Claim Missing Document
Check
Articles

VISUALISASI PENGASUTAN MOTOR INDUKSI TIGA FASE BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL Sultan Sultan; Agung Budi Muljono; I Made Ari Nrartha
DIELEKTRIKA Vol 4 No 1 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.738 KB)

Abstract

Motor induksi merupakan motor yang paling umum digunakan pada berbagai peralatan industri. Popularitasnya karena rancangannya yang sederhana, murah dan mudah didapat, dan dapat langsung disambungkan ke sumber daya AC. Motor induksi tiga fase kapasitas besar membawa permasalahan pada sistem dan peralatan yang terhubung ke sistem listrik atau pada motor itu sendiri, yaitu saat motor induksi tersebut diasut. Arus pengasutan motor induksi bisa mencapai 6-7 kali arus nominal motor (arus beban penuh motor) yang dapat menyebakan drop tegangan yang besar pada sistem bahkan bisa tidak bekerjanya motor induksi yang diasut. Metoda pengasutan dibutuhkan untuk mengurangi arus asut yang tinggi seperti metoda Y/D. Perkembangan metoda kontrol pada industri seperti PLC (Programmable Logic Conrol), membuat penggunaan pengawatan pada metoda pengasutan motor induksi lebih sedikit dan kalau ada kesalahan fungsi dapat diketahui secara cepat serta dapat dipantau fungsi kerja masing-masing peralatan. Penggunaan PLC dapat mengurangi ukuran panel yang digunakan dan rangkaian lebih sederhana. Kondisi ini menyebabkan industri-industri besar beralih menggunakan PLC untuk semua keperluan pengasutan motor dan kontrol-kontrol peralatannya. Penelitian ini berhasil membuat sebuah modul yang dapat digunakan untuk pengasutan motor induksi tiga fase berbasis PLC. Kontrol PLC pada pengasutan motor induksi tiga fase pada penelitian ini memerlukan rangkaian kabel yang lebih sedikit dari pada kontrol konvensional, kepresisian waktu dan hasil kontrol yang lebih pasti dengan kesalahan kontrol yang lebih kecil.
UNJUK KERJA MOTOR INDUKSI TIGA FASE ROTOR SANGKAR DENGAN BERBAGAI PENGASUTAN Sultan '; I Made Ari Nrartha; Agung Budi Muljono
DIELEKTRIKA Vol 2 No 1 (2015): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.742 KB)

Abstract

Arus pengasutan motor induksi cukup besar yakni dua sampai tujuh kali dari arus nominal motor. Arus pengasutan yang tinggi pada motor kapasitas besar dapat menyebabkan drop tegangan pada sistem sehingga membahayakan peralatan lain pada sistem. Motor induksi kapasitas besar adalah motor induksi tiga fase jenis rotor sangkar. Pada penelitian telah dibuat sistem pengukuran arus, tegangan dan kecepatan secara realtime untuk melihat unjuk kerja sistem pengasutan motor seperti sistem DOL dan sistem Bintang-Delta. Pengukuran menggunakan sensor arus, sensor tegangan dan sensor kecepatan diteruskan ke komputer menggunakan ADC (arduino). Hasil pengukuran dapat disimpan dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Penelitian ini menghasilkan yakni arus pengasutan rata-rata sistem DOL adalah tiga kali dari arus nominal motor. Pengasutan sistem Bintang-Delta menghasilkan arus pengasutan rata-rata satu setengah kali dari arus nominal motor. Pada pengasutan sistem Bintang-Delta, lonjakan arus terjadi dua kali saat motor terhubung bintang dan saat terhubung delta. Hasil penelitian menunjukkan unjuk kerja pengasutan sistem Bintang-Delta lebih baik dari sistem DOL pada saat motor berbeban maupun tanpa beban. Kata kunci: Motor Induksi, Sistem DOL, Sistem Bintang-Delta.
Analisis Rugi Daya pada Penyulang dengan Pembangkit Energi Terbarukan akibat Ketidakseimbangan Beban Sultan .; I Made Ari Nrartha; I Made Ginarsa; Agung Budi Muljono
DIELEKTRIKA Vol 6 No 2 (2019): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.159 KB) | DOI: 10.29303/dielektrika.v6i2.214

