Claim Missing Document
Check
Articles

FROM JOKE TO JOURNALISM: THE EVOLUTION OF MEMES IN MASS COMMUNICATION Melati Budi Srikandi; Haggie Arranda Wahab; Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul
al-Balagh : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/albalagh.v9i2.8873

Abstract

The emergence of memes as a prevalent form of communication in the digital age has transformed them from simple humor to influential tools shaping public opinion and societal dynamics. This study tracks memes' evolution from fundamental humor to political discourse and social mobilization in mass media. The study uses theoretical frameworks to trace memes' progression from amusing content to a major form of visual communication in the digital age. The study shows that memes have gone from amusing diversions to shaping public opinion. Mass communication relies on memes to influence public opinion, social awareness, and political outcomes. The paper discusses how memes have disrupted journalism and allowed anyone to participate in public debate through satire and critique. The study also examines the ethical issues surrounding memes in mass communication, shedding light on their potential effects. This research sheds light on memes' significant role in shaping public discourse, influencing beliefs, and engaging diverse audiences in discussions about social and political issues. By exploring the evolution of memes in mass communication, this study highlights their potential to disrupt journalism, spark public debate, and raise ethical considerations.
TRANSFORMASI EKONOMI DAN SOSIAL: DAMPAK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI INDONESIA BERDASARKAN KAJIAN LITERATUR Suasridewi, Desak Gede; Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul; Suryawan, I Made Yuda; Natashya, Regita; Mufida, Imroatul; Supriyani, Anik
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 11 No. 2 (2024): 2024 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v11i2.310

Abstract

Pemberdayaan perempuan merupakan isu krusial dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pemberdayaan perempuan terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia, Serta menganalisis tantangan dan rekomendasi untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber data, termasuk jurnal, laporan, dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan berdampak positif pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga, pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesehatan dan pendidikan, serta pengurangan kesenjangan sosial. Secara ekonomi, perempuan yang berdaya dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui kewirausahaan dan partisipasi dalam dunia kerja. Namun, terdapat tantangan seperti hambatan sosial budaya, akses terbatas terhadap pendidikan dan ekonomi, serta diskriminasi gender. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan akses pendidikan dan pelatihan, penguatan program kewirausahaan, peningkatan kesehatan reproduksi, dorongan partisipasi politik, dan penguatan kebijakan perlindungan hukum. Kesimpulannya, pemberdayaan perempuan di Indonesia memerlukan pendekatan holistik dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, LSM, dan sektor swasta, serta strategi untuk mengatasi hambatan sosial dan budaya
TRANSFORMASI DIGITAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI ERA MILENIAL Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 11 No. 2 (2024): 2024 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v11i2.349

Abstract

Era milenial menuntut adanya transformasi dalam berbagai sektor, termasuk perencanaan pembangunan. Teknologi digital hadir sebagai solusi untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas dalam proses perencanaan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dampak, tantangan, dan peluang yang ditimbulkan oleh adopsi teknologi digital dalam perencanaan pembangunan di era milenial. Melalui studi literatur, tulisan ini mengidentifikasi berbagai teknologi digital yang relevan, seperti big data, artificial intelligence, dan smart city, serta menganalisis dampak positif dan negatifnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas perencanaan, transparansi, dan partisipasi publik. Namun, ada juga tantangan seperti kesenjangan digital, masalah privasi data, dan kesiapan sumber daya manusia. Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat diperlukan untuk memaksimalkan peluang dan mengatasi tantangan dalam mengadopsi teknologi digital untuk pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Secara khusus, integrasi alat dan platform digital dapat merampingkan proses perencanaan, memungkinkan pengambilan keputusan berdasarkan data, dan mendorong keterlibatan masyarakat yang lebih besar. Namun, mengatasi kesenjangan digital dan memastikan langkah-langkah perlindungan data sangat penting untuk memastikan manfaat transformasi digital didistribusikan secara merata. Selain itu, membangun kompetensi digital para profesional perencana dan mendorong budaya inovasi di lembaga-lembaga publik juga penting untuk memanfaatkan sepenuhnya kekuatan transformatif teknologi demi perencanaan pembangunan yang lebih efektif, transparan, dan partisipatif
Social Pathology in the Customary Conflict of Village-Owned Land Druwe (A Case Study in Kubu Juntal Pakraman Village, Karangasem Regency) Subanda, I Nyoman; Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul; Prayana, I Kadek Rian
Sosial Budaya Vol 20, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v20i1.21223

