Claim Missing Document
Check
Articles

INTEGRASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN MANAJEMEN RISIKO DALAM MENINGKATKAN STABILITAS PERUSAHAAN SAHAM SYARIAH DI BURSA EFEK INDONESIA Zuhro, Fatimatuz; Rulitawati; Nur Alam, Hendri
Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Tabarru' : Islamic Banking and Finance
Publisher : Department of Islamic Banking, Faculty of Islamic Studies, Islamic University of Riau (UIR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jtb.2026.vol9(1).27826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Good Corporate Governance (GCG) dan manajemen risiko dalam meningkatkan stabilitas perusahaan publik saham syariah di Bursa Efek Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan kerangka normatif dalam perspektif ekonomi syariah. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap regulasi, laporan tahunan perusahaan, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi GCG secara formal telah memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran, namun masih didominasi oleh pendekatan kepatuhan administratif. Transparansi terbukti memiliki peran strategis dalam meningkatkan efektivitas manajemen risiko, khususnya dalam mengurangi asimetri informasi dan memperkuat kepercayaan investor. Selain itu, integrasi antara GCG dan manajemen risiko menjadi determinan utama dalam menciptakan stabilitas perusahaan, dimana perusahaan yang mengadopsi pendekatan tata kelola terintegrasi menunjukkan ketahanan yang lebih baik terhadap volatilitas pasar. Penelitian ini menegaskan pentingnya transformasi tata kelola dari berbasis kepatuhan menuju pendekatan terintegrasi dan berbasis nilai syariah (integrated value-based governance) sebagai upaya memperkuat keberlanjutan dan daya saing pasar modal syariah di Indonesia.
Teachers' experiences and adaptations in navigating generational pedagogical shifts with digital native junior high students Rulitawati; Salsabila Nurhaliza; Habibur Rachman
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 7 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v7i1.6022

Abstract

The mismatch between traditional pedagogical approaches and digital-native learners' expectations poses substantial educational issues that need immediate attention. This research examined teachers' experiences with navigating generational pedagogical transitions while instructing digital-native students at junior high schools in Palembang. Participants, selected through purposive sampling, each had over 20 years of teaching experience and completed their education before the widespread integration of digital technology. Data collection utilized semi-structured interviews, non-participant classroom observations, and document analysis, analyzed through Colaizzi's phenomenological approach with triangulation for credibility. Findings revealed teachers' experiences evolved through five emotional stages from initial shock to eventual integration. Major challenges included technological competency gaps, infrastructure limitations, classroom management complexities, tensions between traditional and modern pedagogical values, and assessment difficulties. Teachers employed comprehensive adaptation strategies: segmented instruction with multimedia integration, strategic use of technology aligned with learning objectives, explicit digital citizenship instruction, continuous self-directed professional development, and cultivation of supportive learning environments. Results demonstrate that effectively managing generational pedagogical transitions requires comprehensive transformation beyond technical skills, necessitating systematic institutional support through infrastructure investment, continuous professional development, collaborative learning communities, adaptable curricula, and assessment reform to sustain teacher innovation in addressing digital-native learners. Key recommendations include establishing professional development programs, investing in digital infrastructure, creating teacher learning communities, developing flexible curricula, and implementing comprehensive support systems for teacher adaptation in the digital age.
Implementasi Asesmen Formatif berbasis Multiple Intelligences di Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Mandiri Cendekia Palembang M. Adi Gunawan Saputra; Rulitawati; Azwar Hadi; Hoirul Amri
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 1 No. 1 (2025): Al-Munawwir: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v1i1.1359

