Claim Missing Document
Check
Articles

NAFKAH ANAK SETELAH TERJADI PERCERAIAN DALAM FIKIH MAZHAB SYAFI`I DAN HUKUM POSITIF Lubis, Sakban
Jurnal Ilmiah Al-Hadi Vol 6 No 1 (2020): Juli - Desember
Publisher : Lembaga Jurnal dan Seminar Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54248/alhadi.v6i1.1106

Abstract

Syari`ah bermaksudamembentuk suatuaunit keluarga yangasejahtera amelalui perkawinan, namunakalau karena beberapaaalasan tujuan iniagagal, makaatidak aperlu lagiamemperpanjang harapanahampa tersebut sebagaimanaayang dipraktekkanadan diajarkanaoleh beberapa agamaalain bahwa perceraianaitu tidak adiperbolehkan. Islam menganjurkana perdamaiana di antara kedua suami istri dari pada memutuskanamereka. Namun jikaahubungan baikadiantara pasanganatak mungkin terusadilangsungkan, maka Islamapun tidak membelengguadengan suatu rantaiayang amemuakkan. Maka diizinkanlahaperceraian. Begituaantara suami istriaperbedaan gawatayangaakan membahayakana keutuhan kekeluargaana mereka, maka hendaklahaditunjukapenengah guna mempertemukan atau menghilangkan perbedaan-perbedaan tersebut mendamaikan mereka. Tidak diragukan lagi, bahwa Islam telah mengatur kehidupan keluarga. Rumahadipandang sebagaiatempat tinggal diadalamnya jiwa-jiwa manusia bertemu, berinteraksiadengan dasarakecintaan, kasih sayang, menutupakekurangan, keindahan, pemeliharaan, dan kesucian, tapi sering terbentur dengan perceraian suami istri yang akan melahirkan tanggung jawab baru yaitu nafkah terhadap pasangan juga terhadap anak yang dilahirkan dari pasangan itu. Tanggungajawab nafkahapada suami tidakahanya sewaktuadia masihamenjadi sahnyaadan terhadapaanak-anak yang dilahirkanasi istri, tetapiasuami punatetapawajib menafkahinyaabahkan padaasaat perceraian. Adaabeberapa orangayang egoisayang mungkinasalah memperlakukan istrinya dan amenyengsarakan hidupnyaaselama masa `iddah-nya. Implementasi Pemberian NafkahaAnak Dalam FikihaSyāfi`ī danaJaminan KepastianaHukum Terlaksana Dengan baik Dalamafikih Syāfi`ī aapabila seorangaperempuan ditalak suaminya bada` ad-dukhūladengan talak raj`īamaka adia berhak (wajib) amendapatkan suknāa (nafkah maskan) dananafkah `iddah, karena pada dasarnya statusnya sebagai istri (baqiyah) dan tamkīn minalaistimtā` (kemungkinan untuk bersenang-senangaatau satu rumah) masih berlanjut.
NILAI PENDIDIKAN PADA SURAH AL-ALAQ AYAT 1-5 MENURUT QURAISH SHIHAB Lubis, Sakban; Nasution, Muhammad Roihan
Jurnal Ilmiah Al-Hadi Vol 4 No 2: Juli 2018
Publisher : Lembaga Jurnal dan Seminar Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54248/alhadi.v4i2.745

Abstract

Quraish Shihab is also known as a reliable writer and speaker. Based on a solid scientific background that he traveled through formal education and supported by his ability to express opinions and ideas in simple language, but straightforward, rational, and moderate thinking tendencies, he appeared as a lecturer and writer that can be accepted by all levels of society. He conducted these lectures in a number of prestigiousmosques in Jakarta, such as the Masjid al-Tin and Fathullah, in government officials such as the Istiqlal study and in a number of television or electronic media stations, especially in the month of Ramadan. Some television stations, such as RCTI and Metro TV have special programs during Ramadan that are nurtured by him. M. Quraish Shihab stressed the need to comprehend Divine revelation contextually and not merely fixated on the textual meaning so that the messages contained in it could be functioned in real life. He also motivated many of his students, especially at the postgraduate level, to be brave in interpreting the Koran, but by sticking tightly to the rules of interpretation that had been considered standard.
DINAMIKA LARANGAN MENGEMUDI BAGI PEREMPUAN DI ARAB SAUDI Lubis, Sakban; Ependi, Rustam
Jurnal Ilmiah Al-Hadi Vol 8 No 1 (2022): Juli - Desember
Publisher : Lembaga Jurnal dan Seminar Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54248/alhadi.v8i1.4469

