Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Pelayanan Jalan AP. Pettarani Dan Dampak Perubahan Ruang Aktivitas Ekonomi Masyarakat Setelah Berfungsinya Jalan Tol Layang AP. Pettarani Kota Makassar Rikawati Rikawati; Murshal Manaf; Kamran Aksa
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis karakteristik sistem jaringan, pergerakan dan sistem aktivitas transportasi pada ruas Jalan AP. Pettarani setelah beroperasinya jalan Tol Layang AP. Pettarani dan menganalisis dampak perubahan fungsi ruang kegiatan ekonomi masyarakat di koridor jalan AP. Pettarani dengan berfungsinya jalan Tol Layang AP. Pettarani dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data Primer dan Sekunder yang digunakan dalam penelitian ini menunjukka kondisi ruas jalan AP.Pettarani sebelum pembangunan jalan tol layang AP.Pettarani berada pada level D – E yang mengartikan volume yang cukup padat dan mendekati kapasitas dengan arus mulai tidak stabil dan kecepatan kendaraan yang rendah, sedangkan hasil  dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja ruas jalan AP. Pettarani  setelah berfungsinya jalan Tol Layang AP.Pettarani berada pada level pelayanan F  yang berarti arus yang terhambat, kecepatan rendah, volume diatas kapasitas, sering terjadi kemacetan pada waktu yang cukup lama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keberadaan Tol Layang AP Pettarani belum dapat mengembalikan fungsi jalan AP.Pettarani sebagai jalan Arteri Primer. Dari segi ekonomi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun secara deskriptif  terdapat perbedaan rata-rata pendapatan masyarakat sebelum dan setelah beroperasinya jalan tol layang AP.Pettarani, namun secara statistic tidak terdapat perbedaan rata-rata pendapatan masyarakat  yang signifikan sebelum dan setelah beroperasinya jalan tol layang AP.Pettarani. Output hasil uji deskriptif diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 < taraf signifikasi 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan rata-rata pendapatan masyarakat sebelum dan setelah keberadaan jalan tol layang AP. Pettarani. Pettarani  Road section  after the operation of the AP.Pettarani  Elevated Toll Road. and analyze the impact of changes in the space function of the community's economic activities in the AP. Pettarani  road corridor with the functioning of the AP. Pettarani Elevated Toll Road by using quantitative research methods with a quantitative descriptive approach. The results of analysis of the Primary and Secondary data used in this study show that the condition of the AP. Pettarani road section prior to the construction of the AP. Pettarani elevated toll road was at the D – E level, which means that the volume was quite dense and close to capacity with unstable starting flows and slow vehicle speeds. low, while the results of this study indicate that the performance of the AP. Pettarani after the functioning of the AP. Pettarani Elevated Toll Road is at service level F, which means obstructed flow, low speed, volume above capacity, congestion often occurs for quite a long time. So it can be concluded that the existence of the AP Pettarani Elevated Toll Road has not been able to restore the function of the AP. Pettarani road as a Primary Artery road. From an economic perspective, the results of this study indicate that although descriptively there are differences in the average income of the community before and after the operation of the AP.Pettarani elevated toll road, but statistically there is no significant difference in the average income of the community before and after the operation of the AP. Pettarani elevated toll road. The output of the descriptive test results obtained the value of Sig. (2-tailed) of 0.000 < 0.05 significance level so that it can be concluded that Ho is rejected, meaning that there is no difference in the average income of the community before and after the existence of the AP.Pettarani elevated toll road.
Strategi Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Di Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Kota Makassar St. Nurhalizah Mardjuni; Murshal Manaf; Rudi Latief
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2724

