Claim Missing Document
Check
Articles

Pengalaman Pengajar Paud dalam Pelaksanaan Skrining Denver Ii Ppda Anak Usia Pra Sekolah Rizki Cintya Dewi; Meira Erawati
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.462 KB)

Abstract

Usia dini merupakan periode keemasan anak karena pada periode ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan paling pesat pada otak manusia. Pada usia ini sangat penting dilakukan deteksi dini pada anak salah satunya melalui skrining Denver II untuk mendeteksi keterlambatan perkembangan pada anak sejak lahir sampai usia enam tahun. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi pengalaman pengajar pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam pelaksanaan skrining Denver II pada anak usia pra sekolah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Populasi penelitian ini adalah seluruh pengajar PAUD di Kecamatan Tembalang yang telah mengikuti pelatihan dan melaksanakan skrining Denver II pada anak usia pra sekolah. Besar sampel pada penelitian ini adalah 8 informan yang diambil dengan teknik purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan melalui fokus grup diskusi (FGD) dan wawancara mendalam. Teknik analisa data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini menghasilkan enam tema besar meliputi perkembangan bahasa pada anak usia pra sekolah, cara efektif pelaksanaan skrining Denver II pada anak usia pra sekolah, manfaat skrining Denver II bagi perkembangan anak usia pra sekolah, dukungan atau fasilitas yang diperoleh pengajar PAUD dalam pelaksanaan skrining Denver II , kendala yang dihadapi pengajar PAUD dalam pelaksanaan skrining Denver II dan harapan pengajar PAUD dalam pelaksanaan skrining Denver II pada anak usia pra sekolah. Perawat sebagai pemberi pelayanan komunitas harus lebih memperhatikan kebutuhan perkembangan anak melalui stimulasi, deteksi dan intervensi dini.Selain itu, institusi PAUD sebaiknya dapat menerapkan kurikulum plus dalam bidang perkembangan anak untuk mendukungnya.
Ibm Aplikasi “Interactive Smart Board” untuk Pendidikan Kesehatan Siswa Taman Kanak-Kanak Di Wilayah Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Meira Erawati; Natalia Ratna Yulianti
Jurnal Keperawatan Anak Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3900.702 KB)

Abstract

Guru Taman Kanak-Kanak di wilayah Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan terhadap anak didiknya ketika masa pendaftaran anak sekolah. Namun data yang sudah ada tersebut berakhir dalam buku induk anak yang tidak ada tindak lanjutnya. Sementara itu, guru merasa tidak tahu harus melakukan apa bila mendapati anak didiknya yang memperlihatkan penyimpangan dalam perkembangannya. Masalah kesehatan yang menjadi masalah utama bagi anak-anak usia prasekolah menjadi perhatian bagi guru di Taman Kanak-Kanak. Namun pengetahuan dan fasilitas yang tidak memadai seringkali membuat para guru kesulitan untuk menanamkan perilaku sehat bagi anak didiknya. Metode penyelesaian masalah. Pelatihan deteksi, analisis dan stimulasi tumbuh kembang anak usia prasekolah bagi guru Taman Kanak-kanak di wilayah Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Pelatihan pemanfaatan “interactive smart board” bagi para guru taman kanak-kanak di wilayah Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Pendistribusian interactive smart board kepada setiap sekolah Taman Kanak-Kanak di wilayah Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Hasil. Pelatihan deteksi, analisis dan stimulasi tumbuh kembang anak usia prasekolah bagi guru Taman Kanak-kanak di wilayah Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang dan pemanfaatan “interactive smart board” dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 6 dan 7 April 2016. Pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta yang masing-masing merupakan utusan dari taman kanak-kanak dimana peserta mengajar. Pelatihan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru Taman kanak-kanak dalam melakukan deteksi, analisis dan stimulasi tumbuh kembang bagi anak usia prasekolah. Peserta pelatihan juga merasakan kemudahan dalam menggunakan thematic interactive smart board untuk pendidikan kesehatan bagi anak didiknya
Pengalaman Keluarga Dalam Pemberian Nutrisi Bagi Bayi Pada Tahun Pertama Di Daerah Pedesaan Meira Erawati; Elsa Naviati
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.409 KB)

