Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI BANJARMASIN Zhafira Khoirunnisa Suwanto; Meitria Syahadatina Noor; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Population in Indonesia has a major problem, namely the high birth rate. LACMs is effective method to plan a pregnancy in the long term, but the use has not been done maximally. The purpose of this study was to analyze the relationship between education and work with the use of LACMs. This study was observational analytic. Data analysis in the study used the chi-square test. The results showed that the proportion of LACMs use based on education showed that was dominated lower-middle education, while the proportion of jobs was dominated by women who worked., From the results of the Chi Square test with a degree of confidence (p <0.05) it was concluded that there was no correlation between education and LACMs use (p> 0.05) and there was a relationship between work with LACMs use (p <0.05), with an Odds Ratio of 3.286, it was indicated that family planning acceptors who did not work have the chance to use LACMs 3.2 times higher than KB acceptors who  work. Keywords: education, work, Long Acting Contraceptive Methods (LACMs) Abstrak: Kependudukan di Indonesia mempunyai masalah tingginya angka kelahiran. MKJP merupakan solusi untuk merencanakan kehamilan dalam waktu  jangka panjang, namun penggunaan belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pendidikan dan  pekerjaan dengan penggunaan MKJP. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Responden di bagi 2 kelompok yaitu kelompok kasus akseptor KB non MKJP dan kelompok kontrol akseptor KB MKJP. Analisis data dalam penelitian menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan proporsi penggunaan MKJP pendidikan menunjukkan pendidikan rendah-menengah lebih besar dibandingkan dengan pendidikan tinggi, adapun proporsi pekerjaan banyak didominasi wanita bekerja bagi pengguna MKJP. Dari hasil uji Chi Square dengan derajat kepercayaan (p < 0,05 ) disimpulkan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan penggunaan MKJP (p > 0,05) dan ada hubungan antara pekerjaan dengan penggunaan MKJP (p < 0,05), dengan nilai Odds Ratio 3,286 menunjukkan akseptor KB tidak bekerja berpeluang tidak menggunakan MKJP 3,286 kali lebih besar dibandingkan akseptor KB  bekerja. Kata-kata kunci: pendidikan, pekerjaan, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
Hubungan Faktor Obstetrik dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin Hartina Fajar Damayanti; Syamsul Arifin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.56 KB)

Abstract

Abstract: Theooccurrence ofaanemia in pregnantwwomen remains high. The prevalence of anemia in pregnanttwomennaround thewworld is 41.8%, while in Indonesia is 48.9% and in East Kelayan Puskesmas Banjarmasin throughout 2018 by 48.37% categorized as the highest rate among all districts in Banjarmasin. The purpose of this study was to determineethe association of obstetric factors (parity, pregnancy intervals, and history of abortion) with the occurrence of anemia in pregnant women at the East Kelayan Puskesmas Banjarmasin. This study used an observational analytic method with cross-sectional approach. The sample include 50 pregnant women in their firstttrismester of pregnancy (pure K1). The sampling technique is done by systematic randommsampling. The test used was the chi-square test and the Fisher test. The results of the chi-square test analysis on parity showed p = 0.001, on pregnancy interval showed p = 0,000, and on history of abortion showed p = 0,000. Obstetric factors using the fisher test showed the results of p = 0,000. In conclusion, there is an association between obstetric factors and the occurrenceoofaanemia in pregnant women at the East Kelayan Puskesmas Banjarmasin p = 0,000.  Keywords:  obstetric factors, parity, anemia in pregnant women, parity, pregnancy interval, abortion history. Abstrak: Kejadiannanemiaapadaaibuuhamillmasihhtinggi.pPrevalensiaanemia padaaibu hamilldiseluruhddunia sebesarr41,8%, diIIndonesia sebesarR48,9% dan diiPuskesmas Kelayan Timur Banjarmasin pada tahun 2018 dikategorikan yang terbanyak di seluruh kota Banjarmasin sebesar 48,37%. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan faktor obstetrik (paritas, interval kehamilan dan riwayat abortus) dengan kejadian anemia pada ibu hamilldi PuskesmassKelayan Timur Banjarmasin. Metodeepenelitian yang digunakannadalah observasional analitik dengannrancangan crossssectional. Sampel penelitiannadalahiibuuhamilltrimester I (K1 murni) sebanyak 50 sampel. Teknik pengambilannsampel dilakukanndenganncarassistematic randomssampling. Uji yang digunakan adalahuuji chi-squareedan ujiifisher. Hasi analisis ujiIchi-squareppada paritas menunjukkan nilai p=0,001, interval kehamilan menunjukkan nilaiIp=0,000, dan riwayat abortusmmenunjukkan nilai p=0,000. Faktoroobstetrik menggunakan uji fisher. Hasil analisisddengan nilaiIp=0,000. KesimpulanNpenelitian iniNadalah terdapatthubungan antaraafaktor obstetrik dengankkejadian anemia pada ibuuhamilddi Pukesmas Kelayan Timur Banjarmasin dengannnilai p=0,000. Kata-kataakunci:  faktoroobstetrik, anemiappadaaibuhhamil, paritas, interval kehamilan, riwayat abortus.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Kontrol pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin Rosela Elmita; Syamsul Arifin; Lena Rosida
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.316 KB)