Abstract

Fakta yang terjadi, praktik pendidikan yang dilaksanakan oleh guru seringkali tidak berpihak kepada murid, masih terdapat guru yang belum memahami konsep asesmen formatif dalam kurikulum merdeka yang diterapkan di kelas. Sehingga peserta didik dikondisikan selayaknya seperti botol kosong yang hanya butuh diisi dengan muatan-muatan informasi saja yang dianggap perlu oleh guru, hanya dengan duduk-duduk mendengar, mencatat, dan menghafal apa yang disampaikan oleh guru. Realita tersebut jelas tidak dibenarkan, karena hal itu dapat menjadikan peserta didik pasif di dalam kelas dan hanya statis menyaksikan ceramah dari guru di depan kelas. Selain itu, kenyataan tersebut tentunya juga akan berimbas pada pengekangan terhadap bakat alami yang dimiliki dan menurunnya pretasi belajar peserta didik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Objek penelitian yang diamati adalah proses pembelajaran mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas. Subyek penelitiannya adalah guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Islam terpadu Insan Mandiri Cendekia Palembang. Hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan asesmen formatif itu sendiri dapat membantu guru dalam mengidentifikasi kesiapan peserta didik di awal pembelajaran. Sedangkan asesmen formatif dalam proses membantu guru untuk mengetahui daya serap pada saat melakukan langkah-langkah pembelajaran. Asesmen formatif awal dengan menerapkan siklus golden cirlce dapat menjadi pilihan yang tepat bagi guru agar peserta didik lebih memahami dan membudayakan pentingnya mempelajari ilmu pengetahuan. Teknik pengajaran yang dilakukan guru terhadap peserta didik melalui konsentris golden circle akan meningkatkan kekuatan emosional dan spiritualitas diri yang akan membawa mereka menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Peneliti menemukan beberapa hambatan pada implementasi asesmen formatif pada pelajaran pendidikan agama islam berbasis multiple intelligences di Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Mandiri Cendekia Palembang. Dengan memberikan pemahaman bermakna bagi guru, menggunakan metode dan media belajar yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik, memberikan peluang guru untuk dapat meningkatkan 4 kompetensinya, sekaligus memberikan dukungan moril merupakan solusi agar hambatan itu dapat diselesaikan.
Optimalisasi Pendidikan Akhlak dalam Meningkatkan Kualitas Moral Siswa di Sanggar Bimbingan At-Tanzil Kota Damansara Malaysia Purmansyah Ariadi; Rulitawati; Sri Yanti; Yuniar Handayani; Antoni; Rijalush Shalihin; Fadhilatul Hasanah; Susanto
Suluh Abdi Vol. 8 No. 1 (2026): Suluh Abdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/suluhabdi.v8i1.2045