Abstract

Abstract—Penetration of renewable energy generation is getting deeper due to reduced fossil fuel reserves and rising prices. Renewable energy generation enter in a three-phase distribution system which have unbalanced load. Three-phase power flow with unbalanced loads is used to analyze power loss in feeders with renewables generation in the system. A robust three phase power flow method for distribution networks is a backward-forward method. The results of the study on Hilbron feeders and Out 3 Gili feeders supplied from GH Senggigi, PLTS on three gilis, and Segara PLTM, that the load imbalance resulted in a power losses increase exponentially. The power loss percentage due to imbalance is 3.5%, 12.4%, and 26.7% for Hilbron feeders with Segara PLTM and Gili Air PLTS, Out 3 Gili feeders with PLTS on three gilis, and Hilbron feeders with Segara PLTM, respectively. Intisari—Penetrasi pembangkit energi terbarukan semakin dalam karena berkurangnya cadangan bahan bakar fosil dan naiknya harga bahan bakar tersebut. Pembangkitan energi terbarukan masuk dalam sistem distribusi tiga fase yang memiliki beban tidak seimbang.Aliran daya tiga fase dengan beban tidak seimbang digunakan untuk menganalisis kehilangan daya pada penyulang dengan pembangkitan energi terbarukan pada sistem. Metode aliran daya tiga fase yang kuat untuk jaringan distribusi adalah metode backward-forward. Hasil penelitian pada penyulang Hilbron dan penyulang Out 3 Gili yang disuplai dari GH Senggigi, PLTS pada tiga gilis, dan PLTM Segara, bahwa ketidakseimbangan beban mengakibatkan kerugian daya meningkat secara eksponensial. Persentase kehilangan daya karena ketidakseimbangan adalah 3,5%, 12,4%, dan 26,7% untuk penyulang Hilbron dengan PLTM Segara dan PLTS Gili Air, penyulang Out 3 Gili dengan PLTS pada tiga gili, dan penyulang Hilbron dengan PLTM Segara.
ANALISIS KONTINGENSI TERHADAP UNJUK KERJA DAN KEANDALAN KOMPOSIT PEMBANGKIT DAN TRANSMISI PADA SISTEM KELISTRIKAN LOMBOK Arifatul Hidayati; Supriyatna .; Agung Budi Muljono
DIELEKTRIKA Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.24 KB)

