Claim Missing Document
Check
Articles

Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Terdampak Banjir Di Perkotaan Sinjai Muhammad Muhammad Afandi Naser; Murshal Manaf; Tri Budiharto
Journal of Urban Planning Studies Vol 1 No 2 (2021): Journal of Urban Planning Studies, Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jups.v1i2.49

Abstract

Abstract. This study aims to explain the characteristics of flood-affected areas, in order to analyze land suitability and spatial use in flood-affected areas and to formulate the concept of controlling the spatial use of flood-affected areas. This research is qualitative-quantitative with the analysis techniques used are scoring analysis, superimpose analysis, qualitative descriptive analysis and space envelope analysis. The results show that there are three classifications of flood hazard, namely low, medium and high, where in the high flood-prone areas in Sinjai city there are five villages, namely Balangnipa Village, Biringere Village, Bongki Village, Lappa Village and Samataring Village. The results of the second research objective were obtained from the overlay prone to flooding and the spatial pattern of the Sinjai urban RDTR, where the dominant spatial pattern of high flood prone areas is in the housing zone which covers an area of ​​564,185 hectares. The direction of the strategic concept based on three classifications of flood hazard in Sinjai urban areas is proposed in the form of disaster mitigation in the form of recommendations for flood control in accordance with the characteristics of flood-prone areas, and in controlling spatial use in the form of zoning regulations and permit proposals at the research location granting land use permits for each area prone to high, medium and low flood disasters.   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan karakteristik kawasan terdampak banjir, guna menganalisis kesesuaian lahan dan pemanfaatan ruang pada kawasan terdampak banjir dan merumuskan konsep pengendalian pemanfaatan ruang kawasan terdampak banjir. Penelitian ini bersifat kualitatif-kuantitatif dengan teknik analisis yang digunakan adalah analisis skoring, analisis superimpose, analisis deskriptif kualitatif dan analisis amplop ruang. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat tiga klasifikasi kerawanan banjir yaitu rendah, sedang dan tinggi yang dimana pada kawasan rawan banjir tinggi di perkotaan Sinjai terdapat di lima kelurahan yaitu Kelurahan Balangnipa, Kelurahan Biringere, Kelurahan Bongki, Kelurahan Lappa dan Kelurahan Samataring. Adapun hasil tujuan penelitian kedua yang didapat dari overlaynya rawan banjir dan pola ruang RDTR perkotaan Sinjai, dimana yang berdominan pada pola ruang kawasan rawan banjir tinggi terdapat di zona perumahan yang luasnya sebesar 564.185 Ha. Arahan konsep strategi berasarkan tiga klasifikasi kerawanan banjir di kawasan perkotaan Sinjai diusulkan dalam bentuk mitigasi bencana berupa rekomendasi pengendalian banjir yang sesuai dengan karakteristik pada kawasan rawan banjir, dan pada pengendalian pemafaatan ruang berupa peraturan zonasi dan usulan perizinan di lokasi penelitian dapat disimpulkan bahwa  terdapat perbedaan perilaku pemberian perizinan penggunaan lahan pada setiap kawasan rawan bencana banjir tinggi, sedang maupun rendah.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah di Distrik Bintuni Kabupaten Teluk Bintuni V. V. Octovianus Nafurbenan; Murshal Manaf; Rudi Latief
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i2.1394