Abstract

Conflicts over village-owned land (druwe) in Kubu Juntal Pakraman Village, Kubu Sub-district, Karangasem Regency, tend to occur among the indigenous peoples (krama) since there is no written basis regarding the area measurement of the druwe land, as it is the right of the indigenous people (krama) in Kubu Juntal Pakraman Village. Based on the Regulation of the Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/ the Head of Indonesian National Land Agency Number 10 of 2016, the village-owned land druwe is a communal right (shared rights of the village community), hence it fully belongs to the village and not to individuals. This study is conducted to understand, analyze, and interpret the phenomenon of social pathology in the customary conflicts occurred in the Pakraman Village of Kubu Juntal, Kubu Sub-district, Karangasem Regency. The method used in this study is descriptive qualitative with data collection methods in the form of observation, in-depth interviews, and document studies. The results obtained in this study show that there are several causes of conflict, including the selling of village-owned land druwe by the prajuru, no barrier of the druwe land, as well as the economic and education factors bringing the conflicts. The implementation of cultures such as “pada gelahang”, “matatulungan”, and “magibung” as the community integration, and strict regulations potentially resolve the conflicts occurred over the druwe land disputes.
A systematic review on social media echo chambers and political persuasion Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul; Cistadewi, Ni Made Wulan
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v9i2.10041

Abstract

This study addresses the increasing concern surrounding social media echo chambers and their impact on political discourse. While echo chambers are often framed as a universal phenomenon, reinforcing existing beliefs and limiting exposure to diverse perspectives, this review recognises that cultural, political, and infrastructural factors significantly influence how echo chambers form and operate in different contexts. Factors such as social media regulation, censorship policies, and linguistic diversity play crucial roles in shaping these dynamics beyond Western settings. This research aimed to undercover how algorithmic curation, selective exposure, and socio-political contexts shape social media echo chambers and political persuasion. It seeks to analyse cognitive and affective factors reinforcing partisan beliefs and misinformation, evaluate cross-cultural differences, and identify strategies to foster cross-partisan dialogue and democratic engagement. This study employed a Systematic Literature Review approach, drawing upon the Scopus Database to evaluate existing studies, identify key themes, and highlight areas for future research. The PRISMA guidelines were followed to ensure methodological rigour and transparency. Key findings reveal that algorithmic curation and selective exposure, combined with the sharing of emotionally charged content, systematically limit exposure to contradicting evidence, allowing disinformation to thrive unchecked within insular communities. Furthermore, affective polarisation intensifies partisan hostility, making users more receptive to accepting false or exaggerated claims. Intensifying partisan hostility creates an emotional environment where individuals become more likely to accept false or exaggerated claims aligned with their political identity. The study recommends that future research should focus on exploring the psychological drivers of echo chamber participation, developing strategies for mitigating the impact of disinformation, and examining the effectiveness of interventions aimed at promoting critical thinking and media literacy.
PENDAMPINGAN DAN PENGAJARAN PEMBUATAN PASPOR ONLINE DI KANTOR IMIGRASI KELAS I KHUSUS TPI NGURAH RAI Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i1.16406

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi yang pesat di era digital ini telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk pemerintahan. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pembuatan paspor secara online di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai, yang telah dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas layanan publik, serta mengurangi beban antrean yang sering terjadi di kantor imigrasi. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai proses pembuatan paspor secara online. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pendampingan dan pengajaran tentang cara menggunakan sistem online, sehingga mereka dapat lebih mudah mengakses layanan yang tersedia. Diharapkan, hasil dari pengabdian ini tidak hanya mempermudah masyarakat dalam mengurus paspor, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih mengenal dan memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya sistem pembuatan paspor online, masyarakat dapat menghemat waktu dan menghindari antrean panjang yang sering kali menjadi kendala dalam pengurusan dokumen. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran akan pentingnya digitalisasi dalam pelayanan publik. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta solusi yang lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan imigrasi yang cepat dan efisien.
Dinamika Implementasi Kebijakan Penanggulangan Covid-19 Di Indonesia: Inkonsistensi Pemerintah Pusat Dan Daerah Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v6i2.2022.324-330