Abstract

Penerapan hukum Islam di negara-negara Islam Modern sangat dipengaruhi dengan banyak hal baik yang datangnya dari dalam ataupun dari luar negara yang bersangkutan. Penjajahan yang dialami oleh negara-negara Islam ataupun negara yang mayoritas penduduknya muslim merupakan faktor dominan yang merubah cara pandang negara-negara tersebut dalam menyikapi kebutuhan akan adanya undang-undang yang terkodifikasi. Hal ini merubah kebiasaan lama dalam penerapan hukum Islam pra penjajahan yang sifatnya sangat tradisional. Bagaimana pengaruh modernisasi hukum Islam di dunia Islam modern sekarang ini, makalah ini mencoba memaparkan secara ringkas. Tulisan ini mengkaji fatwa terbaru Saudi mengenai diperbolehkannya perempuan Saudi mengemudi dalam perspektif maqashid asy-syaria’ah. Uraian akan difokuskan pada hukum awal tentang larangan perempuan Saudi mengemudi hingga munculnya hukum diperbolehkannya perempuan Saudi mengemudi. Dalam proses perubahan hukum ini telah terjadi dialektika antara Umara‟ (kerajaan), Ulama (lembaga fatwa) dan Ummah. Tidak hanya berhenti sampai Di situ, peristiwa ini menunjukkan bahwa dalam urusan keagamaan Umara‟ (kerajaan) tetap memiliki otoritas yang melebihi lembaga fatwa. Bagi kita sudah jamak diketahui bahwa perempuan Saudi memiliki ruang gerak yang terbatas di ruang publik. Berbagai putusan hukum Saudi dinilai banyak merugikan kaum perempuan, tetapi kemudian kehadiran fatwa baru ini menjadi angin segar bagi perempuan Saudi. Akan tetapi perlu menjadi catatan bahwa kemunculan fatwa hukum diperbolehkannya perempuan Saudi mengemudi ini tetap mengacu pada maqashid as-syariah yang bertujuan untuk kemaslahatan manusia, dalam hal ini kaum perempuan Saudi di satu sisi, dan stabilitas negara di sisi lain.
MEDIASI DI PENGADILAN AGAMA DALAM PERKARA PERCERAIAN Nasution, Rusli Halil; Lubis, Sakban; Idris, Muhammad
Jurnal Ilmiah Al-Hadi Vol 9 No 2 (2024): Januari - Juni
Publisher : Lembaga Jurnal dan Seminar Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54248/alhadi.v11i1.4780

Abstract

Tulisan ini menjelaskan pada mediasi di pengadilan agama dalam perkara perceraian, dengan analisis yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Agama di Sekolah Tinggi Agama Islam Tebing Tinggi Deli. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami peran mediasi dalam menyelesaikan perkara perceraian dan bagaimana proses tersebut dilaksanakan di pengadilan agama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai sumber, termasuk hakim, mediator, dan pihak yang terlibat dalam perkara perceraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi memiliki peran penting dalam menyelesaikan konflik secara damai dan dapat mengurangi beban kerja pengadilan. Namun, efektivitas mediasi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kesiapan pihak yang bersengketa, keterampilan mediator, dan dukungan institusional. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas mediasi melalui pelatihan mediator, sosialisasi manfaat mediasi, dan penguatan regulasi terkait mediasi di pengadilan agama.
AKAL MENURUT CENDEKIAWAN MUSLIM KLASIK DAN KONTEMPORER Lubis, Sakban
Jurnal Ilmiah Al-Hadi Vol 4 No 1: Januari 2018
Publisher : Lembaga Jurnal dan Seminar Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54248/alhadi.v4i1.378

Abstract

The word al-‘aql etimologically has various meanings, they are the persistence of something (al-tatsabbut fi al-umur), restraint and trying to hold back (al-imsāk wa al-imtisāk), or preventing (al-man'u) as in the saying: "I prevent the camel from running away ". This paper will reveal the nature of ‘aql according to classical, modern and contemporary Muslim scholars. From this, it can be concluded that the reason for Muslim scholars both classical and contemporary has a high position in religion. The only difference lies in the emphasis on meaning only in accordance with their respective scientific backgrounds. In this context, reason is not against religion, and vice versa. Like a person who walks in darkness, reason is an eye while religion functions as an illumination. Both are two things that cannot be separated in judging something.
Peran Guru Aqidah Akhlak Dalam Menanamkan Akhlakul Karimah Siswa MAS Al-Washliyah Jl. Ismailiyah, Sumatera Utara. Andini, Shaqila; Lubis, Sakban
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Guru Aqidah Akhlak disekolah dalam menanam akhlakul karimah siswa di MAS Al-Washliyah, Medan  Dan faktor mempengaruhi pembentukan akhlakul karimah peserta didik. Rumusan masalah, bagaimana peran guru akidah akhlak dalam pembentukan akhlakul karimah peserta didik dan faktor mempengaruhi pembentukkan akhlakul karimah peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode kualitatif dengan prosedur tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Akidah Akhlak dalam menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah siswa MAS Al-Washliyah, Medan  mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap siswa. Strategi yang ditempuh guru antara lain menasihati siswa untuk datang tepat waktu, mematuhi peraturan madrasah dan perintah guru, menjaga kebersihan madrasah dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak membawa handphone dan barang berharga, tidak membuat berantakan kelas, dan memberikan sanksi bagi siswa yang melanggar. Beberapa faktor pendukung dan penghambat ditemukan di MAS Al-Washliyah, Medan, namun tujuan penanaman nilai akhlakul karimah siswa tercapai dengan baik. Usaha-usaha guru akidah akhlak dalam membentuk akhlakul karimah religius siswa sudah maksimal walau ada beberapa siswa yang masih perlu diarahkan lagi. Peran guru akidah akhlak sangat penting dalam membentuk akhlakul karimah religius siswa.
Upaya Guru Agama Islam Dalam Mengembangkan Metode Pembelajaran Resitasi Di MAN Kabanjahe Mayani, Ida; Lubis, Sakban
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13394