Abstract

Evaluasi keandalan komposit merupakan salah satu metode untuk mengevaluasi keandalan pembangkit dan transmisi yang dapat dilakukan dengan menggunakan analisis kontingensi. Kontingensi merupakan suatu kejadian yang disebabkan oleh kegagalanatau pelepasan dari satu atau lebih generator dan/atau saluran transmisi pada sistem tenaga listrik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja dan indeks keandalan komposit pada sistem kelistrikan Lombok dengan melakukan analisis kontingensi menggunakan 2 metode yaitu metode deterministik dan non-deterministik. Metode deterministik menggunakan analisis aliran daya newton-raphson yang diamati dalam 2 kondisi, yaitu: kondisi normal dan kontingensi/gangguan. Sedangkan pada metode non-deterministik memperhitungkan indeks keandalan komposit dari sistem yaitu perkiraan energi tidak tersuplai (Expected Energi Not Supplied/EENS) dan kemungkinan kehilangan beban (Lost of Load Expectacy/LOLE) selama 1 tahun. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tegangan hingga melewati batas toleransi tegangan SPLN (-10%) pada bus GH Biau sebesar 0,885 pu dan pembebanan saluran melebihi Kemapuan Hantar Arus (KHA) saluran pada kopel PLTD Ampenan dengan GH Biau sebesar 122,590 % pada kondisi kontingensi. Nilai EENS melebihi standar NEM reliability standard yang menetapkan jumlah perkiraan energi tidak terlayani (Expected Unserved Energy) < 0,002% dari kebutuhan energi total yaitu sebesar 37,5487 MWh/tahun dari total kebutuhan energi sistem kelistrikan Lombok tahun 2013 sebesar 1.877.439,392 MWh/tahun pada kondisi kontingensi (N-1) pembangkit, kontingensi (N-1) saluran transmisi, kontingensi (N-2) pembangkit, kontingensi (N-1) pembangkit dan saluran transmisi ,dan kontingensi (N-2) saluran transmisi yaitu 1.091,172; 256,710; 2.460,818; 29.590,384; 0,541 (MWh/tahun)dan nilai LOLE pada kondisi kontingensi (N-2) pembangkit dan saluran transmisi sebesar 162,719 (jam/tahun) melebihi batas standar yang ditetapkan SPLN 68-2:1986 yaitu 29,4 jam/tahun pada tahun 2013. Kata Kunci : Keandalan komposit, Kontingensi, LOLE, EENS
DISTANCE RELAY PROTECTION COORDINATION ANALYSIS OF HIGH VOLTAGE TRANSMISSION LINE 150 KV LOMBOK POWER SYSTEM Risca Arie Wahyuningsih; Agung Budi Muljono; Supriyatna Supriyatna
DIELEKTRIKA Vol 7 No 1 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i1.230

Abstract

Sistem kelistrikan Lombok telah mengoperasikan saluran transmisi udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kV dan hingga saat ini terus mengalami pengembangan. Pembangunan SUTT ini merupakan usaha meningkatkan kualitas serta keandalan suatu sistem kelistrikan. Oleh karena itu, diperlukan proteksi yang baik untuk menjaga keandalan penyaluran energi listrik. Salah satu rele yang digunakan pada proteksi sistem kelistrikkan Lombok adalah rele jarak. Rele jarak bekerja sebagai pengaman utama pada saluran transmisi. Rele ini mengukur besar impedansi gangguan berdasarkan arus dan tegangan yang terdeteksi oleh rele. Penelitian ini menghitung setting impedansi rele jarak pada Z1pri, Z2pri dan Z3pri, kemudian menguji dengan melakukan simulasi hubung singkat menggunakan software ETAP 7.5. Hasil perhitungan setting rele jarak di Ampenan untuk memproteksi saluran Ampenan - Jeranjang impedansi saluran 3,25 Ω (7,543 km) adalah Z1pri= 2,6057 Ω (6,0345 km), t1 = 0 detik; Z2pri = 13,7056 Ω (31,7406 km), t2 = 0,4 detik; Z3pri = 24,7209 Ω (57,2508 km), t3 = 1,2 detik. Impedansi setting rele lebih besar dari impedansi gangguan yang terdeteksi oleh rele sehingga rele jarak sudah dapat melindungi sistem. Hasil penelitian memperlihatkan grafik koordinasi impedansi dan waktu setting rele jarak pada masing-masing seksi zone proteksi.
PERBAIKAN STABILITAS DINAMIK MENGGUNAKAN POWER SYSTEM STABILIZER (PSS) BERBASIS ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS) PADA SISTEM TENAGA LISTRIK MULTIMESN Imam Takharruby; I.Made inarsa; Agung Budi Muljono
DIELEKTRIKA Vol 3 No 1 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.833 KB)

