Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bioscience

Leaf Area and Stomata Index of Rice Plants (Oryza sativa L.) Cisokan and Batang Piaman Varieties to Drought Stress Putri Widianti; Violita Violita; Moralita Chatri
Bioscience Vol 1, No 2 (2017): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.08 KB) | DOI: 10.24036/02017128082-0-00

Abstract

Background and objective.The response of rice plants to drought stress was preceded by physiological response in the form of reduction of transpiration rate to reduce water loss by closing stomata, reducing stomata, and decreasing leaf surface area by leaf rolling. Therefore, it is necessary to research the morphological character and physiological character of plants such as leaf area analysis and stomata index to find out their response to drought stress and without drought. Based on this, this research is aimed to know the area and index of stemata leaves of rice plants (Oryza sativa L.) varieties of Cisokan and Batang Piaman due to drought stress.Methodology. Drought treatment was performed by withholding water for 12 days in greenhouse.Data were taken destructively on days 0, 4, 6 and 12 after treatment. Result. Drought stress had an effect on decreasing leaf area and stomata index on both varieties. The lowest leaf area is found in Cisokan variety. Likewise with the stomata index, the lowest yield after 12 days of treatment was found in the Cisokan variety. Low leaf area and stomatal index are known to be more resistant to drought because they can reduce the rate of transpiration in plants. Keywords:    Drouhgt stress, Leaf Area, Stomata index
Pengaruh Media (Campuran Beras Dan Ampas Tebu) terhadap Pertumbuhan Trichoderma harzianum dan Daya Hambatnya terhadap Fusarium oxysporum secara In vitro Moralita Chatri
Bioscience Vol 2, No 1 (2018): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.608 KB) | DOI: 10.24036/02018219984-0-00

Abstract

Jamur Fusarium oxysporum merupakan jamur patogen umumnya ditemukan pada tanaman holtikultura. Jamur ini menyebabkan penyakit layu fusarium. Fungisida sintetis merupakan pilihan yang sering digunakan petani untuk menghambat penyebaran jamur ini. Namun penggunaannya menimbulkan banyak dampak negatif bagi lingkungan. Trichoderma harzianum memiliki sifat antagonis yang dapat menggantikan fungisida sintetis dalam menghambat pertumbuhan F. oxysporum. T. harzianum membutuhkan media pembawa seperti beras. Namun membutuhkan biaya yang cukup tinggi dan bersaing dengan kebutuhan manusia. Untuk itu dilakukan campuran antara beras dan ampas tebu untuk mencari media alternatif. Tujuannya agar mendapatkan media tumbuh yang lebih efektif dan efisien.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuanya terdiri dari A. Media beras 100%, B. Media ampas tebu 100%, C. Media beras dan ampas tebu (1:1), D. Media beras dan ampas tebu (2:1), dan E. Media beras dan ampas tebu (1:2). Paremeter yang diamati yaitu pertumbuhan T. harzianum, kepadatan konidia, dan persentase hambatan terhadap  F. oxysporum.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa T. harzianum dapat tumbuh pada campuran media beras dengan ampas tebu. Media tumbuh mempengaruhi pertumbuhan, kepadatan konidia, serta daya hambatnya terhadap F. oxysporum Pertumbuhan yang terbaik yaitu pada media ampas tebu 100 %, kepadatan konidia tertinggi pada media beras 100% (11,6 x 109/ mL) dan persentase daya hambat tertinggi pada media ampas tebu 100% (60%). Hal ini menunjukkan bahwa media alternatif terbaik yaitu media ampas tebu 100%. Keywork : Fusarium oxysporum, layu fusarium, media, Trichoderma harzianum 
Ethnobotany plants as traditional food additives in buffalo curry in pasar terandam village, barus district, central tapanuli regency Erwina Simanullang; Moralita Chatri; Resti Fevria; Des M. M.
Bioscience Vol 5, No 2 (2021): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0202152109798-0-00

