Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENDAMPINGAN TRACER STUDY DARING ALUMNI UNTUK PENGUATAN SDGs 4, 8, DAN 17 Deby Febriyan Eprilianto; Raden Roro Nanik Setyowati; Sri Murtini; Pamnudi Handoyo; Hendri Prastiyono; Fitri Norhabiba
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6883

Abstract

Artikel pengabdian kepada masyarakat ini mendeskripsikan pendampingan tracer study terintegrasi secara daring bagi alumni Program Rekognisi Pembelajaran Lampau Prodi S1 Ilmu Administrasi Negara Universitas Negeri Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjawab sebaran domisili alumni yang beragam, rendahnya pengisian tracer study, serta kebutuhan basis data alumni yang lebih terintegrasi untuk mendukung layanan karier dan kolaborasi kelembagaan. Metode kegiatan meliputi sosialisasi daring, demonstrasi login dan pengisian, pendampingan oleh tim, evaluasi pretest dan posttest, serta fasilitasi tindak lanjut pembentukan forum komunikasi alumni. Evaluasi melibatkan 47 responden alumni. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengisian tracer study dari 1 responden pada pretest menjadi 47 responden pada posttest. Pengetahuan alumni mengenai sistem tracer terintegrasi, manfaat tracer study, dokumen yang perlu disiapkan, dan prosedur pengisian juga meningkat secara nyata. Kegiatan ini berkontribusi pada SDGs 4 melalui penguatan pembelajaran sepanjang hayat berbasis data, SDGs 8 melalui penguatan kesiapan karier alumni, dan SDGs 17 melalui kemitraan program studi, alumni, dan jejaring profesional. Tindak lanjut kegiatan adalah pembentukan Forum IKA Prodi S1 Ilmu Administrasi Negara Program RPL.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Kesadaran Bela Negara Peserta Didik Terhadap Ancaman Non-Militer di Era Digital Ahyan Mujahidittauhid; Siti Utami; Safira Widiana; Raden Roro Nanik Setyowati; Siti Maizul Habibah
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v3i1.8261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Pancasila dalam membangun kesadaran bela negara peserta didik terhadap ancaman non-militer di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di SMP Negeri 30 Surabaya. Penentuan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan pihak-pihak yang memiliki pemahaman terhadap fokus penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semiterstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran bela negara melalui internalisasi nilai nasionalisme, cinta tanah air, dan tanggung jawab warga negara yang diintegrasikan dalam pembelajaran kontekstual berbasis isu digital. Kesadaran bela negara peserta didik tercermin dari kemampuan bersikap kritis terhadap informasi, menyaring konten digital, serta berperilaku bijak dalam penggunaan media sosial. Dengan demikian, Pendidikan Pancasila berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter kewargaan peserta didik dalam menghadapi ancaman non-militer di era digital.
Beyond quotas: Women’s substantive participation and democratic consolidation in Timor-Leste Felisberto de Carvalho; Raden Roro Nanik Setyowati
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v23i1.90271

Abstract

Women's political participation in post-conflict states presents a persistent paradox: numerical gains in representation rarely translate into substantive policy influence. Focusing on Timor-Leste, where quota legislation elevated women's parliamentary representation to 38% by 2023, this study examines the structural, institutional, and sociocultural conditions that mediate the conversion of descriptive into substantive representation. A systematic literature review (2015–2025), conducted following PRISMA 2020 guidelines and synthesising peer-reviewed studies, institutional reports, and policy documents, frames the analysis through critical actor theory, feminist institutionalism, and intersectionality. Findings reveal that patriarchal norms, elite gatekeeping, institutional fragility, and gender-based political violence collectively constrain women's policy agency despite formal numerical gains. Conversely, coalition-building, gender-responsive budgeting, leadership development, and anti-violence mechanisms emerge as critical enablers for translating presence into influence. Substantive women's participation is further shown to advance democratic consolidation by broadening accountability and enhancing institutional legitimacy in fragile state contexts. Comparative analysis of Rwanda and Nepal affirms that quota-driven reform must be accompanied by cultural transformation to yield durable outcomes. The study contributes theoretically by advancing integrated gender-governance frameworks, empirically by situating Timor-Leste within comparative post-conflict scholarship, and normatively by generating recommendations aligned with SDG 5, SDG 16, and ASEAN gender frameworks. Sustainable democratic governance ultimately requires moving beyond formal quotas towards structural and cultural change that secures women's substantive empowerment.
Pembelajaran IPS berbasis praksis kritis melalui film Jumbo untuk mengembangkan critical social awareness antibullying di sekolah dasar Firda Annisa Humaira; Putri Rachmadyanti; Raden Roro Nanik Setyowati
EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 2 (2026): Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/equilibrium.v14i2.24736

