Claim Missing Document
Check
Articles

The naming of halal food and beverages: A multimodal semiology study Isnaniah, Siti; Agustina, Tiya; Rochman, Muhammad Arief; Kusmanto, Hari
Studies in English Language and Education Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v11i1.30095

Abstract

The culinary business has been flourishing in every city in Indonesia, including Surakarta, Malang, and Tangerang. Consequently, determining the names of products becomes crucial to pique the interest of the public in these offerings. This research is aimed to review the naming of food and beverages using a semiology approach. The research uses a descriptive explanative method. The data in this research are the names of food and beverages. The sources of the data are documents related to names of culinary businesses (food and beverages) in restaurants in Surakarta, Malang, and Tangerang. The data collection was conducted through documentation, observation, and data recording in data format. The data analysis uses referential equivalent, strengthened with semiology theory from Roland Barthes, namely searching for signs, denotative meaning, connotative meaning, and myth. The research indicates that, in general, the names of food and beverages sold in restaurants often contain unconventional elements, including references to ghosts, animals, and other negative connotations prohibited in the Decree of The Head of Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH or the Halal Product Assurance Agency) Number 57 Year 2021. This suggests that the naming of food and beverages in Surakarta, Malang, and Tangerang does not align with the provisions outlined in Decree Number 57 Year 2021, preventing the business owners from obtaining halal certification. The research recommends that the naming of halal food and beverage products adhere to the guidelines set by this decree.
A CULTURAL-BASED MEDIATION TO SOLVE DEFAMATION CASES: A FORENSIC LINGUISTIC STUDY Inderasari, Elen; Kusno, Ali; Kusmanto, Hari
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2022): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v17i1.13341

Abstract

Defamation cases found through social media have increased significantly. The government has done restorative justice in handling defamation cases. This study aims to describe formulating a cultural-based mediation. This research is descriptive qualitative research. The data of this research was the language used on MY’s Facebook comment and police report regarding the case. An interactive model (data reduction, display, and conclusion drawing) is applied to analyze the data. The findings of this research show that cultural-based mediation may serve as an alternative to solving a defamation case as long as both parties share the same culture. It may be effective if the police have not yet handled the case and a third party who can act neutral and fair is present during mediation. If else, the case will be handled by the police, which can be based on an expert's opinion, the linguists.
Unleashing the secrets of academic writing: exploring Indonesian language courses in higher education Kusmanto, Hari; Zamzani, Zamzani; Suryaman, Maman
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 18, No 4: November 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v18i4.21662

Abstract

Academic writing has been a widely substantial course in higher education as it plays a vital role in cultivating students’ academic writing skills. Drawing on qualitative descriptive study, this study aims to explore the fundamental requirements for academic writing to base the creation of an effective learning framework. Data consisted of teaching materials, semester learning plan (SLP), assessment tools, and guidelines for academic writing from three universities in Surakarta, Central Java, Indonesia. Findings reveal that learning materials and the SLP have both strengths and weaknesses. Despite these, there is diversity in learning and assessment methods. Adopted teaching methods encompass project-based learning, problemsolving, and lectures, while learning assessment includes portfolio techniques, project assessment, and written exams. These findings provide insight into the imperative of academic writing in the academic setting. This serves as a basis for the development of more effective learning methods. Thus, the proposed model for academic writing adopts a project-based approach to improve students’ writing by integrating indigenous wisdom to promote students' character development.
PERWUJUDAN TINDAK KESANTUNAN BERKOMENTAR PADA WACANA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (The embodiment of Politeness Acts Commenting on Instagram Social Media Discourse) Hari Kusmanto
SAWERIGADING Vol 25, No 2 (2019): Sawerigading, Edisi Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v25i2.640