Abstract

Sistem multimesin merupakan sistem interkoneksi yang berinteraksi antara mesin yang satu dengan mesin yang lain, sistem ini rentan terjadi adanya gangguan karena sistem yang melibatkan banyak pembangkit, sehingga dilakukan suatu perbaikan kestabilan tegangan dan frekuensi dengan menambahkan sebuah piranti kontrol seperti PSS. PSS merupakan perangkat yang memberi redaman tambahan untuk mengurangi osilasi kecepatan rotor dan daya. PSS terhubung langsung dengan peralatan sistem eksitasi dan regulator tegangan pada pembangkit. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan kestabilan sistem dalam menentukan respon perubahan kecepatan sudut rotor dengan sistem PSS dan ANFIS. Didapatkan hasil dengan waktu kestabilan dari ANFIS yang lebih baik dibandingkan dengan PSS konvensional dengan waktu persentase rata-rata pada perubahan kecepatan sudut rotor mencapai 17,97% dengan persentase berbaikan overshoot rata-rata sebesar 10,72%. Kata Kunci:PSS,Stabilitas Dinamik, Sistem Multimesin,Adaptive Neuro-Fuzzy Inference Sistem
ANALISIS MANUVER JARINGAN TERHADAP KEANDALAN KONTINUITAS PENYALURAN TENAGA LISTRIK PENYULANG DI AREA AMPENAN Nurul Hidayah; Supriyatna Supriyatna; Agung Budi Muljono
DIELEKTRIKA Vol 1 No 2 (2014): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.783 KB)

Abstract

Manuver jaringan distribusi adalah kegiatan modifikasi terhadap operasi normal akibat dari adanya gangguan atau pekerjaan jaringan yang membutuhkan pemadaman tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi manuver jaringan yang tepat menanggulangi beban penyulang yang mengalami gangguan dan mengetahui perubahan tingkat keandalan dalam 3 kondisi, yakni kondisi normal, kondisi gangguan, dan kondisi manuver jaringan, beserta probabilitas ketidakterlayanan pelanggan. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif menggunakan data skunder PT.PLN (Persero) Cabang Mataram. Software yang digunakan adalah Matlab.V7.8.0 (R2009a) program Matpower 4.0. Hasil menunjukkan bahwa Penyulang Airlangga merupakan penyulang yang tepat mensupply Penyulang Perumnas yang mengalami gangguan dengan melakukan dua pertimbangan yakni sisa beban maksimal harus lebih besar dari beban hilang dan melihat losses terkecil dari kombinasi interkoneksi terhadap penyulang gangguan. Tingkat perbaikan keandalan dari kondisi gangguan ke kondisi manuver terhadap kondisi normal adalah SAIFI dari 85% menjadi 100% dan SAIDI dari 69%menjadi 94,8%.
ANALISIS KOORDINASI ISOLASI DI GARDU INDUK KUTA TERHADAP TEGANGAN LEBIH AKIBAT SAMBARAN PETIR PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV supriyatna Supriyatna; elan criyanto; agung Budi Muljono
DIELEKTRIKA Vol 7 No 1 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i1.237

Abstract

Sambaran petir pada saluran transmisi 150 kV dapat menimbulkan tegangan lebih yang akan membahayakan peralatan jika tegangan tersebut melampaui tingkat isolasi dasar peralatan (TID). Metode untuk mengetahui nilai lightning performance digunakan teori gelombang berjalan dan elektrogeometris. Metode pantulan berulang digunakan untuk menentukan jarak maksimum antara arrester dengan peralatan yang dilindunginya. Berdasarkan hasil penghitungan diperoleh jumlah gangguan petir pada saluran transmisi 150 kV Sengkol-Kuta yaitu 1,2984 gangguan per 100 km pertahun dengan kualifikasi “Pentanahan bagus; perisai cukup” sehingga tidak perlu dilakukan perbaikan. Koordinasi isolasi di gardu induk Kuta terhadap tegangan lebih akibat sambaran petir pada saluran transmisi 150 kV dikatakan baik karena: Dari hasil perhitungan didapatkan nilai arus pelepasan arrester sebesar 3,9180 kA. Sedangkan arus pelepasan nominal arrester sebesar 10 kA. Hal ini berarti bahwa arus pelepasan arrester lebih kecil 6,0820 kA dari arus pelepasan nominal. Jarak maksimum pemasangan arrester dan transformator sebesar 57 meter. Sedangkan jarak pemasangan arrester dan transformator yang ada dilapangan sebesar 48 meter. Hal ini berarti bahwa jarak pemasangan arrester dan transformator yang ada dilapangan lebih kecil 9 meter dari jarak maksimum arrester dan transformator dari hasil perhitungan. Tegangan akhir yang sampai di transformator sebesar 588,2783 kV. Sedangkan Tingkat Isolasi Dasar (TID) transformator yang digunakan sebesar 650 kV. Hal ini berarti bahwa tegangan tertinggi pada transformator lebih kecil 61,7217 kV dari Tingkat Isolasi Dasar (TID) transformator yang digunakan.
PROTEKSI RELE JARAK PADA JARINGAN SUTT 150 KV GI AMPENAN – PLTU LOMBOK ENERGY DYNAMIC (LED) Dwinanto Romdhani; supriyatna Supriyatna; Agung Budi Muljono
DIELEKTRIKA Vol 8 No 1 (2021): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v8i1.263

