Claim Missing Document
Check
Articles

Effect of Seaweed (Eucheuma cottonii) Flour Addition on the Level of Preference of Choux Pastry Fajrianto, Fiqri; Junianto; Maulina, Ine; Rostini, Iis
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i3.6360

Abstract

Choux pastry is a baked product that generally has low fiber content due to its primary ingredient, wheat flour, which contains minimal dietary fiber. Incorporating alternative ingredients rich in fiber can enhance its nutritional value. One such ingredient is Eucheuma cottonii seaweed flour, which is high in dietary fiber and offers potential for innovation in the utilization of fishery-based products. Dietary fiber plays an important role in binding water, improving digestion, and reducing the risk of certain diseases such as cancer. This research aimed to determine the optimal level of Eucheuma cottonii seaweed flour addition to choux pastry based on consumer preference. The study was conducted in December 2024 at the Fishery Product Technology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, and at the Chemistry Application Laboratory and PPBS Service Building, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Padjadjaran University. An experimental method was used with four treatments: 0% (control), 7.5%, 10%, and 12.5% seaweed flour. Organoleptic tests (appearance, aroma, taste, and texture) were performed by 25 semi-trained panelists, and proximate analysis was conducted. The results showed that the choux pastry with 10% seaweed flour was the most preferred, with organoleptic scores of 7.8 for appearance, 7.6 for aroma, 7.5 for texture, and 7.7 for taste. Proximate analysis indicated that the 10% seaweed flour choux pastry contained 0.3% crude fiber, 2.9% moisture, 2.28% ash, 27.43% fat, 11.27% protein, and 56.09% carbohydrates.
Fortification of squid ink as a natural colorant on the acceptability of popping boba: Fortification of squid ink as a natural colorant on the acceptability of popping boba Liviawaty, Evi; Pratama, Rusky Intan; Rostini, Iis; Salsabila, Lulu
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 11 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(11)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/26gk3895

Abstract

Ink is a fishery by-product that has the potential to be utilized as a natural colorant due to its melanin and melanoprotein pigment content, which is nutritionally valuable. This study aimed to determine the optimal concentration of squid ink as a natural colorant in popping boba based on consumer preference levels and chemical composition, and to evaluate its economic value. The research employed an experimental method using a completely randomized design (CRD) consisting of five squid ink concentrations (0%, 0.5%, 1%, 1.5%, and 2%) with three replicates. The parameters observed included hedonic tests (appearance, aroma, texture, and taste), chemical analysis (moisture, ash, protein, fat, and carbohydrates), and economic value. The results showed that the addition of 2% squid ink produced the most preferred popping boba, with appearance, aroma, texture, and taste scores of 7.9, 6.8, 7.9, and 7.1, respectively. The best popping boba formulation had a moisture content of 70.52%, ash content of 0.14%, protein content of 0.04%, fat content of 0.02%, and carbohydrate content of 29.34%. Therefore, fortifying popping boba with 2% squid ink provides an appealing color while also enhancing its nutritional value.
PENERIMAAN KONSUMEN DAN KOMPOSISI PROKSIMAT KECIMPRING DENGAN PENAMBAHAN DAGING IKAN NILA SALIN (Oreochromis niloticus) Prasetya, Muhamad Diva; Rostini, Iis; Gumilar, Iwang; Pratama, Rusky Intan
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.4.248-253

