Claim Missing Document
Check
Articles

KESULITAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI PECAHAN KELAS V SDN JOMBLANG 03 SEMARANG BERDASARKAN LANGKAH – LANGKAH PEMECAHAN MASALAH MENURUT POLYA RISKY ARI RISMADANI; FILIA PRIMA ARTHARINA; FAJAR CAHYADI
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2, No 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/dwijaloka.v2i3.1207

Abstract

Pada umumnya siswa masih mengalami banyak kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita matematika khususnya pada materi pecahan. Dalam hal ini perlu adanya teori pemecahan masalah,salah satunya teori menurut Polya yang menerapkan langkah-langkah penyelesaian soal secara sistematis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi pecahan kelas V SDN Jomblang 03 semarang berdasarkan langkah – langkah pemecahan masalah menurut polya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 17 siswa kelas V SDN Jomblang 03 Semarang. Instrumen yang digunakan berupa tes soal berbentuk uraian dan wawancara. Data penelitian dianalisis menggunakan tahapan dari teori Polya, yaitu pemahaman masalah, perencanaan strategi, pelaksanaan strategi dan pengecakan kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan kelas V SDN Jomblang 03 Semarang berdasarkan langkah – langkah pemecahan masalah menurut Polya yaitu pada langkah memahami masalah dengan skor penilaian sebesar 20% dan langkah pengecekan kembali dengan skor penilaian sebesar 35%, Dalam hal ini siswa kesulitan dalam memahami isi atau maksud dari soal cerita tersebut dan kesulitan dalam menentukan satuan dari besaran yang ditanya, melakukan operasi matematika, serta tidak melakukan tinjauan kembali langkah-langkah penyelesaian soal yang dilakukan. Hal yang sama terlihat dari skor penilaian pada langkah pemecahan masalah matematika yang lainnya yakni pada langkah perencanaan strategi dengan skor penilaian sebesar 62% dan langkah pelaksanaan strategi dengan skor penilaian sebesar 65%. Karena siswa mengalami kesulitan siswa dalam menentukan dan melakukan operasi hitung yang akan digunakan dalam soal cerita matematika yang menyebakan siswa merasa sulit dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan.Kata Kunci: Kesulitan Siswa, Soal Cerita Matematika, Teori Polya, Pecahan 
KESULITAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI PECAHAN KELAS V SDN JOMBLANG 03 SEMARANG BERDASARKAN LANGKAH – LANGKAH PEMECAHAN MASALAH MENURUT POLYA RISKY ARI RISMADANI; FILIA PRIMA ARTHARINA; FAJAR CAHYADI
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/dwijaloka.v2i4.1526

Abstract

Pada umumnya siswa masih mengalami banyak kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita matematika khususnya pada materi pecahan. Dalam hal ini perlu adanya teori pemecahan masalah,salah satunya teori menurut Polya yang menerapkan langkah-langkah penyelesaian soal secara sistematis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi pecahan kelas V SDN Jomblang 03 semarang berdasarkan langkah – langkah pemecahan masalah menurut polya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 17 siswa kelas V SDN Jomblang 03 Semarang. Instrumen yang digunakan berupa tes soal berbentuk uraian dan wawancara. Data penelitian dianalisis menggunakan tahapan dari teori Polya, yaitu pemahaman masalah, perencanaan strategi, pelaksanaan strategi dan pengecakan kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan kelas V SDN Jomblang 03 Semarang berdasarkan langkah – langkah pemecahan masalah menurut Polya yaitu pada langkah memahami masalah dengan skor penilaian sebesar 20% dan langkah pengecekan kembali dengan skor penilaian sebesar 35%, Dalam hal ini siswa kesulitan dalam memahami isi atau maksud dari soal cerita tersebut dan kesulitan dalam menentukan satuan dari besaran yang ditanya, melakukan operasi matematika, serta tidak melakukan tinjauan kembali langkah-langkah penyelesaian soal yang dilakukan. Hal yang sama terlihat dari skor penilaian pada langkah pemecahan masalah matematika yang lainnya yakni pada langkah perencanaan strategi dengan skor penilaian sebesar 62% dan langkah pelaksanaan strategi dengan skor penilaian sebesar 65%. Karena siswa mengalami kesulitan siswa dalam menentukan dan melakukan operasi hitung yang akan digunakan dalam soal cerita matematika yang menyebakan siswa merasa sulit dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan.Kata Kunci: Kesulitan Siswa, Soal Cerita Matematika, Teori Polya, Pecahan
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Proses Pemecahan Masalah soal cerita bilangan pecahan kelas V SD Negeri Karangtempel Semarang Julia Intan Permatasari; Husni Wakhyudin; Fajar Cahyadi
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 2 (2021): Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.5.2.a2653

