Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI PENGOLAHAN MINUMAN FUNGSIONAL DARI TERIPANG DENGAN MENERAPKAN TEKNOLOGI THERMAL DI KAMPUNG MADUNG KELURAHAN KAMPUNG BUGIS KOTA TANJUNGPINANG PROVINSI KEPULAUAN RIAU R. Marwita Sari Putri; Azwin Apriandi; Made Suhandana
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 2 No 1 (2019): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v2i1.1737

Abstract

Kepulauan Riau merupakan salah satu Provinsi yang mengedepankan sektor perikanan sebagai salah satu ujung tombak perekonomiannya. Industri pada sektor tersebut masih didominasi oleh industri kecil menengah (IKM) yang umumnya bergerak pada produk olahan hasil perikanan. UMRAH sebagai salah satu Universitas di Provinsi Kepulauan Riau memiliki kewajiban dalam membantu mengembangkan industri kecil menengah (IKM) tersebut dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Adapun mitra yang dipilih merupakan kelompok masyarakat pengolah produk perikanan yang berada di sekitar kampus FIKP UMRAH. Pada dasarnya program ini merupakan bentuk kegiatan solutif dari pihak kampus kepada mitra sebagai masyarakat sasaran. Adapun permasalahan utama pada mitra yaitu masih kurangnya pengetahuan tentang diversifikasi produk pangan dari pengolahan teripang sehingga hanya dijual dalam bentuk kering, padahal hal ini sangat berguna untuk meningkatkan nilai ekonomis dari produk. Solusi utama adalah sosialisasi pengolahan minuman fungsional teripang dengan penerapan teknologi thermal pada kemasannya sehingga menghasilkan produk yang bernilai ekonomis dan lebih awet dalam penyimpanan. Metode program ini dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu penentuan kader, diskusi atau tanya jawab kepada masyarakat sasaran yang akan memberikan kesempatan kepada MItra untuk melakukan proses pemahaman materi atau menyampaikan gagasan dan permasalahan yang terkait dengan diversifikasi produk olahan teripang, sosialisasi praktik pengolahan minuman fungsional dari teripang, pembagian buku saku sebagai pengetahuan dasar tentang penganekaragaman produk olahan hasil perikanan. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang penganekaragaman produk hasil perikanan dari teripang dengan menggunakan teknologi thermal pada kemasannya. Hasil pengabdian yang ingin dicapai adalah khalayak sasaran dapat mengolah teripang menjadi minuman fungsional dan menerapkannya pada industri/kelompoknya
Optimization formula of instant powder functional drinks from Brunok (Acaudina molpadioides) using foam drying method R. Marwita Sari Putri; Sri Novalina Amrizal
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.73-78

Abstract

This study aims to obtain the right formulation in terms of nutritional and organoleptic value of Brunok instant powder drink. The optimized factor is the amount of Brunok extract used for the manufacture of instant powder drinks with an additional 1% emulsifier and 10% maltodextrin. Making instant powder drinks using the foam mat drying method using an oven with a low temperature setting of 70-80 °C for 15-20 minutes. The use of low temperature is intended to maintain the functional value of the Brunok instant powder drink which is beneficial for health. Based on the trial and error test, 3 instant powder drink formulations were obtained, namely F111, F211 and F311, by means of the hedonic test the preferred formulation for panelists was the F211 formula. The characteristics of the selected powder drink are water content 4.91%, fat 1.75%, protein 2.47%, ash content 0.45% carbohydrate content 90.43% and ALT 7.0x101 colony/g.
Optimization formula of instant powder functional drinks from Brunok (Acaudina molpadioides) using foam drying method R. Marwita Sari Putri; Sri Novalina Amrizal
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.73-78

Abstract

This study aims to obtain the right formulation in terms of nutritional and organoleptic value of Brunok instant powder drink. The optimized factor is the amount of Brunok extract used for the manufacture of instant powder drinks with an additional 1% emulsifier and 10% maltodextrin. Making instant powder drinks using the foam mat drying method using an oven with a low temperature setting of 70-80 °C for 15-20 minutes. The use of low temperature is intended to maintain the functional value of the Brunok instant powder drink which is beneficial for health. Based on the trial and error test, 3 instant powder drink formulations were obtained, namely F111, F211 and F311, by means of the hedonic test the preferred formulation for panelists was the F211 formula. The characteristics of the selected powder drink are water content 4.91%, fat 1.75%, protein 2.47%, ash content 0.45% carbohydrate content 90.43% and ALT 7.0x101 colony/g.
Kajian Fitofarmaka Kulit Pisang Kepok sebagai Bahan Baku Awal Imunostimulan Ikan Rika Wulandari; Raja Marwita Sari Putri
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.2.1138

