Claim Missing Document
Check
Articles

Terbentuknya Daerah Penangkapan Ikan dengan Light Fishing Rita L Bubun; Domu Simbolon; Tri Wiji Nurani; Suro Hari Wisudo
Jurnal Airaha Vol 4 No 1: Juni 2015
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.943 KB)

Abstract

This study aims to formulate the formation procces fishing ground in the fisheries light fishing. The method used in this research is survey method. The research object have been using the catch in purse seine and “bagan apung” units. Data analysis have been using descriptive quantitative analysis and trophic level analysis. The result showed that formulation of the formation fishing ground by light fishing are : (1) interaction physical between species by light fishing create the composition are Stolephorus sp, Euthynnus affinis, Sardinella gibbosa, Scomberoides commersonnianus, Caranx sexfasciatus, Carangoides praeustus, Sphyraena jello, Leptojulis cyanopleura, Parastromateus niger, Penaeus indicus, and Loligo sp; (2) the interaction biology between one species with other species create the composition are Katsuwonus pelamis, Sardinella lemuru, Selar crumenophthalmus, Selaroides leptolepis, Decapterus macrosoma, Rastrelliger kanagurta, Thunnus albacares and Coryphaena hippurus.
MUSIM DAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN CAKALANG DI LAUT BANDA DAN SEKITARNYA PROVINSI MALUKU Welem Waileruny; Eko Sri Wiyono; Sugeng Hari Wisodo; Ari Purbayanto; Tri Wiji Nurani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 1 (2014): MEI 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3854.397 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.5.41-54

Abstract

Suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a (CHL) merupakan parameter oseanografi yang penting dan sering digunakan untuk memprediksi daerah penangkapan potensial menggunakan remote sensing. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan memetakan daerah penangkapan ikan cakalang di Laut Banda dan sekitanya Provinsi Maluku berdasarkan perubahan musim. Data SPL dan CHL diambil dari analisis data citra satelit, hasil observasi sensor Aqua MODIS level 3 dengan resolusi spasial 4 km dan resolusi temporal bulan dan musiman. Data citra dianalisis dengan program SEADAS 5.2. Hasil analisis menunjukkan suhu permukaan laut (SPL) dan konsentrasi klorofil-a di Laut Banda dan sekitarnya mengalami fluktuasi dari bulan ke bulan. Kondisi ini mempengaruhi fluktuasi SPL dan CHL musiman. Rata-rata suhu tertinggi berada pada musim barat dan pancaroba pertama sedangkan suhu terendah di musim timur. Berbeda dengan konsentrasi klorofil-a, tertinggi pada musim timur dan terendah pada musim pancaroba pertama. Ada korelasi antara peningkatan suhu dan penurunan konsentrasi klorofil-a. Suhu permukaan laut juga memiliki korelasi negatif dengan CPUE dan mempengaruhi pembentukan daerah penangkapan ikan. Daerah penangkapan cakalang di Laut Banda dengan CPUE tertinggi pada semua musim ada di sebelah barat Pulau Seram sekitar Pulau Buano, Kelang dan Manipa atau pada posisi 126,7º-128º BT dan 2.6º-3.4º LS, di sekitar Laut Banda pada posisi 127º-130,3º BT dan 3.2º-4º LS.
STRATEGI SISTEM PENANGANAN IKAN TUNA SEGAR YANG BAIK DI KAPAL NELAYAN HAND LINE PPI DONGGALA Normawati K Mboto; Tri Wiji Nurani; Sugeng Hari Wisodo; Mustaruddin Mustaruddin
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 2 (2014): NOVEMBER 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3499.328 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.5.189-204

