Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Frequent linguistic errors in the writing of Yemeni EFL Arabic-speaking learners Ali Mohammed Saleh Al-Hamzi; Mangatur Nababan; Riyadi Santosa; Djatmika Djatmika; Sumarlam Sumarlam; Henry Yustanto
Studies in English Language and Education Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v10i1.26022

Abstract

The Yemeni EFL learners are prone to share their knowledge and views regarding what and how to say. The constraints of combining this expertise have hampered learners’ writing success. Those obstacles can cause learners to make errors. Error Analysis (EA) and Surface Strategy Taxonomy (SST) were used to analyze learners’ linguistic errors. Error causes were also investigated. This research used a qualitative process style to use a case study approach. Ellis’ five-step EA procedure was followed to analyze essay data each comprising 100-350 words or more written by 20 Yemeni EFL eighth semester Arabic-speaking learners at the Department of Education, Sana’a University, Yemen. They were purposely selected as research subjects. It was noticed that omission was the most common error detected in the learners’ writings. Overall, this form of error accounted for 58.71% of 118 cases out of 201 cases. The learners’ common error categories were the number marker, verb-tenses articles, prepositions, subject-verb agreements, and pronouns. This was preceded by addition (20.39%), incorrect formation (15.92%), and word order (4.97%). Intralingual transfer turned out to be the key reason that caused the errors in the learners’ writing. Any of the interlinguistic comparisons was the cause behind the errors. In terms of verb conjugation component, inflectional morpheme, and auxiliary verb abandonment, Arabic and English have different formal definitions. Interlingual transfer and learning context also caused errors. To prevent errors from fossilizing, language instructors should provide continual corrective feedback, and learners should pursue the correct target language form.
The Vitality of Javanese Language in the Bakery Register Ni’mah Dini Sadida; Sumarlam Sumarlam; FX Sawardi
English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Vol 6 (2023): Transforming Paradigm, Diversity, and Challenges in English Language Learning, Linguis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Javanese language treasures in the context used in the bakery sector act as a means of social interaction in the baker group. The conversational symbols present in the baker group have their characteristics. The existence of utterances by the baker community certainly has a basis and meaning. The meaning of certain words requires a view of the context of the situation contained in the communication. This research is needed to reveal a language that is unique or special in its use, namely in the bakery sector. The method used in this research is descriptive qualitative. The research data is in the form of speech and text of customer orders. The data source is in the form of oral speech through recordings of the baking group, and the written data source is in the form of a list of orders via social media platforms. The data collection techniques used include (1) tapping, (2) free-to-view, free of involvement, and (3) recording and noting. Data analysis technique is descriptive analysis with using an interactive analytical model. The results of this study indicate the novelty of using a unique Javanese vocabulary in the realm of bakery. Javanese lexicon language can use for the following purposes: (1) the process of making bread, (2) the shape and type of bread, (3) buying and selling transactions, (4) mentioning the price of bread, (5) and the quality of bread
Analisis Bahasa Lisan Pada Anak Autis (Studi Kasus Pada Rifqie Faza Adji Mahardika, Siswa SMA Al-Firdaus Surakarta) Arief Setyawan; Riza Perdana; Sumarlam Sumarlam
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 10 No. 2 (2019): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v10i2.696

Abstract

Artikel ini membahas salah satu kesulitan dalam berbahasa lisan pada anak autis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk bahasa lisan yang dipakai atau dimiliki oleh anak autis. Sumber data dalam penelitian ini adalah seorang anak penderita autis di SM Al-Firdaus Surakarta, dengan datanya berupa tuturan atau bahasa lisan. Metode SSR (Single Subject Research) digunakan sebagai teknik pengumpulan data penelitian. Kemudian, teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik rekam dan teknik catat. Teknik analisis data dilakukan dengan mengikuti tiga tahapan, yaitu: (1) tahap reduksi data, (2) tahap penyajian data, dan (3) tahapan penyimpulan atau verifikasi. Bentuk bahasa lisan anak autis umumnya ringkas tanpa berbelit-belit, dan kemampuan berbahasa lisan anak autis bergantung pada tingkatan autis yang dideritanya. Kata kunci: anak autis, bahasa lisan, SM Al-Firdaus Surakarta.  ABSTRACTThis article discusses one of the difficulties in oral language in children with autism. The purpose of this study was to determine the form of spoken language that is used or held by children with autism. Sources of data in this study is an autistic child in SM Al-Firdaus Surakarta, with the data in the form of speech or verbal language. Methods SSR (Single Subject Research) was used as research data collection techniques. Then, an advanced technique used is the technique of recording and written. Data analysis techniques performed by following three stages, namely: (1) data reduction phase, (2) the stage presentation of data, and (3) stages of inference or verification. Oral forms languages of autistic children generally quick-factly, and oral language skills of children with autism depends on the level of autism suffered. Keywords: children with autism, the oral language, SM Al-Firdaus Surakarta.
Lirik Lagu First Love Dan Prisoner of Love Oleh Utada Hikaru Dalam Analisis Wacana Kritis Sri Aju Indrowaty; Sumarlam Sumarlam
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 8 No. 2 (2017): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v8i2.848

