Claim Missing Document
Check
Articles

Dinamika Transformasi Permukiman Dan Densifikasi Pinggiran Kota: Studi Kasus Bumi Tamalanrea Permai, Kota Makassar Amri, Erwin; Manaf, Murshal
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.8021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik transformasi spasial dalam perkembangan ruang ke pola densifikasi, mengidentifikasi bentuk dan pola densifikasi permukiman, serta mengkaji keterkaitan antara proses densifikasi dengan dinamika sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan Bumi Tamalanrea Permai. Studi ini menggunakan pendekatan analisis spasial yang dikombinasikan dengan metode deskriptif kualitatif, termasuk pemetaan berbasis GIS, observasi lapangan, dan analisis Google Street View. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi spasial di Kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) berlangsung secara linier dan konsentris dari pusat ke pinggiran, ditandai oleh perluasan fisik dan fungsi bangunan, infill development, dan mendorong perubahan fungsi ruang. Densifikasi permukiman terjadi dalam bentuk vertikal, horizontal, dan multifungsi, sebagai respons terhadap nilai lahan, aksesibilitas, dan kebutuhan ekonomi rumah tangga. Selain itu, ditemukan keterkaitan erat antara proses densifikasi dengan perubahan struktur sosial dan ekonomi masyarakat, yang tercermin dari tumbuhnya aktivitas ekonomi informal dan bentuk adaptasi ruang yang fleksibel. Penelitian ini menegaskan bahwa densifikasi di kawasan suburban merupakan proses spasial-sosial yang saling terkait dan membutuhkan pendekatan perencanaan yang kontekstual dan inklusif. This study aims to analyze the characteristics of spatial transformation in spatial development to densification patterns, identify the form and pattern of settlement densification, and examine the relationship between the densification process and the social and economic dynamics of the Bumi Tamalanrea Permai area community. The study employs a spatial analysis approach combined with qualitative descriptive methods, including GIS-based mapping, field observation, and Google Street View analysis. The results showed that spatial transformation in the Bumi Tamalanrea Permai (BTP) area proceeded linearly and concentrically from the center to the periphery, characterized by physical expansion and building functions, infill development, and encouraging changes in spatial functions. Settlement densification occurs in vertical, horizontal, and multifunctional forms in response to land value, accessibility, and household economic needs. In addition, there is a close relationship between the densification process and changes in the social and economic structure of the community, which is reflected in the growth of informal economic activities and flexible forms of spatial adaptation. This research confirms that densification in suburban areas is an interrelated spatial-social process that requires a contextualized and inclusive planning approach.
Analisis Tingkat Kerentanan, Adaptasi Dan Strategi Pengendalian Banjir Rob Kota Bontang Agetha, Noni; Manaf, Murshal; Salim, Agus
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7654

Abstract

Banjir rob di wilayah pesisir Kota Bontang merupakan ancaman berulang yang berdampak pada keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir Kota Bontang. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat kerentanan kawasan pesisir terhadap banjir rob menguji pengaruhnya terhadap pola adaptasi masyarakat, serta merumuskan strategi dan program adaptif untuk penanggulangan banjir yang efektif. Tingkat kerentanan kawasan pesisir diukur dengan metode Coastal Vulnerability Index (CVI) dengan parameter pasang surut rata-rata, tinggi gelombang, kemiringan pantai, perubahan garis pantai, geomorfologi dan ketinggian permukaan tanah yang diukur. Selanjutnya, pola adaptasi yang telah dilakukan masyarakat di enam kelurahan pesisir dianalisis melalui survei persepsi. Analisis ini juga menelaah pengaruh ketersediaan sarana dan infrastruktur terhadap tingkat adaptasi masyarakat. Penelitian ini sekaligus merumuskan strategi penanggulangan banjir rob secara komprehensif, berdasarkan integrasi analisis kerentanan fisik, pola adaptasi masyarakat, dan ketersediaan infrastruktur. Program strategis yang dihasilkan dirumuskan secara spesifik setiap kelurahan untuk memastikan implementasi yang tepat sasaran. Tidal flooding (known locally as banjir rob) in the coastal area of Bontang City represents a recurring threat that significantly impacts the socio-economic sustainability of the coastal community. This study was conducted to analyze the level of coastal vulnerability to tidal flooding, examine its influence on community adaptation patterns, and subsequently formulate effective strategies and programs for flood mitigation and adaptation. The coastal vulnerability level was measured using the Coastal Vulnerability Index (CVI) method, incorporating measured physical parameters such as mean tide range, wave height, shore slope, shoreline change, geomorphology, and ground surface elevation. Furthermore, existing community adaptation patterns across six coastal sub-districts were analyzed through a perception survey.. The research ultimately formulates a comprehensive tidal flood adaptation and mitigation strategy based on the integration of physical vulnerability analysis, community adaptation patterns, and tidal flood control infrastructure availability. The resulting strategic programs are designed specifically for each sub-district to ensure targeted and effective implementation.
Development of Green Infrastructure on the Upper Board of the Citarum River Sector 6 Sari Nurwulandari, Furi; Akil, Arifuddin; Syafri, Syafri; Manaf, Murshal
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 10 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jcbeem.v10i1.43629