Abstract

Pemberian makanan tambahan bagi bayi pada 1 tahun pertama usianya mendasari pertumbuhan dan perkembangan bayi pada waktu-waktu selanjutnya. Pemberian makanan ini menjadi penting untuk diperhatikan oleh orang tua terutama ibu agar tercapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. Perilaku pemberian makanan tambahan bagi bayi dilatarbelakangi oleh banyak faktor diantaranya pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, keadaan sosial ekonomi dan keadaan geografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman keluarga dalam pemberian nutrisi bagi bayi pada tahun pertama di daerah pedesaan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah merupakan penelitian kualitatif. Data kualitatif didapatkan dengan menggunakan pendekatan fenomenologis yang menekankan pada interpretatif secara individu, ditunjukkan dalam perilaku tertentu di masyarakat. Penelitian ini menghasilkan 5 tema antara lain faktor-faktor pendorong keluarga dalam pemberian ASI bagi bayi pada umur 6 bulan pertama, faktor-faktor penghambat keluarga dalam pemberian ASI bagi bayi sampai umur 6 bulan pertama, faktor pendorong pemberian makanan tambahan pendamping ASI sebelum anak mencapai usia 6 bulan, faktor pendukung keluarga memilih jenis makanan pertama bagi bayi, serta tingkat pertumbuhan anak pada tahun pertama di daerah pedesaan.
Pengalaman Pengajar Paud Dalam Pelaksanaan Skrining Denver Ii Pada Anak Usia Pra Sekolah Rizki Cintya Dewi; Meira Erawati
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.103 KB)

Abstract

Usia dini merupakan periode keemasan anak karena pada periode ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan paling pesat pada otak manusia. Pada usia ini sangat penting dilakukan deteksi dini pada anak salah satunya melalui skrining Denver II untuk mendeteksi keterlambatan perkembangan pada anak sejak lahir sampai usia enam tahun. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi pengalaman pengajar pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam pelaksanaan skrining Denver II pada anak usia pra sekolah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Populasi penelitian ini adalah seluruh pengajar PAUD di Kecamatan Tembalang yang telah mengikuti pelatihan dan melaksanakan skrining Denver II pada anak usia pra sekolah. Besar sampel pada penelitian ini adalah 8 informan yang diambil dengan teknik purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan melalui fokus grup diskusi (FGD) dan wawancara mendalam. Teknik analisa data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini menghasilkan enam tema besar meliputi perkembangan bahasa pada anak usia pra sekolah, cara efektif pelaksanaan skrining Denver II pada anak usia pra sekolah, manfaat skrining Denver II bagi perkembangan anak usia pra sekolah, dukungan atau fasilitas yang diperoleh pengajar PAUD dalam pelaksanaan skrining Denver II , kendala yang dihadapi pengajar PAUD dalam pelaksanaan skrining Denver II dan harapan pengajar PAUD dalam pelaksanaan skrining Denver II pada anak usia pra sekolah. Perawat sebagai pemberi pelayanan komunitas harus lebih memperhatikan kebutuhan perkembangan anak melalui stimulasi, deteksi dan intervensi dini.Selain itu, institusi PAUD sebaiknya dapat menerapkan kurikulum plus dalam bidang perkembangan anak untuk mendukungnya.
beta-Glucan Increases IFN-gamma and IL-12 Production of Peripheral Blood Mononuclear Cells with/without Induction of Mycobacterium tuberculosis Wild-type/Mutant DNA Meira Erawati; Nyoman Suci Widyastiti; Tri Indah Winarni; Edi Dharmana
The Indonesian Biomedical Journal Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v11i2.688