Abstract

The purpose of this study was to determine the existence of learning difficulties experienced by students of SD Negeri KarangTempel seen in the ability to solve mathematical problems in the subject of Fractions and determine the factors that affect the ability to solve mathematical problems of fraction material in fraction numbers of grade V SD Negeri KarangTempel Semarang. This research uses qualitative methods with a descriptive approach. Data collection in the study was carried out by means of observation, questionnaires, questions, interviews and documentation. Based on the results of research at SD Negeri Karang Tempel, there are learning difficulties in Fraction Numbers material seen from the ability to solve mathematical problems. The results of the research were as follows: (1) difficulties in learning to solve mathematical problems in the material of Fractions including: difficulties in understanding problems, difficulties in planning solutions, difficulties in implementing plans, and difficulties in re-examining or drawing conclusions. (2) factors that influence learning difficulties in solving mathematics problems include factors from the school environment and the family environment. Based on this research, the advice given to the teacher is to pay more attention to students who have difficulty learning math problem solving, especially Fraction material, besides that the teacher should use a variety of media or methods so that students are interested and don't feel bored. Suggestions to students when working on questions should not be in a hurry so as not to experience errors in working on questions laterstudents should be more active in asking questions during learning activities so that they don't make mistakes again in working on multiplication problems.
Nilai-Nilai Yang Terdapat Dalam Film Animasi Lorong Waktu Episode 1-10 Kurnia Ramadhanti Nurjannah; Mudzanatun; Fajar Cahyadi
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 1 (2021): Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.5.1.a3488

Abstract

The background that drives this research is the decline in moral values ​​in elementary school age children. Through this, the Lorong Waktu animation is expected to be a reference for moral education in a fun way by watching to increase moral values ​​in elementary school age children. The focus of this research is to find the moral values ​​contained in the animated film Loong Waktu episodes 1-10. The aim of this research is to analyze the moral values ​​in the animated film Lorong Waktu episodes 1-10. Through this research, the researcher hopes to present the moral values ​​contained in the animated film Lorong Waktu episodes 1-10. This type of research is qualitative research. The use of qualitative methods in this study is to obtain in-depth data, data obtained from events that occur using several existing methods. The data in this study were obtained through interviews, documentation, as well as observation and recording methods. Based on the analysis of the animated film Lorong Waktu episodes 1-10 show that the film has moral values, namely respect, responsibility, honesty, justice, tolerance, wisdom, self-discipline, helpfulness, compassion, cooperation, courage and democracy. The twelve moral values ​​that are used as references are scattered and appear in every scene in the animated film Lorong Waktu Episodes 1-10.
Studi Penelusuran (Tracer Study) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Tahun Lulus 2015-2019 Sukamto; Ervina Eka Subekti; Fajar Cahyadi; Wawan Priyanto
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 2 (2021): Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.5.2.a4322

Abstract

A tracer study is a study conducted to determine the level of market absorption of graduates, the number of graduate unemployed, the suitability of subject matter to field needs, and the need for curriculum revision or renewal. The Primary School Teacher Education Program (PGSD) study program requires data for this purpose. Among them are graduates who work in the formal sector (teachers, lecturers, administrative staff, employees in business and industry, etc.) and in the informal sector. The purpose of this study was to (1) determine the extent of the absorption rate of PGSD S1 alumni in the job market. (2) Knowing the percentage of alumni waiting period before getting a job. (3) Obtaining data about the suitability of the ongoing curriculum with field needs. The results of this tracing study indicate that the absorption rate of PGSD S1 graduates in the job market is 87.92%. The waiting period for PGSD undergraduate graduates to get a job is 42.10% getting a job before graduating and on average it takes 3 months to get a job. The conformity between the subject matter and the field needs of elementary school teachers was 67.16% alumni. Among them are working as civil servants (government agencies) as teachers, as teachers in private schools. The alumni assessment is seen from several aspects, including: ethics, expertise in the field of science, foreign language skills, communication skills, teamwork, ability to develop themselves and the ability to use information technology. From all aspects the average rating given is good. The highest level of competence mastered by alumni at graduation (85.1%) is the ability to continue learning all the time and the lowest (69.25%) is the ability to speak English. One suggestion that can be put forward is about improving English language skills.
Pengaruh Tingkat Kecerdasan Emosional Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas V Friska Anggun Cintami; Fajar Cahyadi; Muhammad Arief Budiman
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/dikdas.v5i1.1491

