Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU SISWA TENTANG PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI MEDAN Rajagukguk, Clara Terecia; Djohan, Djohan; Natali, Oliviti
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.28132

Abstract

Berdasarkan data SKDI tahun 2017, prevalensi tertinggi IMS atau gejala penyakit menular seksual terjadi pada wanita yang belum menikah (20%). Dapat diidentifikasi beberapa faktor risiko yang paling dominan terhadap penularan penyakit menular seksual yaitu umur, perilaku, pengetahuan, dan ekonomi. Kebaruan dari penelitian ini yaitu melihat gambaran tingkat pengetahuan sikap dan perilaku siswa tentang pencegahan infeksi menular seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa/siswi SMAN 4 Medan mengenai pencegahan infeksi menular seksual. Penelitian menggunakan metode deskriptif cross-sectional di SMA Negeri 4 Medan pada bulan Mei 2024. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling (kriteria inklusi dan eksklusi). Jumlah sampel yang diambil berdasarkan rumus Slovin sebanyak 93 orang. Hasil menunjukkan bahwa 29 responden laki-laki (15,3%) dan 81 responden perempuan (42,6%) memiliki pengetahuan baik. Berdasarkan kategori pengetahuan baik, 96 responden (50,5%) memiliki sikap positif, 13 responden (6,8%) memiliki sikap moderat, dan 1 responden (0,5%) menunjukkan sikap negatif. Dalam kategori pengetahuan cukup, 27 responden (14,2%) menunjukkan sikap positif, 17 responden (8,9%) menunjukkan sikap yang cukup, dan 1 responden (0,5%) menunjukkan sikap negatif. Siswa dengan pengetahuan rendah, 27 responden (14,2%) menunjukkan sikap positif, 7 responden (3,7%) memiliki sikap cukup, dan 1 responden (1,6%) memiliki sikap negatif. Kesimpulan penelitian ini bahwa siswa/i SMA Negeri 4 Medan memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai pencegahan infeksi menular seksual dimana sebagian besar siswa/i memiliki sikap yang baik terhadap upaya pencegahan IMS. Namun, perilaku dalam pencegahan IMS, mayoritas tergolong kurang.
The Construction of Masculinity Myths in the Namin Group's Bajidoran Arena as a Specific Gender Order Saepudin, Asep; Djohan, Djohan; Sunardi, Stanislaus
Journal of Urban Society's Arts Vol 10, No 2 (2023): October 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v10i2.11123

Abstract

The Sundanese people have long recognized bajidoran as an entertainment art form that presents the aesthetics of dance and traditional Sundanese music (karawitan). However, beneath this surface lies the complexity of power struggles and masculine domination among individuals involved in the Bajidoran Enthusiast Community (Komunitas Pecinta Bajidoran or KPB). Interestingly, the power struggles are not limited to men but also involve women. This phenomenon prompts an inquiry into why bajidoran is heavily associated with practices of masculinity. This study aims to address the following questions: why is bajidoran associated with practices of masculinity, how is this construction process carried out, what are the contributing factors, and what are the implications for the KPB?This research employs a qualitative method with an ethnographic approach, wherein the researcher values the experiences and realities of the subjects under study, even if they differ radically from their own. The researcher applies three characteristics of this new ethnography: honesty, towards other facts, self-reflection, and polyvocality. Data collection involves literature review, observation, interviews, and documentation.The findings of the research explain that: 1) masculinity is strongly embedded in bajidoran due to: firstly, cultural, daily practices, and historical contexts that construct masculinity, which are dialectically intertwined with the experiences of the KPB, both present and past. Secondly, the situational and practical conditions within the bajidoran arena (social relations and interactions) have great potential to generate masculinity. 2) The process of constructing masculinity involves seven stages: production, socialization, appreciation, internalization and externalization, relationships and interactions, staging, and formation. Eight factors contribute to the construction of masculinity: patterns/sequences, the role of the mc and pesinden (vocalists), pencug ibing (leader), kendang (drum), selendang (scarf), economic capital, alcoholic beverages, and musical elements. The results of this research provide insights for the Bajidoran Enthusiast Community and relevant institutions to reconstruct the staging of masculinity in a way that accommodates gender equality.
Test the Effectiveness of Carrot Tuber Ethanol Extract Cream Preparation Formulation in Preventing Increased Melanin in Male Wistar Rats Exposed to UVB Light Wulan Dhari; Ali Napiah Nasution; Djohan; Widyaningsih Oentari; Widya Pasca Amir; Anita Merry Cisca; Ermi Girsang
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 6 (2023): June, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i6.3535

