Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengembangan Job Mix Design Beton Struktural Untuk Peningkatan Efisiensi Dan Kualitas Arifal Hidayat; Khairul Fahmi; Rismalinda
Aptek Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 18, No. 01, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v18i1.4149

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang paling umum digunakan dalam pembangunan infrastruktur. Kualitas beton yang baik sangat penting untuk memastikan kekuatan dan ketahanan struktur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan komposisi campuran beton struktural fc' 30 MPa menggunakan metode DoE (Departemen of Environment) untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas beton. Tahapan penelitian meliputi pengujian saringan agregat, berat jenis dan penyerapan agregat, berat isi agregat, kadar lumpur, dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi campuran beton metode DoE untuk beton fc' 30 MPa per meter kubik secara teoritis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas betonadalah: Semen = 513,16 kg (11 sak semen), Agregat halus = 426,88 kg, Agregat kasar= 1214,97 kg, dan Air = 195 liter
EVALUASI SALURAN DRAINASE JALAN POROS DESA KOTO RANAH KECAMATAN KABUN KABUPATEN ROKAN HULU Rusdianto Anto; Bambang Edison Bambang; Khairul Fahmi
Aptek Vol. 18 No. 2 (2026): Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 18, No. 02, Juni 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada musim hujan, air limpasan sering tidak teralirkan secara optimal karena saluran yang ada belum terencana dengan baik atau dimensinya tidak mencukupi untuk menampung debit rencana.Penelitian ini menggunakan analisis frekuensi dengan metode Gumbel. Saluran yang diteliti sepanjang 142 m. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui debit limpasan (Runoff) maksimum saluran drainase di Jalan Poros Desa Koto Ranah dan Untuk menganalisis Kapasitas penampang saluran drainase jalan poros desa Koto Ranah berdasarkan debit maksimum.Debit maksimum limpasan (run off) dengan curah hujan maksimum 24 jam (R24) periode ulang 100 tahun sebesar 194,09 m³/dtk. Dimensi drainase bagian kiri dengan dimensi sebagai berikut: b1 = 0.7 meter ,b2 = 0.25 meter, h = 0,5 meter , fb = 0,2 meter (tinggi jagaan), e = 0,58 meter , m = 0,65 meter. Debit rencana = 0,16 m³/dtk > Debit saluran = 0,19 m³/dtk (Aman). Sedangkan saluran drainase sisi kanan dengan dimensi sebagai berikut : b1 = 0,75 meter, b2 = 0,25 meter, h = 0,6 meter , fb = 0,2 meter (tinggi jagaan), e = 0,58 meter , m = 0,7 meter. Debit rencana = 0,25 m³/dtk > Debit saluran = 0,32 m³/dtk (Aman).
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMK NEGERI 4 MEULABOH Khairul Fahmi; Ardi Ficri Harahap; Siti Damayanti; Salma Merda Kawati; Mukhlis Mukhlis; Erlia Rosita; Ainon Mardiah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5183

Abstract

AbstrakObesitas merupakan salah satu masalah gizi yang semakin meningkat di kalangan remaja dan menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat. Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan fisik dan psikososial, sehingga gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik, dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Pola makan yang tidak teratur dan tinggi kalori dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi, sedangkan rendahnya aktivitas fisik memperburuk kondisi tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar anak-anak dan remaja usia 5–17 tahun melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat minimal 60 menit per hari untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dan aktifitas fisik terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMK Negeri 4 Meulaboh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 71 siswa/siswi yang dipilih dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 16 s/d 19 Januari 2025 menggunakan kuesioner, dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis hubungan pola makan dengan kejadian obesitas menunjukkan nilai p sebesar 0,009< 0,05, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas menunjukkan nilai p sebesar 0,015< 0,05. Kesimpulan: ada hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMK Negeri 4 Meulaboh. Saran: Pihak sekolah dapat memberikan edukasi kepada siswa/siswi dan orang tua tentang pola makan dan aktivitas yang baik pada remaja agar tidak mengalami obesitas. 
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMK NEGERI 4 MEULABOH Khairul Fahmi; Ardi Ficri Harahap; Siti Damayanti; Salma Merda Kawati; Mukhlis Mukhlis; Erlia Rosita; Ainon Mardiah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5183

Abstract

AbstrakObesitas merupakan salah satu masalah gizi yang semakin meningkat di kalangan remaja dan menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat. Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan fisik dan psikososial, sehingga gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik, dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Pola makan yang tidak teratur dan tinggi kalori dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi, sedangkan rendahnya aktivitas fisik memperburuk kondisi tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar anak-anak dan remaja usia 5–17 tahun melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat minimal 60 menit per hari untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dan aktifitas fisik terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMK Negeri 4 Meulaboh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 71 siswa/siswi yang dipilih dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 16 s/d 19 Januari 2025 menggunakan kuesioner, dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis hubungan pola makan dengan kejadian obesitas menunjukkan nilai p sebesar 0,009< 0,05, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas menunjukkan nilai p sebesar 0,015< 0,05. Kesimpulan: ada hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMK Negeri 4 Meulaboh. Saran: Pihak sekolah dapat memberikan edukasi kepada siswa/siswi dan orang tua tentang pola makan dan aktivitas yang baik pada remaja agar tidak mengalami obesitas. 
EDUKASI PENTINGNYA MP-ASI UNTUK BAYI USIA 6-24 BULAN DI DESA PADANG SEURAHET KABUPATEN ACEH BARAT Erlia Rosita; Ratnawati Bancin; Rika Andriani; Khairul Fahmi; Rizki Andriani; Asmima Yanti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah pendamping ASI menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan bagi ibu-ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan, karena pada masa ini masih ada ibu-ibu yang memberikan makanan yang kurang tepat pada bayi seperti memberikan makanan cepat saji pada anak kecil atau minuman berbahaya seperti teh manis/kopi diusia bayi 6 bulan. Makanan pendamping ASI yang dipersiapkan ada tahapannya, dimulai dari makanan lunak, semi padat dan makanan padat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan di desa Padang Seurahet Kabupaten Aceh Barat. Hasil kegiatan ini adalah meningkat pengetahuan ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan tentang cara membaerika MP-ASI yang tepat pada bayi di desa Padang Seurahet Kabupaten Aceh Barat.