Abstract

The purpose of this study was to determine the score of emotional intelligence, the score of mathematical problem solving abilities and whether or not there was an influence between the level of emotional intelligence on students' mathematical problem solving abilities. This research is a quantitative research with ex-post facto research design. The data collection method in this study was a questionnaire to measure the level of emotional intelligence and a test to measure students' mathematical problem solving abilities. Based on the results of the data processing, the values of the T-Test and F-Test (ANOVA) were obtained. T-Test results obtained sig value of 0.000 and t-count value of 6.696. The value of sig<0.05 or 0.000<0.05. The value of t arithmetic > t table or 6.696> 1.6973. The results of the F-Test (ANOVA) obtained a sig value of 0.000 and a calculated f value of 44,842. The value of sig < 0.05 or 0.000<0.05. The value of f table is 1.84. The value of f arithmetic > f table or 44,842>1.84. Then there is a significant influence between the level of emotional intelligence on the ability to solve mathematical problems
Analisis Kemampuan Menggambar dengan Teknik Menggambar Angka Pada Siswa Kelas III SD N 02 Manggungmangu di Sekolah Dasar Ahmad Miftakhudin; Wawan Priyanto; Fajar Cahyadi
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 4, No 2 (2021): Juni
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/dikdas.v4i2.880

Abstract

Drawing is one of the activities favored by elementary school students to develop creativity and the need for the right method in teaching it. The focus of this research is how the drawing ability of third grade students of State Elementary School 02 Manggungmangu is using the technique of drawing with numbers. This study aims to determine and analyze the drawing ability of third grade students of State Elementary School 02 Manggungmangu. This type of descriptive qualitative research with research subjects third grade students of State Elementary School 02 Manggungmangu. The data in the study were obtained through interviews, observation and documentation. The results showed that the third grade students of State Elementary School 02 Manggungmangu had good abilities after being given drawing treatment using number drawing techniques. It can be seen from the results of students' drawings using indicators of lancae aspects, detailed aspects, and original aspects. So this shows an increase in students' creative abilities in producing images using number drawing techniques.
Analisis Kesulitan Siswa Kelas II Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Matematika Materi Perkalian dan Pembagian sisca; Fajar Cahyadi; Husni Wakhyudin
Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2020): Jurnal Gentala Pendidikan Dasar
Publisher : Department of Primary School Teacher Education, Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/gentala.v5i2.9356

Abstract

One of the competencies that students must master in learning mathematics is to perform addition, subtraction, multiplication, division and mixed operations, including those involving fractions. So, students can solve problems which include the ability to understand problems, design mathematical models, solve models, and interpret the solutions obtained. The purpose of this study was to determine the types of errors made by students, to describe the students' abilities, and to determine the factors that caused students of Class IIA SDN Pandeanlamper 05 Semarang to experience difficulties in solving math problem solving problems. The research method used is descriptive qualitative research methods. The subjects of this study were 25 students of Class IIA SDN Pandeanlamper 05 Semarang. After being analyzed, the results obtained were that students had difficulty solving problems solving math problems with the material of multiplication and division, namely 1) Students did not understand the meaning or content of story problems, 2) The students' ability to memorize multiplication and division was still low, 3) External factors such as health conditions, socioeconomic status, and student attendance have an effect on students' ability to solve math problem solving problems. This proves that the difficulties experienced by students in solving math problem solving problems are caused by two factors, namely internal factors and external factors.
MISKONSEPSI PENYELESAIAN SOAL CERITA MATEMATIKA MATERI FPB DAN KPK SEKOLAH DASAR ULFATUL LAILI NUR LATIFAH; Husni Wakhyudin; Fajar Cahyadi
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol 3, No 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrpd.v3i2.4078

