Claim Missing Document
Check
Articles

Characteristics of tuna fisheries in the Indian Ocean, especially in Quota Based Fishing in the Zone 04 (IFMA 572 and 573) Mahrus, Mahrus; Nurani, Tri Wiji; Wisudo, Sugeng Hari; Iskandar, Budhi Hascaryo; Suherman, Agus; Noegroho, Tegoeh
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.3.43513

Abstract

Indonesia is one of the worlds leading tuna-producing countries. Under the Quota Based Fishing (Penangkapan Ikan Terukur/PIT), its Exclusive Economic Zone (ZEEI) in the Indian Ocean is designated as zone 04 of PIT. This research aims to analyzing the characteristics of tuna fisheries in the zone 04 (Indonesian Fisheries Management Area/IFMA 572 and 573), including tuna production by fishing gear and by port landing, species composition by gear, Landing per Unit Efforts (LPUE) by gear and by tuna species. The most dominant fishing gear for tuna is lines (hand lines, troll lines, kite lines, and rod handlines). Purse seines and longlines also caught a lot of tuna, but their percentages were still lower. The dominant tuna species caught was yellowfin tuna, which came from all types of fishing gear. The average LPUE in 2024 for gillnets was 28.6 kg/days, lines 56 kg/days, purse seine 161 kg/days, longline 58.5 kg/days, and pole and line 268 kg/trip/day. The abundance of ALB was highest in July, but the trend has been increasing since March and began to decline in last year. Pole and line and purse seine were the most productive fishing gear for catching tuna. The abundance of YFT varied greatly with high abundance in March, July, and October. The abundance of BET was high in February, July, and September. SBT is highly abundant in March, April, and July, with some months being empty. Benoa Public Port is recorded as the port with the highest production within Zone 04.Keywords:Tuna fisheriesIndian OceanTuna ProductionComposition speciesLPUEFishing Quotas
Diversifikasi Produk Makanan Balita Berbahan Tepung Ikan Untuk Pencegahan Stunting di Desa Kebakalan Kebumen Jawa Tengah Muninggar, Retno; Nurani, Tri Wiji; Hapsari, Riyanti Dyah; Wahyuningrum, Prihatin Ika; Novita, Yopi; Astarini, Julia Eka; Dianti, Sari Rama; Hardiansyah, Ridwan
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 2, NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v2i2.46285

Abstract

Desa Kebakalan Kecamatan Karanggayam, Kebumen, Jawa Tengah merupakan salah satu desa dengan kasus stunting di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Untuk mengurangi stunting perlu upaya untuk meningkatkan gizi balita salah satunya melalui penambahan protein pada makanan. Pemanfaatan tepung ikan khususnya untuk mengurangi angka stunting balita di Kabupaten Kebumen dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Diversifikasi Produk Makanan Balita Berbahan Tepung Ikan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan peserta dalam mengolah produk berbasis tepung ikan. Beberapa makanan yang dihasilkan adalah Sempol Udang, Bakwan Pontianak, Perkedel, Nugget Kentang dan Bola-bola Tahu. Dampak positif Program ini adalah memperkuat kesadaran peserta akan pentingnya inovasi pencegahan stunting melalui penambahan tepung ikan untuk memperkaya gizi pada makanan balita. Disarankan agar pendampingan lanjutan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan penanggulangan stunting dan peningkatan nilai tambah pada produk bernilai jual.
PENGEMBANGAN MATA PENCAHARIAN ALTERNATIF BAGI NELAYAN KABUPATEN KEBUMEN Nurani, Tri Wiji; Wahyuningrum, Prihatin Ika; Hapsari, Rianti Dyah; Iskandar, Mokhamad Dahri; Wahju, Ronny Irawan; Solihin, Iin; Komarudin, Didin; Dianti, Sari Rama
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 2 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.2.141-157