Abstract

Abstract: Adherence control is influenced by work, family’s income, educational level, patient perception of the medical staffs’ attitude and family support. The study aimed to analyze factors associated with adherence of control in patients with type 2 Diabetes Mellitus in Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin. Research Methodology used is observational analytic research method with cross sectional approach. The sample consisted of 50 respondents. Data was collected by systematic random sampling technique. The chi square test with α <0.05 used by the researcher for the data analysis. Results showed that unemployment respondents (76%) have a high adherence to control (ρ=0.027, PR=2.77), low income respondents (52%) have a adherence to control (ρ=0.095), respondents with higher educational (56%) have high adherence to control  (ρ=0.002, PR=5.09), respondents with good perceptions of amedical staffs’ attitudes  (78%) have  high adherence to control (ρ=0.010, PR = 3.1) and respondents with a good family support (70%) have high adherence to control (ρ=0.006, PR=3.5). There are some factors that influenced the adherence to control in patients with type 2 diabetes mellitus in Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin which are work, educational level, patient perceptions of the medical staffs’ attitude, and family support. Factor is not related to adherence control is family’s income. Keywords: Adherence control of diabetes mellitus patients, educational level, patient perceptions attitude, family support, family’s income. Abstrak: Kepatuhan kontrol dipengaruhi oleh pekerjaan, pendapatan, pendidikan, persepsi pasien terhadap sikap tenaga kesehatan dan dukungan keluarga. Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kontrol pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden diambil dengan teknik systematic random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dengan α<0,05. Hasil penelitian menunjukan responden tidak bekerja (76%) lebih patuh kontrol (ρ=0,027, PR=2,77), responden pendapatan rendah (52%) memiliki perilaku patuh kontrol (ρ=0,095), responden dengan pendidikan tinggi (56%) lebih patuh melakukan kontrol (ρ=0,002, PR=5,09), responden dengan persepsi pasien terhadap sikap tenaga kesehatan baik (78%) lebih patuh kontrol (ρ=0,010, PR=3,1) dan responden dengan dukungan kelurga baik (70%) lebih patuh melakukan kontrol (ρ=0,006, PR=3,5). Kesimpulan penelitian faktor-faktor yang terdapat hubungan dengan kepatuhan kontrol pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin adalah pekerjaan, pendidikan, persepsi pasien terhadap sikap tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga. Faktor yang tidak berhubungan dengan kepatuhan kontrol pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin adalah pendapatan. Kata-kata kunci: kepatuhan kontrol penderita diabetes melitus, pendidikan, persepsi pasien terhadap sikap tenaga kesehatan, dukungan keluarga, pendapatan.
Hubungan Faktor Antenatal Care dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin Reynaldo Gazali; Syamsul Arifin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.367 KB)