Abstract

Materi KPK dan FPB penting sekali karena menunjang pembelajaran matematika berikutnya serta berguna dalam kehidupan sehari-hari. Namun ada beberapa siswa yang masih sering mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan soal cerita KPK dan FPB. Miskonsepsi yang terjadi pada siswa akan mengakibatkan siswa mengalami kesalahan juga untuk konsep pada tingkat berikutnya. Sehingga mengakibatkan terjadinya rantai kesalahan konsep yang tidak terputus karena konsep awal yang telat dimiliki akan dijadikan sebagai dasar belajar konsep selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan faktor-faktor miskonsepsi yang terjadi pada siswa kelas IV SDN pedurungan Lor 01 Semarang dalam menyelesaikan soal cerita KPK dan FPB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh dari hasil angket, tes diagnostic, dan wawancara yang dilakukan oleh 38 siswa kelas IVB SDN Pedurungan Lor 01 Semarang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa miskonsepsi siswa terbanyak terletak pada miskonsepsi konsep yaitu sebanyak 37 siswa atau 43,02% belum bisa memahami konsep FPB atau KPK dalam menyelesaikan soal cerita materi FPB dan KPK . Miskonsepsi kedua terbanyak selanjutnya yaitu pada miskonsepsi sistematika sebanyak 22 siswa atau 25,58% siswa mengalami kesalahan pada langkah-langkah dalam menyelesaikan soal cerita materi FPB dan KPK. Miskonsepsi ketiga selanjutnya adalah miskonsepsi hitung, yaitu sebanyakk 21 siswa atau 24,42% siswa mengalami miskonsepsi hitung saat menyelesaikan soal cerita materi FPB dan KPK. Miskonsepsi terjadi karena adanya kesalapahaman hitung yang dilakukan yaitu ketika menjawab hasil dari FPB atau KPK atau saat menentukan hasil akhir yang diperoleh. Miskonsepsi yang terjadi terakhir yaitu miskonsepsi operasi yaitu sebanyak 6 siswa atau 6,98% mengalami kesalahan dalam menerapkan operasi yang diterapkan. Terjadinya miskonsepsi disebabkan oleh: (1) faktor internal, aspek kognitif siswa, siswa tidak mengubah permasalahan yang berbentuk cerita ke permasalahan matematis, siswa tidak memahami jalan cerita pada soal yang berbentuk cerita, siswa belum paham dengan konsep FPB dan KPK. Aspek afektif dan psikomotorik, yaitu siswa tidak teliti dalam mengerjakan soal, kurangnya keterampilan siswa dalam hal perhitungan, siswa mengantuk saat guru menerangkan pelajaran matematika. (2) Faktor eksternal yang berasal dari luar diri siswa meliputi aspek lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Lingkungan keluarga yang mempengaruhi yaitu kurangnya perhatian/kepedulian dan motivasi dari orangtua. Lingkungan sekolah yang mempengaruhi kesulitan belajar dikarenakan faktor kurangnya penggunaan media pembelajaran, kurangnya variasi guru dalam mengajar. 
Penerapan Media Diorama Skala terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas V SD Negeri 1 Ujungpandan Laila Nurul Sufa; Fajar Cahyadi; Mei Fita Asri Untari
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.931 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v2i2.768