Abstract

Kecimpring merupakan makanan ringan tradisional berbasis singkong yang memiliki kandungan protein rendah sehingga perlu dilakukan upaya fortifikasi untuk meningkatkan nilai gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan daging ikan nila salin (Oreochromis niloticus) terhadap mutu sensori dan kandungan gizi kecimpring serta menentukan konsentrasi terbaik yang dapat diterima konsumen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan empat perlakuan penambahan daging ikan nila salin, yaitu 0% (kontrol); 2,5%; 5%; dan 7,5% dari berat singkong. Uji organoleptik dilakukan terhadap 25 panelis semi terlatih dengan parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan skala hedonik 1-9, sedangkan analisis proksimat dilakukan untuk menentukan kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa penambahan daging ikan nila salin berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap penerimaan panelis dengan perlakuan 7,5% memperoleh skor tertinggi pada parameter warna (7,96), aroma (7,56), rasa (7,96), dan tekstur (7,24). Analisis proksimat menunjukkan peningkatan kadar protein dari 4,60% (kontrol) menjadi 6,90% pada perlakuan 7,5%; serta perubahan kecil pada kadar air, abu, lemak, dan karbohidrat. Penambahan daging ikan nila salin sebesar 7,5% direkomendasikan sebagai konsentrasi terbaik dalam menghasilkan kecimpring berbasis singkong dengan mutu sensori terbaik dan nilai gizi lebih tinggi, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pangan lokal fungsional bernilai tambah.
DETECTION OF Salmonella sp. IN PACKAGED SALMON SASHIMI FROM SEVERAL RETAIL OUTLETS IN BANDUNG CITY Zain, Balqis Aliya; Liviawaty, Evi; Rostini, Iis; Pratama, Rusky Intan
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.2008

Abstract

Sashimi merupakan kuliner khas Jepang berupa irisan ikan mentah. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui potensi cemaran bakteri Salmonella sp. dan tingkat kesegaran sashimisalmon kemasan melalui parameter kimia berupa TVB-N dan pH serta karakteristikorganoleptik dengan kenampakan daging, aroma dan tekstur sebagai parameter pengamatan.Tiga sampel sashimi salmon kemasan diperoleh dari tiga lokasi penjualan berbeda di KotaBandung. Deteksi bakteri Salmonella sp. dilakukan dengan menggunakan media SalmonellaShigella Agar sebagai media isolasi bakteri. TVB-N diuji dengan menggunakan SNI 2354-8-2009 sebagai acuan pengujian, sedangkan pH diukur dengan menggunakan pH meter.Karakteristik organoleptik diamati dengan uji skor oleh 20 panelis semi terlatih menggunakanscore sheet SNI 2693:2014 yang kemudian hasilnya dihitung dengan rumus uji skor sesuai SNI 01-2346-2006. Hasil pengujian deteksi bakteri Salmonella sp., TVB-N dan pH dianalisis secaradeskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdeteksi adanya cemaranbakteri Salmonella sp. pada ketiga sampel sashimi salmon kemasan. nilai pH berkisar 6,45-6,47 dan TVB-N 3,33-6,58 mg/100g, ketiga sampel masih dalam kategori segar. Secaraorganoleptik, sampel 2 telah memenuhi standar mutu kesegaran untuk produk sashimi.
Evaluasi keamanan pangan ikan asin bilis (Stolepherus sp.) di beberapa pasar tradisional Kota Cirebon Affandy, Faried; Rochima, Emma; Suryana, Asep Agus Handaka; Rostini, Iis
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.1.2026.21960.19-28

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi ikan asin bilis (Stolephorus sp.) yang dijual di lima pasar tradisional Kota Cirebon secara kimiawi dan mikrobiologis. Pasar yang dipilih yaitu Pasar Kramat, Pasar Pagi, Pasar Kanoman, Pasar Jagasatru, dan Pasar Harjamukti. Sampel diambil secara purposive sampling dari dua penjual berbeda di setiap pasar. Uji formalin dilakukan secara kualitatif, sedangkan uji mikrobiologi menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT) mengacu SNI 8273:2016 dengan ambang batas maksimum 1×10⁵ koloni/g. Hasil menunjukkan 2 dari 10 sampel (20%) positif mengandung formalin dari Pasar Kramat dan Pasar Jagasatru. Kedua sampel tersebut menunjukkan jumlah bakteri tinggi (9,3×10⁵ dan 3,0×10⁵ koloni/g). Sebanyak 9 dari 10 sampel (90%) melebihi batas maksimum jumlah bakteri menurut SNI 8273:2016 dengan nilai tertinggi 8,4×10⁶ koloni/g dari Pasar Pekalipan. Hanya 1 sampel (10%) dengan jumlah bakteri terendah dari Pasar Pagi tidak melebihi batas maksimum SNI 8273:2016 dengan nilai 3,0×106 CFU/g. Hasil penelitian menunjukkan formalin masih ditemukan pada sebagian sampel, mengindikasikan praktik pengawetan ilegal dan bertentangan dengan Permenkes No. 33 Tahun 2012. Tingginya jumlah bakteri pada sebagian besar sampel yang melebihi ambang batas SNI 8273:2016 menunjukkan kondisi penanganan, sanitasi, dan penyimpanan produk ikan asin bilis belum memenuhi standar. Variasi nilai jumlah bakteri antar sampel menegaskan mutu ikan asin bilis dipengaruhi praktik pengolahan dan distribusi pada tingkat pedagang.
Jumlah total bakteri dan identifikasi bakteri Salmonella sp. pada bakso ikan di Pasar Induk Gedebage Kota Bandung Firanida, Sinta; Junianto, Junianto; Rostika, Rita; Rostini, Iis
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.20240.110-122

