Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Dan Realisasi High Power Amplifier Untuk Pemancar Dvb-t2 Ega Fibri Larasati; Achmad Ali Muayyadi; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyelenggaraan TV digital di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 2012 sampai waktu terlaksanakannya Analog Switch Off (ASO) dimana ketika itu TV analog di Indonesia sudah tidak dipakai lagi. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kominfo No.32 Tahun 2013 tentang “Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Secara Digital dan Penyiaran Multipleksing Melalui Sistem Terestrial”. Dimana di Indonesia akan ditetapkan teknologi DVB-T2 yang berbasis penyiaran bebas berbayar (free to air). Sistem pemancar televisi terdiri dari exciter, driver, HPA (High Power Amplifier), dan antena. Untuk memperoleh level daya pancar yang diinginkan, dibutuhkan penguat untuk menguatkan sinyal keluaran dari exciter sebelum ditransmisikan oleh antena. Namun sinyal keluaran dari exciter tidak bisa langsung dikuatkan oleh HPA karena level sinyalnya terlalu kecil, sehingga memerlukan beberapa tingkat penguatan untuk mencapai daya output maksimum. Agar kualitas perangkat transmisi dapat terjaga kestabilannya, maka power amplifier ini perlu pengontrolan suhu karena transistor penguat daya RF sangat rentan rusak pada suhu yang tinggi. Pada tugas akhir ini akan dirancang dan direalisasikan HPA (High Power Amplifier) yang akan digunakan pada rentang frekuensi UHF (Ultra High Frekuency). HPA merupakan penguat tingkat akhir yang menentukan daya output secara keseluruhan dari RF (Radio Frekuensi) yang setelah itu akan dihubungkan ke antena pemancar. Hasil dari perancangan dan realisasi HPA pada standar DVB-T2 dapat bekerja pada frekuensi 470-690 MHz dengan penguatan yang digunakan sebesar 7-15 dB, efisiensi yang dipakai 25% pada bandwidth 220 MHz dan yang akan direalisasikan menggunakan FR 4 dengan 𝜀𝑟 sebesar 4.7. Kata kunci : High Power Amplifier, DVB-T2. Abstract The implementation of digital TV in Indonesia has been started since 2012 until the time of execution of Analog Switch Off (ASO) where analog TV in Indonesia is not used anymore. The Government has issued Regulation of Minister of Kominfo No.32 of 2013 on Organizing Digital Television Broadcasting and Multiplexing Broadcasting Through Terrestrial System. Where in Indonesia will be established DVB-T2 technology that is based on free-to-air broadcasting. The television transmitter system consists of exciter, driver, HPA (High Power Amplifier), and antenna. To obtain the desired level of transmit power, an amplifier is needed to amplify the output signal from the exciter before it is transmitted by the antenna. However, the output signal from the exciter cannot be directly amplified by the HPA because the signal level is too small, so it requires several levels of gain to achieve maximum output power. In order to maintain the quality of the transmission device, the power amplifier needs temperature control because the RF power amplifier transistor is very susceptible to damage at high temperatures. In this final project will be designed and realized HPA (High Power Amplifier) which will be used in UHF frequency range (Ultra High Frequency). HPA is the final level amplifier that determines the overall output power of RF (Radio Frequency) which will then be connected to the transmitting antenna. The result of HPA design and realization on DVB-T2 standard can work on 470-690 MHz frequency with 7-15 dB used gain, efficiency is 25% at bandwidth 220 MHz and which will be realized using FR 4 with 𝜀𝑟 is 4.7. Keywords: High Power Amplifier, DVB-T2.
Prototipe Sistem Rotator Untuk Stasiun Bumi Pratama, Khairon Rafi Sukma; Nugroho, Bambang Setia; Edwar, Edwar
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Jurnal berikut membahas mengenai desain danimplementasi rotator yang berkemampuan penuh untukmemfasilitasi pergerakan stasiun bumi. Rotator merupakankomponen penting dalam sistem komunikasi satelit, yangbertujuan untuk memastikan antena dapat beroperasi denganoptimal dalam melacak dan menerima sinyal dari satelit yangbergerak. Rotator bekerja dengan cara menggerakkan antenapada sumbu azimut dan elevasi, memungkinkan penyesuaiansudut untuk mengikuti lintasan satelit di orbitnya. Sistemrotator biasanya terdiri dari motor penggerak, kontrolerelektronik, dan mekanisme transmisi. Perangkat lunak danperangkat keras yang digunakan untuk rotator ini dirancangbersifat modular sehingga sistem dapat dengan mudahdimodifikasi dan ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan misidi masa yang akan datang. Rotator ini berbasis dari Satnogsground station dengan frame berbahan alumunium dengan duamotor stepper dan kontrol Arduino dipadukan dengan boardCNC shield V3 dan dua buah modul a4988. Untuk komponentransmisi digunakan cetak 3D berbahan ABS yang memilikiketahanan tinggi. Pergerakan dikontrol menggunakan softwareseperti Hamlib dan Gpredict yang terhubung pada serverSatnogs. Kata kunci— rotator, stasiun bumi, sumbu azimuth dan elevasi, Gpredict
Pengembangan Stasiun Bumi Frekuensi Ultra Tinggi Menggunakan Raspberry Pi 3b+ Hanifah, Nita; Nugroho, Bambang Setia; Edwar, Edwar
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Penelitian ini bertujuan untukmengembangkan stasiun bumi frekuensi ultra tinggi (UHF)dengan memanfaatkan Raspberry Pi 3B+ sebagai inti sistempengkomputasian. Stasiun bumi ini dirancang untukmenerima dan mengirim sinyal pada rentang frekuensi UHF,yang umumnya digunakan untuk komunikasi satelit danaplikasi radio amatir. Raspberry Pi 3B+ dipilih karenadimensinya yang kecil, biaya yang rendah, dankemampuannya dalam menjalankan berbagai aplikasiperangkat lunak open-source. Prototipe stasiun bumi inimelibatkan integrasi perangkat keras dan perangkat lunak,termasuk modul Software Defined Radio (SDR) dan antenaUHF yang dioptimalkan. Sistem ini dikonfigurasi untukmengolah sinyal UHF, dengan kemampuan untuk mengakses,merekam, dan menganalisis data yang diterima dari satelityang mengorbit rendah. Hasil pengujian menunjukkanbahwa stasiun bumi berbasis Raspberry Pi 3B+ ini mampumenangkap sinyal dengan jelas dan stabil, serta menawarkanfleksibilitas dalam penyesuaian frekuensi dan pengolahansinyal. Penelitian ini menunjukkan bahwa Raspberry Pi 3B+adalah platform yang efektif dan ekonomis untukpengembangan stasiun bumi UHF. Implementasi ini tidakhanya bermanfaat untuk aplikasi komunikasi satelit, tetapijuga dapat digunakan dalam proyek-proyek edukasi danpenelitian yang membutuhkan solusi stasiun bumi yangterjangkau Kata kunci: Stasiun Bumi, Raspberry Pi 3B+, Software Defined Radio (SDR), Pengolahan Sinyal
Design Of Multiband Microstrp Antenna On Cubesat For Ads-B Communication Putra, Naufal Alim Harya; N, Bambang Setia; Edwar, Edwar
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Automatic Dependent Surveillance-Broadcast(ADS-B) is a new technology in aircraft observation that uses theglobal positioning system (GPS) to track the position, speed, winddirection and altitude of the aircraft. The research aims tocompare the results of application simulations and the results offield measurements. ADSB simulation results return loss -21.13dB, VSWR 1.2181, gain 0.5 dBi, and axial ratio 3.06. S-Bandantenna simulation, return loss of -15.35 dB, VSWR of 3.89, gainof 3.88 dBi, and axial ratio of 9.7 dB. The measurement resultsobtained for the ADS-B antenna return loss -19.376 dB, VSWR1.25, gain 2.67 dBi, and axial ratio 1.341 dB. Measurement of theS-Band antenna return loss is -15.36 dB, VSWR is 1.35, gain is0.62 dBi and axial ratio is 1.33 dB. In the simulation andmeasurement of the ADS-B antenna, a close value is obtained. Inthe simulation and measurement of the S-Band antenna, there aredifferences in the measurement frequency from 300 MHz to 2700MHz, while in the simulation it is 2400 MHz. The factor thataffects the difference in results is the material used is not the sameas the material used in the simulation.Keywords: ADS-B, S-Band, Microstrip Antenna, CubeSat