Abstract

Penelitian ini sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas permukiman kumuh di Kelurahan Tallo. Judul Strategi Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh dengan fokus studi Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh. Berdasarkan SK Kumuh, Kelurahan Tallo masuk dalam kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan kumuh, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor penyebab tumbuh kembangnya permukiman kumuh di lokasi ini. Dalam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas permukiman kumuh berpengaruh terhadap faktor penyebab tumbuh kembangnya permukiman kumuh di Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Kota Makassar dan untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas permukiman kumuh di Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Kota Makassar. Adapun metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analsisi diantaranya Analisis Chi-Square digunakan untuk dua variabel adalah independen berarti tidak memiliki hubungan, dan oleh karena itu yang tidak bergantung pada yang lain, begitu pula sebaliknya. Dan analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas permukiman kumuh. This research is a reference to improving the quality of settlement slums in Tallo Village. The Title of the Settlement Quality Improvement Strategy Slums, with the focus of the study on improving the quality of slums. Based on the SK Kumuh, Tallo Village is included in the designated area as a slum area. This is caused by several factors, including the development of slum settlements in this location.This study aims to determine how the improvement of the quality of slum settlements affects the factors that cause growth and development of slum settlements in Tallo Village, Tallo District, Makassar City, and to formulate a strategy to improve the quality of slum settlements in Tallo Village, Tallo District, Makassar City. The research method is carried out by using analysis, including Chi-Square Analysis, for two independent variables, meaning they have no relationship and therefore are independent of one another. SWOT analysis is used to formulate strategies to improve the quality of slum settlements.
Implikasi Pembangunan Perumahan Formal Perkotaan: Study Kasus: Pemenuhan Prasarana Perkotaan Disekitar Perumnas Balandai Kota Palopo Hudia Hudia; Murshal Manaf; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik parameter fisika, kimia dan biologi di Teluk Sarawandori, Kecamatan Kosiwo, Yapen-Papua; dan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lokasi Teluk Sarawandori Kecamatan Kosiwo Yapen-Papua dalam mendukung pengelolaan budidaya Eucheuma cottonii. Bersifat eksperimental dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penentuan stasiun dilakukan secara acak yang dianggap mewakili lokasi, baik di lokasi yang ditemukan kegiatan budidaya rumput laut maupun yang belum dilakukan kegiatan budidaya. Setiap titik pengambilan sampel dicatat dalam posisi geografisnya atau koordinatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Teluk Sarawandori Kecamatan Kosiwo Kabupaten Yapen Papua memiliki parameter fisikokimia yang cukup layak sebagai daerah pengembangan budidaya Eucheuma cottonii. Pada tiga kategori kesesuaian lokasi, stasiun 2 dan 3 sebagai stasiun dengan kategori sesuai yaitu masing-masing 201 dan 205, sedangkan Stasiun 1 merupakan lokasi dengan kategori tidak sesuai. Dengan demikian, hasil penelitian ini menyatakan bahwa kondisi teluk Sarawandori di Kosiwo Kabupaten Yapen-Papua memenuhi syarat untuk budidaya rumput laut Eucheuma cottonii. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut pada musim hujan dan musim kemarau untuk melengkapi informasi kesesuaian perairan untuk lokasi budidaya rumput laut Eucheuma cottonii. The research was aimed to find out the characteristics of the parameters of physics, chemistry and biology in Sarawandori bay, Kosiwo district, Yapen-Papua; and to find out the level of location suitability of Sarawandori bay, Kosiwo district, Yapen-Papua in supporting the management of Eucheuma cottonii cultivation. It is experimental using quantitative and qualitative approaches. Determination of stations is done randomly which is considered to represent the location, both at locations found seaweed cultivation activities and those have not been conducted cultivation activities. Each sampling point is recorded in its geographical position or its coordinates. The results of research indicated that the waters of Sarawandori Bay, Kosiwo district of Yapen Papua had a physico-chemical parameter that was quite feasible as a development area for Eucheuma cottonii cultivation. On three categories of location suitability, station 2 and 3 as stations with appropriate categories i.e 201 and 205 respectively, while Station 1 is a location with an inappropriate category. Thus, the results of this study state that the condition of Sarawandori bay in Kosiwo District of Yapen-Papua meets the requirements for Eucheuma cottonii seaweed cultivation. It is recommended to conduct further research in the rainy and dry season to complete information on the suitability of the waters for the location of Eucheuma cottonii seaweed cultivation.
Analisis Tingkat Kekotaan Wilayah Kabupaten Sorong Berdasarkan Jumlah Fasilitas Sosial Ekonomi Widodo, Slamet; Murni, Murni; Manaf, Murshal; Salam, Rahmi Ariani; Rahayu, Usiyani
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1769