Abstract

IndonesiaPendahuluan: Hasil belajar matematika masih menjadi salah satu terendah dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. Hal ini dikarenakan kurangnya media pembelajaran yang dapat membantu memahami materi begitu pula dengan kemampuan berpikir siswa masih cenderung rendah. Sehingga berakibat siswa menjadi kurang mampu menyelesaikan masalah matematika. Oleh karena itu, perlunya membekali siswa untuk dapat berpikir tingkat tinggi pada tahap analisis agar memiliki kemampuan memecahkan masalah matematika melalui media. Salah satu media yang diterapkan adalah Diorama Skala (DIMAS). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui penerapan media DIMAS dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas V Sekolah Dasar. Metode: Metode eksperimen dengan cara memberikan perlakuan terhadap satu kelas dalam kegiatan belajar mengajar. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental dengan jenis one group pretest and posttest design. Hasil: Siswa memiliki kemampuan analisis kategori sangat baik dan baik sebanyak 50% sedangkan siswa berkemampuan analisis cukup dan kurang memiliki presentase 50%.EnglishIntroduction:  Mathematics learning outcomes is still one of the lowest compared with other lessons. This is due to the lack of media that can help understand the material as well as the students thinking skills are still to be low. Resulting in students becoming less capable of solving mathematical problems. Therefore, the need to equip students for higher-level thinking at this stage of the analysis in order to have the ability to solve mathematical problems through media.  One of media applied is Diorama Scale (DIMAS). The purpose of this research to determine the application DIMAS media in high order thinking skills Elementary School fifth grade students. Method: Experimental method by providing treatment to one class in learning activities. The study design used is Pre-Experimental with the kind of one group pretest and posttest. Result: Students have excellent analytical skills and excellent category as much as 50% while our analysis capable students and less has a percentage of 50%.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afnesty Happy Kharismatika Agistina, Putri Naharin Ahmad Miftakhudin Ajid Bagus Mahisna Ambiyah, Siti Nurul Anita Dewi Widyasworo Annur, Muhammad Fa’iz Apriliana Purwandari Arfiani, Yunita Arfilia Wijayanti Aryadi, Ilham Razaq Asa Aldina Dwi Rahayu Asep Ardiyanto Atinah, Aprilya Ihwal Ayun, Anaya Budiman, M. Arief Budiningtyas, Ade Kalpila Choirul Huda Cikal Damayanti Karimah Diana Endah Handayani Diana Endah, Diana Duwi Nuvitalia Dwi Mawarini Eigy Yanuar Tri Dewi Ervina Eka Subekti Fadhilah, Sonia Nur Fadlilatur Rohmah Fajarwati, Setiyana Fajriana, Rizal Wahyu Ferina Agustini Filia Prima Artharina Fine Reffiane Firda Rahmania Arisanty Fitri, Destiana Friska Anggun Cintami Ghaisani Arta Pramesi Hadi Soeroso Hanifa, Fika Iktafia Hidayah, Nabila Sam Hidayati, Maynurmala Husni Wakhyudin Iin Purnamasari Ikha Listyarini Indriani, Linda Dwi Intan Rahmawati Intan Rahmawati Ismohandoyo, Adiar Izabella, Dea Muya Julia Intan Permatasari Karimah, Cikal Damayanti KH.B, Moh Aniq Khasanah, Wahyu Rizki Uswatun Khoirunnisa, Zulfiana Shafa Khusnul Fajriah, Khusnul Khusnul Fajriyah Kiswoyo, Kiswoyo Kristiari, Shintia Putri Kurnia Ramadhanti Nurjannah Kurniawati, Selvi Tirta Laila Nurul Sufa Laili Nur Hidayatul Latifah Levitasari, Anggita Nur Lidya Karulina Putri Lutfianasari, Yessy Latifatul M Yusuf Setia Wardana M. Arief Budiman M. Yusuf Setia Wardana, M. Yusuf Setia M.Yusuf Setia W Mei Fita Asri Untari Meilia Fina Pratiwi Miftakhudin, Ahmad Mira Azizah Mudzanatun Mudzanatun Mudzanatun Mudzanatun Muhammad Arief Budiman Muhammad Arief Budiman Muttaqin, Muhammad Fauzan Nimas Puspitasari, Nimas NISA, ZUHROTUN Nita Pratiwi Nur Hidayah nuroh difallah NURUL ARIFAH Nurwahyuningsih, Sri Pertiwi, Niken Prayogo, Tito Prihmukti Setyo Dwi Hastuti Puspita, Erin Syefa Putri, Lidya Karulina Ratna Widyaningrum Riris Setyo Sundari RISKY ARI RISMADANI Rofian Rofian, Rofian Rofian, Rofian Safitri, Dhea Rahma Setiyaningsih, Linda Sigit Widhi Atmoko sisca Siti Patonah Subekti , Ervina Eka Sukamto Sukamto Sukamto Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Syafa'ah, Umi Triwidiatmoko, Dany Ula, Silvia Wahyu Illahil ULFATUL LAILI NUR LATIFAH Valentino, Rizal Eka Veryliana Purnamasari, Veryliana Wawan Priyanto Wawan Priyanto, Wawan Wiyaka Wiyaka Wulan Fabilla Yarda, Lasaufa Yososuharto, Aloysius Yohanes Soegeng