapatkan 123  wanita yang dilakukan deteksi dini kanker leher rahim. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang pencegahan keputihan patologis pada santriwati Darul Hijrah Putri Banjarbaru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental, dengan jumlah sampel 65 responden. Instrumen penelitian dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Hasil analisis data dengan regresi logistic. Responden kontrol menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan p-value (0,176). Berbeda dengan hasil analisis dari responden perlakukan yang menunjukkan terdapat hubungan antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan p value (0,000). Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan pengetahuan pada responden control dan terdapat hubungan pada responden perlakukan dengan peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan tentang pencegahan keputihan patalogis.
HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN INDEKS BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN PADA PEKERJA DI PT. KARIAS TABING KENCANA Arief Budiman; Husaini Husaini; Syamsul Arifin
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 1, No 2 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.3 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v1i2.3151

Abstract

PT. Karias Tabing Kencana merupakan salah satu perusahaan karet di Kalimantan Selatan. Kecelakaan kerja bisa menurunkan produktivitas perusahaan. Salah satu faktor yang menyebabkan kecelakaan dan menurunnya produktivitas adalah kelelahan pada pekerja. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian tentang faktor – faktor yang menyebabkan kelelahan yaitu umur dan beban kerja agar angka kecelakaan kerja dapat diturunkan dan meningkatkan produktivitas perusahaan. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui hubungan umur dan kelelahan, mengetahui hubungan beban kerja dengan kelelahan dan hubungan umur dan beban kerja secara simultan dengan kelelahan pada pekerja di PT. Karias Tabing Kencana. Penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dan didapat sebanyak 41 pekerja. Analisa bivariat dan multivariate. Hasil Penelitian Terdapat hubungan antara umur dengan kelelahan dengan nilai p = 0,0001 .Terdapat hubungan antara beban dengan kelelahan dengan nilai p = 0,0001, Tidak ada hubungan antara umur dan beban kerja secara bersama sama dengan kelelahan. Kesimpulan peneltian ada hubungan umur dengan kelelahan , Ada hubungan beban dengan kelelahan, dan tidak ada hubungan umur dan beban (secara bersama – sama) dengan kelelahan.
Meta-Analysis: Relationship of History of Acute Respiratory Infections and Low Birth Weight with Stunting in Toddlers Kharis Faridan; Meitria Syahadatina Noor; Alfi Yasmina; Syamsul Arifin; Harapan Parlindungan Ringoringo
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v7i2.10948

Abstract

     Basic Health Research (2018) and National Socio-Economic Survey (2019) showed a high incidence of stunting in Indonesia. History of acute respiratory infection (ARI) and low birth weight (LBW) were studied as factors associated with stunting in under-five children. The research’s objective was to analyze the association between the history of ARI and LBW with the incidence of stunting in under-five children. This study was a meta-analysis. Literature searching was conducted in reputed and accredited journals in PubMed and Google Scholar, published between 2016-2020, analytic observational study design, contained OR/PR/RR with 95% confidence interval, written in English or Indonesian, and available in full-text. The meta-analysis was conducted with RevMan 5.4 application. We included 14 studies. Results showed there was a significant association between history of ARI and the incidence of stunting in under-five children, with pooled OR = 2.48 (95%CI = 1.82-3.40, p < 0.00001, I2 = 0%, p for heterogeneity = 0.66). This study showed there was a significant association between LBW and incidence of stunting, with pooled OR = 2.15 (95% CI = 1.58-2.93, p < 0.00001, I2 = 61%, p for heterogeneity = 0.005). The conclusions were there were significant associations between the history of ARI and LBW with the incidence of stunting in under-five children.
Peningkatan Pengetahuan Pengawetan Makanan di Masa Pandemi dalam Membantu Ekonomi Masyarakat Syamsul Arifin; Husaini Husaini; Lenie Marlinae; Laily Khairiyati; Agung Waskito; Anugrah Nur Rahmat; Sherly Theana; Taufik Taufik; Noor Laila Afifah; Muhammad Gilmani; Winda Saukina Syarifatul Jannah; Ammara Ulfa Azizah; Raudatul Jinan; Fairuz Nur Fawaz
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.942 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.3899