Abstract

AbstractThis research aims to describe the embodiment of politeness commenting followers of Jokowi’s Instagram account. The research data is the followers’ comments on Jokowi’s Instagram account that has politeness value. The data source is the follower comments on Jokowi’s Instagram account. The collecting data on this research uses the documentation and scrutinizing followed method by a competent free engagements (SBLC). Data analysis uses the intralingual and referential methods. The result of the research shows that the embodiment of politeness commenting that can be chosen to build a generation of character on media is to pay attention to the wishes of the speech partner, show confidence, use identity markers, give questions that are not trapping, involve the speech partners in speech activities, and intensify attention to the speech partners in speech. Citizens in commenting should use polite language and avoid using abusive language that triggers hostility. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perwujudan kesantunan berkomentar followers akun Instagram Jokowi. Data penelitian ini berupa komentar-komentar followers dalam akun instagram Jokowi yang memiliki nilai kesantunan. Sumber datanya adalah komentar followers dalam akun instagram Jokowi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan metode simak dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode intralingual dan referensial. Hasil penelitian menunjukkan wujud kesantunan berkomentar yang dapat dipilih untuk membangun generasi berkarakter dalam bermedia adalah memperhatikan keinginan mitra tutur, menunjukkan rasa percaya diri, menggunakan penanda identitas, memberikan pertanyaan yang tidak menjebak, melibatkan mitra tutur dalam aktivitas tuturan, dan mengintensifkan perhatian kepada mitra tutur dalam tuturan. Warganet dalam berkomentar hendaknya menggunakan bahasa-bahasa yang santun dan menghindari penggunaan bahasa kasar yang memicu permusuhan.
REALISASI TINDAK KESANTUNAN POSITIF DALAM WACANA AKADEMIK DI MEDIA SOSIAL BERPERSPEKTIF HUMANIS/POSITIVE POLITENESS OF ACADEMIC DISCOURSE TAKING PLACE IN SOCIAL MEDIA INTERACTION: A HUMANITY PERSPECTIVE Hari Kusmanto; Nadia Puji Ayu; Harun Joko Prayitno; Laili Etika Rahmawati; Dini Restiyanti Pratiwi; Tri Santoso
Aksara Vol 32, No 2 (2020): AKSARA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v32i2.454.323-338

Abstract

Abstrak Studi ini bertujuan mendeskripsikan wujud kesantunan berkomunikasi dalam media sosial WhatsApp antara mahasiswa dan dosen. Studi ini adalah kualitatif. Data dalam studi ini adalah kalimat-kalimat santun dalam wacana akademik di media sosial. Sumber data dalam studi ini adalah tuturan wacana akademik di media sosial. Pengumpulan data dalam studi ini menggunakan metode dokumentasi, simak, dan dilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data dalam studi ini dilakukan dengan metode padan intralingual; padan pragmatis dan diperkuat dengan teknik analisis kesantunan Brown dan Levinson berperspektif humanis. Hasil studi ini menunjukkan tindak kesantunan positif meliputi: (1) mengucapkan terima kasih sebagai penghormatan kepada mitra tutur, 48%; (2) memberikan pertanyaan sebagai wujud perhatian kepada mitra tutur, 8%; (3) memberikan informasi kepada mitra tutur sebagai wujud kepedulian, 18%; (4) menunjukkan keoptimisan kepada mitra tutur supaya termotivasi, 4%; (5) memberikan hadiah kepada mitra tutur dengan memberikan dukungan, 4%; (6) mengucapkan salam kepada mitra tutur sebagai upaya mendoakan kebaikan kepada mitra tutur, 8%; dan (7) menggunakan penanda identitas sebagai wujud menjalin solidaritas antara penutur dan mitra tutur, 10%. Hal ini menunjukkan mahasiswa memiliki sikap penghormatan yang tinggi kepada dosen dengan menunjukkan komunikasi bernada positif. Tindak kesantunan mengucapkan terima kasih, memberikan informasi yang dibutuhkan mitra tutur, menunjukkan sikap percaya diri, mengucapkan salam merupakan wujud komunikasi yang berperspektif humanis, yakni menjunjung nilai-nilai kemanusian. Penelitian ini bermanfaat dalam membangun komunikasi pembelajaran yang berorientasi pada kesantunan berbahasa yang memartabatkan nilai-nilai humanitas dalam pembelajaran. Kata kunci: kesantunan positif, akademik, media sosial, humanis Abstract This study aims to describe the form of politeness in communicating on WhatsApp social media between students and lecturers. This study is qualitative. The data in this study are polite sentences in academic discourse on social media. The data source in this study is the speech of academic discourse on social media. Data collection in this study uses the documentation method, refer to it, and proceed with note taking technique. Data analysis in this study was carried out using the intralingual equivalent method; pragmatic equivalent and strengthened by Brown and Levinson’s politeness analysis techniques with a sweet perspective. The results of this study show positive politeness actions include: (1) Thank you for the speech partner observer 48%; (2) giving questions as a form of attention to the speech partners 8%; (3) providing information to the speech partners as a form of concern 18%; (4) showing optimism for the speech partners to be motivated 4%; (5) giving gifts to speech partners by giving support 4%; (6) greeting the speech partners in an effort to pray for the kindness of the speech partners 8%; and (7) using identity markers as a form of establishing solidarity between the speaker and the speech partner 10%.. ISSN 0854-3283 (Print), ISSN 2580-0353 (Online) , Vol. 32, No. 2, Desember 2020 323 Realisasi Tindak Kesantunan Positif dalam Wacana Akademik di Media Sosial Berperspektif Humanitas Halaman 323 — 338 (Hari Kusmanto, Nadia P. Ayu, Harun J. Prayitno, Laili E. Rahmawati, Dini R. Pratiwi, dan Tri Santoso) This shows students have a high attitude of respect for lecturers by showing positive communication. Actions of thanksgiving, giving information needed by the speech partner, showing self-con dence, greeting is a form of communication with a humanist perspective, namely upholding human values. This research is useful in building learning communication that is oriented towards language politeness that digni es human values in learning. Keywords: positive politeness, academic, social media, humanity 
Kebijakan Pemerintah dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia: Strategi Memperkuat Identitas Bangsa Santoso, Tri; Kusmanto, Hari; Kusuma, Meydika Triyan; Utami, Nindy Muji
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.7668