Abstract

Tujuan penelitian ini, adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran prilaku pola hidup sehat dan bersih terhadap sistem pengelolaan sampah di Distrik Bintuni dan menjelaskan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Distrik Bintuni. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda (regresi multiple), sedangkan menjawab rumusan masalah yang kedua peneliti menggunakan pendekatan pengukuran (rasio/interval) dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) pengetahuan, sikap, informasi dan motivasi berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap partispasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Distrik Bintuni. Hal ini berarti pengetahuan, sikap, informasi, dan motivasi dapat meningkatkan partispasi masyarakat dalam pengelolaan sampah masyarakat Distrik Bintuni; (2) pengetahuan berpengaruh dominan terhadap partispasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Hal ini berarti untuk mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah maka pengetahuan masyarakat mengenai cara mengolah sampah yang baik dan tepat harus ditingkatkan. Kesimpulannya bahwa tingkat partisipasi masyarakat Distrik Bintuni dalam pengelolaan sampah tinggi yang mengidikasikan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas lingkungan tempat tinggal mereka. The purpose of this study is to analyze the factors that influence the awareness of healthy and clean lifestyle behavior on the waste management system in the Bintuni District and explain the level of community participation in waste management in Bintuni District. This study uses descriptive qualitative and quantitative approaches. The data analysis technique used multiple linear regression analysis, while answering the second problem formulation, the researchers used a measurement approach (ratio/interval) using a Likert scale. The results of the study show that: (1) knowledge, attitudes, information and motivation partially and simultaneously influence community participation in the waste management in Bintuni District. This means that knowledge, attitudes, information, and motivation can increase community participation in the management of community waste in the Bintuni District; (2) knowledge has a dominant effect on the community participation in the waste management. This means that in order to optimize community participation in waste management, public knowledge about good and proper waste management must be increased. The conclusion is that the level of community participation in Bintuni District in the waste management is high which indicates public awareness of the importance of maintaining the quality of the environment in which they live.
Analisis Faktor Berpengaruh dan Strategi Peningkatan Produktivitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Belang-Belang Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat Hasnawati Hasnawati; Murshal Manaf; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i2.1462