Abstract

COVID-19 terus menerus menyebar luas dan memperpanjang kecemasan masyarakat khususnya untuk memenuhi kebutuhan hidup, dapat dilihat dari sebagian besar masyarakat tidak lagi bekerja atau berdagang. Masyarakat pekerja informal yang pendapatannya harian dan tidak pasti mengalami penurunan pendapatan. Peristiwa ini mengakibatkan konsumsi di masyarakat pekerja informal juga menurun. Perlu upaya dalam mengatasi permasasalahan perubahan kondisi seperti saat ini. Salah satunya adalah dengan melakukan pembinaan dalam berwirausaha, terutama ibu-ibu rumah tangga untuk mengisi waktu luangnya dapat berwirausaha sesuai kemampuannya masing-masing. Metode yang digunakan meliputi tahap pendekatan kemasyarakatan ABG (Advokasi, Bina Suasana dan Gerakan Masyarakat), Survey lapangan, pelatihan dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pre test terdapat 23 responden (76,7%) yang tingkat pengetahuannya baik dan setelah pemberian materi dan pelatihan, berdasarkan hasil post test terdapat 30 responden (100%) yang tingkat pengetahunnya baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada masyarkat terkait pengawetan makanan. Peningkatan pengetahuan tersebut sangat berguna untuk membantu ekonomi masyarakat dalam menghadapi covid-19. Kata kunci: pengawetan makanan, pandemic, ekonomi masyarakat
Peningkatan Pengetahuan Pada Anak Terkait Pemakaian Masker melalui Cerita Animasi Husaini Husaini; Lenie Marlinae; Syamsul Arifin; Agung Biworo; Laily Khairiyati; Agung Waskito; Anugrah Nur Rahmat; Sherly Theana; Taufik Taufik; Noor Laila Afifah; Muhammad Gilmani; Winda Saukina Syarifatul Jannah; Ammara Ulfa Azizah; Raudatul Jinan; Fairuz Nur Fawaz
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.535 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.3900

Abstract

Penyebaran Covid-19 di Kalimantan Selatan, pada tanggal 28 April 2021 update terbaru mengenai Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Provinsi terkonfirmasi 32,686 ribu kasus terkonfirmasi positif dengan meninggal 938 orang, 29.615 ribu sembuh dan sisanya masih dalam perawatan. Untuk Kabupaten Banjar jumlah yang terdampak Covid-19 yaitu sebesar 2.496 kasus. Anak-anak yang terdampak Covid-19 di Kalimantas Selatan yaitu sebesar 358 anak. Diperlukannya edukasi terhadap anak terkait cara penggunaan masker yang bersih dan sehat dengan menggunakan media cerita animasi agar pengetahuan anak terhadap cara mencegah Covid-19 dapat meningkat. Selain itu juga edukasi kepada orang tua diperlukan karena orang tua menjadi edukator kepada anaknya yang selalu mengingatkan dan memberi tahu anaknya dalam hal pencegahan Covid-19 khususnya dalam hal penggunaan masker yang bersih dan sehat. Metode yang digunakan meliputi tahap pendekatan kemasyarakatan ABG (Advokasi, Bina Suasana dan Gerakan Masyarakat), Survey lapangan, pelatihan dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pre test terdapat 24 responden (87,5%) yang tingkat pengetahuannya baik dan setelah pemberian materi dan pelatihan, berdasarkan hasil post test terdapat 24 responden (100%) yang tingkat pengetahunnya baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada masyarkat terkait pemakaian maske bersih dan sehat. Peningkatan pengetahuan tersebut sangat berguna untuk mencegah penyebaran covid-19 pada anak. Kata kunci: pemakaian masker, pandemic, covid-19
Hubungan Dukungan Suami Dengan Pemilihan Kontrasepsi Tubektomi Pada Akseptor Kb Di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Tangi Banjarmasin Novita Dewi Iswandari; Syamsul Arifin; Tati Rahayu
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.455 KB)

