Claim Missing Document
Check
Articles

KONSEPTUALISASI METAFORA WACANA POLITIK: STUDI SEMANTIK KOGNITIF Hari Kusmanto
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.797 KB) | DOI: 10.21776/ub.waskita.2019.003.02.3

Abstract

Utilization of linguistic features of metaphors in political communication leads to diverse interpretations and can lead to conflict. The purpose of this study is to describe the conceptualization of political metaphors in the headline. The data in this study are words, phrases and sentences of political discourse metaphors. The source of data in this study is the title of political news in tribunnews.com January-March edition 2019. The data collection technique in this study uses the documentation, listening and note-taking method. Data analysis in this study uses techniques for direct elements (BUL) and is sharpened by cognitive semantic analysis techniques. The results of this study indicate the use of metaphors in online media politics tribunnews.com covering structural metaphors, orientational metaphors, and ontological metaphors. The tendency of the metaphor used is the metaphor of ontology. This shows that speakers utilize metaphors based on their thoughts and experiences. 
Menakar Nilai Pendidikan Karakter Acara Televisi pada Anak Usia 6-8 Tahun Atiqa Sabardila; Markhamah Markhamah; Zainal Arifin; Hari Kusmanto; Lathifah Nurul Hidayah; Anita Dewi Kurniasari; Duwi Saputro
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i1.875

Abstract

Media pendidikan karakter tidak hanya terbatas pada buku teks, karya sastra, maupun ungkapan hikmah. Media pendidikan yang dapat digunakan selain yang telah disebutkan adalah acara televisi sebagai media pendidikan karakter. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam program acara televisi yang diminati anak-anak Sekolah Dasar (SD) kelas rendah (usia 6-8 tahun). Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam program acara yang diminati anak-anak SD. Sumber data penelitian ini adalah program acara televisi yang diminati anak-anak SD. Data-data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode kuesioner, observasi dan dilanjutkan dengan teknik catat. Analis data penelitian ini menggunakan metode padan referensial atau analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat sepuluh nilai pendidikan karakter dalam program acara televisi yang diminati anak-anak SD. Hal tersebut didasarkan pada nilai pendidikan karakter dan nilai sosial budaya yang terkandung dalam acara tersebut.
DIKSI DALAM WACANA HUMOR INDONESIA DI MEDIA SOSIAL (Diction in Indonesia Humor Discourse on Sosial Media) Hari Kusmanto; Atiqa Sabardila; Ali Imron Al-Ma'ruf
Kandai Vol 17, No 1 (2021): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v17i1.2186

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan diksi dalam wacana humor di media sosial facebook. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data-data penelitian ini adalah diksi dalam wacana humor di media sosial facebook. Sumber datanya berupa wacana humor di media sosial facebook. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi dan simak serta dilanjutkan dengan teknik catat. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode padan translasional dan teknik baca markah. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan diksi pada wacana humor Indonesia di media sosial meliputi: (1) diksi sehari-hari; (2) kata serapan (Jawa dan Inggris); (3) kata sapaan; (4) kata konotatif; (5) kata konkret; dan (6) kata vulgar. Diksi sehari-hari dalam wacana humor Indonesia merupakan diksi yang paling banyak ditemukan. Temuan ini menunjukkan bahwa diksi keseharian dalam wacana humor berfungsi untuk menjalin keakraban dalam berkomunikasi.This study aims to describe diction in the discourse of humor on Facebook social media. This research approach is descriptive qualitative. The data of this study are diction in the discourse of humor on Facebook social media. The data source is in the form of humorous discourse on Facebook social media. The research data was collected using the documentation and listening method and continued with the note-taking technique. The data of this study were analyzed using translational equivalent methods and marking reading techniques. The results of this study indicate the use of diction in Indonesian humor discourse on social media including (1) daily diction; (2) absorption words (Javanese and English); (3) greetings; (4) connotative words; (5) concrete words; and (6) vulgar words. Daily diction in Indonesian humorous discourse is the most common diction. This finding shows that daily diction in humorous discourse serves to establish intimacy in communication.
REALISASI TINDAK KESANTUNAN BERBAHASA PADA KOMENTAR AKUN INSTAGRAM JOKOWI: STUDI POLITIKOPRAGMATIK (Realization of Language Courtesy on Jokowi's Instagram Account Comments: Politicopragmatic Study) Hari Kusmanto; Harun Joko Prayitno; Abdul Ngalim
Kandai Vol 15, No 1 (2019): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.763 KB) | DOI: 10.26499/jk.v15i1.1269

