Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Media Sosial Tiktok Dengan Konsep Diri Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palu Mangundap, Selvi Alfrida; Supetran, I Wayan; Purwanita, Ni Komang Jeni
Madago Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mnj.v5i2.3937

Abstract

Gobalisasi memiliki banyak manfaat, tetapi juga berbahaya. Termasuk media sosial Tik Tok yang banyak digunakan Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Keperawatan untuk mendapatkan hiburan ataupun informasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan media sosial tik tok dengan konsep diri mahasiswa. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik melalui pendekatan cross sectional study populasi adalah Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Keperawatan dengan sampel 48 responden. Dan dianalisis dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Keperawatan yang memakai aplikasi Tik Tok dominan perempuan dengan jumlah 40 responden (83,3%), laki-laki 8 responden (16,7%), yang aktif menggunakan media sosial Tik Tok dengan jumlah 27 responden (56,3%), yang kurang aktif 21 responden (43,8%) dan konsep diri yang baik dan kurang baik yaitu masing-masing 24 responden (50,0%). Hasil P-Value adalah 0,244. Nilai P-Value >0,005, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Kesimpulannya tidak terdapat Hubungan Antara Media Sosial Tik Tok Dengan Konsep Diri Mahasiswa.
Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Banjir Masyarakat di Desa Boyantongo Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong : Increasing Community Flood Disaster Preparedness in Boyantongo Village, South Parigi, Parigi Moutong Regency Supirno; Nurlailah Umar; Selvi Alfrida Mangundap
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6599

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terhadap bencana alam. Pemerintah berupaya membangun masyarakat tangguh di lebih dari 53.000 desa dan kelurahan di wilayah rawan bencana. Data BNPB mencatat lebih dari 33.000 kejadian bencana selama periode 2001–2020, yang menyebabkan 191.529 korban jiwa dan kerusakan pada 2.710.441 rumah. Pada tahun 2022, Provinsi Sulawesi Tengah mencatat 238 bencana, dengan Kabupaten Parigi Moutong dan Kecamatan Parigi Selatan sebagai wilayah yang sering terdampak. Salah satu desa yang mengalami kerugian signifikan adalah Desa Boyantongo, yang menghadapi kerusakan pada bangunan, infrastruktur, serta lahan persawahan, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Upaya mitigasi risiko bencana di Desa Boyantongo mencakup pemantauan, perencanaan partisipatif, serta pelatihan dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga dalam mengenali dan menanggulangi risiko banjir, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dan instansi terkait. Kegiatan ini melibatkan Puskesmas Parigi dan masyarakat Desa Boyantongo sebagai mitra. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan simulasi bersama pihak terkait, termasuk Puskesmas, Babinkamtibmas, Karang Taruna, dan perwakilan masyarakat. Poltekkes Kemenkes Palu bertindak sebagai fasilitator dan penyandang dana. Kegiatan dilaksanakan pada 4–5 Maret 2024 di Aula Kantor Desa Boyantongo dengan diikuti oleh 27 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, yang terlihat dari rata-rata nilai pre-test sebesar 10,37 meningkat menjadi 11,85 pada post-test. Peserta yang lebih senior menunjukkan pemahaman lebih baik tentang bencana banjir, sedangkan peserta muda lebih antusias dalam praktik. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mitigasi bencana banjir. Direkomendasikan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat untuk memperluas dampaknya.
Pembuatan Alat Penampung Ludah/Dahak Dan Pemberian Informasi Kesehatan Bagi Penderita Tuberkulosis Di Puskesmas Donggala A Bungawati; Dedy Mahyudin Syam; Selvi Alfrida Mangundap
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i2.731