Abstract

Kebijakan untuk menangani wabah Covid-19 cenderung mengarah kepada bentuk kendali terpusat secara tersentralisasi. Padahal pemerintah daerah memiliki otoritas otonomi daerah dan asas desentralisasi yang memberikan kewenangan untuk mengatur dan mengelola daerah. Diskursus tersebut lantaran pemerintah pusat menciptakan ketidakpastian dalam penanggulangan Covid-19, sedangkan pemerintah daerah hanya bersifat subordinat untuk menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Selayaknya pemerintah daerah diberikan hak cukup kuat dalam melakukan improvisasi dan keputusan-keputusan krusial dalam penanggulangan Covid-19 di daerahnya. Sebagai negara yang memiliki bentuk dan luas geografi yang sangat luas ini maka keadaan tingkat penanggulangan Covid-19 di masing-masing daerah berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini menggunakan untuk menguraikan hubungan pemerintah pusat dengan daerah guna memberikan rumusan ideal bagaimana keharusan yang diterapkan dalam melaksanakan penanggulangan Covid-19. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Dengan memadukan metode telaah dokumen dan berbagai sumber dari berbagai literatur. Hasil penelitian mengungkapkan terdapat inkonsistensi kebijakan penanggulangan pandemi, hubungan pemerintah pusat dan daerah yang tidak beriringan, serta dominasi pemerintah pusat atas pemerintah daerah. Upaya melakukan harmonisasi kebijakan, mempersilakan daerah untuk melakukan improvisasi, kewenangan yang diberikan secara luas kepada daerah, dan mensinergikan kebijakan pusat dan daerah menjadi kunci penting dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia
Model Penerimaan Teknologi Qris Pada Pedagang Pasar Tradisional Kumbasari : Refleksi Dari E - Government Dwipayanti, Kadek Diah; Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul; Antari, Ni Putu Bayu Widhi; Maheswari, Anak Agung Istri Agung
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi kemudahan, persepsi manfaat, sikap arah pengguna dan perilaku pengguna QRIS di Pasar Tradisional Kumbasari. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei, sebanyak 130 pedagang telah menggunakan QRIS. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert yang menilai persepsi kemudahan, persepsi manfaat, sikap arah pengguna sebagai variable mediasi, dan perilaku penggunaan teknologi pembayaran digital. Analisis data dilakukan menggunakan aplikasi SmartPLS untuk menguji pengaruh langsung dan mediasi antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap arah pengguna QRIS, manfaat berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap pengguna QRIS, dan yang selanjutnya sikap arah pengguna berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku penggunaan. Temuan ini mendukung teori Technology Acceptance Model (TAM), yang menegaskan pentingnya persepsi kemudahan, manfaat terhadap perilaku pengguna dalam penerimaan teknologi digital yang melibatkan sikap arah pengguna. Sehingga, semakin mudah dan bermanfaat QRIS dirasakan, semakin tinggi sikap positif pedagang, yang mendorong perilaku penggunaan secara konsisten. Kendala yang ditemui terkait kurangnya edukasi dan kepercayaan terhadap teknologi, sehingga terdapat hambatan dalam adopsi penuh QRIS di kalangan pedagang pasar tradisional kumbasari. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi dan sosialisasi untuk mempercepat penerimaan dan penggunaan QRIS sebagai bagian dari transformasi digital di pasar tradisional kumbasari. Dalam membangun suatu kepercayaan dan memperluas penggunaan aplikasi pembayaran QRIS, pemerintah bersama pengelola pasar, dan lembaga keuangan memiliki peranan yang sangat penting untuk memberikan suatu pendampingan, jaminan keamanan transaksi, dan fasilitas yang memudahkan pedagang. sehingga kepercayaan dapat tercipta dengan baik serta penggunaan aplikasi pembayaran QRIS dapat lebih meluas secara berkelanjutan
Media Konvergen dan Literasi Media terhadap Kepercayaan Informasi Digital Gen Z Kadek, Ardea Regita Maharani; Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul; I Nyoman, Subanda; Agung, Mia Intentilia Anak
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3052

Abstract

Dalam era digital saat ini, kemajuan teknologi dan media konvergen telah menyebabkan perubahan pola konsumsi informasi di kalangan Generasi Z di Kota Denpasar. Fenomena ini menimbulkan masalah terkait rendahnya tingkat kepercayaan terhadap informasi di media sosial karena tingginya penyebaran hoaks dan berita palsu, yang menimbulkan ketidakpastian dan keraguan terhadap keabsahan informasi. Meskipun literasi digital dan intensitas konsumsi media konvergen diketahui berpengaruh terhadap kepercayaan informasi, terdapat kekurangan studi yang secara khusus meneliti hubungan keduanya dalam konteks Gen Z di wilayah ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsumsi media konvergen dan literasi digital terhadap kepercayaan informasi generasi Z di Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 100 responden yang diambil secara Accidental Sampling menggunakan kuesioner berbasis skala Likert. Data dianalisis melalui Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan informasi, sedangkan intensitas konsumsi media konvergen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepercayaan informasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital melalui pendidikan dan kolaborasi yang berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan terhadap disinformasi dan meningkatkan kepercayaan terhadap informasi yang valid. Kesimpulan yang diperoleh merekomendasikan peningkatan edukasi literasi digital secara kolaboratif dan pengembangan konten media konvergen yang mendukung kemampuan kritis anak muda dalam menilai validitas informasi, sehingga dapat memperkuat ketahanan mereka terhadap informasi palsu dan meningkatkan kepercayaan terhadap konten yang terpercaya.
The Upaya Meningkatkan Efikasi Diri Pekerja Generasi Z di PT. Forisa Nusa Persada Cabang Denpasar Arniti, Ni Ketut; Pradhana, I Putu Dharmawan; Maharta, I Dewa Putu Dipta; Praarsa, I Dewa Agung; Putra, Putu Adi Saskara; Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1971

