Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Comparison of Effectiveness of Milling Time of Avocado Seed Extract for Lowering Blood Glucose Level in Alloxan-induced Diabetic Rat Manalu, Jojor Lamsihar; Caesarlia, Josephine; Dewi, Rita
Journal of Urban Health Research Vol. 3 No. 3 (2025): Journal of Urban Health Research
Publisher : School of Medicine and Health Sciences, Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/juhr.v3i3.7028

Abstract

Introduction:Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder with increasing global prevalence. Effective management is crucial to prevent acute and long-term complications. Natural products, including avocado (Persea americana Mill.) seeds, have gained attention for their potential antidiabetic properties due to their rich phytochemical content. Methods: This experimental study used male Sprague Dawley rats, divided into two main groups based on blood glucose status (normal and diabetic), with each group further subdivided based on the milling duration of avocado seed extract (5 and 10 minutes). The extract was administered orally at a dose of 250 mg/kg body weight for seven consecutive days. Blood glucose levels were measured using a glucometer before and after the treatment period. Results: Avocado seed extract demonstrated a glucose-lowering effect in both treatment groups. Rats treated with extract milled for 5 minutes showed a mean reduction in blood glucose of 25.13 mg/dL, while those receiving extract milled for 10 minutes exhibited a greater reduction of 45.88 mg/dL. Although the group treated with the 10-minute extract showed a higher decrease, statistical analysis using the Mann–Whitney U test revealed no significant difference in glucose-lowering efficacy between the two milling durations (P > 0.05). Conclusions:Avocado seed extract, regardless of milling duration, has potential antihyperglycemic effects in alloxan-induced diabetic rats. However, the variation in milling time between 5 and 10 minutes did not significantly influence the extract’s effectiveness. Further research with longer intervention periods, standardized phytochemical content, and inclusion of a positive control is recommended to validate its therapeutic potential. Keywords: Avocado Seed Extract; Blood Glucose; Diabetes Mellitus; Sprague Dawley Rats; Milling Duration
Tummy Time and Development of 6- to 12-Month-Old Infants Titah, Marvella Graceria; Surjono, Edward; Prabowo, Johanes A. C.; Setiawan, Andy; Dewi, Rita
Majalah Kedokteran Bandung Vol 57, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v57.3928

Abstract

Early childhood development, particularly within the first 1,000 days of life, is a critical period. Globally, 5–16% of children experience developmental delays. This figure is higher in Indonesia with approximately 13–18% of children under five are facing growth and developmental issues. Adequate stimulation, including activities like tummy time, plays a vital role in a child's growth and development. This study aimed to investigate the correlation between tummy time and the developmental outcomes of infants aged 6–12 months. An analytical descriptive design with a cross-sectional approach was employed in this study that was conducted at Public Health Centers in North Sulawesi Province, Indonesia. Data collection involved questionnaires assessing the onset, frequency, and duration of tummy time, alongside the use of the Child Development Pre-Screening Questionnaire. With a minimum sample size of 96 respondents, data were analyzed using Spearman’s correlation. Findings indicated that performing tummy time more than 1–2 times per week, with each session lasting 6–20 minutes, was significantly associated with better developmental outcomes. However, no significant relationship was observed between early initiation of tummy time or the number of daily sessions with infant development. The study concluded that engaging in tummy time more than 1-2 times per week for 6-20 minutes per session can promote optimal infant development.
PEMBELAJARAN ANATOMI SISTEM SARAF MANUSIA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR KELAS 3 DI MUSEUM ANATOMI Sasmita, Poppy Kristina; Dewi, Rita; Irawan, Robi; Djuartina, Tena
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i2.4229

