Articles
Analisis Kesulitan Siswa Kelas V dalam Memecahkan Masalah Matematika pada Materi Operasi Hitung Pecahan
Hidayah, Nur;
Budiman, M. Arief;
Cahyadi, Fajar
Thinking Skills and Creativity Journal Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/tscj.v3i1.29252
Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki peserta didik. Namun dalam proses pembelajaran, siswa cenderung sulit untuk mengembangkan kemampuannya dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam memecahkan masalah matematika, menganalisis kesulitan siswa dalam pemecahan masalah matematika, dan mengeksplorasi faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam pemecahan masalah matematika. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara, angket, tes, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan siswa paling tertinggi terdapat pada melaksanakan pemecahan masalah matematika. Sedangkan kesalahan siswa terendah terdapat pada mengecek kembali pemecahan masalah. Sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita, melakukan penghitungan matematika, gaya belajar guru yang diterapkan, dan kurangnya respons siswa. Selain itu, kesulitan siswa dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masih banyak permasalahan terkait dengan kemampuan pemecahan masalah pada siswa kelas V.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III PADA MATERI PENGUKURAN WAKTU SD NEGERI TLOGOSARI WETAN 02 SEMARANG
Karimah, Cikal Damayanti;
Cahyadi, Fajar;
Subekti, Ervina Eka
Jurnal Sinektik Vol 4, No 1 (2021): JURNAL SINEKTIK: JUNI-2021
Publisher : Elementary School Teacher and Education (PGSD), Faculty of Teacher Training and Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/js.v4i1.4634
Analysis of Mathematics Learning Difficulties for Class III Students on Time Measurement Material at SD Negeri Tlogosari Wetan 02 Semarang. This study aims to describe learning difficulties and the factors that affect the learning difficulties of mathematics in the time measurement material. This type of research is descriptive qualitative. The research subjects were 40 grade III students of SD Negeri Wetan 02 Semarang. The instruments used were questions, interviews, documentation, questionnaires and observations. The results obtained in this study are: (a) Difficulties in learning mathematics in the material of time measurement include: difficulty in determining time units, calculating skills and difficulties in understanding the concept of time measurement. (b) Factors affecting the difficulty of learning mathematics in the time measurement material are internal factors including student attitudes, physical health, and motivation to learn mathematics. Meanwhile, external factors include teaching variations, use of media and infrastructure.
Analisis Pembelajaran Blended pada Masa Pandemi terhadap Aktivitas Belajar Siswa Kelas II SD N 02 Wiradesa Pekalongan
Firda Rahmania Arisanty;
Ferina Agustini;
Fajar Cahyadi
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 4, No 4 (2021): Desember
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/dikdas.v4i4.1231
Student learning activities that are less than optimal during online learning are the background of this research. State 02 Wiradesa Elementary School applies blended learning, purpose of this study was to find how the implementation of blended learning during the pandemic on the learning activities of class II students at State 02 Wiradesa Elementary School. This type of research is a qualitative, the data of this study were obtained from interviews, observations, questionnaires, and documentation results. The results showed that students' learning activities when blended learning were good, but the students' motor activities were not optimal because the learning carried out by the teacher did not invite students to do motor activities. In addition, teachers have not implemented TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) when learning because teachers still use conventional methods and have not utilized technology on the grounds that school conditions don’t support it. The implementation of blended learning during the pandemic must still comply with the health protocol, namely 3M (wearing masks, washing hands, and maintaining distance). The school environment is also supportive by providing hand washing stations, distributing masks to students, and arranging seats when offline learning at school to keep their distance from each other.
PENILAIAN AUTENTIK MATA PELAJARAN MATEMATIKA KURIKULUM 2013 GURU KELAS IV KOTA SEMARANG
Fajar Cahyadi;
Apriliana Purwandari
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 4, No 2 (2014): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/malihpeddas.v4i2.537
The change of KTSP curriculum into 2013 curriculum?é?á lead to changes in the assessment system. With the change in valuation system, teachers should be able to adapt and develop appropriate assessment with the curriculum has changed. In this 2013 curriculum using authentic assessment system that can assess the competence of the three domains, namely the domain of attitudes, knowledge, and skills. The problems revealed in this study are Is authentic assessment instrument in the subjects of mathematics which has been prepared by the teacher in accordance with the characteristics of the curriculum in 2013? Goals to be achieved in this study was to determine the suitability of authentic assessment instrument in the subjects of mathematics that had been developed by teachers with the characteristics of curriculum assessment in 2013, this is a type of qualitative research that uses qualitative descriptive approach. The population in this study is a Primary School in Hyderabad who have applied in the process of learning curriculum was radically 2013, amounting to 12 elementary schools. Samples taken are 5 elementary schools in Semarang by using purposive sampling technique. The data in this study was obtained through the analysis of the research instruments and text data card interview. Based on the analysis of experimental data showed that the instrument of authentic assessment in mathematics is organized by fourth grade teachers from five elementary schools in Semarang 85.2% in accordance with the characteristics of curriculum assessment in 2013, where the authentic assessment instruments assessment covers the realm of attitudes, knowledge, and skills. Therefore it can be concluded that the teacher has been able to make an authentic assessment instrument based on the characteristics of the curriculum in 2013.