Abstract

BACKGROUND: In tuberculosis infections, the immune system is weakened and cannot produce enough cytokines to against the infection. b-glucan is a potent immunomodulator that induces cytokine production in various bacterial infections. This study aimed to determine the effects of b-glucan on the production of interferon (IFN)-γ and interleukin (IL)-12 in peripheral blood mononuclear cells (PBMCs) induced by Mycobacterium tuberculosis DNA.METHODS: PBMCs were isolated from 11 healthy subjects. PBMCs were treated with/without 5 μg/mL b-glucan and M. tuberculosis rpoB wild-type or mutant DNA. The production of IFN-γ and IL-12 in the supernatant was performed with enzyme-linked immune-sorbent assay (ELISA).RESULTS: b-glucan increased significantly (p<0.05) IFN-γ of M. tuberculosis mutant DNA-induced PBMCs, M. tuberculosis wild-type DNA-induced PBMCs, and non-induced PBMCs. b-glucan also increased significantly (p<0.05) IL-12 of M. tuberculosis mutant DNA-induced PBMCs, M. tuberculosis wild-type DNA-induced PBMCs, and non-induced PBMCs. There were not any significant difference between male and female groups for IL-12 and IFN-γ in all treatment groups (p>0.05, ANOVA test).CONCLUSION: This in vitro study indicates that b-glucan increases the performance of PBMCs to produce IFN-γ and IL-12, with/without induction of M. tuberculosis wild-type/ mutant DNA.KEYWORDS: b-glucan, IFN-γ, IL-12, M. tuberculosis, rpoB
Concept Analysis of Pulmonary Rehabilitation Dilla Fitri Ayu Lestari; Suhartini Ismail; Meira Erawati
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 3 No. 2 (2020): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.428 KB) | DOI: 10.35654/ijnhs.v3i2.314

Abstract

Pulmonary rehabilitation is a process of multi-disciplinary and comprehensive evidence-based for patients with chronic respiratory disease who are symptomatic and decreased daily of living activities. There is some literature discusses about pulmonary rehabilitation, but no one has analyzed the concept of pulmonary rehabilitation, particularly in the field of nursing. The concept of this analysis aims to analyze the concept of pulmonary rehabilitation by using Walker and Avant's concept analysis framework. There are some attributes influence pulmonary rehabilitation, such as the patient's condition, disease severity, and the environment that supports pulmonary rehabilitation. Antecedents concerning pulmonary rehabilitation include a history of past illnesses and the patient's lifestyle. The consequence towards pulmonary rehabilitation can be seen in two aspects, namely the patient and the health care system. Therefore, the pulmonary rehabilitation conceptual model should be based on attributes and antecedents to improve the quality of life of patients and quality of nursing services.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Orang Tua Terhadap Penggunaan Antibiotik pada Anak Putwi Marinesia Nur; Meira Erawati
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 3 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1542.927 KB) | DOI: 10.32584/jika.v3i1.342

Abstract

Latar belakang: Penggunaan antibiotik pada anak memiliki perbedaan dengan orang dewasa. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman orang tua tentang penggunaan antibiotik pada anak.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku orang tua terhadap penggunaan antibiotik pada anak.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Dengan menggunakan teknik Stratified sampling, sebanyak 270 orang tua yang dijadikan responden penelitian dan mengisi kuesioner penelitian.Hasil: Analisis data didasarkan pada analisis univariat dan analisis bivariat yang dilengkapi dengan spearman. Uji statistik telah dilakukan oleh "Spearman’s rho" itu menunjukkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan orang tua terhadap penggunaan antibiotik pada anak-anak (p <0,05).Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan orang tua, dan sikap orang tua dengan perilaku orang tua terhadap penggunaan antibiotik pada anak. Ada hubungan tindakan orang tua dengan perilaku orang tua terhadap penggunaan antibiotik pada anak. Background: The use of antibiotics in children is different from adults. Therefore, parents was need understands use antibiotics in children.Aim: This study aims to assess the factors related to parents towards antibiotic use in children.Methods: This study was conducted by studying cross sectional analytic study method. Using the Stratified sampling technique, 270 parents were used as research respondents and filled out the research questionnaire.Results: The data analysis was based on univariate analysis and bivariate analysis equipped with spearman. Statistical test has been conducted by “Spearman’s rho” it shows that there is a significant correlation between factors related to parents towards antibiotic use in children (p<0,05).Conclusion: This research does not show the relation between parents age, education, knowledge, and attitude with parents behavior on giving antibiotics to their child. There is some significant relation between parents action and parents behavior on giving antibiotics to their child.
FAMILY EDUCATION STRATEGIES IN CARING FOR CHILDREN WITH CONGENITAL ADRENAL HYPERPLASIA (CAH): A LITERATURE REVIEW Meira Erawati; Maya Ajeng Lestari
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v3i2.623