Abstract

This study was conducted with the aim of proving carrot tuber extract (Daucus carota L.) formulated in cream form can prevent an increase in the amount of melanin in the skin tissue of male wistar rats (Rattus norvegicus) exposed to UVB light and see histopathological changes due to carrot tuber extract given as a prevention of increasing the amount of melanin. This study is experimental with a post-test only control group research design. The test method used was testing the amount of melanin modified using a 13 watt Exoterra UVB 200 lamp. The animals tested were rats (Rattus norvegicus) male wistar strain aged 2-3 months, weighing ± 200 grams. Male rats were randomly divided into 6 groups. Each group consists of 5 male rats. The test area on the back of the back is 2x2 cm2. Group I male rats without cream administration as a negative control group, Group II male rats for Parasol Face Sunscreen Cream as a positive group. Group III is the group with the provision of basic ingredient cream and group IV-VI is the group with the administration of 25% carrot tuber extract cream; 50 %; 75 %. topically for 4 weeks.. The evaluation was performed by observing the amount of melanin at week 4 of histopathology analyzing in the test area. The results will be processed with IBM SPSS 21.0 and analyzed with the steps of Descriptive Analysis, Normality Analysis with data using Shapiro-Wilk test and Homogeneity using Levene's test, Comparative Analysis using one way Anova test, followed by Post-hoc test with LSD test. If the data is abnormal, use non-parametric analysis of the Kruskal-Wallis test followed by the Mann-Whitney test. The results showed that extra ethanol of carrot tubers can prevent the increase in the amount of melanin. This was shown by its ability to reduce melanin and histopathological changes in a group of male rats applied carrot tuber ethanol extract cream within 4 weeks
Peran Musical Group Interaction dalam Mereduksi Kecemasan (Studi Kasus Marskanskey String Quartet) Mawarni, Aghisna Indah; Djohan, Djohan; Raharjo, Rahmat
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10465

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kecemasan pemain string quartet saat memainkan karya music bertempo lambat, aspek tempo lambat yang menimbulkan kecemasan pada pemain string quartet, dan mengidentifikasi teknik untuk mengurangi tingkat kecemasan pada pemain string quartet. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Musical Group Interaction (MGI) dan Music Performance Anxiety (MPA). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan repertoar bertempo lambat karya Borodin dengan judul String Quartet No. 2 in D:  Nocturne. Data wawancara dikumpulkan dari nara sumber yang terdiri dari masing-masing anggota Marskanskey String Quartet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan kecemasan lebih disebabkan oleh kesiapan materi atau karya bertempo lambat yang akan dimainkan, kurangnya jam terbang (pengalaman) , dan situasi saat berada di atas panggung sebagai faktor pemicu utama. Selain itu, karya tempo lambat khususnya untuk string quartet cenderung menimbulkan kecemasan bagi sebagian pemain karena harus memiliki kecakapan untuk menunjukkan karakter atau reinterpretasi, melodi, tempo yang mengalir, harmoni, intonasi, teknik penjarian tangan kanan-kiri, ketepatan tempo, dan ritme yang beragam. Kesimpulannya adalah bahwa diperlukan strategi dalam mereduksi kecemasan pemain string quartet saat memainkan lagu bertempo lambat yaitu dengan mempersiapkan materi secara baik, melepaskan rasa cemas dengan gerakan atau gesture tubuh, dan menjalin komunikasi dan interaksi kelompok yang baik. Dalam artian selalu memberikan afirmasi positif saat sebelum pertunjukan, pertunjukan, dan setelah pertunjukan.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Wanita Usia Subur Dalam Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara Talya Br. Bangun, Inneke; Djohan, Djohan; Natali , Oliviti
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 8 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i8.2745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku wanita usia subur dalam melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebagai deteksi dini kanker payudara di Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 100 responden. Hasil menunjukkan bahwa 79% responden memiliki pengetahuan baik, 93% memiliki sikap positif, dan 91% menunjukkan perilaku baik dalam melakukan SADARI. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000) terhadap perilaku SADARI. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi dan promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif yang mendukung perilaku SADARI sebagai langkah preventif dalam deteksi dini kanker payudara..
Efek Probiotik EM4 pada Sistem Akuaponik terhadap Pertumbuhan, dan Mortalitas Ikan Guppy, serta Pertumbuhan Tanaman Mint Wibowo, Dimas Andre Adi; Sucahyo, Sucahyo; Djohan, Djohan
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v9i1.19330