Abstract

Latar belakang: Kontrasepsi mantap yang paling efektif diantara kontrasepsi lainnya yaitu tubektomi, karena kontasepsi ini yang paling akurat dan sangat efektif, terbukti bahwa 0,5 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan. Cakupan KB aktif di Indonesia 35.202.908 meliputi IUD 3.896.081 (11,07%), MOW 1.238.749 (3,52%), MOP 241.642 (0,69%), implant 3.680.816 (10,46%), kondom 1.110.341 (3,15%), suntikan 16.734.917 (47,54%), dan pil KB 8.300.362 (29,58%) Tujuan : Mengetahui Hubungan dukungan suami dengan pemilihan kontrasepsi tubektomi pada akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Tangi Banjarmasin. Metode : penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, popolasi adalah seluruh ibu akseptor KB di wilayah kerja puskesmas kayu tangi Banjarmasin tahun 2016 di bulan desember yaitu 108 orang akseptor KB dan jumlah sampel yaitu ada 51 seluruh ibu menggunakan KB yang berkunjung ke puskesmas kayu tangi Banjarmasin Hasil : Dari 51 responden didapatkan hasil yaitu 5 responden (41,7%) orang yang menggunakan tubektomi dan suami mendukung dalam pemilihan kontrsepsi tubektomi .sedangkan 46 responden (90,2%) orang yang tidak menggunakan tubektomi diantaranya 39 responden (100%) suami yang tidak mendukung kontrasepsi tubektomi dan 7 responden (58,3%) suami mendukung dalam pemilihan tubektomi. Uji statistik memperlihatkan p=0.0000.05. Simpulan: Ada hubungan antara dukungan suami dengan pemilihan kontrasepsi tubektomi pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Kayu Tangi Banjarmasin. Kata kunci : dukungan suami, pemilihan kontrasepsi tubektomi ________________________________________________________________Introduction: The most effective contraceptive between the other contraceptives is tubectomy, since this is the most accurate and highly effective contraceptive, it has been shown that 0.5 pregnancies per 100 women during the first year of use. The coverage of active family planning in Indonesia 35,202,908 includes IUD 3.896.081 (11.07%), MOW 1.238.749 (3.52%), MOP 241.642 (0.69%), implant 3,680,816 (10.46%) , condoms 1,110,341 (3,15%), injections 16,734,917 (47,54%), and pills 8,300,362 (29,58%). Objective: To know The Correlation of Husbands Support with Tubectomy Contraception Selection on Family Planning acceptors in the work area of Puskesmas Kayu Tayu Banjarmasin. Method: This research use analytic survey method using cross sectional approach, popolation is all mother of KB acceptor in working area of puskesmas kayu tangi Banjarmasin 2016 in December that is 108 family planning acceptors and number of samples that is 51 all mother using family planning visit to Puskesmas Kayu Tangi Banjarmasin. Results: From 51 respondents, there were 5 respondents (41,7%) people using tubectomy and husband support in tuberculosis contraception selection, while 46 respondents (90,2%) did not use tubectomy such as 39 respondents (100%) husband who did not support tubectomy contraception and 7 respondents (58,3%) husband support in tubectomy selection. The statistical test shows p = 0.000 0.05. Conclusion: There is a correlation between husband support with tuberculosis contraceptive selection on family planning acceptors in working area of Puskesmas Kayu Tangi Banjarmasin. Keywords: husband support, tubectomy contraceptive selection 
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSUD Dr. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN Dwi Rahmawati; Syamsul Arifin; Okta Dede Alvionita
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.318 KB)

