Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Antara Aktivitas Fisik dan Stres yang Dirasakan, dengan Obesitas pada Orang Dewasa: Studi Cross Sectional di Jayapura, Indonesia Natalia Paskawati Adimuntja; Fajrin Violita; Asriati Asriati; Faridha Almira; Lisda Oktavia Madu Pamangin
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 4 (2026): Agustus 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i4.2757

Abstract

Kelebihan berat badan dan obesitas adalah risiko utama untuk beberapa penyakit kronis, termasuk diabetes mellitus tipe 2 dan penyakit kardiovaskular yaitu penyakit jantung dan stroke yang merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Prevalensi obesitas di Papua tahun 2023 sebesar 31,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan stres yang dirasakan dengan obesitas pada orang dewasa di Kota Jayapura. Jenis penelitian survey cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua pasien usia dewasa yang berkunjung di Puskesmas Abepura Kota Jayapura dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Cara penarikan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Wawancara dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data yakni analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji statistik chi-square (x2). Hasil penelitian diperoleh bahwa responden yang mengalami gizi lebih dan obesitas sebanyak 44 orang (44,0%) dan yang tidak obesitas sebanyak 56 orang (56,0%). Hasil analisis bivariat menemukan bahwa faktor aktivitas fisik (p-value = 0,036; PR=1,70; 95%CI=1,123-2,581) signifikan bermakna dengan kejadian berat badan lebih dan obesitas pada usia dewasa di Puskesmas Abepura Kota Jayapura. Disarankan masyarakat agar dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya menjaga berat badan tetap ideal dengan rutin beraktivitas fisik, sebagai salah satu upaya untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular.
Sanitation challenges and menstrual hygiene management among female adolescents in an Islamic Boarding School: A qualitative case study Hasna Laday; Lisda Oktavia Madu Pamangin; Fajrin Violita; Fransina Alfonsina Izaac; Natalia Paskawati Adimuntja; Asriati Asriati
Jurnal Cakrawala Promkes Vol. 8 No. 2 (2026): August
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jcp.v8i2.15693

Abstract

Poor menstrual hygiene practices can increase the risk of reproductive tract infections among female adolescents. Adequate water, sanitation, and hygiene (WASH) facilities are essential to safe menstrual hygiene management (MHM), particularly in Islamic boarding schools, where students live communally, follow structured daily routines, and share sanitation facilities. This study explored how sanitation facilities influence menstrual hygiene management practices among female adolescents living in an Islamic boarding school in Jayapura, Indonesia. A qualitative case study was conducted between October and December 2024. Participants included seven female students as key informants and one teacher as a supporting informant. Data were collected through in-depth interviews and direct observations and analyzed using thematic analysis. Although access to clean water was generally adequate, the number of toilets was insufficient for the student population, resulting in long waiting times and limited privacy. The distance between dormitories and sanitation facilities also discouraged students from changing menstrual pads as frequently as recommended, with many reporting changing pads only two to three times per day. These environmental constraints negatively influenced menstrual hygiene practices, and many increase the risk of adverse reproductive health outcomes. The findings demonstrate that inadequate sanitation infrastructure is an important barrier to effective MHM in Islamic boarding schools. Strengthening WASH facilities, particularly by improving the availability, accessibility, and privacy of sanitation facilities, should be prioritized to support healthy menstrual hygiene practices among adolescent girls.
Co-Authors Ade Alwi Imbiri Adimuntja, Natalia Paskawati Agustina Regina Yufuay Andimuntja, Natalia Paskawati Apriyana Irjayanti Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati, Asriati Beeri Wopari Christin Debora Nabuasa Christin Debora Nabuasa Christin Debora Nabuasa Christin Debora Nabuasa Dyvano Mars Rezki Bangalino Fajrin Violita Fajrin Violita Fajrin Violita Fajrin Violita Fajrin Violita Fajrin Violita Faridha Almira Fika Daulian Fransina Alfonsin Izaac Fransina Alfonsina Izaac Fransina Alfonsina Izaac Grace Sarah Simath Hasmi Hasmi Hasna Laday Helen Try Juni Asti Helen Try Juniasti Helen Try Juniasti Helen Try Juniasti Helen Try Juniasti Hukubun, Mersi Diana Ilmidin, Ilmidin Isna Ainurrohimah Konstantina Pariaribo Laday, Hasna Maidin, Wahyuti Mamoribo, Sherly Novita Mantayborbir, Vyona Margaretha Falentine Rumlaklak Maria Papuana Natalia Mayabubun Marlessy Christina Taa Maturbongs, Margaretha Rosari Melkior Tappy Melvy Lisandra Rego Mona Safitri Fatiah Muhammad Fajar Aswad Nugroho Nabuasa, Christin Debora Natalia Paskawati Adimuntja Natalia Paskawati Adimuntja Natalia Paskawati Adimuntja Natalia Paskawati Adimuntja Nurdin, Muhammad Akbar Pamangin, Wilda Wijayani Pariaribo, Konstantina Marthina Rahim, Muh. Taufik Rizal Sintia Kartika Sari Sirait, Evelyn Gyan Syaharuddin Nur Tingginehe, Rosmin Mariati Tuturop, Katarina Tuturop, Katarina Lodia Ulfa Rahmadani Violita, Fajrin Vrensca Catarina Medline Rupilu Wahyuti Wahyuti Wilda Wijayani Pamangin Wiwi Wijayanti Yane Tambing Yufuai, Agustina Regina