Abstract

Materi mengenai tubuh manusia terdapat dalam pelajaran biologi untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Dalam proses belajar, pemilihan metode yang tepat dalam menyajikan suatu materi dapat membantu siswa untuk mengetahui dan memahami tentang suatu hal. Metode pembelajaran mengenai tubuh manusia selain diberikan oleh guru di sekolah juga didapat dengan cara yang berbeda untuk menambah pengetahuan dan pengalaman siswa. Satu metode yang efektif dalam upaya peningkatan pengetahuan dan pengalaman siswa adalah dengan berkunjung ke Museum Anatomi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya (FKIK UAJ), Jakarta.  Dalam program pengabdian masyarakat ini dilakukan kegiatan pengenalan sistem tubuh manusia dengan topik sistem saraf manusia dengan metode mendengar penjelasan disertai diskusi interaktif, aktivitas menggambar otak manusia dan melihat langsung preparat anatomi. Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 siswa dan siswi kelas 3 Sekolah Dasar Islam (SDI) Al-Jabr Pondok Labu, Jakarta Selatan. Hasil rerata nilai pre-test untuk kelas A adalah 5,69 dan kelas B adalah 5,72. Hasil rerata nilai post-test yang didapat untuk kelas A 7,65 dan kelas B 6,72. Berdasarkan hasil tersebut, terlihat peningkatan pengetahuan setelah beraktivitas  di Museum Anatomi. Kegiatan kunjungan ke Museum Anatomi merupakan salah satu metode pembelajaran alternatif yang berguna bagi siswa SD kelas 3 untuk mengetahui dan memahami sistem saraf manusia.
PENGARUH PEMAPARAN MATERI DAN TUR KOLEKSI MUSEUM ANATOMI FKIK UNIKA ATMA JAYA TERHADAP PENGETAHUAN SISTEM TUBUH PADA MURID SEKOLAH DASAR (SD) Panggabean, Nadine Lefina; Djuartina, Tena; Dewi, Rita; Suwangto, Erfen Gustiawan; Narwati, Yulia Tanti; Irawan, Robi
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6311

Abstract

Museum merupakan institusi nirlaba yang tidak hanya berperan dalam edukasi dan penelitian, tetapi juga sebagai sarana penyebaran informasi. Museum Anatomi FKIK Unika Atma Jaya memfasilitasi pembelajaran sains, khususnya biologi dan anatomi. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang melibatkan siswa SD yang mengunjungi museum. Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah pemaparan materi audiovisual serta tur koleksi sistem organ tubuh oleh staf Departemen Anatomi. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi efektivitas museum sebagai media pembelajaran dan dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Hasilnya, 121 siswa menunjukkan peningkatan skor post-test dengan distribusi jawaban benar yang lebih bervariasi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) pada beberapa topik, seperti embriologi, perbedaan jenis kelamin, dan fungsi ginjal dalam sistem urin. Namun, peningkatan pada topik lain seperti sistem tubuh dan fungsi jantung tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemaparan museum secara interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada topik-topik tertentu, meskipun tidak berlaku untuk seluruh materi
PEMBELAJARAN ANATOMI SISTEM SARAF MANUSIA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR KELAS 3 DI MUSEUM ANATOMI Sasmita, Poppy Kristina; Dewi, Rita; Irawan, Robi; Djuartina, Tena
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i2.4229