Abstract

Kemerosotan akhlak anak di era digital menjadi tantangan serius bagi lembaga pendidikan Islam, tidak terkecuali di lingkungan sekolah Islam seperti SB At-Tanzil Kota Damansara, Malaysia. Optimalisasi pendidikan akhlak merupakan upaya sistematis dalam meningkatkan kualitas moral siswa di Sanggar Bimbingan (SB) At-Tanzil. Fokus utama program ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai etika dasar serta membekali siswa dengan fondasi karakter yang kuat agar mampu memfilter pengaruh negatif dari lingkungan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk membantu para pengajar di SB At-Tanzil dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih aplikatif dan efektif bagi peserta didik. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan pendampingan berbasis coaching yang dikombinasikan dengan tanya jawab. Metode ini mencakup asesmen, diskusi, dan bimbingan terhadap siswa. Luaran dari kegiatan ini adalah adanya perubahan positif pada perilaku harian siswa, yang ditandai dengan peningkatan kedisiplinan, sopan santun dalam berkomunikasi, serta penguatan rasa tanggung jawab. Bagi tenaga pengajar, program ini memberikan manfaat dalam penerapan strategi pembelajaran yang lebih efektif serta penyusunan buku panduan praktis pendidikan akhlak yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Secara jangka panjang, pengabdian ini diproyeksikan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berbasis pada nilai-nilai keislaman, sehingga siswa SB At-Tanzil memiliki akhlak yang mulia sebagai identitas diri, karena nilai seseorang bergantung pada akhlaknya.
Peran BUMDES Dalam Usaha Budidaya Jamur Tiram Membantu Perekonomian Masyarakat Dalam Prespektif Ekonomi Islam: Penelitian Deri Pratama; M. Jauhari; Rulitawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan usaha budidaya jamur tiram di Desa Suka Mulia, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi. Informan dalam penelitian ini meliputi pengurus BUMDes, pendamping lokal desa, tenaga ahli kabupaten, serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan usaha budidaya jamur tiram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Sejahtera memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan perekonomian masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penguatan aktivitas ekonomi lokal. Program kerja BUMDes difokuskan pada pengembangan budidaya jamur tiram melalui penyediaan sarana produksi, pendampingan teknis, serta pembentukan pola kemitraan dengan masyarakat. Namun demikian, pengelolaan usaha tersebut masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, faktor cuaca, serangan hama, serta keterbatasan bahan baku produksi. Secara keseluruhan, keberadaan BUMDes memberikan kontribusi positif terhadap penguatan ekonomi desa dan pemberdayaan masyarakat, meskipun masih diperlukan peningkatan kapasitas pengelola dan dukungan pendampingan yang berkelanjutan agar pengelolaan usaha dapat berjalan lebih optimal
Strategi Pemasaran Produk Gadai Emas Pada Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Pembantu Palembang Sudirman: Penelitian Fatimah Az Zahra; Rulitawati Rulitawati; Titin Yeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran, implementasi pemasaran, serta faktor pendukung dan penghambat produk gadai emas di Bank Syariah Indonesia KCP Palembang Sudirman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran dilakukan melalui promosi langsung kepada masyarakat, penyebaran brosur, pemasangan banner, serta pemanfaatan media sosial. Implementasi pemasaran dilakukan oleh Pawning Sales Officer melalui sosialisasi kepada nasabah dan masyarakat mengenai manfaat serta prosedur produk gadai emas yang menggunakan akad rahn sesuai prinsip syariah. Faktor pendukung pemasaran meliputi proses cepat, persyaratan mudah, biaya transparan, dan keamanan penyimpanan emas. Sedangkan faktor penghambat antara lain rendahnya pemahaman masyarakat, persaingan dengan lembaga lain, serta perubahan harga emas di pasa
Implementasi KUR Dalam Pembiayaan Umkm Di Bank Sumsel Babel Cabang Syariah Palembang: Penelitian Septiamsyah; Rulitawati Rulitawati; Muhammad Zainuddin Nawi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6056

Abstract

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia karena kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Namun, perkembangan UMKM masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses terhadap pembiayaan formal dari lembaga perbankan. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah hadir sebagai solusi untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM dengan tetap mematuhi prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi KUR Syariah dalam pembiayaan UMKM di BSB Cabang Syariah Palembang, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya, serta mengevaluasi dampaknya terhadap perkembangan usaha pelaku UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KUR Syariah di BSB Cabang Syariah Palembang telah berjalan sesuai dengan prinsip syariah dan prosedur perbankan melalui tahapan pengajuan pembiayaan, analisis kelayakan usaha, survei lapangan, penentuan akad, hingga pemantauan pembiayaan. Program ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan UMKM, terutama dalam peningkatan modal kerja, kapasitas produksi, serta stabilitas usaha. Faktor pendukung utama dalam implementasi KUR Syariah adalah adanya subsidi margin dari pemerintah, komitmen bank dalam menerapkan prinsip syariah, serta tingginya minat masyarakat terhadap pembiayaan halal. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan antara lain fluktuasi pendapatan usaha nasabah, rendahnya literasi keuangan, serta keterbatasan dalam pencatatan keuangan usaha. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pendampingan dan edukasi keuangan bagi pelaku
Efektivitas Metode Hifdzil Qur’an Dalam Program Takhosus Di SMA IT Izzuddin Palembang Hana Chailla; Rulitawati; Purmansyah Ariadi
Journal Islamic Pedagogia Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v6i1.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan metode Hifdzil Qur'an, menganalisis efektivitas penerapannya dalam Program Takhosus, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat di SMA IT Izzuddin Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru tahfidz, dan peserta didik Program Takhosus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Hifdzil Qur'an dilaksanakan secara sistematis melalui halaqah, ziyadah, muraja'ah, setoran hafalan, tasmi', dan pembinaan bacaan Al-Qur'an dalam sistem asrama. Penerapan metode tersebut efektif meningkatkan kualitas hafalan, ketepatan bacaan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan menjaga hafalan. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, kompetensi guru tahfidz, lingkungan belajar yang kondusif, sistem asrama, sarana dan prasarana yang memadai, serta pembinaan berkesinambungan. Adapun faktor penghambat meliputi menurunnya motivasi peserta didik, kejenuhan menghafal, pengaruh lingkungan pergaulan, dan penggunaan telepon genggam yang mengurangi fokus menghafal serta muraja'ah. Dengan demikian, metode Hifdzil Qur'an dalam Program Takhosus efektif meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur'an sekaligus membentuk karakter Qur'ani peserta didik.
Peran Dewan Pengawas Syariah dalam Kepatuhan Prinsip Syariah pada Pelaksanaan Good Corporate Governance Shalihin, Rijalush; Shalihah, Bunga Mar'atush; Ariadi, Purmansyah; Rulitawati
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v11i2.4133