Abstract

Sistem kelistrikan Lombok telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok Energy Dynamic (LED).Energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok Energy Dynamic (LED) disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV.Oleh karena itu, diperlukan proteksi yang baik untuk menjaga keandalan penyaluran energi listrik.Salah satu rele yang digunakan pada proteksi sistem kelistrikkan Lombok adalah rele jarak.Rele jarak bekerja sebagai pengaman utama pada saluran transmisi.Rele ini mengukur besar impedansi gangguan berdasarkan arus dan tegangan yang terdeteksi oleh rele. Penelitian ini menghitung setting impedansi rele jarak pada Z1pri, Z2pri dan Z3pri, kemudian menguji dengan melakukan simulasi hubung singkat menggunakan software ETAP 12.6. Hasil perhitungan setting rele jarak di Ampenan untuk memproteksi saluran Ampenan - Jeranjang impedansi saluran 3,25714 Ω (7,543 km) adalah Z1pri= 2,6057 Ω (6,034 km), t1 = 0 detik; Z2pri = 3,9086 Ω (9,0516 km), t2 = 0,4 detik; Z3pri = 22,5627 Ω (52,25 km), t3 = 1,2 detik. Impedansi setting rele lebih besar dari impedansi gangguan yang terdeteksi oleh rele sehingga rele jarak sudah dapat melindungi sistem.Hasil penelitian memperlihatkan grafik koordinasi impedansi dan waktu setting rele jarak pada masing-masing seksi zone proteksi.
PENGUKURAN DAN SIMULASI PENGURANGAN HARMONISA DENGAN FILTER PASIF PADA SISTEM PLTS Agung Budi Muljono; I Made Ginarsa
DIELEKTRIKA Vol 6 No 2 (2019): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v6i2.209