Abstract

Materi mengenai tubuh manusia terdapat dalam pelajaran biologi untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Dalam proses belajar, pemilihan metode yang tepat dalam menyajikan suatu materi dapat membantu siswa untuk mengetahui dan memahami tentang suatu hal. Metode pembelajaran mengenai tubuh manusia selain diberikan oleh guru di sekolah juga didapat dengan cara yang berbeda untuk menambah pengetahuan dan pengalaman siswa. Satu metode yang efektif dalam upaya peningkatan pengetahuan dan pengalaman siswa adalah dengan berkunjung ke Museum Anatomi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya (FKIK UAJ), Jakarta.  Dalam program pengabdian masyarakat ini dilakukan kegiatan pengenalan sistem tubuh manusia dengan topik sistem saraf manusia dengan metode mendengar penjelasan disertai diskusi interaktif, aktivitas menggambar otak manusia dan melihat langsung preparat anatomi. Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 siswa dan siswi kelas 3 Sekolah Dasar Islam (SDI) Al-Jabr Pondok Labu, Jakarta Selatan. Hasil rerata nilai pre-test untuk kelas A adalah 5,69 dan kelas B adalah 5,72. Hasil rerata nilai post-test yang didapat untuk kelas A 7,65 dan kelas B 6,72. Berdasarkan hasil tersebut, terlihat peningkatan pengetahuan setelah beraktivitas  di Museum Anatomi. Kegiatan kunjungan ke Museum Anatomi merupakan salah satu metode pembelajaran alternatif yang berguna bagi siswa SD kelas 3 untuk mengetahui dan memahami sistem saraf manusia.
PENGARUH PEMAPARAN MATERI DAN TUR KOLEKSI MUSEUM ANATOMI FKIK UNIKA ATMA JAYA TERHADAP PENGETAHUAN SISTEM TUBUH PADA MURID SEKOLAH DASAR (SD) Panggabean, Nadine Lefina; Djuartina, Tena; Dewi, Rita; Suwangto, Erfen Gustiawan; Narwati, Yulia Tanti; Irawan, Robi
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6311

Abstract

Museum merupakan institusi nirlaba yang tidak hanya berperan dalam edukasi dan penelitian, tetapi juga sebagai sarana penyebaran informasi. Museum Anatomi FKIK Unika Atma Jaya memfasilitasi pembelajaran sains, khususnya biologi dan anatomi. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang melibatkan siswa SD yang mengunjungi museum. Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah pemaparan materi audiovisual serta tur koleksi sistem organ tubuh oleh staf Departemen Anatomi. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi efektivitas museum sebagai media pembelajaran dan dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Hasilnya, 121 siswa menunjukkan peningkatan skor post-test dengan distribusi jawaban benar yang lebih bervariasi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) pada beberapa topik, seperti embriologi, perbedaan jenis kelamin, dan fungsi ginjal dalam sistem urin. Namun, peningkatan pada topik lain seperti sistem tubuh dan fungsi jantung tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemaparan museum secara interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada topik-topik tertentu, meskipun tidak berlaku untuk seluruh materi
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Masyarakat Tentang Pencegahan Penyakit TB Marna, Agustina; Dewi, Rita
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i4.58630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit tuberkulosis (TB) di RT 2 Tutungan Bia' Utara, Kelurahan Tikala, Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara pada tahun 2022. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, 49,2% masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan TB, sedangkan 50,8% memiliki pengetahuan yang kurang. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, pengetahuan masyarakat meningkat signifikan, dengan 91,8% memiliki pengetahuan yang baik. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,005), yang menandakan adanya pengaruh positif pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pencegahan TB berbasis pendidikan kesehatan, terutama di daerah dengan prevalensi TB yang tinggi seperti Kabupaten Toraja Utara. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk merancang program pendidikan kesehatan yang lebih efektif guna meningkatkan pengetahuan dan mengurangi penularan TB di masyarakat.
Pengaruh Pemberian Jus Tomat terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Almar, Junelty; Dewi, Rita
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i4.58631

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan global, dengan prevalensi yang meningkat, terutama pada usia dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Lembang Bululangkan, Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara. Desain penelitian yang digunakan adalah randomized pretest-posttest control design dengan sampel sebanyak 20 orang, yang terbagi menjadi dua kelompok: intervensi dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan penurunan yang signifikan pada tekanan darah pada kelompok intervensi, di mana 80% responden mengalami penurunan menjadi tekanan darah normal setelah pemberian jus tomat selama tujuh hari. Uji statistik Paired Sample Test menunjukkan nilai p = 0,000, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan jus tomat terhadap penurunan tekanan darah. Uji Man-Whitney antara kelompok intervensi dan kontrol juga menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai p = 0,001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jus tomat dapat digunakan sebagai terapi non-farmakologis yang efektif dalam pengelolaan hipertensi. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan jangka waktu yang lebih panjang disarankan untuk memperkuat hasil temuan ini dan mengeksplorasi penerapannya dalam praktik klinis.
Antifungal activity of peppermint leaf essential oil (Mentha x piperita l.) against Microsporum gypseum and Microsporum canis Setiawan, Glory Laura; Wijaya, Lorettha; Arieselia, Zita; Surja, Sem Samuel; Dewi, Rita
Pharmaciana Vol. 15 No. 3 (2025): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v15i3.30481