Abstract

Bakso ikan termasuk salah satu produk olahan perikanan yang mudah terkontaminasi mikroorganisme, disebabkan oleh tingginya kadar protein dan kandungan air di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kualitas mikrobiologi bakso ikan yang diperjual belikan di Pasar Induk Gedebage Kota Bandung, dengan melakukan uji jumlah total bakteri menggunakan metode Total Plate Count (TPC) serta mengidentifikasi keberadaan bakteri Salmonella sp. sebagai indikator kontaminasi bakteri patogen. Sebanyak delapan sampel bakso ikan yang terdiri dari produk yang telah dikemas dan produk yang curah diambil dengan metode purposive sampling. Pengujian mikrobiologi dilakukan berdasarkan acuan SNI 2332.3:2015 untuk TPC dan SNI 01-2332.3:2006 untuk identifikasi Salmonella sp. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki jumlah total bakteri yang melebihi ambang batas maksimum menurut SNI 7266:2017, yaitu 1 × 105 CFU/gram. Rata-rata nilai TPC pada bakso ikan curah tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan bakso ikan kemasan. Selain itu, dua dari delapan sampel diketahui positif mengandung bakteri Salmonella sp. Temuan ini mengindikasikan adanya faktor-faktor yang mengharuskan pengawasan, perbaikan sanitasi, serta edukasi bagi seluruh elemen terkait termasuk pengelola pasar, produsen, distributor, penjual, dan konsumen untuk meningkatkan keamanan produk perikanan di pasar tradisional.
The Effect of Adding Milkfish Flour on The Preference Level of Cireng Giwangkara, Muhammad Qobul Raja Dirgantara; Pratama , Rusky Intan; Rostini, Iis; Rochima, Emma
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jipsp.v12i1.43185

Abstract

The enhancement of the nutritional content in Cireng can be achieved by adding milkfish meat flour. This study aims to determine the appropriate amount of milkfish flour to add in the preparation of Cireng to produce the product most preferred by the panelists. The method used was experimental, with four treatments: 0%, 2.5%, 5%, and 7.5% addition of milkfish flour. The parameters observed included preference analysis using a hedonic test to assess appearance, aroma, texture, and taste, as well as proximate analysis and Texture Profile Analyzer (TPA) to evaluate chemical composition and texture characteristics. The results showed that the 5% milkfish flour treatment produced the most preferred Cireng, with the highest average hedonic scores across all sensory attributes: 7.13 for appearance, 7.07 for aroma, 7.80 for texture, and 7.07 for taste. Proximate analysis results showed protein content (3.11%), ash content (0.73%), fat content (0.83%), moisture content (45.36%), and carbohydrate content (48.79%). The TPA results indicated an increase in hardness (1,104.188 gForce) and recovery (0.996%), but a decrease in cohesiveness (0.430%), chewiness (455.576 gForce), gumminess (478.129 gForce), and resilience (0.631%).
Komposisi Kandungan Senyawa Flavor Non Volatil Selada Laut (Ulva lactuca) Segar dan Kering Gabriela, Lisa; Rusky Intan Pratama; Junianto; Iis Rostini
Biota Vol 11 No 2 (2025): Jurna Biota 2025
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/biota.v11i2.25949