Abstract

The purpose of this study is to find out how the role of the Sharia Supervisory Board in complying with sharia principles applied in sharia banking is based on good corporate governance. The method used in this research is using field research. Qualitative descriptive approach. The source of data in this study is secondary data. Data collection techniques are documentation through journals, books, libraries and the Qur'an and Hadith. The findings obtained in this study are that as an intermediary institution based on sharia principles, Islamic banks must comply with two types of compliance, namely sharia principles and legal compliance. The application of such compliance is not only required for good corporate governance and various Islamic bank products, but also for financial deeds made by a notary. Therefore, financial actions in Islamic banks must reflect the principles of sharia compliance, not only legal compliance. Specific concerns regarding sharia compliance have come within the scope of the Sharia Supervisory Board's authority. The Sharia Supervisory Board has implemented good sharia compliance in sharia banking. Islamic banking has implemented Good Corporate Governance (GCG) this triggers that every transaction and financial arrangement in Islamic banking is in accordance with sharia principles.
Pendampingan Perencanaan Karier Siswa/Siswi Kelas XII SMA Negeri Tanjung Batu Ogan Ilir Rulitawati; Purmansyah Ariadi; Yuniar Handayani; Ahmad Jumhan; Antoni; Helyadi
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1866

Abstract

Perencanaan karier menjadi isu yang semakin urgen bagi siswa kelas XII sekolah menengah atas seiring dengan kompleksitas pilihan pendidikan lanjutan dan dinamika dunia kerja di era modern. Kurangnya pemahaman siswa terhadap potensi diri, informasi karier, serta arah masa depan seringkali menimbulkan kebingungan dalam pengambilan keputusan pasca-sekolah. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan manfaat program pendampingan perencanaan karier bagi siswa kelas XII SMA Negeri Tanjung Batu dalam meningkatkan kesiapan karier mereka. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui kegiatan pendampingan yang bersifat interaktif dan partisipatif, dengan mengombinasikan ceramah, tanya jawab, serta diskusi klasikal dan individual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan perencanaan karier membantu siswa meningkatkan pemahaman terhadap minat, bakat, nilai-nilai pribadi, dan keterampilan yang dimiliki, sehingga siswa memiliki arah dan keyakinan yang lebih jelas dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan maupun karier. Program ini memberikan kontribusi praktis dalam layanan bimbingan karier di sekolah dengan menegaskan pentingnya pendampingan terstruktur bagi siswa pada fase transisi pendidikan. Disimpulkan bahwa pendampingan perencanaan karier berperan penting dalam membekali siswa dengan kesiapan menghadapi masa depan, dan disarankan agar pengabdian selanjutnya mengembangkan instrumen evaluatif yang lebih sistematis untuk mengukur dampak jangka panjang program ini.