Abstract

Menjelaskan pengaruh faktor-faktor sistem operasional, pemanfaatan lahan, jenis kegiatan, skala unit produksi industri dan dukungan sarana prasarana pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Belang- Belang di Kabupaten Mamuju, Merumuskan konsep strategi peningkatan produktivitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Belang-Belang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Mamuju. penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode verifikatif dan menggunakan deskriptif analisis. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Purposive Sampling Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari investor pemilik modal, instansi pemerintahan, dan tokoh masyarakat yang memiliki andil untuk berpartisipasi dalam pengembangan KEK Belang-Belang. Hasil penelitian ada pengaruh aksesibilitas, kebijakan, pemanfaatan lahan, sarana prasarana, system operasional baik secra simultan dan parsial terhadap produktivitas kawasan ekonomi khusus belang-belang. Sedangkan factor jenis dan skala unit produksi tidak memiliki pengaruh baik secara simultan maupun secara parsial terhadap produktivitas kawasan ekonomi belang-belang. Variabel system operasional merupakan variable dominan berpengaruh terhadap produktivitas kawasan ekonomi khusus belang-belang. Peta posisi kekuatan peningkatan produktivitas Kawasan Ekonomi Khusus Belang-Belang Kabupaten Mamuju berada di Kuadran I. Kuadran I Merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy). Berdasarkan analisis SWOT digambarkan ke dalam Matriks SWOT didapatkan alternatif strategi kekuatan–peluang (S-O strategies) yaitu Menambah lokasi pergudangan, Menambah sarana dan prasarana produksi di Kawasan Ekonomi Khusus Belang-belang Kebijakan pemerintah dalam legalitas Status kepemilikan lahan masyarakat. This study is to explain the influence of operational system factors, land use, type of activity, scale of industrial production units and support for infrastructure facilities in the Special Economic Zone (SEZ) of Belang-Belang in Mamuju Regency, to formulate the concept of a productivity improvement strategy in the Special Economic Zone (SEZ) of Belang-Belang to encourage economic growth in the Mamuju Regency area. This study is quantitative research with verification method approach and using descriptive analysis. Sampling in this study was carried out using purposive sampling. The sample used in this study consisted of investors who own capital, government agencies, and community leaders who have a stake in participating in the development of the Belang-Belang SEZ. The results of the study show that there is an influence of accessibility, policy, land use, infrastructure, operational systems both simultaneously and partially on the productivity of the special economic zone. While the factors of type and scale of production units have no effect either simultaneously or partially on the productivity of the special economic zone. The operational system variable is the dominant variable affecting the productivity of the special economic zone. Map of the position of the strength of increasing productivity of the Special Economic Zone of Belang-Belang, Mamuju Regency, is in Quadrant I. Quadrant I is a very favorable situation. The company has opportunities and strengths so that it can take advantages of existing opportunities. The strategy that must be applied in this condition is to support an aggressive growth policy (growth-oriented strategy). Based on the SWOT analysis described in the SWOT Matrix, an alternative strength-opportunity strategy (S-O strategies) is obtained, namely Adding warehousing locations, Adding production facilities and infrastructure in the Special Economic Zone of Belang-Belang, and Government policies on legal status of community land ownership.
TINJAUAN TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP KENYAMANAN PENGUNJUNG PADA KAWASAN RUANG TERBUKA PUBLIK ALUN-ALUN AIMAS KABUPATEN SORONG Slamet Widodo; Mierta Dwanggaa; Murshal Manaf; Rahmi Ariani Salama; Iksan Agustiaraa
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 22 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi lingkungan dan kualitas ruang terbuka publik yang baik dapat menunjang ruang terbuka publik tersebut aman dan nyaman saat dikunjungi. Salah satu indikator lingkungan yang berpengaruh terhadap kenyamanan pada ruang publik adalah kebisingan. Kondisi kawasan ruang terbuka publik alun-alun aimas Kabupaten Sorong yang berada dekat dengan jalan utama membuat persoalan dan penanganan terhadap masalah kebisingan tidak dapat di jadikan hal yang sepele dikarenakan dapat mengganggu kenyamanan pengunjung yang beraktifitas pada ruang terbuka publik tersebut. Sehingga diperlukan tingkat kebisingan, persepsi kenyamanan pengunjung terhadap tingkat kebisingan serta pola sebaran tingkat kebisingan pada kawasan ruang terbuka publik alun-alun aimas Kabupaten Sorong. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis tingkat kebisingan, analisis kuesinor dan analisis pemetaan pola sebaran tingkat kebisingan. Dari hasil pemetaan pola sebaran tingkat kebisingan setiap hari pada 10 titik dapat di lihat dimana pada hari senin, selasa, rabu, jumat tingkat kebisingan maksimum berada pada zona orens dengan rentang 65-70 dBA dan tingkat kebisingan minimum berada pada zona hijau dengan rentang 55-60 dBA. Untuk hari kamis tingkat kebisingan maksimum berada pada zona orens dengan rentang 65-70 dBA dan tingkat kebisingan minimum berada pada zona kuning dengan rentang 60-65 dBA . Sedangkan untuk hari sabtu dan minggu tingkat kebisingan maksimum berada pada zona merah dengan rentang >70 dBA dan tingkat kebisingan minimum berada pada zona kuning dengan rentang 60-65 dBA.
Analisis Pengaruh Sektor Pertambangan Terhadap Kawasan Permukiman Kabupaten Luwu Timur Emelda Hatta; Murshal Manaf; Ilham Alimuddin
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 1 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i1.1971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas pertambangan terhadap pertumbuhan permukiman pesisir danau Matano, mengkaji perkembangan permukiman yang mengakibatkan pemanfaatan ruang tidak terarah, dan merumuskan konsep penataan kawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis statistik regresi berganda, overlay peta, dan pengembangan konsep. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh aktivitas pertambangan PT. Vale terhadap perkembangan kawasan permukiman di pesisir Danau Matano sangat tinggi, dengan indikator didominasi yaitu keterbatasan lahan bermukim, selanjutnya kesempatan kerja, penyediaan sarana pelayanan umum dan jasa, aksesibilitas, dan pelayanan transportasi. Sejak beroperasinya aktivitas pertambangan mengakibatkan perubahan pemanfaatan lahan cukup massif di pengaruhi keterbatasan ruang disekitarnya. Alternatif penataan permukiman pesisir Danau Matano sebagai waterfront dengan konsep peremajaan/revitalisasi untuk mengoptimalkan nilai kekuatan sebagai wujud optimalisasi fungsi-fungsi pelayanan yang tersedia berupa keterbatasan lahan hunian, pemanfaatan prasarana sarana, dan mendukung kebijakan pemanfaatan pesisir sebagai ekowisata. Model peremajaan tujuan konservasi menekankan penanganan danau Matano sebagai fungsi lindung, sedangkan revitalisasi melalui penataan kembali hunian untuk meningkatkan nilai fungsi ruang yang telah dimanfaatkan dengan tetap menjaga fungsi lindung didalamnya. This study aims to analyze the influence of mining activities on the growth of coastal settlements on Lake Matano, examine the development of territories that result in undirected use of space, and formulate the concept of regional planning. This study uses a descriptive quantitative approach with multiple regression statistical analysis techniques, map overlays, and concept development. The study's results indicate the influence of the mining activities of PT. Vale towards the development of residential areas on Lake Matano is very high, with dominant indicators namely limited land for living, job opportunities, provision of public service facilities and services, accessibility, and transportation services since the operation of mining activities resulted in a pretty massive land use changes influenced by the limitations of the surrounding space. An alternative arrangement of coastal settlements in Lake Matano as a waterfront with the concept of rejuvenation/revitalization to optimize the value of strength as a form of optimizing the available service functions in the form of limited residential land, utilization of infrastructure facilities, and supporting policies on coastal use as ecotourism. The rejuvenation model for conservation purposes emphasizes the handling of Lake Matano as a protection function, while revitalization through residential rearrangement is to increase the value of the part of the space that has been utilized while maintaining its protected position in it.
Analisis Transformasi Spasial Kawasan Strategis pada Pengembangan Industri dan Pelabuhan Terpadu Kabupaten Sorong Slamet Widodo; Murshal Manaf; Rahmi Ariani Salam; Wandi Hasanuddin
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v7i2.3480