Abstract

Revitalisasi dan Pembuatan Biopori di SMAN 2, SMAN 3 dan SMAK Satya Wacana Salatiga Selaras dengan Misi Sekolah Adiwiyata Christina Tapilouw, Marisa; Sucahyo, Sucahyo; Djohan, Djohan; Adhi Nugroho, Jonatan; Galang Priatama, Rafla; Adi Wicaksono, Rifky; Nur Pratiwi, Dian; Teguh Zega, Yakin
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.13385

Abstract

Pendahuluan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan yaitu memperbaiki dan mengembalikan fungsi biopori yang ada serta pembuatan biopori baru di 3 lingkungan SMA di Salatiga. Studi ini bertujuan untuk melakukan evaluasi biopori yang telah ada sebelumnya dan memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah serta mengurangi genangan air. Metode: Observasi awal; persiapan; pemaparan awal; revitalisasi, pembuatan biopori; dan evaluasi. Hasil: Antusiasme partisipan yang terlibat dalam tim Adiwiyata sekolah sangat terlihat melalui keaktifan dalam melakukan revitalisasi dan pembuatan biopori baru. Tim Adiwiyata dapat aktif dalam memelihara biopori  dengan cara memasukkan sampah organik dan memanen kompos secara periodik. Kesimpulan: kegiatan ini menjadi langkah yang baik untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberikan solusi konkret terhadap persoalan resapan air di sekolah-sekolah. Dengan beberapa perbaikan dan evaluasi lebih lanjut, kegiatan ini dapat menjadi contoh yang baik untuk proyek seupa di tempat lain.
Transformasi Makna Teks Religius dalam Musik Populer Indonesia: Perspektif Reader-response Luwiga, Abraham Anton Febrindo; Djohan, Djohan
PROMUSIKA Vol 13, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v13i2.17455

Abstract

Lirik lagu merupakan sebagai sebuah medium ekspresi yang kaya akan makna, terutama ketika mengadaptasi teks religius ke dalam konteks musik populer. Artikel ini mengkaji transformasi makna bagian ayat “seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami” dari Doa Bapa Kami dalam lirik lagu “Hagia” ciptaan Barasuara melalui pendekatan hermeneutik teori reader-response Wolfgang Iser. Tujuan utama penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisis perubahan makna teks religius ketika dipindahkan dari ruang sakral ke ruang musik sekuler, serta peran musik dalam proses reinterpretasi makna. Metode penelitian menggunakan Hermeneutic Systematic Review (HSR) dengan analisis kualitatif, meliputi tahapan identifikasi makna asli teks religius, pemetaan konteks kreator (Iga Massardi), dan analisis interaksi teks dengan audiens dalam kerangka reader-response. Hasil analisis menunjukkan bahwa makna religius yang awalnya terbatas pada konteks ritual keagamaan mengalami perluasan menjadi sebuah pesan universal tentang toleransi dan solidaritas sosial. Musik sebagai medium memainkan peran krusial memperluas horizon penerimaan interpretasi terhadap makna baru yang mana dapat melampaui batas-batas keagamaan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa makna teks religius bersifat dinamis, berkembang sesuai konteks sosial budaya pencipta dan pembaca. Implikasi hasil penelitian ini menunjukkan potensi musik populer sebagai media dialog antaragama dan rekonsiliasi sosial dalam konteks Indonesia yang plural. Penelitian ini membuka arah baru dalam kajian hermeneutik musik Indonesia dengan menunjukkan bahwa adaptasi teks religius dapat memperkaya diskursus keagamaan kontemporer tanpa menghilangkan nilai spiritualnya. Kontribusi teoretis penelitian ini terletak pada penerapan teori reader-response dalam analisis lirik musik populer Indonesia, yang sebelumnya belum banyak dilakukan secara sistematis. Transformasi makna ini menunjukkan bahwa musik populer dapat menjadi jembatan antara nilai-nilai religius dan kebutuhan masyarakat kontemporer yang beragam. Penelitian ini mengungkapkan bahwa proses perubahan makna tidak menghilangkan nilai spiritual dari teks asli, melainkan memperluas aksesnya kepada audiens yang lebih luas tanpa batasan denominasi agama. Temuan ini memberikan pemahaman baru tentang bagaimana seni dapat berperan dalam membangun dialog antariman dan toleransi di Indonesia yang majemuk. Dengan demikian, musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium komunikasi nilai-nilai kemanusiaan universal yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia saat ini.The Transformation of Religious Text Meaning in Indonesian Popular Music: A Reader-response PerspectiveAbstractLyrics are a rich medium for expressing meaning, especially when adapting religious texts to popular music contexts. This article examines the transformation of the phrase "as we forgive those who trespass against us" from the Lord's Prayer in the song "Hagia" by Barasuara, using Wolfgang Iser's reader-response hermeneutic theory. The primary goal is to identify and analyse the shift in the meaning of religious texts when they are moved from sacred to secular music spaces and to explore how music influences this reinterpretation process. The research employed a Hermeneutic Systematic Review (HSR) with a qualitative approach, involving the identification of the original meaning, mapping the songwriter's context (Iga Massardi), and analysing the interaction between the text and the audience through reader-response theory. The results reveal that the original religious meaning, once limited to a ritual context, transforms into a universal message of tolerance and social solidarity. Music plays a key role in expanding the scope of meaning reception, surpassing liturgical boundaries. The study concludes that the meaning of religious texts is fluid, changing based on the socio-cultural context of both the creator and the audience. The findings highlight the potential of popular music as a tool for interfaith dialogue and social reconciliation within Indonesia's diverse society. This research opens new avenues in Indonesian music hermeneutics by showing that adapting religious texts can enhance contemporary religious discussions without compromising their spiritual significance. Its main contribution is the systematic use of reader-response theory to analyse Indonesian popular music lyrics, an approach that has been largely overlooked in earlier studies. The research offers a model for understanding how sacred texts can act as bridges for cross-cultural and interreligious understanding today. This transformation shows that popular music can connect religious values with the needs of a modern, diverse society. It also reveals that the process of transforming meaning does not diminish the spiritual worth of the original text; rather, it broadens its reach, crossing denominational boundaries. These insights suggest how art can help promote interfaith dialogue and tolerance in Indonesia's pluralistic society. Therefore, music serves not only as entertainment but also as a medium for conveying universal human values that are relevant to Indonesia's current social landscape.Keywords: hermeneutics; reader-response; popular music; religious text meaning; Barasuara
Status keberlanjutan keramba jaring apung di Danau Rawa Pening pada dimensi ekologi berdasarkan pendekatan RAPFISH Kinanti, Tesalonika Putri; Djohan, Djohan; Cahyaningrum, Desti Christian
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.9.3.290-306