Abstract

Power quality consists of several variables such as voltage, current, frequency, power factor, and harmonics. All of these variables must have good quality when operating so that electricity reaches consumers. Indonesia is a country that has two seasons namely the rainy season and the dry season so that the suitable renewable generating system is the photovoltaic system. The National Energy Council (DEN) has introduced, in 2025 the utilization of EBT is expected to increase from 5.7% to 23% in 2025. The photovoltaic system has an energy conversion process using an inverter which is a non-linear device that can generate harmonics which are usually denoted by Total Harmonic Distortion (THD). If harmonics continue to occur, the performance of the equipment or load will not have good performance when operating. In this research, measurements and simulations of harmonic reduction with a passive filter were taken, namely single tune filter on the photovoltaic On-Grid system. Measurements were made using a power quality measuring device namely 3 Phase Power and Harmonic Analyzer. The measurement results obtained by the value of THDi of 33.33% using linear and non-linear combined loads. After the measurement, a filter simulation was designed to reduce harmonics on order 3, 5, 7, 9, and 11. Simulation results after filter installation, harmonics which can be reduced by 20.55% in order 3 with parameters L = 0.200 mH and C = 2.95 uF . Based on the IEEE standard 512-1992 the harmonic value is in accordance with the permitted standard of 20%.
Co-Authors A. Dharma Abdul Nasir, Abdul Abdul Natsir Abdulah Zainuddin Adhevina, Ihda Adi Purna Adi, Haris Setyo Agus Supriyadi Ahmad Riki Baihaki Alfandi, Ahmad Nova Ardhi, Khairunnisa Arifatul Hidayati Arnawan Hasibuan Astianto, Muhammad Helmi Budiman, Djulfikry Cecep Kusmana Cipta Ramadhani Citra Putri Maharani Desi Widianty DHARMA S, BAGUS WIDHI Dharma, Ida Bagus Aditya Laksamana Dwinanto Romdhani elan criyanto Esi Birahmatih Fadhillah Umar Rahman Fanani, Rezaldy Faris, M Salman Ginarsa I Made Giri Wahyu Wiriasto Hadi A, Muh. Saihul Haq, Ziaul Harfani Puidi Harjian, M Rivaldy Harjian, Muhammad Rivaldi Hendra Sasmita Hidayatullah, Harsandi Hijaziah, Hijaziah Humairoh Saidah I Ketut Perdana Putra I Ketut Perdana Putra I Ketut Wiryajati I M. Ginarsa I Made Ari Nrartha I Made Ari Nrartha I Made Budi Suksmadana I Made Budi Suksmadana I Made Ginarsa I Made Ginarsa I.Made inarsa Ida Ayu Sri Adnyani Ida Bagus Fery Citarsa Imam Takharruby Indra Sasmita Isniwati, Yuni Jayadi, Lalu Irlan Juliansyah, Wawan Kamil, Muh Rhama Insan Karyawan, I Dewa Made Alit Ketut Perdana Putra, I Lalu Arya Sopansyah Larasati, Alfiyyah Reghin Lesi, Oktaviana Made Sutha Yadnya Mahendra, Aldi Aryanugraha Misbahhuddin, Misbahhuddin Mu'minin, Amirul Much. Dede Pratama Muhamad Tohri Muhammad Nanang Indrajaya Saputra Mukti, Komang Bagus Khrina Nababan, Sabar Natsir, Abdul Ni Made Seniari Niswatun Hasanah Nrartha I Made Nrartha I Made Ari Nur Habiiburrahman Nurhasanah, Rosalia Osea Zebua Osea Zebua Paniran Paniran Paniran Paniran Parhan, Lukman Patriciani , Dede Aulia Poetra, Satrya Bhayangkara prasetyo, Ridho Budi Putra, I Ketut Perdana Putra, R. Reski Eka PUTRA, RAJA RESKI EKA Putri, Rizka Elsa Rahman, Fadhillah Umar Rahmatullah, Fajar Iqbal Fatur Ramadhan, Anur Rangga Akbar Risca Arie Wahyuningsih Rosmaliati, Rosmaliati S. M. Al Sasongko Sabandi, Rahmat Aprial Sandy, Rail Sasongko, Sudi M. Al. Sasongko, Sudi Mariyato Al Sasongko, Sudi Maryanto Al Seftian Aditya Maulana Seniari, Ni Made Sevyanto, Yusril Bagas Sudi Mariyanto Al Sasongko Sudi Mariyanto Al Sasongko Sudi Mariyato Al Sasongko Suksmadana, I Made Budi sultan Sultan ' Sultan . Sultan . Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sulthon Zamroni Supriatna Supriyatna Supriyatna . Supriyatna Supriyatna Supriyatna Supriyatna Tatik Muliani Tawaqqal, Akbar Tohri, M. Wahyudi, M. Ilham Warindi D Widianty , Desi Wikapti, Ida Ayu Nyoman Iswari Yanuardi Yanuardi Yuristia, Rana Zainuddin, Abdullah Zairina, Zora Zulfikarullah Zulfikarullah Zunistira, Lalu Sirdi Zyad, Ibnu