Abstract

Mempertahankan kesegaran ikan tuna hasil tangkapan sangat penting demi mendapatkan mutu ikan tuna yang baik sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Kesegaran ikan tuna dapat dipertahankan jika terbentuk suatu strategi sistem penanganan ikan tuna segar yang baik di atas kapal. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan suatu strategi untuk membantu meningkatkan mutu ikan tuna hasil tangkapan nelayan hand line karena melihat permasalahan mutu ikan tuna yang dihadapi oleh nelayan hand line PPI Donggala maka diperlukan suatu tindakan untuk mengubah sistem penangaan ikan tuna segar ke arah yang lebih baik. Metode yang digunakan dalam pengambilan data yaitu observasi dan wawancara dengan nelayan, pengumpul serta instansi terkait. Analisis data untuk menyusunan strategi pada sistem penanganan ikan tuna segar skala nelayan hand line dilakukan melalui pendekatan analisis SWOT dengan mengidentifikasi berbagai faktor lingkungan internal dan eksternal secara sistematik dan dilanjutkan dengan merumuskannya. Kemudian dengan membandingkan antara faktor internal yaitu kekuatan (Strengths), dan kelemahan (Weakness) dengan faktor eksternal yaitu peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats). Berdasarkan hasil analisis didapatkan beberapa strategi untuk menangani masalah yang dihadapi nelayan hand line yaitu Strategi SO yang meliputi pengaturan sistem operasi penangkapan nelayan hand line dan perbaikan sistem rantai pemasaran ikan tuna segar, strategi ST yang meliputi penerapan sistem manajemen mutu terpadu dan pembuatan SOP penanganan ikan tuna segar diatas kapal hand line, strategi WO yang meliputi penerapan sertifikasi tentang cara penanganan ikan yang baik di atas kapal hand line dan pendampingan oleh teknisi dari instansi terkait kepada nelayan hand line tentang cara penangkapan dan penanganan ikan tuna segar yang baik serta strategi WT yang meliputi penambahan dan perbaikan alat bantu penanganan ikan tuna segar yang lebih baik.
PEMODELAN KESESUAIAN HABITAT IKAN PELAGIS BERBASIS KONDISI OSEANOGRAFI DI PERAIRAN PALABUHANRATU Gilar Budi Pratama; Tri Wiji Nurani; Mustaruddin Mustaruddin; Yeni Herdiyeni
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 14, No 3 (2022): (DESEMBER) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.14.3.2022.161-171

Abstract

Palabuhanratu merupakan pusat kegiatan potensial perikanan tangkap di Kabupaten Sukabumi. Salah satu tangkapan ikan yang dominan didaratkan di lokasi ini adalah kelompok jenis ikan pelagis. Kelompok jenis ikan pelagis memiliki sifat bergerombol (schooling) dalam bermigrasi. Sebaran dan kelimpahannya dipengaruhi oleh beberapa parameter oseanografi seperti suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil- a, salinitas, arus hingga kedalaman perairan. Keberhasilan upaya penangkapan ikan sangat tergantung pada ketepatan dalam memprediksi daerah penangkapan. Pendugaan daerah penangkapan ikan, dapat dilakukan dengan pemahaman terhadap kondisi parameter oseanografi. Data parameter oseanografi selain berasal dari hasil pengukuran in-situ juga dapat memanfaatkan data hasil pantauan sensor satelit penginderaan jauh. Penelitian ini mengkaji kesesuaian habitat ikan pelagis berbasis kondisi oseanografi hasil pengukuran sensor satelit penginderaan jauh. Analisa kesesuaian habitat menggunakan pemodelan Maximum Entropy (Maxent).  Hasil analisa kemudian ditransformasikan untuk menduga zona potensial penangkapan ikan dalam bentuk model. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai uji kontribusi dan jackknife yang menyatakan salinitas sebagai parameter oseanografi yang memiliki tingkat informasi paling tinggi dalam pembangunan model. Response curve menunjukkan parameter klorofil-a yang optimal bagi ikan pelagis pada rentang 0,015 mg/m3 hingga 0,25 mg/m3, suhu optimal pada rentang 26,3 oC hingga 27,7oC, kecepatan arus yang optimal pada 0,37m/s, salinitas yang optimal berkisar 32,15 PSU hingga 32,5 PSU dan batimetri yang optimal pada kedalaman 200 hingga 5000 meter.Palabuhanratu is a potential activity for capture fisheries in Sukabumi Regency. One of the dominant fish catches landed at this location is the pelagic fish species. The pelagic fish species has a schooling characteristic in migrating. Their distribution and abundance are influenced by several oceanographic parameters such as sea surface temperature, chlorophyll-a concentration, salinity, currents, and depth of the waters. The success of fishing efforts is very dependent on the accuracy in predicting the fishing area. Estimation of fishing areas can be done by understanding the condition of oceanographic parameters. Apart from in-situ measurement results, oceanographic parameter data can also utilize data from monitoring by remote sensing satellite sensors. This study examines the suitability of pelagic fish habitat based on oceanographic conditions measured by remote sensing satellite sensors. Habitat suitability analysis using Maximum Entropy (Maxent) modeling. The results of the analysis are then transformed to estimate potential fishing zones in the form of a model. The results obtained show the contribution and jackknife test values which state salinity as an oceanographic parameter that has the highest level of information in model development. The response curve shows the optimal chlorophyll-a parameters for pelagic fish in the range of 0.015 mg/m3 to 0.25 mg/m3, optimal temperature in the range of 26.3oC to 27.7oC, optimal current velocity of 0.37m/s, Optimal salinity ranges from 32.15 PSU to 32.5 PSU and optimal bathymetry at depths of 200 to 5000 meters.
Implementasi Praktik Baik Perikanan Tangkap Berkelanjutan di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen Wahyuningrum, Prihatin Ika; Hapsari, Rianti Dyah; Khoerunnisa, Nurani; Widianti, Elvanri Anggi; Wiyono, Eko Sri; Solihin, Iin; Iskanda, Muhammad Dahri; Wisudo, Sugeng Hari; Tri Wiji Nurani
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.1.98-111

Abstract

Fish Landing Bases Pasir, Karangduwur, and Argopeni are centers of fishing activities in Ayah District Kebumen Regency. Most fisher have limited knowledge related to the sustainability of fish resources, environmentally friendly fishing technology, good fish handling, and business management. Community service activities for Lecturers Returning to Kampung IPB are carried out to increase the capabilities of fishers in Kebumen Regency through the implementation of good practices in sustainable capture fisheries. Activities are carried out in three stages, namely: 1) Exploration of issues and problems; 2) Program implementation; and 3) Follow-up. The results of the activity show that the deepening of issues and problems becomes the basis for focusing on the preparation of implementation materials. Dissemination and discussions have been effective in increasing stakeholders' understanding of good practices in sustainable capture fisheries. As a follow-up activity, fishermen's capabilities need to be continuously improved in terms of catching lobsters that are already fit for catching, doing good fish handling for export commodity fish starting from the catching process to marketing distribution, processing abundant fish during the fish season, as well as effective business and financial management to address to the presence of seasonal fish.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKSPOR PRODUK PERIKANAN (STUDI KASUS PT STARFOOD INTERNATIONAL) Cindy Septiany Huda; Julia Eka Astarini; Tri Wiji Nurani; Muhammad Fedi Alfiadi Sondita; Retno Muninggar
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 1 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.1.047-062

Abstract

PT Starfood International (PT SI) di Lamongan mengekspor produk olahan ikan ke beberapa negara Asia. Pada lima tahun terakhir, termasuk masa pandemi Covid-19, perusahaan mengalami penurunan omset tahunan. Pengelola perusahaan ini perlu strategi yang adaptif dengan perkembangan terkini baik di dalam negeri maupun luar negeri. Penurunan omset terjadi akibat turunnya permintaan dari importir di negara tujuan ekspor, turunnya jumlah bahan baku, serta persaingan bisnis yang meningkat. Secara keseluruhan permasalahan yang terjadi berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan yang berpengaruh terhadap kinerja ekspor perusahaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor internal-eksternal yang berpengaruh tersebut dan merumuskan alternatif strategi untuk menjaga dan memperbaiki kinerja ekspor PT SI. Penelitian dilakukan selama 5 bulan dengan menerapkan pendekatan studi kasus yang memanfaatkan data dan informasi kualitatif dan kuantitatif yang dapat diakses dalam situasi pandemi. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara dan penyampaian kuesioner; data sekunder diperoleh dari dokumentasi internal perusahaan. Proses pengolahan dan analisis data diawali dengan identifikasi dan evaluasi faktor internal dan eksternal (IFE-EFE), kemudian penyusunan matriks IE dan SWOT, yang diakhiri dengan penyusunan matriks QSP untuk menentukan prioritas strategi utama. Hasil pengolahan dan analisis data menunjukkan terdapat 9 faktor internal dan 11 faktor eksternal, masing-masing dengan total skor berturut-turut 3,327 dan 2,632. Matriks SWOT menghasilkan 8 alternatif strategi yang digolongkan berdasarkan empat tipe strategi. Berdasarkan matriks QSP, perusahaan ini sebaiknya menerapkan strategi yang berfokus pada pengembangan produk (product development). Kata kunci: ekspor, matriks IE, matriks SWOT, strategi, QSPM
HUBUNGAN PARAMETER OSEANOGRAFI PERAIRAN TERHADAP POLA MUSIM IKAN PELAGIS DI PERAIRAN PALABUHANRATU Gilar Budi Pratama; Tri Wiji Nurani; Mustaruddin Mustaruddin; Yeni Herdiyeni
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3135.795 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.13.67-78

Abstract

Pola musim penangkapan dan kelimpahan ikan pelagis dipengaruhi oleh dinamika nilai klorofil-a dan suhu permukaan laut. Informasi pola musim penangkapan ikan dan hubungannya terhadap parameter oseanografi dapat membantu nelayan dalam meningkatkan efisiensi penangkapan. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan menentukan pola musim penangkapan ikan pelagis di Perairan Palabuhanratu dan mengindentifikasi dinamika klorofil-a dan suhu permukaan laut serta hubungannya terhadap produksi perikanan pelagis. Data yang digunakan berupa data produksi perikanan pelagis tahun 2016-2020, dan data citra klorofil-a serta suhu permukaan laut. Data dianalisis menggunakan metode rata-rata bergerak dan korelasi pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan musim penangkapan ikan cakalang, tongkol, tenggiri, dan layaran secara umum terjadi di musim timur. Terdapat hubungan yang erat antara produksi perikanan tongkol dan cakalang terhadap fluktuasi bulanan nilai suhu permukaan laut dan klorofil-a (p-value < 0,05). Kenaikan konsentrasi klorofil-a dan penurunan nilai suhu permukaan laut akan diikuti peningkatan produksi perikanan tongkol dan cakalang di perairan Palabuhanratu. Indeks korelasi ikan cakalang terhadap klorofil-a masuk pada kategori kuat (r = 0,697), sedangkan pada ikan tongkol masuk pada kategori sedang (r = 0,485). Indeks korelasi ikan cakalang dan tongkol terhadap suhu permukaan laut masuk pada kategori sedang (0,40 < r < 0,599).
DINAMIKA MUSIM PENANGKAPAN IKAN CAKALANG DAN TONGKOL DI PERAIRAN PALABUHANRATU Nurani, Tri Wiji; Prihatin Ika Wahyuningrum; Muhammad Iqbal; Nurani Khoerunnisa; Gilar Budi Pratama; Elvanri Anggi Widianti
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 12 No. 2 (2021): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v12i2.37112

Abstract

The monthly fluctuation of fish catch is closely related to the presence of fish or the fishing season. Information about the fishing season is important to improve the efficiency and effectiveness of fishing carried out by fishermen. Skipjack and longtail tuna are important catches landed by fishermen in Palabuhanratu fishing port, with fishing grounds in the waters around Palabuhanratu. This study aims to describe the dynamics of the catch and the effort to catch skipjack tuna and longtail tuna that land their fish in the Palabuhanratu fishing port and determine the fishing season. The data used is the Palabuhanratu fishing port fisheries statistical data for the 2015-2019 period. Data analysis used catch per unit effort (CPUE) analysis and moving average method. The results showed that the CPUE value of skipjack tuna fluctuates tends to increase by 0,009 tons per trip in 2016 and reaches the highest in 2017 which is around 3,068 tons per trip. The CPUE value of longtail tuna tends to increase from 0,021 tons per trip in 2015 to 0,266 tons per trip in 2019. The skipjack tuna fishing season in Palabuhanratu Waters occurs in March, July to November, while the longtail tuna fishing season occurs from July to November. Keywords: Longtail tuna, fishing season index, moving average model, Palabuhanratu, skipjack tuna
Perikanan Tangkap Indonesia Menuju Era Normal Baru Nurani, Tri Wiji; Suherman, Agus
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 3 No 1 (2021): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0301.126-131

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memicu dampak negatif bagi semua sektor, termasuk sektor perikanan dan kelautan. Dampak negatif telah dirasakan oleh para pelaku usaha pada beberapa bulan setelah wabah pandemi. Permasalahan utama dampak Covid-19 adalah pada distribusi dan pasar. Sementara itu, perikanan tangkap merupakan salah satu solusi bagi upaya penanggulahan Covid-19, khususnya terkait dengan ketahanan pangan sebagai sumber protein dan peningkatan imunitas. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai program stimulus ekonomi dan berbagai program bantuan sosial lainnya bagi kegiatan perikanan tangkap. namun masih perlu diperkuat. Strategi jangka pendek yang perlu dilakukan yaitu akselerasi penyerapan produksi penangkapan ikan untuk peningkatan konsumsi, diantaranya melalui pembukaan pasar baru, pemberian nilai tambah produk dengan melibatkan lebih banyak tenaga kerja dan produk ikan masuk dalam program bantuan sosial. Dalam jangka panjang, pemerintah perlu membuat kebijakan yang pro usaha, kemudahan-kemudahan investasi, percepatan perijinan, pembukaan pasar dalam negeri, pengembangan mutu dan nilai tambah produk ikan, dan peningkatan negosiasi perdagangan ekspor.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN LOBSTER (Panulirus spp) YANG DIDARATKAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN KARANGDUWUR KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAH Widianti, Elvanri Anggi; Nurani, Tri Wiji; Sondita, Muhammad Fedi Alfiadi; Purwangka, Fis; Wahyuningrum, Prihatin Ika
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 2 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.2.121-132

Abstract

Perairan Pantai Kebumen memiliki kekayaan sumberdaya perikanan yang tinggi pada jenis ikan-ikan pelagis dan jenis krustasea, terutama lobster. Terdapat enam jenis lobster yang berada di Perairan Pantai Ayah Kabupaten Kebumen yaitu lobster pasir (P. homarus), lobster batu (P. penicillatus), lobster batik (P. longipes), lobster mutiara (P. ornatus), lobster bambu (P. versicolor) dan lobster pakistan (P. polyphagus). Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan unit penangkapan lobster dan mengidentifikasi komposisi hasil tangkapan lobster di Perairan Pantai Ayah Kabupaten Kebumen. Pengambilan data dilakukan di PPI Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen pada bulan November 2020-Januari 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat penangkapan lobster yang digunakan oleh nelayan yaitu jaring insang dan bubu. Nelayan setempat masih menggunakan kapal berukuran <5 GT untuk melakukan operasi penangkapan lobster secara one day fishing. Hasil tangkapan terbanyak yaitu jenis lobster pasir (P. homarus) sebesar 5657 ekor dan paling sedikit diperoleh lobster jenis pakistan (P. polyphagus) sebanyak 7 ekor. Berdasarkan distribusi jenis lobster di Perairan Pantai Ayah Kabupaten Kebumen dapat disimpulkan bahwa 75% lobster sudah layak tangkap. Penetapan ukuran layak tangkap tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 tahun 2021. Kata kunci: komposisi hasil tangkapan, lobster, Panulirus spp, perairan Kebumen
Co-Authors . Ardani . Neliyana . Zulkarnain Achmad Poernomo Achmad Purnomo Agus Purwito Agus Suherman Agustin Ross Alvi Rahmah Am Azbas Taurusman Anggraini Sukmawati Anwar, Yanto Ardani Ardani Ari Purbayanto Arifnur, Muhammad Arinto Kuncoro Jati Armelita, Ayang Astagia, Alif Aulia Putra Baehaqi Bambang Murdianto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bangun, Tri Nanda Citra Bubun, Rita L. Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi Wiryawan Budiarti, Tri Wahyu Budy Wiryawan Catur Sarwanto Christy Desta Pratama Cindy Septiany Huda Dadang Shafrudin Daniel R. Monintja Darmawan Darmawan Deni Achmad Soeboer Dianti, Sari Rama Domu Simbolon Eko Sri Wiyono Elvanri Anggi Widianti Ernani Lubis Fahmi Shidiq Fajar Sidik Fis Purwangka Furqan Furqan Furqan, Imam Gilar Budi Pratama Gilar Budi Pratama Gilar Budi Pratama Gilar Budi Pratama Gina Almirani Wahyudi Gina Almirani Wahyudi Hapsari, Rianti Dyah Hapsari, Riyanti Dyah Hardiansyah, Ridwan Harlisa Sajeri Herlina Retnowati Hutapea, Roma Yuli F Iin Sholihin Iin Solihin Iin Solihin Irma Dwi Maulina Iskanda, Muhammad Dahri Izza Mahdiana Apriliani Jacomina Tahapary Johannes, Stylia John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan Julia Eka Astarini Lukman Hakim, Ahmad Rendra Luky Adrianto Mahrus Mahrus, Mahrus Marina Nareswari Astarini Martani Huseini Martani Huseini Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar Mubariq Ahmad Muhammad Fedi A Sondita Muhammad Fedi A. Sondita Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Reza Mulyono S. Baskoro Mustaruddin Naslina Alimina Nida Mardhiyah Ramdhani Nimmi Zulbainarni Noegroho, Tegoeh Normawati K Mboto Novia Tri Rahmawati Nurani Khoerunnisa Oktariza, Wawan Posundu, Ronald S A Prihatin Ika Wahyuningrum Putri, Aprilia Syah Rahmi, Tiara Anggia Ratih Purnama Sari Retno Muninggar Ririn Irnawati Ririn Irnawati Ririn Irnawati Ririn Irnawati Risti Endriani Arhatin Robi Komarudin Roma Y.F Hutapea Ronny I. Wahju Roza Yusfiandayani SATRIYAS ILYAS Sefitiana Wulan Sari Silvy Syukhriani Soraya Gigentika Soraya Gigentika Stylia Johannes Suci Asrina Ikhsan Sudirman Saad Sudirman Saad Sudirman Saad Sugeng H. Wisudo Sugeng Hari Wisodo Sugeng Hari Wisodo Suro Hari Wisudo T. P. Pangesti Taryono Tia Dini Pratiwi Tiara Anggia Rahmi Titien Sofiati Triono P Pangesti Triono Probo Pangesti Trisna Ningsih Trisna Ningsih Umi Muawanah Vita Rumanti Kurniawati Welem Waileruny Widianti, Elvanri Anggi Wini - Trilaksani Wisudo, Suro Hari Wudianto Yasinta Anugerah Yeni Herdiyeni Yopi Kurniawan Yopi Novita Yunistia Renofati Zahirudin Zulkarnain