Abstract

People in Pasar Terandam Village still use plants as food additives. However, research has never been carried out, so that it has not been recorded and has not been listed. If not inventoried and cultivated, the plant can be lost or extinct. This study aims to determine the plants, -plant organs, plant status, and how to use them as traditional food additives in buffalo meat curry in Pasar Terandam Village, Barus District, Central Tapanuli Regency. This research was conducted from April to May 2020 using a survey method through observation and interviews. The results showed that 19 species from 15 families were used by the community of Pasar Terandam Village as traditional food additives to buffalo meat curry. Parts of plant organs used are tubers, leaves, stems, seeds, fruits, skins, and rhizomes. These plants is processed by cooking, pulverizing / mashed, pounded, cut, shredded, roasted and boiled. The community obtains these plants by cultivating seven species around the house or in the garden and buying them in markets or stalls for 12 species.Masyarakat di Desa Pasar Terandam masih banyak menggunakan tumbuhan sebagai bahan tambahan pangan. Namun, belum pernah dilakukan penelitian sehingga belum terdata dan belum terinventaris. Kalau tidak diinventaris dan dibudidayakan maka tumbuhan itu bisa hilang atau punah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan, bagian organ tumbuhan, status tumbuhan dan cara pemanfaatannyasebagai bahan tambahan pangan tradisional pada gulai kerbau di Desa Pasar Terandam Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Mei 2020 menggunakan metode survei melalui observasi dan wawancara.Hasil penelitian didapatkan 19 species dari 15 familia yang digunakan masyarakat Desa Pasar Terandam sebagai tambahan pangan tradsional pada gulai kerbau. Bagian organ tumbuhan yang digunakan adalah umbi, daun, batang, biji, buah, kulit, dan rimpang. Cara penggunaanya yaitu dengan dimasak, diuleg/dihaluskan, ditumbuk, dipotong, diparut, disangrai dan direbus.Masyarakat memperoleh tumbuhan tersebut dengan cara membudidayakan di sekitar rumah atau di kebun sebanyak 7 specises dan membelinya di pasar atau warung sebanyak 12 species.
Identification of fungi in biogas mixed with buffalo dung and leaf onion waste (Allium cepa L.) Mei Niarti; Irdawati Irdawati; Moralita Chatri; Des M Des
Bioscience Vol 5, No 2 (2021): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0202152106831-0-00