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh Upaya Guru Agama Islam Dalam Mengembangkan Metode Pembelajaran Resitasi Di MAN Kabanjahe. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik penelitian ini adalah dengan cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip, termasuk juga buku tentang teori, pendapat, dalil atau hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. Hasil dalam penelitin ini menunjukkan bahwa Persiapan Metode Resitasi pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di MAN Kabanjahe yaitu guru  membuat rancangan tugas sesuai dengan kompetensi dan indikator hasil belajar, materi pokok yang ada diLKS PAI, uraian tugas yang harus dikerjakan di LKS, guru memberikan waktu yang cukup dalam mengerjakan tugas, serta membuat format laporan secara jelas dan pelaksanaan Metode Resitasi pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di MAN Kabanjahe. Pelaksanaan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas meliputi Fase Pemberian Tugas yaitu guru memberikan tugas kepada siswa untuk membaca LKS materi iman kepada Malaikat Allah kemudian merangkum sedikit dibuku tugas setelah itu guru menyuruh siswa untuk mengerjakan tugas yang ada di LKS, Fase Pelaksanaan Tugas yaitu guru memberikan bimbingan dan pengawasan dengan berkeliling ke bangku siswa untuk memastikan apakah siswa mengerjakan tugas atau tidak. Ketiga pertanggungjawaban tugas yaitu siswa diminta oleh guru maju ke depan untuk membacakan hasil rangkuman tentang iman kepada Malaikat Allah kemudian siswa juga disuruh mengumpulkan tugas yang ada di LKS, kemudian gurum emberikan penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa. Jadi, metode resitasi di MAN Kabanjahe ini sudah cukup membuat siswa akti funtuk belajar.
Implemantasi Manajemen Kelas Islami Dan Kinerja Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Tumiran; Rustam Ependi; Sakban Lubis
Al-Ulum Vol. 22 No. 2 (2022): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/au.v22i2.2981

Abstract

This article mainly focuses on implementing Islamic Classroom Management and Teacher Performance. This study aimed to determine how Islamic classroom management and teacher performance affect student learning achievement. This research uses a quantitative approach with the Ex Post Facto method. The data from the variables are measured using measurement rules and the process of quantifying the rating scale model. The results of the research show that if Islamic classroom management increases. Subsequently, student learning achievement will also increase, and while teacher performance decreases, learning achievement will also decrease. Therefore, the research results on Islamic classroom management are variables, and teacher performance variables have a mutual influence (simultaneously) on student learning achievement.
The Relevance of Jamal Al-Banna's Islamic Legal Thoughts with Religious Moderation in Indonesia Lubis, Sakban; Ependi, Rustam; Tumiran, Tumiran; Harahap, Muhammad Yunan; Hakim, Abdul
AL-ISTINBATH : Jurnal Hukum Islam Vol 8 No 1 May (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jhi.v8i1.6649

Abstract

This research aims to find out the relevance of Jamal Al-Banna's Islamic Legal Thought with Religious Moderation in Indonesia. This research is a doctrinal Islamic legal research using historical approach method (content analysis). The primary data source of this research is Jamal al-Banna's own work, namely Nahwa Fiqh Jadîd and the book Religious Moderation written by the Balitbang Team of the Indonesian Ministry of Religion. This research is also supported by secondary sources in the form of works related to the topic of study. The result of this research is that the Relevance of Jamal Al-Banna's Islamic Legal Thought with Religious Moderation in Indonesia. textually there are 2 (two), namely: justice and tolerance. As for substantially there are also 2 (two), namely: the value of the principle of "convenience" is the same as tawassuṭ and compassion is the same as the principle of equality (musawah/egalitarian).
The Dynamics of The Wasathiyah Curriculum on The Content of Moderatism Education In The Subject of Akidah Akhlak MAS Tarbiyah Islamiyah Ependi, Rustam; Tumiran, Tumiran; Lubis, Sakban
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4191

Abstract

Religious education is one of the important issues because the religious education provided in schools does not bring good multicultural education to life, and even tends to be the opposite. As a result, social conflicts are often hardened by the religious legitimacy taught in religious education in schools in conflict-prone areas. This makes conflicts that have roots in fundamental religious beliefs so that social conflict and violence are increasingly difficult to overcome, because it is understood as a religious calling. The roots of various social conflicts that result in prolonged anarchy are often problems that have nothing to do with religion, but in reality religion has always been an inseparable part of various social conflicts. The potential for conflict and disintegration is because religion in its manifestation is ambivalent towards unity and integrity, meaning that although religion has the power to unite it also has the power to divide.