Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI TENTANG PERINGATAN BERGAMBAR PADA KEMASAN ROKOK DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINDAKAN PEROKOK Anggun Wulandari; Fauzie Rahman; Lenie Marlinae; Syamsul Arifin
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 12 No. 1: MARET 2016
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.526 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v12i1.548

Abstract

Kota Banjarbaru khususnya Kelurahan Sungai Besar mempunyai prevalensi perokok terbesar pada tahun 2013 dan 2014 yaitu 90,47% dan 80,96%. Pemerintah mengeluarkan Permenkes Nomor 28 Tahun 2013 mewajibkan setiap produsen rokok untuk mencantumkan peringatan bergambar pada setiap kemasan rokok untuk meningkatkan pengetahuan perokok dan mengurangi angka perokok. Harapan tersebut sangat dipengaruhi oleh persepsi dan tingkat pendidikan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi tentang peringatan bergambar pada kemasan rokok dengan fokus gambar nomor 2 dan 4 dan tingkat pendidikan dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan perokok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan observasional analitik melalui pendekatancross sectional. Populasi penelitian berjumlah 19.465 jiwa. Perhitungansampel menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel 100 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 80% responden mempunyai persepsi positif, 48% responden mempunyai tingkat pendidikan tinggi, dan 68% responden mempunyai tindakan yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara persepsi dengan tindakan (p-value=0,000) dan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan tindakan perokok (p value=0,071). Disarankan kepada pemerintah agar tetap memertahankan promosi kesehatan melalui kemasan rokok dan adanyapenelitian lain mengenai persepsi tentang peringatan bergambar pada kemasan rokok dengan fokus gambar nomor 1, 3, dan 5.
Relationship Between Leadership Style And Motivation With Nurse Performance In Hospitals Annisa Aulia Rakhim; Syamsul Arifin; Achmad Rofi'i
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan INTEREST: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 10 Number 1 Year 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v0i0.330

Abstract

Background: Performance is the quantity and quality of task achievement. Good leadership can motivate employees to improve performance. This study aims to determine the relationship between leadership style and motivation on the performance of nurses in hospitals. Methods: This study is a systematic review and meta-analysis. Article searches were carried out using search engines, including Google Scholar, PubMed, Sciendirect, BMJ, and Garuda Portal. The keywords used were “leadership style” OR motivation AND performance AND nurses AND “cross-sectional”, performance AND nurses. Determination of the eligibility of articles using PRISMA. Results from the entire literature were selected using inclusion and exclusion criteria. Measurement of effect size using RevMan 5.3 program. Results: All research obtained using a cross sectional research design. Good leadership style increased nurse performance by 3.19 times compared to poor leadership style and was statistically significant (OR= 3.19; 95% CI= 1.76 to 5.79; p<0.001). The sample of leadership style variables is 1290 nurses. Good motivation can improve nurse performance by 3.65 times compared to poor motivation and is statistically significant (OR= 3.65; 95% CI= 1.95 to 6.82; p< 0.001). Conclusion: Leadership style and motivation as factors in improving nurse performance. The leadership style of the head must be adapted to the needs of each room and must be flexible. With the right leadership style, nursing services in the room can be aligned with hospital goals.
GAMBARAN KECENDERUNGAN DEPRESI KELUARGA PASIEN SKIZOFRENIA BERDASARKAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN PSIKOSOSIAL Yudha Khusnia Rohmatin; Sherly Limantara; Syamsul Arifin
Berkala Kedokteran Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.442 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v12i2.1874

Abstract

Abstract: Depression is a serious mental health problem. Prevalence is estimated 5-10% per year. The presence of a schizophrenic family member is a known stressor which can cause chronic stress. Chronic stress are oftenly associated with depression. The goal of this study is to establish the depression likelihood of schizophrenia patient’s family based on demographic and psychosocial characteristics at Sambang Lihum Hospital, South Kalimantan. This study is a descriptive study, and the samples are obtained through non probability samplingand purposive sampling. Questionnaires are used to collect general data of schizophrenia patient’s family, Beck Deperession Inventory-II (BDI-II) dan Holmes and Rahe Life Stress Inventory (HRLSI).The results of this study shows the rate of depression based on severity, which are 54% normal, 22% mild, 19% moderate and 5% severe. Normal or depression-negative dominates the distribution in the 46-55 age range (early geriatrics) at 64%, lives in the city at 55,55%, male at 55,31%, high school education at 81,81%, socioeconomical status based on full-time occupation at 100%, and income > minimum wage at 63,33%, unmarried at 69,23%, first-degree relative at 59,25%, and mild stressful life events at 80,76%. Keywords: depression likelihood, schizophrenia patient’s family, demography, psychosocial stress Abstrak: Depresi merupakan masalah kesehatan yang cukup serius. Prevalensi depresi di dunia diperkirakan 5-10% per tahun. Memiliki anggota keluarga yang menderita skizofrenia merupakan suatu stressor yang mengakibatkan stres yang bersifat kronik. Peristiwa kehidupan yang berlangsung lama atau stres kronik lebih banyak dihubungkan dengan depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecenderungan depresi keluarga pasien skizofrenia berdasarkan karakteristik demografi dan psikososial di RSJ Sambang Lihum Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif. Pengambilansampeldilakukandengan metode non probability sampling melalui purposive sampling.Jumlah sampel adalah 100 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang memuat biodata umum keluarga pasien skizofrenia, Beck Deperession Inventory-II (BDI-II) dan Holmes and Rahe Life Stress Inventory (HRLSI). Hasil penelitian didapatkan kategori normal (tidak depresi) 54%, derajat depresi ringan 22%, derajat depresi sedang 19%dan derajat depresi berat 5%. Tidak depresi (normal) mendominasi distribusi pada usia 46-55 tahun (masa lansia awal) sebesar 64%, tempat tinggal di daerah kota sebesar 55,55%, jenis kelamin laki-laki sebesar 55,31%, tingkat pendidikan SMA sebesar 81,81%, status sosioekonomi berdasarkan aktivitas ekonomi bekerja penuh waktu sebesar 100% dan berdasarkan pendapatan >UMP sebesar 63,33%, status pernikahan tidak menikah sebesar 69,23%, status dalam keluarga saudara kandung sebesar 59,25%, peristiwa hidup stressful stres ringan sebesar 80,76%. Kata-kata kunci: kecenderungan depresi, keluarga pasien skizofrenia, demografi, stress psikososial
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN NIAT KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTERI Nur Syaima Dhiya Savitry; Syamsul Arifin; Asnawati Asnawati
Berkala Kedokteran Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.19 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v13i1.3447

Abstract

Abstract: Iron deficiency anemia is a condition caused by iron reserve depletion that reduces iron used for hemoglobin formation. A teenage girl is more hazardous to suffer anemia than the boy because girl needs more iron mainly in menstruation. Consuming blood booster tablet is one of the efforts to prevent and overcome anemia which is containing iron and folic acid. There are many teenage girls with anemia in PGRI 4 High School Banjarmasin. The girl intention to consume blood booster tablet is mainly related to family support. This research aimed to understand the correlation between family support and intention of blood booster tablet consumption on the teenage girls in PGRI 4 High School Banjarmasin. This was an analytic observational with cross-sectional approach research. There were 50 samples selected with stratified random sampling. This research was using questionnaire. The result showed the percentage of high, medium and low family supports were 32%, 32% and 36% meanwhile the percentage of strong and weak intentions were 66% and 34%. Chi-square data analysis test with 95% confidence level shows p value=0,029 (<0,05) which mean there is a significant correlation between family support and intention of blood booster tablet consumption on teenage girls in PGRI 4 High School Banjarmasin. Keywords: blood booster tablet, intention, family support Abstrak: Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang timbul akibat kosongnya cadangan besi sehingga penyediaan besi untuk pembentukan hemoglobin berkurang. Remaja puteri lebih berisiko mengalami anemia dibandingkan remaja pria karena remaja putri memerlukan  lebih banyak zat besi terutama pada saat menstruasi. Salah satu upaya untuk mencegah dan menanggulangi anemia pada remaja puteri adalah dengan mengkonsumsi tablet tambah darah, yakni tablet yang mengandung besi dan asam folat. Niat remaja puteri untuk mengkonsumsi tablet tambah darah terutama dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Sementara itu, SMA PGRI 4 Banjarmasin tercatat sebagai Sekolah Menengah yang remaja puterinya banyak mengalami anemia. Dengan demikian, akan diteliti hubungan dukungan keluarga dengan niat konsumsi tablet tambah darah pada remaja puteri di SMA PGRI 4 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan crossectional. Sampel penelitian berjumlah 50 orang dengan teknik pengambilan stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan distribusi persentasi dukungan keluarga tinggi 32%, sedang 32%, dan rendah 36%, serta distribusi persentasi niat kuat 66% dan niat lemah 34%. Analisis data menggunakan uji Chi-square.dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan nilai p value = 0,029 (<0,05) yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dan niat konsumsi tablet tambah darah pada remaja puteri di SMA PGRI 4 Banjarmasin. Kata-kata kunci: Tablet tambah darah, niat, dukungan keluarga
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PEMANFAATAN KLINIK SANITASI PADA IBU BAYI DAN BALITA PENDERITA DIARE AKUT Herwinda Husnawati; Syamsul Arifin; Ida Yuliana
Berkala Kedokteran Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.09 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v13i1.3440

Abstract

Abstract: Based on data from Banjarmasin Department of Health in 2015, the highest diarrhea incident which is 1.056 cases, occurs at Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin. There is an imbalance between diarrhea incident and visitation to sanitation clinic. Many factors are influencing someone’s behavior while knowledge is one of those. This research aimed to discover the correlation between education and sanitation clinic utilization on a mother of acute diarrhea toddlers at Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin. This was an analytic observational study with cross sectional design. The samples were 50 mothers chosen by systematic random sampling method. The analysis was conducted by chi-square test. The result portrayed 12% of high education, 22% of fair education and 66% of low education. Meanwhile, there were 64% non-utilization and 36% utilization of sanitation clinic. The correlation p-value was 0,000 (p<0,05). In conclusion,  there is a correlation between education and sanitation clinic utilization on a mother of acute diarrhea toddlers at Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin. Keywords: acute diarrhea, sanitation clinic utilization, education Abstrak: Data Dinas Kesehatan Kotamadya Banjarmasin tahun 2015 didapatkan angka kejadian diare tertinggi sebanyak 1,056 kasus di Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin. Terdapat kesenjangan antara angka kejadian diare dengan jumlah kunjungan ke klinik sanitasi. Banyak faktor yang mempengaruhi pemanfaatan klinik sanitasi, salah satunya adalah pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan klinik sanitasi pada ibu bayi dan balita penderita diare akut di Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden dengan teknik systematic random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian adalah 12% mempunyai pengetahuan tinggi, 22% berpengetahuan cukup dan 66% berpengetahuan rendah. Sementara itu, untuk pemanfaatan klinik sanitasi didapatkan hasil tidak memanfaatkan klinik sanitasi 64% dan memanfaatkan 36%. Nilai korelasi p = 0,000 (p< 0,05). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan klinik sanitasi pada ibu bayi dan balita penderita diare akut di Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin. Kata-kata kunci: diare akut, pemanfaatan klinik sanitasi, pengetahuan
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PEMBENTUKAN STAIN (NODA GIGI) PADA PASIEN DI POLI GIGI RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA Enny Khalisa; Rosihan Adhani; Syamsul Arifin
Dentino : Jurnal Kedokteran Gigi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentino.v1i1.416