Abstract

Salah satu pengaruh nyata yang dapat dilihat adalah kondisi fisik dari kawasan strategis Kabupaten Sorong dan kondisi yang terletak di Distrik Mayamuk dan Distrik Salawati.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting Distrik salawati dan Distrik Mayamuk sebelum dan sesudah tetapkan menjadi kawasan strategis. Juga untuk menganalisis transformasi spasial kawasan strategis Kabupaten Sorong saat ini. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kuantitatif dengan aplikasi ARCGIS untuk membuat overlay. Hasil yang diperoleh bahwa terjadi transformasi spasial (perubahan penggunaan lahan) di Kawasan Strategis Industri dan Pelabuhan terpadu di Distrik Mayamuk dan Distrik Salawati untuk periode tahun 2011 – 2013 dengan jumlah peningkatan perubahan pemanfaatan lahan tertinggi di Distrik Mayamuk yaitu Manggrove dengan luas perubahan pemanfaatan lahan Manggrove adalah 30 Ha serta transformasi spasial (perubahan penggunaan lahan) di Kawasan Strategis Industri dan Pelabuhan terpadu di Distrik Mayamuk dan Distrik Salawati untuk saat ini didapat bahwa jumlah peningkatan perubahan pemanfaatan lahan tertinggi di Distrik Mayamuk yaitu Hutan dengan luas perubahan pemanfaatan lahan Hutan adalah 355 Ha dan jumlah peningkatan perubahan pemanfaatan lahan tertinggi di Distrik Salawati yaitu Hutan dengan luas perubahan pemanfaatan lahan Hutan adalah 4891 Ha.
Strategi Peningkatan Kawasan Wisata Kuliner Pantai Tak Berombak di Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros Kezia Christin Sesa; Murshal Manaf; Emil Salim; Jamilah Abbas
Journal of Urban Planning Studies Vol 3 No 2 (2023): Journal of Urban Planning Studies, Maret 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jups.v3i2.380

Abstract

The purpose of this study is to find out what factors are the main attraction of the Culinary Tourism Area on the Unwaved Beach and to find out the strategy for improving the Culinary Tourism Area on the Unwaved Beach in Turikale District, Maros Regency. The approach of this research is to use qualitative and quantitative approaches which then use chi-square analysis to determine the factors that are the main attraction of the Culinary Tourism Area of ​​the Unwaved Beach and use SWOT analysis to determine strategies for improving the Culinary Tourism Area of ​​the Unwaved Beach. The conclusion of this study is that there are three factors that are the main attraction of the Tak Wavy Beach Culinary Tourism Area, namely tourism activities (availability of culinary delights), accessibility (condition of the road network and easy access) and public facilities (security posts, parking lots, mosques). The strategy that can be used in improving the Unwaved Beach Culinary Tourism Area is the ST (strength-threat) strategy which uses all strengths to minimize threats.
Strategi Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pada Kawasan Perumahan Bacukiki Kota Parepare Andi Subham; Murshal Manaf; Arif Nasution
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2700