Abstract

Dermatophyte infections caused by Microsporum gypseum and Microsporum canis are common health issues affecting humans and animals. Peppermint leaves (Mentha x piperita L.) contain active constituents such as menthol and menthone, known for their antifungal potency. Authentication of Mentha piperita (peppermint) leaf in this study was performed through chemical profiling. The major constituents identified in peppermint essential oil include menthol, pulegone, isopulegol, limonene, and methylene. The purpose of this study was to examine the potency of peppermint leaf distillation essential oil in inhibiting the growth of M. gypseum and M. canis at concentrations of 25%, 12.5%, 6.25%, 3.125%, 1.562%, 0.781%, 0.390%, and 0.195%. Microdilution standard method was used to examine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Antifungal potency was assessed based on medium turbidity, compared to itraconazole as a positive control. Results showed that peppermint essential oil at a concentration of 6.25% and 1.562% inhibited the growth of M. gypseum and M. canis, respectively. Therefore, peppermint leaf essential oil can be recommended as a natural antifungal agent against M. gypseum and M. canis.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD Dewi, Rita; Wahyuningrum, Endang; Aisyah, Siti
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9206

Abstract

This study aims to analyze the improvement of fifth-grade students’ mathematical critical thinking skills and mathematics learning outcomes through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model at SD Peradaban Serang. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a pretest–posttest control group design. The population consisted of all fifth-grade students in the 2024/2025 academic year, with two classes selected as the experimental and control groups, each comprising 21 students. The research instruments included an essay-based mathematical critical thinking test developed according to Facione’s indicators (interpretation, analysis, evaluation, and inference) and a multiple-choice mathematics achievement test, all of which met validity and reliability requirements. Data were analyzed using an independent samples t-test and N-Gain analysis. The results indicated that the implementation of PBL had a significant effect on mathematical critical thinking skills (t = −3.317; p = 0.002) and mathematics learning outcomes (t = −2.241; p = 0.031). Mathematically, the mean N-Gain score for mathematical critical thinking in the experimental class was 0.5236 (52.36%), which was higher than that of the control class at 0.4966 (49.66%), with a difference of 2.70%; both were categorized as moderate. Meanwhile, the mean N-Gain score for mathematics learning outcomes in the experimental class was 0.3715 (37.15%), classified as moderate, and higher than that of the control class at 0.2352 (23.52%), which was categorized as low. These findings indicate that the Problem Based Learning model is more effective in improving students’ mathematical critical thinking skills and mathematics learning outcomes at the elementary school level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Peradaban Serang melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain pretest–posttest control group. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas V tahun ajaran 2024/2025, dengan dua kelas yang dipilih sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 21 siswa. Instrumen penelitian terdiri atas tes uraian kemampuan berpikir kritis matematis berdasarkan indikator Facione (interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi) serta tes hasil belajar matematika berbentuk pilihan ganda, yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan independent samples t-test dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis (t = −3,317; p = 0,002) dan hasil belajar matematika (t = −2,241; p = 0,031). Secara matematis, nilai rata-rata N-Gain kemampuan berpikir kritis matematis pada kelas eksperimen sebesar 0,5236 (52,36%) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,4966 (49,66%), dengan selisih peningkatan sebesar 2,70% dan keduanya berada pada kategori sedang. Sementara itu, nilai N-Gain hasil belajar matematika pada kelas eksperimen sebesar 0,3715 (37,15%) termasuk kategori sedang dan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,2352 (23,52%) yang berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar.