Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN DESAIN GRAFIS KELAS X MULTIMEDIA DI SMKN 10 BUNGO Sapitri, Ayu; Edriati, Sofia; Nurdin, Bernediv
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 1 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i1.7-16

Abstract

Permasalahan yang ada pada mata pelajaran desain grafis khususnya di materi pembelajaran unsur-unsur desain grafis belum memakai media pembelajaran yg mendukung hasil belajar siswa, sebagai akibatnya siswa sulit memahami materi waktu belajar. Penelitian ini bertujuan buat membentuk multimedia interaktif yg valid dan  simpel. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development Using the ADDIE Development Example (RdanD). Subyek penelitian ini adalah sampel sebanyak 9 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Teknik analisis data untuk pengembangan multimedia interaktif dalam Adobe Flash CS6 adalah data kuantitatif. dari akan terjadi penelitian ini membagikan nilai homogen-rata uji validitas ahli media sebanyak 1,388 dengan kategori valid dan  pakar materi sebesar 1,272 dengan kategori valid. untuk uji praktikalitas terhadap respon guru mencapai 80,27% dengan kategori sangat simpel dan  buat respon siswa mencapai 82,34% dengan kategori sangat praktis.
PENGEMBANGAN PLATFORM LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) BERBASIS MOODLE PADA SMK NEGERI 1 RAO SELATAN Anisa, Nur; Irsyadunas, Irsyadunas; Edriati, Sofia
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 1 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i1.17-23

Abstract

Masalah yang dialami guru dan siswa dimana kegiatan pembelajaran dilakukan secara online (dalam jaringan) guru kesulitan dalam menyampaikan materi secara maksimal, guru kesulitan dalam memberikan kuis dan memberikan materi tambahan untuk melihat kemampuan belajar siswa. Siswa kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru dan siswa mengalami kesulitan dalam mengumpulkan tugas karena tidak ada tempat khusus untuk mengumpulkan tugas. Metode yang dipakai  dalam penelitian ini ialah metode penelitian dan pengembangan (RD),  metode di pakai untuk menciptkan sebuah produk serta menguji keaktifan produk adalah mrtode prnrlitian dan pengembangan (RD). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat relevansi sistem manajemen pembelajaran platform (LMS) yang efektif dan untuk mengetahui tingkat kepraktisan sistem manajemen pembelajaran platform (LMS). Metodologi Penggunaan penelitian dan pengembangan (RD). Platform sistem manajemen pembelajaran (LMS) berbasis Moodle valid yaitu validasi materi 0,709% dan validasi media 0,780% dan praktik yaitu kepraktisan guru 94,79% dan kepraktisan siswa 85,7%.
PELATIHAN PENYUSUNAN BUKU DIGITAL MENGGUNAKAN PLATFORM BOOK CREATOR Aima, Zulfitri; Anggraini, Villia; Edriati, Sofia; Putri, Amalia; Alma, Siti Haifa; Syahwa, Keysha Alifia
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v2i1.53

Abstract

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di sekolah masih tergolong rendah dan masih banyak guru yang belum terampil menyusun buku digital yang menarik. Oleh karena itu, diperlukan suatu langkah strategis untuk memberikan pelatihan kepada para guru agar dapat mengintegrasikan teknologi dalam penyusunan bahan ajar untuk peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Pelatihan dilaksanakan dengan prinsip partisipatif. Metode pelaksanaan dilakukan dengan metode praktik oleh seluruh peserta pelatihan. Hasil evaluasi pelaksanaan memperlihatkan sebagian besar peserta telah terampil dalam mempraktikkan materi pelatihan dengan baik. Akan tetapi, masih terdapat 11% peserta dengan kategori cukup terampil dalam mempraktikkan materi pelatihan, dan mereka menginginkan pendampingan lebih lanjut agar lebih mahir dalam menggunakan fitur-fitur Book Creator dan bisa menghasilkan karya buku digital yang lebih menarik. Peserta pelatihan juga menyarankan untuk lebih sering mengadakan kegiatan serupa bagi guru di sekolah karena sangat bermanfaat dalam meningkatkan minat belajar siswa.
Strengthening Student Network Competence through the MikroTik Academy Program: Evaluation of the CIRO Model Husnita, Liza; Ambiyar, Ambiyar; Fauzan, Ahmad; Yasmi, Fifi; Edriati, Sofia
International Assulta of Research and Engagement (IARE) Vol. 4 No. 1 (2026): International Assulta of Research and Engagement (IARE)
Publisher : Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/iare.v4i1.1065

Abstract

The rapid development of Industry 4.0 and Society 5.0 requires higher education institutions to produce graduates with strong digital competencies supported by internationally recognized professional certifications. One strategic effort to address this demand is the implementation of the MikroTik Academy program, which provides students with the MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) certification. This study aims to evaluate the effectiveness of the MikroTik Academy program in strengthening students’ network competence using the CIRO (Context, Input, Reaction, and Outcome) evaluation model. A mixed descriptive approach was employed, involving questionnaires, interviews, observations, and documentation. Data were analyzed using qualitative techniques and descriptive quantitative statistics. The results indicate that the program is highly relevant to student needs and industry demands (context), supported by qualified instructors, standardized training materials, and adequate facilities (input). Participants showed positive responses in terms of learning comfort, clarity of instruction, and increased self-confidence (reaction). In terms of outcomes, the program achieved a very high certification pass rate (96–100%), improved students’ professional readiness, and contributed significantly to institutional key performance indicators related to graduate employability and off-campus learning experiences. Overall, the findings demonstrate that the MTCNA certification program is effective, sustainable, and strategically valuable for enhancing graduate competitiveness and institutional quality.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA ELEMEN DESAIN BRIEF MATA PELAJARAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Tesa, Elma; Mulyono, Heri; Edriati, Sofia
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 9, No 1 (2026): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v9i1.108-118

Abstract

The problems that exist in desain comunication visual for elemen elemen desain brief are the absence of learning media that supports student learning outcomes, so students find it difficult to understand the material while studying. This study aims to produce valid and practical android-based learning media. This study uses the Research and Development (RD) method with the ADDIE development model. The subjects of this study amounted to 15 students as a sample. Data collection techniques using a questionnaire with a Likert scale. The results of this study indicate the average value of the media expert's validity test is 0.704 with a valid category and material expert is 0.73 with a valid category. For the practicality test, the teacher's response reached 87,5% with a very practical category and for the student response it reached 89,92% with a very practical category. Conclusions based on the assessment along with input from media experts and material experts as well as the results of field trials of android-based learning media have been tested for feasibility and can be used as learning media for elemen elemen desain brief.