Claim Missing Document
Check
Articles

Engagement Rate (Tingkat Keterlibatan) @enayfaradiba pada Reels dalam Mendukung Keberhasilan Komunikasi Bisnis Risya Audila; Noning Verawati; Wawan Hernawan
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.535

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini dilakukan karena adanya fenomena perubahan oleh kemajuan teknologi dan pergeseran perilaku masyarakat, yang kini lebih banyak memakai media sosial instagram daripada media konvensional. Instagram kini menjadi media utama bagi individu untuk menjalankan komunikasi bisnis secara personal melalui profesi yang disebut dengan selebgram (selebriti di instagram). Media sosial instagram menjadi platform bagi para selebgram (selebriti di instagram) dalam menjalankan komunikasi bisnis serta membangun interaksi dengan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis engagement rate (tingkat keterlibatan) @enayfaradiba pada reels dalam mendukung keberhasilan komunikasi bisnis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan tingkat keterlibatan pada periode Maret 2026–Juni 2026 secara signifikan memengaruhi keberhasilan komunikasi bisnisnya. Konten perawatan kulit (skincare) mencatat rata-rata tingkat keterlibatan tertinggi sebesar 126,08%, diikuti oleh riasan (makeup) sebesar 81,46% dan pakaian sehari-hari (outfit of the day) sebesar 77,15%, membuktikan bahwa konten yang didasarkan pada kebutuhan nyata audiens mampu menimbulkan keterlibatan yang lebih dalam. Kesimpulan utama dari penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan Instagram berfungsi sebagai instrumen komunikasi bisnis yang efektif. Oleh karena itu, evaluasi keterlibatan audiens (engagement rate) secara teratur sangat penting untuk mengoptimalkan performa konten, guna mempertahankan keberlanjutan komunikasi bisnis pada platform digital khususnya instagram. ABSTRACT  This research was conducted due to the phenomenon of changes due to technological advances and shifts in people's behavior, who now use instagram more than conventional media. Instagram has now become the main medium for individuals to conduct personal business communications through a profession called celebgrams (celebrities on instagram). Instagram social media has become a platform for celebgrams (celebrities on instagram) in conducting business communications and building interactions with audiences. This study aims to analyze the engagement rate (level of involvement) of @enayfaradiba on reels in supporting the success of business communications. The research method used in this study is a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results show that the calculation of the engagement rate in the period March 2026–June 2026 significantly influences the success of its business communications. Skincare content recorded the highest average engagement rate of 126.08%, followed by makeup at 81.46% and everyday clothing (outfit of the day) at 77.15%, proving that content based on the real needs of the audience can generate deeper engagement. The main conclusion of this study confirms that instagram serves as an effective business communication tool. Therefore, regularly evaluating audience engagement rates is crucial for optimizing content performance and maintaining the sustainability of business communications on digital platforms, particularly instagram.
Pemanfaatan Media Sosial Instagram dalam Membangun Brand Awareness UMKM Kuliner: Studi Kasus SAR Pizza Bandar Lampung Regita Cahya Devanto; Wawan Hernawan; M. Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.537

Abstract

ABSTRAK              Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya pemanfaatan media sosial Instagram dalam membangun brand awareness Sar Pizza Bandar Lampung serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam prosesnya. Latar belakang penelitian didasari oleh semakin pentingnya brand awareness bagi UMKM kuliner yang memiliki keterbatasan sumber daya di tengah persaingan yang ketat, serta masih terbatasnya kajian yang secara khusus mengkaji proses pemanfaatan konten Instagram sebagai sarana komunikasi brand pada UMKM kuliner dari perspektif tingkatan brand awareness Aaker. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan digital terhadap akun Instagram Sar Pizza, wawancara semi terstruktur dengan 10 informan (pemilik, admin Instagram, 4 followers, dan 4 non-followers), serta dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sar Pizza telah memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran melalui penyajian konten visual produk, penyampaian informasi produk dan promosi, serta interaksi dengan konsumen melalui fitur feed, stories, reels, highlights, caption, dan direct message. Berdasarkan tingkatan brand awareness Aaker, Sar Pizza berhasil mengurangi kondisi Unaware of Brand dan mencapai tahap Brand Recognition melalui identitas visual merek dan konten Instagram yang konsisten. Namun, Brand Recall belum optimal karena konsumen belum mampu mengingat Sar Pizza secara spontan, dan Top of Mind belum tercapai karena brand pizza mapan seperti Pizza Hut masih lebih dominan di benak konsumen. Kendala utama yang diidentifikasi meliputi intensitas unggahan yang belum konsisten, keterbatasan pengelolaan akun Instagram, dan persaingan dengan brand pizza yang lebih dikenal. Implikasi penelitian ini memberikan kerangka evaluatif berbasis piramida Aaker bagi UMKM kuliner dalam mengukur dan meningkatkan efektivitas pemanfaatan Instagram untuk pembentukan brand awareness. ABSTRACT              This study aims to analyze the efforts of using Instagram social media to build brand awareness of Sar Pizza Bandar Lampung and identify the obstacles faced in the process. The study is motivated by the growing importance of brand awareness for culinary SMEs with limited resources amid intense competition, and the limited research specifically examining the use of Instagram content as a brand communication tool for culinary SMEs through the lens of Aaker's brand awareness levels. A descriptive qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through digital non-participant observation of Sar Pizza's Instagram account, semi-structured interviews with 10 informants (owner, Instagram admin, 4 followers, and 4 non-followers), and documentation. Data validity was maintained through source and technique triangulation. Results show that Sar Pizza has utilized Instagram as a marketing communication medium through visual product content, product and promotional information, and consumer interaction via feed, stories, reels, highlights, caption, and direct message. Based on Aaker's brand awareness levels, Sar Pizza successfully reduced the Unaware of Brand condition and reached the Brand Recognition stage through brand visual identity and consistent Instagram content. However, Brand Recall has not been optimal as consumers cannot spontaneously recall Sar Pizza, and Top of Mind has not been achieved as established pizza brands such as Pizza Hut remain more dominant in consumer memory. Key obstacles include inconsistent upload intensity, limited Instagram account management, and competition from more well-known pizza brands. The implications of this research provide an Aaker pyramid-based evaluative framework for culinary SMEs to measure and improve the effectiveness of Instagram use for brand awareness building.
Partisipasi Siswa Dalam Kegiatan Ekstrakulikuler (Studi Kasus Komunikasi Sekolah Pada Sekolah Menegah kejuruan Palapa Bandar Lampung) Abdul Rohman; Hanindyalaila Pienrasmi; Wawan Hernawan
Interaction Communication Studies Journal Vol. 3 No. 2 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/interaction.v3i2.6238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana komunikasi sekolah berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMK Palapa Bandar Lampung. Penelitian ini dimotivasi oleh tingkat partisipasi siswa yang relatif rendah meskipun sekolah telah menerapkan beberapa strategi komunikasi, termasuk Program Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), orientasi anggota baru, penilaian ekstrakurikuler, dan penggunaan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi sekolah diimplementasikan melalui empat strategi utama: sosialisasi selama Program Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), orientasi anggota baru, penilaian ekstrakurikuler sebagai bentuk apresiasi, dan pemanfaatan media sosial untuk menyebarluaskan informasi. Selain itu, komunikasi interpersonal antara Wakil Kepala Sekolah Bidang Kemahasiswaan, pembimbing ekstrakurikuler, pelatih, anggota komite siswa, dan siswa memperkuat pemahaman, motivasi, dan kepercayaan siswa, yang mendorong partisipasi yang lebih besar dalam kegiatan ekstrakurikuler. Studi ini menyimpulkan bahwa komunikasi sekolah berkelanjutan yang mengintegrasikan komunikasi formal, komunikasi interpersonal, dan media sosial memainkan peran penting dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMK Palapa Bandar Lampung.