Abstract

Studi ini bertujuan mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa yang digunakan netizen dalam berkomentar pada akun Instagram Jokowi. Data dalam studi ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang memiliki nilai kesantunan positif dan negatif komentar pada akun Instagram Jokowi. Sumber data dalam studi ini adalah komentar-komentar pada akun Instagram Jokowi. Pengumpulan data dalam studi ini menggunakan metode dokumentasi dan simak dilanjutkan teknik bebas libat cakap (SBLC). Analisis data dalam studi ini menggunakan padan intralingual dan padan pragmatis. Hasil studi ini menunjukkan bahwa strategi kesantunan netizen dalam berkomentar pada akun Instagram Jokowi irealisasikan dengan dua strategi yaitu strategi kesantunan positif dan negatif. Strategi kesantunan positif direalisasikan menjadi sembilan wujud, yaitu memberikan perhatian, menunjukkan sikap optimis, menggunakan penanda indentitas, memberikan pertanyaan, melibatkan penutur dalam komunikasi, mengintensifkan perhatian penutur dengan cara mendramatisasi peristiwadan fakta, memperhatikan keinginan mitra tutur, memberikan janji, dan menggunakan lelucon. Strategi kesantunan negatif direalisasikan menjadi tiga bentuk, yaitu meminta maaf, menunjukkan sikap pesimis; dan menggunakan bentuk impersonal. Hal ini menunjukkan bahwa netizen pada akun Instagram Jokowi memiliki kepercayaam terhadap kepemimpinan Jokowi.(This study aims to describe the language politeness strategy used by netizens in commenting Jokowi's Instagram account. The data in this study are in the form of words, phrases, and sentences that have the value of positive politeness and negative comments on Jokowi's Instagram account. The data sources in this study are comments on Jokowi’s Instagram account. Data collecting in this study using the documentation method,   skillful involvement free technique (SBLC). The data analysis in this study uses an intralingual and pragmatic equivalent. The results of this study show that the strategy of politeness of netizens in commenting on the Jokowi’s Instagram account is realized with two strategies, namely the strategy of positive and negative politeness. Positive politeness strategies are realized into nine forms which include  giving attention, showing optimism, using identity markers, giving question, involving speakers in communication, intensifying the attention of speakers by dramatizing events and facts, paying attention to the wishes of the speech partner, giving promises, and using jokes. Negative politeness strategies are realized into three forms which include apologizing, showing pessimism, using impersonal forms. This shows that netizens of Jokowi's Instagram account have confidence in Jokowi's leadership.)
Tindak Tutur Ilokusioner Ekspresif Plesetan Nama Kota di Jawa Tengah: Kajian Pragmatik Hari Kusmanto
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): VOLUME 4 NUMBER 2 SEPTEMBER 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i2.1036

Abstract

This study aims to explore the forms of expressive speech acts that play on the names of cities in Central Java. The data in this study is a play on the names of the cities in Central Java that are expressively valued. The data source in this study is a play on the names of Cities in Central Java. Data collection in this study uses the documentation method, and see continued recording techniques. Analysis of the data in this study uses the intralingual equivalent method. The results of this study indicate that the play on the names of Cities in Central Java is expressed with expressions of sadness, happiness, disappointment, complaining, convincing, hope, forgiveness, praise, and criticism. The most widely used expressive speech act is sadness expression. This shows that many speakers experience a sad experience.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA WACANA HUMOR KIAI Hari Kusmanto
SALINGKA Vol 17, No 1 (2020): SALINGKA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i1.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali nilai-nilai pendidikan karakter pada wacana humor para kiai. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, kalimat, dan wacana humor bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku humor para kiai. Sumber data dalam penelitian ini adalah humor yang terdapat pada buku humor para kiai. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, simak dan dilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan referensial. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai-nilai pendidikan karakter pada wacana humor para kiai meliputi: karakter teliti, cerdas, hati-hati, tolerensi, adil, amanah, bersyukur, rendah hati, percaya diri, menjaga persatuan, dan gigih. Nilai karakter yang paling banyak pada wacana humor para kiai bersumber dari olah pikir. Hal ini menunjukkan bahwa humor tersebut mendorong pembaca untuk giat belajar khususnya dalam menuntut ilmu.
Pemakaian Bentuk Ringkas dalam Wacana Jual Beli Atiqa Sabardila; Hari Kusmanto; Irfan Hidayah
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v10i2.11