Abstract

Dalam menunjang keberhasilan suatu organisasi, peran pekerja generasi Z sangatlah dibutuhkan, karena Generasi Z atau yang sering disebut Gen Z merupakan orang-orang yang terbuka terhadap perkembangan teknologi. Namun dalam pertumbuhan era Generasi Z, mereka seringkali mudah merasa kurang percaya diri ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan keinginan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan upaya peningkatan efikasi diri pekerja Generasi Z di PT. Forisa Nusa Persada Cabang Denpasar. Efikasi diri, yang merujuk pada keyakinan individu terhadap kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas dan menghadapi tantangan, menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja, terutama bagi Generasi Z yang memiliki karakteristik unik seperti adaptasi teknologi tinggi dan kebutuhan akan apresiasi kerja yang tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei sebagai instrumen utama untuk mengukur tingkat efikasi diri, disertai wawancara untuk menggali faktor-faktor penyebab dan strategi peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri pekerja Generasi Z dapat ditingkatkan melalui program pelatihan yang terarah, lingkungan kerja yang suportif, dan pemberian umpan balik yang konstruktif. Selain itu, penguatan komunikasi antar tim dan pengakuan terhadap pencapaian individu juga berkontribusi signifikan dalam membangun rasa percaya diri mereka. Implikasi dari penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi perusahaan untuk merancang program pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik Generasi Z, sehingga dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih percaya diri, inovatif, dan produktif.
Co-Authors Agung, Mia Intentilia Anak Anak Agung Istri Agung Maheswari Angelyn Gavryla Arniti, Ni Ketut Bayu Nata Negara Bestari, Ni Made Prasiwi Chontina Siahaan Cistadewi, Ni Made Wulan Desak Gede Suasridewi Devi, Dewa Ayu Putri Eliza Kirana Dewi, Anak Agung Istri Reginata Dewi, Ni Putu Dian Cahayani Surya Dewiningrat, Ayu Indira Donny Irza Hariri Effendy Dwipayanti, Kadek Diah Gorda, A.A.A. Ngr Sri Rahayu Gunawan, Andri Haggie Arranda Wahab I Gusti Ngurah Darma Paramartha I Nyoman Indra Kumara I Nyoman Subanda I Nyoman Widnyana Wartama I Nyoman, Subanda I Putu Darma Wijaya I Putu Dharmawan Pradhana I Wayan Joniarta I Wayan Joniarta Imroatul Mufida, Imroatul Intentilia, Anak Agung Mia Jenifer Kadek Darmaastawan Kadek, Ardea Regita Maharani Maharta, I Dewa Putu Dipta Maheswari, Anak Agung Istri Agung Maria Erica Widyadini Fernanda Martina Cahya Arista Melati Budi Srikandi Melati Mediana Tobing Moriste, Marshanda Chelsea Sivora Nareswari, Made Jasmine Regita Natashya, Regita Ni Ketut Arniti Ni Komang Vira Yunita Ni Luh Tut Tri Ratnawati Ni Luh Yulyana Dewi Ni Luh Yuni Lesatri Ni Luh Yuni Lestari Ni Putu Bayu Widhi Antari Ni Putu Yunita Anggreswari Nuning Indah Pratiwi Pika, Putu Ayu Titha Paramita Praarsa, I Dewa Agung Pramana, Ida Bagus Gde Agung Yoga Pramana, Ida Bagus Gde Agung Yoga ana Pratiwi, Kadek Ayu Dewi Prayana, I Kadek Rian Putra, Naufal Giri Putra, Putu Adi Saskara Putri Ekaresty Haes Putri, Gusti Ayu Nadya Tamara Putu Dyah Permatha Korry Putu Suparna Sahri Aflah Ramadiansyah Sari, Ni Putu Intan Permata Soei Khim Supriyadinatha Gorda, A.A.N. Eddy Supriyani, Anik Suryadinata Gorda, A.A.N. Oka Suryawan, I Made Yuda Syauta, Angel Yonata Wahyu Indra Satria Wartama, I Nyoman Widnyana Yanti, Ni Kadek Winda