Abstract

Abstract: Anemia is one of many health problems that can occur in pregnant women, especially in developing countries such as Indonesia. Anemia in pregnant women can be caused by several antenatal factors include gestation age at KI, iron tablet consumption, and antenatal care service quality. Administration of iron tablets during pregnancy can fulfill the iron nutritional need of pregnant women thus will avoid anemia. East Kelayan Puskesmas of Banjarmasin is one of the primary health care with the highest rate of anemia in Banjarmasin. The purpose of this study was to determine the association of antenatal care factors with the occurrence of anemia in pregnant women at the East Kelayan Puskesmas in Banjarmasin. This study used an observational analytic method with cross-sectional approach. The sample was 50 respondents who were selected using a systematic random sampling technique. The instrument used in this study were forms and service quality questionnaires and drawing blood of pregnant women to examine the level of hemoglobin. The statistical test used in this study was chi-square test and Fisher’s test. The results showed there is an association between the antenatal factors with the occurrence of anemia in pregnant women at East Kelayan Puskesmas in Banjarmasin with a p value of 0,000. Keywords: antenatal care factors, pregnant women, anemia Abstrak:  Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan bagi ibu hamil terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Anemia pada ibu hamil dapat disebabkan oleh beberapa faktor antenatal care meliputi usia kehamilan pada K1, konsumsi tablet besi, dan mutu pelayanan antenatal. Pemberian tablet besi selama kehamilan akan membuat ibu mencukupi keperluan zat besi selama kehamilan sehingga ibu dapat terhindar dari anemia. Puskesmas di Banjarmasin yang memiliki angka kejadian anemia pada ibu hamil tertinggi adalah Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor antenatal care dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan cross-sectional. Besar sampel sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik systematic random sampling. Instrument penelitian yang digunakan berupa blangko isian, kuesioner mutu pelayanan dan melakukan pengambilan darah ibu hamil untuk diperiksa hbnya. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square dan uji Fisher. Hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan antara faktor antenatal care dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin dengan uji alternative uji Fisher dengan p = 0,000. Kata-kata kunci: Faktor antenatal care, ibu hamil, anemia
Hubungan Kepadatan Hunian dan Kelembaban Ruangan dengan Kejadian Pedikulosis Kapitis. Rahmita Rahmita; Syamsul Arifin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.438 KB)

Abstract

Abstract: Pediculosis capitis is an infectious disease of the scalp and hair caused by the infestation of Pediculus humanus var. capitis. The incidence and prevalence of pediculosis capitis is quite high in dense residential environments and humid rooms. The purpose of the study was to determine the relationship between residential density and room humidity with the incidence of pediculosis capitis at Darul Hijrah Islamic Boarding School Martapura. The method used is analytic observational with cross sectional approach. The sample size is 50 people using proportional random sampling technique and variable analysis using Mann Whitney test. The statistical test results for residential density p value = 0.002 and room humidity p value = 0.009. The conclusion of this study there is a relationship between residential density and room humidity with the incidence of pediculosis capitis at girl students in Darul Hijrah Islamic Boarding School Martapura. Keywords: pediculosis capitis, residential density, room humidity. Abstrak: Pedikulosis kapitis adalah penyakit menular pada kulit kepala dan rambut disebabkan infestasi Pediculus humanus var. capitis. Insiden dan prevalensi Pedikulosis kapitis cukup tinggi pada lingkungan padat hunian dan ruangan yang lembab. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kepadatan hunian dan kelembaban ruangan dengan kejadian Pedikulosis kapitis di Pesantren Darul Hijrah Puteri Martapura. Metode yang digunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 50 responden dengan teknik pengambilan proportional randon sampling dan analisis variabel dengan uji Mann Whitney. Hasil uji statistik untuk kepadatan hunian nilai p = 0,002 dan kelembaban ruangan nilai p = 0,009. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara kepadatan hunian dan kelembaban ruangan dengan kejadian pedikulosis kapitis pada santriwati di Pesantren Darul Hijrah Martapura. Kata-kata kunci: pedikulosis kapitis, kepadatan hunian, kelembaban ruangan.
Hubungan Faktor Sosiodemografi dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin Gaida Akmila; Syamsul Arifin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.463 KB)