Abstract

AbstrakLagu adalah sesuatu yang membuat pendengar menjadi terhibur, apalagi bila lagu itu mempunyai tema yang tak lekang oleh masa yaitu tema Cinta. Pada Japan Pop atau J-Pop nama Utada Hikaru merupakan penyanyi pop dan pencipta lagu yang tidak asing lagi. Disamping itu termasuk bintang besar di Jepang. Sangat menarik apabila teks lagu dari penyanyi ini dianalisis melalui analisis wacana kritis (Anawa). Artikel ini bertujuan untuk memaparkan analisis teks lagu first love dan Prisoner of love oleh Utada Hikaru dan bagaimana unsur kognisi sosial dan konteks yang terdapat dalam kedua lagu tersebut. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research). Simpulan dari Analisis wacana kritis pada riset mini ini yaitu Tema pada kedua lagu kenangan dan kekaguman kepada orang yang dicintai. Sedang kognisi sosial lebih menekankan bahwa menikah muda bukan suatu halangan untuk berkarir, sedang konteks sosial kekaguman kepada penyanyi yang bilingual yaitu bisa berbahasa Jepang dan Bahasa Inggris.Keyword : Analisis wacana kritis, lirik lagu, kognisi sosial, konteks  AbstractThe song is something to entertain the listener, especially love songs. A famous Japan Pop, Utada Hikaru is a big star in Japan. It will be very interesting to analyze the song lyrics using critical discourse analysis. This study is aimed at explaining the analysis of song texts of Utada Hikaru’s songs, first love and prisoner and how the elements of social cognition and context existed in those songs. By using descriptive qualitative research, there were some conclusions taken. The conclusion of critical discourse analysis in this mini research is the theme on both songs of memories and admiration to loved ones. Medium social cognition more suppressed young married is not an obstacle to a career, is the social context of admiration for bilingual singers that can be watched Japan and English.Keywords: critical discourse analysis, song lyrics, social cognition, context 
Struktur dan Fungsi Kalimat Tunggal pada Video Pendek Engkok Bhenni Siti Khodijah Ben Sedeh Benni Muhammad (Kajian Sintaksis) Megawati Rustan; Melina Anggraini; Agustin Eka Nuriati; Sumarlam Sumarlam
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4076

Abstract

Bangsa Indonesia dengan keberagaman bahasa yang dimiliki menjadikan setiap daerah memiliki identitas masing-masing salah satunya adalah Madura. Bahasa Madura memiliki variasi dan kompleksitas yang dapat ditunjukkan berdasarkan struktur kalimatnya.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur kalimat tunggal dan fungsi sintaksis dalam film pendek bahasa Madura berjudul Engkok Benni Siti Khadijah, Bhen Sedeh Benni Muhammad. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan sintaksis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dari penelitian ini adalah film pendek Engkok Benni Siti Khadijah Bhen Sedeh Benni Muhammad yang didapatkan dari Youtube. Data pada penelitian ini berupa dialog/percakapan pada video pendek bahasa Madura berjudul Engkok Benni Siti Khadijah, Bhen Sedeh Benni Muhammad beserta konteksnya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode simak bebas libat cakap dan teknik catat melalui transkripsi otografis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 data kalimat tunggal dengan 7 struktur kalimat yang berbeda yaitu, S-P, S-P-O, S-P-K, S-K-P, S-K-P-O, P-O, K-S-P. Kategori setiap fungsi BMDB ditemukan meliputi, subjek (S) diisi oleh nomina, pronomina, dan demonstratif; predikat (P) diisi oleh verba, adverbia; objek (O) diisi oleh adjektiva, nomina, preposisi; dan keterangan (K) diisi oleh adverbial, adjektiva, preposisi, dan nomina.
BAHASA FIGURATIF SEBAGAI REPRESENTASI LOKALITAS DALAM TRILOGI NOVEL GLONGGONG KARYA JUNAEDI SETIYONO (Figurative Language as a representation of Locality in the Glonggong Novel Trilogy by Junaedi Setiyono) Rahmaditya Khadifa Abdul Rozzaq Wijaya; Sumarlam Sumarlam; Djatmika Djatmika
SAWERIGADING Vol 27, No 1 (2021): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2021
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v27i1.897