Abstract

Urban development in the Bandung Basin has exerted significant pressure on the function of the Citarum River Basin, particularly along riverbank areas. This study aims to examine the development of green infrastructure along the Upper Citarum River riparian zone in Sector 6 and to assess its integration with physical, social, and economic aspects of local communities. A qualitative descriptive method was employed through field observation and literature review. The study area, approximately 6 km in length, was divided into three segments based on land use characteristics and dominant activities. The results indicate that the implementation of green infrastructure along the Upper Citarum River in Sector 6 remains uneven. Segments 1 and 2 experience high pressure from land use activities, limited protective infrastructure, and greater vulnerability to flooding. In contrast, Segment 3 shows relatively better development, characterized by the presence of embankments and the utilization of riverbanks as public open spaces, although small-scale economic activities still pose potential threats to conservation functions. This study concludes that riparian management in the Upper Citarum River is still predominantly focused on physical interventions and has not fully integrated ecological, social, and economic functions. Strengthening green infrastructure-based riparian planning is therefore essential to support environmental sustainability and improve community quality of life.
Strategi Penerapan Konsep Hijau-Biru Indonesia Pada Ruang Terbuka Hijau Publik Di Taman Maccini Sombala Monica Tombe; Murshal Manaf; Rudi Latief
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.6050

Abstract

Taman Maccini Sombala merupakan salah satu taman di Kota Makassar yang sering dikunjungi oleh masyarakat. Namun, kondisi Taman Maccini Sombala saat ini menjadi kurang terawat sebagai ruang publik. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian terkait strategi dalam pemanfaatan Taman Maccini Sombala dengan penerapan konsep hijau-biru. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan alat uji berupa analisis Delphi dan analisis SWOT. Hasil analisis delphi menunjukkan bahwa pemanfaatan Taman Maccini Sombala pada fungsi ekologi dan fungsi sosial belum dimanfaatkan dengan baik dan hasil analisis SWOT menunjukan bahwa perlu dilakukan pemanfaatan taman dalam pengembangan berbagai aktivitas kegiatan yang tentunya didukung oleh luasan, vegetasi, aksesibilitas, dan fasilitas taman, serta regulasi yang ada sehingga dapat menjadi peluang untuk peningkatan kualitas lingkungan. Penelitian ini memiliki kebaharuan dengan penelitian terdahulu terkait dengan penggunaan konsep dan regulasi yang ada. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat serta mampu memberikan sumbangsih kajian ilmiah bagi penelitian selanjutnya. Maccini Sombala Park is one of the parks in Makassar City that is often visited by the public. However, the condition of Maccini Sombala Park is currently less maintained as a public space. Based on this, the researcher conducted research related to strategies in the use of Maccini Sombala Park with the application of the green-blue concept. This research was conducted using a qualitative approach with test tools in the form of Delphi analysis and SWOT analysis. The results of the delphi analysis show that the use of Maccini Sombala Park in ecological and social functions has not been properly utilized and the results of the SWOT analysis show that it is necessary to use the park in the development of various activities which of course are supported by the area, vegetation, accessibility, and park facilities, as well as existing regulations so that it can be an opportunity to improve environmental quality. This research has a novelty with previous research related to the use of existing concepts and regulations. The results of this research are expected to be useful for the government and the community and be able to contribute to scientific studies for further research.
Arahan Revitalisasi Kawasan Bersejarah Benteng Somba Opu Kabupaten Gowa Rana Wafiqah Adiputri; Murshal Manaf; Syamsul Bahri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.6055