Klasifikasi Kondisi Pernapasan Berdasarkan Sinyal Radar Menggunakan Convolutional Neural Network Fiddin, Muhammad Faqihna; Fu’adah, R Yunendah Nur; Edwar, Edwar
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia medis frekuensi pernapasanmenjadi salah satu indikator awal yang dapat digunakan untukmendiagnosa suatu gangguan yang berhubungan dengan sistempernapasan. Pengukuran frekuensi pernapasan dapatdilakukan dengan alat bantu seperti radar. Radar adalah salahsatu pendekatan yang bagus untuk mengukur frekuensipernapasan manusia. Hasil pengukuran frekuensi pernapasanoleh radar masih berupa sinyal yang memerlukan penangananlebih lanjut untuk mengetahui kondisi dari pernapasanseseorang. Maka dari itu, dibutuhkan sistem yang secaraotomatis yang dapat mengklasifikasikan kondisi pernapasanseseorang dengan melihat sinyal radar tersebut. Pada penelitianini bertujuan untuk merancang sistem klasifikasi kondisipernapasan melalui sinyal radar dalam tiga kelas yaitu low,normal, dan high. Dataset yang diperoleh berasal darizenodo.org dan berdasar jurnal dengan bentuk citra scalogram.Penelitian sistem klasifikasi kondisi pernapasan inimenggunakan Convolutional Neural Network (CNN) denganarsitektur MobileNet. Parameter pengujian terbaik yangdidapatkan adalah nilai epoch 100, nilai batch size 8, nilailearning rate 0,0001, dan dengan optimizer Adam. Hasilpengujian dengan parameter terbaik mendapatkan nilaiakurasi 96,5% dengan nilai loss 0,104, nilai presisi 96,6%, nilairecall 96,4%, dan nilai f1-score 96,5%.Kata kunci— pernapasan, klasifikasi, sinyal radar,convolutional neural network, mobilenet
Perancangan Dan Realisasi Antena Planar Ultra Wideband Patch Berbentuk Triangular Untuk Deteksi Kanker Otak Khairani, Hania Silva; Nur, Levy Olivia; Edwar, Edwar
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit yangpaling serius dan susah di deteksi keberadaannya secara dini.Penyakit kanker setiap tahunnya merenggut nyawa sekitar10 juta orang. Salah satunya kanker otak yang masihmenghantui dunia kesehatan menyebabkan tingkatkecacatan dan kematian mempengaruhi manusia danmemiliki angka kekambuhan yang tinggi. Dalam duniamedis, kanker otak dapat dideteksi dengan berbagai carauntuk mengetahui posisi tumor sesuai stadiumnya. Alat yangdigunakan untuk mendeteksi kanker otak saat ini ialahmamografi x-ray, ultrasound, computed tomography (CT)scan, magnetic resonance imaging (MRI) scan dan biopsi.Namun, metode tersebut memerlukan biaya yang relatifmahal Dengan menggunakan teknologi UWB, biaya relatifmurah dan diagnosis lebih mudah. Hasil dari perancangandan realisasi sebuah antena planar patch triangular denganfrekuensi yang bekerja pada antena ini yakni 5 GHz. Simulasiterhadap phantom jaringan kepala manusia tanpa kankerdan dengan kanker dapat di deteksi keberadaannya dilihatdari perubahan nilai electric field dan nilai Return Loss.Return loss pada jaringan tanpa kanker lebih tinggi dengannilai return loss sebesar – 23,16 dB dibandingkan jaringankepala kanker ukuran 20 mm terdeteksi dengan nilai returnloss -27,88 dB, ukuran 30 mm nilai return loss -26.47 dB, danukuran 50 mm nilai return loss -29,91 dBKata kunci— UWB, Antena Planar, kanker,parameter
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Circular Pada Frekuensi 5,8 Ghz Untuk Mendeteksi Kepadatan Tulang Maesharoh, M Imas; Nur, Levy Olivia; Edwar, Edwar