Abstract

Sebagai wilayah yang sedang berkembang, Distrik Aimas sebagai Ibukota wilayah Kabupaten Sorong memiliki tantangan tentang masalah kesenjangan dan ketidakmerataan pembangunan fasilitas sosial ekonomi, sehingga penentuan tingkat kekotaan sekaligus wilayah dengan potensi sebagaia sentral perkembangan fasilitas sosial ekonomi menjadi penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kekotaan wilayah dan hirarki wilayah di Distrik Aimas. Adapun metode yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder untuk kemudian dianalisis menggunakan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2020 dan analisis skalogram.Berdasarkan hasil perhitungan, menyatakan kawasan Distrik Aimas terbagi dalam dua golongan tingkat kekotaan yaitu Distrik Mariat Gunung, Distrik Klafma, Distrik Aimas, Distrik Malawili, Distrik Malagusa, Distrik Malawele, Distrik Malasom, Distrik Mariat Gunung, Distrik Klabinain dan Kampung Maibo sebagai Desa Perkotaan. Kemudian kawasan Distrik Warmon, Kampung Aimo, Kampung Malasaum dan Distrik Klaigit sebagai Desa Perdesaan. Kemudian dari hasil analisis skalogram menyatakan bahwa Distrik Malagusa sebagai pusat pelayanan dan berpotensi sebagai sentral perkembangan fasilitas sosial ekonomi di Distrik Aimas. Hasil penelitian dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan arah pembangunan dan pengembangan di Distrik Aimas. As a developing region, Aimas District as the capital of the Sorong Regency area has challenges regarding the problem of inequality and inequality in the development of socio-economic facilities, so that determining the level of urban areas as well as areas with potential as a center for the development of socio-economic facilities is important to do. The purpose of this study is to determine the level of regional urbanization and regional hierarchy in Aimas District. The method used is to collect primary data and secondary data to then be analyzed using the Regulation of the Head of the Central Statistics Agency (BPS) in 2020 and scalogram analysis. Based on the calculation results, it is stated that the Aimas District area is divided into two groups at the urban level, namely Mariat Gunung District, Klafma District, Aimas District, Malawili District, Malagusa District, Malawele District, Malasom District, Mariat Gunung District, Klabinain District and Maibo Village as Urban Villages. Then the Warmon District, Aimo Village, Malasaum Village and Klaigit District as Rural Villages. Then from the results of the scalogram analysis, it is stated that Malagusa District is a service center and has the potential to be a center for the development of socio-economic facilities in Aimas District. The results of the research can be taken into consideration by the government in determining the direction of development and development in Aimas District.
Strategi Peningkatan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik Di Kabupaten Gowa (Studi Kasus :Syekh Yusuf Discovery): CASE STUDY : SYEKH YUSUF DISCOVERY Anugrah, Rahmi; Manaf, Murshal; Taking, Muh. Idris
Journal of Urban Planning Studies Vol 4 No 1 (2023): Journal of Urban Planning Studies, November 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jups.v4i1.484