Abstract

Upaya meningkatkan kesehatan ikan bisa dimulai dengan pemberian imunostimulan secara oral. Bahan herbal imunostimulan dapat diperoleh dari beberapa jenis tumbuhan, salah satunya ialah Pisang kepok (Musa balbisiana x Musa acuminata) . Dengan tingkat konsumsi buah Pisang Kepok di pulau Bintan yang cukup tinggi, tentunya akan menyumbang limbah seperti kulit ke lingkungan. Limbah kulit pisang kepok kuning inilah yang dimanfaatkan sebagai bahan baku imunostimulan untuk ikan budidaya sekaligus turut serta menjaga daya dukung lingkungan.Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai probit logaritma dosis secara absis ekstrak kulit pisang kepok kuning agar layak dikonsumsi ikan budidaya. Penelitian ini meliputi pembuatan ekstrak menggunakan pelarut etanol, karakterisasi dan skrining fitokimia simplisia secara kualitatif, serta analisis probit ekstrak terhadap hewan uji Artemia salina. Konsentrasi ekstrak bertingkat yang digunakan yaitu 20 ppm, 40 ppm dan 60 ppm, 80 ppm, 100 ppm dan 120 ppm. Data mortalitas hewan uji dianalisis dengan metode grafik probit log konsentrasi yang menempatkan persentasi respons dari tiap kelompok hewan pada ordinat dan logaritma dosis secara absis, dimana mortalitas pada konsentrasi ekstrak dengan LC50-24 jam lebih dari 50% bersifat toksik.Hasil penelitian mendapatkan persentase total rendemen dengan pengikat etanol 70% adalah 3,64% dan etanol 96% adalah 3,42%. Hasil uji fitokimia mendapatkan etanol 70% berhasil menarik senyawa bioaktif jenis flavonoid dan tanin, sedangkan etanol 96% berhasil menarik flavonoid, steroid dan triterpenoid. Nilai LC50-24 jam menunjukkan konsentrasi ekstrak yang mampu menyebabkan 50% kematian hewan uji pada fraksi etanol 70% sebesar 1,300 ppm dan etanol 96% sebesar 2,767 ppm. 
PENGARUH PENGOLAHAN BAHAN BAKU TERHADAP KARAKTERISTIK TABEL MANDO IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) Anggi Rananda; Jumsurizal Jumsurizal; R Marwita Sari Putri
Marinade Vol 6 No 01 (2023): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v6i01.5627

Abstract

The abundance of fish in Natuna waters, especially tuna, so that many food products are produced such as crackers, kernas and mando tables. Mando table is a typical Natuna food made from smoked tuna and sago flour which is then mixed with grated coconut and other spices, boiled tuna, steamed tuna and fried tuna. The process of making mando tables includes preparation of raw materials, determination of mando table formulations, manufacture of mando tables, organoleptic testing, proximate testing and TPA (Texture Profile Analysis). The testing parameters of this research include organoleptic test, proximate testing and TPA (Texture Profile Analysis). From the results of the study from the Mando table, it can be used for organoleptic testing at T1 (30% smoked fish and 26% sago flour) has a yellow brown color, at T1 it has a stronger fish aroma, for T2 it has a savory taste and sufficient fish taste and T2 It has a dense and compact texture. The proximate test results in the Mando T1 table have the best treatment with parameters water content 33.24%, ash content 1.067%, fat content 13.189%, protein content 0.72% and carbohydrate content 50.884%. The results of the TPA (Texture Profile Analysis) test are the best values ??for hardness 2.820%, springiness 64.67%, cohesiviness 0.28% and adhesiveness 51.59% in T1 treatment.
APLIKASI MOL (Mikroorganisme Lokal) JEROAN IKAN SEBAGAI BIOAKTIVATOR PUPUK CAIR LIMBAH ORGANIK PADA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L) Jahari Jahari; Sri Novalina Amrizal; R. Marwita Sari Putri
Marinade Vol 7 No 01 (2024): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.5871

