Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Ajaran Islam dalam Praktik Kerjasama Ekonomi Masyarakat Banjar Nazhifah, Ainun; Muyassar, Muhammad Hafidz; Ananda, Rizqa; Munawarah, Munawarah; Wahidah, Wahidah; Rahmaniah, Amelia; Hanafiah, M.
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1538

Abstract

This study examines Islamic teachings in economic cooperation practices among the Banjar community in Banjarmasin using a library research method. The discussion begins with an exploration of the historical process of Islamization in Banjarmasin, which indicates that Islam has become deeply embedded in Banjar culture since the sixteenth century through trade networks and the da’wah of local Islamic scholars. Islamic teachings subsequently shaped the economic behavior of the Banjar community, particularly through the application of muamalah principles such as honesty, justice, trustworthiness, and mutual consent in economic transactions. Furthermore, economic cooperation among the Banjar people is reflected in various practices, including trade partnerships, trust-based transactions, and customary economic relations that align with Islamic norms. The integration of Islamic values within these cooperative practices demonstrates a harmony between Banjar customary law (urf) and Islamic economic principles, emphasizing not only material profit but also ethical conduct and social welfare. This study concludes that Islamic teachings play a significant role in shaping economic cooperation practices among the Banjar community in Banjarmasin, illustrating a contextual model of Islamic economic values integrated with local culture.
Praktik Muamalah Tradisional dan Penyelesaian Sengketa dalam Masyarakat Banjar Safitri, Maulidita; Pradana, Neco Erlin; Ramadhana, Yulia; Rukmawati, Desyana Putri; Putri, Riska Yunita; Rahmaniah, Amelia; Hanafiah, M.
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1544

Abstract

The Banjar community is recognized as an ethnic group with a strong integration of Islamic teachings and local customs in its social and economic life. Traditional muamalah practices, particularly in buying and selling transactions, reflect the internalization of Islamic legal principles within long-standing local traditions. In addition, the Banjar people have a distinctive mechanism for dispute resolution known as adat badamai, which emphasizes deliberation, peace, and the restoration of social harmony. This study aims to examine traditional muamalah practices of the Banjar community and their dispute resolution mechanisms from the perspective of Islamic economic law and local wisdom. This research employs a qualitative approach using library research methods. Data were collected from relevant literature, including books, academic journals, and previous studies. The findings indicate that the tradition of explicitly pronouncing contractual statements (ijab qabul) in Banjar buying and selling transactions is consistent with the principles of Islamic muamalah and does not contradict Islamic law. Furthermore, dispute resolution through adat badamai reflects the values of justice, public interest (maslahah), and peace, which are central objectives of Islamic law. This study concludes that Banjar traditional muamalah practices and dispute resolution mechanisms remain highly relevant as models of local wisdom–based dispute settlement within contemporary Islamic legal and social contexts.
Peningkatan Literasi Hukum Mahasiswa Tentang Hak Dan Kewajiban Pelaku Usaha Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Rahmaniah, Amelia; Faisal, Ahmad; Nuraisyah, Euis; Arsyad, Muhammad; Qadlizaka, Muhammad Irfan Hakim; Khairina, Naily; Laina, Nor
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1608

Abstract

Pentingnya pemahaman pelaku usaha terhadap hak dan kewajibannya perlu menjadi perhatian serius, mengingat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen telah mengatur secara tegas melalui Pasal 6 yang memuat lima hak pokok dan Pasal 7 yang memuat tujuh kewajiban utama, demi menjamin keseimbangan kepentingan dengan konsumen. Namun, pada kenyataannya, tidak sedikit pelaku usaha skala kecil dan menengah yang kurang memahami ketentuan ini, sehingga berpotensi menimbulkan sengketa atau praktik bisnis yang tidak sehat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa literasi hukum terkait hak dan kewajiban pelaku usaha dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tidak hanya penting bagi para pelaku usaha, tetapi juga bagi mahasiswa sebagai calon intelektual dan praktisi hukum di masa depan. Oleh karena itu, sebagai wujud pengabdian masyarakat sekaligus upaya peningkatan literasi hukum, Dekan Fakultas Syariah beserta mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UIN Antasari Banjarmasin menyelenggarakan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di Lokal Fakultas Syariah pada hari Kamis, 16 Oktober 2025 dan diikuti sebanyak 30 peserta dari mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin. Metode yang diterapkan mencakup pemaparan materi disertai sesi tanya jawab secara interaktif, dengan materi yang disampaikan meliputi hak pelaku usaha serta kewajiban pelaku usaha sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Setelah melalui diskusi dan tanya jawab, mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin yang sebelumnya kurang memahami regulasi ini diharapkan menjadi lebih peka terhadap isu hukum perlindungan konsumen, sehingga tujuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 dalam menciptakan iklim usaha yang adil, sehat, dan berkelanjutan dapat tercapai secara optimal melalui peningkatan literasi hukum di kalangan mahasiswa.
Hak Dan Kewajiban Konsumen Rahmaniah, Amelia; Navera, Najwa; Mina, Noor; Ilham, Muhammad Arifin; Deanova, Nakita Rio; Ali, Nor Syamsudin; Annisaurrahmah, Annisaurrahmah
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v3i3.1552