Abstract

This study aims to analyze the quality of Public Green Open Space in Syekh Yusuf Discovery based on visitor perceptions and formulate a strategy to improve the quality of Public Green Open Space in Syekh Yusuf Discovery. The research method used is quantitative method. The technical analysis used is quantitative descriptive analysis using Likert scale and SWOT analysis. The results showed that the quality of Syekh Yusuf Discovery's Public Green Open Space based on ecological functions obtained a poor quality value. The socio-cultural function acquires good quality values. The water catchment function obtained a poor quality value. The economic function acquires a good quality value. Then the aesthetic function acquires excellent quality values. The improvement of the quality of Syekh Yusuf Discovery's Public Green Open Space can be done by maintaining its function as a pollution absorber and noise absorber to minimize air pollution, maintaining the function of green open space as a means of interaction, sports, creativity and education / training to anticipate changes in land function and increasing public understanding of the importance of green open space so as to create comfort and beauty Changing land functions and increasing public understanding of the importance of green open space so as to create comfort and beauty of the environment.
Strategi Peningkatan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Taman Maccini Sombala Kota Makassar Delima S., Sekar Ayu; Manaf, Murshal; Salim, Agus
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i1.4608

Abstract

Keberadaan RTH penting dalam mengendalikan dan memelihara integritas dan kualitas lingkungan. Tujuan penelitian ini mengkaji serta merumuskan strategi peningkatan kualitas RTH dan pengaruh faktor fisik, teknis, dan fungsi ekstrinsik terhadap kualitas Ruang Terbuka Hijau di Taman Maccini Sombala, Kota Makassar. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Untuk kuantitatif penelitian ini menggunakan pendekatan korelasi, sedangkan Pendekatan kualitatif menggunakan pendekatan analisis deskriptif dari in-depth interview serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh faktor fisik, teknis, dan ekstrinsik secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kualitas Ruang Terbuka Hijau Taman Maccini Sombala Kota Makassar. Oleh karena itu, disusunlah strategi peningkatan kualitas Ruang Terbuka Hijau Taman Maccini Sombala, antara lain dengan mengembangkan kualitas ruang terbuka hijau, meningkatkan fasilitas rekreasi, menyediakan fasilitas kolam pemancingan, dan memanfaatkan lokasi taman untuk pengembangan kegiatan lainnya. The existence of green open space is important for controlling and maintaining environmental integrity and quality. The aim of this research is to examine and formulate strategies for improving the quality of green open space and the influence of physical, technical, and extrinsic functional factors on the quality of green open space in Maccini Sombala Park, Makassar City. This research method uses quantitative and qualitative research types. For quantitative research, this research uses a correlational research approach, while the qualitative approach uses a descriptive analysis approach derived from in-depth interviews and SWOT analysis. The research results show that the influence of physical, technical, and extrinsic factors together has a significant effect on the quality of the Maccini Sombala Park Green Open Space, Makassar City. Therefore, a strategy was developed to improve the quality of Maccini Sombala Park Green Open Space, including by developing the quality of green open space, improving recreational facilities, providing fishing pond facilities, and utilizing the park location for the development of other activities.
Strategi Peningkatan Walkability Index Di Kawasan Bisnis Dan Wisata Di Kota Makassar Aswaty, Andi Siti Hajar; Manaf, Murshal; Aksa, Kamran
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i1.4609

Abstract

Kaitannya dalam perancangan kota, diperlukan perencanaan pedestrian secara menyeluruh yang saling terkait dengan elemen-elemen perkotaan lainnya, sehingga tersedianya jalur pedestrian yang dapat memfasilitasi berbagai jenis kebutuhan bagi penggunanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi eksisting jalur pedestrian, menghitung tingkat walkability index dan memberikan strategi peningkatan pada index walkability. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk mengidentifikasi tingkat kenyamanan jalur pedestrian Kota Makassar khususnya di Jalan Somba Opu dan Jalan Penghibur digunakan analisis index walkabiity sedangkan untuk mengidentifikasi strategi peningkatan pedestrian digunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fasilitas jalur pejalan kaki relatif baik dan tersedia tetapi masih perlu dilakukan peningkatan dibeberapa variabel. In relation to urban design, comprehensive pedestrian planning is needed that is interrelated with other urban elements, so that pedestrian paths are available that can facilitate various types of needs for users. The aims of this research are to identify the existing condition of the pedestrian path, calculate the level of walkbility index and provide an improvement strategy on the walkbility index. This research uses a qualitative approach. To identify the level of comfort of the Makassar City pedestrian path, especially on Jalan Somba Opu and Jalan Penghibur, walkabiity index analysis was used, while to identify pedestrian improvement strategies SWOT analysis was used. The results of this study indicate that the pedestrian path facilities are relatively good and available but still need to be improved in several variables.
Penilaian Kesesuaian Kegiatan Pembangunan Infrastruktur Terhadap Pemanfaatan Ruang Kota Sofifi Provinsi Maluku Utara Nurhikmah, Zakia; Manaf, Murshal; Aksa, Kamran
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i2.6042