Abstract

Abstract: Thei rate of anemiaain pregnant women still quite high especially in the city of Banjarmasin. Data from the Banjarmasin City Health Department in 2018, East Kelayan Puskesmas has the prevalence of anemia in pregnant women of 48.37%. Anemia in pregnant women”can be caused by several factors one of them being sociodemographic factors which include age, education, family income, and occupationi. The purpose of this study was to determine whether there is an association between sociodemographic factors and the occurrences of anemia in pregnant women at the East Kelayan Puskesmas in Banjarmasin. This study used an analytic observational method with crossssectional approachi. A sample of 50 respondents with a criteria of pure K1 was obtained by systematic random sampling technique. Data were analyzed using chi-square test and fisher’s exact test. The results showed age factor with a p value of 0.001, education with p value of 0.036, family income with p value 0.002 and occupation with a p value of 0.039. In conclusion, there is a significant association between sociodemographic factors with the occurrence of anemia in pregnant women at the East Kelayan Puskesmas in Banjarmasin with a p value of 0,000 and PR = 3,15. Keywords: sociodemography factors, anemia in pregnant women, age, education, family income, occupation. Abstrak: Anemia pada ibu hamil di Kota Banjarmasin masih cukup tinggi. Tahun 2018 anemia pada ibu hamil”ditemukan paling banyak di Puskesmas Kelayan Timur dengan prevalensi sebesar 48,37% menurut data dari Dinas Kesehatan Banjarmasin. Anemia pada ibu hamil disebabkan beberapa faktor salah satunya faktor sosiodemografi yang meliputi umur, pendidikan, pendapatan keluarga dan pekerjaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat hubungan faktor sosiodemografi (umur, pendidikan, pendapatan keluargaadannpekerjaan) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin. Metode penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden ibu hamiil dengan kriteria K1 Murni diperoleh dengan teknik systematic random sampling. Data dianalisis dengan uji chi-square dan uji fisher exact dengan hasil menunjukkan faktor umuradengan nilai p 0,001, pendidikanadengan nilai p 0,036, pendapatanakeluarga dengan nilai p= 0,002, dan pekerjaanadengan nilai p=”0,039. Kesimpulan hasil ini terdapat hubungan antara faktor sosiodemografi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin dengan nilai p= (0,000) PR=3,15. Kata–kata kunci: Sosiodemografi, Anemia lbu Hamil, Umur, Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Pekerjaan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) Dwi Rezki Safitri; Meitria Syahadatina Noor; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Contraception user to reduce rate of population growth. One of is the Long Acting Contraception Methods(LACMs).The factors can influence low uses of LACMs is the level of knowledge and attitude.This research aimed to discover the correlation between the level of knowledge and attitudes with the use of MKJP in the In-Administer Pemurus Dalam, Cempaka Putih and Puskesmas 9 November Health Center Banjarmasin. This was an observational analytic with a case control method. The samples taken were 30 sample cases(Non-LACMs) users) and 30 control sample(LACMs users). Data analysis used chi-square+ ood ratio.The results were 73,3% the highest level of good knowledge in LACMs group and the highst non-LACMs group 56,7% with bad knowledge.The attitude of LACMs group was the most good attitude is 80% and the most non-LACMs group 50% with a bad attitude. In conclution, there is correlation between the level of knowledge(ρ = 0.018; OR = 3,596) and attitude(ρ = 0.015; OR = 4) with the use of LACMs. Keywords: knowledge level, attitude, peritoneal, Long Acting  Contraceptive Methods (LACMs) Abstrak: Penggunaan Kontrasepsi  bertujuan menekan laju pertumbuhan penduduk,salah satu metodenya yaitu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya penggunaan MKJP yaitu tingkat pengetahuan dan sikap.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan penggunaan MKJP di Puskesmas Pemurus Dalam,Puskesmas Cempaka Putih dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode kasus kontrol. Sampel terdiri dari  30 sampel kasus (pengguna NonMKJP) dan 30 sampel kontrol (pengguna MKJP). Analisis data menggunakan chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%+ood ratio. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan baik terbanyak pada kelompok MKJP 73,3% dan kelompok nonMKJP terbanyak tingkat pengetahuan buruk 56,7%. Sikap pada kelompok MKJP terbanyak sikap baik 80% dan kelompok nonMKJP terbanyak dengan sikap buruk 50%. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan tingkat pengetahuan =0,018;OR=3,596) dan sikap ( =0,015;OR=4) dengan penggunaan MKJP di Puskesmas Pemurus Dalam,Puskesmas Cempaka Putih dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Kata-kata kunci: Tingkat Pengetahuan, Sikap, Metode Kontrasepsi Jangka anjang (MKJP)
Hubungan Ketersediaan Pangan dan Penghasilan Keluarga dengan Kejadian Gizi Kurang dan Gizi Buruk pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya Rabbina Rahmah; Syamsul Arifin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.254 KB)