Abstract

Meningkatnya kebutuhan akan lahan tersebut mendorong terjadinya kegiatan alih fungsi lahan, terutama perubahan dari lahan-lahan bervegetasi ke lahan terbangun. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi tersebut merupakan bentuk peralihan dari penggunaan lahan sebelumnya ke jenis penggunaan lahan lainnya, di mana luas dan lokasi penggunaan lahan yang tidak terkendalikan secara bijaksana dapat memengaruhi ketersediaan sumberdaya lahan dan mengganggu keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu strategi pengendalian pemanfaatan ruang pada kawasan perumahan Bacukiki Kota Parepare. penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kualitatif dengan pendekatan metode analisis pertumbuhan penduduk dan Overlapping Map data-data fisik dasar yang berkaitan dengan kesesuaian lahan untuk permukiman, kemudian dioverlay lagi dengan kawasan lindung sehingga dapat menetapkan arahan pengembangan penggunaan lahan permukiman berdasarkan karakteristik lahan yang sesuai untuk di kembangkan. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan ruang pemukiman di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare cenderung mengalami peningkatan yang pesat membentuk pola memanjang jalan yang diikuti dengan peningkatan jumlah penduduk dari tahun 2016 hingga tahun 2021. Pengendalian pemanfaatan ruang pemukiman berdasarkan karakteristik dan kesesuaian lahan untuk kawasan pemukiman di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare    dengan melakukan perancangan 5 (lima) Zona yaitu Zona A prioritas paling utama 154,66 Ha (15%),  Zona B prioritas utama 326,33 Ha (33,32%),  Zona C prioritas dengan sedikit penghambat 373,94 Ha (38,18),  Zona D prioritas dengan Banyak Penghambat  83,45 Ha (8,52%) dan Zona E kurang diprioritaskan  41,11 Ha (4,20%). Faktor penghambat atau pembatas yang dominan kelas kesesuaian lahan di Bacukiki adalah kawasan Lindung, kawasan pertanian produktif, kemiringan lereng, bahaya banjir dan lonsor. The increasing need for land encourages land conversion activities, particularly the change from vegetated land to built-up land. Such change in land conversion is a form of transition from previous land use to other types of land use, in which the area and location of the land use uncontrolled wisely can affect the availability of land resources, as well as disrupt the environmental balance. Therefore, it requires a strategy to manage space utilization in the residential area of Bacukiki in Parepare city. This study used descriptive and qualitative approaches, with the population growth analysis method and an Overlapping Map of primary physical data related to land suitability for settlements, then overlaid again with protected areas. Later, it could determine the direction for the development of residential land use based on the characteristics of the suitable land. The results showed that the residential space utilization in the Bacukiki district of Parepare city tended to increase rapidly, forming a pattern of elongated roads, followed by an increase in population from 2016 to 2021. The residential space utilization management was based on characteristics and land suitability for the residential areas in the Bacukiki district of Parepare city, namely by designing five zones: Zone A, the highest priority, with an area of 154.66 Ha (15%); Zone B, the top priority, with an area of 326.33 Ha (33.32%); Zone C, the priority with few obstacles, with an area of 373.94 Ha (38.18); Zone D, the priority with many obstacles, with an area of 83.45 Ha (8.52%); and Zone E, the less prioritized, with an area of 41.11 Ha (4.20%). The dominant inhibiting or limiting factors for the land suitability class in Bacukiki were protected areas, productive agricultural areas, slopes, flood hazards, and landslides.
Peranan Pemerintah dalam Pengelolaan Berkelanjutan Ruang Terbuka Hijau di Kota Makassar: Studi Kasus Taman Maccini Sombala Ary Kenan Paranoan; Murshal Manaf; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2701