Abstract

Benteng Somba Opu merupakan sebuah warisan budaya peninggalan kesultanan Kerajaan Gowa-Tallo yang memiliki nilai sejarah yang tinggi, kebudayaan yang kuat, dan menginterpretasikan peradaban bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Sulawesi. Keberadaan Benteng Somba Opu saat ini diharapkan mampu menjadi sebuah obyek cagar budaya yang berorientasi sebagai destinasi pariwisata kebudayaan kebanggaan Provinsi Sulawesi Selatan. Namun, merujuk pada kondisi kawasan Benteng Somba Opu yang saat ini dapat dikatakan cukup memprihatinkan sebagai sebuah kawasan cagar budaya, maka perlu dilakukan revitalisasi. Penelitian ini kemudian ditujukan untuk mengkaji, menganalisis, dan menginterpretasi arahan revitalisasi pada kawasan bersejarah Benteng Somba Opu Kabupaten Gowa berdasarkan kondisi eksisting fisik, ekonomi, sosial, dan institusional kawasan yang menjadi faktor penyebab degradasi fungsi kawasan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan alat uji berupa analisis Delphi dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 faktor penyebab degradasi fungsi kawasan bersejarah Benteng Somba Opu dan dua arahan revitalisasi yang tepat berdasarkan uji analisa. Pertama menghidupkan aktivitas kawasan sebagai edurekreasi budaya dan sejarah dan kedua yaitu mempertahankan fungsi kawasan Benteng Somba Opu sebagai warisan budaya (situs cagar budaya) dengan melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap peruntukan kawasan Benteng Somba Opu. Selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan mampu untuk meningkatkan kembali fungsi kawasan Benteng Somba Opu sebagai sebuah kawasan cagar budaya yang berorientasi pada wisata sejarah dan mampu memberikan sumbangsih kajian ilmiah bagi pemerintah setempat.  Somba Opu Fort is a cultural heritage left by the sultanate of the Gowa-Tallo Kingdom which has high historical value, strong culture, and interprets the civilization of the Indonesian people, especially the people of Sulawesi. The current existence of Somba Opu Fort is expected to become a cultural heritage object oriented as a proud cultural tourism destination for South Sulawesi Province. However, referring to the current condition of the Somba Opu Fort area which can be said to be quite worrying as a cultural heritage area, it is necessary to revitalize it. This research is then aimed at reviewing, analyzing and interpreting the direction of revitalization in the historic area of Fort Somba Opu, Gowa Regency based on the existing physical, economic, social and institutional conditions of the area which are the factors causing the degradation of the area's function. This research was conducted using a qualitative approach with test tools in the form of Delphi analysis and SWOT analysis. The research results show that there are 20 factors causing the degradation of the function of the Somba Opu Fort historic area and two appropriate revitalization directions based on analysis tests. The first is to revive area activities as cultural and historical recreation and the second is to maintain the function of the Somba Opu Fort area as a cultural heritage (cultural heritage site) by controlling and supervising the designation of the Somba Opu Fort area. Furthermore, it is hoped that the results of this research will be able to improve the function of the Somba Opu Fort area as a cultural heritage area oriented towards historical tourism and be able to contribute to scientific studies for the local government.
Model Hubungan Ketersediaan, Kualitas, Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Perkotaan Dengan Pendekatan SEM-PLS Di Alun-Alun Konasara, Wanggudu Hadi Kurniawan; Murshal Manaf; Baso Jaya
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.9040