Abstract

The study aims to describe and locate the figures of speech and imagery associated with the regional locality. This research is a type of descriptive qualitative research. The data in this study were words, phrases, sentences, or utterances that contain the figure of speech and imagery and their functions as localities. The data sources were taken from the glonggong novel trilogy consisting of Glonggong, Arumdalu, and Dasamuka by Junaedi Setiyono. The data collection technique used the listening and note-taking technique. The data analysis method in this study used the matching method with the basic models using the Determinant Element Sorting or Pilah Unsur Penentu (PUP) technique. The results found a figure of speech and imagery that locality (i) custom, (ii) tradition, (iii) regional language expressions, (iv) and culture.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menemukan majas dan citraan yang dilekati oleh lokalitas kedaerahan. Penelitian ini merupakan penelitian jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata, frasa, kalimat, atau tuturan-tuturan yang mengandung majas dan citraan serta fungsinya sebagai lokalitas. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari trilogi novel Glonggong yang terdiri atas Glonggong, Arumdalu, dan Dasamuka karya Junaedi Setiyono. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan dengan teknik dasar menggunakan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Hasil dari penelitian ini menemukan majas dan citraan yang merepresentasikan lokalitas (i) kebiasaan, (ii) tradisi, (iii) ungkapan berbahasa daerah, (iv) dan kebudayaan.
KOHESI LEKSIKAL SINONIMI, ANTONIMI, DAN REPETISI PADA RUBRIK CERITA ANAK, CERITA REMAJA, DAN CERITA DEWASA DALAM SURAT KABAR HARIAN KOMPAS Siti Sukriyah; Sumarlam Sumarlam; Djatmika Djatmika
Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v30i2.230.267-283

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepaduan wacana yang didukung oleh aspek kohesi leksikal, dibatasi pada penggunaan sinonimi, antonimi, dan repetisi dalam rubrik cernak, roman, dan cerpen dalam surat kabar harian Kompas. Penyediaan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode simak dan teknik baca; simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Data dianalisis dengan metode agih dan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan teknik ganti serta teknik lesap. Penelitian ini menggunakan teori wacana Halliday untuk melihat penanda kohesi leksikal dalam sebuah teks. Hasil dan pembahasaan penelitian ini menunjukkan aspek kohesi leksikal sinonimi, antonimi, dan repetisi terdapat dalam setiap cerpen. Dalam rubrik cernak, roman, dan cerpen dalam surat kabar harian Kompas merupakan sebuah wacana yang padu karena di dukung oleh penanda kohesi leksikal yang tepat. Secara umum, penanda leksikal yang digunakan pengarang dalam tiga rubrik Kompas adalah sinonimi, antonimi, dan repetisi. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pada aspek kohesi leksikal yang terdapat pada rubrik cernak, roman, dan cerpen dalam surat kabar harian Kompas. 
Bentuk campur kode cagub dalam debat pilkada Kalbar 2024: tinjauan sosiolinguistik Bagus Prakoso; Sumarlam Sumarlam; Fx Sawardi
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14819

