Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : IPSSJ

ANALISIS TINGKAT KEPATUHAN ADMINISTRASI KENDARAAN BERMOTOR DENGAN TINGKAT KESELAMATAN LALU LINTAS Dedi Kurniawan
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Agustus (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan administrasi kendaraan bermotor, yang mencakup kelengkapan dan keabsahan dokumen seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan uji kelayakan kendaraan, merupakan faktor penting dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib. Rendahnya kepatuhan administrasi berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan akibat kelalaian pengemudi maupun kerusakan teknis kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan administrasi kendaraan bermotor, hubungan antara kepatuhan administrasi dengan keselamatan lalu lintas, serta faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, laporan resmi pemerintah, dan data statistik terkait kepatuhan administrasi serta keselamatan lalu lintas. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepatuhan administrasi yang tinggi berkorelasi positif dengan meningkatnya keselamatan lalu lintas. Faktor yang mempengaruhi meliputi kesadaran hukum, kondisi sosial-ekonomi, tingkat pendidikan, kemudahan akses layanan, efektivitas penegakan hukum, dan budaya masyarakat.
FAKTOR PENDORONG DAN PENGHAMBAT KEPATUHAN ADMINISTRASI KENDARAAN BERMOTOR DI INDONESIA Dedi Kurniawan
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Agustus (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan administrasi kendaraan bermotor merupakan elemen penting dalam menjaga ketertiban lalu lintas, keselamatan berkendara, serta optimalisasi penerimaan negara dari sektor pajak kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat kepatuhan administrasi kendaraan bermotor di Indonesia serta merumuskan strategi peningkatan kepatuhan yang efektif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber seperti peraturan perundang-undangan, laporan resmi, artikel ilmiah, dan publikasi media yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong meliputi kesadaran hukum masyarakat, kemudahan akses layanan, pemberian insentif, dan transparansi penggunaan pajak. Sementara itu, faktor penghambat mencakup hambatan ekonomi, prosedur birokrasi yang rumit, keterbatasan akses layanan di daerah terpencil, serta rendahnya kepercayaan publik terhadap manfaat pajak. Strategi peningkatan kepatuhan perlu dilakukan secara komprehensif melalui edukasi publik, penyederhanaan prosedur, penguatan penegakan hukum, inovasi teknologi, pemerataan layanan, dan kolaborasi lintas sektor. Dengan strategi yang terintegrasi, diharapkan tingkat kepatuhan administrasi kendaraan bermotor di Indonesia dapat meningkat secara signifikan.
MERITOKRASI SEHAT: SINERGI STRUKTURAL-FUNGSIONAL DALAM ORGANISASI ADAPTIF Dedi Kurniawan
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Agustus (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meritokrasi yang sehat merupakan salah satu faktor kunci dalam menciptakan organisasi yang adaptif, terutama dengan menjaga keseimbangan antara penggerak ide dan penjaga mutu yang sering memiliki orientasi berbeda. Ketidakseimbangan peran tersebut dapat memicu konflik internal, memperlambat inovasi, atau bahkan mengganggu kualitas organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan kontribusi penggerak ide serta penjaga mutu dalam membangun sinergi struktural dan fungsional yang berkelanjutan, serta bagaimana penerapan prinsip meritokrasi yang sehat mendukung adaptabilitas organisasi. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber akademik, jurnal ilmiah, buku, dan laporan yang relevan dengan penerapan meritokrasi, inovasi organisasi, dan pengawasan kualitas. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi pola hubungan antara inovasi dan mekanisme pengendalian mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan meritokrasi yang sehat mampu menciptakan lingkungan organisasi yang adil, transparan, dan kolaboratif. Sinergi antara penggerak ide dan penjaga mutu dapat meningkatkan inovasi tanpa mengorbankan kualitas, memperkuat daya saing organisasi, serta mendukung keberlanjutan adaptasi terhadap perubahan eksternal.
SINERGI DIGITALISASI DAN IMPLEMENTASI PRINSIP ESG DI PERUSAHAAN ASURANSI: PILAR TRANSFORMASI BERKELANJUTAN Dedi Kurniawan
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Agustus (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi industri asuransi saat ini dituntut untuk mampu mengintegrasikan kemajuan digitalisasi dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna menciptakan keberlanjutan bisnis jangka panjang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya tuntutan pasar global terhadap industri asuransi yang lebih transparan, inklusif, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran digitalisasi dalam mendukung implementasi prinsip ESG, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi perusahaan asuransi, serta merumuskan strategi yang tepat untuk mencapai transformasi berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji jurnal ilmiah, laporan industri, kebijakan regulator, dan publikasi terkait ESG serta digitalisasi asuransi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi berkontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi operasional, pengembangan produk asuransi hijau, transparansi tata kelola, serta perluasan akses masyarakat terhadap layanan asuransi. Namun, integrasi ini masih menghadapi kendala seperti biaya investasi teknologi yang tinggi, risiko keamanan siber, kesenjangan literasi digital, dan belum seragamnya standar pelaporan ESG. Penelitian ini merekomendasikan strategi penguatan infrastruktur digital, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penerapan kebijakan keberlanjutan berbasis teknologi, dan kolaborasi dengan regulator serta perusahaan teknologi.