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) merupakan elemen penting dalam sistem perkotaan yang tidak hanya berfungsi ekologis, tetapi juga berkontribusi terhadap kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketersediaan RTH, kualitas RTH, dan pemanfaatan RTH terhadap kualitas hidup masyarakat di kawasan Alun-Alun Konasara, Perkotaan Wanggudu, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Data diperoleh melalui survei terhadap 108 responden valid yang pernah mengunjungi dan memanfaatkan Alun-Alun Konasara. Variabel yang dianalisis meliputi ketersediaan RTH, kualitas RTH, pemanfaatan RTH sebagai variabel mediasi, dan kualitas hidup masyarakat. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan RTH berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemanfaatan RTH (B=0,325; p<0,001) dan kualitas hidup (B=0,336; p=0,001). Kualitas RTH berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemanfaatan RTH (B=0,533; p<0,001), tetapi tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kualitas hidup (B=-0,004; p=0,963). Pemanfaatan RTH berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas hidup (B=0,600; p<0,001). Uji mediasi menunjukkan bahwa pemanfaatan RTH memediasi secara parsial pengaruh ketersediaan RTH terhadap kualitas hidup (B=0,195; p<0,001) dan memediasi secara penuh pengaruh kualitas RTH terhadap kualitas hidup (B=0,320; p<0,001). Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan dan kualitas fisik ruang hijau, tetapi juga oleh sejauh mana ruang tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Green open space (GOS) is an important element of urban systems that contributes not only to ecological quality but also to people’s quality of life. This study examines the relationship between GOS availability, GOS quality, and GOS utilization and the quality of life of the community in the Alun-Alun Konasara area, Wanggudu Urban Area, North Konawe Regency. The study employed an explanatory quantitative approach. Data were collected through a survey of 108 valid respondents who had visited and used Alun-Alun Konasara. The analyzed variables consisted of GOS availability, GOS quality, GOS utilization as a mediating variable, and community quality of life. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SEM-PLS). The results indicate that GOS availability has a positive and significant effect on GOS utilization (B=0.325; p<0.001) and quality of life (B=0.336; p=0.001). GOS quality has a positive and significant effect on GOS utilization (B=0.533; p<0.001), but it does not have a significant direct effect on quality of life (B=-0.004; p=0.963). GOS utilization has a positive and significant effect on quality of life (B = 0.600; p < 0.001). The mediation test shows that GOS utilization partially mediates the effect of GOS availability on quality of life (B=0.195; p<0.001) and fully mediates the effect of GOS quality on quality of life (B=0.320; p<0.001). These findings confirm that improvements in urban quality of life are shaped not only by the existence and physical quality of green open space but also by the extent to which the community actively utilizes the space.
Strategi Pengendalian Pemanfaatan Ruang Di Sekitar Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten Luwu Timur Fitriani Fitriani; Murshal Manaf; Erwin Amri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.9095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting pemanfaatan ruang di sekitar Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di Kabupaten Luwu Timur, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penyimpangan pemanfaatan ruang, serta merumuskan strategi pengendalian pemanfaatan ruang yang efektif dan implementatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan jenis penelitian deskriptif-analitis dan pendekatan studi kasus. Analisis dilakukan melalui analisis spasial untuk menilai kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap rencana tata ruang, analisis kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi faktor penyebab penyimpangan, serta analisis SWOT-AHP untuk merumuskan dan menentukan prioritas strategi pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang di sekitar KPI Kabupaten Luwu Timur bersifat dinamis dan kompleks, ditandai oleh tingginya tekanan pertambangan dan industri, pertumbuhan aktivitas pendukung kawasan, serta ketidaksesuaian pemanfaatan ruang dengan RTRW, termasuk tumpang tindih PKKPR/RKKPR. Faktor penyebab utama meliputi tekanan ekonomi dan investasi, ketidaksinkronan tata ruang dan perizinan, lemahnya pengawasan, keterbatasan kelembagaan, serta konflik penguasaan lahan. Strategi pengendalian yang diprioritaskan meliputi percepatan penyusunan RDTR, penguatan