Claim Missing Document
Check
Articles

EEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS XII IPS MAN 3 MANDAILING NATAL Azhari, Ilham; Pardede, Nurhasana; Asmaryadi, Asmaryadi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 2 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - APRIL-JUNI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i2.346-358

Abstract

Percaya diri dalam proses belajar mengajar didunia pendidikan merupakan suatu hal yang berperan penting untuk menunjang tercapainya kepercayaan diri dalam mengoptimalkan kemampuan serta keberanian peserta didik. Dalam megoptimalkan kemampuan peserta didik pada proses belajar tidak semua peserta didik memiliki percaya diri yang tinggi. Namun terdapat juga peserta didik yang memiliki percaya diri rendah, hal ini terdapat di MAN 3 Mandailing Nata.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dalam bentuk quasi experimental design dengan desain yang digunakan dalam penelitian ini yang digunakan yaitu nonequivalent control group design. Pada dua kelompok tersebut sama-sama dilakukan pretest dan posttest. Dalam penelitian ini berfokus pada keefektifan layanan konseling kelompok dengan menggunakan teknik Self- Instruction untuk meningkatkan percaya diri peserta didik dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket.Adapun hasil dapat diketahui bahwa nilai z hitung eksperimen z kontrol (2, 809 2, 805), hal ini menunjukkan bahwa ditolak dan diterima. Selain itu didapat nilai rata-rata posttest kelas pada kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol (89 81,1). Jika dilihat dari hasil yang telah didapat maka peningkatan pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian dapat dapat dinyatakan bahwa layanan konseling kelompok dengan menggunakan teknik Self-Instruction dapat meningkatkan percaya diri peserta didik kelas XII IPS MAN 3 Mandailing Natal mengalami perubahan setelah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik Self-Instruction.
UPAYA GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMA NEGERI I SIABU Asmaryadi, Asmaryadi; Matondang, Anas Munandar; Sukatno, Sukatno; Harahap, Ahmad Fauzi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 1 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i1.32-36

Abstract

Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku. (Fenti:2012)Dari penjelasan di atas, maka penulis ingin meneliti bagaimana Upaya Guru Bimbingan Konseling Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Di SMA Negeri I Siabu. Penulis ingin melihat bagaimana proses maupun langkah-langkah yang dilakukan oleh guru BK dalam meningkatkan kedisiplinan sekolah peserta didik di SMA Negeri I Siabu.
HUBUNGAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMP NEGERI 1 ANGKOLA SELATAN Harahap, Winda Apriani; Harahap, Erlina; Asmaryadi, Asmaryadi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 1 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i1.157-163

Abstract

Penelitian ini didasarkan atas permasalahan Hubungan konformitas teman sebaya dengan kepercayaan diri siswa. Adapun fokus penelitian ini melihat : Apakah ada hubungan konformitas teman sebaya dengan kepercayaan diri siswa SMP Negeri 1 Angkola Selatan. Adapun tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan konformitas teman sebaya dengan kepercayaan diri siswa SMP Negeri 1 Angkola Selatan. Tempat penelitian ini di lakukan di SMP Negeri 1 Angkola Selatan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif  korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII SMP Negeri 1 Angkola Selatan yang berjumlah 39 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 berjumlah 13 siswa, kelas VIII-2 berjumlah 13 siswa dan kelas VIII-3 berjumlah 13 siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik simple random sampling. Teknik analisis data ini menggunakan SPSS versi 23 dengan uji kolmogorov smirnop. Teknik pengumpulan data ini menggunakan angket sebanyak 50 pernyataan variabel X dan 50 pernyataan variabel Y jadi jumlah keseluruhan 100 pertanyaan.Hasil penelitian pemperlihatkan perbedaan nilai rata-rata variabel X dan Y. Hasil uji normalitas 0, 576 dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,895 maka dapat disimpulkan berdistribusi normal. Uji linearitas nilai signifikasinya 0,975 lebih dari 0,05. Uji reliabilitas pengujian nilai Cronbach’s Alpha 0, 629 0,6. Uji regresi sederhana nilai determinasi atau R sebesar 0,021 hal tersebut menandakan bahwa ada pengaruh variabel bebas dan variabel terikat jadi pengaruh variabel X 13,5 sedangkan sisanya  (100% - 13,5 % = 86,5%).   Uji hipotesis 0,21 0,05 menunjukkan bahwa hipotesis ada hubungan antara konformitas teman sebaya dengan kepercayaan diri diterima. 
PERAN LAYANAN INFORMASI DALAM MENCEGAH PERILAKU MENGHISAP LEM Di KELURAHAN PANCURAN BAMBU KOTA SIBOLGA Pardede, Nurhasanah; Dela, Vitria Larseman; Asmaryadi, Asmaryadi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 1 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i1.64-68

Abstract

Penelitian ini berdasarkan peran layanan informasi dalam mencegah perilaku menghisap lem di Kelurahan pancuran Bambu. Adapun focus penelitian ini adalah untuk mengetahui peran layanan informasi dalam mencegah perilaku menghisap lem di keluran bambu. Adapun jenis penelitian adalah Kualitatif, menggunakan teknik pengumpulan data triangulasi (wawancara, observasi, dokumentasi). Responden berjumlah 20 remaja, informan Lurah, Kepling kelurahan pancuran bambu. Hasil Penelitian yang telah di lakukan para respon remaja menyatakan bahwa peran layanan informasi bermanfaat bagi remaja semakin menambah pengetahuan berkaitan dengan dampak negative dari perilaku menghisap lem, sehingga dengan adanya peran layanan informasi dapat mencegah perilaku menghisap lem di kelurahan pancuran Bambu
HUBUNGAN PENGENDALIAN DIRI (SELF CONTROL) DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 SAYURMATINGGI Matondang, Anas Munandar; Asmaryadi, Asmaryadi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 2 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - APRIL-JUNI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i2.365-372

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengendalian diri (self control), tingkat prokrastinasi akademik siswa, dan hubungan antara pengendalian diri (self control) dengan prokrastinasi akademik siswa di Kelas X SMA Negeri 1 Sayurmatinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif koreasional. Ukuran sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak sehingga diperoleh total sampel 32 orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket untuk mengukur tingkat pengendalian diri dan prokrastinasi akademik siswa. Teknik analisis data dilakukan melalui uiji validitas, uji reliablitas, uji linearitas, dan uji hipotesis dengan teknik kolerasi “r” product moment menggunakan bantuan program SPSS Statistic versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat pengendalian diri (self control)  siswa dapat dikategorikan "Cukup" dengan rata-rata keseluruhan mencapai 61,78 (60,88%), (2) Tingkat prokrastinasi akademik secara keseluruhan dapat dikategorikan "Baik," dengan rata-rata 28.10 (70.25%), (3) Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengendalian diri dan prokrastinasi akademik pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sayurmatinggi (p 0,05).
EFEKTIVITAS LAAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENANGANI KONSEP DIRI NEGATIF PADA SISWA SMK SWASTA HARAPAN POKENJIOR Hutabarat, Mirna Sari; Saputri, Nor Mita Ika; Asmaryadi, Asmaryadi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 1 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i1.43-48

Abstract

Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Assertive Training Dalam Menangani Konsep Diri Negatif Pada Siswa SMK Swasta Harapan Pokenjior.Masalah pokok dalam penelitian ini adalah tentang rendahnya konsep diri Siswa SMK Swasta Harapan Pokenjior. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konseling kelompok dengan teknik Assertive Training untuk menangani konsep diri Siswa.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Jenis desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimental design, tipe one group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan adalah skala konsep diri. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 Siswa SMK Swasta Harapan Pokenjior sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah Remaja yang memiliki konsep diri yang sedang dan rendah sebanyak 10 Siswa yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. dan teknik analisis yang digunakan uji-t dan n-gain.Dari hasil analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan : pertama terjadi perbedaan skor konsep diri setelah diberi konseling kelompok dengan nilai terjadinya peningkatan skor pre-test ke skor post-test, pada skor pre-test jumlah skor Siswa adalah 1394 dengan rata-rata 139,4. Sedangkan skor pada skor post-test terjadi peningkatan skor menjadi 1488 dengan rata-rata 148,8,setelah diberikan tratment melalui konseling kelompok teknik Assertive Training. Artinya , hipotesis alternatif (Ha) diterima dan (H0) ditolak pada taraf signifikan 5% dengan db atau df 9. Ini berarti bahwa pengaruh konseling kelompok dengan teknik Assertive training berpengaruh signifikan dalam meningkatkan Konsep diri Siswa SMK Swasta Harapan Pokenjior.
Augmented Reality Building Blocks: Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Permainan Konstruktif Digital-Fisik Malim Soleh Rambe; Asmaryadi Asmaryadi; Sukatno Sukatno; Nurhasanah Pardede; Vitria Larseman Dela; Erlina Harahap; Khairul Amri; Harun Arrasyd
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2755

Abstract

This study develops and tests the effectiveness of augmented reality building blocks (AR-Block) in increasing the creativity of 5-6 year old children at Darul Hasan IT Kindergarten, Padangsidimpuan City. Using a mixed-methods approach and a pretest-posttest control group design, the sample was purposively selected (N=40) and divided into an experimental (AR-Block) and a control (conventional block) group. The instruments included: (1) the Digital Creativity Assessment Tool (DCAT) to measure fluency, flexibility, and originality of ideas, (2) eye-tracking for engagement analysis, and (3) IoT sensors on the blocks to record interaction patterns. Results showed a significant increase in the experimental group (t=6.32, p<0.001, d=1.5), with the largest effect on originality (a 42% increase). Qualitative analysis revealed three mechanisms of technological influence: (1) AR visual scaffolding stimulates idea exploration, (2) real-time system feedback enhances intrinsic motivation, and (3) digital collaboration develops social-creative skills. Practical implications include: (1) a hybrid physical-digital model for early childhood education (ECE), (2) teacher training in AR integration, and (3) a digital creativity framework based on play-based learning. This research enriches the literature on children's educational technology with empirical evidence that multimodal interaction design can optimize creativity development.
HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DALAM PUBLIC SPEAKING DENGAN KECEMASAN BERBICARA SAAT PRESENTASI DI DEPAN KELAS PADA MAHASISWA SEMESTER 2 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING TAHUN 2026 Ainun Setia Ningsih; Asmaryadi Asmaryadi; Nor Mita Ika Saputri
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 3 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i3.259-266

Abstract

Keterampilan public speaking dan kelancaran komunikasi lisan merupakan kompetensi praktis yang krusial bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai calon konselor. Namun, aktivitas presentasi di depan kelas sering kali memicu kecemasan performa, khususnya pada mahasiswa semester awal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepercayaan diri dalam public speaking dengan kecemasan berbicara saat presentasi di depan kelas pada mahasiswa Semester II Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Tahun 2026. Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan sampel jenuh sebanyak 74 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen kuesioner psikologis model Skala Likert: Skala Kepercayaan Diri (26 item valid, ?= 0,556) dan Skala Kecemasan Berbicara (27 item valid, ?= 0,483). Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product-Moment. Hasil analisis deskriptif menunjukkan mayoritas mahasiswa memiliki tingkat kepercayaan diri kategori tinggi (68,9%) dan kecemasan berbicara kategori sedang (62,2%). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,018 dengan nilai signifikansi p = 0,877 (p 0,05), sehingga hipotesis nol (H0) diterima. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara saat presentasi di depan kelas. Kecemasan berbicara bersifat multidimensional dan diduga lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal atau kesiapan teknis. Implikasinya bagi dosen BK adalah perlunya merancang intervensi komprehensif seperti pelatihan manajemen kecemasan dan teknik public speaking, bukan sekadar berfokus pada peningkatan kepercayaan diri mahasiswa.
HUBUNGAN POLA ASUH PERMISIF DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA BERESIKO PUTUS SEKOLAH DI SMP NEGERI 2 MUARA BATANG GADIS Elmatiara Sari Pulungan; Asmaryadi Asmaryadi; Sukatno Sukatno
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 3 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i3.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh permisif orang tua dengan motivasi belajar siswa SMP yang berisiko putus sekolah di Desa Ranto Panjang,  Kecamatan  Muara  Batang  Gadis,  Kabupaten  Mandailing  Natal.  Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena tingginya risiko putus sekolah yang diduga  berkaitan  dengan  rendahnya  motivasi  belajar  akibat  penerapan  pola  asuh permisif, yaitu pengasuhan dengan kebebasan tanpa batas dan minim pengawasan. Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  kuantitatif  dengan  metode  korelasional. Populasi penelitian berjumlah 182 siswa SMP, sedangkan sampel diambil secara purposive sebanyak 28 siswa yang memenuhi kriteria risiko putus sekolah. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup untuk mengukur pola asuh permisif (40 item) dan motivasi belajar (40 item), serta dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas,  linearitas,  dan  korelasi  Pearson  Product  Moment.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif berada pada kategori sedang hingga tinggi pada  mayoritas  responden,  sedangkan  motivasi  belajar  cenderung  sedang  hingga rendah. Uji hipotesis menghasilkan koefisien korelasi r = -0,615 dengan signifikansi 0,001 ( 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara pola asuh permisif dan motivasi belajar. Artinya, semakin tinggi tingkat pola asuh permisif yang diterapkan orang tua, semakin rendah motivasi belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menerapkan pola asuh yang seimbang  agar  dapat  meningkatkan  motivasi  belajar  dan  mencegah  risiko  putus sekolah.
STRATEGI COPING STRESS MAHASISWI DALAM MENYELESAIKAN PENDIDIKAN TINGGI SETELAH MENIKAH : STUDI KASUS PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING Sarianti Siregar; Erlina Harahap; Asmaryadi Asmaryadi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 3 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i3.267-275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi coping stress yang digunakan oleh mahasiswi dalam menyelesaikan pendidikan tinggi setelah menikah, faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas strategi coping, serta kontribusi dukungan dari keluarga dan lingkungan akademik dalam mengatasi stres. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden penelitian adalah seorang mahasiswi yang sudah menikah, sementara informan terdiri dari suami, ibu mertua, dan teman sekelas. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mengalami stres akibat tuntutan peran sebagai mahasiswi, istri, dan ibu, sehingga menyebabkan kesulitan dalam mengatur waktu antara tanggung jawab akademik dan keluarga. Untuk menghadapi stres tersebut, responden menggunakan strategi problem-focused coping melalui pengaturan waktu, penentuan prioritas, menyelesaikan masalah secara bertahap, serta meminta bantuan dari orang terdekat. Selain itu, responden juga menggunakan emotion-focused coping melalui cara berpikir positif, pengendalian emosi, penerimaan diri, mencari dukungan emosional, serta meningkatkan aktivitas ibadah. Keberhasilan strategi coping didukung oleh motivasi pribadi serta dukungan social dari suami, keluarga, dan teman-teman. Oleh karena itu, kombinasi problem-focused coping dan emotion-focused coping sangat membantu responden dalam mengelola stres dan melanjutkan pendidikan demi mencapai tujuan akademiknya.