Abstract

limbah ikan dapat dijadikan sebagai bahan untuk menjadikan mikroorganisme lokal sebagai bioaktivator dalam pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga. Ini merupakan salah satu cara pemanfaatan limbah organik perikanan. Menurut Purwasasmita (2009) menjelaskan bahwa Salah satu aktivator yang berpotensi mempercepat penyediaan pupuk adalah larutan mikroba lokal. Larutan MOL mengandung unsur makro dan mikro serta bakteri yang dapat digunakan sebagai stimulan tanaman, pengendalian hama, penyakit tanaman, agen pengurai bahan organik, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang paling efektif untuk memasukkan MOL (mikroorganisme lokal) ke dalam pupuk organik cair untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi (Brassica rapa L) ditinjau dari tinggi batang, jumlah daun, dan berat segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman sawi (Brassica rapa L) sangat dipengaruhi oleh penambahan MOL limbah jeroan ikan sebagai bioaktivator pada pupuk organik cair berbahan limbah rumah tangga. yaitu jumlah daun, pH tanah, tinggi tanaman, dan berat basah tanaman. Perlakuan M4 dengan konsentrasi pupuk 7,5% selama 42 hari merupakan pupuk organik cair terbaik untuk limbah rumah tangga yang meliputi MOL limbah jeroan ikan.
ANALISIS FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN NIPAH (Nypa fruticans) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Anggi Ayuni; Azwin Apriandi; R Marwita Sari Putri
Marinade Vol 6 No 02 (2023): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v6i02.5928

Abstract

Daun nipah (Nypa fruticans) banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan baku kerajinan, olahan makanan, dan sebagai obat tradisional seperti obat sakit perut, dan obat penurun panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif yang terkandung dalam daun nipah (Nypa fruticans) dan tingkat toksisitasnya. Dilakukan identifikasi senyawa aktif dengan uji fitokimia dan dilanjutkan dengan uji KLT. Ekstrak diuji tingkat toksisitasnya terhadap larva udang A. salina Leach. Data kematian A. salina Leach dianalisis dengan probit Microsoft Excel untuk mengetahui nilai LC50. Hasil analisis fitokimia menunjukan bahwa ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) pelarut metanol mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, triterpenoid, saponin dan tanin. Ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) pelarut klorofom adalah flavonoid dan triterpenoid. Hasil ini diperkuat dengan KLT menggunakan eluen terbaik, pada AA2 menghasilkan 15 spot. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa nilai LC50 pada ektstrak daun nipah (Nypa fruticans) dengan pelarut metanol sebesar 100,34 ppm. Sedangkan nilai LC50 pada ektstrak daun nipah (Nypa fruticans) dengan pelarut klorofom sebesar 481,87 ppm.
PENGARUH PENAMBAHAN IKAN TAMBAN (Sardinella lemuru) TERHADAP PEMBUATAN CHOUX PASTRY Wahyuni Julita Putri Ilahi; R. Marwita Sari Putri; Azwin Apriandi
Marinade Vol 7 No 01 (2024): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6075

Abstract

Saat ini variasi pengembangan choux pastry masih sangat terbatas. Salah satu cara pengembangan produk ini adalah pembuatan choux pastry dengan penambahan ikan tamban. Pemanfaatan daging ikan tamban pada choux pastry diharapkan mengandung kualitas serta kandungan gizi yang baik. Selain itu, penggunaan protein yang terkandung dalam ikan tamban pada pembuatan choux pastry mampu menghasilkan produk dengan cita rasa gurih. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan dan mengetahui formulasi terbaik dari penambahan ikan tamban pada choux pastry berdasarkan uji hedonik serta menentukan karakteristik fisik dan nutrisi dari choux pastry yang terpilih berdasarkan uji hedonik. Metode Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu IK0 (0%), IK1 (15%), IK2 (20%), IK3 (25%). Hasil pengujian hedonik menunjukkan bahwa pada perlakuan IK3 dengan penambahan ikan 25% mendapatkan hasil terbaik dengan nilai parameter warna (2,50%), aroma (2,66%), rasa (2,79%) dan tekstur (2,66%). Nilai proksimat yang dihasilkan dari hasil uji hedonik yang terpilih mendapatkan nilai kadar air (8,41%), kadar abu (3,81%), kadar protein (20,37%), kadar lemak (37,77%) dan kadar karbohidrat (32,80%). 
PEMANFAATAN BUAH PANDAN LAUT (Pandanus tectorius) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Herman Siagian; R. Marwita Sari Putri; Sri Novalina Amrizal
Marinade Vol 7 No 01 (2024): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6768