Abstract

The meeting of people from different linguistic backgrounds in a speech event can bring up unique language variations because at least two different languages are involved. This study aims to identify the use of concise forms in the discourse of buying and selling shoes and cloth in Pasar Benteng, Surakarta City. The data in this study are in the form of words, phrases, clauses, and sentences. The data source is the speech of shoes and fabric traders at Pasar Benteng. The data collection used is the method of listening or listening with advanced techniques in the form of a competent free trial (TSBLC). The methods are used to analyze the data in this study are (1) mark-reading method; (2) referential methods; (3) pragmatic method; (4) extending techniques; and (5) insert technique. The results show that there were three concise forms in the discourse of buying and selling shoes and cloth in Benteng Market, namely: (1) the concise form in the form of words (a) by obscuring phonemes, (b) by melting syllables; (2) the concise form in the form of clause; and (3) the concise form of sentence. This shows the use of language in the discourse of buying and selling by using a variety of non-formal languages. The use of the concise form is a convention between traders and buyers.
Penyimpangan Prinsip Kesopanan pada Wacana Delik Pencemaran Nama Baik Status Facebook: Kajian Sosiopragmatik Hari Kusmanto
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v12i1.314

Abstract

Kasus pencemaran nama baik melalui media sosial semakin mengerikan. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya kasus pencemaran nama baik di media sosial yang telah diungkap pihak berwenang. Studi ini bertujuan menggali bentuk-bentuk penyimpangan maksim-maksim kesopanan pada status facebook yang bermuatan delik pencemaran nama baik. Metode studi ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam studi ini berupa ungkapan-ungkapan pada status facebook yang bermuatan delik pencemaran nama baik dan bermuatan menyimpang dari maksim-maksim kesopanan. Sumber data dalam studi ini adalah status facebook yang bermuatan delik pencemaran nama baik tahun 2016-2017. Pengumpulan data dalam studi ini menggunakan metode dokumentasi dan catat. Analisis data dalam studi ini menggunakan metode padan ekstralingual dan diperkuat dengan teknik analisis kesantunan Leech. Hasil studi ini menunjukkan penyimpangan maksim-maksim kesopanan meliputi: penyimpangan maksim pujian; penyimpangan maksim kesimpatian; dan peyimpangan maksim kesepakatan. Penyimpangan maksim-maksim tersebut menjadi faktor yang menyebabkan seseorang penutur mencemarkan nama baik orang lain. Warganet dalam bertutur di media sosial seperti status facebook hendaknya menggunakan bahasa yang santun supaya terhindar dari jerat hukum seperti pencemaran nama baik, ujaran kebencian, dan hoax.
Mapping Television Shows that are of Favored by Elementary School Students Atiqa Sabardila; Markhamah Markhamah; Zainal Arifin; Hari Kusmanto; Lathifah Nurul Hidayah; Anita Dewi Kurniasari; Duwi Saputro
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 5 No 4 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v5i4.36693

Abstract

The various television shows can now be easily accessed by children for 24 hours without the need for parental controls. Television shows that are presented are of various types, ranging from educational shows, cartoons to soap operas. This article aims to map out television shows that are of favored by elementary school students. The approach of this research is qualitative descriptive. The subjects of this study were elementary school students from grade I to grade VI. The data of this study were collected by using interview and observation methods. The data analysis of this study used an interactive method. The results of this study shows that television shows that are of favored by elementary school students are: Spongebob, Upin & Ipin, Kamen Rider Ex-Aid, Doraemon, Munki and Trunk, Si Bolang, On The Spot, Anak Langit, Tukang Ojek Pengkolan. It can be concluded that television shows that are favored by elementary school students are cartoon shows that have the power of imagination and creativity. There is a need for parental control when children watch television, especially on television shows in which the are elements of violence and bullying.
TATA KELOLA PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 8 SRAGEN Hari Kusmanto
Manajemen Pendidikan Vol. 17, No. 1, Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.625 KB) | DOI: 10.23917/jmp.v17i1.16287

Abstract

This study aims to describe the governance of the school literacy movement program at Madrasah Ibtidaiyah. The approach of this study is descriptive qualitative. The data used in this study is the management process of the school literacy movement. The source of data in this study is the document and the process of implementing the school literacy program. The data in this study were collected using the methods of documentation, interviews, and observations. Analysis of the research data using an interactive model. The results of this study indicate that the governance of the literacy movement program in Madrasahs is as follows (1) First, the planning of the school literacy program has been carried out by setting the objectives of the school literacy movement program. However, the planning has not been based on needs analysis (2) the organization of the school literacy program has been carried out by organizing human resources and literacy reading materials. However, the organization carried out has not included every task and responsibility of each manager (3) the implementation of the school literacy movement program has been carried out in accordance with the plan. However, evaluation has not been carried out for each activity implementation and (4) the control carried out is still limited to ensuring that the Saturday reading program is carried out or not. Control to improve the quality of the program has not been carried out. The management of the school literacy movement program needs to be managed properly, starting from the strategic planning process, organizing by providing task descriptions, implementing the program in accordance with strategic planning, and continuous evaluation.