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kebijakan apa saja yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya pemertahanan dan pemartabatan bahasa Indonesia menuju pengakuan oleh UNESCO dan (2) mendeskripsikan kebijakan apa saja yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya pemertahanan dan pemartabatan bahasa Indonesia pasca bahasa Indonesia diakui oleh UNESCO. Metode penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa perencanaan kebijakan pemerintah di JDIH dari RPJP, RPJM, hingga Rencana Kerja Pemerintah tahunan yang mendukung upaya pemartabatan bahasa Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini berupa kebijakan pemerintah dalam upaya pemartabatan bahasa Indonesia. Data-data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode dokumentasi, simak, dan dilanjutkan dengan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan 1) sebelum diakui UNESCO, kebijakan bahasa Indonesia berfokus pada (a) penguatan statusnya sebagai bahasa resmi negara dan alat komunikasi nasional, (b) pemerintah juga menginisiasi berbagai program untuk meningkatkan daya saing bahasa Indonesia di tingkat internasional, seperti pengembangan laboratorium kebhinekaan bahasa, diplomasi budaya, serta pengajaran BIPA, (c) upaya perlindungan terhadap bahasa daerah juga mulai diperkuat dengan program revitalisasi, peningkatan jumlah penutur muda, serta pengembangan pendidikan sastra di berbagai komunitas. 2) Setelah diakui UNESCO, kebijakan bahasa mengalami penguatan dalam cakupan yang lebih luas. Fokus utama bergeser ke arah (a) penginternasionalan bahasa Indonesia, (b) penguatan literasi kebahasaan dan kesastraan, dan (c) pelestarian bahasa daerah secara lebih sistematis. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap perlindungan dan pengembangan bahasa serta sastra juga semakin memperkuat identitas bangsa dalam kebijakan terbaru. Implikasi penelitian ini bahasa Indonesia setelah pengakuan UNESCO menunjukkkan arah kebijakan pemertahanan dan pemartabatan bahasa menuju internasionalisasi, penguatan litrerasi, dan penguatan identitas bahasa daerah sebagai identitas bangsa.
Eksplorasi Hutan dalam Novel Anak Penyamun dalam Rimba Karya Mocthar Lubis: Kajian Ekokritik Tri Santoso; Widyastuti, Sri Harti; Wiyatmi, Wiyatmi; Kusmanto, Hari
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.18807

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hutan dalam novel Anak Penyamun dalam Rimba karya Mochtar Lubis dengan pendekatan ekokritik. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan teks yang mengandung deskripsi hutan, interaksi manusia dengan alam, dan elemen-elemen ekokritik. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen terhadap keseluruhan isi novel dengan cara membaca dan menelaah teks secara mendalam. Pembacaan dilakukan secara berulang untuk mengidentifikasi secara cermat bentuk-bentuk hubungan manusia dengan alam, deskripsi lingkungan, dan nilai-nilai ekologis dalam cerita. Seluruh kutipan yang relevan diberikan kode sehingga membentuk kategori awal analisis. Analisis data mengikuti model interaktif yang meliputi tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menemukan 1) konsep hutan rimba yang dibagi menjadi tiga, yakni a) hutan rimba yang lebat dan susah terjangkau oleh manusia, b) hutan sebagai tempat yang penuh keanekaragaman flora dan fauna yang memberikan nilai estetika kepada manusia, dan c) hutan sebagai tempat yang penuh dengan kesejukan dan keindahan untuk merenung, bermeditasi, dan mencari makna hidup, 2) Penelitian ini menemukan pergeseran makna perhutanan sosial, yakni a) hutan sebagai sarang penyamun yang menunjukkan persepsi manusia terhadap hutan dapat berubah seiring dengan waktu dan konteks sosial, dan b) hutan sebagai tempat penambangan ilegal yang menunjukkan manusia dapat merusak lingkungan demi kepentingan pribadi.