Abstract

Families having children with congenital adrenal hyperplasia (CAH) may have low knowledge and awareness in some aspects of  CAH management. Information and education regarding caring for children with CAH is essential for families so that they can provide proper care and treatment to their children. This study aims to describe the strategy of family education about caring for children with CAH from the existing literature. A literature review was performed by investigating relevant studies from online databases of Google Scholar, Science Direct, PubMed, and BioMed Central. Keywords of “education” and “children” and “congenital adrenal hyperplasia” and “family or parents” were used in searching the data. The results of the review showed various strategies that can be applied to provide education to families, especially parents. These strategies include providing detailed care instructions about adrenal crisis management, encouraging families/ parents to use positive and useful coping strategies, increasing knowledge and awareness on the use of medical alert IDs, providing Psychosocial Education Program (PEP), increasing nurses’ knowledge and comfort in providing education to families, and suggestions for improving the provision of family education. The provision of education to families or parents having children with CAH should consider some individual aspects such as emotional states, health literacy, learning styles, the amount of information, and knowledge assessment of each family/parent.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PADA ANAK TUNAGRAHITA : KAJIAN LITERATUR Ahid Nur Aini; Meira Erawati
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v3i2.650

Abstract

Anak penyandang tunagrahita memiliki tingkat intelegensi yang rendah ≤ 70 dan sering mengalami berbagai permasalahan seperti diskriminasi atau pengucilan, penolakan dari lingkungan, dan sering dianggap rendah oleh orang lain. Anak tunagrahita sering mengalami ketidakpercayaan diri dan kadang menarik diri dari lingkungan sehingga anak tunagrahita rentan memiliki tingkat kualitas hidup yang lebih rendah. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pada anak tunagrahita melalui analisis berbagai literatur. Penelitian ini merupakan studi kajian literatur. Artikel diperoleh dari beberapa database meliputi Proquest, Pubmed, Google Scholar, Science Direct dan Springer Link dengan kata kunci quality of life/ intellectual disability/ mental retardation/ down syndrom didapatkan 4009 artikel, kemudian dilakukan penapisan terpublikasi 2010-2020 didapatkan 1887 artikel, kemudian dipersempit sesuai dengan kriteria inklusi yaitu judul, fullteks, serta berbahasa inggris didapatkan 61 artikel, dilakukan penapisan kembali sesuai topik serta responden didapatkan 10 artikel yang relevan. Hasil analisis pada 10 literatur didapatkan bahwa tingkat kualitas hidup anak tunagrahita dalam kategori rendah sampai normal. Intelegensi yang rendah berdampak pada penurunan daya ingat, sehingga anak mengalami kesulitan dalam memberikan respon dalam berkomunikasi yang menyebabkan timbulnya hambatan dalam membangun hubungan sosial. Perlu adanya dukungan kepada anak tunagrahita agar memiliki gambaran kualitas hidup yang lebih baik.  
Pengaruh Pemberian Nesting Terhadap Kualitas Tidur pada Bayi Prematur : A Literature Review Riyantika Ayu Ramandhani; Meira Erawati
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 4 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v4i2.945

Abstract

Preterm infant’s condition is a major risk factor for increased morbidity and mortality rate. Preterm infants that getting treatment in the neonatal intensive care unit (NICU) will be disrupted due to different factors that causing sleep distrubance on the infant. Due to the critical role of sleep in premature infant’s brain development, that developmental care as nesting is needed to facilitate sleep’s necessary. This study aimed to explore the implication of nesting on sleep quality’s preterm infants in the NICU. Method of research was literatur review study. Articles were collected from several databases including Google Scholar, PubMed, JSTOR, and ScienceDirect. The keywords were preterm infant, nesting, and sleep were searched for original studies. The articles reviewed were indexed article in Scopus and published during period 2010 to 2020. It found 7 articles that related specifically to effect of nesting on sleep quality and period’s preterm infants. The implementation of nesting as developmental care strategy can be combined with other intervention methods such as nesting-swaddling, nesting-variation of positioning, and the use of new nest model. Nesting methods affect the duration of sleep in the active sleep, quiet sleep, and the transitional sleep status. Applying nesting as a developmental care is able to increase duration of sleep on active sleep, quiet sleep, and transitional sleep status.