Abstract

Penelitian ini menilai kesesuaian pembangunan infrastruktur dengan rencana pemanfaatan ruang di Kota Sofifi, Provinsi Maluku Utara, menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan regresi berganda dan analisis SWOT. Hasil menunjukkan bahwa faktor kesesuaian serta geografis dan demografis berpengaruh signifikan terhadap pembangunan infrastruktur. Selain faktor teknis, dinamika kebijakan dan proses pengambilan keputusan di tingkat pemangku kepentingan turut memengaruhi arah pembangunan di Sofifi. Strategi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi lokasi strategis Sofifi, pemanfaatan kebijakan yang ada, pengembangan sektor pariwisata, dan pembangunan kawasan ekonomi terpadu. Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam merancang kebijakan tata ruang dan pembangunan infrastruktur yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. This study assesses the suitability of infrastructure development with spatial utilization planning in Sofifi City, North Maluku Province, using a descriptive quantitative method with multiple regression and SWOT analysis. The results show that suitability factors, as well as geographical and demographic aspects, significantly influence infrastructure development. Besides technical factors, policy dynamics and decision-making processes at the stakeholder level also affect the direction of development in Sofifi. The recommended strategies include optimizing Sofifi's strategic location, utilizing existing policies, developing the tourism sector, and establishing an integrated economic zone. These findings are expected to serve as a reference for the government, society, and the private sector in designing more integrated and sustainable spatial planning and infrastructure development policies.
Mitigasi dan Adaptasi Bencana Banjir Rob di Kelurahan Cappa Galung Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare Imam, Muh. Nur; Manaf, Murshal; Aksa, Kamran
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i2.6051