Abstract

Konsumen memiliki peran penting dalam kegiatan perdagangan dan jasa sehingga perlindungan terhadap hak dan kewajiban konsumen menjadi hal yang sangat diperlukan. Ketidakseimbangan posisi antara pelaku usaha dan konsumen sering kali menimbulkan kerugian bagi konsumen akibat kurangnya pemahaman terhadap hak dan kewajiban yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hak dan kewajiban konsumen serta bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada konsumen dalam kegiatan transaksi barang dan jasa. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak konsumen meliputi hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan jasa, hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur, serta hak untuk mendapatkan ganti rugi apabila mengalami kerugian. Di sisi lain, konsumen juga memiliki kewajiban untuk beritikad baik, mengikuti petunjuk penggunaan barang dan jasa, serta melakukan pembayaran sesuai dengan kesepakatan. Dengan adanya pemahaman yang baik mengenai hak dan kewajiban konsumen, diharapkan tercipta hubungan yang seimbang, adil, dan saling menguntungkan antara konsumen dan pelaku usaha.
Sosialisasi Terkait Larangan Praktik Penipuan Dan Iklan Menyesatkan Oleh Pelaku Usaha Dalam Perlindngan Konsumen Kepada Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin Rahmaniah, Amelia; Mahmudah, Mahmudah; Annisa, Nia; Nazla, Siti; Hafizah, Silva Nor; Jannah, Nadyatul; Amin, Muhamad; Ikhlas, Muhammad; Rafe’i, Muhammad Khairur; Hakim, Muhammad Azizul; Syaupi, Muhammad; Rahman, Aulia
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v3i3.1553

Abstract

Perkembangan media digital meningkatkan praktik penipuan dan iklan menyesatkan yang merugikan konsumen. Kurangnya pemahaman masyarakat, khususnya mahasiswa, terhadap hak konsumen menyebabkan perlindungan konsumen belum berjalan optimal sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai praktik penipuan dan iklan menyesatkan serta hak konsumen. Metode yang digunakan adalah sosialisasi melalui pemaparan materi dan sesi tanya jawab kepada mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa tentang ciri iklan menyesatkan dan sikap lebih hati-hati sebagai konsumen.
THE PRACTICE OF JUAL SEADANYA IN THE BANJAR COMMUNITY: Between Islamic Legal Culture and Consumer Protection in Modern Transactions Rahmaniah, Amelia
Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah Vol 16, No 2 (2025): Jurisdictie
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j.v16i2.35665