Abstract

Floating net cages (KJA) aquaculture is an important livelihood source for local community, but it also contributes to eutrophication in Rawa Pening Lake. So, it is necessary to ensure that KJA management is carried out based on the sustainable development principles to minimize the environmental impacts. This study aims to assess the sustainability status of KJA management in Rawa Pening Lake from the ecological dimension. Data were collected through interviews, direct observation, direct measurement and literature study based on following attributes; water quality, water fertility, environmental conditions, biosecurity and fish health. Then, data that has been scored were analyzed by Multi-Dimensional Scaling (MDS) using the RAPFISH application embedded in Ms. Excel). The results showed the KJA sustainability index is 49,567 (poor sustainability category). The most significant attribute of KJA sustainability is water nutrient content, i.e. N:P ratio (leverage = 4,129). It is concluded that the management of KJA in Rawa Pening Lake has been not carried out based on sustainable aquaculture management principles. Therefore, management strategies focusing on controlling water nutrient levels are urgently required to ensure the sustainability of KJA in Rawa Pening Lake.
The Therapeutic Effect of Weightless Music to Reduced the Anxiety of Preoperative Patient Djohan, Djohan; Kriswanto, Yanuarius Jefri; Sittiprapaporn, Phakkharawat; Jamnongsarn, Surasak
IJCAS (International Journal of Creative and Arts Studies) Vol 12, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Graduate School of Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijcas.v12i2.18279