Abstract

ABSTRACT Background: Stain (teeth stain) is pigmented deposit on teeth surface. Stain is an esthetic problem for some people. Stain affected by some factors, one of them is smoking. Purpose: The purpose of this research is to identify the relation between smoking habit (smoking duration, cigarettes type, and cigarettes smoked per day) with formation of stain. Methods: Type of this research was observational analytic with cross sectional design. The method used was interview about smoking duration, cigarettes type, number of cigarettes smoked per day and clinical examination to look the presence of stain in teeth surface on 30 male smokers patients in dental clinic RSUD Ratu Zalecha Martapura. Results: The results presented 23 respondents (76,7%) from 30 respondents had stain formation. There was no relation between smoking duration with stain formation where p value on statistic test of kolmogorov-smirnov was 0,992 (>0,05). There was no relation between cigarettes type with stain formation where p value on statistic test of fisher was 0,071 (p>0,05). There was no relation between number of cigarettes smoked per day with stain formation where p value on statistics test of kolmogorov-smirnov was 0,652 (p>0,05). ABSTRAK Latar Belakang: Stain (noda gigi) adalah deposit berpigmen pada permukaan gigi. Stain merupakan masalah estetik bagi sebagian orang. Stain dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah merokok. Tujuan: Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok (lama merokok, jenis rokok, dan rokok yang dihisap per hari) dengan pembentukan stain. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan desain cross sectional. Metode yang dilakukan adalah wawancara mengenai lama merokok, jenis rokok, dan jumlah rokok yang hisap per hari serta pemeriksaan klinis untuk melihat ada atau tidak pembentukan stain di permukaan gigi pada 30 pasien laki-laki perokok di poli gigi RSUD Ratu Zalecha Martapura. Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat 23 responden (76,7%) yang memiliki pembentukan stain dari 30 responden. Tidak terdapat hubungan antara lama merokok dengan pembentukan stain, dimana nilai p pada uji statistik dengan mengunakan kolmogorov-smirnov adalah 0,992 (p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara jenis rokok dengan pembentukan stain, dimana nilai p pada uji statstik dengan mengunakan fisher adalah 0,071 (p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara jumlah rokok yang dihisap per hari dengan pembentukan stain, dimana nilai p pada uji statstik dengan mengunakan kolmogorovsmirnov adalah 0,653 (p>0,05).
PERAN GURU PENDIDIKAN JASMANI DALAM PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Syamsul Arifin
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 16, No 1 (2017): June
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1670.337 KB) | DOI: 10.20527/multilateral.v16i1.3666

Abstract

Proses pembelajaran ataupun kegiatan belajar-mengajar tidak bisa lepas dari keberadaan guru. Tanpa adanya guru pembelajaran akan sulit dilakukan, apalagi dalam rangka pelaksanaan pendidikan formal, guru menjadi pihak yang sangat vital. Guru memiliki peran yang paling aktif dalam pelaksanaan pendidikan demi mencapai tujuan pendidikan yang hendak dicapai. Guru melaksanakan pendidikan melalui kegiatan pembelajaran dengan mengajar peserta didik atau siswa. Pendidikan jasmani mempunyai peran yang sangat penting terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan dengan berbagai aktivitas jasmani, sehingga diperoleh kesehatan dan kebugaran tubuh. Melalui pendidikan jasmani, baik aspek fisik (kualitas fisik) maupun aspek nonfisik (kualitas non-fisik) yang menyangkut kemampuan kerja, berfikir dan keterampilan dapat teratasi. Oleh sebab itu, keduanya harus saling terkait dan mendukung, sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tangguh dapat tercapai.Kata Kunci: Peran Guru, Pendidikan Jasmani dan Karakter Peserta didik.
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KEJADIAN DEPRESI Salsalina Violetha Br Ginting; Syamsul Arifin; Hotma Marintan
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.541 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v9i2.3524