Abstract

Drying has the potential to alter the physical, chemical, and organoleptic characteristics of food materials. This study aims to identify the composition of non-volatile flavor compounds in fresh and dried sea lettuce (Ulva lactuca). The identification of non-volatile flavor compounds was conducted using amino acid profiling through High-Performance Liquid Chromatography (HPLC). The organoleptic characteristics, including appearance, aroma, texture, and taste of fresh and dried sea lettuce samples, were assessed through a simple descriptive test. The quantitative amino acid analysis data and the descriptive test results were analyzed using a comparative descriptive method. The findings revealed that both fresh and dried Ulva lactuca contain 17 types of amino acids, comprising 9 essential amino acids and 8 non-essential amino acids, which influence flavor characteristics. The descriptive test indicated that fresh Ulva lactuca is characterized by clean, shiny, and soft light green to dark green sheets with an elastic texture and a distinctive fresh seaweed aroma. In contrast, dried Ulva lactuca exhibited a yellowish-green color, a stiff and brittle texture, and a stronger salty taste with a slight umami sensation. These findings highlight the potential of Ulva lactuca as a versatile ingredient in food product development, particularly for enhancing flavor and nutritional value.
Co-Authors Achmad Rizal Affandy, Faried Alexander Muhammad Akbar Khan Anggreini, Diyah Ayu Asep Agus Handaka Atikah Nurhayati Aulia Andhikawati Ayi Yustiati Ayuni Nasrunnisa Azka Iqbal Beni Guswanto Danella, Amanda Puspa Dede Supriatna Dhita Hapsari Anggraeni Dini Maliha Dwi Oktarahdiana Dwiky Prabowo Eddy Afrianto Eddy Afrianto Eddy Afrianto Emma Rochima Evi Liviawaty Fajrianto, Fiqri Febriana, Nisrina Filardi, Tara Firanida, Sinta Firdaus, Nur Aini Azhar Fitrianto, Nur Fittrie Meylianawaty Pratiwy Fiza Jasmine Hasani Gabriela, Lisa Giwangkara, Muhammad Qobul Raja Dirgantara Halyda Aulia Wildah Hana Siti Maharani Handaka, Asep Agus Hanun, Inas Maya Tamimah Hasani, Fiza Jasmine Hasibuan, Linda Naomi Hendra Nopandi Herman - Hamdani Heti Herawati Ibnu Dwi Buwono Ickman Santi Kusumawardani Indah Nurwulan Ine Maulina Intan Pratama Irpan Irpan IRPAN IRPAN, IRPAN Iskandar Iskandar Isni Nurruhwati Iwang Gumilar Izza Mahdiana Apriliani Junianto Junianto - JUNIANTO JUNIANTO Junianto Junianto Junianto Junianto Kiki Haetami Laily Hikmawati Lantun Paradhita Dewanti Lina Karlina M. Firhandy Dwipayana Mega Laksmini Syamsuddin Meida Maulida Mochamad Candra Wirawan Arief Mochamad Untung Kurnia Agung Muhammad Yusuf Awaluddin Mutiara Insani Nasrunnisa, Ayuni Nia Kurniawati Nia Kurniawati Nia Kurniawati Nielam Vioni Nur Annisa Diva Rizki Utami Nur Latifah, Atik Oktarahdiana, Dwi Parliamentary, Fazira Pramesti, Adriana Putri Prasetya, Muhamad Diva Pratama , Rusky Intan Pratama, Rusky Pratiwy, Fittrie Meylianawaty Putri, Dinda Lestari Putri, Zaky Yoana Rahayu, Wanda Sri Rahmi Amanah Ratih Wulandari Reni Rahmi Afriani Rita Rostika Riyadi, Reihan Slamet Roffi Grandiosa Herman Rohmah, Tuhpatur Rufi'i Rusky I. Pratama Rusky I. Pratama Rusky Intan Pratama Rusky Pratama Salsabila, Lulu Santi Amelia Saputra, Fachrul Sari, Elviana Dian Mustika Solihah, Rif'atus sunarto sunarto Syarifudin Sahlan Syauqibik, Achmad Tiaraningsih, Thania Vadhilah Savetri Wildah, Halyda Aulia Yeni Mulyani Yuli Andriani Yuli Andriani Yuli Andriani Yuniar Mulyani Zain, Balqis Aliya