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Donggala. Penderita TBC perlu membuang ludah/dahak dengan benar untuk mencegah penularan. Namun, banyak penderita TBC yang tidak memiliki alat penampungan ludah yang memadai dan belum mendapatkan edukasi kesehatan yang cukup. Kegiatan ini bertujuan untuk, menyediakan alat penampungan ludah yang ramah lingkungan bagi penderita TBC di Puskesmas Donggala dan memberikan edukasi kesehatan tentang cara membuang ludah/dahak yang benar dan pencegahan TBC kepada penderita TBC. Kegiatan ini dilakukan dengan cara, sosialisasi dan penyuluhan langsung kepada penderita TBC di Puskesmas Donggala serta Pembagian alat penampungan ludah kepada penderita TBC. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu tersedianya fasilitas alat penampungan ludah/dahak yang baik dan benar di Puskesmas Donggala, Penderita TBC telah mendapatkan edukasi tentang cara membuang ludah/dahak yang benar dan pencegahan TBC dan Sebanyak 40 unit alat penampungan ludah telah dibagikan kepada penderita TBC dan sudah dimanfaatkan dengan baik. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan pengadaan dan distribusi penampungan dahak serta edukasi kesehatan telah terlaksana dengan baik. Penderita TBC di wilayah kerja Puskesmas Donggala kini memiliki fasilitas penampungan dahak yang memadai dan telah mendapatkan edukasi tentang pengelolaan dahak dan praktik kesehatan yang benar.
Penerapan Mirror Therapy untuk Mengatasi Gangguan Mobilitas Fisik pada Lansia dengan Kasus Stroke Non-Hemoragik : Application of Mirror Therapy to Overcome Physical Mobility Disorders in the Elderly with Non-Hemorrhagic Stroke Cases Yuwono, Dian Kurniasari; Sandagang, Windy Syafitri; Dg.Mangemba; Nurarifah, Nurarifah; Sukmawati, Sukmawati; Galenso, Nitro; Hasan, Sri Musriniawati; Mangundap, Selvi Alfrida; Umar, Nurlailah
Lentora Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v5i2.4144

Abstract

Background: According to the Indonesian Health Survey, 35.4% of people between the ages of 65 and 74 had a stroke. A non-pharmacological technique called "mirror therapy" uses the cerebral cortex's mirror neuron system to assist stroke victims recover. Purpose: This study aims to investigate the use of mirror therapy in older adults who have had non-hemorrhagic stroke. Method: A case study design of a single elderly patient in the Simpong Health Center area who suffered a non-hemorrhagic stroke in February 2025. Physical examinations, interviews, and observation were used to gather data, which were then processed and presented using a nursing care method. Results: The patient experienced headaches, dizziness when walking 8 meters, trouble sleeping, and frequent awakenings. He also had trouble using his left limbs. blood pressure 173/97 mmHg, rotational movement ability 90 degrees, and upper left extremity’s muscle strength is 3. Ineffective cerebral perfusion, decreased physical mobility, and irregular sleep patterns are among the nursing diagnosis. Vital sign monitoring, medication instruction, mobilization help using mirror therapy twice daily for 30 minutes for five days, and sleep support were among the therapies offered. Upper left extremity’s muscle strength increased by 4 with 180-degree rotating movements on the sixth day of examination. In conclusion, older adults who have had a non-hemorrhagic stroke may benefit from using mirror therapy to strengthen their muscles. Further research is needed to explore the effectiveness of this method on a wider scale
Training and Mentoring of Health Cadres with the Smart Cadre Pocket Book to Prevent Stunting in Donggala Regency, Central Sulawesi Taqwin, Taqwin; Nasrul; Amir; Lisnawati; Selvi Alfrida Mangundap; Rina Tampake; Sri Restu Tempali
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 5 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting remains a significant public health problem in Indonesia, particularly in Donggala District, where the prevalence has reached 32.4%. In Loli Tasiburi Village, the prevalence of stunted children under five is 28%, exceeding the national average. Local government efforts through supplementary feeding have not been sufficient to reduce the prevalence, thus requiring additional interventions such as education and cadre empowerment. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of village cadres in stunting prevention through Training based on the Pocket Book for Smart Cadres to Prevent Stunting. The methods included interactive education, hands-on anthropometric measurement practice, pocket book distribution, and one-month mentoring. Evaluation was done through pre-test and post-test, skills observation, and post-training monitoring. The results showed a significant increase in cadre knowledge, with the average score rising from 58.5 to 84.2 (an increase of 43.9%), and 85% of participants could perform anthropometric measurements according to WHO standards. Post-training mentoring reinforced the cadres’ ability to apply their skills in community health posts, as indicated by the increased reports of early stunting detection and nutrition education for pregnant women and toddlers. The pocket book proved effective as a practical guide supporting program sustainability. This activity successfully enhanced cadre capacity in stunting prevention, although program continuity requires multi-sectoral support from village government, health centers, and local health authorities.
Digital Health Education for Teen Girls: The Effectiveness of Video Media in Enhancing Knowledge on Iron Deficiency Anemia Prevention : Edukasi Kesehatan Digital untuk Remaja Perempuan: Efektivitas Media Video dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Pencegahan Anemia Defisiensi Besi Salsabila Salsabila; Baharuddin Condeng; Selvi Alfrida Mangundap; Fitria Masulili; Ismunandar Ismunandar
Salando Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v4i1.4237

Abstract

Background: Anemia remains a global health problem, especially among adolescent girls who are prone to iron deficiency due to increased needs during growth. Lack of knowledge about anemia prevention contributes to the high prevalence of this condition. Research Objective: To analyze the effect of health education using video media on adolescent girls' knowledge about anemia prevention. Methods: A quantitative study with a one-group pretest–posttest quasi-experimental design was conducted on 36 female students in grade XI at SMA Negeri 1 Sindue, selected through purposive sampling. Data were obtained using knowledge questionnaires before and after the intervention, then analyzed using the Wilcoxon signed rank test at a significance level of 0.05. Results: The study showed that the average knowledge score before the intervention was 10.47 (SD 1.682) with a range of 6–14, while after the intervention it increased to 14.83 (SD 0.378) with a range of 14–15. The statistical test produced a p-value <0.001, indicating a significant difference between the knowledge scores before and after the intervention. Conclusion: These findings indicate that video-based health education is effective in improving adolescent girls' knowledge about anemia prevention.
Empat Pilar Kualitas Hidup Penderita Diabetes Militus Di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu Propinsi Sulawesi Tengah: Four Pillars of Quality of Life for Diabetes Mellitus Patients at Undata Regional General Hospital, Palu, Central Sulawesi Province Yulianus Sudarman; Amyadin; Lenny; Rina Tampake; Selvi Alfrida Mangundap
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9702

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia akibat defek sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Insulin, yang dihasilkan oleh pankreas, berperan penting dalam memasukkan glukosa ke dalam sel-sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Penderita diabetes mengalami kesulitan dalam menyerap glukosa, yang menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia) dan kerusakan jaringan seiring waktu. Penatalaksanaan diabetes melitus melibatkan empat pilar penting: edukasi, terapi nutrisi, aktivitas fisik, dan farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh empat pilar terhadap kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe II di RSUD Undata Palu. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional, dengan sampel 67 responden penderita diabetes melitus tipe II yang dirawat inap di RSUD Undata Palu, diambil melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara edukasi (p value = 0,028), terapi nutrisi (p value = 0,008), aktivitas fisik (p value = 0,022), dan farmakologi (p value = 0,007) dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara empat pilar tersebut dan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe II. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengalaman bagi peneliti lain dalam menerapkan riset terkait diabetes melitus dan empat pilar penatalaksanaannya
Antioxidant and Antibacterial Activities of Palu Local Shallot (Allium cepa var. aggregatum L.) Extracts Using Various Solvents Lestari, Yudith Ayu; Taroreh, Mercy I. Riantiny; Dien, Henny Adeleida; Mangundap, Selvi Alfrida
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v19i3.4327

Abstract

Background: The Palu local shallot contains active compounds such as flavonoids and phenolics, which function as antioxidants to neutralize free radicals and possess antibacterial properties against pathogenic microbes. This study aimed to analyze and compare the phytochemical profile, total phenolic and flavonoid contents, antioxidant activity, metal-chelating capacity, and antibacterial potential of Palu local shallot extracts obtained using different solvents. Methods A maceration extraction method was performed using n-hexane, ethyl acetate, and ethanol. Each extract underwent phytochemical screening, total phenolic and flavonoid quantification, antioxidant assessment via the DPPH method, metal-chelating evaluation, and antibacterial testing. Results: The ethanol and ethyl acetate extracts contained alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and triterpenoids, while the n-hexane extract contained only alkaloids and triterpenoids. The ethyl acetate extract exhibited the highest phenolic content (30.35 ± 0.90 mg GAE/g), whereas the ethanol extract contained the highest flavonoid level (30.28 ± 0.57 mg QE/g). The strongest antioxidant activity was found in the ethanol extract (IC50 = 38.33 ± 1.85 μg/mL). The highest metal chelating activity is the ethanol extract (20.23 ± 0.54%). The ethyl acetate extract demonstrated the strongest antibacterial activity, yielding a 17.43 ± 0.85 mm inhibition zone. Conclusion: Ethanol is the most effective solvent for extracting antioxidant compounds from Palu local shallots, while ethyl acetate yields the strongest antibacterial activity.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi pada Pasien di Wilayah Kerja Puskesmas Salakan Kabupeten Banggai: Factors Related to Compliance with Taking Anti-Hypertension Drugs in Patients in the Work Area of the Salakan Health Center, Banggai Regency Yulianus Sudarman; Selvi Alfrida Mangundap; Rina Tampake; Firdaus J. Kunoli; Titi Suryani Y. D
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2861

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan pengobatan pasien hipertensi merupakan hal penting karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol atau dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berujung pada kematian. Masalah ketidakpatuhan umum dijumpai dalam pengobatan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang seperti hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diwilayah kerja Puskesmas Salakan Metode: Jenis penelitian survey analitik dengan metode rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penilitian ini adalah 104 pasien lama menderita > 1 tahum, dan jumlah sampel 51 responden. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner mengenai kepatuahan,dukungan,dan keterjangkauan pelayanan dalam kepatuahn minum obat, dengan menggunakan teknik Accidental Sampling dan menganalisa data menggunakan uji Statistik yaitu Chi – square ( X2 ). Hasil: Analisis univariat diperoleh berpengetahuan baik 52.9% kurang baik 47.1%, mendukung 58.8% dan tidak mendukung 41.2%, keterjangkauan pelayanan baik 58.8% dan kurang baik 41.2%. dan anilisis bivariat menunjukan ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dengan nilai p-value 0.001, ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat dengan nilai ρ 0.000< 0.05, dan ada hubungan keterjangkauan pelayanan dengan kepatuhan minum obat dengan nilai ρ 0.004< 0.05. Kesimpulan: Dalam penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan dukungan keluarga dan keterjangkauan pelayanan kesehatan dengan kepatuhan minum obat anti hipertensi diwilayah kerja Puskesmas Salakan.
Model Skrining Hipertensi Berbasis Kader Sebagai Inovasi Deteksi Dini Berkelanjutan di Masyarakat Kurniawan, Rahmat; Evie, Sova; Manggasa, Dafrosia Darmi; Hasan, Sri Musriniawati; Mangundap, Selvi Alfrida; Wijianto, Wijianto; Subchan, Djadid; Galenso, Nitro; Faisal, T. Iskandar; Khaira, Nuswatul; Helmi, Alfian; Supirno , Supirno
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yh86ge85