Abstract

Taman Maccini Sombala yang terletak di wilayah kota Makassar diresmikan pada tahun 2014 pada awalnya merupakan taman yang indah dan banyak diakses oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas. Dalam periode yang tidak terlalu lama kondisi taman ini berangsur-angsur tidak terawat dan terbengkalai, berbagai fasilitas dan bangunan tidak lagi berfungsi. Kondisi disebabkan salah satunya oleh peranan pemerintah yang belum optimal dalam mengelola Taman Maccini Sombala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan beberapa informan kunci dengan berfokus pada kesiapan dan komitmen pemerintah dengan melihat beberapa hal yaitu strategi dan kebijakan, kemitraan dan kerjasama, serta mobilisasi sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Maccini Sombala belum memiliki strategi dan kebijakan pengelolaan yang baik, belum adanya kerjasama dengan pihak swasta maupun masyarakat serta mobilisasi sumberdaya manusia maupun finansial yang belum memadai. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor antara lain kepemilikan aset yang tumpang tindih, alokasi dana dan sumberdaya manusia yang kurang memadai dan kebijakan yang tidak berjalan kontinyu karena adanya pergantian pejabat. Maccini Sombala Park, which is located in the Makassar city area, was inaugurated in 2014. At first, it was a beautiful park that was widely accessed by the public for various activities. In short period of time the condition of this park gradually became unkempt and neglected, various facilities and buildings no longer functioned. This condition is caused by the role of the government that has not been optimal in managing Maccini Sombala Park. This study uses a qualitative approach through interviews with several key informants by focusing on the readiness and commitment of the government by looking at several things, namely strategy and policies, partnerships and cooperation, and resource mobilization. The results showed that Maccini Sombala Park did not yet have a good management strategy and policy, there was no collaboration with the private sector or the community, and the mobilization of labour and funding resources was inadequate. This is due to several factors, including overlapping asset ownership, inadequate allocation of funds and human resources and policies that do not work continuously due to changes in officials.
Optimalisasi Pemanfaatan Dan Pengelolaan Terminal Angkutan Umum Sawerigading Kota Sengkang Kabupaten Wajo Kusnadi Kusnadi; Murshal Manaf; Qadriathi Dg. Bau
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2705

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu Menganalisis faktor-faktor teridentifikasi yang mempengaruhi ketidakoptimalan pemanfaatan dan pengelolaan terminal angkutan umum Sawerigading Kota Sengkang dan merumuskan konsep dan strategi pengoptimalisasian pemanfaatan dan pengelolaan terminal angkutan umum Sawerigading wilayah Kota Sengkang. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam analisis data pada panelitian ini akan digunakan teori dari Bogdan dan Biklen. Hasil penelitian menunjukkan 1. Ketidakoptimalan pemanfataan dan pengelolaan terminal angkutan umum Sawerigading Kota Sengkang dipengaruhi oleh faktor-faktor yakni letak terminal yang cukup jauh dari pusat kegiatan kota, kurangnya keterkaitan terminal dengan sistem transit lokal, kurang tegasnya penertiban yang dilakukan oleh petugas terminal membuat fungsi terminal kurang maksimal sehingga pengguna terminal enggan untuk masuk terminal. 2. Konsep dan strategi pengoptimalisasian pemanfaatan dan pengelolaan terminal angkutan umum Sawerigading Kota Sengkang harus disesuaikan dengan kebijakan pengembangan wilayah Kota Sengkang, keberadaan lokasi terminal Sawerigading kurang sinergi dengan kebijakan yang ada, karena pengembangan wilayah Kota Sengkang lambat dalam mengantisipasi perkembangan kota menjadi pusat pertumbuhan baru. The purpose of this study is to analyze the identified factors that influence the non-optimal utilization and management of the Sawerigading public transport terminal in Sengkang City and to formulate concepts and strategies for optimizing the utilization and management of the Sawerigading public transport terminal in the Sengkang City area. This research is field research analyze the identified factors that influence the non-optimal utilization and management of the Sawerigading public transport terminal in Sengkang City and to formulate concepts and strategies for optimizing the utilization and management of the Sawerigading public transport terminal in the Sengkang City area. This research is field research. The approach used in this research is descriptive-qualitative. In analyzing the data in this panel, the theory from Bogdan and Biklen will be used. The results of the study show that: 1. The non-optimal utilization and management of the Sawerigading public transport terminal in Sengkang City is influenced by factors, namely the location of the terminal, which is quite far from the center of city activities; the lack of connection between the terminal and the local transit system; and the lack of strict enforcement by terminal officers, which makes the terminal function less than optimal and makes terminal users reluctant to enter the terminal. 2. The concept and strategy for optimizing the utilization and management of the Sengkang City Sawerigading public transport terminal must be adjusted to the regional development policy of Sengkang City; the existence of the Sawerigading terminal location lacks synergy with existing policies because the development of the Sengkang City area is slow in anticipating the city's development to become a new growth center.