Abstract

Abstract: Toddler age is a period where the process of development and growth occurs very rapidly. At this time toddlers need adequate nutrition in quantities and good quality. Nutritional status problem of children is influenced by several factors, namely direct causes and indirect causes. The direct cause is the consumption of the food and the status of the infection. Indirect causes include family income, food availability, household consumption patterns, psychosocial parenting, provision of complementary feeding, sanitation hygiene, health services, and environmental health. The study aims to determine relationship of food availability and family income with the incidence of malnutrition and severe malnutrition in toddler in the Beruntung Raya Community Health Center Area. This research is an analytic observational study by cross sectional study design, using cluster proportional random sampling technique, consisting of 50 mothers of toddlers with the inclusion criteria. Data analysis using Chi-Square test with a 95% confidence level obtained p = 0,000 and p = 0,001 then it can be concluded that there is a relationship between the food availability and family income with incidence of the malnutrition and poor nutrition in toddler in the Beruntung Raya Health Community Center Area Keywords: food avaibility, family income, toddler nutritional status Abstrak: Usia balita adalah saat dimana akan terjadinya proses pertumbuhan yang sangat pesat. Pada masa ini balita memerlukan nutrisi yang memadai dan jumlah dan kualitas yang baik. Masalah gizi balita yang terjadi di Indonesia dipengaruhi oleh faktor yaitu konsumsi makanan, status infeksi, penghasilan keluarga, ketersediaan pangan, penyediaan MP-ASI, pola asuh, pelayanan kesehatan, kebersihan sanitasi serta kesehatan lingkungan. Beberapa faktor yang saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang cukup besar di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya adalah ketersediaan pangan dan penghasilan keluarga. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui terdapatnya hubungan antara ketersediaan pangan dan penghasilan keluarga dengan keadaan gizi kurang dan gizi buruk pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya. Metode penelitian yaitu studi observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik cluster proportional random sampling dengan responden sejumlah 50 ibu balita. Hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai ketersediaan pangan p=0.000 dan penghasilan keluarga p=0.001, dengan demikian disimpulkan terdapat hubungan antara ketersediaan pangan dan juga penghasilan keluarga dengan kejadian gizi kurang dan gizi buruk pada balita di wilayah kerja Puskesmas Beruntung Raya. Kata-kata kunci: ketersediaan pangan, penghasilan keluarga, kejadian gizi kurang dan gizi buruk.
Hubungan Pendidikan dan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Gizi Kurang dan Gizi Buruk pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya Banjarmasin Fie Khaeriyah; Syamsul Arifin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.188 KB)

Abstract

Abstract: Malnutrition is a health problem, especially in developing countries. The problem of nutritional status of toddlers is influenced by several factors, namely food consumption, infection status, parenting, maternal education and environmental health. Some factors are still a problem in Beruntung Raya Public Health Center is education and parenting patterns. The purpose of this study was to determine the correlation between education and parenting patterns with incidence of malnutrition in toddlers in the Beruntung Raya Public Health Center Banjarmasin. The method of this study cross sectional approach, The number of sample were 50 participant selected by using cluster proportional random sampling. Chi-square test results showed a value of p= 0,000 for maternal education and p= 0,001 for maternal parenting which means there is a correlation between maternal education and maternal parenting with the incidence of malnutrition in toddlers in the work area of Beruntung Raya Health Center Banjarmasin.. Keywords: malnutrition, education, parenting patterns. Abstrak: Gizi kurang dan gizi buruk merupakan perkara kesehatan, terutama di negara berkembang. Masalah status gizi balita dipengaruhi oleh beberapa aspek yaitu konsumsi makanan, status infeksi, pola asuh, pendidikan ibu dan kesehatan lingkungan. Beberapa aspek yang masih menjadi permasalahan di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya antara lain pendidikan dan pola asuh ibu. Tujuan studi ini untuk menganalisis hubungan pendidikan dan pola asuh ibu dengan kejadian gizi kurang dan gizi buruk pada balita di wilayah kerja Puskesmas Beruntung Raya Banjarmasin. Metode studi ini adalah observasional analitik menggunakan rancangan cross sectional, pengambilan sampel memakai teknik cluster proportional random sampling sebanyak 50 ibu balita. Hasil penelitian memakai uji chi-square didapatkan nilai p=0,000 untuk pendidikan dan p=0,001 untuk pola asuh. Kesimpulan terdapat adanya hubungan antara pendidikan dan pola asuh ibu dengan kejadian gizi kurang dan gizi buruk pada balita di wilayah kerja Puskesmas Beruntung Raya Banjarmasin. Kata-kata kunci:  gizi kurang dan gizi buruk, pendidikan ibu, pola asuh ibu.
Hubungan Sikap dan Keterpaparan Informasi dengan Kejadian Pedikulosis Kapitis Krisma Aulia; Syamsul Arifin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.166 KB)