Abstract

Latar Belakang. Angka kematian BBLR masih tinggi dan merupakan angka kematian neonataltertinggi kedua dikota Banjarmasin. Terutama di Rumah Sakit BLUD Dr.H.Moch Ansari SalehBanjarmasin. Merawat BBLR berbeda cara merawatnya dengan bayi normal, tidak semua ibumempunyai pengetahuan yang baik tentang perawatan BBLR. Masalah yang diteliti adalahgambaran pengetahuan ibu tentang perawatan bayi BBLR di Rumah Sakit BLUD Dr. H. MochAnsari Saleh Banjarmasin.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang perawatan BBLRberdasarkan karakteristik umur, pendidikan dan pekerjaan.Metode penelitian ini adalah deskriptif. Pengambilan sampel secara purposive sampling denganjumlah sampel 30 orang.Hasil penelitian di hitung dengan metode analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian didapatkanbahwa pengetahuan responden tentang Perawatan BBLR terbanyak adalah kurang yaitu 19 orang(63,33%). Berdasarkan kriteria responden diperoleh responden terbanyak menurut umur ibu yaitu20-35 tahun (60%), pendidikan terbanyak SD (36,66%), berdasarkan pekerjaan terbanyak IRT(86,66%).Saran dari hasil penelitian bagi tenaga kesehatan diharapkan lebih ditingkatkan lagi pengetahuandan keterampilan tentang perawatan BBLR.Kata Kunci : Pengetahuan, Perawatan, Bayi, BBLR
HUBUNGAN KETERPAPARAN INFORMASI DAN PERAN KADER DENGAN PEMAKAIAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) Dwika Fresty Dian Mustika Sari; Meitria Syahadatina Noor; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Long Acting Contraception Methods (LACMs) is more effective, more efficient, and safer than non MKJP. Factors that can influence are use of contraception is the information exposure and cadre’s role. The purpose of this study was to determine the relationship of information exposure and cadre’s role with the use of LACMs in the working area of the Pemurus Dalam, Cempaka Putih, and 9 Nopember Health Center Banjarmasin. This study used an observasional analytic method with case control. It need  60 respondents divided into 30 case groups (Non LACMs) and 30 control groups (LACMs). Data analysis used chi-square test with a confidence level of 95% + odds ratio. The results showed that high information exposure was 40% in LACMs and the good cadre’s role in the category was 45% in LACMs. The conclusion there was a relationship between information exposure with the use of MKJP(p = 0.00; OR = 8.00) and cadre’s role with the use of MKJP(p = 0.001; OR = 9.00). Keywords:LACMs, information exposure, cadre’s role . Abstrak: Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) adalah metode kontrasepsi yang lebih efektif, lebih efisien, dan lebih aman dibandingkan dengan non MKJP. Faktor yang dapat mempengaruhi pemakaian kontrasepsi adalah keterpaparan informasi dan peran kader. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keterpaparan informasi dan peran kader dengan pemakaian MKJP di wilayah kerja Puskesmas Pemurus Dalam, Puskesmas Cempaka Putih, dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan kasus control. Jumlah sampel 60 responden dibagi menjadi 30 kelompok kasus (Non MKJP) dan 30 kelompok kontrol (MKJP). Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% + odds ratio. Hasil penelitian didapatkan keterpaparan informasi tinggi 40% dan peran kader kategori baik 45%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara keterpaparan informasi dengan pemakaian MKJP (p=0,00;OR=8,00) dan peran kader dengan pemakaian MKJP (p=0,001;OR=9,00).Kata-kata kunci : MKJP, Keterpaparan informasi, Peran kader.
Hubungan Motivasi, Pendidikan, Kepercayaan serta Usia dengan Perilaku Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Pekapuran Raya Banjarmasin Evy Alvionita Yurna; Syamsul Arifin; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.467 KB)