Abstract

  Penggunaan media sosial dapat berhubungan dengan terjadinya depresi. Namun, terdapat beberapa penelitian yang justru membuktikan tidak terdapat hubungan intensitas penggunaan media sosial terhadap kejadian depresi. Membuktikan kecenderungan pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap kejadian depresi. Penelitian ini berjenis literature review dengan data penelitian berupa data sekunder. Penelusuran data dilakukan menggunakan metode PRISMA, sedangkan sintesis data menggunakan pendekatan SPIDER. Dari 15 jurnal yang di review, terdapat 12 jurnal atau 80% membuktikan bahwa terdapat hubungan penggunaan media sosial dengan depresi sedangkan, tiga jurnal atau 20% lainnya membuktikan hal yang sebaliknya, bahwa depresi tidak berhubungan dengan intensitas penggunaan media sosial. Terdapat hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan depresi      
KAJIAN EFEKTIVITAS PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT BERDASARKAN KARAKTERISTIK LINGKUNGAN DAN EVALUASI PROGRAM DI KABUPATEN BANJAR Syarifuddin Syarifuddin; Ahmad Alim Bachri; Syamsul Arifin
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.056 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v3i1.4846

Abstract

Salah satu program Pemerintah yang memiliki daya ungkit yang signifikan adalah Program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). STBM terbukti efektif dalam upaya mempercepat akses terhadap sanitasi yang layak. Suksesnya STBM hanya akan terjadi apabila masyarakat terpicu untuk mau, berdaya dan melakukan praktik-praktik hidup bersih dan sehat. Hambatan hambatan dalam pelaksanaan program diantaranya penilaian efektivitas berdasarkan kriteria tingkat ketercapaian misi akhir organisasi dengan menganalisis faktor-faktor yang menghambat dan mengoptimasikan faktorfaktor pendukung, penilaian efektivitas berdasarkan kriteria berfungsinya semua unsur dalam organisasi yang menjadi syarat bagi pencapai tujuan, penilaian efektivitas berdasarkan kriteria perilaku manusia secara individual maupun kelompok. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis keterkaitan efektivitas program STBM berdasarkan karakteristik lingkungan dan evaluasi program di Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional deskripsi kuantitatif dan kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan efektivitas program STBM berdasarkan akses sanitasi (jamban keluarga) disebabkan oleh ketersediaan air bersih dan kebiasaan atau tradisi, efektivitas program STBM berdasarkan akses air bersih disebabkan oleh ketersediaan air bersih dan kemampuan secara ekonomi, sedangkan efektivitas Program STBM disebabkan oleh keadaan musim. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa evaluasi Program STBM dikatakan baik atau tidak baik dipengaruhi oleh kunjungan petugas baik dari pusat, Provinsi maupun Kabupaten ke Kecamatan atau ke desa yang mendapatkan Program STBM.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER POSBINDU PENYAKIT TIDAK MENULAR Renate Pah Kiting; Bahrul Ilmi; Syamsul Arifin
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 1, No 2 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.507 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v1i2.3149