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoporosis yaitu keadaan atau penyakittulang yang mengalami kerapuhan sehingga mudah retak ataupatah. Alat yang digunakan untuk menghitung densitas tulangmenggunakan ultrasound pada daerah tumit dianggap kurangakurat, untuk mendiagnosis. Berdasarkan isu dari masalahdiatas, maka pendeteksi osteoporosis berupa antena mikrostrippatch circular dengan frekuensi Industrial, Scientific, andMedical (ISM) bekerja pada 5,8 GHZ dengan antena yang akandiuji coba pada tulang sapi sebagai pengganti tubuh manusiadengan menggunakan metode teknik pencatu mikrostrip feedlinedengan analisa yang membandingkan spesifikasi dari ReturnLoss, bandwidth, gain, VSWR, dan pola radiasi awal hasil dariperancangan simulasi dengan realisasi dari spesifikasi yangdiinginkan. Hasil pengujian antena secara langsung padafrekuensi kerja 5,8 GHz dengan Return Loss -33,93 dB, VSWRnilai 1,05 dengan bandwitdth 269 MHz dan pola radiasiuniderectional.Kata kunci— Osteoporosis, Antena Mikrostrip,Narrowband, Frekuensi.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Dual-Band Rectangular Metode Msa (Microstrip Slot Antenna) Untuk Meninjau Usia Biologis Ningrum, Vionalisa Oktavia Kusuma; Edwar, Edwar; Arseno, Dharu
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telemedis adalah teknologi yang berfungsiuntuk sarana kesehatan jarak jauh menggunakan komunikasiwireless pada tubuh manusia. Telemedis yang dirancang padaTugas Akhir ini adalah wearable antenna yaitu menggunakanantena mikrostrip berfungsi untuk mengirimkan data detakjantung guna meninjau usia biologis. Berdasarkan masalahdiatas, digunakan metode Microstrip Slot Antenna (MSA)untuk mendapatkan hasil sesuai spesifikasi pada antena dual –band. Penambahan slot antena juga menghasilkan VSWRsesuai dengan spesifikasi pada kedua frekuensi. Serta dilakukanpenebalan substrat untuk mencapai bandwidth yang lebar dannilai gain yang sesuai spesifikasi. Pengujian dilakukan duakondisi yaitu kondisi biasa dan on body. Hasil pengujian VSWRkondisi biasa frekuensi 2.4 GHz didapat 1,48 dengan bandwidth160 MHz dan frekuensi 5.8 GHz didapatkan nilai 1,34 denganbandwidth 250 MHz. Hasil pengujian VSWR kondisi on bodyfrekuensi 2.4 GHz didaptkan nilai 1,27 dengan bandwidth 150MHz dan frekuensi 5.8 GHz didapatkan nilai 1,10 denganbandwidth 250 MHz. Nilai gain pada kondisi biasa yangdidapatkan pada frekuensi 2.4 GHz sebesar 6,01 dan frekuensi5.8 GHz sebesar 5,45 Sedangakan nilai gain pada kondisi onbody yang didapatkan pada frekuensi 2.4 GHz sebesar 5,45 danfrekuensi 5.8 GHz sebesar 5,11 Pola Radiasi hasil pengujiandikedua frekuensi dan duakondisi menunjukkan pola radiasiunidirectional.Kata kunci — Telemedis, wearable antenna, mikrostrip,usia biologis, dual-band, kondisi biasa, kondisi on body,microstrip slot antenna.
Perancangan Dan Simulasi Antena Mikrostrip Patch Segienam 3,5 Ghz Untuk Bts Indoor 5g Hanif, Amirul Iqbal; Wijanto, Heroe; Edwar, Edwar
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaplikasian teknologi 5G ini dapat menjadisolusi untuk mendorong perkembangan industry 4.0, industryini memerluka kecepatan data yang sangat tinggi, low latencyhingga 1ms untuk mendukung UAV (Unmanned Aerial Vehicle)atau advanced driver yang biasa disebut teknologi menyetirautomatis dan bahkan dapat mencakup multiple devices [1],pada komunikasi 5G juga dibagi beberapa frekuensi yaitu 1GHz, 1 – 6 GHz, dan diatas 6 GHz, dan pada WRC (WorldRadiocommunication Conference) frekuensi yang ideal padawilayah asia adalah frekuensi 3.5 GHz [2]. Pada penelitiansebelumnya yang dilakukan oleh Wahyu dkk. dengan judul<Antena MIMO 4x2 Susun 2 Elemen Mikrostip Patch Sirkular3.5 GHz Untuk BTS 5G=, pada penelitian tersebut Wahyu dkk.menghasilkan nilai VSWR (Voltage Wave Standing Ratio)sebesar 1.15, bandwidth sebesar 211.4 dan gain 6.7 dB [3]. Lalupada penelitian yang dilakukan oleh Galih dkk. dengan judul<Antena Susun 2x2 Rectangular Patch 3.5 GHz Sektor UntukBase Station 5G= mendapatkan nilai VSWR 1.28, RL (ReturnLoss) sebesar – 18.23 dB, dan lebar bandwidth 360 MHz. Disinitelah membuktikan bahwasannya antena mikrostrip denganberbagai metode membuahkan hasil yang lebih baik.Kata kunci— Internet of Things (IoT), Smart VideoDoorbell, ESP-32Cam, NODEMCU