koordinasi dan integrasi data, peningkatan pengawasan, serta penguatan sosialisasi dan penegakan hukum. This study aims to analyze the existing condition of spatial utilization around the Industrial Allocation Area (KPI) in Luwu Timur Regency, identify the factors causing spatial utilization deviation, and formulate effective and implementable control strategies. The study employed a mixed-method approach with a descriptive-analytical design and a case study strategy. The analysis included spatial analysis to assess conformity between actual land use and the spatial plan, descriptive qualitative analysis to identify the causes of deviation, and SWOT-AHP analysis to formulate and prioritize control strategies. The findings show that spatial utilization around the KPI in Luwu Timur is dynamic and complex, characterized by strong mining and industrial pressures, the growth of supporting activities, and inconsistencies with the spatial plan, including overlapping PKKPR/RKKPR permits. The main causal factors include economic and investment pressure, lack of synchronization between spatial planning and licensing, weak supervision, limited institutional capacity, and land tenure conflicts. The priority control strategies include accelerating RDTR preparation, strengthening coordination and data integration, improving supervision, and reinforcing public outreach and law enforcement.
Analisis Kinerja Pelayanan Jaringan Jalan Utama dan Tingkat Aksesibilitas Pergerakan Koridor Pertigaan RSUD – Perempatan Mall Ramayana Kota Bontang Sari, Ade Ratna; Manaf, Murshal; Salim, Agus
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.6065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja pelayanan jaringan jalan utama dan tingkat aksesibilitas pergerakan pada Koridor Pertigaan RSUD – Perempatan Mall Ramayana di Kota Bontang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan kombinasi observasi lapangan, survei daring, dan analisis data. Analisis data dilakukan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997) dan Highway Capacity Manual (HCM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan di empat lokasi pengamatan memiliki variasi sebagai berikut: Simpang Terminal Kota Bontang berada pada Tingkat Pelayanan “C” (kinerja sedang), Simpang Yabis berada pada Tingkat Pelayanan “E” (kinerja sangat rendah), dan Simpang Jl. Cipto Mangunkusumo/ Pupuk Raya serta Simpang Turunan Polres – Jalan Imam Bonjol berada pada Tingkat Pelayanan “F” (kinerja gagal), di mana aliran lalu lintas sangat lambat atau terhenti. Faktor utama penyebab permasalahan ini adalah ketiadaan fasilitas kantong parkir yang memadai dan dominasi penggunaan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk mendukung keberlanjutan sistem transportasi, termasuk penyediaan angkutan massal berbasis transportasi ramah lingkungan serta pengelolaan fasilitas parkir oleh bangunan komersial. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi jaringan jalan utama. This study aims to analyze the factors that affect the performance of the main road network service and the level of movement accessibility in the RSUD T-junction Corridor – Ramayana Mall Intersection in Bontang City. The research method used is a descriptive quantitative approach, with a combination of field observation, online surveys, and data analysis. Data analysis was carried out using the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI, 1997) and the Highway Capacity Manual (HCM). The results of the study showed that the level of service in the four observation locations had the following variations: Bontang City Terminal Junction was at Service Level "C" (moderate performance), Yabis Junction was at Service Level "E" (very low performance), and Jl. Cipto Mangunkusumo/Pupuk Raya Junction and Police Derivative Junction – Jalan Imam Bonjol were at Service Level "F" (failed performance), where the traffic flow is very slow or stalled. The main factor causing this problem is the absence of adequate parking pocket facilities and the dominance of the use of private vehicles compared to public vehicles. This study provides recommendations to support the sustainability of the transportation system, including the provision of environmentally friendly transportation-based mass transportation and the management of parking facilities by commercial buildings. It is hoped that the results of this study can be a reference for the government, the community, and the private sector to reduce congestion and improve the efficiency of the main road network.
Analisis Tingkat Kerentanan, Adaptasi Dan Strategi Pengendalian Banjir Rob Kota Bontang Agetha, Noni; Manaf, Murshal; Salim, Agus
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7654