Abstract

Bulliying merupakan problematika sosial yang menjadi tantangan serius di lingkungan sekolah karena dapat menyebabkan dampak fisik maupun emosional. Kondisi ini menegaskan perlunya intervensi pembelajaran yang secara khusus mampu menumbuhkan Critical Social Awareness antibullying murid. Salah satu penyelesaikan masalah yang dapat diimplementasikan dalam memberikan kesadaran kepada murid adalah dengan mengimplementasikan pendekatan praksis kritis menggunakan media digital salah satunya adalah Film.  Tujuan dari penelitian ini adalah  mendeskripsikan implementasi pembelajaran IPS berbasis praksis kritis melalui film Jumbo di SDN Pakis V Surabaya dan menganalisis perkembangan Critical Social Awareness antibullying murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami implementasi pembelajaran IPS berbasis praksis kritis melalui film Jumbo serta dampaknya terhadap perkembangan Critical Social Awareness antibullying murid kelas IV di SDN Pakis V Surabaya. Secara keseluruhan, hasil penelitian menguatkan gagasan bahwa pendekatan Praksis Kritis dapat mampu menghadirkan pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pemahaman konsep sosial, kemampuan berpikir kritis, serta Critical Social Awareness antibullying. Murid tidak hanya memahami konsep interaksi sosial secara teoritis, tetapi juga mampu mengembangkan kesadaran sosial, empati, dan sikap reflektif terhadap perilaku bullying sehingga mendorong terciptanya lingkungan sosial yang lebih positif dan saling menghargai.
Peran Guru Pendidikan Pancasila dalam Menguatkan Moralitas dan Tanggung Jawab Akademik Siswa Atlet Nur Azizah Rahayu Ningsih; Raden Roro Nanik Setyowati; Harmanto Harmanto; Rianda Usmi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Pancasila dalam menguatkan moralitas dan tanggung jawab akademik pada siswa atlet sepak bola regional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di SMA Negeri 18 Surabaya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan guru Pendidikan Pancasila, guru Bimbingan dan Konseling, serta siswa atlet sepak bola sebagai subjek penelitian. Analisis penelitian didasarkan pada Teori Peran Biddle dan Thomas yang mencakup aspek norma, harapan, wujud perilaku, serta penilaian dan sanksi. Selain itu, penelitian juga menggunakan Teori Pendidikan Karakter Thomas Lickona yang menekankan tiga komponen utama, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Pancasila berperan dalam menguatkan moralitas dan tanggung jawab akademik siswa atlet melalui pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai Pancasila, pembimbingan personal yang responsif terhadap kebutuhan siswa, serta penerapan kontrak belajar sebagai sarana penguatan disiplin dan tanggung jawab akademik. Upaya tersebut mampu meningkatkan kesadaran siswa atlet dalam menyeimbangkan tuntutan akademik dan aktivitas olahraga, sekaligus mendorong terbentuknya sikap disiplin, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kewajiban belajar. Meskipun demikian, pelaksanaan peran tersebut masih menghadapi beberapa hambatan, seperti kelelahan fisik siswa akibat jadwal latihan yang padat, keterbatasan perhatian guru terhadap siswa atlet karena banyaknya peserta didik yang harus dibimbing, serta kesulitan siswa dalam mengatur waktu antara kegiatan akademik dan olahraga. Dengan demikian, guru Pendidikan Pancasila memiliki kontribusi penting dalam pembentukan karakter siswa atlet yang seimbang antara prestasi akademik, prestasi olahraga, dan penguatan nilai-nilai moral.
Peran Guru Pendidikan Pancasila dalam Membangun Karakter Jujur Peserta Didik di Era Artificial Intelligence Nurul Hidayah; Rianda Usmi; Raden Roro Nanik Setyowati; Rahmanu Wijaya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10601