Abstract

Bencana banjir rob merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di wilayah pesisir, termasuk di Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan bencana banjir rob serta merumuskan strategi mitigasi dan adaptasi yang efektif untuk mengurangi dampaknya. Metode yang digunakan meliputi analisis kerentanan berbasis spasial dengan aplikasi ArcGIS dan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk merumuskan arahan mitigasi dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan wilayah dapat diklasifikasikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi berdasarkan luasan dan karakteristik wilayah. Arahan mitigasi meliputi langkah struktural, seperti pembangunan tanggul, penyediaan tempat tambatan kapal bagi nelayan, penguatan dinding penahan air, dan pembangunan zona aman. Langkah non-struktural mencakup penyusunan kebijakan tata ruang berbasis risiko, edukasi masyarakat tentang pentingnya fungsi karang, serta pengembangan sistem peringatan dini. Di sisi adaptasi, strategi yang diusulkan melibatkan pembangunan rumah panggung, penanaman mangrove untuk perlindungan pesisir, dan diversifikasi ekonomi masyarakat melalui pengembangan ekowisata berbasis lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi menjadi elemen kunci dalam implementasi strategi ini. Sinergi ketiga pihak diharapkan dapat meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana banjir rob secara berkelanjutan serta memberikan kontribusi positif terhadap perencanaan dan pengelolaan kawasan pesisir di masa mendatang. Penelitian ini menjadi referensi bagi pengembangan strategi mitigasi dan adaptasi di wilayah pesisir lainnya yang menghadapi permasalahan serupa. Tidal flooding poses a significant challenge in coastal areas, including Cappa Galung Village, Bacukiki Barat District, Parepare City. This study aims to assess the vulnerability levels of tidal flooding and develop effective mitigation and adaptation strategies to minimize its impacts. A combination of spatial vulnerability analysis using ArcGIS and the Analytical Hierarchy Process (AHP) was employed to identify critical areas and formulate strategic recommendations. The results reveal that the vulnerability levels in the area can be categorized as low, moderate, and high based on geographic extent and regional characteristics. Mitigation strategies focus on structural measures, including seawall construction, the development of docking facilities for fishermen, reinforcement of retaining walls, and the establishment of safe zones. Non-structural approaches emphasize risk-based spatial planning policies, community education on coral reef conservation, and the implementation of early warning systems. Adaptation strategies include stilt house construction, mangrove restoration for coastal protection, and economic diversification through eco-tourism development. Collaboration among government agencies, local communities, and academic institutions is identified as a key factor in successfully implementing these strategies. This synergy is expected to enhance community resilience against tidal flooding sustainably while contributing to improved planning and management of coastal areas. The findings of this study provide a valuable reference for developing comprehensive mitigation and adaptation frameworks for other coastal regions facing similar challenges.
Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Mewujudkan Kebijakan Konsep Smart City di Kota Makassar Mas, Anggi Azizah; Manaf, Murshal; Latief, Rudi
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i2.6063

Abstract

Sebagai kota metropolitan dan pusat pemerintahan di Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar telah berupaya menerapkan konsep Smart City guna meningkatkan mutu pelayanan publik berbasis teknologi informasi. Meskipun kebijakan ini telah diterapkan selama lebih dari sepuluh tahun, dampaknya masih belum dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Padahal salah satu dimensi penting dalam Smart City adalah Smart People atau keterlibatan masyarakatnya dan bagaimana mereka mendapat manfaat dari Smart City. Sehingga didapatkan hipotesis bahwa masyarakat belum banyak dilibatkan dan harus diliat pada tingkat mana keterlibatannya agar dapat dikaji lebih lanjut upaya peningkatannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam pelaksanaan kebijakan Smart City. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penilaian skoring partisipasi dengan dasar Teori Arnstein terkait tingkat partisipasi masyarakat. Dari hasil analisis skoring, diketahui bahwa tingkat keterlibatan masyarakat masih berada pada tingkat rendah, yakni dalam kategori non-participation, dimana pelibatan warga hanya terbatas pada bentuk partisipasi simbolik seperti konsultasi atau pemberian informasi sepihak. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan Smart City tidak cukup ditentukan oleh penggunaan teknologi dalam acara pemerintah semata, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh tingkat partisipasi masyarakat dan sejauh mana mereka dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yeng lebih menargertkan masyarakat sebagai objek. As a metropolitan city and centre of government in South Sulawesi Province, Makassar City has attempted to implement the Smart City concept to improve the quality of public services based on information technology. Although this policy has been implemented for more than ten years, its impact has not been felt in real terms by the community. Whereas one of the important dimensions in Smart City is Smart People or community involvement and how they benefit from Smart City. So it is hypothesized that the community has not been involved much and must be seen at what level of involvement it is so that efforts to improve it can be further studied. This study examines the extent to which the community is involved in implementing the Smart City policy. The study was conducted with a quantitative approach through a participation scoring assessment based on Arnstein's Theory related to the level of community participation. From the results of the scoring analysis, it is known that the level of community involvement is still at a low level, namely in the non-participation category, where citizen involvement is only limited to symbolic forms of participation such as consultation or provision of unilateral information. Overall, these findings confirm that the success of the Smart City policy is not determined by the use of technology in government events alone, but is also greatly influenced by the extent to which the community is actively involved in the planning and implementation of activities that target the community as an object.