Abstract

Banjir rob di wilayah pesisir Kota Bontang merupakan ancaman berulang yang berdampak pada keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir Kota Bontang. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat kerentanan kawasan pesisir terhadap banjir rob menguji pengaruhnya terhadap pola adaptasi masyarakat, serta merumuskan strategi dan program adaptif untuk penanggulangan banjir yang efektif. Tingkat kerentanan kawasan pesisir diukur dengan metode Coastal Vulnerability Index (CVI) dengan parameter pasang surut rata-rata, tinggi gelombang, kemiringan pantai, perubahan garis pantai, geomorfologi dan ketinggian permukaan tanah yang diukur. Selanjutnya, pola adaptasi yang telah dilakukan masyarakat di enam kelurahan pesisir dianalisis melalui survei persepsi. Analisis ini juga menelaah pengaruh ketersediaan sarana dan infrastruktur terhadap tingkat adaptasi masyarakat. Penelitian ini sekaligus merumuskan strategi penanggulangan banjir rob secara komprehensif, berdasarkan integrasi analisis kerentanan fisik, pola adaptasi masyarakat, dan ketersediaan infrastruktur. Program strategis yang dihasilkan dirumuskan secara spesifik setiap kelurahan untuk memastikan implementasi yang tepat sasaran. Tidal flooding (known locally as banjir rob) in the coastal area of Bontang City represents a recurring threat that significantly impacts the socio-economic sustainability of the coastal community. This study was conducted to analyze the level of coastal vulnerability to tidal flooding, examine its influence on community adaptation patterns, and subsequently formulate effective strategies and programs for flood mitigation and adaptation. The coastal vulnerability level was measured using the Coastal Vulnerability Index (CVI) method, incorporating measured physical parameters such as mean tide range, wave height, shore slope, shoreline change, geomorphology, and ground surface elevation. Furthermore, existing community adaptation patterns across six coastal sub-districts were analyzed through a perception survey.. The research ultimately formulates a comprehensive tidal flood adaptation and mitigation strategy based on the integration of physical vulnerability analysis, community adaptation patterns, and tidal flood control infrastructure availability. The resulting strategic programs are designed specifically for each sub-district to ensure targeted and effective implementation.
Co-Authors -, Syafri Ade Ratna Sari, Ade Ratna Agetha, Noni Agus Salim Agus Salim Agus Salim Agus Salim Agus Salim Ais Pratiwi Aksa, Kamran Amirudin, Tedy Amri, Erwin Andi Subham Anugrah, Rahmi Anwar Rappe Sappe Arif Nasution Arifuddin Akil Arnisa Mustafa Ary Kenan Paranoan Aswaty, Andi Siti Hajar Baso Jaya Basri, Lambang Batara Surya, Batara Delima S., Sekar Ayu Dzulfadhly Djaenuddin E.A. Karimeng Emelda Hatta Emil Salim Erwin Amri Fitriani Fitriani Furi Sari Nurwulandari, Furi Sari Gunawan Tari Hadi Kurniawan Hadijah Hadijah Haeruddin Hasbi Hasbi Hasnawati Hasnawati Hendrik Suryo Suriandjo Hudia Hudia Husain Hamka Iksan Agustiaraa Ilham Alimuddin Ilham Alimuddin, Ilham Imam, Muh. Nur Iswahyudin Iswahyudin Jamilah Abbas Jumain, Aslam Kastono Kastono Kastono Kastono, Kastono Kawer, Dantje Wilian Kezia Christin Sesa Kusnadi Kusnadi M. Yogi Riyantama Isjoni Mahar, Muh Malonda, Ayesha A.L. Mappatarai, Mappatarai Mas, Anggi Azizah Mierta Dwangga Mohammad Reza Monica Tombe Mudinillah, Adam Muh.Mulawarman Muhammad Arsal Muhammad Khomeini Rusdi Muhammad Muhammad Afandi Naser Muhammad Mulawarman Nasaruddin Muhammad Saleh Pallu Muhibuddin, A. Muhibuddin, Ahmad murni murni Musfida, Andi Nasution, Muhammad Arief Nurhikmah, Zakia Qadriathi Dg Bau Qadriathi Dg. Bau Rahayu, Usiyani Rahmi Ariani Salam Rana Wafiqah Adiputri Randy obertias Oheo Sumarata Rikawati Rikawati Roland Alexander Barkey, Roland Alexander Slamet Widodo Slamet Widodo St. Nurhalizah Mardjuni Sulaiman Asiri Syafri Syafri, Syafri Syamsul Bahri Taking, Muh. Idris Tampinongkol, Ronald R. Tantu, A. Gusti Taufiq, Muh Tri Budiharto Umboh, Karry E.H. V. V. Octovianus Nafurbenan Wandi Hasanuddin Wulur, Yogini A.