Realisasi Penguat untuk Sistem Receiver ADS-B dan Transmitter S-Band untuk Satelit Nano Raihansyah, Muhammad Rafli; Adriansyah, Nachwan Mufti; Edwar, Edwar
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beberapa tahun ini, perkembangan satelit nano seperti Cubesat mengalami peningkatan. Cubesatmerupakan salah satu jenis nano satelit yang mengalamiperkembangan pesat dalam beberapa tahun ini. Hal ini dikarenakan Cubesat memiliki tingkat kompleksitas yang lebihrendah dari pada satelit konvensional. Sehingga membuat biayapembuatan Cubesat bisa relative lebih murah dibandingkandengan satelit konvensional. Pada umumnya setiap Cubesat yang diluncurkan pastimemiliki payload. Payload adalah komponen utama dari satelityang menjalankan fungsi spesifik atau misi yang diinginkan. Payload bisa beragam dan dapat dirancang untuk berbagaitujuan, seperti pengamatan Bumi, komunikasi, ilmiah, navigasi,pemantauan lingkungan, serta bisa digunakan sebagaipemantau transportasi dan keamana. Penelitian ini berfokuspada perancangan penguat LNA (Low Noise Amplifier) dan HPA (High Power Amplifier) untuk sistem pemantauan udaramenggunakan ADS-B dan Transmiter S-Band sebagai Payloadpada satelit nano. Penelitian ini menggabungkan desain, simulasi, danpengujian nyata untuk memvalidasi kinerja penguat LNA danHPA dalam sistem receiver ADS-B dan transmitter S-Band.Hasil eksperimental menunjukkan bahwa penguat yangdiusulkan berhasil mencapai target kinerja dengan baik. Penerapan penguat ini pada satelit nano diharapkan dapatmeningkatkan efektivitas komunikasi antara satelit dan stasiundarat, berkontribusi pada perkembangan teknologi satelit nano yang lebih canggih. Kata kunci—Cubesat, Payload, Penguat, ADS-B , S-Band
Co-Authors Achmad Ali Muayyadi Adriansyah , Nachwan Mufti AGUS PURWANTO Ali, Erfansyah Aloysius Adya Pramudita Amanda Nurul Islam Ali Amin, Muhammad Alief Faisal Anisa, Aura Pirdaraya Nur Annisa , Nurul Anwar, Eka Nurdianty Arinto, Ilyasa Affan Azlim Azlim Bambang Setia Nugroho Cut Rahmawati Damsar Damsar, Damsar Dedi Susanto Dewi, Devi Putri Berliana Dharu Arseno DHONI PUTRA SETIAWAN Dina Puspa Wulandari Dwi Novitasari Ega Fibri Larasati Elfitra Elfitra ELLYA REVOLINA, ELLYA Erma Sulistyo Rini, Erma Sulistyo Evi Triandini Falah , Mohammad Feraldi Faradila Purnama, Arrizky Ayu Fauziawan, Affan Irfan Fauziawan, Affan Irvan Feriska, Rizkia Fevi Wira Citra Fiddin, Muhammad Faqihna Fitriansyah, Ahmad Fuadi Zulkipli Fu’adah, R Yunendah Nur Gilda Priscilla Guntar, Dedi Haimah Haimah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah, Nita Harfan Hian Ryanu Hary Budiarto Heroe Wijanto Heroe Wijayanto I Ketut Putu Suniantara Illahi, Abima Indrianto Indrianto Jakaria Jakaria Kencana, Nila Khairani, Hania Silva Levy Olivia Nur Lola Octalia LUH PUTU SAFITRI PRATIWI Maesharoh, M Imas Maricar, M. Azman Marinda, Fitria Mirna Yunita Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Muhamad Abdul Rahman Suyudi Muhamad Samsudin Muhammad Alfi Muhammad Dzaky Ivansyah Muhsin, Hafidul Muzzaki, Ikhwan N, Bambang Setia Nabila, Nabila Nachwan Mufti Adriansyah Ni Kadek Sukerti Ni Nyoman Muryatini, Ni Nyoman Ni Wayan Cahya Ayu Pratami, Ni Wayan Ningrum, Vionalisa Oktavia Kusuma Nurmintan Silaban Pakpahan, Yolanda Jessica Pratama, Khairon Rafi Sukma Predarico, Boby Priadi, Ribut Primanda, Archie Fauzan Purantara, A.A Gede Putra, Naufal Alim Harya Putri Indra Wahyuningsih Putri Indra Wahyuningsih Raihansyah, Muhammad Rafli Rina Pudji Astuti Rudy Priyanto SAPUTRA, DEKI Shofwan Hanief Silaban, Nurmintan Simangunsong, Batara FS Supriyono Supriyono Supriyono, Supriyono Suryani Suryani Suryani, Roro Lintang Syamsul Arifin Thariq, Muhammad Utami, Elva Warsa Sugandi Warsa Sugandi Karman Yani, Arman Harisma Yulfrita Adamy Yuliana Yuliana Yuneva, Yuneva Zairin Zairin