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk campur kode dan faktor-faktor apa saja yang melatarbelakanginya dalam tuturan calon gubernur Kalimantan Barat pada debat pilkada 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tejnik pengumpulan data simak, teknik rekam danc atat. Data berupa tuturan lisan tiga calon gubernur, yaitu Sutarmidji, Ria Norsan, dan Muda Mahendrawan yang dianalisis dengan metode agih melalui teknik bagi unsur langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa campur kode terjadi pada tataran kata, frasa, dan klausa. Dengan dominasi campur kode berbentuk kata. Pola penggunaan campur kode juga menunjukan perbedaan antar calon, baik dalam pemilihan bahasa daerah, bahasa Indonesia, atau bahasa asing. Faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya campur kode meliputi latar sosial, budaya, tingkat pendidikan, dan situasi komunikasi debat.
The Philosophical meanings contained Serat Sari Swara entitled Wasita Rini Song by Ki Hadjar Dewantara Akbar Al Masjid; Sumarlam Sumarlam; Retno Winarni; Budhi Setiawan; Trisharsiwi Trisharsiwi; Suhailee Sohnui; Arya Dani Setyawan; Endah Marwanti
TAMANSISWA INTERNATIONAL JOURNAL IN EDUCATION AND SCIENCE Vol 4 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/tijes.v4i2.13535

Abstract

Serat Sari Swara is an old literary work (1930) written directly by KHD using Javanese script and in Javanese in the form of tembang (poetry genre). This study of old literary works is important because it is an intellectual heritage of the work of the Father of the Indonesian National Education (KHD), which contains many moral and philosophical teachings that are useful as lessons and knowledge for the current generation. The data analysis method used is the content analysis method through the perspective of literary interpretation. The primary data source of this research comes from the Serat Sari Swara script, especially the Asmaradana Wasitarini songs. The results of the research on the philosophical meaning of the Asmaradana Wasita Rini song are about advice and teaching to women in fighting for their rights to obtain gender equality and women's independence, as well as the dedication of women (wives) to men (husbands) so that they can live in harmony and happiness. In detail, the contents of Wasita Rini's philosophical meaning are as follows: 1) teachings to women to always maintain the norms of decency and decency; 2) Protect themselves and their honour; 3) Women need to be respected and respected and do not like being treated arbitrarily; 4) can control themselves; 5) A woman must be conscientious and good at sorting out good and bad things; 6) Women must have the intelligence of creativity, taste, and intention (morals).
Serapan Bahasa Arab Pada Budaya Akikah Ni Daganak Tubu Berbahasa Angkola Husniah Ramadhani Pulungan; Suhono Suhono; Sumarlam Sumarlam
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v8i1.975

Abstract

This study analyzes borrowing on Arabic in Angkola language. The purpose of this study is to classify the process of borrowing Arabic in Angkola language from the tradition of aqiqah, this is the same as the body. It is done as an effort to inventory the description of forms, rules, and use of borrowing Arabic language. This research is descriptive qualitative with the technique refer and note. The data analysis technique uses domain analysis, taxonomic analysis, compound analysis, and analysis of cultural themes. The results show that the emergence of adaptation is more often compared to the emergence of adoption while the hybrid and translation uptake are not found. Thus, the use of borrowing Arabic in the event aqiqah daganak tubu does not cause a shift in the language of Angkola into araba-araban, precisely the borrowing of Arabic is very helpful in completing the lexicon of the Angkola language specifically for the use of religious terms in communication in the community.ABSTRAKPenelitian ini menganalisis borrowing bahasa Arab pada bahasa Angkola. Tujuan dari penelitian ini untuk mengklasifikasi proses borrowing bahasa Arab pada bahasa Angkola dari tradisi aqiqah ni daganak tubu. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menginventarisasikan pendeskripsian bentuk, kaidah, dan penggunaan borrowing bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema budaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemunculan adaptasi yang lebih sering dibandingkan dengan kemunculan adopsi sedangkan hibrida dan serapan terjemahan tidak ditemukan. Dengan demikian, maka penggunaan borrowing bahasa Arab dalam acara aqiqah ni daganak tubu tidak menyebabkan terjadinya pergeseran pada bahasa Angkola menjadi kearab-araban, justru borrowing bahasa Arab sangat membantu guna melengkapi leksikon bahasa Angkola khususnya untuk penggunaan istilah keagamaan dalam komunikasi di masyarakat Angkola.