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) terus mengalami peningkatan disetiap tahunnya. Inovasi dan strategi yang dilakukan dalam pengendalian PTM di tingkat dasar salah satunya melalui kegiatan pos pembinaan terpadu (posbindu). Posbindu PTM dapat berjalan dengan partisipasi aktif kader dan masyarakat. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kinerja kader Posbindu PTM. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 95 kader Posbindu PTM dari 19 Posbindu PTM yang ada di Kota Banjarmasin. Sampel berjumlah 78 orang, penghitungan sampel menggunakan rumus Slovin, teknik sampling simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Ada hubungan sikap dengan kinerja (p=0,000 OR=25,600), ada hubungan motivasi dengan kinerja (p=0,000 OR=67,000), tidak ada hubugan SDM dengan kinerja (p=0,258), ada hubungan penghargaan dengan kinerja (p=0,013 OR=10,400), ada hubungan desain pekerjaan dengan kinerja (p=0,000 OR=36,750) dan tidak ada hubungan peran pemangku kepentingan dengan kinerja (p= 0,288). Secara simultan sikap, motivasi, SDM, penghargaan dan desain pekerjaan 90% mempengaruhi kinerja kader Posbindu PTM. Ada hubungan positif sikap, motivasi, penghargaan dan desain pekerjaan dengan kinerja kader Posbindu PTM dan tidak ada hubungan SDM dan peran pemangku kepentingan dengan kinerja kader Posbindu PTM. Saran varabel motivasi dan desain pekerjaan adalah paling dominan berhubungan dengan kinerja kader sehingga dapat diambil sebagai pedoman atau pertimbangan dalam merencanakan kegiatan untuk meningkatkan kinerja kader Posbindu PTM.
Co-Authors Abdur Rahman Achmad Rofi'i Achyar Nawi Husein Adi Nugroho Adi Nugroho Agung Biworo Agung Waskito Ahmad Alim Bachri Al Furqonnata Mubarta Alfi Yasmina Ammara Ulfa Azizah Andini Octaviana Putri Anggun Wulandari Annisa Annisa Annisa Aulia Rakhim Anugrah Nur Rahmat Ari Yunanto Arief Budiman Armuni Armuni Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asyifa Norhana, Asyifa Atrik Pristica Diani Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bambang Setia Budi Budi Setiawan Cici Chairunisa Desy Ratna Sari Devita Wijayanti, Devita Dhian Ririn Lestari Diadjeng Setya Wardani Dian Intan Permatasari Dian Purnama Sari Dian Rizeki Finarti Djallaluddin Djallaluddin Dwi Rahmawati Dwi Rezki Safitri Dwi Risky Arini Dwika Fresty Dian Mustika Sari Edi Hartoyo Eka Santi Eko Suhartono Eko Suhartono Endang Pertiwiwati Enny Khalisa Evy Alvionita Yurna Fahrini Yulidasari Fairuz Nur Fawaz Faradila Farisa Shauma Fachir Fauzie Rahman Fie Khaeriyah Firyal Afifah Juanda Gaida Akmila Hadianor, Hadianor Harapan Parlindungan Ringoringo Hartina Fajar Damayanti Herawati Herawati Herwinda Husnawati Hotma Marintan Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husnawati, Herwinda Ida Yuliana Ida Yuliana Ida Yuliana Ira Mingchilina Iwan Aflanie Jeikawati Jeikawati Kharis Faridan Krisma Aulia Laily Khairiyati Lasinrang Lasinrang Lena Rosida Lenie Marlinae Lenie Marlinae Lisda Hayatie, Lisda Lisda Mardhatillah Luh Putu Sukma Pratiwi Sutama Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Mida Ridayanti Mohammad Bakhriansyah Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Gilmani Muhammad Syaqib Arsalan Naila Almira Nani Mi’rajiah Nia Kania Noor Fithriyah Noor Khalisha Puteri Noor Laila Afifah Noor Samirah Herviana Norhalida Rahmi Novita Dewi Iswandari Nur Syaima Dhiya Savitry Okta Dede Alvionita Panghiyangani, Roselina Patimah Patimah Persadha, Galih Rabbina Rahmah Rahmita Rahmita Raudatul Jinan Raudhatul Jannah Renate Pah Kiting Resvia Arwinda Reynaldo Gazali Rima Permata Sari Risna Irviani Rosela Elmita Rosihan Adhani Rosihan Adhani, Rosihan Rudi Fakhriadi Ruslan Muhyi, Ruslan Rusmiyati Rusmiyati Salsalina Violetha Br Ginting Savitry, Nur Syaima Dhiya Sherly Limantara Sherly Theana Shifa, Mutiara Silvia Kristanti Tri Febriana Silvia Kristanti Tri Febriana Siti Fitriah Siti Nurhayani Suprihatini Suprihatini Syarifah Kholishotunnisa Syarifuddin Syarifuddin Tati Rahayu Taufik Taufik Tenri Ashari Wanahari Triawanti Triawanti Winda Saukina Syarifatul Jannah Yudha Khusnia Rohmatin Zhafira Khoirunnisa Suwanto