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of tempo elements through the creation of new music played to patients preoperatively to reduce anxiety levels. Anxiety in preoperative patients can be a risk factor for increased postoperative anxiety if not previously given appropriate intervention. Anxiety can cause aggressive reactions and increase the patient's experience of distress and difficulty with pain management. Music creation with tempo manipulation and sedative concepts is used to reduce the anxiety level of preoperative patients because it has a character that can provide a relaxing sensation, especially slow tempo and simple melody (William, 2018). One-shot case study pre-experimental research method was used to determine the therapeutic effect of weightless music. Five participants consisted of randomly selected preoperative patients aged 18-40 years. Each participant listened to slow tempo music for 15 minutes as a form of non-pharmacological intervention to reduce anxiety and there was no placebo. The results show that there is a decrease in anxiety levels in preoperative patients and 80% of participants thought that tempo is the most influential musical element. Tempo with a speed between 50-60 bpm can cause a pleasant sensation for subjects who are treated to listening to music. Based on the experimental results, the effect of music on reducing the level of preoperative anxiety then created new musical works.Efek Terapeutik Musik Weightless dalam Menurunkan Kecemasan Pasien Praoperasi AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh unsur tempo melalui penciptaan musik baru yang diperdengarkan kepada pasien praoperasi dalam menurunkan tingkat kecemasan. Kecemasan pada pasien praoperasi dapat menjadi faktor risiko meningkatnya kecemasan pascaoperasi apabila tidak diberikan intervensi yang tepat sejak awal. Kecemasan dapat memicu reaksi agresif serta meningkatkan pengalaman distres pasien dan kesulitan dalam pengelolaan nyeri. Penciptaan musik dengan manipulasi tempo dan konsep sedatif digunakan untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien praoperasi karena memiliki karakter yang mampu memberikan sensasi relaksasi, terutama musik dengan tempo lambat dan melodi sederhana (William, 2018). Penelitian ini menggunakan metode praeksperimen dengan desain one-shot case study untuk mengetahui efek terapeutik musik weightless. Partisipan penelitian berjumlah lima orang pasien praoperasi berusia 18–40 tahun yang dipilih secara acak. Setiap partisipan mendengarkan musik bertempo lambat selama 15 menit sebagai bentuk intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan, tanpa pemberian plasebo. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada pasien praoperasi, dan sebanyak 80% partisipan menyatakan bahwa tempo merupakan unsur musik yang paling berpengaruh. Tempo dengan kecepatan antara 50–60 bpm mampu menimbulkan sensasi menyenangkan bagi subjek yang menerima perlakuan mendengarkan musik. Berdasarkan hasil eksperimen tersebut, disimpulkan bahwa musik berpengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan praoperasi, yang selanjutnya menjadi dasar penciptaan karya musik baru.
Co-Authors Abraham Anton Febrindo Luwiga Adek Amansyah Adhi Nugroho, Jonatan Adi Kurniawan Adi Wicaksono, Rifky Adinda Adinda Anggraini, Wenti Anita Merry Cisca Anugrah Zigana Sani Asep Hidayat Wirayudha Ayu Niza Machfauzia Baeha, Ferdinando Motuho Cahyaningrum, Desti Christian Christina Tapilouw, Marisa Cisca, Anita Merry Djuang, Michelle Hendriani Ermi Girsang Firmansyah, Ahmad Insanu Fortunata Tyasrinestu Galang Priatama, Rafla Girsang, Ermi Grasiah, Joster Hartadji, Ezer Widhi Hartaji, Ezer Widhi Husna, Fika Amaliza Hutagalung, Tommy Rizky Ibnu, Syahroni Indra Kusuma Wardani irza Haicha Pratama Khainir Akbar, Khainir Kinanti, Tesalonika Putri Kriswanto, Yanuarius Jefri legowo, adityo Lister, Gilbert Marisa Christina Tapilouw Mawarni, Aghisna Indah Mukti, Ade Indra Napitu, Sabar Hamonangan Victorianus Nardi, Leo Nasution, Ali Napiah Natali , Oliviti Natali, Oliviti NELDA, FITRI Nur Pratiwi, Dian Oentari, Widyaningsih Phakkharawat Sittiprapaporn Prayanto Widyo Harsanto Prayoon Suyajai Puspawani, Yeni R Taryadi R. Chairul Slamet Raharjo, Rahmat Rahmadayani, Fanny Rajagukguk, Clara Terecia Rosar, Naufal Rudi Chandra Rudi Chandra Sabandar, Anna Helena Saepudin, Asep Setiawan, Chriestian Denny Siahaan, Debora Helena Sittiprapaporn, Phakkarawat Sittiprapaporn, Phakkharawat Sri Kasmiyati Sualang, Lady Angela Exlesia Sucahyo Sucahyo Suminto A. Sayuti Sunardi, Stanislaus Surasak Jamnongsarn, Surasak Sylvana, Dhini Talya Br. Bangun, Inneke Tarigan, Setia Budi Teguh Zega, Yakin Turnip, Modesto Lam Ulido Putra Tuwio, Namuri Migo Veronica, Yashinta Maria Wibowo, Dimas Andre Adi Widya Pasca Amir Widyaningsih Oentari Widyaningsih Oentari Wulan Dhari Yuliansyah, Jeri Zahra, Fifyan Nisrina Zega, Yakin Teguh