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan membawa perubahan besar terhadap cara peserta didik belajar, mencari informasi, dan menyelesaikan tugas. Teknologi ini memberikan kemudahan yang sangat besar karena peserta didik dapat memperoleh jawaban dengan cepat, menemukan referensi secara instan, serta menyusun gagasan dengan bantuan mesin. Akan tetapi, kemudahan tersebut juga menimbulkan persoalan baru, terutama terkait kejujuran akademik, kebiasaan menyalin jawaban tanpa pemahaman, dan ketergantungan yang berlebihan pada teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Pancasila di SMKN 2 Jombang dalam membangun karakter jujur peserta didik serta menjelaskan kendala yang dihadapi guru dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Pancasila menjalankan beberapa peran penting, yaitu sebagai model, fasilitator, motivator, pembimbing, korektor, dan evaluator. Guru berupaya menanamkan kejujuran melalui pembiasaan, pengarahan, pemberian aturan tugas, diskusi kelas, koreksi hasil kerja, serta pemberian penguatan positif. Namun, guru juga menghadapi kendala berupa kebiasaan plagiarisme, kecenderungan peserta didik bergantung pada AI, serta budaya belajar instan yang membuat peserta didik kurang mandiri. Meskipun demikian, AI tetap dapat dimanfaatkan secara positif apabila digunakan dengan bimbingan yang tepat. Penelitian ini menegaskan bahwa peran guru Pendidikan Pancasila tetap sangat penting dalam menjaga nilai kejujuran di tengah perubahan teknologi.
From Global to Glocal Education: A Bibliometric Study on the Integration of Global Citizenship and Indigenous Culture in Learning Models Muhammad Rusli; Raden Roro Nanik Setyowati; Akhwani Akhwani; Lalu Habiburrahman; Nurul Aini
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4741

Abstract

Global education faces persistent challenges in balancing a cosmopolitan orientation with the preservation of local cultural identities. Although Global Citizenship Education (GCE) has developed rapidly, its epistemic integration with indigenous and local cultures in learning models remains fragmented and has not been systematically mapped. This study maps the global research landscape on the integration of GCE and indigenous cultures into learning models through bibliometric analysis. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) combined with bibliometric analysis of 600 Scopus-indexed articles from 2010 to 2025, retrieved via Publish or Perish and analyzed using VOSviewer, following a four-phase PRISMA procedure with explicit inclusion and exclusion criteria to ensure transparency and reproducibility. The results reveal a significant increase in publications since 2016, peaking in the 2019-2021 period, followed by a phase of consolidation. Thematic structures are dominated by pedagogical aspects, educational actors, and institutional contexts, while exploration of indigenous cultures remains epistemically peripheral. Geographic analysis shows a pronounced concentration of publications from the Global North. Keyword network analysis indicates a shift from normative discourse toward a more implementation-oriented focus. The findings confirm a structural gap between the intensity of GCE scholarship and the epistemic integration of local cultures. The novelty of this research lies in its comprehensive quantitative mapping that operationalizes glocalization theory within a bibliometric framework, providing an empirical foundation for developing more contextual, equitable, and inclusive glocal learning models. Future research is recommended to pursue qualitative, community-based, and co-creation approaches that operationalize these findings into indigenous-informed pedagogical frameworks.
Ketahanan Nasional di Persimpangan Jalan: Antara Ketergantungan Global dan Kemandirian Bangsa Moh Rosul; Sulistyaningati Purwandari; Vivi Ita Irmawati; Raden Roro Nanik Setyowati; Siti Maizul Habibah
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v4i2.8226

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika Ketahanan Nasional Indonesia yang berada di persimpangan antara tuntutan integrasi ekonomi global dan cita-cita kemandirian bangsa yang berdaulat. Di tengah fluktuasi geopolitik abad ke-21, ketergantungan global telah menjadi realitas struktural yang berpotensi mengikis otonomi strategis negara. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis berbagai literatur ilmiah dan dokumen kebijakan terkini tahun 2026 untuk membedah pergeseran paradigma ancaman dari konvensional menjadi hibrida dan asimetris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan nasional yang hakiki tidak lagi hanya diukur melalui pertumbuhan PDB, melainkan melalui pembentukan "Otonomi Strategis" dan "Imunitas Nasional". Pilar utama kemandirian ini bertumpu pada tiga sektor krusial: kedaulatan digital melalui perlindungan data nasional, kemandirian pangan melalui penguatan sektor hulu, serta ketahanan energi melalui diversifikasi energi terbarukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemandirian bukanlah langkah menuju isolasionisme, melainkan strategi untuk meningkatkan posisi tawar (bargaining power) Indonesia di kancah internasional. Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada sinkronisasi antara kebijakan dalam negeri yang solid dan diplomasi luar negeri yang adaptif, guna menciptakan ekosistem domestik yang tangguh dalam menghadapi guncangan eksternal dan penetrasi kepentingan asing.