Abstract

Aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan di Kabupaten Kebumen mengalami kendala utama terkait dengan kondisi oseanografis dan ketidakpastian musim penangkapan ikan. Saat tidak musim, sebagian nelayan memiliki mata pencaharian lain yaitu bertani, beternak, dan lainnya. Namun tidak semua nelayan memiliki kemampuan tersebut, banyak nelayan yang menggantungkan hidupnya hanya sebagai nelayan. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi potensi wilayah sebagai alternatif kegiatan ekonomi bagi nelayan dan memberikan rekomendasi mata pencaharian alternatif yang tepat bagi nelayan di Kabupaten Kebumen, contoh kasus di Desa Jogosimo. Pengumpulan data peluang kegiatan ekonomi alternatif dilakukan melalui survei potensi wilayah dan studi pustaka. Hasil tersebut selanjutnya dilakukan focus group discussion (FGD) untuk mendapatkan masukan terkait dengan pandangan nelayan terhadap alternatif mata pencaharian tersebut. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan hasil survei lapang dan FGD. Hasil identifikasi lapang dan studi pustaka diperoleh kegiatan ekonomi alternatif yang dapat dilakukan nelayan yaitu kegiatan penangkapan ikan di muara sungai dengan bubu, budidaya/pembesaran kepiting bakau, dan wisata sungai. Hasil FGD diperoleh masukan perlunya inovasi agar alat tangkap bubu tidak hilang saat arus sungai deras. Kondisi mangrove di Desa Jogosimo perlu dilakukan penanaman kembali agar populasinya lebih tinggi, sehingga budidaya ataupun pembesaran kepiting bakau dapat dilakukan. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah perlunya mengembangkan wisata sungai melalui integrasi kegiatan penangkapan ikan, pemeliharaan dan pmbesaran kepiting bakau, serta wisata kuliner dan pemasaran produk lokal. Kata kunci: Jogosimo, kepiting bakau, nelayan, penangkapan ikan, wisata sungai
PEMODELAN KESESUAIAN HABITAT IKAN PELAGIS BERBASIS KONDISI OSEANOGRAFI DI PERAIRAN PALABUHANRATU Pratama, Gilar Budi; Nurani, Tri Wiji; Mustaruddin, Mustaruddin; Herdiyeni, Yeni
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 14, No 3 (2022): (DESEMBER) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.14.3.2022.161-171