Abstract

Modern buying and selling transactions demand extreme caution from both sellers and buyers, as many problems stem from a lack of caution. This caution has long been practiced by the Banjar community in the form of the expression "jual seadanya”, however previous studies have interpreted "jual seadanya" as a way for sellers to abdicate responsibility, requiring buyers to exercise caution. Therefore, this study aims to correct this misunderstanding by demonstrating that "jual seadanya" in Banjar community embodies noble Islamic values and can serve as a model for consumer protection in modern transactions. This research is an empirical legal study with a legal anthropology approach, in which several informants were interviewed in depth. The analysis utilizes muamalah jurisprudence, maqashid sharia, and consumer protection theory. The findings reveal that in Banjar community, "jual seadanya" signifies mutual caution between sellers and buyers, consistent with the development of the doctrine from caveat emptor to caveat venditor. This practice reflects Islamic legal culture, particularly the application of fiqh muamalah which emphasizes honest and fair transactions, as well as the application of the concept of khiyar which is in line with maqasid al-shariah. This research contributes to providing an interpretation of prudence based on fiqh muamalah and maqasid al-shariah, as the saying "jual seadanya." The explicit inclusion of the principle of prudence in Article 2 of Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection is very relevant and useful, especially in the era of modern transactions. Transaksi jual beli modern sangat menuntut kehati-hatian penjual dan pembeli, karena banyak permasalahan disebabkan kurangnya kehati-hatian. Kehati-hatian ini sudah lama dipraktikkan masyarakat Banjar dalam bentuk ucapan “jual seadanya”, namun studi sebelumnya telah menafsirkan “jual seadanya” sebagai cara penjual untuk melepaskan tanggung jawab, sehingga pembeli harus berhati-hati. Penelitian ini bertujuan meluruskan kesalahpahaman tersebut dengan menunjukkan “jual seadanya” dalam masyarakat Banjar merupakan perwujudan nilai-nilai luhur Islam dan dapat menjadi model perlindungan konsumen dalam transaksi modern. Penelitian ini merupakan studi hukum empiris dengan pendekatan antropologi hukum, data diperoleh melalui wawancara secara mendalam beberapa informan. Analisis menggunakan fikih muamalah, maqashid syariah dan teori perlindungan konsumen. Temuan mengungkapkan bahwa dalam masyarakat Banjar, “jual seadanya” menandakan adanya kehati-hatian bersama antara penjual dan pembeli yang sesuai dengan perkembangan doktrin dari caveat emptor menjadi caveat venditor. Praktik ini mencerminkan budaya hukum Islam, khususnya penerapan fiqh muamalah yang menekankan transaksi jujur dan adil, serta penerapan konsep khiyar yang selaras dengan maqasid al-shariah. Penelitian ini berkontribusi memberikan interpretasi kehati-hatian berdasarkan fiqh muamalah dan maqasid al-shariah, sebagaimana ucapan “jual seadanya.” Pencantuman prinsip kehati-hatian secara eksplisit dalam pasal 2 Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sangat relevan dan bermanfaat, terutama di era transaksi modern.
Implementasi Program Siswa Cerdas Digital dalam Penguatan Literasi Ekonomi Digital Siswa Sekolah Menengah Amelia Rahmaniah; Ahmad Syahlani; Muhammad Darwin Setiady; Khairul Fahmi; Muhammad Yusuf; M. Indra Kurniawan; Candra Maulana; Agung Dwi Laksana
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation has significantly reshaped economic and educational activities, making the strengthening of digital economic literacy essential at the secondary education level. Although students actively use digital technology, their understanding of digital transactions, data security, and digital ethics remains limited. This study aims to analyze the implementation of the Siswa Cerdas Digital Program in enhancing students’ digital economic literacy. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through program observations, interviews with teachers and students, and document analysis. The findings reveal that the program improves students’ understanding of basic digital economy concepts, responsible use of digital platforms, and awareness of digital security and ethics. Institutional support, teacher competence, and technological facilities contribute to program success, while limited infrastructure and varied initial literacy levels pose challenges. The program can serve as an effective strategy when sustainably integrated into the school curriculum
Co-Authors Abdillah, Muhammad Rizki Agung Dwi Laksana Ahmad Faisal Ahmad Syahlani Al-Hafiy, Muhammad Ali, Nor Syamsudin Ananda, Rizqa Annajiyah Mansyuroh Annisa, Nia Annisa, Siti Nur Annisaurrahmah, Annisaurrahmah Anural Hudayanti Anwar, Ramly Salim Asmaran Asmaran Aulia Rahman Avisena Ilma Rachmasari Azijah, Wafix Badrian Badrian Candra Maulana Deanova, Nakita Rio Dibaj, Muhammad Syarif Dini Awwalia Fuad Luthfi Fuad Luthfi Hafizah, Silva Nor Hakim, Muhammad Azizul Hasanah, Tuti Hasbulloh, Achmad Shobirin Hudayanti, Anural Ilham, Muhammad Arifin Jannah, Nadyatul Jarajap, Inawati Mohammad Jainie Kamalia Rohana Khairina, Naily Khairul Fahmi Laina, Nor M. Hanafiah M. Indra Kurniawan M. Rizki Adi Pratama M. Sanusi Helmi Madina, Ahya Mahmudah Mahmudah Mina, Noor Muhamad Amin Muhammad Al-Hafiy Muhammad Arsyad Muhammad Darwin Setiady Muhammad fauzan MUHAMMAD HARIS Muhammad Haris Muhammad Ikhlas Muhammad Noor Ridani Muhammad Rafly Muhammad Rasyid Hidayat MUHAMMAD YUSUF Mulyati, Farihatni Munawarah Munawarah, Munawarah Muyassar, Muhammad Hafidz Nailah Nailah Nashiyah, Raudatun Navera, Najwa Nazhifah, Ainun Nazla, Siti Nor Latifah Nur Azizah Binti Zainal Nuraisyah, Euis Nurhalisa Nurhalisa Padillah, Muhammad Rayhul Pradana, Neco Erlin Putri, Riska Yunita Qadlizaka, Muhammad Irfan Hakim Rafe’i, Muhammad Khairur Rahmani Timorita Yulianti Rahmat Shodiqin Rahmat Sholihin Rahmat Sholihin Rahmie, Aliya Ramadhana, Yulia Ramly Salim Anwar Rukmawati, Desyana Putri Safitri, Maulidita Siti Alpisah Siti Nur Annisa Syahrani Syamsul Anwar Syaupi, Muhammad Tuti Hasanah Wafix Azijah Wahidah Wahidah Wahyudin Wahyudin Yasardin Yasardin