Abstract

Pandanus tectorius atau pandan tikar adalah tumbuhan liar dipesisir pantai yang memiliki potensi untuk diolah sebagai minuman fungsional karena mengandung kandungan air, karbohidrat, serat. Berdasarkan penelusuran literatur buah pandan laut (Pandanus tectorius) belum pernah diolah sebagai minuman fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan minuman fungsional buah pandan laut (Pandanus tectorius) seperti kandungan proksimat, serat. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, antara lain pembuatan formulasi minuman fungsional, uji Hedonik, uji proksimat, uji kadar serat. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif yang dijelaskan secara deskriptif. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa formulasi minuman fungsional buah pandan laut terbaik berdasarkan uji Hedonik adalah formulasi MP 3 dengan konsentrasi 80% sari buah pandan laut, 10% jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) 10% tepung alginat. Hasil analisis proksimat minuman fungsional pada komponen kadar protein 0,42%, dan kadar serat 2,03%.
APLIKASI MOL (Mikroorganisme Lokal) JEROAN IKAN SEBAGAI BIOAKTIVATOR PUPUK CAIR LIMBAH ORGANIK PADA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L ) Jahari; Amrizal, Sri Novalina; Putri, R. Marwita Sari
Marinade Vol 7 No 01 (2024): April, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6886

Abstract

Limbah ikan dapat dijadikan sebagai bahan untuk menjadikan mikroorganisme lokal sebagai bioaktivator dalam pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga. Ini merupakan salah satu cara pemanfaatan limbah organik perikanan. Menurut Purwasasmita (2009) menjelaskan bahwa Salah satu aktivator yang berpotensi mempercepat penyediaan pupuk adalah larutan mikroba lokal. Larutan MOL mengandung unsur makro dan mikro serta bakteri yang dapat digunakan sebagai stimulan tanaman, pengendalian hama, penyakit tanaman, agen pengurai bahan organik, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang paling efektif untuk memasukkan MOL (mikroorganisme lokal) ke dalam pupuk organik cair untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi (Brassica rapa L) ditinjau dari tinggi batang, jumlah daun, dan berat segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman sawi (Brassica rapa L) sangat dipengaruhi oleh penambahan MOL limbah jeroan ikan sebagai bioaktivator pada pupuk organik cair berbahan limbah rumah tangga. yaitu jumlah daun, pH tanah, tinggi tanaman, dan berat basah tanaman. Perlakuan M4 dengan konsentrasi pupuk 7,5% selama 42 hari merupakan pupuk organik cair terbaik untuk limbah rumah tangga yang meliputi MOL limbah jeroan ikan.
Co-Authors - - nurjanah Adam Fernando Aidil Fadli Ilhamdy Aminatul Zahra Anggi Ayuni Anggi Rananda anggi saputra Anggraini, Anna Anggrei Viona Seulalae Apriandi, Azwin Aulia Gustina Sari Benny Manullang Cindytia Prastari Darma Saputra Devi Elizabet Pardede Devi Febrianti Dwi Septiani Putri Elza Septiani Emil Samara Endang Nurliana Facrini Anggianti Faiz Maulana Darmawan Firli Syarifah Gianto Gianto Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Haidawati Haidawati Herman Siagian Herman Siagian Hermiza Mardesci Ilahi, Wahyuni Julita Putri Irvan Tanjung Istiqhomah Istiqhomah Jahari Jahari Jahari Jumsurizal Jumsurizal Karla Amalia Kartika Dewi Khairunnisa Khairunnisa Kiki Fatmawati Kustariayah Tarman Kustiariyah Tarman Lily Viruly Made Suhandana Made Suhandana Made Suhandana Made Suhandana Manurung, Estherella Marasabessy, Ismael Mardiah Mardiah Mardiah Mardiah Miftah Nurjanah Muhammad Ja’far Armandaris N. Nurjanah Natasyah, Siti Nurjanah Nurjanah Nurliana, Endang Putra, Catur Syahbani Putri, Dwi Septiani R Fathul Rahman Rahman, R. Fathul Raja Afriansyah Retty Ninsix Rika Anggraini Rika Wulandari Riska Chintami Aulia Samara, Emil Sedianto Harefa Shavika Miranti Sri Novalina Syahrudin Syahrudin Syahrudin Syahrudin, Syahrudin Syarifah Aida Fitri T. Ersti Yulika Sari Tetty Tetty Tetty Tetty Tetty, Tetty Tioko Arzeti Sinambela Tri Yulianto Viona Selulalae, Anggrei Wahyu Muzammil Wahyuni Julita Putri Ilahi Wulan, Wulan Yulia Oktavia Yulia Oktavia Yulia Oktavia Zubaidah Anjar Rezeki