Abstract

Abstract: Pediculosis capitis many occur in school children, especially those who live together in dorm. Attitudes and information exposure are factors of behavior that can affect person health. The purpose of this study was to determine the relationship of attitudes and information exposure with the incidence of pediculosis capitis in Darul Hijrah Islamic Boarding School Martapura in 2018. The method of this research is observational analytic with cross sectional approach. The number of sample were 50 respondents selected using the stratified proportional random sampling technique. The conclusion of this study is that there is a relationship between attitudes and information exposure with the incidence of pediculosis capitis in the Darul Hijrah Islamic Boarding School Martapura. Keywords: pediculosis capitis, attitudes, information exposure. Abstrak: Pedikulosis kapitis banyak terjadi pada anak sekolah terutama yang tinggal bersama dalam satu hunian. Sikap dan ketarpaparan informasi merupakan faktor perilaku yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan sikap dan keterpaparan informasi dengan kejadian pedikulosis kapitis di Pesantren Darul Hijrah Puteri Martapura tahun 2018. Metode penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 50 responden dipilih menggunakan teknik proportional stratified  random sampling. Hasil uji chi-suqare untuk sikap (p= 0.02; PR= 0.44) dan keterpaparan informasi (p= 0.012; PR= 6.0). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara sikap dan keterpaparan informasi dengan kejadian pedikulosis kapitis di Pesantren Darul Hijrah Puteri Martapura. Kata-kata kunci: Pedikulosis kapitis, sikap, keterpaparan informasi.
Co-Authors Abdur Rahman Achmad Rofi'i Achyar Nawi Husein Adi Nugroho Adi Nugroho Agung Biworo Agung Waskito Ahmad Alim Bachri Al Furqonnata Mubarta Alfi Yasmina Ammara Ulfa Azizah Andini Octaviana Putri Anggun Wulandari Annisa Annisa Annisa Aulia Rakhim Anugrah Nur Rahmat Ari Yunanto Arief Budiman Armuni Armuni Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asyifa Norhana, Asyifa Atrik Pristica Diani Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bambang Setia Budi Budi Setiawan Cici Chairunisa Desy Ratna Sari Devita Wijayanti, Devita Dhian Ririn Lestari Diadjeng Setya Wardani Dian Intan Permatasari Dian Purnama Sari Dian Rizeki Finarti Djallaluddin Djallaluddin Dwi Rahmawati Dwi Rezki Safitri Dwi Risky Arini Dwika Fresty Dian Mustika Sari Edi Hartoyo Eka Santi Eko Suhartono Eko Suhartono Endang Pertiwiwati Enny Khalisa Evy Alvionita Yurna Fahrini Yulidasari Fairuz Nur Fawaz Faradila Farisa Shauma Fachir Fauzie Rahman Fie Khaeriyah Firyal Afifah Juanda Gaida Akmila Hadianor, Hadianor Harapan Parlindungan Ringoringo Hartina Fajar Damayanti Herawati Herawati Herwinda Husnawati Hotma Marintan Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husnawati, Herwinda Ida Yuliana Ida Yuliana Ida Yuliana Ira Mingchilina Iwan Aflanie Jeikawati Jeikawati Kharis Faridan Krisma Aulia Laily Khairiyati Lasinrang Lasinrang Lena Rosida Lenie Marlinae Lenie Marlinae Lisda Hayatie, Lisda Lisda Mardhatillah Luh Putu Sukma Pratiwi Sutama Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Mida Ridayanti Mohammad Bakhriansyah Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Gilmani Muhammad Syaqib Arsalan Naila Almira Nani Mi’rajiah Nia Kania Noor Fithriyah Noor Khalisha Puteri Noor Laila Afifah Noor Samirah Herviana Norhalida Rahmi Novita Dewi Iswandari Nur Syaima Dhiya Savitry Okta Dede Alvionita Panghiyangani, Roselina Patimah Patimah Persadha, Galih Rabbina Rahmah Rahmita Rahmita Raudatul Jinan Raudhatul Jannah Renate Pah Kiting Resvia Arwinda Reynaldo Gazali Rima Permata Sari Risna Irviani Rosela Elmita Rosihan Adhani Rosihan Adhani, Rosihan Rudi Fakhriadi Ruslan Muhyi, Ruslan Rusmiyati Rusmiyati Salsalina Violetha Br Ginting Savitry, Nur Syaima Dhiya Sherly Limantara Sherly Theana Shifa, Mutiara Silvia Kristanti Tri Febriana Silvia Kristanti Tri Febriana Siti Fitriah Siti Nurhayani Suprihatini Suprihatini Syarifah Kholishotunnisa Syarifuddin Syarifuddin Tati Rahayu Taufik Taufik Tenri Ashari Wanahari Triawanti Triawanti Winda Saukina Syarifatul Jannah Yudha Khusnia Rohmatin Zhafira Khoirunnisa Suwanto