Abstract

Biogas is a gas produced from the decomposition process of organic materials by microorganisms in anaerobic conditions. Waste of red onion (Allium cepa L.) and buffalo dung contain organic substances and nutrients that can be used as biogas. The purpose of this study was to identify fungi in biogas mixed with buffalo dung with scallion waste (Allium cepa L.).The study was conducted from April to September 2019 in the Microbiology Laboratory and Integrated Research Laboratory, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University. This research is a descriptive study by observing macroscopic and microscopic characters as a basis for identification produced by fungi in buffalo dung biogas (Pariaman, West Sumatra) and onion leaf waste from Alahan Panjang, West Sumatra.The results of this study obtained 5 genus of fungi on biogas substrate from a mixture of buffalo dung with scallion waste (Allium cepa L.) including: Aspergillus, Trichoderma, Candida, Mucor and Humicolla. Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme dalam keadaan anaerob. Limbah daun bawang merah (Allium cepa L.) dan kotoran kerbau mengandung zat organik dan unsur hara yang dapat dijadikan sebagai biogas. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jamur pada biogas campuran kotoran kerbau dengan limbah daun bawang merah (Allium cepa L.). Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai bulan September 2019 di Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Penelitian Terpadu Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan mengamati karakter makroskopis dan  mikroskopis  sebagai dasar identifikasi yang dihasilkan oleh jamur pada biogas kotoran kerbau (Pariaman, sumatera barat ) dan limbah daun bawang merah dari alahan panjang, sumatera barat. Hasil dari penelitian ini diperoleh 5 genus jamur  pada substrat biogas dari campuran kotoran kerbau dengan limbah daun bawang merah (Allium cepa L.) diantaranya yaitu: Aspergillus, Trichoderma, Candida, Mucor dan Humicolla.
Co-Authors . Mansyurdin Abdul Razak Abdul Razak Achyar, Afifatul Afdarina, Oksa Afifa Akhyar Ahmad Subari Amalia, Irna Amri Bakhtiar Annisa Tulhasanah Arlina, Sistika Atifah, Yusni Auliani Arafah Ayunda Intan Kartika Az – Zahra Nabillah Azizah, Salum Azwir Anhar Azzahra, Zakila Beni Gusnadi Billa Firdaus Tanjung, Shalsa cynthia perdana putri Des M Des M Des M Des Des M. Des M. M. Dezi Handayani Dian Intan Rahmadhni Dilla, Aprina Dina Sukma Dinda Alde Rahmadhani Rahmadhani Dr. Des M.S Dr. Irdawati M. Si Dwi Hilda Putri Edwin Edwin Eldyana Rahayu Putri Elsa Yuniarti Eria Marina Sepriyani Erwina Simanullang fadia salsabil arsy FAJRINA, SUCI Febriani Dika Suryendra Fevria, Resti Ficil Mikaf Filza Yulina Ade Fransisco, Sandi Fronica, Imelda Ghiffari, Muhammad Hani Fitriani Heffi Alberida Helendra Helsa Rahmatika Herina, Nandia Idos Susila Ningsih Ilfia Islamiati Putri Imelda Nasrul, Putri IRDAWATI Irdawati Irdawati Irdawati Irdawati Irdawati Irdawati Irdawati M.Si Irdawati Zalni Irma Leilani Eka Putri Jumjunidang Jumjunidang Kardiman, Reki Kartika Sari Khotimah, Anggun Khumaira, Kayla Anaya Kurnia Illahi, Rani Kurnia Wulansari Larashinda, Mentari Latif, Zalik Muhammad Linda Advinda Linda Advinda Lufri Lufri Mades Fifendy Mantoviana, Tiffany Mardiana Ikhwan Marisa Marisa Marsha Utami Mayarlis Mei Niarti Meriza Fatma Mesy Maisarah Miftahul Jannah Milka Saputri Monica , Indiastri P Muhardini, Mike Muhyiatul Fadilah Mukhlis Mukhlis N.Sri Hartati Nabilah, Rezi Nadia Naldi, Henra Nanang Taryana Natasya Hersila Nazhifah, Naura Niken Maharani Putri Nurlita, Dwi Olan Tri Sinaga Perri Adnadi Pratama, Sandi Fransisco Puspa Anggraeni Putri Putri Widianti Putri, Amaliani Putri, Aulia Devani Putri, Irma Leilani Putri, Irma Leilani Eka Putri, Ulfa Dwi Rahmawati Darussyamsu Rahmi Holinesti Rahmi, Elva Relsas Yogica, Relsas Resti Yulia Riana Aftafia Rizka Putri Alti Roza, Sri Yenica Rusendra, Nabilla Makra Sabrina Mandai, Della Saputra, M. Rizki Sari Yulianti Selaras, Ganda Hijrah Sholichin, Muhamad Silvi Lathifah SRI RAHAYU Sri Widyaningsih Suci Fajrina Suci Fajrina Syahrastani, Syahrastani Syamsurizal Syamsurizal - - Syamsurizal Syamsurizal Syamsurizal Syamsurizal Tita Yunia Zalni Tomi Apra Santosa Santosa Vauzia Vauzia M.Si Vauzia Vauzia Vauzia, Vauzia Vauzia, Vauzia Via Susana Gusni Violita Violita Violita Violita Violita Violita Violita Viona, Alda Wawan Sujarwo Wulansari, Kurnia Yanti Srinita Utami Yesti Yesti Yosi Safritry Yulanda Saputri Zahratul Aini