Abstract

Abstract: Breastfeed affected by motivation, education, belief, and age of mothers. Research was conducted at working area of Puskesmas Pekapuran Raya Banjarmasin. Purpose of researched known of correlated breastfeed behaviour between motivation, education, belief, and age. Method of researched by observation analytic with analyse by cross sectional α < 0.005. Result of research showed as significantly related to motivation, education, and belief. Motivation p=(0.000) PR=9.86, 23 respondents showed  that highly motivated and breastfeed behaviour (46%) showed correlated with p=(0.037). 15 respondents with highly educated with behaviour breastfeed (24%). 17 respondents showed with nice belief with p=(0.016) PR=5.25 correlated to breastfeed behaviour. Age is uncorrelated with breastfeed behaviour with p=(0.802), 17 respondents showed that within less risk age did breastfeed behaviour, less risk range age between 20-35 years old. Conclusion based on this research that motivation, education, belief are correlated with breastfeed behaviour, and result showed that age uncorrelated with breastfeed behaviour. Keywords: motivation, education, belief, age, breastfeed behaviour.  Abstrak: Perilaku pemberian ASI eksklusif yang dipengaruhi oleh motivasi, pendidikan, kepercayaan serta usia. Penelitian ini di lakukan di wilayah kerja Puskesmas Pekapuran Raya Banjarmasin. Tujuan penitian ini untuk melihat apakah ada hubungan antara motivasi, pendidikan, kepercayaan dan usia terhadap perilaku pemberian ASI. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional α < 0,05. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan motivasi, pendidikan, kepercyaan terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif dan tidak adanya hubungan antara usia terhadap perilaku pemberian ASI eklusif. Motivasi dengan nilai p= (0,000) PR=9,86. Sebanyak 23 responden dengan motivasi tinggi dan memberikan ASI eksklusif (46%). Pendidikan sebanyak 15 responden dengan pendidikan tinggi memberikan ASI eksklusif (24%). Pendidikan dengan nilai p= (0,037). Kepercayaan dengan nilai p=(0,007) PR=5,25, sebanyak 17 responden dengan kepercayaan baik memberikan ASI eksklusif. Usia dengan nilai p=(0,802) berarti tidak ada hubungan antara usia dengan perilaku pemberian ASI eksklusif sebanyak 17 responden memberikan ASI eklsusif dengan usia less risk yaitu > 20 tahun - 35 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapatnya hubungan yang signifikan perilaku pemberian ASI eksklusif dengan motivasi, pendidikan, dan kepercayaan, namun tidak ada hubungan yang signifikan terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif dengan usia responden..Kata-kata kunci :      motivasi, pendidikan, kepercayaan,  usia, perilaku pemberian ASI eksklusif.
Co-Authors Abdur Rahman Achmad Rofi'i Achyar Nawi Husein Adi Nugroho Adi Nugroho Agung Biworo Agung Waskito Ahmad Alim Bachri Al Furqonnata Mubarta Alfi Yasmina Ammara Ulfa Azizah Andini Octaviana Putri Anggun Wulandari Annisa Annisa Annisa Aulia Rakhim Anugrah Nur Rahmat Ari Yunanto Arief Budiman Armuni Armuni Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asyifa Norhana, Asyifa Atrik Pristica Diani Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bambang Setia Budi Budi Setiawan Cici Chairunisa Desy Ratna Sari Devita Wijayanti, Devita Dhian Ririn Lestari Diadjeng Setya Wardani Dian Intan Permatasari Dian Purnama Sari Dian Rizeki Finarti Djallaluddin Djallaluddin Dwi Rahmawati Dwi Rezki Safitri Dwi Risky Arini Dwika Fresty Dian Mustika Sari Edi Hartoyo Eka Santi Eko Suhartono Eko Suhartono Endang Pertiwiwati Enny Khalisa Evy Alvionita Yurna Fahrini Yulidasari Fairuz Nur Fawaz Faradila Farisa Shauma Fachir Fauzie Rahman Fie Khaeriyah Firyal Afifah Juanda Gaida Akmila Hadianor, Hadianor Harapan Parlindungan Ringoringo Hartina Fajar Damayanti Herawati Herawati Herwinda Husnawati Hotma Marintan Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husnawati, Herwinda Ida Yuliana Ida Yuliana Ida Yuliana Ira Mingchilina Iwan Aflanie Jeikawati Jeikawati Kharis Faridan Krisma Aulia Laily Khairiyati Lasinrang Lasinrang Lena Rosida Lenie Marlinae Lenie Marlinae Lisda Hayatie, Lisda Lisda Mardhatillah Luh Putu Sukma Pratiwi Sutama Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Mida Ridayanti Mohammad Bakhriansyah Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Gilmani Muhammad Syaqib Arsalan Naila Almira Nani Mi’rajiah Nia Kania Noor Fithriyah Noor Khalisha Puteri Noor Laila Afifah Noor Samirah Herviana Norhalida Rahmi Novita Dewi Iswandari Nur Syaima Dhiya Savitry Okta Dede Alvionita Panghiyangani, Roselina Patimah Patimah Persadha, Galih Rabbina Rahmah Rahmita Rahmita Raudatul Jinan Raudhatul Jannah Renate Pah Kiting Resvia Arwinda Reynaldo Gazali Rima Permata Sari Risna Irviani Rosela Elmita Rosihan Adhani Rosihan Adhani, Rosihan Rudi Fakhriadi Ruslan Muhyi, Ruslan Rusmiyati Rusmiyati Salsalina Violetha Br Ginting Savitry, Nur Syaima Dhiya Sherly Limantara Sherly Theana Shifa, Mutiara Silvia Kristanti Tri Febriana Silvia Kristanti Tri Febriana Siti Fitriah Siti Nurhayani Suprihatini Suprihatini Syarifah Kholishotunnisa Syarifuddin Syarifuddin Tati Rahayu Taufik Taufik Tenri Ashari Wanahari Triawanti Triawanti Winda Saukina Syarifatul Jannah Yudha Khusnia Rohmatin Zhafira Khoirunnisa Suwanto