Abstract

Deteksi dini hipertensi sering terhambat oleh keterbatasan tenaga kesehatan dan rendahnya kesadaran masyarakat. Pemberdayaan kader kesehatan menjadi strategi potensial untuk memperkuat upaya promotif dan preventif berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi model skrining hipertensi berbasis kader sebagai inovasi deteksi dini yang berkelanjutan di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Nalu, Kabupaten Tolitoli, pada Maret 2025 dengan pendekatan promotive dan preventif berbasis komunitas. Responden kegiatan adalah 30 kader kesehatan yang mendapatkan pelatihan dan pendampingan terkait pengukuran tekanan darah dan edukasi hipertensi. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk menilai tingkat pengetahuan, keterampilan pengukuran tekanan darah, kelancaran pelaksanaan skrining, dan kemampuan edukasi kesehatan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan pada seluruh indikator evaluasi. Pada pre-test, sebagian besar kader memiliki pengetahuan rendah (67%) dan keterampilan pengukuran tekanan darah yang tidak sesuai standar (83%). Setelah intervensi, seluruh kader (100%) mencapai kategori tertinggi pada aspek pengetahuan, keterampilan pengukuran tekanan darah, kelancaran skrining di masyarakat, serta kemampuan memberikan edukasi kesehatan. Model skrining hipertensi berbasis kader terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader dan mendukung deteksi dini hipertensi di masyarakat. Pendekatan ini berpotensi memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis komunitas dan dapat direplikasi sebagai strategi berkelanjutan pengendalian penyakit tidak menular. Model skrining hipertensi berbasis kader terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader dan mendukung deteksi dini hipertensi di masyarakat. Pendekatan ini berpotensi memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis komunitas dan dapat direplikasi sebagai strategi berkelanjutan pengendalian penyakit tidak menular.
Co-Authors A Bungawati Abd Farid Lewa Ade Irma Yulianti Gunawan Adhyanti Adinda Adinda Agusrianto Alfian Helmi Alfrida Semuel Ra'bung Aminuddin Aminudin Aminudin Amir Amsal Amyadin, Amyadin Andi Bungawati Andi Fatmawati Andi Fatmawati Syamsu Anna Veronica Pont Ansar Ansar Ansar Ansar Asrawaty Asrawaty Asri Widyayanti Azizah Saleh Azwar Azwar Azwar Azwar Baharuddin Condeng Baiq Emy Candriasih, Putu Christina Entoh Christine Christine Condeng, Baharuddin Dafrosia Darmi Manggasa Daniel Happy Putra Dedi Mahyudin Syam Dedy Mahyudin Syam Dg.Mangemba Diah Ayu Hartini Dian Kurniasari Dian Mega Listiawati Diana N. Sinurat Diana Nurhayati Sinurat Djadid Subchan Dwi Erma Kusumawati Dwi Kartika Dwi Yogyo Suswinarto Eka S. Riyanto Eka S. Riyanto Ekasari Dewi Pertiwi Elfyrah Faisal Erlina Erlina Evie, Sova Fahmi Hafid Faisal, Elvyrah Fajrillah Fajrillah Kolomboy Firdaus Hi Jahja Kunoli Fitria Masulili Gusman Hadina, Hadina Hadriani Hamsiah Hamsiah Hamsiah Hamsiah Hanum Sasmita Hardin Hardin Hasanudin Hasanudin Hasbunsyah Hasbunsyah Hasdrini Hasdrini Hasdrini Hasnawati Hasnawati Hasni Hasni Hastuti Usman Henny A Dien I Wayan Supetran I Wayan Supetran, I Wayan Indro Subagyo Irawati Tampuyak Irsanty Collein Ismunandar Ismunandar Ismunandar Junaidi Junaidi Kadar Ramadhan Khaira, Nuswatul Lenny Lestari, Yudith Ayu Lili Suryani Linda Linda Linda Linda Lindanur Sipatu Lisda Widianti Longgupa Lisnawati Lisnawati Mangemba, Dg Mardani Mangun Mardiani Mangun Masda Masda Masda Masda Masudin Masudin Masudin Masudin Mercy Joice Kaparang Mercy Taroreh Moammar Safari Mooammar Safari Muhammad Yani Muliani Nasrul Nasrul Ndama, Metrys Ni Made Ridla Nilasanti Niluh Nita Silfia Nirva Rantesigi Nitro Galenso Novarianti Novarianti Nurarifah Nurarifah Nurfatimah Nurfatimah Nurindah Nurindah Nurindah Nurindah Nurjaya Nurlailah Umar Olkamien J. Longulo Pangaribuan, Helena Purwanita, Ni Komang Jeni Rahmat Kurniawan Raoda Raoda Raoda Rina Tampake Ros Arianty Rugayah Said Rusneni Saharudin Saharudin Salman Salman Salman Salsabila Salsabila Saman Sandagang, Windy Syafitri Sigit M. Nuzul Sigit Muhammad Nuzul Silfia, Niluh Nita Siti Hadijah Batjo Sitti Aminah Sony Bernike Magdalena Sitorus Sri M. Hasan Sri Musriniawati Hasan Sri Restu Tempali Sri Sutiwi Sri Yanti Kusika Subchan, Djadid Sudarman H Melangka, Yulianus Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sumarni Sumarni Sumiaty Sumiaty Supirno Supirno , Supirno Supirno, Supirno Supriadi Supriadi Abd Malik Syamsul Arifin T. Iskandar Faisal Taqwin Taqwin Titi Suryani Y. D Tjitrowati Djaafar Tondong, Henrietta Imelda Unun Fadliah Wery Aslinda Wijianto Wijianto Wijianto Yasmin H Yasmin H Yasmin H Yuwono, Dian Kurniasari Zainul