Pemberdayaan Industri Rumah Tangga sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Tambahan Kelompok Keluarga Mitra Program Terpadu Pemberdayaan Masyarakat Berperspektif Gender Desa Langse Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Tahun 2016
Wiyaka Wiyaka;
Fine Reffiane;
Fajar Cahyadi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v8i2.1653
Desa Langse merupakan wilayah yang berada di lereng Pegunungan Pati Ayam di wilayah pinggiran Kabupaten Pati. Sebagian tanahnya tandus dan sebagian lagi tanah ladang yang hanya dapat ditanami palawija, jagung, kacang tanah, dan ketela pohon. Keadaan sosial ekonomi mereka masih rendah, apalagi di daerah lereng Pegunungan Pati Ayam, tanahnya berupa tanah ladang yang tidak subur, penduduknya tergolong miskin. Kemiskinan di daerah tersebut perlu segera mendapat penanganan. Pemerintah Kabupaten Pati bertekad meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin melalui program pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan adalah dengan melakukan pendekatan strategis program yang dilakukan dalambeberapatahap,yaitu indentifikasi masalah, Sosialisasi program, Program Penyuluhan dan Pelatihan, Demonstrasi Plotting/Pelatihan. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pengabdian ini adalah meningkatnya taraf kehidupan masyarakat desa Langse, salah satunya meningkatnya pendapatan harian dari 25 ribu rupiah menjadi 40 ribu rupiah per hari.
RAGAM KESULITAN BELAJAR PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V PADA MATERI OPERASI HITUNG PECAHAN
Prihmukti Setyo Dwi Hastuti;
Fajar Cahyadi;
Ervina Eka Subekti
Wawasan Pendidikan Vol 2, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/wp.v2i1.9858
Matematika merupakan pelajaran yang sulit terlebih yang berbentuk soal pemecahan masalah. Kesulitan tersebut yang menyebabkan rendahnya nilai yang diperoleh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan jenis kesulitan dan faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa kelas V dalam pemecahan masalah materi operasi hitung pecahan. Pengumpulan data melalui beberapa cara diantaranya wawancara guru dan siswa, observasi pembelajaran, tes soal, dan angket siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan analisis data reduksi, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Dengan subjek penelitian 15 siswa kelas V SD Negeri Sendangsoko yang mengalami kesulitan belajar pemecahan masalah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa seluruh siswa kelas V SD Negeri Sendangsoko mengalami kesulitan belajar pemecahan masalah materi operasi hitung pecahan. Kesulitan- kesulitan yang dialami meliputi : 1) memahami masalah (75%) diantaranya : kesulitan memahami bahasa, 2) membuat rencana (91%) diantaranya : kesulitan mengubah model ke kalimat matematika dan sering tertukarnya operasi hitung yang digunakan, 3) melaksanakan rencana penyelesaian (88%) diantaranya : lemahnya keterampilan berhitung. Mengecek kembali semua langkah yang telah dikerjakan (98%) diantaranya : kurangnya pengetahuan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah. Faktor- faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa yaitu faktor internal dan faktor eksternal ( lingkungan keluarga, sekolah, lingkungan pertemanan dan tetangga siswa, penggunaan HP serta TV)
Keefektifan Model Contextual Teaching And Learning Berbantu Media Kuphan Terhadap Hasil Belajar Matematika
Laili Nur Hidayatul Latifah;
Khusnul Fajriyah;
Fajar Cahyadi
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 3 No. 3 (2020): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v3i3.28235
Pembelajaran yang kurang menarik minat belajar dan perhatian siswa menyebabkan timbulnya beberapa hal diantaranya, peserta didik umumnya kurang aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran, kemandirian belajar peserta didik masih kurang mencapai hasil pembelajaran yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan model Contextual Teaching and Learning berbantu media Kuphan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas III SDN. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental design tipe one group pretest-posttest. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas III SDN yang berjumlah 35 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, dokumentasi, tes, dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah uji t. Hasil analisis uji t di peroleh t hitung > t tabel yaitu 9,100 > 1,690. Jadi, Model Contextual Teaching and Learning berbantu media Kuphan dapat meningkatkan dengan hasil belajar siswa.
KESULITAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI PECAHAN KELAS V SDN JOMBLANG 03 SEMARANG BERDASARKAN LANGKAH – LANGKAH PEMECAHAN MASALAH MENURUT POLYA
RISKY ARI RISMADANI;
FILIA PRIMA ARTHARINA;
FAJAR CAHYADI
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2, No 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35473/dwijaloka.v2i3.1207
Pada umumnya siswa masih mengalami banyak kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita matematika khususnya pada materi pecahan. Dalam hal ini perlu adanya teori pemecahan masalah,salah satunya teori menurut Polya yang menerapkan langkah-langkah penyelesaian soal secara sistematis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi pecahan kelas V SDN Jomblang 03 semarang berdasarkan langkah – langkah pemecahan masalah menurut polya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 17 siswa kelas V SDN Jomblang 03 Semarang. Instrumen yang digunakan berupa tes soal berbentuk uraian dan wawancara. Data penelitian dianalisis menggunakan tahapan dari teori Polya, yaitu pemahaman masalah, perencanaan strategi, pelaksanaan strategi dan pengecakan kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan kelas V SDN Jomblang 03 Semarang berdasarkan langkah – langkah pemecahan masalah menurut Polya yaitu pada langkah memahami masalah dengan skor penilaian sebesar 20% dan langkah pengecekan kembali dengan skor penilaian sebesar 35%, Dalam hal ini siswa kesulitan dalam memahami isi atau maksud dari soal cerita tersebut dan kesulitan dalam menentukan satuan dari besaran yang ditanya, melakukan operasi matematika, serta tidak melakukan tinjauan kembali langkah-langkah penyelesaian soal yang dilakukan. Hal yang sama terlihat dari skor penilaian pada langkah pemecahan masalah matematika yang lainnya yakni pada langkah perencanaan strategi dengan skor penilaian sebesar 62% dan langkah pelaksanaan strategi dengan skor penilaian sebesar 65%. Karena siswa mengalami kesulitan siswa dalam menentukan dan melakukan operasi hitung yang akan digunakan dalam soal cerita matematika yang menyebakan siswa merasa sulit dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan.Kata Kunci: Kesulitan Siswa, Soal Cerita Matematika, Teori Polya, Pecahan
KESULITAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI PECAHAN KELAS V SDN JOMBLANG 03 SEMARANG BERDASARKAN LANGKAH – LANGKAH PEMECAHAN MASALAH MENURUT POLYA
RISKY ARI RISMADANI;
FILIA PRIMA ARTHARINA;
FAJAR CAHYADI
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35473/dwijaloka.v2i4.1526
Pada umumnya siswa masih mengalami banyak kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita matematika khususnya pada materi pecahan. Dalam hal ini perlu adanya teori pemecahan masalah,salah satunya teori menurut Polya yang menerapkan langkah-langkah penyelesaian soal secara sistematis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi pecahan kelas V SDN Jomblang 03 semarang berdasarkan langkah – langkah pemecahan masalah menurut polya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 17 siswa kelas V SDN Jomblang 03 Semarang. Instrumen yang digunakan berupa tes soal berbentuk uraian dan wawancara. Data penelitian dianalisis menggunakan tahapan dari teori Polya, yaitu pemahaman masalah, perencanaan strategi, pelaksanaan strategi dan pengecakan kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan kelas V SDN Jomblang 03 Semarang berdasarkan langkah – langkah pemecahan masalah menurut Polya yaitu pada langkah memahami masalah dengan skor penilaian sebesar 20% dan langkah pengecekan kembali dengan skor penilaian sebesar 35%, Dalam hal ini siswa kesulitan dalam memahami isi atau maksud dari soal cerita tersebut dan kesulitan dalam menentukan satuan dari besaran yang ditanya, melakukan operasi matematika, serta tidak melakukan tinjauan kembali langkah-langkah penyelesaian soal yang dilakukan. Hal yang sama terlihat dari skor penilaian pada langkah pemecahan masalah matematika yang lainnya yakni pada langkah perencanaan strategi dengan skor penilaian sebesar 62% dan langkah pelaksanaan strategi dengan skor penilaian sebesar 65%. Karena siswa mengalami kesulitan siswa dalam menentukan dan melakukan operasi hitung yang akan digunakan dalam soal cerita matematika yang menyebakan siswa merasa sulit dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan.Kata Kunci: Kesulitan Siswa, Soal Cerita Matematika, Teori Polya, Pecahan
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Proses Pemecahan Masalah soal cerita bilangan pecahan kelas V SD Negeri Karangtempel Semarang
Julia Intan Permatasari;
Husni Wakhyudin;
Fajar Cahyadi
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 2 (2021): Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/inventa.5.2.a2653
The purpose of this study was to determine the existence of learning difficulties experienced by students of SD Negeri KarangTempel seen in the ability to solve mathematical problems in the subject of Fractions and determine the factors that affect the ability to solve mathematical problems of fraction material in fraction numbers of grade V SD Negeri KarangTempel Semarang. This research uses qualitative methods with a descriptive approach. Data collection in the study was carried out by means of observation, questionnaires, questions, interviews and documentation. Based on the results of research at SD Negeri Karang Tempel, there are learning difficulties in Fraction Numbers material seen from the ability to solve mathematical problems. The results of the research were as follows: (1) difficulties in learning to solve mathematical problems in the material of Fractions including: difficulties in understanding problems, difficulties in planning solutions, difficulties in implementing plans, and difficulties in re-examining or drawing conclusions. (2) factors that influence learning difficulties in solving mathematics problems include factors from the school environment and the family environment. Based on this research, the advice given to the teacher is to pay more attention to students who have difficulty learning math problem solving, especially Fraction material, besides that the teacher should use a variety of media or methods so that students are interested and don't feel bored. Suggestions to students when working on questions should not be in a hurry so as not to experience errors in working on questions laterstudents should be more active in asking questions during learning activities so that they don't make mistakes again in working on multiplication problems.