Abstract

Palabuhanratu merupakan pusat kegiatan potensial perikanan tangkap di Kabupaten Sukabumi. Salah satu tangkapan ikan yang dominan didaratkan di lokasi ini adalah kelompok jenis ikan pelagis. Kelompok jenis ikan pelagis memiliki sifat bergerombol (schooling) dalam bermigrasi. Sebaran dan kelimpahannya dipengaruhi oleh beberapa parameter oseanografi seperti suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil- a, salinitas, arus hingga kedalaman perairan. Keberhasilan upaya penangkapan ikan sangat tergantung pada ketepatan dalam memprediksi daerah penangkapan. Pendugaan daerah penangkapan ikan, dapat dilakukan dengan pemahaman terhadap kondisi parameter oseanografi. Data parameter oseanografi selain berasal dari hasil pengukuran in-situ juga dapat memanfaatkan data hasil pantauan sensor satelit penginderaan jauh. Penelitian ini mengkaji kesesuaian habitat ikan pelagis berbasis kondisi oseanografi hasil pengukuran sensor satelit penginderaan jauh. Analisa kesesuaian habitat menggunakan pemodelan Maximum Entropy (Maxent).  Hasil analisa kemudian ditransformasikan untuk menduga zona potensial penangkapan ikan dalam bentuk model. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai uji kontribusi dan jackknife yang menyatakan salinitas sebagai parameter oseanografi yang memiliki tingkat informasi paling tinggi dalam pembangunan model. Response curve menunjukkan parameter klorofil-a yang optimal bagi ikan pelagis pada rentang 0,015 mg/m3 hingga 0,25 mg/m3, suhu optimal pada rentang 26,3 oC hingga 27,7oC, kecepatan arus yang optimal pada 0,37m/s, salinitas yang optimal berkisar 32,15 PSU hingga 32,5 PSU dan batimetri yang optimal pada kedalaman 200 hingga 5000 meter.Palabuhanratu is a potential activity for capture fisheries in Sukabumi Regency. One of the dominant fish catches landed at this location is the pelagic fish species. The pelagic fish species has a schooling characteristic in migrating. Their distribution and abundance are influenced by several oceanographic parameters such as sea surface temperature, chlorophyll-a concentration, salinity, currents, and depth of the waters. The success of fishing efforts is very dependent on the accuracy in predicting the fishing area. Estimation of fishing areas can be done by understanding the condition of oceanographic parameters. Apart from in-situ measurement results, oceanographic parameter data can also utilize data from monitoring by remote sensing satellite sensors. This study examines the suitability of pelagic fish habitat based on oceanographic conditions measured by remote sensing satellite sensors. Habitat suitability analysis using Maximum Entropy (Maxent) modeling. The results of the analysis are then transformed to estimate potential fishing zones in the form of a model. The results obtained show the contribution and jackknife test values which state salinity as an oceanographic parameter that has the highest level of information in model development. The response curve shows the optimal chlorophyll-a parameters for pelagic fish in the range of 0.015 mg/m3 to 0.25 mg/m3, optimal temperature in the range of 26.3oC to 27.7oC, optimal current velocity of 0.37m/s, Optimal salinity ranges from 32.15 PSU to 32.5 PSU and optimal bathymetry at depths of 200 to 5000 meters.
Co-Authors . Ardani . Neliyana . Zulkarnain Achmad Poernomo Achmad Purnomo Agus Purwito Agus Suherman Agustin Ross Alvi Rahmah Am Azbas Taurusman Anggraini Sukmawati Anwar, Yanto Ardani Ardani Ari Purbayanto Arifnur, Muhammad Arinto Kuncoro Jati Astagia, Alif Aulia Putra Ayang Armelita Rosalia Baehaqi Bambang Murdianto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bangun, Tri Nanda Citra Bubun, Rita L. Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi Wiryawan Budiarti, Tri Wahyu Budy Wiryawan Catur Sarwanto Christy Desta Pratama Cindy Septiany Huda Dadang Shafrudin Daniel R. Monintja Darmawan Darmawan Deni Achmad Soeboer Dianti, Sari Rama Domu Simbolon Eko Sri Wiyono Elvanri Anggi Widianti Ernani Lubis Fahmi Shidiq Fajar Sidik Fis Purwangka Furqan Furqan Furqan, Imam Gilar Budi Pratama Gina Almirani Wahyudi Gina Almirani Wahyudi Hapsari, Rianti Dyah Hapsari, Riyanti Dyah Hardiansyah, Ridwan Harlisa Sajeri Herlina Retnowati Hutapea, Roma Yuli F Iin Sholihin Iin Solihin Iin Solihin Irma Dwi Maulina Iskanda, Muhammad Dahri Jacomina Tahapary Johannes, Stylia John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan Julia Eka Astarini Lukman Hakim, Ahmad Rendra Luky Adrianto Mahrus Mahrus, Mahrus Marina Nareswari Astarini Martani Huseini Martani Huseini Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar Mubariq Ahmad Muhammad Fedi A Sondita Muhammad Fedi A. Sondita Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Reza Mulyono S. Baskoro Mustaruddin Naslina Alimina Nida Mardhiyah Ramdhani Nimmi Zulbainarni Noegroho, Tegoeh Normawati K Mboto Novia Tri Rahmawati Nurani Khoerunnisa Oktariza, Wawan Posundu, Ronald S A Prihatin Ika Wahyuningrum Putri, Aprilia Syah Rahmi, Tiara Anggia Ratih Purnama Sari Retno Muninggar Ririn Irnawati Ririn Irnawati Ririn Irnawati Ririn Irnawati Risti Endriani Arhatin Robi Komarudin Roma Y.F Hutapea Ronny I. Wahju Roza Yusfiandayani SATRIYAS ILYAS Sefitiana Wulan Sari Silvy Syukhriani Soraya Gigentika Soraya Gigentika Stylia Johannes Suci Asrina Ikhsan Sudirman Saad Sudirman Saad Sudirman Saad Sugeng H. Wisudo Sugeng Hari Wisodo Sugeng Hari Wisodo Suro Hari Wisudo T. P. Pangesti Taryono Tia Dini Pratiwi Tiara Anggia Rahmi Titien Sofiati Triono P Pangesti Triono Probo Pangesti Trisna Ningsih Trisna Ningsih Umi Muawanah Vita Rumanti Kurniawati Welem Waileruny Widianti, Elvanri Anggi Wini - Trilaksani Wisudo, Suro Hari Wudianto Yasinta Anugerah Yeni Herdiyeni Yopi Kurniawan Yopi Novita Yunistia Renofati Zahirudin Zulkarnain